Optimalkan Windows dengan TuneUp Utilities

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketika kinerja sebuah PC atau laptop sudah mulai melambat, sebagian orang mulai berpikir untuk meng-install ulang sistem operasi yang mereka gunakan, menambah atau melakukan upgrade jeroan yang ada didalam CPU atau malah menggantinya dengan yang baru. Pemikiran itu tidak salah lantaran bagi awam sungguh sulit bisa memahami kinerja PC atau laptop yang mereka miliki.

Jika Anda termasuk salah satu dari gambaran ilustrasi diatas, gak ada salahnya sebelum memutuskan, barangkali bisa mencoba terlebih dahulu saran saya kali ini. Silahkan unduh (download) aplikasi TuneUp Utilities terlebih dahulu dari www.tune-up.com. Satu aplikasi berkategori Utility yang sangat berguna untuk mengoptimalkan kinerja PC atau laptop Anda. Aplikasi ini kurang lebih berfungsi sama dengan Norton Utilities yang dulu pernah trend sekitar tahun 2003.

Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh aplikasi TuneUp Utilities ini adalah sangat banyak, namun beberapa yang penting diketahui adalah bersih-bersih file sampah (file yang tidak berguna bagi PC), menonaktifkan aplikasi yang dijalankan pada saat start-up Windows, pengelolaan Hard Disk, hingga optimalisasi kinerja sekaligus performance Windows pada PC atau laptop.

Untuk pengguna awam, saat PC atau laptop dinyalakan dan siap digunakan, tidak banyak yang tahu bahwa Windows menjalankan beberapa aplikasi yang tak terlihat atau beraktifitas dibelakang layar dan mengambil opsi Memory (RAM) dalam jumlah yang tidak sedikit. Aktifitas ini bisa diketahui dari banyaknya jumlah icon (gambar/logo kecil) yang tampak pada sudut kanan bawah layar, tepatnya di area Jam. Semakin banyak icon yang nampang disitu, makin banyak Memory (RAM) yang digunakan, yang artinya ketika aktifitas bekerja dimulai opsi sisa Memory yang dapat digunakan oleh berbagai aplikasi yang dijalankan tidak optimal. Makin sedikit sisa Memory yang tersedia, maka kinerja PC makin tampak melambat. Untuk memeriksa berapa banyaknya Memory (RAM) yang digunakan dapat diakses melalui Task Manager (tekan tombol Ctrl-Alt-Del secara bersamaan lalu pilih Start Task Manager, bisa juga dengan mengklik kanan Taskbar).

Dengan memanfaatkan aplikasi TuneUp Utilities ini, aplikasi-aplikasi yang dijalankan saat PC atau laptop dinyalakan dapat dinonaktifkan sementara untuk menambah kinerja Windows. Lakukan Restart untuk melihat perubahannya. Apabila selanjutnya terdapat kebiasaan yang tidak dapat berfungsi (misalkan transfer foto dari kamera ketika kabel data disambungkan), Anda bisa mengaktifkannya kembali dan lakukan Restart untuk melihat perubahannya.

Sedari awal penggunaan PC atau laptop, Windows secara otomatis menciptakan file  sementara (yang dikenal sebagai Temporary Files) berfungsi untuk penyelamatan data atau aktifitas yang dijalankan sebelumnya. Sayangnya apabila tidak dibersihkan secara berkala, file ini akan mengendap sebagai sampah dan memenuhi ruang space Hard Disk yang tersisa. Apabila tidak terjadi kehilangan data selama penggunaan, tidak ada salahnya file ini dibersihkan. Demikian juga dengan aktifitas instalasi aplikasi yang ketika dikemudian hari diketahui bahwa aplikasi tersebut tidak berguna lalu dihapus, secara otomatis aplikasi yang bersangkutan meninggalkan jejak pada Registry yang kelak dapat digunakan apabila pengguna melakukan instalasi kembali aplikasi yang sama.

