Menanti kehadiran ICEPHONE

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah serbuan gadget bertipe Smartphone belakangan ini, telah hadir para pencipta trendsetter seperti iPhone dan si gendut BLackBerry plus sekian banyak pesaing yang memiliki satu tujuan sama, menjadi nomor satu di hadapan konsumen.

Beragamnya brand dan seri yang menarik hati, menawarkan berbagai fitur terkini, siap membantu mempermudah aktifitas keseharian para pemiliknya. Dari pebisnis, pengusaha sukses, pegawai hingga para remaja atau eksekutif muda.

Namun tak satupun yang mampu membuat saya terkagum-kagum atas segala kemampuannya….
ICEPHONe
Saya sedang menanti kehadiran ICEPHONE… Sebuah gadget bertipe Smartphone dan memiliki satu keunikan yang tak satupun menyamainya. Setidaknya untuk saat ini…

So, let me introduce… the ICEPHONE.
ice-phone-1
Sebuah PDA dengan sistem operasi Windows Mobile dan berstruktur keren… tiga lapis…. He… hanyalah sebuah mimpi di masa depan…

KemBaLinya Sang JaGoan

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Surprised… dan Shock…
itu yang saya rasakan pertama kali melihat sang jagoan hadir dihadapan saya setelah kurang lebih dua tahun berpisah…

Sang Jagoan yang saya maksud adalah PDA T-Mobile MDA yang dahulu pernah menemani hari-hari saya selama dua setengah tahun lamanya.
Kembalinya Sang Jagoan 1
Menjadi Surprised dan Shock ketika seorang teman tiba-tiba membawa sang jagoan pulang kerumah dan menawarkannya pada saya. Lantaran dari perbincangan terakhir saat berangkat bareng ke pernikahan seorang teman di Buleleng, saya sempat mengungkapkan tentang dua buah PDA pocket PC yang saya jual untuk menambah biaya perkuliahan saya. Kalopun saya tidak berminat, si teman berharap saya bersedia mengajarinya untuk cara pemakaian dan perawatan.

Tentu saja saya dan Istri hanya bisa bengong dan terpana. Melihat kembalinya sang jagoan hadir didepan mata. Sekedar informasi saja, PDA tersebut saya jual pada pertengahan tahun 2007 lalu lantaran saya membutuhkan dana tambahan untuk melakukan upacara pernikahan yang kedua kalinya.

Kalo gak salah, dalam kurun enam bulan ni handset sempat berpindah tangan empat kali. Yang pertama pas saya jual ke atasan di kantor dengan harga 1,8 juta, trus si atasan menjualnya pada seorang rekan kantor yang baru ngejual tanah, trus dijual lagi ke seorang teman (mereka bertiga masih seruangan dengan saya) yang saat itu punya rasa penasaran yang besar pada handset milik saya ini. Terakhir kabarnya si teman menjualnya dengan harga murah sekitar 800 ribu saja…

Ternyata hari minggu kemarin, si teman ujug-ujug datang dan menawarkan harga 1,5 juta pada saya. Harga yang mahal kata saya. Ya mahal, lantaran OS yang dimiliki masih asli alias Windows Mobile 2003 yang artinya jika batere habis ke titik nol, maka kita harus bersiap-siap untuk kehilangan data yang ada didalamnya. Ketiadaan koneksi Wi-Fi juga menjadi pertimbangan. Tanpa Keypad yang artinya siap dengan goresan pada layar sentuhnya. Lagipula kondisi yang saya lihat saat ini cukup membuat miris hati…

Yah, bagaimana tidak. Kondisinya makin banyak baret di sana sini. Penutup karet untuk headset juga ilang. Layar tergores parah dan paket penjualan hanya mendapatkan handset dan charger. Entah kemana Desktop Charger yang dahulu saya sertakan lengkap dengan fungsinya sebagai kabel data…
Kembalinya Sang Jagoan 2
Yah, bagaimanapun juga itu tetaplah sang jagoan saya yang dahulu setia menemani suka dan duka keseharian saya. Banyak membantu untuk dokumentasi proyek terutama pematangan lahan PusPem Badung tahun 2005 lalu, termasuk juga menemani saya memantau ruas jalan di seantero kabupaten Badung. Lantaran PDA ini mumpuni digunakan membuka peta ruas jalan di seantero Kabupaten Badung dalam format file PDF, dilengkapi dengan data karakteristik ruas jalan dalam bentuk MsS Excel, tak lupa Blangko RAB kosong selalu siap untuk menghitung berapa kisaran biaya awal yang harus diberikan dalam menangani perbaikan jalan yang rusak. Tak lupa fitur Notes yang kerap saya gunakan untuk catatan survey dan notulen rapat. Semua tersimpan rapi dalam memori luar PDA tersebut. Makanya tak heran jika apapun tugas yang saya emban saat itu, dapat saya selesaikan hari itu juga…

