e-Procurement Inovasi Pelayanan Publik Sektor Pengadaan berbasis Teknologi Informasi

20

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang InSPiRasi

Pemanfaatan Teknologi Informasi sebenarnya bukan hal baru lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Banyak perubahan yang terjadi, rata-rata bahkan mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru yang berpeluang besar dan berpengaruh diberbagai sektor kehidupan manusia.

Katakanlah pada sektor Telekomunikasi, dimana kini orang tak lagi diharuskan berhadapan atau bahkan membutuhkan sebuah perangkat pc hanya untuk mengakses dunia maya. Demikian pula pada sektor Perbankan, orang tak mesti datang dan antre didepan kasir hanya untuk menarik atau mentransfer sejumlah uang. Tujuannya hanya satu, untuk kemudahan yang dapat dirasakan oleh sebagian besar manusia dalam beraktifitas.

Maka tak heran apabila pemanfaatan Teknologi Informasi ini diharapkan pula mampu menghadirkan inovasi baru di sektor Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah terkait dengan buruknya kualitas pelayanan publik. Bahkan belakangan masyarakat memberikan kritikan pedas dan menciptakan sebuah jargon “kalau bisa dibuat susah mengapa musti dibuat mudah”. Diharapkan inovasi itu nanti dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

e-Procurement menurut Wikipedia adalah sebuah model aplikasi elektronik yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yang berusaha mengatur transaksi bisnis melalui teknologi komputer, di mana proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara online.

Ide untuk menerapkan e-Procurement di Indonesia sebenarnya sudah dimulai saat dikeluarkannya Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government dimana dalam Lampiran I disebutkan bahwa e-Procurement dapat dimanfaatkan oleh setiap situs pemerintah. Terkait Pelaksanaan e-Procurement ini disebutkan pula dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksaan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah tepatnya pada Lampiran I Bab IV Huruf D. Dalam perkembangannya sebagai penanggung jawab diberikan kepada Kementrian PPN/Bappenas.

LKPP atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada akhirnya dibentuk setelah Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Perpres No. 106 Tahun 2007 yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun dan merumuskan strategi serta penentuan kebijakan dan standar prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah termasuk pembinaan sumber daya manusia. LKPP juga diberi tugas untuk mengembangkan sistem informasi serta melakukan pengawasan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

Menindaklanjuti tugas tersebut LKPP kemudian membentuk LPSE atau Lembaga Pengadaan Secara Elektronik, sebuah unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah  yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE ini sedianya akan menggunakan sistem aplikasi e-Procurement, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis dalam mengoperasikan sistem e-Procurement kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Panitia serta penyedia barang/jasa, serta melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap penyedia barang/jasa.

Hingga bulan Desember 2009 tercatat sebanyak 34 LPSE yang tersebar di 19 provinsi dan melayani 47 instansi di Indonesia. Termasuk diantaranya LPSE Provinsi Bali dan LPSE Kota Denpasar. Terkait Pendidikan yang dilakukan beberapa waktu lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung mengirimkan 10 orang tenaga yang dianggap mampu menguasai bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta Teknologi Informasi. Salah satu tenaga tersebut adalah pemilik BLoG ini, PanDe Baik.

Sistem aplikasi e-Procurement yang dimaksud dapat diakses melalui alamat resmi milik LPSE yang dalam perkembangannya menggandeng Lembaga Sandi Negara atau Lemsaneg untuk menangani masalah Keamanan Data yang ada didalamnya. Lemsaneg ini menciptakan sebuah aplikasi bernama Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) yang terintegrasi dengan server di setiap LPSE.

Berbicara sistem aplikasi saat ini tentunya dalam implementasinya nanti masih banyak kekurangan yang akan ditemukan seperti halnya sistem aplikasi lainnya. Bahkan perusahaan raksasa sekelas Microsoft pun masih banyak menyisakan celah keamanan pada sistem operasi Windows yang mereka ciptakan. Untuk itu merupakan tugas kita bersama untuk menyempurnakannya demi sebuah tujuan mulia.

Dukungan antar komunitas keahlian tertentu diluar lembaga Pemerintah adalah hal yang barangkali memang ditunggu-tunggu. Tidak ada salahnya bukan, apabila kita ingin mengubah jargon yang tercipta dibenak masyarakat saat ini menjadi “kalau bisa dibuat mudah mengapa musti dibuat susah”.

Semoga saja.

* sebagian besar isi tulisan diatas dikutip dari buku Implementasi e-Procurement sebagai Inovasi Pelayanan Publik, LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

PanDe Baik : bersyukur pada saat Thesis tahun kmaren, sempat pula melahirkan www.binamargabadung.com yang merupakan satu usaha untuk mempublikasikan data jalan raya milik Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang secara kebetulan memiliki nafas yang sama dengan sistem aplikasi e-Procurement diatas.

