Berkunjung ke Taman Ayodya Blok M

Category : tentang PeKerJaan

Tadinya agenda hari ini rombongan kami akan berkunjung ke dua tempat. Tanah Abang dan Blok M. Melihat secara langsung paket kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan metode e-Katalog dengan spesifikasi penataan taman dan penataan pedestrian. Sampe sore.
dan kami berencana balik ke Bali besok sore.

Apa daya semua agenda kacau.
dan Hari ini, kami tidak ada jadwal mengkhusus sebagaimana info dari pemimpin rombongan dan dibebastugaskan.
Kecewa dan bingung.

Namun pimpinan mencoba membijaksanai.
Kami bertiga, memutuskan untuk tetap ke salah satu lokasi tujuan diatas, tentu berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim pengendali dari Bina Marga DKI Jakarta, Ibu Riri.
Great.
Kami mendapatkan kontak salah satu vendor yang saat ini sedang bekerja di Taman Ayodya Blok M. Pekerjaan Pedestrian dan Pembangunan Trotoar.
Adapun vendor penyedia merupakan sebuah perusahaan dengan spesialisasi semen.
Holcim.

Tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 pagi, kami bersua dengan tim lapangan yang dipimpin oleh Pak Prabanto didampingi oleh Pak Dadang, yang bersedia menjelaskan proses kontrak kerja penanganan pedestrian di Blok M, melalui metode e-Katalog. Termasuk bagaimana mungkin yang mengambil pekerjaan lebih identik dengan produsen material.

Dalam kesempatan yang baik ini, kami mendapat banyak ilmu baru dalam hal per-betonan, diantaranya teknologi ThruCrete yang kini mulai banyak digunakan oleh Pemda DKI di sejumlah taman dan pedestrian, sebuah teknologi beton yang mampu menyerap air sehingga tidak menciptakan genangan setempat, juga SpeedCrete teknologi beton yang cepat kering.
Dari penjelasan yang disampaikan sempat pula terbersit di pikiran kami untuk mengaplikasikan teknologi yang sama di paket kegiatan konstruksi kami di Kabupaten Badung baik Jalan Lingkungan Permukiman ataupun Jalan Kabupaten.

Lokasi berlanjut ke Taman Sepeda. Tempat dimana teknologi ThruCrete selesai diterapkan. Sayangnya secara visual sebagaimana penjelasan pak Prabanto, lebih mirip struktur batu yang rapuh, sehingga para pejalan kaki yang melewati konstruksi tersebut lebih memilih menghindar utamanya yang menggunakan high heels. Wajar sih, apalagi kalo para anggota Dewan itu sampai melihatnya. Wah, bisa bonyok kami dimaki…

Matahari kian terik. Jam makan siangpun tampaknya sudah terlewat jauh. Namun semangat tidak kendor sedikitpun mengingat banyaknya pengalaman baru yang didapatkan sesi kedua hari ini. Gak nyesel deh berinisiatif untuk tetap bekerja sesuai jadwal kunjungan.


NgTim 2 : Paving Pecah

Category : tentang PeKerJaan

Kalo yang ini lain lagi.
Pemasangan paving sebagai sarana lintasan kendaraan didalam unit instansi pemerintah yang dananya juga dari APBD.
Yang membuat kecewa tentu dari kualitas saat pertama kali dilihat. Beberapa tempat tampak paving (yang katanya kualitas K.300  untuk dilintasi truk pun seharusnya gak pa2) pecah dan tak diganti baru, padahal baru aja diselesaikan.

Apa ini lantaran setoran pada atasan yang terlalu besar lantas kualitas pekerjaan dikorbankan ? ini pula yang sering menjadi ganjalan.
Bagaimana bisa mewujudkan pembangunan yang berkualitas jika dana yang diberikan dipotong sana sini demi kepentingan pihak tertentu.

Sama halnya seperti saat perbaikan rumah dinas lalu, dimana dana perbaikan yang cuman dapet 25 juta, malah dipotong 10 juta (katanya) untuk kelancaran administrasi lainnya.
Wah…
Bagemana mau berkualitas pekerjaannya jika begini ?