Empat Video Van Der Spek Menampar Bali

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang KeseHaRian

Menarik, Sangat Menarik tentu saja…

Menyaksikan satu persatu dari empat video tentang praktek Penipuan di Bali yang direkam secara diam-diam oleh Van Der Spek, seorang turis dari Belanda yang berprofesi sebagai Wartawan/Jurnalis sebuah media di negaranya, cukup membuat miris dada akan perilaku orang Bali yang tak lagi dikenal jujur dan ramah pada wisatawan. Semua hanyalah sebuah kamuflase yang dibalut oleh keserakahan akan uang.

Ya, uang kini sudah bagaikan Dewa dan menjadi segalanya…

Padahal jikapun diperhatikan jauh lebih dalam, rasanya Orang Bali pelan tapi pasti seakan sudah mulai melupakan ajaran agama yang sejak kecil ia baca, pelajari dan lakukan. Misalkan saja Tri Kaya Parisudha, Berpikir, Berkata dan Berbuat yang Baik…

Dengan bukti yang kini sudah dapat dilihat secara luas, apakah perilaku Orang Bali (meski hanya oknum, namun siapa peduli ?) sudah jauh dari keyakinan akan Karma Phala ?

Sangat disayangkan tentu saja, apabila praktek-praktek baik penilangan polisi atau pemeriksaan cukai yang berujung damai dengan uang yang dinikmati untuk kepentingan pribadi, atau penukaran uang yang dipenuhi praktek kecurangan plus iming-iming hadiah padahal itu sudah diatur sebelumnya ?

Entah harus berkata apa jika sudah terdokumentasi begini…

Video Van Der Spek Bali

Namun salute untuk si turis Belanda… Meskipun pada kenyataannya begitu banyak pula perilaku turis yang tidak sopan saat beraktifitas di Bali, setidaknya empat video ini (bisa jadi mungkin lebih) bisa mengingatkan kita bahwa di jaman teknologi modern dimana lensa kamera tak lagi hanya berada dalam perangkat dimaksud atau dibadan ponsel, semua aktifitas yang kita lakukan mampu terekam dengan baik, disengaja ataupun tidak. Tapi apabila yang namanya etos kerja, prinsip menghormati dll tetap dijunjung oleh semua kalangan pekerja swasta maupun negeri dimanapun mereka berada, saya yakin gag bakalan ada yang seperti ini, meski satu dua bisa saja bernasib apes saat mencoba mempraktekkannya.

Ngomong-ngomong, dengan adanya bukti otentik seperti ini apakah pihak terkait yang merasa tertampar tidak akan melakukan perubahan baik sistem maupun mental oknumnya ? Inilah yang patut dipertanyakan kali ini.

Misalkan saja seperti penilangan polisi yang berujung damai, apakah tidak ada cara lain yang lebih memudahkan masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas melakukan proses yang aman, tanpa pemborosan waktu, biaya dan tenaga ?

Saat kami diskusi dengan kawan-kawan seruangan kantor, ada banyak ide yang disampaikan terkait ini. Memperbanyak sosialisasi proses pengurusan tilang dimana kabarnya ada yang bisa dibayarkan lewat atm, sehingga yang bersangkutan tak perlu lagi repot ke pengadilan ? Entah dicetak besar, lalu ditempelkan di masing-masing pos polisi ? Atau pembayaran melalui pemotongan pulsa, mengingat kini ponsel rata”sudah dipegang oleh masyarakat hingga menengah ke bawah ?

Demikian halnya aksi Money Changer yang saya yakin, saya pun pernah menjadi korban saat melakukan penukaran mata uang dollar beberapa waktu lalu. Dan kini, video milik Van Der Spek telah membukakan mata akan pentingnya memeriksa kembali sekian banyak lembaran uang yang ditukar, langsung ditempat itu juga…

Semua hal yang dahulunya punya peluang untuk melakukan praktek kecurangan, saya yakin ada cara yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang kini semakin berkembang, meski yang namanya otak manusia tetap saja mencari celah bagaimana agar praktek tersebut bisa kembali dilakukan.

