KESIBUKAN BARU : Jalan LC Blok III & IV

Category : tentang PeKerJaan

Sembari menunggu diselesaikannya penanganan Banjir Dewi Sri tadi, juga dilakukan beberapa kegiatan yang sebelumnya ditunda.
Pembuatan jalan baru pada LC Subak Seminyak di Blok III yang berada ditimur jalan Kunti dan Blok IV yang berada ditimur jalan Taman-Mertanadi.Kondisi awal jalan ini masih berupa tanah kosong dan sawah.
Satu hal yang sama dengan kawasan Puspem beberapa tahun lalu. Bedanya tentu pada lingkungan sekitar yang sudah berupa bangunan dan jalan.
Ini pula yang menyebabkan nuansa pembuatan jalan baru tak sengeri saat pembuatan jalan di kawasan Puspem Badung waktu lalu.
Menerabas sawah dan lebatnya kawasan.

Jalan yang dibuat hanya mampu selebar 4-5 meter walopun areal yang disediakan selebar 8 meter. Ini karena masih harus dipotong untuk areal got atau drainase aliran air plus Senderan pasangan batu untuk mencegah larinya perkerasan mengingat dikanan kiri areal jalan masih berupa sawah lengkap dengan airnya.

Harapannya tentu bisa sebagai jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas menuju kawasan Sunset Road dan tentunya untuk memberikan akses bagi masyarakat yang berada dikawasan LC tersebut.

KESIBUKAN BARU : Banjir Dewi Sri (2)

Category : tentang PeKerJaan

Selain penambahan saluran untuk penampung air juga dilakukan satu upaya, untuk mencegah air masuk kedaerah tepi sungi yang saat ini sudah dipenuhi rumah liar para pendatang yang juga menuntut haknya sebagai masyarakat agar dilayani.
Bagaimana dengan kesadaran mereka saat pertama kali membangun didaerah emperan sungai yang sudah pasti tak berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat ?Ah, masyarakat pendatang ini rupanya mau menang sendiri rupanya.

Penanganan disini dilakukan berupa pengurugan Sirtu, bahan campuran yang diturunkan untuk mencegah penumpukan air dipinggir jalan tempat dimana rumah kumuh ini dibangun.

Tujuannya tentu agar air yang dahulunya sebagian besar mengalir ke titik-titik rumah kumuh dan menenggelamkan mereka layaknya kawasan Sidoarjo, tak lagi turun keareal tersebut dan berpindah kesungai.

Namun apakah ini akan mampu diandalkan ?
Entahlah. Manusia hanya bisa berusaha. Alam dan Tuhan yang menentukan.

KESIBUKAN BARU : Banjir Dewi Sri

3

Category : tentang PeKerJaan

Awal tahun gak selalu diartikan sebagai bulan-bulan bersantai seperti halnya tahun-tahun lalu. Disaat para pegawe menanti ‘ketok palu’ disetujuinya anggaran tiap tahun oleh para angota DPR yang Terhormat, sebagai tanda dimulainya tahun anggaran. Hari ini tidak lagi.Kegiatan yang sebetulnya sudah dimulai sejak Januari lalu menyusul kegiatan pengaspalan jalan menuju Pantai Berawa akhir tahun lalu.
Begitu selesai kegiatan yang satu, banjir yang terjadi di salah satu areal kawasan Kuta, cukup menyita perhatian publik baik di media cetak maupun layar kaca. Langsung saja diambil satu kebijakan untuk mengerjakan apa yang bisa dilakukan dan seperti biasa, media cetak ‘Radar Bali’ selalu siap menayangkan apa yang mereka saksikan dengan begitu sinis dan men’judge sekehendak mereka sendiri.

Penanganan banjir sebagai akibat kurangnya saluran pada areal depan bangunan yang berada disepanjang jalan Sunset Road dan Dewi Sri.
Benar apa kata koran Radar Bali. Bahwa bangunan yang berdiri sudah seijin salah satu instansi terkait dan ternyata memang sudah memiliki saluran sesuai dengan standar perijinan yang dikeluarkan.
Namun bagaimana dengan rompok-rompok kecil liar yang dapat dipastikan tak berijin ?
Sudah bisa ditebak, diareal pinggir jalan bangunan mereka tak dibuatkan sarana penyaluran air satupun.
Inilah yang menjadi pokok permasalahan.