Sayangnya, saya tidak berminat lagi untuk memilikinya kembali….

tentang PDA Phone milik PanDe Baik

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Narsis. Huahahahaha….. Begitu kira-kira isi beberapa tulisan saya akhir-akhir ini. Yah, berhubung BLoG ini bukan didedikasikan sebagai penambah pemasukan tiap bulan, sebaliknya hanya sebagai wadah ekspresi seorang PanDe Baik, jadi sah-sah saja saya lakukan…. dan seperti yang saya katakan pada mereka yang mampir dan memberikan komentar, bahwa bisa jadi sebagian besar dari isi BLoG ini tidak banyak bermanfaat bagi orang lain. Salah satu contohnya ya ini…

Kali ini saya ingin bercerita tentang seputaran keberadaan PDA Phone dan pengaruhnya dalam keseharian saya. Sebagai gambaran awal, PDA Phone itu kurang lebih diartikan sebagai sebuah organizer sebetulnya, sebuah agenda yang disuntikkan fitur office sehingga mampu digunakan untuk membantu pekerjaan kantoran. Rata-rata PDA Phone ini membawa sistem operasi Windows Mobile yang artinya ada banyak aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk menambah kemampuan dan kegunaan atau fungsi dari benda ini. Sesuai dengan arti kata Phone itu sendiri, telah disuntikkan pula fitur ponsel dan pendukungnya agar bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang normal.

Nah, kenapa saya begitu fanatik dengan PDA Phone, padahal kini sudah betebaran banyak model yang memiliki fungsi sejenis, bahkan telah menjadi trend ni negeri ini. Katakanlah BLackBerry yang punya kemampuan internetan dan iPhone yang full multimedia. Itu karena sejak awal saya berkenalan dengan tipe satu ini sudah merasakan banyak manfaat yang bisa digunakan untuk mendukung rutinitas keseharian saya.

Ohya, adapun PDA Phone pertama saya adalah T-MobiLe MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II. Beda model, beda brand atau merek tapi jeroannya sama. Kalo ndak salah nama lahirnya itu adalah HTC HimaLaya, karena memang hampir sebagian besar produsen PDA Phone yang beredar dengan brand atau merek T-MobiLe, O2, Dopod, Vodafone maupun HP merupakan buah karya HTC, sebuah perusahaan Taiwan.

PDA tersebut saya gunakan selama kurang lebih dua tahun, sebagai pegangan utama saya untuk mendukung aktifitas mobile office dan Pemetaan Jalan. Walaupun jeroannya minus GPS, tapi berkat Adobe Reader yang disuntikkan, PDA ini mampu digunakan sebagai viewer Peta Jalan Kabupaten Badung yang saya ubah formatnya dari AutoCAD. PLus data jalan raya dalam format Pocket Excel. Bagusnya lagi, keberadaan multitasking benar-benar sangat membantu saya saat mengikuti Rapat sekaligus. Apalagi kalo bukan sebagai pencatat layaknya Agenda, dan hasilnya bisa langsung ditransfer ke PC. Itu sebabnya apapun pekerjaan yang saya lakukan bisa diselesaikan pada hari itu juga.

Sayangnya, satu kelemahan terbesar dari seri ini adalah masalah kemampuan Batere. Dengan aktifitas saya seperti gambaran diatas, bisa dikatakan setiap pagi sebelum ngantor PDA musti dan harus di charge. Ini untuk mengantisipasi kehilangan data saat Batere menurun ke titik 0 %. Ini memang satu ciri khas dari produk yang menggunakan sistem operasi Windows MobiLe 2003. Akhirnya setelah dua tahun pemakaian PDA ini saya lego pada seorang atasan, sebagai tambahan dana menikah. Maklum, pendapatan seorang PNS itu tak seberapa kok. He…

Loncatan terbesar yang saya rasakan adalah saat saya memiliki PDA Phone ke-2, yaitu O2 XDA ATom atau yang dikenal dengan nama lahir HTC ATom. Pada tahapan ini, aktifitas saya mulai bertambah dengan mencoba Internet MobiLe. Saya berani melakukan aktifitas tambahan lantaran sistem operasinya sudah menggunakan Windows MobiLe 5.0 yang artinya data tidak akan hilang sekalipun kemampuan daya Batere menurun hingga angka 0 %.

Begitu pula dengan keberadaan konektivitas Wifi-nya yang membuat saya betah berlama-lama menggunakannya saat mengikuti perkuliahan maupun menonton ujian seminar di kampus Udayana, mengingat ditempat tersebut disediakan hotspot Gratis milik Fakultas Kedokteran. Sayapun mulai berkenalan dengan GooGLe Map MobiLe, Yahoo Messenger dan FaceBook yang lumayan menghabiskan volume data, sehingga akan sangat mahal jika saya melakukan aktifitas tersebut dengan menggunakan koneksi GPRS.

