Ponsel dan Perubahan -era PDA

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Honor pertama sebagai Direksi Teknis kegiatan perubahan wajah Puspem Badung ditambah Honor pertama kerja sambilan sebagai drafter, akhirnya mengantarkan saya pada era PDA Phone yang saat itu masih didominasi oleh OS Palm. Saya pribadi memilih OS Windows Mobile 2003 awal dalam rupa perangkat Black Market milik T Mobile seri MDA yang merupakan seri kembaran dari O2 XDA II yang rilis resmi di Indonesia.

Untuk kelas seorang PNS dan juga pengguna ponsel saat itu, kehadiran PDA baik dalam sesi rapat maupun hangout bersama teman, sangat mengundang perhatian mengingat bentukannya yang lebar dan besar plus layar sentuh ber-stylus merupakan hal aneh di tengah orang-orang yang masih ber-Nokia Minded.

Setidaknya beberapa mimpi di awal menjadi PNS sudah terwujud lewat Office Mobile yang mampu menyajikan beberapa file RAB, surat dan dokumen penting lain hingga gambar peta Jalan Kabupaten per kecamatan konversi format dari dwg (autoCad) menjadi pdf. Amat sangat membantu proses kerja dan survey lapangan saat itu.

PDA Phone PanDe Baik

Minusnya hanya satu. Daya tahan batere sangat rendah. Bahkan tidak dalam kondisi online. Dimana efek pertama yang dirasakan jika batere sampe habis di titik Nol persen adalah… Hard Reset alias menghilangkan semua Data yang ada dalam Internal Memory termasuk Kontak, SmS dan dokumen baru yang secara default tersimpan di folder system.

Saat-saat inilah hampir semua daya upaya dan koneksi internet dikeluarkan demi memecahkan masalah dan persoalan tadi.

Pertama, melakukan backup dokumen dan aplikasi serta games penting di eksternal memory, Kedua melakukan Sinkronisasi Daftar Kontak untuk memulihkan kondisi awal dalam satu kali klik, tidak disimpan satu persatu, dan ketiga penataan ulang User Interface depan untuk memudahkan penggunaan.

Selain itu, sayapun mulai berkenalan dengan teknologi internet dan mobile email.

Era PDA sempat terputus gara-gara ponsel dengan terpaksa dijual sebagai bekal tambahan pernikahan kedua *uhuk dan berpindah kembali ke Nokia 6275i cdma, baru berlanjut kembali saat mendapatkan second hand O2 Atom milik blogger tenar WiraUtama dan Audiovox PPC 6700 cdma dari seorang kawan kuliah pasca sarjana.


Ponsel Impian dari TREO hingga Windows Mobile

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketertarikan saya pada perkembangan teknologi ponsel sebagai alat komunikasi tidak dipungkiri tercermin dari sebagian besar isi BLoG ini dan juga bahan bacaan yang saya lahap setiap harinya. Namun ketertarikan itu hanya sebatas ingin tahu fitur apa yang dimiliki, bagaimana memahami operasional atau pemeliharaannya dan tidak sampai sejauh menjadi seorang pakar ataupun teknisi ponsel. Hal ini mengundang ketertarikan orang akan satu pertanyaan yang kerap dilontarkan kepada saya. ‘Seperti apa sih ponsel Impianmu Nde ?’

Bicara ponsel impian, jika boleh saya merunut jauh kebelakang bahkan jauh sebelum histeria blackberry, iPhone atau ponselTV terjadi di Indonesia, salah satu wujud yang saya inginkan adalah memiliki keypad QWERTY. Namun fungsi yang saya harapkan waktu itu bukanlah Messaging ataupun FaceBook, Chat dll, tapi lebih pada kebutuhan pekerjaan. Selain itu, memiliki handset yang berbeda dengan apa yang dimiliki orang disekitar atau lingkungan saya adalah satu hal mutlak yang saya inginkan.