Kedua sudah barang tentu bahwa aliran air dalam kenyataannya tak mampu lagi dialihkan kemanapun. Mungkin karena makin menipisnya daerah resapan air, sebagai salah satu akibat dicaploknya lahan-lahan yang seharusnya tak boleh dibangun. Tapi apa mau dikata. Masyarakat sudah tetlalu pintar. Membangun terlebih dahulu barulah mengurus ijin. So, siapa yang berhak disalahkan ?

Balik kepada banjir yang terjadi di sepanjang jalan Dewi Sri sebagai titik terendah kawasan tersebut, sejauh ini hanya bisa ditindak dengan pembuatan saluran-saluran penampung air yang mungkin tak bisa dialirkan sesuai harapan. Hanya saja memang sebagian besar dialirkan kearah Tukad mati yang dikhawatirkan akan meluap saat hujan turun.

Kekhawatiran itu terjadi.
Aliran air berbalik arah dan menyebabkan banjir terjadi lagi, namun tak setinggi banjir terdahulu. Maka diputuskan untuk menambah lagi saluran penampung air disepanjang jalan kawasan tersebut dengan harapan air yang tergenang mampu beralih kedaerah tersebut sembari mencoba meninggikan titik terendah kawasan tersebut. Sehingga mampu mengalirkan air ketempat lain.

Memang tak satupun rencana ini bisa berjalan sempurna. Namun setidaknya pemerintah daerah sudah berusaha semampunya untuk masyarakatnya walopun belum didukung sepenuhnya oleh masyarakatnya sendiri. Termasuk juga media cetak yang mungkin hingga hari ini hanya bisa ngomong ngawur tanpa mau memberikan sedikit pemikirannya untuk sebuah solusi.

Project Aseman : AC-Duiker 2

Category : tentang PeKerJaan

Per hari sabtu lalu, poyek perbaikan jalan menuju Pantai Berawa sudah mulai dilaksanakan pada pekerjaan mayor, yaitu penghamparan AC ‘hotmix yang sedianya akan dikerjakan paling lama selama 10 hari untuk mengejar selesainya proyek diakhir tahun ini.Namun harapan ini tak lantas bisa berjalan mulus lantaran sikap arogan dari masyarakat setempat yang seenaknya membongkar jalan hanya karena hasutan pihak lain agar saluran yang mereka miliki diperbaiki seperti halnya yang lain.
Padahal saluran yang mereka bongkar kondisinya masih tergolong bagus dan kokoh untuk dilakukan pemeliharaan.

Sehingga berimbas pada proses penghamparan hotmix tadi yang sempat membuat emosi pihak pengawas lantaran masyarakat melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sehari sebelumnya. Hingga menurunkan keputusan untuk melewati areal tersebut dan melanjutkan penghamparan hottmix seperti biasa. Nah lo..

Project Baha-Kedampal : miskomunikasi

Category : tentang PeKerJaan

Lain lagi dengan pengaspalan jalan di Desa Baha Mengwi, sebelah timur tempat wisata Taman Ayun, sesungguhnya kegiatan ini sudah tergolong sangat bagus dari kualitas permukaan pekerjaan dan hampir mendapatkan dua acungan jempol dari para pengendara yang melintas menuju ke Kedampal.Hanya saja sayangnya miskomunikasi pula terjadi disini antara pihak entah itu PLN atau Telkom yang seenaknya menggali badan jalan (bagian pinggir jalan yang umumnya masih berupa tanah biasa) untuk menanamkan untaian kabel disepanjang sisi jalan. Sialnya lagi pengerjaannya tak kearah vertikal turun, namun penggaliannya yang menyamping kearah horizontal mengakibatkan dibawah permukaan aspal tercipta sebuah goa yang mampu meremukkan permukaan lapisan aspal yang sudah sedemikian bagus menjadi cacat dan tak nyaman tuk dinikmati.

Hal ini sebagai bukti sebuah miskomunikasi antar instansi didalam satu wilayah sehingga seringkali menciptakan image proyek tambal sulam, padahal baru aja selesai diaspal, eh jadi rusak parah akibat galian kabel tadi.

