QG 153, Harris 523 dan 804

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tadinya saya berencana bisa melawat ke Jakarta untuk bisa melihat semua kemajuan yang sudah dihasilkan pada masa kepemimpinan Gubernur ‘Penista Agama’ Ahok dengan cara liburan bersama, dengan harapan bisa lebih santai dan menikmatinya.
Terakhir dinas terkait Kotaku, keknya aksi tersebut ndak maksimal bisa saya lakukan. Kalo ndak salah waktu itu proses pembahasan materi berlangsung hingga sesi malam. Jadi, ndak sempat kemana-mana.

Pagi ini saya sudah nongkrong di depan counter check-ins pesawat Citilink, kode penerbangan QG 153. Agenda berangkat berkaitan dengan upaya pemanfaatan dana DAK Bidang Perumahan dan pembahasan Draft Ranperda RP3KP Kabupaten Badung, mendampingi dua pimpinan.

Dari beberapa barang bawaan, rupanya saya kelupaan kacamata item minus yang biasanya saya selipkan untuk be’gaya saat luang di tujuan, dan sendal big size yang lupa dimasukkan saat mengganti tas ransel agar lebih ringan digendong. Ya sudahlah… Toh ini perjalanan hanya sehari. Harapan saya tadinya bisa membawa ‘bekal’ sedikit lebih ringan lagi.

Waktu menunjukkan pukul 8.45 WIB saat pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Meleset sekitar 25 menitan dari jadwal yang tertera pada boarding pass. Ini karena saat keberangkatan tadi, maskapai menyatakan penundaan lantaran agenda terbang terlampau ramai.

Setelah sarapan pagi di Soto Kudus Blok M, kamipun tiba di Kementrian PUPR dan diterima oleh Bapak Budiono, Koordinator Bidang Permukiman yang memandu proses diskusi terkait rancangan Peraturan Daerah RP3KP Kabupaten Badung yang menurut Beliau, merupakan generasi pertama yang berupaya menyusun pasca amanat undang-undang. Sementara Kementrian PUPR sendiri baru akan memprioritaskan bimbingan terkait penyusunan RP3KP pada Tahun 2017 mendatang. Ealah…
Meski demikian, agenda yang sedianya kami bagi menjadi dua sesi, akhirnya terjawab pula pada sesi yang sama dengan mendatangkan narasumber tambahan dari lantai 5 Kementrian, berkaitan dana DAK Bidang Perumahan.

Untuk menginap, awalnya pimpinan menjatuhkan pilihan di Harris Hotel Tebet, dan sudah melakukan proses booking. Entah bagaimana ceritanya selama 1,5 jam, Beliau berupaya mencari alternatif hotel lain dan hasilnya rata-rata menyatakan fullybooked. Maka ya kembali ke pasal 1. He…

Pengalaman Pertama sekaligus lucu campur kaget, saya alami ketika mendapati Kamar 523 sudah terisi orang, lengkap dengan barang bawaan dan interior yang masih berantakan. Eits… Untung ada mas CS yang lagi bersihin kamar sebelah. Setelah dijelaskan permasalahannya, saya dirujuk ke kamar King’s Size disertai permintaan maaf dari pihak Hotel.
Kamar ini jauh lebih besar ketimbang kamar di awal tadi.

Maka disinilah saya melewati malam penatnya Ibu Kota Jakarta, pasca mual dan pening yang dialami sepanjang perjalanan tadi. Setelah menelan sebutir promaag dan Neuralgin, keknya saya masih perlu pijat refleksi malam ini…

RTLH MBR RTM

Category : tentang PeKerJaan

Semua berawal dari program Sejuta Rumah yang dicanangkan pak Jokowi saat Beliau dipercaya memegang jabatan tertinggi di negara ini, melalui tangan Kementrian Perumahan Rakyat yang kini telah bergabung dengan Pekerjaan Umum. Satu amanat besar utamanya bagi kami yang bertugas di daerah untuk bisa mengawal kebijakan tersebut dengan baik.
Begitu garis besarnya.