Masih menggunakan O2, saya berkesempatan pula memiliki sebuah PDA Phone lagi, kali ini yang menggunakan frekuaensi CDMA yaitu AllTell PPC 6700 atau lebih dikenal dengan nama lahir HTC APache. Yang membuat saya makin betah dengan tipe ini adalah keberadaan Keyboard QWERTY dan dua buah softkey-nya. Hal yang tidak saya temukan pada PDA O2. Ini tentu saja mendukung aktifitas internetan via aplikasi Java, MoRange. Koneksi Wifi dan frekuensi CDMA-nya merupakan nilai PLus dari tipe ini mengingat harga beli yang saya dapatkan hanya 750ribu saja.

Sayangnya walaupun sudah mengadopsi sistem operasi Windows MobiLe 5.0 yang kemudian saya perbaharui menjadi Windows MobiLe 6.1 seperti halnya O2, lagi-lagi yang menjadi masalah adalah Batere. Hanya kali ini, kemampuan daya yang dimiliki tipe ini hanya bertahan maksimum 2 Jam apabila digunakan untuk internetan. Itu artinya, kabel charger harus tetap setia mendampingi. Sungguh merepotkan.

Hari ini, kedua PDA tersebut tak lagi menemani hari-hari saya. Dijual untuk menambah dana pembayaran SPP kuliah lanjutan saya di Pasca Sarjana Teknik Sipil Universitas Udayana. Terima Kasih untuk BaLiGraf yang membantu saya menjualkan kedua PDA tersebut dengan harga yang layak.

Walaupun tak banyak berpengaruh karena aktfitas internetan terutama email dan facebook tetap bisa saya lakukan dari ponsel CDMA Nokia 6275i dan untuk pemetaan serta mobile Office tetap bisa dilakukan via laptop, agak sedikit ribet dan merepotkan, tetap saja saya berangan-angan.

Kelak jika sekolah saya usai, dan semua hutang bisa dilunasi (ohya, saya juga melakukan aksi ‘Menghutang lagi’ di sebuah Bank Pemerintah Daerah sebagai talangan dana utama perkuliahan saya), pengen banget ada sebuah PDA Phone bisa menemani keseharian saya kembali. Semoga…..

Push Email di Pocket PC tanpa Morange ? Gampang !

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih terkait dengan Morange. Satu Aplikasi yang memiliki fitur lengkap terintegrasi ala layanan Blackberry.

Bagi yang masih ingat dengan tulisan saya yang pertama, perihal percobaan yang saya lakukan untuk menggunakan aplikasi Morange pada PDA O2XDA Atom Black yang berbasiskan Pocket PC dan telah diupgrade ke Windows Mobile 6.1.

Satu kesimpulan yang dapat saya ungkapkan waktu itu adalah Morange tidak dapat digunakan sepenuhnya dengan baik pada sistem operasi Pocket PC. Ini karena kedua tombol softkey kiri dan kanan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengakses tombol ‘Menu’ dan ‘Back’ pada tampilan Morange.

Trus gimana dong kalo seumpamanya kita menginginkan fitur-fitur ala Blackberry, minimal ‘Push Email’ dapat terintegrasi pada PDA yang digunakan, tanpa harus menggunakan Morange ? Gampang….

Sebetulnya dalam kondisi default-pun Pocket PC sudah memiliki fitur ‘Push Email’ pada Messaging yang disediakan. Hanya saja memerlukan pengaturan lebih lanjut untuk dapat menggunakan fitur ‘Push Email’.

Buat account email terlebih dahulu pada Messaging, dengan cara ‘New email Account Setup’ pada Menu Messaging, atau menekan tombol ‘Menu’ > ‘Tools’ > ‘New Account’ dari layar tampilan Inbox Message. Selanjutnya tinggal mengisi kolom username, password, kode untuk fitur POP3 atau IMAP dan juga SMTP, sebagai sarana mengambil email yang masuk pada account ke PDA secara langsung.

Sebelum mencapai Finish, silahkan dicermati pada halaman untuk pilihan ‘Automatic Send/Receive’. Agar dapat menggunakan fitur ‘Push Email’, silahkan diubah pilihan default yang biasanya di-set pada pilihan ‘Manually’ ke pilihan sendiri. Mau dilakukan aktivitas pengecekan setiap 5 menit, 10 menit hingga sekali sehari.

Nah, apabila itu sudah dipilih dan Finish, maka tinggal menunggu reaksi dari PDA saja. Apabila PDA dalam kondisi aktif sebagai fungsi telepon/sms saja, bukan terkoneksi dengan internet, maka pada waktunya nanti sesuai pengaturan, PDA akan melakukan koneksi secara otomatis dan mengambil serta mengirimkan email.

Untuk memudahkan mengetahui adanya email yang diterima, dapat dilakukan dengan pengaturan nada tandanya. Caranya dengan melakukan Setting pada pengaturan ‘Sounds and Notification’. Silahkan diatur apakah disertai dengan getar atau tidak.