Tepatnya bulan April tahun 2003 InfoKomputer, sebuah malajah bulanan yang saya lahap dahulu menurunkan Liputan Utama mereka tentang PDA Konvergensi. Tentang perkembangan teknologi pada PDA yang pada awalnya hanya berfungsi sebagai sebuah Organizer, sudah mulai merambah sebagai alat komunikasi dan juga multimedia. Kalo ga’salah waktu itu mereka mengulas tiga sistem operasi yang lazim digunakan pada PDA saat itu sebagai pendukung liputan, yaitu Windows Mobile, Palm dan Symbian UIQ.

http://www.techory.com/blog/wp-content/uploads/treo-history.jpg

http://www.techory.com/blog/wp-content/uploads/treo-history.jpg

Pada beberapa halaman terakhir liputan tersebut, diperkenalkanlah handset PDA yang mendukung kriteria konvergensi tersebut. Diantaranya HP iPaQ dan O2 mewakili OS Windows Mobile, Tungsten dan Treo mewakili OS Palm, serta Nokia dan Sony Ericsson mewakili OS Symbian UIQ. Bisa dibayangkan kekaguman saya akan beragam jenis handset ‘tak biasa’ ini. Beberapa diantaranya bahkan sesuai dengan impian saya. Katakan saja Treo 300 dan 600 merupakan piliahn pertama saya saat itu, mengingat dari segi harga masih bisa dijangkau. Saya tidak berani mengkhayalkan sebuah iPaQ atau O2 yang kisarannya waktu itu mencapai angka 6-7 jutaan.

Masalah utama yang muncul saat itu adalah tak satupun gerai ponsel yang ada diseputaran Kota Denpasar menyediakan handset seperti yang saya inginkan. Impian saya tersebutpun akhirnya saya pendam dan buang jauh-jauh hingga berselang dua tahun kemudian, saya akhirnya mampu mewujudkannya. Sebuah PDA yang tak berani saya khayalkan sebelumnya, akhirnya bisa saya gapai.

Apabila kini saya kemudian ditanyakan ‘Seperti apa sih ponsel Impianmu ?’ maka jawaban saya tetap sama. Minimal memiliki keypad QWERTY dan dengan bentuk yang tak biasa atau bahkan tidak sama dengan apa yang dimiliki oleh lingkungan saya. Namun ada satu kriteria lagi yang akhirnya patut ditambahkan setelah sekian lama menggunakan T-Mobile MDA yang merupakan varian dari O2 XDA II yaitu, OS Windows Mobile Pocket PC adalah hal mutlak.

http://www.gadgetreview.com/wp-content/uploads/2009/01/ice-phone-1.jpg

http://www.gadgetreview.com/wp-content/uploads/2009/01/ice-phone-1.jpg

the ICEphone… ponsel impian PanDe Baik


Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 2

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar, berikut tulisan terkait sistem operasi Palm, Linux, BlackBerry dan Android. Tak ketinggalan sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia. Apa itu ? silahkan dilanjutkan.

Palm adalah pesaing utama dari sistem operasi Windows Mobile di awal tahun 2000-an lalu. Palm juga merupakan pelopor sistem operasi yang mutlak digunakan oleh sebuah ponsel pintar. Sayangnya ketenaran Palm belakangan kian turun begitu kehadiran para pesaingnya yang kian mengganas. Keunggulan sistem operasi Palm adalah tidak memerlukan banyak memory untuk dapat menjalankannya dengan baik. Dengan kapasitas sebesar 16 MB misalnya sudah sangat lebih dari cukup untuk menyuntikkan berbagai fungsi aplikasi tambahan. Terakhir kabarnya Palm bakalan merilis ponsel terkini mereka yang disebut Palm Pre. Ponsel yang kabarnya memiliki keunggulan yang digadang-gadangi sebagai iPhone killer.

Linux adalah salah satu sistem operasi yang kerap digunakan oleh vendor Motorola. Baik dalam seri ROKR maupun seri PDA layar sentuh mereka. Namun keterbatasan dukungan fungsi aplikasi tambahan dan user interface yang kurang familiar menyebabkan sistem operasi ini timbul tenggelam dalam dunia ponsel.

