Akhirnya Internet MobiLe setelah 5 Tahun

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai judul posting diatas, ternyata penulis baru berani mencoba yang namanya Internet Mobile setelah tahun ke-5 pemakaian teknologi Mobile (start at 2003, kepemilikan ha pe pertama).  Ini nyatanya dilakukan secara pelan tapi pasti, setelah pernak-pernik media dimiliki serta pendukungnya berupa pengetahuan akan proses serta tips-tips praktis akan Internet Mobile, diketahui. ‘berarti selama ini aku ngapain aja yah ?

5 tahun. hmmm.. waktu yang sangat lama dan panjang untuk sebuah kemajuan (baca: keberanian) mengunakan teknologi. He… mohon untuk dimaklumi. Awal keberanian ini tentu dimulai setelah cita-cita kepengen punya laptop tercapai. ‘at last di usia 30 baru bisa. Hihihi…- Dikompori pula oleh rekan kantor buat nyobain Internet secara mobile –gak terpaku pada Telkomnet Instant di kabel telpon rumahan lagi- Horraayyy– make Modem StarOne SpeedUp tentunya.

Puncaknya apalagi kalo bukan Wifi-hunting, buat nyalurin hasrat laptop baru, secara kebetulan didukung pula oleh milis BBC yang hobi buat hunting Free Wifi. He… Maka aktifitas BLoG-pun belakangan mulai bisa dilakukan dimanapun berada. Saat nunggu di dokter gigi, saat bengong di meja kantor sampe duduk santai di teras rumahpun bisa.

Secara kebetulan pula, mimpi punya PDA akhirnya tersalurkan setelah menunggu waktu setahun. Walopun dapetnya barang second, tapi gak penting banget, toh dengan harga yang murah dan sudah Wi-fi pula.

Ini juga yang menyebabkan kenekatan buat nyobain internet sembunyi-sembunyi kemaren via Wi-fi, cara praktis dan aman buat nyobain koneksi Wifi ditempat-tempat tertentu tanpa resiko ketahuan. Coba kalo mejeng make laptop, dijamin langsung ketangkep.

Namun tak selamanya akses Wi-fi bisa ditangkep dengan bebas, sehingga memicu keinginan buat nyobain akses GPRS via operator GSM yang pilihannya jatuh ke IM3 Indosat setelah kecewa dengan layanan AXIS. Tanpa pengaturan macem-macem lagi, langsung bisa dipake buat nge-Net.

Nah, satu kehormatan pula saat BLoG dikunjungi rekan sesama Blogger yang tingkatannya, huuuu… Jauh tinggi diatas awan, ngasi solusi keren buat nampilkan BLoG di layar PDA yang se-uprit, dengan menginstalasi Plug ins WP-Mobile. Terima Kasih bangetz Om Brokencode

Maka per minggu kemaren pula, tampilan BLoG bisa mulai nampang di layar PDA yang se-uprit itu, walopun hanya dalam bentuk mirip-mirip RSS Reader. Tapi cukuplah buat ngobatin kangen pada BLoG kala bertapa di Toilet. Huweeeek !

5-tahun-internet-mobile.jpg

Jam-jam terakhir sebelum posting ini dibuatpun, masih disempatkan nyobain Yahoo Messenger via PDA, ini sih sekedar gaya-gayaan aja, cuman buat ngomporin rekan kantor yang begitu bangga dengan ponsel TV berlayar sentuhnya. Sempat dicobain pula dengan Om Anton, sayangnya sampe detik in i blom sempat dicobain lebih detil.

At Last tadi malem sempat juga iseng nyobain Free Wifi-nya Tiara Grosir, berbekal PDA ini ajah. Karena dari pengamatan terakhir, kok ndak ada yang aken ngebawa laptop buat ngerasain gratisan ini. Eh, ternyata kecele…

Kemaren itu ada sekitar empat meja yang diisi pengguna komputer jinjing, bahkan ada satu meja yang diisi tiga biji laptop mirip milik pribadi. He.. rata-rata pada dimanfaatin buat nge-BLoG. Ah, tau gitu tadi kan dibawa aja laptopnya.