Kini saya masih berharap, akan ada video dari Van Der Spek yang kelima, enam, tujuh dan seterusnya, apakah itu mengungkap praktek pungli di birokrasi pemerintahan terkait pengajuan ijin, pembayaran pajak atau bahkan yang ada kaitannya dengan pengadaan barang jasa…

*colek LPSE dan ULP Badung *uhuk

Percobaan Penipuan berkedok Pembantu Rumah Tangga

7

Category : tentang KeseHaRian

Tadinya sih saya ingin menuliskan tentang keberadaan PRT Pembantu Rumah Tangga yang kami dapatkan dari seorang penyalur berprofesi pedagang Bakso, namun bersyukur belum sempat saya menuangkannya, apa yang kami duga sejak awal kedatangannya sudah terlanjut terjadi.

Modus yang Mudah Ditebak. Demikian pikiran saya sejak hari minggu pagi, hari keempat yang bersangkutan berada dirumah kami.

Awal cerita sebenarnya, kami ingin mendapatkan seorang PRT yang mampu meringankan tugas ibu saat kami tinggal kerja berdua di akhir masa cuti melahirkannya Istri, akhir Januari nanti. Berhubung rutinitas Beliau kini bertambah seiring kehadiran kakak perempuan yang divonis mengidap kanker, diputuskan untuk tinggal di rumah kami, agar lebih mudah merawatnya.

Pasca kelahiran putri kedua kami, jujur saja kesibukan itu makin bertambah yang salah satu efeknya bagi saya pribadi adalah berkurangnya waktu untuk menulis dan berkonsentrasi mengingat aktifitas kini tak lagi luang seperti dulu. Bukan satu masalah besar sebenarnya, namun memang jadi jauh lebih terasa perubahannya.

Belum lagi istri yang seumpama kelak diharuskan untuk lembur di kantor hingga malam, tetap harus mengurus putri kedua kami yang mungkin saja bakalan mengabaikan kesehatannya. Jadi atas dasar inilah kami kemudian memutuskan untuk mencari bantuan seorang PRT lewat jasa Mertua yang secara kebetulan telah menggunakan jasa PRT sebulan terakhir.

Sayangnya, proses untuk mendapatkan jasa seorang PRT ini cukup sulit. Mengingat beberapa PRT yang datang dan hadir di rumah Mertua rupanya mengalami ‘kebingungan’ jauh lebih cepat ketimbang yang diduga, dan itu memang sejalan dengan banyaknya nasehat yang kami dapat dari sanak saudara, teman kantor yang rupanya senasib dan pernah mengalami pengalaman buruk dengan PRT.

Selain itu, jujur saja proses untuk menyiapkan tempat istirahat si PRT pun tidak kalah banyaknya, mengingat kami tidak memiliki kamar kosong yang bisa digunakan, sementara beberapa opsi yang kami tawarkan pada kedua orang tua, yang nantinya akan diajak berinteraksi dirumah saat kami tinggalkan, dicoret dan tidak disetujui. Maka, dengan merakit, membersihkan dan menyulap sebuah dipan tidur milik saya sewaktu remaja dulu, ditambah perubahan tata ruang disalah satu alternatif kamar yang ada, akhirnya semua bisa diselesaikan. Dan PRT yang diharapkan pun, datang tepat waktu.

Dari cerita yang bersangkutan, status yang ia sandang saat ini adalah janda beranak 2. Yang paling besar sudah menginjak kelas satu SMP, sedang yang kecil baru masuk PG. dilihat dari pengalaman bekerja, yang bersangkutan mengatakan belum pernah. Hanya sekali dengan orang China, seminggu dengan gaji sebesar 700 ribu. Satu penghasilan yang besar tentu saja. pas kami tanyakan kenapa ia memilih berhenti bekerja disitu, ia menjawab karena ia tidak bisa merawat bayi sang majikan. *lagi-lagi sebuah tanda bahwa ia sepertinya tidak mau dibebankan pekerjaan merawat bayi

Namun saya secara pribadi tidak bisa percaya begitu saja penjelasannya. Apalagi jika melihat dari pengakuannya yang memiliki rutinitas bangun pagi pukul 6 dan tidur pukul 8 malam. Bahkan sejak awal kedatangan, yang bersangkutan sudah meminta kami untuk mencarikannya sebuah ponsel untuk menghubungi kerabatnya di Jawa.