Hari Terakhir Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

12

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PLeSiran

Ada cerita unik disela proses penyampaian pembelajaran berlangsung tadi siang. Seorang Rekan dari Ende, Pak Ebby, yang secara kebetulan berada disebelah saya meminta agar saya berkenan memberikannya kontak dan dituliskan di buku Notes pemberian LKPP-LPSE. Secara iseng, saya menuliskan pula informasi tambahan selain nomor ponsel yaitu email, alamat BLoG dan akun profile FaceBook.

Pada saat Pak Ebby membaca alamat BLoG yang saya cantumkan, pelan Beliau mengatakan bahwa ‘rasanya pernah mengakses alamat ini hari kemarin. Kalo gak salah yang tulisannya tentang Hari Pertama Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE yang ada kata-kata ‘meninggalkan istri dan anak’ itu…

Sayapun tertawa ‘wah si Bapak sudah sempat mengakses toh ?’ rupanya oleh mesin pencari alamat di dunia maya memberikan hasil pencarian terkait pengalaman LPSE yang salah satunya ya tulisan saya itu. Beliau makin heran ketika membaca detail tulisan, ada menyebutkan salah satu daerah asal Peserta Pendidikan yaitu dari Ende. ‘wah, jangan-jangan si pemilik BLoG ini masih Peserta juga’ bathinnya. Hehehe…

Setelah letih seharian berhadapan dengan bahasa gaib (meminjam istilah seorang Rekan kerja yang dijejalkan langkah instalasi Linux Debian) yang merupakan materi terakhir dari proses Pendidikan e-Procurement oleh LKPP-LPSE, kami masih dipaksa untuk menunggu kedatangan satu dari dua mobil jemputan hingga waktu menunjukkan pukul 7 malam waktu setempat. Jengkel lantaran itu, kami akhirnya memutuskan untuk meluncur mencari lokasi makan malam.

Rekan kami, Pak Gung Suryanegara yang masa mudanya sempat malang melintang di Kota Jakarta menyarankan menu SeaFood di emperan seputaran Pasar Benhill yang terkenal murah namun memiliki ‘taste’ yang mewah. Maka jadilah kendaraan yang penumpangnya berhimpitan sesak satu sama lain diharuskan berpasrah diri kembali merayap dikemacetan jalan Kota Jakarta. Bersyukur dua senior kami, Pak Made Sudarsana dan juga Pak Gung ‘Bobby’ Rahmadi mampu mencairkan situasi dengan cerita mereka yang sangat menggelikan.

Setelah menanti kurang lebih 15 (lima belas) menit di Santiago SeaFood yang telah dipenuhi banyak orang dan tentu saja lengkap dengan pelayannya, kami disuguhkan menu 4 (empat) paket besar yang sebenarnya diperuntukkan bagi 12 (dua belas) orang untuk disantap dan dihabiskan tentu saja. Lantaran pak sopir tidak mau bergabung makan malam bersama kami, jadilah hamparan makanan yang dihidangkan dirasakan sangat berlebih. Bayangkan saja (perlu fotonya Kawan ? Hehehe… ), terdapat sekurangnya dua piring kerang bakar, empat porsi kepiting besar, udang, ikan laut, cumi tepung, otak-otak dan plecing ditambah 10 (sepuluh) air kobokan. Makan malam yang huebat, bathin saya.

Usai Pembantaian hewan air tersebut, sebenarnya masih ada keinginan untuk ikut bergabung dengan 3 (tiga) Rekan kami yang memutuskan untuk menghabiskan malam terakhir di Kota Jakarta ini, namun lantaran kondisi sudah mulai terasa menurun ditambah nyeri kepala, saya dan rekan lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di hotel dan beristirahat.

…aaaahhh… lega rasanya… Selamat Tidur, Kawan…

Hari Ketiga Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Bisa jadi lantaran istirahat malam tadi sudah mulai terasa lebih dari cukup, sayapun terbangun di pagi hari dengan perasaan segar kendati tengkuk kiri sedikit nyeri, yah… satu hal yang biasa.

Tidak demikian dengan perubahan rencana diskusi yang sedianya dilakukan malam tadi, di sela sarapan pagi atasan kami mulai membagi tugas dan bertukar pikiran terkait pendidikan yang telah dilakukan selama 2 (dua) hari kemarin. Saya sendiri akhirnya ditunjuk sebagai Administrator (dalam sistem e-Procurement disebut Admin Agency) bersama seorang senior dari Dinas Perhubungan yang hingga kini masih secara rutin meng-update berita di portal resmi milik Pemda Badung.