Anywe, sudah kadung ngebawa ni PDA, yah iseng aja dicobain buat ngeliat peta via Google Earth, yang ternyata untuk konsumsi Mobile diarahkan langsung ke Google Maps buat nge-donlot dulu Softwarenya yang seukuran 700-an Kb, sukses dalam hitungan detik. Maka jadilah keinginan buat surfing peta Kuta Bali via layar PDA dengan manfaatin Free Wifi-nya Tiara Grosir, yang rencananya bakalan dipamerin ke rekan-rekan kantor. Eh, barang second murah ini ternyata bisa nyari peta Kuta juga loh… Wakakakakakk..

My Mobiler solusi praktis Personalisasi PDA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada software menarik ditemukan via Google, saat penulis ingin melakukan Hard Reset pada PDA, sekalian mempersonalisasinya agar sesuai dengan kegiatan penulis nantinya.

Oya, Hard Reset itu dilakukan dengan menekan tombol Power pada sisi atas PDA dibarengi dengan Soft Reset (Reboot) pada lubang kecil pada sisi bawah PDA. Hal ini dilakukan apabila para pengguna PDA ingin mengembalikan setting keseluruhan handset seperti keluaran pabrik / beli baru. Itu sebabnya penulis tak terlalu khawatir dengan aktivitas selama menggunakan PDA lantaran kemudahan yang diberikan ini layaknya PC.

Itu artinya, usai melakukan Hard Reset, pengguna minimal mampu menginstalasi sendiri aplikasi tambahan apa saja yang ingin digunakan pada PDA, serta mem-personalisasikannya agar nyaman dipakai saat beraktifitas.

Satu kekurangannya saat mlakukan personalisasi ini adalah ribetnya proses instalasi via PC, kemudian harus beralih ke PDA untuk menyelesaikan prosesnya.

Nah, Penulis pun akhirnya menemukan dan sangat terbantu oleh aplikasi gratisan My Mobiler, yang dapat digunakan setelah PDA terhubung dengan PC via Activesync. Proses instalasinya dilakukan otomatis sekaligus pada PC dan PDA, dan muncul pada Tray (dipojok kanan bawah) untuk aktivasi aksesnya.

my-mobilers.jpg

My Mobiler ini mampu menampilkan simulasi layar PDA pada layar PC, dan dapat dipakai seperti pemakaian PDA biasa dengan bantuan Mouse. Artinya ribet peralihan proses instalasi diatas dapat tergantikan dengan bekerja pada satu layar PC saja. Tentu jauh lebih memudahkan dan menyingkat waktu. Cukup luangkan satu jam untuk melakukan instalasi aplikasi tambahan dan langsung mempersonalisasikannya sesuai kebutuhan pengguna, tanpa harus menggunakan Stylus.

Tak hanya itu, My Mobiler juga mampu mengambil screenshot pada layar PDA sekaligus merekam aktivitas untuk keperluan edukasi misalnya. Membuat Tutorial personalisasi PDA misalnya, disimpan dalam format avi.

Dengan My Mobiler ini, penulis sangat merasakan manfaatnya dalam mengutak atik isi PDA via layar PC, tak terganggu oleh stylus dan layar PDA yang kecil. Dapat digunakan pula untuk men-transfer data yang jauh lebih praktis.

Pande mau jualan yah ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

mau-jualan.jpg

ki-ka :

Nokia N73 – sekarang masih dipake oleh Istri

Nokia 6275i CDMA – ini sih jadi ponsel pelopor dikantor. he…

O2 XPhone iim – kasian dijual, ditawar 750rb. padahal tipe Smartphone Windows 2003…

O2 XDA Atom – eks ne Bli Wira, dibeli rekan trus beralih ke meja penulis. Lumayan buat bantu-bantu survey jalan.

paling bawah, laptop Acer Aspire 4520, khusus buat gambar make Autocad, plus ng-BLoG tentu.

Setahun menunggu untuk sebuah PDA

3

Category : tentang KHayaLan

Kalo dibuka lagi rekaman blog setahun lalu, tepatnya pas dijualnya PDA pertama yang penulis miliki, rasanya memang agak sedih… Tapi berhubung ntu barang dijual buat nambah-nambahin modal upacara nikah yang kedua masih dengan istri yang sama, apalagi setelah tau pengorbanan itu nyatanya membuahkan hasil, akhirnya gak ada rasa menyesal sedikitpun sudah melepas teman setia untuk dua tahunan lebih.

Memerlukan waktu setahun lebih untuk bisa memiliki handset buat kerja macam beginian lagi, dan Syukurlah…. Tuhan-pun berkenan untuk mengabulkannya. Walaupun bukan yang ada diangan-angan.