Melihat dari pola kerja yang priyayi begitu, kami memutuskan untuk mengajarinya lebih awal. Namun tiga hari pertama, yang bersangkutan tetap kukuh belum bisa mengikuti pola yang kami terapkan. Alhasil yang bersangkutan benar-benar bangun tidur setelah dibangunkan, dan tidur lebih awal meski masih ada pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan.

Baru pada hari keempat, minggu pagi yang bersangkutan mau bangun lebih awal sesuai permintaan kami. Namun begitu ia menyelesaikan pekerjaan rumah, ia mengungkapkan kekhawatirannya pada sang Ayah yang sakit dirumah, dan berkeinginan untuk menelepon ke Jawa. Kami berikan sambil sudah merasakan ‘tanda’ de ja vu. Dan tebakan kami benar.

Sheila, nama yang bersangkutan menyatakan bahwa Ayahnya sakit keras. Dan ia harus segera pulang untuk merawatnya. Hebatnya lagi, ia langsung pamitan tanpa mau melanjutkan pekerjaan yang lain. Kabarnya pukul 8 pagi ia sudah harus sampai di Ubung agar tak kemalaman tiba dirumah. Untuk itu, pertama ia minta diantarkan ke Ubung, kedua ia minta diberi uang saku untuk pulang.

Setelah saya berembug dengan istri, kami menyatakan bahwa kami sudah ada ikatan kontrak dengan Penyalurnya bahwa jika masa kerja belum genap sebulan, yang bersangkutan belum bisa kami bayar. Dan jika terjadi apa-apa ditengah masa kerja, yang bersangkutan bisa menghubungi penyalurnya untuk pertanggungjawaban selanjutnya. Tentu saja ia menolak. Kami tetap kukuh bahwa kami telah membayar uang tanda jadi sebesar 300ribu di awal dengan sang penyalur. Jadi tanggungjawab tetap ada padanya, dan kami tidak bisa memenuhi permintaan yang bersangkutan.

Bukannya kami tidak ikhlas untuk menolong orang, namun iya kalau apa yang dikatakannya memang benar. Apalagi kini modus penipuan Pembantu Rumah Tangga sudah bisa terbaca lebih dulu dengan adanya sharing cerita di dunia maya. Salah satu referensi yang kami dapat adalah dari Kompasiana. Begitu pula dengan beberapa pengalaman kawan kantor yang mendapatkan nasib serupa, bahkan dengan nilai tanda jadi yang lebih besar.

Sebelum pergi, yang bersangkutan berjanji akan balik jika Ayahnya sudah membaik. Kami katakan Terima Kasih, namun maaf kami tidak bisa menunggu yang bersangkutan. Besok atau lusa tentu segera kami carikan pengganti.

Pasca yang bersangkutan pergi, barulah satu perastu cerita dari Ibu dan Bibi mulai terkuak. Bahwa sejak hari pertama kedatangannya, ia ternyata telah banyak bertanya, dimanakah ojek terdekat di daerah sini ? apakah Terminal Ubung dekat atau tidak ? bahkan ia pun mengeluhkan dan membandingkan fasilitas yang kami berikan dengan yang temannya dapatkan di rumah Mertua. Dan uniknya lagi, ia begitu berani mengata-ngatai Mertua kami dengan majikan yang cerewet. Wah wah wah… padahal ia baru mengalami 5 hari kerja disitu, dan sudah menuntut Gaji. Edan gag ?

