Pelatihan Pemeliharaan Jalan

1

Category : tentang iLMu tamBahan

Selama kurang lebih 5 hari ( 26 – 30 Juni 2006) Pelatihan dilaksanakan, namun total aku berada di lokasi adalah 6 hari 5 malam, berhubung hari minggu (25 Juni 2006) sudah diharuskan check in di Hotel Sahid Kuta.Terletak di pinggir pantai Kuta, pelaksanaan Peatihan bisa dibilang berjalan dengan baik, namun karena sebagian besar Peserta berasal dari luar Bali, maka atas inisiatif dari para Instruktur Pengajar dari LitBang Bandung, waktu belajar dimampatkan 15 menit, sehingga yang seharusnya selesai pukul 4.30, menjadi 3.30 untuk Kelas Pemeliharaan Jalan.
Sementara untuk Kelas Jembatan dan Pekerjaan Tanah waktu ditambahkan setiap harinya sebanyak 1 sesi lagi, sehingga pada hari ketiga, kedua kelas ini selesai lebih awal sebelum jam makan siang.

Para Pengajar / Instruktur dari litbang Bandung, bisa dikatakan memberi pemaparan maupun solusi yang sangat baik. Sehingga hasil dari penjelasan mereka selama 3 hari, ditambah kunjungan lapangan selama sehari, sedikit banyak masuk kedalam otak pribadi.
Namun alangkah akan lebih berguna lagi jika yang mengikuti Pelatihan ini adalah yang memiliki Basic Sipil dan Jalan Raya.

Keakraban yang terjadi antara Peserta dan Pengajar, membuat suasana Belajar jadi memungkinkan tanpa rasa kantuk, walaupun malam sebelumnya, sebagian besar Peserta begadang untuk nonton Pra Kualifikasi Negara Peserta Piala Dunia Jerman 2006.
Kecuali aku, tentunya.

Akhirnya setelah seharian melakukan tamasya ‘ kunjungan lapangan’  ke lokasi AMP, trus berlanjut ke Kintamani hanya untuk makan siang, mampir ke Kebun Kopi, hanya untuk mengantarkan Ibu Pemimpin Rombongan yang ingin membeli kopi coklat – kopi yang dicampur dengan coklat (buah).
Terakhir, menunggu cukup lama di Pasar Seni Sukawati, berhubung para istri Pengajar, ngotot mampir untuk membeli oleh-oleh, sedangkan sebagian Peserta di bus Kelas Pemeliharaan Jalan lebih memilih bengong dan menunggu, karena gak dapet uang saku maupun SPPD ‘ termasuk aku ‘ jadilah jam 4 sore baru balik dari Pasar Seni dan nyampe Hotel jam 5 sore.

Capek.

Hari terakhir di lokasi, terjadi adu Sambutan antara Perwakilan Peserta dengan Pemimpin Kegiatan Pelatihan.
Dimana menyorot masalah-masalah yang aku anggap sepele, bahkan mungkin gak perlu untuk diungkapkan. Dari lokasi kegiatan yang terlalu mewah, plus paket makannya, namun tas yang diberikan untuk Peserta layaknya tas anak SMA, sampai pada gak adanya uang saku dari pihak penyelenggara, dalam hal ini Jica dari Jepang.

Ternyata dimana-mana yang namanya Pegawai Negeri ya sama saja.
Selalu gak puas dengan keadaan yang sudah ada.

Tapi, secara keseluruhan Kegiatan ini bisa dikatakan berjalan baik, bahkan saat aku pulangpun masih sempat sua dan mengucapkan Terima Kasih pada Panitia Penyelenggara maupun Para Instruktur kami.

Terima Kasih, semoga Pelatihan seperti ini bisa dilaksanakan kembali tentunya dengan kondisi dan Materi yang lebih banyak dari sebelumnya.

Aspalt Mixing Plant

Category : tentang PLeSiran

Begitu mendengar AMP saat Pelatihan tempo hari, sempat bingung, apa itu AMP ?
Wajar saja jika aku gak tau apa itu AMP.
Wong lulusan Arsitektur dan masa kerja yang gak sampe 2 tahunan di Dinas Bina Marga Badung, yang lebih banyak mengerjakan proyek Infrastruktur, bukannya Gedung…

AMP itu Aspalt Mixing Plant. Alat yang digunakan untuk memproduksi Aspal pelapis jalan.
Alat yang diperlihatkan oleh Panitia Penyelenggara, berlokasi di Utara Jembatan sepanjang 300 meter, yang baru diselesaikan PU Propinsi, di Jalan Tembus By Pass ke Kusamba Klungkung.
AMP ini minimal memproduksi 50 ton aspal per hari.

Berpose didepan AMP, aku bareng Pak Seraman, rekan kerja satu kantor dan pada Pelatihan ini mengambil bidang pembelajaran yang sama.

Ayooo… main lagi ke AMP yuuuk…

Behind The Scene

Category : tentang iLMu tamBahan

Behind The Scene : Pelatihan Pemeliharaan Jalan
Track 1 : Awal MulaMinggu 25 Juni 2006, jadwal check in tiba. Koper yang sudah dikemas, plus 2 pasang sepatu dalam tas lain, dibawa dengan kendaraan mobil, yang isinya 7 orang dewasa plus 4 orang anak-anak. Mereka semua selain tujuannya mengantar aku ke tempat Pelatihan, sekalian pengen tau Sahid itu kalo sore seperti apa ya? Sebab kami semua punya pengalaman 1 saja, mengenai Hotel Sahid, yaitu saat Resepsi Pernikahan Kakak Sepupuku, Nyoman Payuk, yang kebetulan dilaksanakan di tempat yang sama.
Selain itu, memang ini jadi piknik Keluarga, ke Kuta, tempat yang boleh dibilang jarang kami datangi, karena tingkat kemacetan yang tinggi dan suhu lingkungan yang panas.