PDA dengan merk O2 seri XDA Atom milik calon Istrine Bli Bagus Wirautama, kini dengan manisnya menghias kekosongan akan kebutuhan gadget untuk kerja dan tentu saja survey jalan. Yah, semoga saja bisa berguna sesuai harapan.

The story of Wira’s PDA Ends

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Nah, beralihnya kepemilikan PDA eks calon Istrine Bli Bagus Wirautama, membuat penulis kembali membuka-buka koleksi cd program yang berisikan kumpulan aplikasi untuk Windows Mobile 2003 terdahulu plus isi dari Memory Cardnya.

Langkah pertama tentu me-reset ulang (kembali) serta menginstalasinya di laptop, tentu untuk meng-syncronize PDA dengan daftar kontak yang penulis simpan di MS Outlook, sama dengan tiga handset yang penulis miliki. ni PDA sebetulnya sudah sempat di hard-reset oleh rekan kantor setelah kabel datanya diberikan oleh Bli Wira Bagus sehari setelah Manis Galungan kmaren.

Maka mulailah penulis menyuntikkan beberapa aplikasi tambahan yang dahulu sempat diposting untuk Optimalisasi Performa PDA, diantaranya Adobe Acrobat untuk membuka file format pdf yang penulis pake menggambarkan peta ruas jalan Kabupaten Badung, Resco Explorer untuk mengganti File Explorer bawaan OS asli yang tentunya jauh lebih familiar lengkap dengan pilihan ˜show hidden files-nya’, Handy Switcher untuk membantu Multitasking saat membuka peta bersamaan dengan daftar nama ruas jalannya yang dikemas dalam format xls “Mobile Excel-.

Tak lupa game Sudoku Collection salah satu favorit penulis untuk membunuh waktu, juga Mortring untuk mempersonalisasi nada dering plus sms pada masing-masing kontak “baik yang terdaftar, tak terdaftar maupun nomor pribadi/dirahasiakan- dan tentunya terakhir Spb Pocket Plus untuk customisasi layar Today, agar dapat mencantumkan Shortcut aplikasi yang paling sering dipakai, agar tak lagi mengakses lewat Start Menunya. Selain fitur tambahannya yang berupa Battery Monitor dan Close All Programnya.

Setelah penulis siap dengan pembelajaran singkat perihal OS dan aplikasi bawaan via buku Manualnya, maka langkah selanjutnya ya mempercantik visual, dengan mengganti Screen Guardnya untuk menghilangkan cacat bekas stylus, memoles bodi agar jadi lebih kinclong dan tentunya mengganti Leather Case dengan bentuk macamnya buku agenda.

pda-wira-2.jpg

Maka lahirlah PDA baru ala Pande Baik, walopun sebelumnya merupakan second dari calon Istrine Bli Bagus Wirautama, sempat mengundang decak kagum dari para rekan kantor lain mengira kalo ni barang baru gres. Sampai-sampai si rekan yang sebelumnya melego murah, malah berbalik menawarnya kembali dengan harga dua juta.

Walah, kalo sudah kinclong begini sih, jadi malas ngejualnya lagi. Mendingan jadi temen baru buat ngblog aja yaaa…. 

The story of Wira’s PDA Begins

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Memasuki bulan September ini, rupanya ada satu perubahan vital yang terjadi, membuat hari-hari kerja jadi jauh lebih mudah, layaknya dahulu lagi. So, perkenalkan satu alat komunikasi bentuk PDA yang hadir menemani hari-hari penulis beberapa hari ini, yang membawa satu kisah panjang sedari Galungan kmaren. O2 XDA Atom.

ni PDA didapetin bukan barang baru gres, tapi sebetulnya merupakan eks milik salah satu pasangan blogger, alias beli second. Tepatnya yah calon Istrine Bli Bagus Wirautama, pak dosen guanteng yang ngajar IT di Stikom lokal.

Tapi yang memutuskan untuk nge-beli ni barang sebetulnya adalah rekan kantor penulis, diambil dengan harga 1,8 juta, harga yang sama dengan penjualan PDA pertama milik penulis setahun lalu. Itu terjadi pada hari minggu sebelum Galungan. Ceritane mare maan THR, langsung beli PDA.