Berkaitan dengan penugasan ini, maka untuk hari ketiga Pendidikan e-Procurement yang bekerja sama dengan LKPP – LPSE Pusat, salah satu dari kami didaulat untuk ikut serta menengok keberadaan LPSE Daerah yang direkomendasikan oleh Pusat, yaitu Jawa Barat, sedangkan satunya lagi tetap mengikuti Pendidikan seperti biasa.

LPSE Jawa Barat ini kami capai kurang lebih sekitar 2 (dua) jam perjalanan . Berlokasi disebuah kawasan perumahan yang bagi kami cukup asri mirip-mirip kawasan Taman Wisata Bedugul, lengkap dengan sejuknya suasana khas Kota Bandung. Kalo gak salah di kawasan Resort Dago Pakar.

Setelah berdiskusi sedikit terkait dengan pembentukan LPSE di daerah  sebagai bahan penjajagan kelak, kami diajak berkeliling gedung untuk melihat Ruang Server yang nantinya bakalan digunakan sebagai tempat penyimpanan sistem dan data lengkap dengan kriteria khusus berdasarkan pengalaman yang didapat, demikian pula Ruang Bidding, Help Desk dan Training bagi Penyedia Barang dan Jasa.

Dari pemaparan yang kami dapatkan, rupanya masih ada beberapa hal yang masih perlu untuk diketahui terkait dasar hukum yang akan digunakan untuk membentuk LPSE di daerah kami. Untuk itu pihak LPSE Jawa Barat memberikan bimbingan untuk menghubungi pihak yang lebih berkompeten dalam menjawab dan menguasai hal tersebut. Maka meluncurlah kami ke Gedung Sate di Pusat Kota Bandung, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Jakarta.

Secara pribadi saya kagum pada beberapa atasan yang ikut serta menjajagi keberadaan LPSE Jawa Barat ini. Banyak hal yang dapat dipelajari dari mereka, dari pandangan, tukar pendapat hingga diskusi dalam kendaraan pun dilakukan sepanjang perjalanan. Walopun terkait dengan proses Pendidikan ini saya harus melewatkan salah satu materi yang tak kalah penting, namun sepertinya masih dapat saya pelajari lewat Buku Panduan (Manual) Sistem saat kembali ke daerah nanti.

Seperti halnya kemarin malam, kami akhirnya sampai di Hotel sekitar pukul 9 waktu setempat, tentu saja dengan kondisi yang sudah mulai kendor, lantaran perjalanan panjang dan melelahkan sepanjang Tol, namun tetap harapan saya secara pribadi, esok harus lebih baik lagi. Jadi tentu saja saya harus ber-Terima Kasih kepada Tuhan untuk hari ketiga ini…

Hari Kedua Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Ada satu hal yang selalu memenuhi kepala selama proses Pendidikan e-Procurement ini berlangsung, apakah ketika kami kembali ke daerah usai pendidikan akan mampu menerapkannya sesuai harapan ataukah hanya menjadi sesuatu hal yang mubazir seperti pendidikan atau pelatihan yang dilakukan sebelumnya ?

Memahami satu persatu makna yang terkandung dalam setiap sesi pendidikan semakin menguatkan keyakinan kami bahwa sebuah proses Pengadaan Barang dan Jasa akan mampu menekan atau meminimalkan segala tekanan atau kompromi yang selama ini selalu menghias dalam setiap langkah yang dilakukan oleh Panitia Pengadaan. Membuka peluang bagi banyak Penyedia Jasa dalam hal ini Rekanan Konsultan atau Kontraktor yang ingin bersaing atau berkompetisi secara sehat.

Memang harus diakui jika sistem ini masih tergolong baru dan belum sempurna untuk dilepas sedemikian rupa menggantikan Proses Pengadaan Barang dan Jasa sepenuhnya yang selama ini dipenuhi oleh intrik politik atau jalan tikus -meminjam istilah seorang Rekan- namun ada rasa optimisme dari sebagian besar Peserta untuk mengedepankan Transparansi Proses dan Efisiensi Biaya serta Waktu.

Selama seharian tadi cukup banyak masukan yang dapat kami kemukakan dalam rangka membantu pengembangan aplikasi nantinya, dengan memadukan pengalaman juga permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi secara nyata maupun teknis proses operasional dari sistem aplikasi ini. Sehingga ruang kelas Pendidikan tak ubahnya suasana Gedung DPR atau Perwakilan Rakyat yang dihujani Interupsi, namun bersyukur tingkat toleransi kami masih jauh lebih baik. Hehehe…

Secara proses Pendidikan saya bersyukur bisa dipandu oleh rekan-rekan Pengajar dari LPSE-LKPP yang dengan sabar melayani banyak pertanyaan kami dan penuh konsentrasi mampu menyelesaikan satu persatu persoalan yang kami kemukakan. Sungguh, memasuki Hari Kedua dari proses  Pendidikan e-Procurement ini sama sekali tidak membuat mata mengantuk sedikitpun.