TuneUp Utilities menyediakan opsi untuk melakukan pembersihan file sampah ataupun Registry secara menyeluruh, untuk mendapatkan kembali ruang sisa pada Hard Disk serta melakukan pengelolaan secara berkala seperti fitur Defrag (penataan kembali lokasi file agar lebih mudah dan cepat ditemukan) dan Disk Doctor untuk perbaikan ruang pada Hard Disk.

Apabila kinerja Windows pada PC atau laptop masih belum jua memuaskan, TuneUp Utilities menyediakan opsi Optimalisasi yang diinginkan oleh Pengguna. Baik terkait optimalisasi Sistem, apakah lebih mementingkan penampilan visual terbaik atau performance terbaik atau malah kombinasi keduanya, maupun terkait optimalisasi kegiatan internet-an yang makin trend belakangan ini. Tak lupa aplikasi ini juga dapat memberikan saran-saran yang dapat diikuti oleh pengguna untuk mendapatkan optimalisasi yang jauh lebih baik.

Bagaimana ? ada yang belum jelas ? Sebetulnya masih banyak fitur lain yang terdapat dalam aplikasi TuneUp Utilities ini, namun terkait peningkatan kinerja dan performa Windows pada PC atau laptop, saya kira tips diatas sudah cukup mewakili. Jadi, gak ada salahnya mencobanya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak lebih jauh. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

Setelah Bola-bola Datanglah Poke

10

Category : tentang KHayaLan

Judul posting diatas, bukan maksud penulis mengundang pornografi, lantaran pernah terdengar permintaan untuk mengharamkan-melarang satu games juga film anak-anak yang memuat kata Poke yaitu pada Pokemon.

Ya, Pokemon. Itu maksud kata Poke pada judul diatas. Poke disini penulis maksud adalah sebuah games berjenis puzzle, yang mengambil tokoh-tokoh monster dalam film tersebut dijejer dalam kotak-kotak kecil 16×9 grid, dimainkan dengan mencari gambar yang sama, dari sisi luar terdahulu, untuk membuka jalan gambar tokoh yang ada disisi dalam.

Games Poke ini dikemas dalam satu file exe tanpa perlu diinstalasi lagi, berukuran 713 Kb saja. Mengambil ide dari games Taipei pada Entertainment Pack versi Windows 95 terdahulu.

poke.jpg

Games Poke ini kabarnya dikenal turun temurun pada satu instansi Pemerintahan sejak dahulu kala (hihihi…), sebagai salah satu games penguras otak, lantaran selain harus berpacu dengan waktu pula hanya memberikan 7-9 kali kesempatan mengubah susunan puzzle-kotak, saat permainan mentok (tak ada yang sama disisi luar) dan dilakukan otomatis oleh programnya sendiri.

Namun kalo mau ditelusuri, agaknya games Poke bukanlah games yang paling fenomenal berada di komputer kantoran instansi Pemerintahan (selain Virus tentunya. He…). Ada satu games sederhana, yang dikenal sebagai Bola-bola, padahal title aslinya adalah Magic Lines, sudah dimainkan malah jauh lebih dulu sebelum Games Poke dikenal. Bagi yang freak games jaman dulu, pasti tau tipe games kayak gini. Jadi wajar banget kalo rata-rata para pegawai negeri pasti kenal ato pernah denger dan bisa main games Bola-bola ini. He…

magic-linesz.jpg

Mengadopsi bentuk bola yang disusun sedemikian rupa menggabungkan minimal 5 biji bola dalam satu garis lurus, tentu dengan tantangan yang gak kalah seru, yaitu setiap satu kali pemindahan bola, maka ada dua biji bola yang muncul disembarang tempat. Grid permainannya sendiri kalo ndak salah 9×9. jadi musti punya strategi tersendiri agar bola-bola yang muncul, gak sampe menuhin grid kosong, hingga Game Over.