Lalu apabila kalian kemudian kebingungan membaca judul postingan kali, ya wajar. Karena kalian bukan merupakan bagian yang mengurusi atau menindaklanjuti itu semua.
Saya pribadi baru ngeh setahun terakhir.

Adalah Provinsi Bali, yang intens mengundang kami dalam pertemuan berskala kecil maupun besar di Hotel Grand Santhi, demi membahas satu demi satu agenda kerja dalam upaya mewujudkan sebagian kuota yang diberikan terkait Program Sejuta Rumah.
Sebagaimana halnya pagi ini.

pande-baik-rtlh

RTLH atau Rumah Tidak Layak Huni, adalah sasaran utama yang harus kami rangkum dan catat di masing-masing daerah, serta dituntut sudah BNBA atau ‘by name by address‘ untuk mencegah kesalahan pemberian bantuan kedepannya.
Adapun Kriteria yang ditentukan untuk menemukan data RTLH ini adalah dengan melakukan verifikasi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah, yang salah satu item penentunya adalah jumlah penghasilan perbulannya. Berada dalam rentang 600ribuan hingga UMK Nasional atau sebesar 4,5 juta.
Ha ? Kalian masuk dalam kelompok ini ?
Sama.
Kita sama kok. He…

Pendataan dan Pencatatan RTLH ini kelak akan menjadi basis data pemberian bantuan Program Sejuta Rumah, khusus yang ditangani oleh Kementrian PU PERA, dimana Kabupaten Badung hanya mengajukan usulan BSPS atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya pada jenis Peningkatan Kualitas saja. Bahasa sederhananya, mengusulkan Bedah Rumah.
Hal ini diputuskan mengingat usulan bantuan rumah sebagaimana disampaikan dalam peraturan terkait, rata-rata mewajibkan Pemerintah Daerah menyediakan lahan baru bagi calon masyarakat penerima bantuan.
Sementara bisa dikatakan harga jual tanah atau lahan di Kabupaten Badung amat sangat tinggi jika dibanding kabupaten lainnya.

Sayangnya, belum semua pemerintah daerah Kabupaten di Provinsi Bali ini, siap dengan data RTLH yang BNBA. Sejauh ini baru Karangasem, Buleleng dan Tabanan saja yang sudah menyampaikan usulannya sehingga menjadi prioritas penanganan tahun 2016 ini dengan memanfaatkan dana APBN.
Kabupaten Badung sendiri hingga hari ini masih berstatus On Progress.

Dari 2009 data Rumah Tangga tersisa dalam daftar RTM atau Rumah Tangga Miskin, yang dirilis oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, terpantau sekitar 497 Rumah Tangga yang sudah diverifikasi lebih lanjut, masuk dalam daftar calon penerima bantuan BSPS diatas atau tercatat sebagai RTLH Tahun 2016 ini.
Dimana daftar RTM sebagaimana disebutkan diatas, biasanya digunakan sebagai data awal pendataan RTLH lantaran sudah pasti dimiliki oleh masing-masing daerah/Kabupaten. Daftar ini sedianya digunakan untuk menyalurkan bantuan Beras untuk Masyarakat Miskin serta bantuan BSPS atau Peningkatan Kualitas atau Bedah Rumah yang ditangani oleh Kementrian Sosial tentu dengan bantuan Dinas Sosial.

Nah, berdasarkan data sebanyak 497 RTLH inilah tugas kami selanjutnya adalah melakukan input kedalam sistem database RTLH milik Pemerintah Pusat, serta memilahnya lebih jauh untuk bisa diajukan penanganannya dengan memanfaatkan dana APBN (minimal 30 RTLH per Desa), DAK (dibawah 30 RTLH per Desa) atau APBD (masih dikaji lebih lanjut terkait besaran bantuan per RTLH penerima bantuan).
dan Agenda kerja hari ini, salah satu fokus pembahasan kelihatannya ya berkaitan dengan tugas diatas.
Bagaimana kelanjutannya, nanti akan dikabarkan kembali.