Kendati begitu, saya pribadi bersyukur juga dengan adanya koneksi Wireless yang disediakan dan dapat digunakan secara free, hingga disela penjelasan ataupun rehat, kami tetap bisa terhubung dengan dunia luar melalui beberapa portal berita ternama, terutama terkait pandangan terakhir Pansus Century hingga bentrok demonstrasi yang terjadi di dekat lokasi Pendidikan kami.

Jelang akhir proses Pendidikan hari kedua ini saya cukup dikejutkan oleh tugas yang barangkali nantinya mau tidak mau harus saya emban sepulangnya kami dari sini. Apa itu ? nanti saya ceritakan deh…

Subuh di Tanah Abang Kota Jakarta

2

Category : tentang PLeSiran

…masih jam 5 pagi… suara itu terdengar bergumam gak jelas sedari tadi… sementara dinginnya ruangan kamar yang ber-ac ditambah dua buah lampu kamar yang tak dapat diredupkan intensitasnya memang sudah cukup untuk membuatku terjaga dari tidur berkali-kali, apalagi ditambah sliweran nyamuk yang sedari malam tadi tak henti berdengung… dan aku belum jua bisa memejamkan mata sedikitpun untuk beristirahat menghilangkan letih.

…masih jam 5 pagi… putri kecilku biasanya sudah mulai merengek minta susu, sementara ibunya sudah mulai membersihkan rumah… segelas kopi panas yang kuaduk dengan menggunakan bolpoin cukup mengingatkanku pada semua itu… jauh dari pandanganku pagi ini. Sepi…

…masih jam 5 pagi… memasuki hari kedua pendidikan e-Procurement di Kota Jakarta-gedung Smesco Indonesia lantai 17- bersyukur koneksi internet yang kugunakan masih dapat berfungsi dengan baik… aku masih berusaha untuk menikmati subuh di Tanah Abang…

…masih jam 5 pagi… dan suara itu masih tetap bergumam gak jelas sedari tadi…

Hari Pertama Pendidikan e-Procurement LKPP – LPSE

9

Category : tentang iLMu tamBahan

Meninggalkan istri dan si kecil MiRah selama 5 hari ke luar daerah sebenarnya bukan ide yang bagus, namun demi tugas dan kewajiban yang telah direncanakan jauh-jauh hari, mau tidak mau semua harus dijalani dengan baik.

Tiba di Bandara Cengkareng sekitar pukul setengah tujuh pagi waktu setempat sedikit lebih lambat dari perkiraan lantaran jadwal keberangkatan pesawat yang harus menunggu bebearap penumpang yang terlambat sampai. Untuk ukuran Kota Jakarta bisa jadi sudah terlalu siang untuk memulai sebuah aktifitas perjalanan. Rombongan akhirnya tiba di lokasi pendidikan sekitar pukul setengah sepuluh waktu setempat setelah menyempatkan diri untuk sarapan pagi disebuah rumah makan Padang daerah Tangerang.

Pendidikan kali ini difokuskan untuk mempelajari pengenalan sebuah sistem baru yang akan digandengkan dengan Proses Pengadaan Barang dan Jasa pada masing-masing Pemerintah/Daerah setempat yang berbasis IT (Teknologi Informasi). Sebagai trainer dibantu oleh tim LKPP – LPSE yang berada di lantai 7/8 gedung Smesco Indonesia Jalan Jend.Gatot Subroto Jakarta. Sedianya pendidikan akan berlangsung selama 4 (empat) hari sedari pagi hingga pukul 5 sore. Rupanya proses Pendidikan ini tak hanya diikuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, tapi juga dari Ende Flores, Gorontalo dan Banyuwangi.

Untuk mendukung proses pendidikan rupanya pihak LKPP – LPSE sudah mempersiapkan 2 (dua) ruangan dimana masing-masing terdapat 10-12 pc yang sudah terhubung dengan Internet dan Server setempat, diperuntukkan bagi masing-masing peserta. Kendati fungsi utama dari masing-masing pc tersebut adalah pelatihan, rupanya untuk akses internet keluar masih dilakukan KECUALI akses menuju jejaring sosial FaceBook tentu saja. Hehehe…

Hari pertama pendidikan e-Procurement dapat saya katakan berjalan sangat baik mengingat antusiasme masing-masing peserta untuk mengetahui sejauh mana jangkauan dari sistem ini sangat besar, semoga apa yang kami harapkan sejak awal dapat terwujud dengan baik. Salam dari Kota Jakarta.

NB : Sayangnya secara pribadi agak terganggu dengan sinyal operator Seluler milik Telkom Flexy yang sedari mendarat di Cengkareng hingga tulisan ini dimuat belum juga berfungsi normal. Still ‘Searching Network… waaaahhh…