Lucunya, pas hari ia meminta dibelikan ponsel, awalnya minta yang harganya murah. Kisaran 150an ribu mengingat uang yang ia punya hanya sebesar 77 ribu. Jadi kalo positif beli, minta dipanjerkan sisanya. Begitu kami katakan dengan budget segitu ya gag dapet ponsel baru mbak, meski dari merek China. Katanya sih ‘ya kalo gitu cari yang merek Cross deh Pak, saya mau… :p

Yang lebih bikin heran lagi, gag menunggu waktu lama, sebuah taksi telah siap menjemputnya didepan rumah dan pergi. Apakah ini berarti ia memiliki satu jaringan yang sudah menyiapkan sebuah skenario dimana pukul 8 pagi tepat ia sudah harus keluar dari rumah lantaran ada taksi yang menjemput ? ataukah lebih luas lagi bahwa ini merupakan sebuah tindakan percobaan penipuan yang seharusnya aparat sudah mulai jeli dan meminta adanya pengaduan dari masyarakat ?

Berhubung saya hanyalah seorang blogger dan modal kami sebesar 300 ribu kami anggap sebagai sebuah keikhlasan menolong orang meski dengan cara yang salah, maka hanya tulisan inilah yang bisa saya persembahkan bagi kawan semua sebagai satu referensi tambahan kelak jika akan mengalami kejadian yang sama.

Tidak ada salahnya untuk waspada, tidak ada salahnya untuk memandang negatif pada seseorang apalagi orang yang tak dikenal. Demi satu tujuan yang memang wajar kita harapkan.

Waspadai Penipuan Online via FaceBook

1

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang tidak tertarik dengan sebuah iklan yang menawarkan ponsel Android terkini milik Samsung, Galaxy Note hanya seharga 2,5 juta saja ? atau sebuah BlackBerry seri 9900 yang dikenal dengan nama Dakota hanya seharga 2,75 juta ? masih bisa nego pula. Demikian pula dengan perangkat tabletpc New iPad, ditawarkan hanya sebesar 3 juta saja ?

Jika yang ditawarkan merupakan produk second alias bekas, kami sih maklum-maklum saja. Karena bisa jadi, dengan harga penawaran semurah itu, kondisi perangkat belum bisa dijamin sepenuhnya. Tapi bagaimana jika ditawarkan dalam kondisi baru ? apakah Anda tidak tertarik untuk membelinya ?

Jejaring sosial berbasis pertemanan FaceBook rupanya tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memang bermaksud untuk mencari teman lama ataupun pacar lama, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sayangnya seperti halnya dunia nyata, berjualan yang dilakukan melalui dunia maya dengan memanfaatkan FaceBook sebagai tempat display dan marketingnya kini malah kerap disalahgunakan untuk melakukan aksi penipuan.

Ada beragam informasi yang kami baca terkait aksi ini. Dari yang memang sudah tertipu dan tak jua mendapatkan tanggapan dari pihak penjual lantaran posisi si penjual berada di luar daerah, yang langsung melaporkannya ke polisi hingga yang masih dalam tahapan was-was menanti lantaran uang yang sedianya digunakan untuk membeli barang sudah terlanjur dikirim. Ada juga beberapa kasus yang menggunakan alamat palsu lengkap dengan peta lokasi untuk meyakinkan Pembeli.

Murahnya barang atau gadget yang ditawarkan memang menarik perhatian bagi mereka yang sedang berniat memiliki atau berburu untuk dijual kembali. Namun sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui sebelumnya apakah barang atau gadget yang dimaksud memang merupakan produk asli atau branded dari pabrikan yang dimaksud ataukan hanya berupa replika ? karena dari pemantauan kami, beberapa penjual memang secara terang-terangan menyatakan bahwa apa yang mereka tawarkan hanya berupa Replika atau Tiruan, kendati berharga diatas 2 juta rupiah. Itu sebabnya untuk sebuah replika ponsel pintar seperti BlackBerry atau iPhone, disebutkan memiliki kemampuan Dual SIM on, yang notabene biasanya hanya dimiliki oleh perangkat ponsel China.

Hal yang kedua yang barangkali perlu diwaspadai adalah lokasi si penjual dan tentu saja Kredibilitasnya. Mengapa demikian, jika posisi si penjual berada diluar daerah dimana kita tinggal, lebih baik ditunda dulu deh keinginannya untuk melakukan transaksi. Ini untuk mencegah terjadinya aksi penipuan dimana kita sebagai korban, dijamin bakalan kesulitan dalam mengurusnya. Prioritaskan para penjual yang memang memiliki tempat tinggal pasti di lokasi yang kita ketahui. Minimal yang masih berada dalam satu wilayah.