Apabila masih bersikeras ingin memakai Morange dengan pertimbangan banyak fitur yang disediakan dalam satu aplikasi, perlu diketahui bahwa fungsi Morange hanya sebatas penerimaan dan Viewer. Tidak hingga ke tahap pengiriman (Reply). So, khusus untuk fitur ‘Push Email’, satu-satunya cara untuk melakukan pengiriman balasan (Reply) adalah memanfaatkan multitasking, yaitu melakukan aktivitas dengan dua atau tiga aplikasi dalam waktu bersamaan.

Caranya, tinggal menekan tombol Start Menu dan memilih Messaging, khusus untuk melakukan pengiriman balasan (Reply). Untuk kembali ke tampilan Morange, tinggal menekan tombol silang (quit) pada tampilan Messaging. Bagaimana ? Mudah kan ?

> Tulisan ini adalah untuk yang ke-empat kalinya PanDe Baik menyinggung penggunaan aplikasi Morange, sebagai sarana membantu mobilitas yang berkaitan dengan internet, sebagaimana layaknya layanan Blackberry. Ohya, masih ada satu tulisan lagi terkait aplikasi berbasis java ini, yaitu perihal Eksplorasi Morange seperti yang dipinta rekan saya Budi Windhutama. Sekedar mengetahui lebih jauh, apa saja sih isi jeroan aplikasi Morange ini yang bisa kita manfaatkan ? ditunggu yaaaa…. <

Pocket PC rasa Sony Xperia – Samsung Omnia atau HTC Diamond ?

18

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah satu minggu saya bergelut, berguling dan akhirnya mumet sendiri dengan Usulan Thesis yang sedianya harus diselesaikan minimal 22 Januari depan, saya memilih untuk melampiaskan rasa jenuh saya barang sebentar…. Tatag tutug larinya ya gak jauh-jauh, ya nge-BLoG. He…

Jangan lagi ngomongin soal Thesis yang bener-bener membutuhkan waktu juga konsentrasi tingkat tinggi untuk mempelajari yang namanya Database, MySQL, PHP juga UML. Jangan juga mengungkit-ngungkit soal banjir yang melanda jalan Dewi Sri Kuta hari minggu kemarin… Let’s talk about my hobbie. Apalagi kalo bukan PDA Pocket PC.

Ada dua alasan kenapa saya masih saja suka mengulik PDA Pocket PC O2 XDA Atom yang saya beli dari Bli WiRautama kuartal ketiga tahun lalu.

Pertama karena Bosan dengan tampilan layar Today Screen yang begitu-begitu saja dari OS rilisan 2003 hingga seri WinMobile 6.1. Padahal baru beberapa hari lalu saya meng-upgrade OS asli handset tersebut ke seri 6.1 untuk mendapatkan tampilan layar hijau khas plus batere yang lebih awet tentunya.

Kedua, lantaran saking bosannya, saya bahkan sempat ngiri dengan tampilan layar Today pada handset keluaran baru, katakanlah Sony Xperia, Samsung Omnia dan juga HTC Diamond yang jauh lebih keren dan ‘eye catching’. Hambatannya ya apalagi kalo bukan soal budget yang saya yakin gak bakalan saya anggarkan hanya untuk mendapatkan ketiga handset tadi yang kabarnya paling mutakhir saat ini.

Maka satu-satunya jalan ya mengadopsi Program tambahan dari pihak ketiga yang khusus bergerak dibidang UI (User Interface) atau penampilan layar today screen pada PocketPC. Katakanlah program iLaunch atau iFonz yang pernah saya bahas beberapa waktu lalu demi mendapatkan penampilan ala iPhone yang fenomenal itu, lengkap dengan icon kotak yang cool dan tentunya slider phone lock dengan gambar ikannya. Tak lupa juga dengan program eXPerience didedikaskan bagi mereka yang fanatik dengan Windows XP versi Desktop. Tak cuma icon shortcut yang diberikan, tapi juga Taskbar dan tampilan Shutdownpun mengadopsi beneran layaknya Windows XP.

Nah, kali ini saya ingin memperkenalkan salah satu program yang paling oke bagi saya pribadi yaitu SPb Mobile Shell. Kalo ndak salah rilis terakhir itu kisaran 2.1.4. Program yang berukuran sekitar 3-4 MB ini mampu memberikan sentuhan baru yang benar-benar berbeda pada layar today PocketPC saya. Versi resminya sih hanya memberikan Trial beberapa hari saja, jadi bagi yang menginginkan versi full dengan gratis, pilihannya cuman satu. Donlot dari Rapidshare aja. Saya lihat ada banyak yang memberikan linknya di Google.

Info tentang SPb Mobile Shell ini sebenarnya saya dapatkan dari Forum XDA Developers yang mengkhusus membahas PDA PocketPC hasil karya HTC termasuk karya mereka sebelum mengibarkan brand HTC sebagai produsen terdepan.

