Sok Tau bikin Nyasar

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Senin pagi, saat yang ditunggu pun telah tiba. Sesuai jadwal, hari ini ada Pelatihan atau Uji Coba Implementasi SIP-PJP (Sistem Informasi Pelaporan Pengelolaan Jalan Propinsi) yang diselenggarakan oleh Depdagri Pusat, di Hotel Grand Santhi Jl. Patih Jelantik Denpasar.

Dengan pe-denya saya langsung meluncur ke lokasi begitu jam menunjukkan pukul setengah delapan teng, dan dikepala terbayang, Jl. Patih Jelantik yang merupakan titik pertemuan pertigaan jalan dengan Dewi Sri, lokasi proyek Penanggulangan Banjir di waktu lalu. Kira-kira sebelah mananya Spbu yah ?

Nyampe Kuta, kira-kira jam delapan kurang dikit sempat muter ke Jalan arah Legian, belom jua ktemu yang namanya Hotel Grand Santhi ini, padahal jelas-jelas di alamat jalan nomor 1. jadi pasti dong lokasinya diujung jalan.

Tapi sedikit penasaran, ngliat lagi undangan yang diberikan, itu di Denpasar, bukannya di Kuta. Jadilah rasa penasaran itu langsung di tanggapi dengan menghubungi nomor telepon hotel yang ternyata…. ternyata eh ternyata, lokasi Hotel itu berada di Pusat Kota Denpasar, yang notabene Jalan Patih Jelantik itu tepatnya berada di sebelah utara Mc.Donalds jalan PB Sudirman. Walah…

Begini deh jadinya kalo ke-pe-de-an merasa tau lokasinya, eh nyasar jauh banget. Sebenarnya lain kali kalo ada Pelatihan lagi, yang paling baik tentu dihubungi dulu via telpon kayak tadi ya.

Pelatihan ‘Operator’ Internet by Pemda Badung

Category : tentang iLMu tamBahan

Sehari sebelum acara tersebut dimulai, berbagai angan dan mimpi berkelebat di benak, apa mungkin pelatihan kali ini bakalan ada kaitannya dengan pemblokiran situs ‘YouTube’ ato mungkin untuk mengawasi browsing internet rekan kantor dari kata-kata yang tak boleh disebutkan namanya.

Angan yang sama pula terlintas saat beberapa orang yang kebetulan mendapatkan tugas sama, yaitu mengikuti pelatihan yang diadakan selama 2 hari di ruang rapat kantor Departemen Agama Sempidi. Narasi yang dipaparkan oleh sang pembuka acara bolehlah menjadi awal, yaitu memimpikan bahwa seluruh instansi yang terkait dengan Pemda Badung bakalan terkoneksi sehingga memudahkan komunikasi serta menghemat baik tenaga, waktu dan biaya.

pelatihan-oi.jpg

Namun apa daya, semua itu kecele rupanya.

Pelatihan yang judulnya ‘Operator’ diatas (sesuai surat tugas yang diterima), nyatanya malahan digunakan sebagai pengenalan ‘bagaimana caranya membuat email gratisan dari yahoo dan gmail’ trus ada ‘bagaimana cara mengirim dan membalas email’ dan ‘bagaimana caranya browsing’. Halah… Kekecewaan tampak jelas pada beberapa raut wajah peserta yang ditugaskan untuk hadir. Sialnya tak mampu ditangkap oleh panitia yang tidak menyediakan fasilitas komputer maupun laptop dengan jumlah yang memadai sesuai dengan jumlah peserta. Hal yang telah dilakukan oleh penyelenggara Pelatihan Internet menyongsong eGov, KPDE Kodya Denpasar 2 tahun lalu.

So, kondisi yang tercipta justru sangat jauh berbeda dengan pelatihan dua tahun lalu yang kebetulan juga menjadi cikal bakal lahirnya blog ini. Satu laptop (dari 4 yang disediakan oleh pihak panitia dan 3-4 yang dibawa oleh peserta) harus rela dipake beramai-ramai yang tentu saja menyebabkan tidak efektifnya pembelajaran yang diberikan. Sialnya lagi tentu perihal koneksi yang digunakan, sangat berbanding terbalik dengan apa yang diselenggarakan oleh kpde Kodya Denpasar. Koneksi hari ini nyatanya sangat ‘parah dan payah’ jika boleh meminjam istilahnya pak Instruktur tadi. Sehingga sangat sangat disayangkan sekali mengapa bisa terjadi seperti itu.