BlackBerry yang belakangan muncul dan langsung menjadi trend rupanya makin berusaha mencuri pangsa pasar yang dahulunya dikuasai oleh Windows Mobile. Bahkan kabarnya saking trend-nya BlackBerry di pasar Indonesia, peluncuran ponsel pintar dari sebuah vendor besar yang menggunakan Symbian 3rd Edition malah kalah gaungnya. Apa yang menjadi keunggulan dari sistem operasi ini ? sesungguhnyalah yang diunggulkan adalah layanan dari Research In Motion (RIM) selaku pengembang sistem operasi BlackBerry ini. Dari fitur Push Email yang mampu menciutkan ukuran sebuah attachment pada sebuah email hingga 10 (sepuluh) persennya hingga Messenger yang beken itu. Selebihnya sebenarnya tak jauh berbeda dengan sistem operasi lainnya baik itu Symbian maupun Windows Mobile.

Android adalah sistem operasi terkini sebuah ponsel besutan perusahaan raksasa Google. Sistem operasi ini sudah mulai digunakan oleh vendor terkemuka dibidang PDA berlayar sentuh yaitu HTC diikuti oleh vendor lokal IMO yang barangkali ingin mencoba sedikit peruntungannya. Mengandalkan berbagai fitur milik Google yang kabarnya menjadi ancaman bagi perusahaan lainnya sekelas Microsoft dan Yahoo, Android berusaha mencuri perhatian melalui Maps, Search hingga browsernya yang diklaim jauh lebih ringkas dan gegas. Sayang, keterbatasan budget kantong pribadi menjadi salah satu kendala untuk menjajal sistem operasi ini. Masih berharap Google bakalan menyediakan Simulator Developmentnya seperti halnya BlackBerry dan Windows Mobile tempo hari.

Pernah dengar sistem operasi Maemo ? Maemo adalah sebuah sistem operasi terbaru dari sebuah vendor besar Nokia yang digunakan oleh device terbatas Internet Tablet yaitu seri N770, N800, N810 dan N900. Sistem operasi ini lebih mengkhusus diperuntukkan bagi mereka yang lebih mengutamakan aktifitas internetan dan browsing ketimbang voice atau komunikasi. Tak heran dalam setiap rilis devicenya, Nokia selalu mengutamakan resolusi layar yang besar dan lebar lengkap dengan layar sentuh plus keypad QWERTY dalam bentuk slide.

Beragamnya jenis dan versi dari masing-masing sistem operasi yang mutlak digunakan dalam sebuah perangkat ponsel pintar (baca:Smartphone) membuat makin banyaknya pilihan yang disodorkan pada konsumen untuk digunakan. Bagaimana tips untuk memilihnya ? tunggu tulisan saya selanjutnya.


Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 1

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel pintar belakangan kian digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia yang mulai bosan dengan keterbatasan kemampuan ponsel yang dimiliki sebelumnya. Banyak alasan yang dikemukakan, mulai dari keperluan akan penunjang pekerjaan kantoran, terima kirim email, ataupun beraktifitas lainnya secara mobile. Untuk mendukung alasan tersebut sebuah ponsel pintar tak hanya mengandalkan otak prosesor yang disematkan didalamnya tapi juga sebuah sistem operasi.

Secara pengertian awam dalam konteks manusia, sistem operasi itu dapat saya gambarkan sebagai jenjang pendidikan lanjutan yang sudah mulai terfokus pada berbagai bidang pembelajaran secara mengkhusus. Semua manusia memiliki otak yang mampu menyerap berbagai kemampuan namun tidak semua memiliki jenjang pendidikan tersebut. Jenjang pendidikan ini mutlak diperlukan apabila manusia yang bersangkutan menginginkan kemampuannya dapat berkembang secara luas. Dalam konteks ponsel penambahan kemampuan ini diartikan sebagai penambahan aplikasi yang dapat memberikan kemampuan atau fungsi tertentu diluar kemampuan dasarnya.