Dari Kamar 560 Grand Sahid Jakarta

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Damn ! Saya bangun kesiangan hari ini.

Tapi errr… enggak juga sih sebenernya.
Karena meski jam menunjukkan angka 6.35, sesungguhnya dikonversi ke waktu Indonesia bagian Barat alias Jakarta, ini artinya masih di pukul 5.35… masih pagi. Masih ada banyak waktu hingga pukul 8, di Puri Agung Sahid guna melanjutkan sesi kedua Sosialisasi Nasional Kotaku, Kota Tanpa Kumuh.

Pemindahan lokasi ke Grand Sahid sementara jadwal dalam surat tertera Hotel Ambhara, kelihatannya diakibatkan oleh melonjaknya jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan Dirjen Cipta Karya kali ini sehingga memaksa Panitia musti extra keras menangani. Baik secara penginapan maupun hal lain yang melingkupinya.

Namun keseluruhan kelihatannya fine fine aja kok pelaksanaan Diskusi Kelompok yang punya pola mirip Diklat PIM IV tempo hari. Termasuk persoalan makan siang yang turun derajat. Hehehe… tapi ndak apa, semua bisa disesuaikan kok.

Hanya berhubung suhu ruangan akibat AC sentral dalam meeting room tergolong duingin, saya sempat mengalami sakit kepala jelang makan siang, yang langsung dihantam dengan sebutir Nueralgin plus istirahat setengah jam sebelum kembali bergabung dan melanjutkan sesi diskusi.

Proses hari ini selesai lebih awal. Namun karena ndak ada agenda jalan-jalan, waktu luang yang tersisa dimanfaatkan untul beristirahat di kamar 560. Plus memesan layanan Room Service terkait makan malam, lantaran Dinner bagi peserta #SosnasKOTAKU ini ndak masuk dalam agenda hotel. serta membatalkan rencana untuk ikutan Pijat Bersih Sehatnya Grand Sahid di lantai 3 yang kemarin dah sempat dicobain sekali.

Jujur aja, secara pikiran malam ini, saya jauh lebih capek ketimbang sebelumnya. Karena beban akan pekerjaan kantor serta ‘ancaman’ akan pemeriksaan Tipikor sepertinya akan kembali menghiasi hari demi hari saya kedepannya.

Well, kelihatannya saya memang membutuhkan lebih banyak istirahat hari ini. dan kelihatannya pula, Gula Darah saya bakalan naik dalam waktu dekat.
Doakan agar bisa balik ke Bali dalam kondisi sehat ya.

*

Eh iya, untuk kalian yang pengen tau bahasan seharian tadi terkait apa saja, bisa pantau di akun twitter @pandebaik atau di tagar #SosnasKOTAKU
dan doakan pula agar besok bisa Tweet Live lagi agar bisa tuntas laporan notulen ke pimpinan nanti pas balik ngantor. Hehehe…

GA 409, tujuan Jakarta

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Keberangkatan kali ini sama sekali tidak direncanakan. Disposisi turun saat saya mendapati meja kerja Jumat minggu lalu, sesaat setelah mengkonfirmasi Askot PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Badung pak Gde Puja, bahwa yang akan berangkat adalah Ibu Kepala Bidang. Apa daya perintah berkata lain.

GA 409 PanDe Baik 1

Berangkat Sendiri

Lagi-lagi… yah, Lagi-lagi…
Keberangkatan ini lagi-lagi saya sendirian harus mengarungi waktu, tanpa teman bicara. Tapi ya, let’s Enjoy aja. Dinikmati.
Lagipula dengan perjalanan sendirian macam begini, saya jadi punya waktu lebih banyak untuk menulis, atau mengamati. Kelak satu dua teman duduk pastilah bakalan nyambung untul diajak bicara, kecuali yang bersangkutan wisatawan berkulit kuning.