Sekedar membandingkan saja, Pelatihan Internet yang diadakan oleh KPDE Kodya Denpasar dua tahun lalu itu, bekerja sama dengan Stikom Surabaya, yang selain mengetengahkan pelatihan yang sama dengan materi pelatihan hari ini ditambahkan pula dengan workshop yang beragam dan dapat dipilih pula, antara lain kalo ndak salah mencakup pembuatan database, video editing, photo editing dan tentunya pembuatan Blog yang dipandu oleh Pak Erwin Sutomo. Yang asyiknya lagi, seluruh peserta mendapatkan masing-masing 1 komputer desktop yang bisa digunakan sebagai pelatihan apa yang dijelaskan oleh instruktur tanpa harus terganggu oleh peserta lain.

Didukung oleh koneksi yang sangat cepat dan ringkas, tanpa putus-putus seperti halnya koneksi tadi. Mungkin ini bisa menjadi satu masukan bagi pihak penyelenggara maupun pihak yang diajak bekerja sama agar lebih memperhatikan yang namanya tujuan pelatihan, materi apa saja yang diberikan dan juga persyaratan apa yang harus dipenuhi untuk dapat mengikuti pelatihan tersebut. Minimal semua itu sudah terangkum jelas pada surat undangan yang diedarkan ke masing-masing instansi.

Hanya saja memang blom semua pihak bisa mewujudkan apa yang diharapkan tadi. Boleh saja bermimpi bahwa di masa depan, sebuah kulkas bakalan bisa memesan telor sendiri lantaran didalamnya ada satu perangkat pintar yang mampu melakukan hal itu, namun namanya juga mimpi, entah kapan bisa terwujudkan kalo hal kecil begini saja blom mampu dilakukan.

Pangarusutamaan Gender dalam Proses Pembangunan

Category : tentang iLMu tamBahan

Setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh pembawa makalah tadi pagi, bisa diambil beberapa poin, bahwa perlunya kesetaraan Gender dalam Proses Pembangunan mengingat jumlah tenaga wanita di Pemkab Badung cukup banyak hampir 50 %, namun tidak dilibatkan dalam bidang yang sejajar dengan Pria.Selama ini tenaga wanita dikekang dalam satu wadah ciptaan Orde Baru, yaitu Dharma Wanita, dimana hanya mengadakan kegiatan saat suaminya menjabat. Dengan kegiatan yang itu-itu saja, seperti Tabuh Wanita, Mejejahitan, Bikin Canang dan kegiatan yang benar-benar mencerminkan bagaimana Wanita itu.
Jarang bisa melihat seorang wanita bisa memimpin rapat, memimpin instansi atau dinas, bahkan mengawasi proyek yang diusulkan Dinas sekalipun.

Jadi Pelatihan kali ini bertujuan, bagaimana caranya agar wanita benar-benar dapat dilibatkan secara penuh, dalam proses pembangunan, dengan kegiatan yang setara dengan pria. Tidak hanya digunakan saat pengumpulan suara Pemilu atau hal-hal yang merendahkan posisi wanita dibandingkan pria.

Contoh yang diungkapkan pun masuk akal, karena memang sudah mengakar pada kebiasaan masyarakat kita.
Pemberian kualitas pendidikan untuk anak perempuan, bisa dinomorduakan dengn pendidikan anak laki-laki.
Pola kebiasaan masyarakat dimana pria lebih pantas untuk mewakili rapat keluarga di lingkungan setempat, mencuci mobil, atau membaca koran.
Sementara wanita lebih cenderung diplot untuk memasak di dapur.

Mottonya, Wanita memang beda dengan Pria, namun jangan sekali-kali dibeda-bedakan.
Waaaahhh…