Tantangan lain dari games ini adalah makin tinggi levelnya, makin beragam warna bola yang tampil dan bola yang muncul akan bertambah menjadi tiga bola sekaligus. Wow…

Ngomongin kebiasaan maen games di pc kantor Pemerintahan bukan hal baru lagi. Tapi jangan harap bisa menemukan games bergrafis tinggi dengan tingkat kesulitan Expert. Yah, cukuplah seperti dua games diatas. Wong waktu buat maen games kala luang itu bisa dikatakan nomor kesekian setelah ‘ngobrol ngalor ngidul, ‘nonton gosip dan nge-gosip, ‘Togel dan juga ‘kabur short time. ┬áHehehe…

Floppynya kmana neh ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang menarik kalo ngliat perkembangan pc hingga hari ini, dimana pergeseran pemakaian media penyimpanan data makin berkembang setiap tahunnya. Hare gene untuk kategori storage pun bentuknya makin hari makin ringkas saja dan makin besar pula data yang mampu disimpan didalamnya.

Kalo tahun 2004 lalu, saat penulis terjun pertama kali jadi pengabdi bangsa ini, yang namanya disket floppy masih menjadi dewa pada instansi dimana penulis ditempatkan. Padahal waktu itu, yang namanya cd-R (kira-kira lima ratus kali disket floppy- lumayan bikin terperangah mereka ini) udah dikenal luas dan menjadi media standar apalagi ada fitur Multisessionnya. Hanya saja memang untuk sekelas pengabdi saat itu yang namanya perkembangan teknologi blom menjamah dalam pikiran setiap orangnya. Jadi, untuk hardwarenya cd-rw sendiri sama sekali blom dikenal, masih beranggapan kalo semua cd-rom mampu melakukan burning data.

Makin berkembangnya media tentu waktu itu pula penulis mulai memperkenalkan media kartu memory pada rekan-rekan pengabdi seruangan, didukung dengan kepemilikan handset pda yang mampu mendukung format mmc dan bisa digonta ganti tanpa harus mematikan handset. (istilah lainnya ‘Hotswap’). Kapasitasnya waktu itu maks 1Gb, artinya udah sekitar delapan ratus media floppy yang masih ngetrend disitu. Hanya saja untuk membacanya di pc, penulis harus rela membawa pembaca kartu yang ukurannya cuman sejempol tangan aja. Makin bengong deh ntu para pengabdi bangsa ini.

Gak puas juga bikin bengong wajah para pengabdi, penulis lagi-lagi iseng menularkan kebiasaan membawa flash disk yang waktu itu harganya masih cukup tinggi, sehingga membuat emoh rata-rata pegawe untuk mengeluarkan biaya ekstra. Lama-lama, satu dua ikutan bawa, lantaran keringkasannya dan juga sudah kemudahan pemakaiannya.

Terakhir tentu ada hard disk storage yang punya kapasitas penyimpanan jauh lebih gila lagi, sayangnya dari bentuk ya tak mampu masuk ke saku baju dinas, sehingga dari kepopulerannya dimata para pengabdi ini masih kalah dibanding Flash disk tadi. Apalagi untuk si kecil fd saat ini sudah ada yang kapasitasnya mencapai 4 Gb, dan dijual dengan harga murah pula.

0805-005.jpg

Dengan makin canggihnya media penyimpanan, gak heran saat memesan pc baru tahun 2006 lalu, penulis gak lagi mencantumkan floppy disket dalam paket pembelian. Yang ternyata saat ini rata-rata dilakukan pula pada pembelian dimanapun berada. Jadi agak surprise juga saat ngliat deretan pc di ruang pembelajaran Toefl, gak nyantumin floppy lagi pada cpu-nya. Kenapa bisa surprise, lantaran dua taun lalu itu penulis sempat diejek karena beli pc baru kok ndak isi floppy disk-nya. J