Wedakarna, Raja Majapahit

Lha, apa pula cerita blog hari ini bisa menyasar ke perwakilan DPD Provinsi Bali yang saban hari nyambangi halaman Adv koran lokal Bali Post ?
Gak sengaja saya melihat bli Weda saat menuju tempat duduk di pesawat Airbus 330 ini. Saya menempati 46 K dekat jendela sebelah kanan, bli Weda menempati kursi deretan paling belakang, 48 J, sebelah lorong. He… siapa sangka bisa bertemu dengan Raja Majapahit di penerbangan kali ini ?
Pastilah penerbangan ini bakalan Sukla selama perjalanannya. *uhuk

Lebih Awal dan Lebih Lama

Perjalanan ini ada kaitannya dengan tugas sebagai abdi masyarakat dalam kaitannya dengan Pencegahan Permukiman Kumuh, kelanjutan program dari P2KP, PNPM Mandiri Perkotaan beberapa waktu lalu.
Sebagaimana surat yang disampaikan oleh Kementrian PU dan Pera, hari pertama acara yang tertera hanyalah Check In di lokasi menginap, Hotel Ambhara Gandaria City. Acara Pembukaan baru mulai besok pagi di Sheraton, entah dimana pula tempat yang satu ini. Mengingat acara yang santai, saya memilih untuk berangkat lebih awal agar tak terburu-buru dalam perjalanan, selain ingin mengenal sekitar hotel jika masih sempat malam nanti. Dekat Blok M katanya ya ?
Dan juga perjalanan ini memakan waktu Lebih Lama dari biasanya. 4 hari 3 malam. Bakalan panjang nih ceritanya…

Kangen 4 Gadis ku

Ya gitu deh, akhir ceritanya.
Istri, si sulung Mirah, si cerewet Intan dan si kecil Ara.
Bakalan kangen banget dengan mereka selama mengikuti workshop kali ini.
Berharap mereka baik-baik saja selama ditinggal jauh.
Kecup kening kalian semua nak…

Rafting yok…

Category : tentang PLeSiran

Cuaca panas begini enaknya memang ngadem. Apalagi kalo sudah deket-deket air. Di sungai pula. Maka lengkap sudah hasrat untuk bersantai sekali-kali di tengah kesibukan dan kebosanan rutinitas kerja, dilampiaskan bersama-sama dalam canda dan tawa.

Tumben-tumbenan juga kalo ternyata kami bisa ngumpul anggota secara lengkap. 13 orang, dari dua seksi tanpa kehadiran pimpinannya. Nyebur di dinginnya sungai Ayung desa Bongkasa Pertiwi. Menindaklanjuti tawaran dua tahun lalu yang sudah terlupakan.

Ada tiga perahu karet yang dihadirkan, demi menampung semua kawan ditambah pemandu di masing-masing tim. Tak lagi ada jarak diantara kami. Semua lebur dalam keriangan saling mengguyur air sungai lewat dayung masing-masing. Atau berpacu dalam derasnya arus saling mendahului satu sama lain.

Rafting Permukiman 1

Rafting Permukiman 2

Rafting Permukiman 6

Ah, keceriaan ini semoga tak putus sampai disini.

Dobel Surprise Ulang Tahun

2

Category : tentang KHayaLan

Inginnya sih gak banyak yang ingat, maka itu semua kesibukan dijalani seperti biasa. Tapi ya tetep aja yang namanya surprise malah bikin kaget. He…

Masuk usia yang ke 37 ini, rasanya sudah banyak anugerah yang diberikan. Baik oleh keluarga, kawan, rekan kerja hingga dari-NYA. Maka apalah lagi yang diharapkan.

Pagi itu, semua berjalan normal. Saat perjalanan menuju hingga pulang dari Besakih di sore hari, rasanya sudah berhasil gak ada yang ngeh, ngasi ucapan ini itu. Nyampe rumahpun meski agak kaget lihat bingkisan di atas meja yang dikirim atasan untuk putri ketiga kami, tapi ya semua berlalu begitu saja lantaran kami harus mengantarkannya ke dokter anak segera.