Dalam dunia ponsel ada berbagai macam sistem operasi yang disematkan kedalam sebuah ponsel pintar. Mulai dari Symbian 60, Symbian 80, Symbian UIQ, Windows Mobile, Palm, Linux, Android hingga terkini yang digunakan oleh iPhone dan tentu saja BlackBerry. Beragamnya jenis sistem operasi agaknya cukup menyulitkan konsumen dalam memilih lantaran masing-masing menawarkan berbagai keunggulan tersendiri. Namun keunggulan itu tetap membutuhkan penyesuaian kemampuan dari penggunanya agar dapat berfungsi secara optimal.

Sistem operasi yang digunakan pada iPhone misalnya. Tak ada yang meragukan kemampuan input pada layar sentuhnya. Cukup dengan menggunakan jari tangan, berbagai fungsi tap, hold, drag, rotate dsb dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan teknologi ini membuat para pesaingnya berlomba-lomba menciptakan inovasi sejenis. Tak hanya itu, penampilan layar aktifnya pun membuat banyak vendor mendadak menjadi plagiat, ikut-ikutan mengadopsi tampilan icon yang stylish tersebut. Namun dibalik keunggulannya, sistem operasi yang digunakan iPhone ini jauh lebih ribet ketimbang lainnya. Tidak dapat melakukan copy paste (entah itu berupa teks maupun file) adalah salah satu kekurangannya. Meski hal ini sudah mulai disempurnakan pada sistem operasi rilis terakhir namun rupanya alasan mengapa mereka menerapkan hal itu adalah untuk mencegah pembajakan hak cipta.

Berbeda lagi dengan sistem operasi Symbian yang sepertinya lebih identik dengan vendor besar Nokia. Namun sebenarnya tak hanya Nokia saja yang menggunakannya, Samsung bahkan Sony Ericsson pun ikut serta ambil bagian. Sistem ini sebenarnya dibagi lagi menjadi beberapa versi yaitu Symbian 60 1st 2nd dan 3rd edition yang biasanya digunakan pada ponsel pintar tanpa fitur layar sentuh, 5th edition untuk yang berlayar sentuh, Symbian 80 untuk tipe Communicator dan tentu saja UIQ, varian yang digunakan pada ponsel Sony Ericsson seri P. Symbian dikenal lantaran penggunaannya yang user friendly. Dengan pola grid 3×4 pada Menu dapat dikustomisasikan sesuai keinginan pengguna. Apalagi ada ribuan pengembang aplikasi yang siap mendukung sehingga fungsi-fungsi tertentu seperti mobile office, GPS, pembaca digital hingga signature code-pun dengan mudah dapaat digunakan. Apabila terjadi kerusakan secara software, masing-masing vendor telah menyediakan layanan upgrade firmware secara online yang dapat dilakukan oleh seorang pengguna end user sekalipun.

Windows Mobile kini bukan lagi menjadi trend sistem operasi mutlak sebuah ponsel pintar. Namun kompabilitasnya terhadap sebuah PC tak lagi diragukan. Mulai dari office, email hingga aplikasi utility tertentu sudah tersedia dalam dua versi, PC dan mobile. Sayangnya seperti halnya sebuah PC, bagi pengguna yang baru berkenalan dengan sistem operasi Windows Mobile bisa jadi merupakan sebuah mimpi buruk. Karena baik penggunaan maupun pengoperasiannya sama persis, demikian juga dengan opsi pilihan atau kustomisasi yang harus melewati Control Panel. Sialnya lagi, tidak adanya dukungan terhadap Bahasa Indonesia, jikapun ada terjemahannya yang didapatpun agak aneh dan malah semakin menyulitkan untuk dimengerti. Tetikus (mouse) atau Sur-EL (surat elektronik/email) adalah salah duanya. Namun bagi sudah familiar dengan Windows PC saya yakin tidak akan menemui banyak kesulitan. Sistem operasi ini dibagi menjadi 2 (dua) peruntukan yaitu Standard Edition (untuk ponsel pintar tanpa layar sentuh) dan Professional Edition (untuk PDA berlayar sentuh).

Lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya seperti Palm, Linux, BlackBerry atau Android ? juga sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia ? tunggu tulisan saya selanjutnya.


iPhone BT Simulator hanya sekedar Animasi perangkat iPhone

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sukses mencoba menjalankan dan menjajal kemampuan BlackBerry Device Simulator Development dan Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development kini giliran berburu iPhone Device Simulator Development. Tujuannya ya tiada lain hanya ingin tahu seperti apa sih sistem operasi yang ditanamkan pada iPhone tersebut ? Kan tempo hari sudah pernah mencoba langsung menjajal iPhone 3G ? hehehe…

Setelah bolak balik mencari di mbah Google, ternyata apa yang saya harapkan tidak dapat terwujud berhubung iPhone Device Simulator Development yang disediakan hanya dapat dijalankan pada sistem operasi Mac, bukan Windows. Kendati demikian untuk mengobati rasa penasaran pengguna sistem operasi Windows, seorang Shaun Sullivan berkenan membagi sedikit pengetahuannya terkait iPhone Device Simulator yang dinamakan iPhoneBT. Sebuah aplikasi berukuran 8,44 MB yang difungsikan sebagai simulator dari sebuah device iPhone untuk pengguna sistem operasi Windows.

Kecilnya ukuran file (tak sampai 10 MB-bandingkan dengan simulator yang lain minimal 75 MB) membuat saya ragu apakah benar aplikasi ini akan dapat berfungsi sebagaimana layaknya sebuah Device Simulator yang dapat diotak-atik hingga ke sub menu terdalam ataukah hanya sebuah installer seperti halnya Google Earth 5.0 yang kemudian memaksa penggunanya menginstalasi aplikasi secara online ?

Setelah mengeksekusi aplikasi ini barulah keraguan saya terjawab. File ini bukanlah sebuah file installer melainkan sebuah aplikasi yang sudah ‘jadi’ dan pengguna tinggal menggunakannya tanpa perlu menunggu waktu lama. Tidak seperti kedua Simulator Device sebelumnya, iPhone BT tidak memerlukan waktu start-up untuk memulai sistem operasi siap dijalankan.

Kesan pertama dari aplikasi ini adalah ‘this is iPhone’. Tampilan layar aktif atau deretan icon Menu memang sesuai device aslinya, demikian pula saat mencoba kembali ke layar utama dengan menekan satu-satunya tombol yang ada dibawah layar. Tak hanya itu, diberikan pula opsi untuk mengunci dan membuka layar yang dikenal dengan teknologi ‘Slide to Unlock’. Benar-benar seperti memiliki sebuah device iPhone.

Tapi sayang kekaguman saya tidak berjalan lama lantaran ketika mencoba untuk mengakses icon Menu, tampilan layar hanya berubah sampai tampilan dari Menu yang dipilih. Tidak ada pilihan untuk opsi ‘Option’, seperti halnya kedua simulator lainnya, tidak ada area interaktif yang dapat digunakan untuk menulis sms/pesan, menyimpan Contact ataupun membuat Note. Pula tombol back ataupun pilihan meng-customize tampilan. Area layar sentuhnya pun tak berfungsi sebaik Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development, hanya mengkhusus berada pada icon Menu dan tombol dibawah layar. Rupanya aplikasi ini hanyalah sebuah animasi tampilan dari sebuah device bernama iPhone.

Jadi kurang lebih aplikasi iPhoneBT ini hanyalah diperuntukkan sebagai pengobat rasa penasaran bagi mereka yang ingin tau bagaimana tampilan awal/aktif iPhone plus tampilan awal masing-masing Menu yang dimiliki. Bukan difungsikan untuk pengembangan aplikasi ataupun menjajal sistem operasi lebih jauh. Yaaaaaahhhh…


Mengeksplorasi Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development, untuk dapat menggunakan aplikasi ini pertama kalinya diperlukan kesabaran dalam menunggu waktu starting operating system. Sama halnya dengan menggunakan device secara real, aplikasi ini membutuhkan waktu sedikitnya 30 detik untuk bisa menampilkan layar today screen pada versi Professional Edition dan 2 menit untuk versi Standard Edition.