Jadi bagi yang memiliki handset dengan brand O2, T-Mobile, i-Mate, Eten maupun Dopod, tentu saja bisa ikutan gabung disini. Syaratnya selain registrasi ya harus mengetahui dahulu seri yang dimiliki itu merupakan seri yang mana dalam istilah HTC.

Katakanlah smartphone O2 Xphone iim yang saya miliki itu punya nama lain kalo ndak salah HTC Amadeus. PDA saya terdahulu yang T-Mobile MDA itu punya nama lain yaitu HTC Himalaya. Jadi begitu tahu codename PDA yang dimiliki, baru deh bisa memilih thread apa saja yang berkaitan langsung dan dijamin mulus untuk dijalankan.

Back to SPb Mobile Shell, ternyata dalam Forum tersebut setelah saya ubek-ubek, ditemukan beberapa thread yang membahas perihal Skin/Theme buatan para anggota forum yang berbasis program SPb ini. Jadi setelah saya pilih dan donlot, so berikut ini hasilnya…..

Bagi seorang PanDe Baik yang punya keinginan terpendam nan menggebu untuk memiliki Sony Xperia, Samsung Omnia dan juga HTC Diamond, sudah sangat puas dengan tampilan yang diadopsi oleh handset lawas milik saya ini. Tentu saja gak semirip aslinya yang punya resolusi layar jauh lebih lebar. Paling gak, keinginan untuk tampil beda dimata sendiri sudah terwujudkan. He…

Sebetulnya ada beragam Skin/Theme yang bisa didonlot seperti dibawah ini sedikit mirip-mirip today-nya Blackberry, dan ada juga yang berusaha menampilkan UI ala Windows 7 walopun agak maksa dimirip-miripkan. Ohya, Windows 7 itu kabarnya OS paling baru yang bakalan dirilis oleh Microsoft, untuk menggantikan kehebohan rilis Vista.

Selain program SPb Mobile Shell sebetulnya ada juga dua program setahu saya yang punya fungsi mirip, yaitu GSmart dan satunya lagi yaitu Point UI. Sayangnya pas saya coba terapkan pada layar PDA, ada sedikit gangguan (mungkin semacam Bug) saat operasionalnya. Seingat saya untuk Point UI itu setelah handset dikunci (lock) ya gak bisa dibalik (unlock) lagi. Walaupun dengan cara menekan layar maupun tombol pad sekalipun. Tetap terkunci.

So, bagi pengguna PocketPC lainnya yang barangkali ingin memberikan sentuhan baru ala Sony Xperia, Samsung Omnia maupun HTC Diamond, gak ada salahnya nyobain yang namanya SPb Mobile Shell. He… mirip promosi di layar teve.

> PanDe Baik berusaha meluangkan waktunya disela kejenuhan aktivitas menyelesaikan Proposal Thesis yang sedianya harus dikumpulkan tanggal 22 Januari depan, plus Presentasi hari kamis besok, ditambah beban pikiran terkait banjir yang melanda Dewi Sri Kuta. Tak lupa kabar duka datang dari seorang rekan kantor seruangan, Pak Wayan Subrata (Nang Kerok) yang dinyatakan meninggal hari Minggu siang kemarin di usia 53 tahun karena komplikasi Diabetes dan Kolesterol. Padahal baru hari Jumat sore yang lalu saya beserta Istri menyempatkan diri menengoknya di RS Tabanan. Yah, barangkali sudah jalannya. Selamat Jalan PeKak Kerok…. <

My Phone Timeline

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini ceritanya story tentang pergerakan ponsel yang pernah ada dalam perjalanan seorang Pande Baik. Sejak tahun 2003 (awal punya handphone, itupun karena terpaksa atas desakan teman-teman) He..

Nokia 3310 (2003) ; Kepemilikan : beli Second ; Alasan beli : Lantaran modal cuman 500ribu (saat itu) dan mampunya ngambil tipe ini ; Jangka waktu pemakaian : gak nyampe seminggu (karena sering restart sendiri)

Nokia 3350 (2003) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : Nokia 3310 dikembalikan ke penjualnya trus nambah 250ribu lagi untuk produk yang katanya kluaran terbaru saat itu. ; Jangka waktu pemakaian : Hampir setahun, akhirnya diambil kakak cewek.

Nokia 3530 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan poliphonic, murah lagi. -waktu itu harganya satu juta pas- ; Jangka waktu pemakaian : delapan bulanan, diberikan ke ortu pacar (eks) waktu itu. He…

Motorola C650 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan kamera, kisaran harga 1,2 juta ; Jangka waktu pemakaian : enam bulanan, dijual karena saat putus dengan pacar, si dia nuntut ntu hape dikasi ke dia aja. Ugh !