Ulang Tahun PanDe Baik 1

Baru nyadar kalo dibawah bingkisan boneka ada kotak yang gak jelas apa isinya, malam jelang tidur. Malah jadi kaget pas tahu ada kue Ulang Tahunnya. Sambil baca ternyata dari Kepala Bidang Bu Arinda dan kawan kawan Permukiman. Ealah…
tapi berhubung semua sudah tidur, ya terpaksa diambil gambarnya dan dishare ke semua sambil ngucapin Terima Kasih tanpa sempat dirayakan lagi. Baru esok paginya kesampean, itupun tanpa seremoni khusus, hanya saya, Intan dan ibunya, sesaat sebelum berangkat kerja. Gak lupa difoto-foto biar ada buktinya. He…

Nyampe kantor, cuma mengingatkan ke Ibu Ibunya kalo di kulkas saya taruh kue ulang tahun yang dikirim kemarin, trus aktifitas lagi seperti biasa. Bahkan tadinya ingin menyepi di ruang rapat, malah gak diijinkan masuk oleh yang lain. Ya sudah, jadi duduk di luaran deh sambil bengong. Capek dan Mabuk perjalanan kemarin masih terasa.

Eh, rupanya ada Surprise Pagi dari semua kawan…

Pantes aja gak dibolehin masuk ruang rapat. Kenapa gak terbaca yah ?

Mereka sepakat gak negur banyak selama seminggu ini, dan berusaha cuek di hari ulang tahun kemarin. Sempat bingung juga berhubung saya memilih tangkil ke Besakih ketimbang ngantor. He… jadi jumat 17 pagi baru bisa terlaksana.
Meski bingung mau ngasi apa, mereka sepakat patungan membeli kue dan nasi bungkus. Sesederhana itu.
Malah jadi terharu…
Ternyata dibalik hubungan canggung yang sering saya berikan, mereka menyiapkan surprise ini dengan baik.

Ulang Tahun PanDe Baik4

Jadi ada dobel surprise ceritanya…

Terima Kasih ya Teman Teman di Bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan, begitu pula pimpinannya. Gak bisa ngomong apa deh untuk semua itu…

Akhir Tahun ke-2 di Permukiman

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Oaaahhheeemmm… gag nyangka udah nyaris dua taon saya duduk di meja besar pojok tenggara ruangan Seksi Permukiman, lantai 3 gedung paling utara areal Puspem Badung. Bener-bener gag terasa…

Bisa jadi karena sudah mulai terbiasa dengan ritme jalannya kegiatan yang seabrek dan tiada henti dalam setahunnya, bisa juga lantaran dukungan semua rekan kerja dan pimpinan dalam membantu menyelesaikan satu persatu tugas yang diemban meski rasanya bertambah banyak saja.

Tahun ini kami menyelesaikan 56 paket kegiatan fisik sebulan lebih awal ketimbang tahun lalu. Jadi bisa dikatakan bulan Desember ini sudah gag ada lagi kegiatan lapangan yang harus dipelototi pengerjaannya lantaran telah selesai 100%. Yang belum kelar itu hanyalah pengajuan amprahan Keuangannya yang kalo tidak salah masih menyisakan sekitar 11 paket belum masuk ke Bagian Keuangan. Ini belum termasuk 5 dari 6 paket Pengawasan, 6 paket Perencanaan atau DED, dan 2 dari 3 paket tambahan di anggaran Perubahan kemarin. Capek tapi senang lantaran beban sudah sedikit berkurang.

Kedepannya saya sih berharap banyak bahwa pola kerja kami bisa meniru pola yang sudah berjalan tahun ini. Bisa dimulai lebih awal, sehingga proses penyelesaian bisa lebih awal juga.

Yang paling terasa adalah soal waktu luang. Kini kami di ruangan jadi lumayan senggang untuk sekedar bercanda, pula berencana untuk melalukan beberapa tugas tambahan seperti penataan arsip, ruangan atau bahkan pendataan. Yah, ini demi kami dan masyarakat juga kok. Agar bisa jauh lebih terstruktur saat dimintakan informasi nantinya.