Pelatihan (Lagi) ; Miskomunikasi

Category : tentang iLMu tamBahan

Kamis ini, aku diberi tugas Pelatihan lagi, selama 2 hari, bertempat di Bappeda Badung, deket oi.
Namun agak ceroboh, tidak melihat pada materi yang akan disampaikan.
Mata hanya tertuju pada apa yang harus dibawa saat Pelatihan, yaitu Daftar Usulan Dinas Bina Marga Badung tahun 2007 plus RASK tahun 2006.
Yang ada di kepala jadinya, ‘oh ini Pelatihan pembuatan-Input RASK’. Kamis pagi, otak sudah fresh disiapkan untuk melototin komputer seharian, dan ternyata kecele. Yang ada cuman deretan meja dan kursi tanpa perangkat komputer satupun.
Yang lebih bikin bengong, materi yang disampaikan bukannya tentang RASK, namun tentang Kesetaraan Gender dalam Proses Pembangunan, yang diprakarsai oleh Pusat Pusat Wanita Lembaga Kajian Unud.
Otomatis dari keseluruhan yang hadir, jumlah Peserta Pria pun tampak menjolok, bisa dihitung, cuman 6 orang. Huehehe…
Bengong deh selama jam berlangsung, dan gak kedengaran satupun bahasa Teknis, hanya bahasa Sosial tok. Walah…

Akhirnya lepas jam makan siang, aku kabur setelah disarankan atasan untuk balik kantor, karena yang lebih berwenang hadir pada Pelatihan tersebut adalah Kasi Penyusunan Program, yang diharapkan nantinya bisa membuat satu dua kegiatan yang berkaitan dengan Pengarusutamaan Gender, dan kabarnya sudah mendapat persetujuan Pusat, dimana setiap tahunnya, minimal 5 % dari Dana yang dialokasikan untuk setiap unit, disalurkan untuk bidang tersebut.
Dan yang hadir pada Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi corong utama dalam Penyusunan Program nantinya. Nah Lo.

Seminggu (akan) Pelatihan

Category : tentang iLMu tamBahan

Kembali mendapat kesempatan untuk Pelatihan dari instansi tempat  bekerja. Bareng 2 orang atasan, yang ngambil kelas berbeda.
Pembangunan Jembatan diwakili Pak Rai Semadi, mantas Kasubdin BinProg, dimana aku ditempatkan, kini jadi Kabag Pembangunan. Pemeliharaan Jalan, diwakili Pak Seraman dan saya tentu saja.

Yang bikin unik, ketiga orang yang dapet tugas Pelatihan, lulusan Arsitektur Unud, jadi agak gak nyambung dengan bidang Pelatihan yang didapat. Pak Rai seangkatan dengan Pak Gomudha, dosen Arsitektur Unud, yang dulu jadi Pembimbing Tugas Akhir dan punya spesialisasi Patung juga Proyek-proyek Prestisius, seperti Patung Dewa Ruci, Stadion Gianyar, Wings Internasional RS Sanglah, juga terakhir Puspem Badung.
Pak Seraman angkatan 1984, setahun lebih muda dari mantan atasanku dulu saat bekerja di Swasta, Pak Made Suweka. saya sendisri masuk angkatan 1995 dan baru selesai kuliah.
3 generasi lulusan Arsitektur Udayana.

Tapi sekali lagi, mungkin ini yang namanya  kesempatan agar bisa tahu lebih banyak untuk mendukung tempat bekerja saat ini.

******

Persiapanpun selesai, Istri yang berperan besar melakukan packing baju kemeja, celana, perlengkapan mandi sampe obat-obatan. Hasil akhirnya satu koper ukuran sedang, plus 1 tas kresek berisi sendal plus sepatu item. Rencananya berangkat bareng Istri terlebih dahulu, cuman bawa map yang biasa  dipake ngantor, berisi surat-surat untuk Pendaftaran nanti, sedangkan koper bakalan nyusul dibawa keluarga yang rupanya pengen tau lokasi Pelatihan, sekalian jalan-jalan ke Pantai Kuta.

Duuuh… piknik keluarga.

Perpisahan dengan Istri juga terasa berat dan sudah mulai terasa dari seminggu lalu, puncaknya kemarin malem, sampe nangis-nangisan. Hehehe… Kayak sinetron. Wong jauh-jauhan sehari aja bingung, apalagi pisah jauh selama seminggu ?

Ini semua jadi awal bagiku dan Istri untuk persiapan yang akan datang. Siapa tau lain kali Pelatihannya bakalan lama seperti adik Sepupu yang dapet tugas 6 bulan di Jakarta, sedari galungan kemarin belum selesai hingga hari ini.
Syukur dia masih bujangan.
Kalo aku ?
Ga ku ku…
Karena Istri juga tenaga Harian di Pemkab Badung, jadi gak bisa ikut serta.

Kalo kesempatan untuk belajar Pasca Sarjana datang, gimana dong ?