Mungkin sangat diperlukan satu solusi dan pendekatan kedua belah pihak instansi apalagi masih dalam lingkup satu wilayah Badung.

Sungguh disayangkan.

Project Aseman-Pantai : Senderan

Category : tentang PeKerJaan

Seperti yang sudah pernah diposting tempo hari, pekerjaan yang dilakukan pada kegiatan pengaspalan jalan menuju Pantai Berawa diantaranya adalah pembuatan atau perbaikan senderan pasangan batu pada areal jalan yang mengalami penurunan level sebagai akibat dari gerakan tanah yang labil hingga kelebihan beban muatan dari kendaraan yang melintas disekitarnya.

Pula pemasangan senderan sebagai pengaku jalan pada areal yang mengalami keretakan pada konstruksi saluran air yang dapat membahayakan konstruksi jalan didekatnya.
Jadi hanya pada sisi yang menempel pada jalan saja.Sedangkan untuk saluran Subak yang dituntut agar dibuatkan Duiker / gorong-gorong waktu lalu, sempat mengalami banyak penundaan lantaran miskomunikasi antara pelaksana pekerjaan dilapangan dengan aparat desa setempat.

Namun pada Jumat siang tadi tampaknya untuk pemasangan Duiker ini baru selesai setengahnya dan akan dilanjutkan setengah lagi saat penghamparan lapisan aspal dilakukan, yang sedianya dilakukan sekitar hari minggu besok.

Keterlambatan ini lebih banyak diakibatkan karena miskomunikasi tadi yang berimbas pada naiknya tensi pengawas lapangan. Huehehe…

Behind The : Pecatu

Category : tentang PeKerJaan

Ternyata panasnya Pecatu, menyimpan view-pemandangan yang gak kalah indah dengan obyek wisata lain di penjuru Bali. Apalagi seperti yang kukatakan sebelumnya, tempat ini juga rame dengan turis maupun penduduk lokal, yang berenang sampe berjemur di sekitar areal pantai.Sempat bikin jantung berdebar kencang, gara-gara satu dua dari mereka gak jarang yang topless, telanjang di areal umum, dan tertangkap jepretan kamera begitu cepat tanpa kilatan flash. Huehehe….
Sejujurnya, selama 3 kali turun ke pantai, cuman menemukan 5 biji objek foto- 3 luar dan 2 lokal, yang berhasil diabadikan, secara diam-diam dengan berbagai angle, mengungkapkan keindahan makhluk ciptaan Tuhan.
Duuuh….

Kesibukan Akhir Tahun : Pecatu Project

Category : tentang PeKerJaan

Jika akhir tahun merupakan kesempatan untuk liburan bagi sebagian besar orang, namun angapan ini tidak berlaku bagi kami yang berada di ruangan Perencanaan.
Disamping berbagai masalah yang menerpa beberapa rekan kami di tempat tugas mereka dalam mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh Rekanan Kontraktor, hingga kabarnya terjadi Pemutusan Kontrak (yang pertama dalam sejarah Pemda Badung – bagimana Muri, apa pantas dimasukkan dalam Rekor ? huehehehe….).Juga ada 5 staf yang ditugaskan untuk ngebut pekerjaan dadakan dan harus selesai sebelum tahun 2006 berakhir.

So, Pecatu Project has Begin…

Selama kurang lebih 2 mingguan pekerjaan fisik dikebut, dan akhirnya bisa terselesaikan pertanggal 25 desember lalu, sesuai rencana. Walopun dokumen dan sisa sedikit pekerjaan bisa tuntas setelah 2 minggu kemudian.

Anyway, selama berada di lokasi yang puanasnya minta ampun, juga jauhnya bikin bbm di tangki mobil cepet abis, tapi tergantikan dengan jatah kupon premium 10 liter per jadwal sekali pengawasan.
Plus warna kulit yang sedikit berubah, akibat berjemur…
He.. kayak turis aja, pake berjemur.

Semua itu sedikit terhibur dengan adanya lokasi pantai di kilometer ketiga, yang rame dengan wisatawan domestik maupun luar, dari sekedar duduk-duduk di pinggir pantai, sampe yang berenang make bikini full sexy, menyegarkan mata setelah seharian ngliat mulusnya aspal. Huehehe…