Terkait kredibilitas, ada baiknya rasa kecurigaan diberikan terlebih dahulu pada si penjual yang berseberangan pulau. Tanyakan padanya, kira-kira siapa yang ada disekitar lokasi tempat tinggal kita yang dapat dipercaya sebagai referensi untuk menanyakan soal Kredibilitas si Penjual. Jika memang belum ada, lebih baik pikir-pikir dulu deh.

Syukur apabila si penjual yang menawarkan terlebih dahulu Referensi lokal disekitar tempat kita tinggal untuk meyakinkan pembeli. Sehingga proses transaksi yang walaupun berbeda pulau, tetap aman bisa dilakukan.

Hal terakhir yang barangkali patut dicurigai adalah persoalan harga. Lakukan survey pasar terlebih dahulu melalui forum, milis ataupun langsung ke konter penjualan disekitar termpat tinggal Anda. Tanyakan harga ponsel yang ingin dicari, baik harga resmi ataupun BM (Black Market-selundupan) yang biasanya dihadirkan apabila perangkat belum dirilis di Indonesia. Apabila terdapat rentang harga yang cukup signifikan, silahkan pertimbangkan kembali. Namun apabila harga terpaut beda-beda tipis, mungkin akan jauh lebih aman untuk membeli dari lokasi penjual terdekat. Mengingat layanan purna jual yang barangkali bakalan kita perlukan saat menggunakan perangkat.

Segala tindak percobaan penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial FaceBook memang patut diwaspadai sejak dini. Jangan tergiur terlalu cepat dengan iming-iming harga yang murah. Jadi tetaplah waspada.

Waspadai Penipuan via FaceBook

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang gag tertarik dengan sebuah iklan yang menawarkan ponsel terkini milik Nokia, N8 series hanya seharga 2,5 juta saja ? atau sebuah BlackBerry 9700 yang dikenal dengan nama Onyx hanya seharga 2,85 juta ? masih bisa nego pula. Demikian pula dengan versi layar sentuhnya, Storm 2 ditawarkan hanya sebesar 3 juta saja ?

Jika yang ditawarkan merupakan produk second alias bekas, saya pribadi sih maklum-maklum saja. Karena bisa jadi, dengan harga penawaran semurah itu, kondisi ponsel belum bisa dijamin sepenuhnya. Tapi bagaimana jika ditawarkan dalam kondisi baru ? apakah Anda tidak tertarik untuk membelinya ?

Jejaring sosial berbasis pertemanan FaceBook rupanya tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memang bermaksud untuk mencari teman lama ataupun pacar lama, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sayangnya seperti halnya dunia nyata, berjualan yang dilakukan melalui dunia maya dengan memanfaatkan FaceBook sebagai tempat display dan marketingnya kini malah kerap disalahgunakan untuk melakukan aksi penipuan.

Ada beragam informasi yang saya baca terkait aksi ini. Dari yang memang sudah tertipu dan tak jua mendapatkan tanggapan dari pihak penjual lantaran posisi si penjual berada di luar daerah, yang langsung melaporkannya ke polisi hingga yang masih dalam tahapan was-was menanti lantaran uang yang sedianya digunakan untuk membeli barang sudah terlanjur dikirim.

Murahnya barang atau gadget yang ditawarkan memang menarik perhatian bagi mereka yang sedang berniat memiliki atau berburu untuk dijual kembali. Namun sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui sebelumnya apakah barang atau gadget yang dimaksud memang merupakan produk asli atau branded dari pabrikan yang dimaksud ataukan hanya berupa replika ? karena dari pemantauan yang saya lakukan, beberapa penjual memang secara terang-terangan menyatakan bahwa apa yang mereka tawarkan hanya berupa Replika atau Tiruan, kendati berharga diatas 2 juta rupiah. Itu sebabnya untuk sebuah replika ponsel pintar seperti BlackBerry atau Nokia, disebutkan memiliki kemampuan Dual SIM on, yang notabene biasanya hanya dimiliki oleh perangkat ponsel China.