Nokia 7650 (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Rimo ; Alasan beli : gak punya hape hampir sebulanan, trus iseng dapet seharga 1,3 juta. Akhirnya mimpi itu terkabulkan jua. Punya ponsel artis. He… ; Jangka waktu pemakaian : Empat bulanan, karena batere drop. Walopun sudah beli baru, tetep aja standby timenya gak lama. Terutama kalo dipake buat foto-fotoan proyek. Hahaha…

my-phone-timeline.jpg

T-Mobile MDA (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Handphone Shop (belakangan baru tau kalo ni barang BM (bukan rilis resmi pasar lokal) ; Alasan beli : Layar sentuh, besar dan Windows. Pas buat dipake survey dan teman kerja. ; Jangka waktu pemakaian : Dua tahun (wuih…. Terlama ceritanya). Dijual karena gak punya biaya buat nikah (upacara yang ke-dua di bulan Juni 2007 lalu-lengkapnya lihat di BLoG Archive ya…). He…

O2 Xphone iim (2006) ; Kepemilikan : beli Second dari iklan Baris ; Alasan beli : buat Istri, biar bisa nampilkan wajah ganteng suaminya. Plus nada dering yang lagu Cinta. Huehehehe… and Windows of Course ! ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih ada. Awet sih !

Samsung SCH S179 (2007) ; Kepemilikan : beli Baru di BTC Teuku Umar ; Alasan beli : CDMA, murah meriah. Sudah ada memori eksternal plus radio dan kamera. ; Jangka waktu pemakaian : tiga bulanan, dengan alasan yang sama dengan PDA T-Mobile diatas. Wakakakakak…

Nokia 6275i (2007) ; Kepemilikan : Nyicil Baru dari sepupu ; Alasan beli : Handset CDMA paling oke. He… Nokia lagi. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya ada pula tampil di BLoG. He…

Nokia N73 ME (2008) awal ; Kepemilikan : beli Second di Bli Bayu ; Alasan beli : Murah oi, masih oke. Buat dipake Istri, menggantikan O2 Xphone-nya yang ribet (karena pake OS Windows). Gak se-familiar Nokia. He… Maklum, Nokia minded. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya juga ada di Blog, kira-kira bulan Maret 2008 lalu. He…

O2 XDA AtoM (2008) ; Kepemilikan : beli Second dari rekan kantor, dulu milik calon Istrine Om Wira Bagus ; Alasan beli : kasian barang masih oke, wi-fi lagi. Selain itu dapetnya juga murah. 1,6 juta. He… ; Jangka waktu pemakaian : baru sebulanan kali ya ? terakhir diisi kartu AXIS, sebelum akhirnya pindah kelain hati, make IM3.

Kira-kira besok apa lagi ya ?

Akhirnya Internet MobiLe setelah 5 Tahun

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai judul posting diatas, ternyata penulis baru berani mencoba yang namanya Internet Mobile setelah tahun ke-5 pemakaian teknologi Mobile (start at 2003, kepemilikan ha pe pertama).  Ini nyatanya dilakukan secara pelan tapi pasti, setelah pernak-pernik media dimiliki serta pendukungnya berupa pengetahuan akan proses serta tips-tips praktis akan Internet Mobile, diketahui. ‘berarti selama ini aku ngapain aja yah ?

5 tahun. hmmm.. waktu yang sangat lama dan panjang untuk sebuah kemajuan (baca: keberanian) mengunakan teknologi. He… mohon untuk dimaklumi. Awal keberanian ini tentu dimulai setelah cita-cita kepengen punya laptop tercapai. ‘at last di usia 30 baru bisa. Hihihi…- Dikompori pula oleh rekan kantor buat nyobain Internet secara mobile –gak terpaku pada Telkomnet Instant di kabel telpon rumahan lagi- Horraayyy– make Modem StarOne SpeedUp tentunya.

Puncaknya apalagi kalo bukan Wifi-hunting, buat nyalurin hasrat laptop baru, secara kebetulan didukung pula oleh milis BBC yang hobi buat hunting Free Wifi. He… Maka aktifitas BLoG-pun belakangan mulai bisa dilakukan dimanapun berada. Saat nunggu di dokter gigi, saat bengong di meja kantor sampe duduk santai di teras rumahpun bisa.

Secara kebetulan pula, mimpi punya PDA akhirnya tersalurkan setelah menunggu waktu setahun. Walopun dapetnya barang second, tapi gak penting banget, toh dengan harga yang murah dan sudah Wi-fi pula.

Ini juga yang menyebabkan kenekatan buat nyobain internet sembunyi-sembunyi kemaren via Wi-fi, cara praktis dan aman buat nyobain koneksi Wifi ditempat-tempat tertentu tanpa resiko ketahuan. Coba kalo mejeng make laptop, dijamin langsung ketangkep.