Apa daya setelah semingguan dipake, sang rekan rupanya agak kecewa dengan kepemilikan barang secondnya ini, lantaran kondisi daripada ni PDA rupanya tak jauh beda dengan kondisi jual PDA penulis setahun lalu. Layar yang berbekas stylus lantaran ngetik dengan keyboard virtualnya, trus lapisan pelindung koneksi Infra Red-nya hilang entah kmana.Belum lagi Leather Casenya yang udah melonggar agak menutupi layar yang touchscreen.

pda-wira.jpg

At Last, ntu PDA rencananya sih dibalikin ke pemilik awalnya, tentu dengan harapan uangnya bakalan balik.

Berhubung penulis jadi gak enak hati udah jadi perantara penjualan ni PDA, maka penulispun mencoba menyisihkan jumlah uang yang sama untuk mengambil alih ni PDA untuk direncanakan dijual kembali melalui jasa Mas Ichwan Hadi pemilik Bali Graf atau lewat PDA Bali. Eh, ternyata dapet potongan dari rekan kantor, sehingga penulis mendapatkan ntu PDA seharga 1,6 juta saja. Hmmm.. harga yang sangat murah untuk sebuah PDA yang udah ber-OS Windows Mobile 5.0 dan tentunya koneksi Wi-fi. Lengkap dengan Box-nya pula.

to be Continued…

i-Mate, sobat baru

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak PDA terjual kmaren, rasanya posting perihal gadget tersebut makin jarang aja dipantengin.

i-mate.JPG

Tapi kali ini ternyata ada pendatang baru (yang udah lama pula dikenal bagi penghobi-PDA), i-Mate yang ngluarin 4 produk berbasis Pocket PC, oke buat dijadikan sobat baru sekaligus organizer buat bantu-bantu kerjaan kantoran.

Walopun prosesor yang digunakan masih gak beda dengan para pendahulunya, berkisar 400-520 MHz, namun yang paling bikin tertarik, ya masalah Resolusi layar yang udah VGA 640×480 pixel. Artinya tampilan ruang kerja bagi aplikasipun makin luas dan nyaman untuk dilihat. Tapi ya jangan berharap banyak pada resolusi warna yang diberikan, lantaran emang masih mentok di angka 65K. Segitu aja udah kliatan bagus kok.

Masalah koneksipun udah standar jaman skarang, ada Bluetooth sampe Wifi.

Laennya ya perihal form factor, lantaran dari 4 biji yang dirilis kali ini, ada yang plek khas PDA, cuman berlayar sentuh tok, tapi ada juga yang udah make keypad layaknya tampang Nokia 6600, dan ada pula yang udah mantengin Thumboard qwerty. Jadi bagi yang seleranya beda, jelas bisa milih salah satu dari keempat seri baru ini.

Mimpi Gadget : PDA atau ponsel

Category : tentang TeKnoLoGi

Seakan ide dan dambaan yang tak pernah habis, seakan blom puas dengan ponsel yang baru saja dibeli, dalam benak masih ada yang lebih diinginkan kalo bicara mengenai ponsel apalagi PDA. Nokia masih tetap menjadi tumpuan pertama, lantaran dari harga, kegunaan pula menyangkut desain, masih merajai semua brand dan disemua lini. Walopun yang namanya selera kan berbeda-beda. 

Pada ponsel tentu yang paling diinginkan apalagi kalo bukan Nokia seri E90, commie yang mumpuni jauh dibanding pendahulunya, ditambah kemegahan desain mematahkan kelemahan seri sebelumnya. Pula Nokia seri N95, yang merupakan awal revolusi ponsel smart tuk melangkah selain untuk kepentingan kerja didukung pula dengan multimedia. Hingga dalam iklannya seakan-akan sebegitu angkuhnya disebut sebagai komputer kecil. 

mimpi-pda-phone.jpg

Pada bentuk PDA, tentu yang menjadi harapan masih tetap bentuk yang besar, agar pas digenggam tangan, dan tentunya dengan model unik pula. Hanya saja bolehlah ini semua masih merupakan mimpi siang bolong untuk dimiliki. Tapi tak tertutup kemungkinan, satu saat nanti, jika uang bukanlagi satu masalah besar, rasanya arah uang nganggur gak bakalan lari ke hal-hal yang berbau seks ataupun memitra, namun ke teknologi yang sangat diidam-idamkan sedari kini. Hehehe….