Menjajal simulator sistem operasi Windows Mobile ini tidak memerlukan banyak penyesuaian seperti halnya BlackBerry Device Simulator Development. Ini bisa dimaklumi lantaran sebelumnya saya pernah memiliki dan menggunakan 3 (tiga) PDA dan 1 (satu) yang menggunakan sistem operasi sejenis, yaitu T-Mobile MDA II, O2 XDA Atom, Audiovox PPC 6700 CDMA dan O2 Xphone iim Smartphone.

Untuk versi Professional Edition atau PDA dengan layar sentuh, pengoperasiannya dapat memanfaatkan Mouse sebagai pengganti jari tangan. Pemanfaatan ini berlaku juga untuk perilaku tertentu yang biasanya digunakan pada sebuah device berlayar sentuh yaitu pilih dan tahan (hold), geser (drag) dan tentu saja eksekusi. Tak hanya itu, Pengguna dapat juga menggunakan fasilitas tombol yang tersedia yang tentu saja akan berfungsi sesuai peruntukkannya. Untuk melakukan perpindahan Menu pada versi ini cukup gegas kok, berbanding terbalik dengan versi Standard Edition yang memerlukan waktu jeda dalam mengakses perpindahan Menu, itupun sedikit sulit mengingat kecepatan untuk dapat menggerakkan mouse tidak secepat jari tangan.

Pengembangan fitur dari versi sebelumnya ternyata tidak banyak, apalagi kalo dilihat pada versi Standard. Secara default aplikasi yang mendukung office mobile barangkali masih perlu penambahan, berbeda dengan versi Professional yang sudah ada dalam Menu. Office Mobile yang dimaksud pada simulator ini kompatibel dengan Office 2007 yang digunakan pada PC. Demikian pula dengan aplikasi OneNote-nya.

Untuk Browser bawaan pada versi Professionalnya memiliki pilihan yang mirip dengan Browser milik Opera, dapat menampilkan halaman dalam versi mobile ataupun Desktop Computer, bergantung kebutuhan dan koneksi. Sedangkan Windows Media Playernya yang digunakan sebagai player file multimedia secara default sudah dapat menampilkan gambar secara penuh alias fullscreen.

Yang unik disini adalah tampilan layar Today dimana pada saat device dalam keadaan terkunci, terdapat logo gembok yang musti digeser bisa kekiri maupun kanan untuk membuka kunci, satu teknologi yang rupanya telah dipelopori oleh iPhone. Demikian pula saat layar dalam keadaan aktif akan menampilkan berbagai akses shortcut menuju fitur yang sering digunakan. Tampilan ini mirip dengan device milik Samsung yang dikenal dengan sebutan Widget.

Jauh berbeda dengan pengembangan versi Professional, versi Standard-nya nyaris tidak terlihat perbedaannya. Ini bisa dilihat dari fitur File Explorer-nya tetap tidak memiliki Menu ‘Copy to’ atau ‘Move to’ yang mengakibatkan untuk melakukan perpindahan file secara random tetap harus bolak balik dari folder asal ke tujuan. Demikian pula dengan tampilan layarnya, baik secara aktif maupun terkunci.

Sebenarnya untuk menyempurnakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing versi dapat ditambahkan beberapa aplikasi tambahan seperti Resco Explorer (untuk fungsi layaknya PC), Full Screen KeyBoard, Handy Switcher (untuk perpindahan Menu saat multitasking), MortRing (untuk nada panggil yang beragam), Scientific Calculator (untuk fungsi hitung yang lebih lengkap) dan tentu saja SPB mobile Shell (untuk perubahan User Interface).

Pada akhirnya, saat mencoba Windows Mobile 6.5 Device Simulator Development serasa memiliki device ponsel/PDA beneran meski tidak mampu digunakan untuk melakukan panggilan maupun akses data (browsing). Setidaknya bagi saya pribadi simulator ini sudah cukup mengobati kekangenan saya akan sebuah PDA ber-Windows Mobile. Entah kapan bisa memilikinya kembali…