Namun tak selamanya akses Wi-fi bisa ditangkep dengan bebas, sehingga memicu keinginan buat nyobain akses GPRS via operator GSM yang pilihannya jatuh ke IM3 Indosat setelah kecewa dengan layanan AXIS. Tanpa pengaturan macem-macem lagi, langsung bisa dipake buat nge-Net.

Nah, satu kehormatan pula saat BLoG dikunjungi rekan sesama Blogger yang tingkatannya, huuuu… Jauh tinggi diatas awan, ngasi solusi keren buat nampilkan BLoG di layar PDA yang se-uprit, dengan menginstalasi Plug ins WP-Mobile. Terima Kasih bangetz Om Brokencode

Maka per minggu kemaren pula, tampilan BLoG bisa mulai nampang di layar PDA yang se-uprit itu, walopun hanya dalam bentuk mirip-mirip RSS Reader. Tapi cukuplah buat ngobatin kangen pada BLoG kala bertapa di Toilet. Huweeeek !

5-tahun-internet-mobile.jpg

Jam-jam terakhir sebelum posting ini dibuatpun, masih disempatkan nyobain Yahoo Messenger via PDA, ini sih sekedar gaya-gayaan aja, cuman buat ngomporin rekan kantor yang begitu bangga dengan ponsel TV berlayar sentuhnya. Sempat dicobain pula dengan Om Anton, sayangnya sampe detik in i blom sempat dicobain lebih detil.

At Last tadi malem sempat juga iseng nyobain Free Wifi-nya Tiara Grosir, berbekal PDA ini ajah. Karena dari pengamatan terakhir, kok ndak ada yang aken ngebawa laptop buat ngerasain gratisan ini. Eh, ternyata kecele…

Kemaren itu ada sekitar empat meja yang diisi pengguna komputer jinjing, bahkan ada satu meja yang diisi tiga biji laptop mirip milik pribadi. He.. rata-rata pada dimanfaatin buat nge-BLoG. Ah, tau gitu tadi kan dibawa aja laptopnya.

Anywe, sudah kadung ngebawa ni PDA, yah iseng aja dicobain buat ngeliat peta via Google Earth, yang ternyata untuk konsumsi Mobile diarahkan langsung ke Google Maps buat nge-donlot dulu Softwarenya yang seukuran 700-an Kb, sukses dalam hitungan detik. Maka jadilah keinginan buat surfing peta Kuta Bali via layar PDA dengan manfaatin Free Wifi-nya Tiara Grosir, yang rencananya bakalan dipamerin ke rekan-rekan kantor. Eh, barang second murah ini ternyata bisa nyari peta Kuta juga loh… Wakakakakakk..

My Mobiler solusi praktis Personalisasi PDA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada software menarik ditemukan via Google, saat penulis ingin melakukan Hard Reset pada PDA, sekalian mempersonalisasinya agar sesuai dengan kegiatan penulis nantinya.

Oya, Hard Reset itu dilakukan dengan menekan tombol Power pada sisi atas PDA dibarengi dengan Soft Reset (Reboot) pada lubang kecil pada sisi bawah PDA. Hal ini dilakukan apabila para pengguna PDA ingin mengembalikan setting keseluruhan handset seperti keluaran pabrik / beli baru. Itu sebabnya penulis tak terlalu khawatir dengan aktivitas selama menggunakan PDA lantaran kemudahan yang diberikan ini layaknya PC.

Itu artinya, usai melakukan Hard Reset, pengguna minimal mampu menginstalasi sendiri aplikasi tambahan apa saja yang ingin digunakan pada PDA, serta mem-personalisasikannya agar nyaman dipakai saat beraktifitas.

Satu kekurangannya saat mlakukan personalisasi ini adalah ribetnya proses instalasi via PC, kemudian harus beralih ke PDA untuk menyelesaikan prosesnya.

Nah, Penulis pun akhirnya menemukan dan sangat terbantu oleh aplikasi gratisan My Mobiler, yang dapat digunakan setelah PDA terhubung dengan PC via Activesync. Proses instalasinya dilakukan otomatis sekaligus pada PC dan PDA, dan muncul pada Tray (dipojok kanan bawah) untuk aktivasi aksesnya.

my-mobilers.jpg

My Mobiler ini mampu menampilkan simulasi layar PDA pada layar PC, dan dapat dipakai seperti pemakaian PDA biasa dengan bantuan Mouse. Artinya ribet peralihan proses instalasi diatas dapat tergantikan dengan bekerja pada satu layar PC saja. Tentu jauh lebih memudahkan dan menyingkat waktu. Cukup luangkan satu jam untuk melakukan instalasi aplikasi tambahan dan langsung mempersonalisasikannya sesuai kebutuhan pengguna, tanpa harus menggunakan Stylus.

Tak hanya itu, My Mobiler juga mampu mengambil screenshot pada layar PDA sekaligus merekam aktivitas untuk keperluan edukasi misalnya. Membuat Tutorial personalisasi PDA misalnya, disimpan dalam format avi.