Hal lain yang paling terasa di Tahun ke-2 ini adalah frekuensi kena marah pimpinan karena sejauh ini apapun masalah yang terjadi dibawah sudah diupayakan untuk diselesaikan tanpa harus dibawa ke tingkat pimpinan. Sedangkan beberapa hal yang berkaitan penting, barulah dilaporkan. Jadi fokus pimpinan bisa digunakan untuk berkonsentrasi di bidang lain.

Tapi diantara semua, hanya satu yang masih mengganjal. PNPM Mandiri Perkotaan dimana saya kini didaulat menjadi Kepala Satuan Kerja merangkap PPK-nya. Masalahnya adalah masih banyak istilah maupun pemahaman kegiatan yang membingungkan untuk dimengerti. Jadi sepertinya kelak berpotensi mendatangkan masalah.

Yah, dijalani saja…

dari Rest Area lantai 6 Aryaduta Manado

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Aliran listrik sudah dua kali padam seharian ini, cukup bikin kaget untuk hotel sebesar Aryaduta Manado. Akhirnya saya memilih untuk keluar dari ruangan ballroom tempat pertemuan digelar sejak pagi. Masih di acara Sosialisasi Pedoman Audit Interim bersama BPKP.

Agenda malam ini sebenarnya merupakan jadwal besok yang seperti biasanya acara-acara pegawai negeri, dimajukan agar bisa menikmati kota lebih awal, atau sekedar jalan jalan mencari oleh oleh, bisa juga menikmati istirahat pagi lebih panjang. Jadi ceritanya kali ini tahap akhir dari perjalanan sosialisasi audit, yaitu Desk Percepatan Pelaksanaan PPIP yang seharusnya sudah dimulai sejak pukul 18.30 tadi. Akan tetapi hingga waktu menunjukkan pukul 20.05, belum tampak tanda-tanda akan dimulainya acara.

Gag salah juga sih kalo begini kondisinya. Jumlah peserta jadi jauh berkurang, beberapa usai makan malam tampaknya lebih memilih jalan keluar menikmati malam di Manado, sekedar cari oleh-oleh ataupun 3B-nya yang beken itu. He… apalagi ditambah rasa kantuk yang menyerang mata tampaknya makin membuat ruangan ini jadi semakin sepi. Jadi pengen balik kamar dan istirahat… tapi teman sekamar saya kabur kemana ya ?

Penutupan Diklat PIM IV Angkatan V Kabupaten Badung

Category : tentang KuLiah, tentang PeKerJaan

Berakhir sudah seluruh rangkaian Diklat PIM IV Angkatan V Kabupaten Badung yang dilaksanakan per awal Mei 2014 lalu hingga Penutupan 25 September pagi. Lega…

Penutupan 01

Lega karena secara kesibukan, berlalu sudah satu kegiatan yang lumayan menyita waktu dan pikiran selama lima bulan terakhir meskipun tugas yang dibuat gag susah susah banget, lantaran hobi nulis bisa nolong semua itu. Tapi tetep yang namanya perasaan ya sedikit lebih baik lah…

Tapi ngomong-ngomong, sebelum ditutup rupanya ada satu oleh-oleh dari para Widyaiswara yang saya terima sebagai bayaran atas kerja keras dan ketekunan selama lima bulan pembelajaran di Badan Diklat. Yaitu ganjaran Prestasi Istimewa peringkat V, dari 30 peserta yang mengikuti Diklat PIM IV kali ini. Kaget tentu saja…