Ini jelas berbeda dengan halnya para Peserta Pelatihan yang datang dari luar Bali, sendirian tanpa ada yang mengantar, dan begitu antusias datang ke Kuta, yang walaupun didaerahnya juga terdapat pantai, namun kata mereka, Kuta tetap lebih menarik karena Isi Pantainya yang sangat jauh berbeda.
Lebih menyegarkan mata. Huehehe…

Setelah Ortu dan Istri ikut naik ke kamar tempatku beristirahat nanti, sekaligus berkenalan dengan Bapak Soetomo, Kasi PU di Dompu, mantan Direktur PDAM, akhirnya perpisahan dengan Istri juga Keluarga pun terjadi di Parkiran.
Suasana sedih antara aku, Istri juga Ortu yang selama ini memiliki ikatan yang sangat erat, kini berpisah selama seminggu lamanya.

Malam hari, kulewati dengan tangis didada, duuuh… cengeng banget ya ?
Tapi ternyata Istri juga gak jauh beda. Syukurlah. Hehe…

Makan malampun kulewati berhubung masih ada rasa minder, berada di tengah-tengah orang-orang berpenampilan Wah, dan pakaian yang mewah.
Jauh banget bedanya dengan aku, yang saat itu make jeans belel. Weh…
Sempat kuutarakan juga pada rekan sekamarku, namun semangat yang diberikan membuatku berani untuk tampil kembali, hanya saja di keesokan harinya. Huehehe…

Seminggu (akan) Pelatihan

Category : tentang iLMu tamBahan

Kembali mendapat kesempatan untuk Pelatihan dari instansi tempat  bekerja. Bareng 2 orang atasan, yang ngambil kelas berbeda.
Pembangunan Jembatan diwakili Pak Rai Semadi, mantas Kasubdin BinProg, dimana aku ditempatkan, kini jadi Kabag Pembangunan. Pemeliharaan Jalan, diwakili Pak Seraman dan saya tentu saja.

Yang bikin unik, ketiga orang yang dapet tugas Pelatihan, lulusan Arsitektur Unud, jadi agak gak nyambung dengan bidang Pelatihan yang didapat. Pak Rai seangkatan dengan Pak Gomudha, dosen Arsitektur Unud, yang dulu jadi Pembimbing Tugas Akhir dan punya spesialisasi Patung juga Proyek-proyek Prestisius, seperti Patung Dewa Ruci, Stadion Gianyar, Wings Internasional RS Sanglah, juga terakhir Puspem Badung.
Pak Seraman angkatan 1984, setahun lebih muda dari mantan atasanku dulu saat bekerja di Swasta, Pak Made Suweka. saya sendisri masuk angkatan 1995 dan baru selesai kuliah.
3 generasi lulusan Arsitektur Udayana.

Tapi sekali lagi, mungkin ini yang namanya  kesempatan agar bisa tahu lebih banyak untuk mendukung tempat bekerja saat ini.

******

Persiapanpun selesai, Istri yang berperan besar melakukan packing baju kemeja, celana, perlengkapan mandi sampe obat-obatan. Hasil akhirnya satu koper ukuran sedang, plus 1 tas kresek berisi sendal plus sepatu item. Rencananya berangkat bareng Istri terlebih dahulu, cuman bawa map yang biasa  dipake ngantor, berisi surat-surat untuk Pendaftaran nanti, sedangkan koper bakalan nyusul dibawa keluarga yang rupanya pengen tau lokasi Pelatihan, sekalian jalan-jalan ke Pantai Kuta.

Duuuh… piknik keluarga.

Perpisahan dengan Istri juga terasa berat dan sudah mulai terasa dari seminggu lalu, puncaknya kemarin malem, sampe nangis-nangisan. Hehehe… Kayak sinetron. Wong jauh-jauhan sehari aja bingung, apalagi pisah jauh selama seminggu ?

Ini semua jadi awal bagiku dan Istri untuk persiapan yang akan datang. Siapa tau lain kali Pelatihannya bakalan lama seperti adik Sepupu yang dapet tugas 6 bulan di Jakarta, sedari galungan kemarin belum selesai hingga hari ini.
Syukur dia masih bujangan.
Kalo aku ?
Ga ku ku…
Karena Istri juga tenaga Harian di Pemkab Badung, jadi gak bisa ikut serta.

Kalo kesempatan untuk belajar Pasca Sarjana datang, gimana dong ?

Seminggu gak nge-BLoG…

Category : Cinta

Suasana hati keliatannya dipenuhi rasa rindu, tak ingin berpisah dengan Istri Tercinta. Karena hari minggu ini, aku bakalan mulai dikarantina untuk Pelatihan Manajemen Pekerjaan Jalan di Hotel Sahid Kuta selama 1 minggu dan ga ada ijin untuk pulang.
Duuh… Sebetulnya seneng juga karena akhirnya kesempatan untuk belajar lebih jauh akhirnya datang juga, tapi kalo harus meninggalkan rumah dan Istri ? oh no… disaster…
Apalagi yang namanya penganten baru…

Otomatis seminggu juga gak bakalan dapet nyentuh komputer neh, gak nge-Blog lagi, padahal pasti disana juga bakalan gatel untuk nulis… Apa maen ke warnet terdekat aja ya ?

Sahid, lokasi pinggir pantai Kuta. Bakalan ngrasain bangun pagi di Kuta deh. Tapi masih lebih enak bangun pagi disebelah Istri dan kamar tidur sendiri.