Hal yang kedua yang barangkali perlu diwaspadai adalah lokasi si penjual dan tentu saja Kredibilitasnya. Mengapa demikian, jika posisi si penjual berada diluar daerah dimana kita tinggal, lebih baik ditunda dulu deh keinginannya untuk melakukan transaksi. Ini untuk mencegah terjadinya aksi penipuan dimana kita sebagai korban, dijamin bakalan kesulitan dalam mengurusnya. Prioritaskan para penjual yang memang memiliki tempat tinggal pasti di lokasi yang kita ketahui. Untuk pasar Denpasar, salah satu yang bisa dipercaya untuk transaksi semacam ini adalah BaliNoteBook.com yang pemiliknya dikenal bernama Ichwan. Terkait kredibilitas, ada baiknya rasa kecurigaan diberikan terlebih dahulu pada si penjual yang berseberangan pulau. Tanyakan padanya, kira-kira siapa yang ada disekitar lokasi tempat tinggal kita yang dapat dipercaya sebagai referensi untuk menanyakan soal Kredibilitas si Penjual. Jika memang belum ada, lebih baik pikir-pikir dulu deh.

Syukur apabila si penjual yang menawarkan terlebih dahulu Referensi lokal disekitar tempat kita tinggal untuk meyakinkan pembeli, seperti yang saya alami sekitar tahun 2006 lalu. Sehingga proses transaksi yang walaupun berbeda pulau, tetap aman bisa dilakukan.

Segala tindak percobaan penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial FaceBook memang patut kita waspadai sejak dini. Jangan tergiur terlalu cepat dengan iming-iming harga yang murah. Waspadalah !!! Waspadalah !!!

Hati-hati Penipuan ! Nokia N79 ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Agak terkejut waktu main ke web ponseljakarta.com ngliat Nokia ngerilis seri N terbaru yaitu N79. diliat dari gambar emang box-nya Nokia dan yang bikin tercengang dijual 2,4 juta tapi berlayar sentuh ?
Mustahil.Oya, adapun sekilas spesifikasinya bisa dilihat dibawah ini :

Frequencies: GSM900/DCS1800 1900MHA

Supported: GPRS, MMS, WAP,MP3,

Touch screen: available

Radio: available

Camera : A CMOS camera of 1.3mega pixel is available

Monitor: main display:2″ TFT

Audio: integrated 64-chord music; stereo earphones

Photo flash lamp: available

speaker: 4 speakers

Language supported: English, Simplified Chinese

SMS: in English or Chinese

 

Tapi kalo dipikir-pikir lagi ada satu ganjalan saat ngeliat gambar-gambar yang ditampilkan.
Perhatikan saja antara 2 gambar yang dipegang dan juga (mungkin) foto dummy yang dirilis. Memang sama-sama berlayar sentuh tapi posisi keypad dan juga desain bagian atas layar sangat berbeda.Yang membuat makin curiga adalah susunan keypad numeriknya yang disusun dalam grid 4×3. beda dengan kebiasaan Nokia yang nyusun grid keypad 3×4.

Dilihat dari spesifikasi diatas pula, rasa curiga makin dalam mengingat baik bahasa yang tersedia maupun fitur smsnya hanya dalam bahasa Inggris dan China.

Kemungkinannya bisa saja ponsel ini buatan Nokia untuk pangsa pasar China seperti halnya Nokia 6708 yang juga berlayar sentuh kemaren.
Bisa juga ini akal-akalan Negeri penghasil tiruan ponsel brand terkenal yang terbesar mendompleng nama Nokia tapi brand yang sebenarnya malahan Nokla seperti gambar disebelah yang meniru desain seri N95.

So, hati-hati terhadap penipuan !