Penutupan 02

Jadi Terima Kasih saya ucapkan untuk semua Widyaiswara antara lain Pak Sedana Yoga selaku Coach atau Pembimbing selama lima bulan ini, Pak Nyoman Sukamara selaku penguji pada Seminar BT2, Ibu Luh Pani sebagai penguji pada Seminar RPP, Ibu Anny yang mengingatkan saya akan kecerobohan, ketidaktelitian dan keterburu-buruan saya selama ini, sempat nyengir juga kalo inget inget sesi tersebut, dan Bunda Dhamanik yang selalu memberi semangat. Pak Partha, Dokter (duh lupa namanya) almarhum yang mengajarkan saya untuk selalu Romantis pada istri, dan lainnya… Terima Kasih banyak. Tidak lupa untuk jajaran di Badan Diklat atas tempat tidur yang nyaman selama pembelajaran, ibu-ibu di ruang makan yang setia menunggui kami hingga sore dan malam hari, juga Atasan sekaligus Mentor, Ibu Arinda atas masukan dan petunjuknya, Ibu Dessy untuk Semangatnya, Istri dan dua putri atas support penuh dan hiburannya… Terakhir tentu saja Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk anugerah-Nya.

Penutupan 07

dan Sebagai wujud syukur atas semua pemberian itu, usai Penutupan Diklat, sayapun memutuskan untuk membagi sekantong darah pada yang membutuhkan, Donor Darah yang ke-43 kalinya, di PMI RS Sanglah. Semoga semua ini kelak mendatangkan Kebaikan untuk kita semua. Salam Hangat dari Pusat Kota Denpasar.

Ujian Seminar Laboratorium Kepemimpinan Instansional

Category : tentang KuLiah

Akhirnya… sampai juga kami semua di sesi Ujian Seminar Laboratorium Kepemimpinan Instansional, pada hari Selasa 23 September 2014, di ruang belajar Cempaka Badan Diklat Provinsi Bali. Dan berikut beberapa rekaman lensa dari Kelompok 2, yang dikawal oleh Coach Bp. I Made Sedana Yoga, ST., MSi dan Penguji Bapak N Sukamara, CES.

Pertama dari Ibu Rai Sukarini, Kepala Sub Bagian Keuangan Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu.

RPP 01

Kedua, dari Bapak Ida Bagus Caniscahyana, Kepala Sub Bagian Umum locus yang sama.

RPP 02

Ketiga ada Bu Putu Nugraheni, Kepala Sub Bagian Humas Sekretariat DPRD.

RPP 03

Keempat ada Gus Tole atau Adi Wiryantara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Terminal Type A Mengwi, dari Dinas Perhubungan dan Informatika. Disambung oleh Ida Bagus Sudiyadnya, Kepala UPT Lalu Lintas dan Angkutan Badung Selatan, locus yang sama.

RPP 04

Berikutnya Bapak Kadek Prastikanala, Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RSUD Badung.

RPP 06

Peserta keTujuh ada Pak Ketut Nadu Kepala Bagian Operasional Dinas Kebakaran. Lanjut Pak Ketut Mudja, Kasubag TU pada UPT Dinas Kebakaran Badung Utara.

RPP-07

Jeda Makan Siang, sesi kedua peserta selanjutnya ada www.pandebaik.com aka Pande Nyoman Artawibawa, Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya dengan Pengendalian Data Teknis Jalan Lingkungan.

RPP 09

Dan Terakhir sebagai penutup sesi Ujian dari Kelompok 2 ada Bapak Wayan Adi Sudiatmika, Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeda Litbang.

RPP 10

Well, demikian rekaman lensa yang dapat disampaikan untuk hari ini, semoga esok bisa memberikan hasil yang baik.

Noted… 28 Agustus 10.00 PM GA422 Seat 48A

Category : tentang DiRi SenDiri

Terkadang aku berpikir bahwa tak sekalipun aku pernah berharap atau meminta bahkan mengemis akan apa yang aku jalani hingga hari ini. Semua hadir begitu saja, dan bisa jadi inilah jalan yang harus aku lalui…

Maka akan sangat menggelikan sekali jika kemudian mereka menganggapku telah merebut impian yang mereka harapkanĀ  sejak dulu…

Semua memang terlihat indah di permukaan. Tapi apakah mereka mampu memahami gejolak yang terjadi didalam ?

Jalan ini takkan pernah mudah untuk dilalui, Teman…

Kegelisahan ini, 28 Agustus 2014 10.00 PM, GA422 Seat 48A