Dengan My Mobiler ini, penulis sangat merasakan manfaatnya dalam mengutak atik isi PDA via layar PC, tak terganggu oleh stylus dan layar PDA yang kecil. Dapat digunakan pula untuk men-transfer data yang jauh lebih praktis.

Pande mau jualan yah ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

mau-jualan.jpg

ki-ka :

Nokia N73 – sekarang masih dipake oleh Istri

Nokia 6275i CDMA – ini sih jadi ponsel pelopor dikantor. he…

O2 XPhone iim – kasian dijual, ditawar 750rb. padahal tipe Smartphone Windows 2003…

O2 XDA Atom – eks ne Bli Wira, dibeli rekan trus beralih ke meja penulis. Lumayan buat bantu-bantu survey jalan.

paling bawah, laptop Acer Aspire 4520, khusus buat gambar make Autocad, plus ng-BLoG tentu.

Setahun menunggu untuk sebuah PDA

3

Category : tentang KHayaLan

Kalo dibuka lagi rekaman blog setahun lalu, tepatnya pas dijualnya PDA pertama yang penulis miliki, rasanya memang agak sedih… Tapi berhubung ntu barang dijual buat nambah-nambahin modal upacara nikah yang kedua masih dengan istri yang sama, apalagi setelah tau pengorbanan itu nyatanya membuahkan hasil, akhirnya gak ada rasa menyesal sedikitpun sudah melepas teman setia untuk dua tahunan lebih.

Memerlukan waktu setahun lebih untuk bisa memiliki handset buat kerja macam beginian lagi, dan Syukurlah…. Tuhan-pun berkenan untuk mengabulkannya. Walaupun bukan yang ada diangan-angan.

PDA dengan merk O2 seri XDA Atom milik calon Istrine Bli Bagus Wirautama, kini dengan manisnya menghias kekosongan akan kebutuhan gadget untuk kerja dan tentu saja survey jalan. Yah, semoga saja bisa berguna sesuai harapan.

The story of Wira’s PDA Ends

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Nah, beralihnya kepemilikan PDA eks calon Istrine Bli Bagus Wirautama, membuat penulis kembali membuka-buka koleksi cd program yang berisikan kumpulan aplikasi untuk Windows Mobile 2003 terdahulu plus isi dari Memory Cardnya.

Langkah pertama tentu me-reset ulang (kembali) serta menginstalasinya di laptop, tentu untuk meng-syncronize PDA dengan daftar kontak yang penulis simpan di MS Outlook, sama dengan tiga handset yang penulis miliki. ni PDA sebetulnya sudah sempat di hard-reset oleh rekan kantor setelah kabel datanya diberikan oleh Bli Wira Bagus sehari setelah Manis Galungan kmaren.

Maka mulailah penulis menyuntikkan beberapa aplikasi tambahan yang dahulu sempat diposting untuk Optimalisasi Performa PDA, diantaranya Adobe Acrobat untuk membuka file format pdf yang penulis pake menggambarkan peta ruas jalan Kabupaten Badung, Resco Explorer untuk mengganti File Explorer bawaan OS asli yang tentunya jauh lebih familiar lengkap dengan pilihan ˜show hidden files-nya’, Handy Switcher untuk membantu Multitasking saat membuka peta bersamaan dengan daftar nama ruas jalannya yang dikemas dalam format xls “Mobile Excel-.

Tak lupa game Sudoku Collection salah satu favorit penulis untuk membunuh waktu, juga Mortring untuk mempersonalisasi nada dering plus sms pada masing-masing kontak “baik yang terdaftar, tak terdaftar maupun nomor pribadi/dirahasiakan- dan tentunya terakhir Spb Pocket Plus untuk customisasi layar Today, agar dapat mencantumkan Shortcut aplikasi yang paling sering dipakai, agar tak lagi mengakses lewat Start Menunya. Selain fitur tambahannya yang berupa Battery Monitor dan Close All Programnya.

Setelah penulis siap dengan pembelajaran singkat perihal OS dan aplikasi bawaan via buku Manualnya, maka langkah selanjutnya ya mempercantik visual, dengan mengganti Screen Guardnya untuk menghilangkan cacat bekas stylus, memoles bodi agar jadi lebih kinclong dan tentunya mengganti Leather Case dengan bentuk macamnya buku agenda.

pda-wira-2.jpg

Maka lahirlah PDA baru ala Pande Baik, walopun sebelumnya merupakan second dari calon Istrine Bli Bagus Wirautama, sempat mengundang decak kagum dari para rekan kantor lain mengira kalo ni barang baru gres. Sampai-sampai si rekan yang sebelumnya melego murah, malah berbalik menawarnya kembali dengan harga dua juta.

Walah, kalo sudah kinclong begini sih, jadi malas ngejualnya lagi. Mendingan jadi temen baru buat ngblog aja yaaa….