Hati-hati Penipuan ! Free Gift Opening

2

Category : tentang KeseHaRian

Jangan langsung tergiur dengan selebaran gratis yang disebar dijalan maupun mall supermarket, menjanjikan free gift saat mampir pada opening toko mereka. Nyatanya free gift baru akan diberikan saat sang pengunjung ditawari dan tertarik untuk membeli apa saja yang dijual tentu dengan harga yang sudah di-mark up.Pengalaman kecerobohan ortu bisa jadi pelajaran.
Gara-gara tergiur dengan free gift baik itu jam dinding yang harganya gak nyampe 10ribu atopun kipas kecil yang mungkin gak nyampe 50rb, mereka kehilangan uang hampir 2 juta.

Ceritanya mereka dapet selebaran dari toko seputaran Kediri Tabanan yang menawarkan free gift dan memaksa untuk kelokasi. Lumayan kalo dapet free gift tadi katanya. Tapi apa gak dipikirkan ongkos bensin kesana ?

Akhirnya karena ortu yang merenggut selama semingguan, jadi juga kelokasi dengan perjanjian, gak beli apa-apa.
Tapi apa yang terjadi ?
Entah karena terhipnotis ato apa, Bapak langsung minta diantarkan menuju ATM untuk narik uang 2,5 juta. Tujuannya beli Microwave LG yang berhadiah TV gede, katanya ini kesempatan langka. Bisa beli Microwave dengan harga murah tapi irit listrik dan punya segudang kelebihan. Apa iya ?

Sempat ngotot dan marah pula sang Bapak saat permintaannya ditolak dan bilang akan jalan kaki kalo gak mau nganter. Nah lo. Kenapa nih si Bapak ?

At last, microwavepun dibeli diiringi senyum mencurigakan dari sipenjual, dan free giftpun diberi selain hadiah TV tadi, yaitu kipas angin kecil yang harganya gak nyampe 50rb tadi.

Nyampe rumah dengan bangganya langsung make Microwave LG tadi buat dipamerin.
Tapi yang namanya ketidakpuasan akan perilaku ortu emang tetep ada.
Nyari info di web untuk produk LG ini, penasaran brapa sih harganya ?

Ternyata agak tercengang juga pas ngliat harga barunya sekitar 400ribuan, dan produk ini sudah diskontinyu sejak lama. Belum lagi kebutuahn akan listrik yang gak mungkin bisa digolongkan irit.
Badah !
Penipuan ne.

Ortupun sempat terdiam saat hal ini diberitahukan dan menjadi pelajaran berharga bagi mereka karena menuruti keinginan mendapatkan hadiah yang harganya gak seberapa tapi harus kehilangan uang jauh lebih besar.

Semoga saja gak terulang lagi.

Hati-hati Penipuan ! Telepon HOT

Category : tentang KeseHaRian

Seperti yang pernah diulas pada Intisari entah edisi berapa, perihal hotline yang memberikan tarif premium melayani kaum muda tua yang membutuhkan teman ngorol sampe mungkin yang sedikit nyerempet ke hal-hal berbau ehem ehem.Bisa jadi pula ini adalah satu penipuan berkedok.
Mungkin bagi sang pemilik layanan hotline menganggap tarif yang diberlakukan adalah wajar mengingat pelayanan yang mereka berikan adalah langka untuk hari ini dimana kecurigaan selalu muncul apabila bertemu dengan orang baru.
Namun bagi mereka yang sudah kadung belus terjun ke layanan seperti ini bisa jadi akan menguras pulsa telepon yang mereka miliki.

Bayangkan saja, dari hasil survey Intisari, untuk dapat memulai percakapan sudah menghabiskan pulsa sebesar 15rb hanya untuk mendengarkan pesan pembuka, menunggu, dialihkan ke operator lain, menunggu lagi, hingga kalo lagi beruntung akan mendapatkan teman ngobrol setelah pulsa dikuras percuma.

Apakah jaman sudah sebegitu egoisnya sehingga untuk sekedar mencurahkan isi hati yang penuh kegalauan karena merasa diri masih ngjomblo hingga hari ini ato lantaran nafsu yang tak terkontrol dan juga merasa tak mampu mendapatkan teman gaul diluaran.