Nostalgia Oprek PC Jadul

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak kembali satu persatu halaman majalah digital Chip edisi jadul, dari tahun 2002 hingga 2008, mengenang kembali nostalgia masa lalu dimana saat itu masuk suka oprek pc baik milik sendiri, kantor dimana bekerja, hingga punya teman. Mengisi sejumlah waktu luang yang ada sejak remaja hingga beranjak menikah.

Modal utama selain belasan keping cd hasil burning berisikan aplikasi, sistem dan permainan, wajib pula memiliki pengetahuan dan ilmu yang didapat dan diingat lewat majalah dan media cetak terkini. Meski jasa oprek tak selalu didapat berupa uang dalam amplop, tapi nikmat saat melihat wajah puas pemiliknya, memang beda terasa.
Benar-benar masa kurang kerjaan.

Dari banyak hal yang saya lakoni selama masa-masa Old itu, hingga hari ini masih ada beberapa kode atau serial number, hasil patch atau crack untuk aplikasi tertentu yang nyantol di kepala.
Misalkan saja winzip versi berapa, kodenya bisa menggunakan F6320000. atau kode untuk sistem operasi Windows 98 yang kerap diInstall ulang K4HVD-Q9TJ9-6CRX9-C9G68- aduh… ini mah Wajib hafal luar kepala.

Yang mengasyikkan dari aktifitas oprek jaman itu adalah banyaknya aplikasi unik yang bisa mengubah tampilan atau fungsi pc-mu jadi jauh lebih menarik dari biasanya. Salah satu yang saya suka adalah Windows Blinds. Semacam Tema pada sistem operasi Windows dimana tampilan bisa diCustom laiknya sistem operasi lain laiknya Launcher Android jaman Now. Bagi yang awam biasanya langsung bingung saat tampilan dipermak beda dengan wajah standar apa adanya.

Salah satu rilis sistem operasi Windows yang saya sukai adalah Windows 98 Me atau Millenium. Punya tampilan yang lebih segar dan bisa diOprek dengan bebas, pun punya banyak fitur baru. Apalagi soal spek dan kebutuhan perangkat, tidak berat-berat amat seperti Windows XP. Toh masih ada WB yang siap mengubah tampilannya ke versi XP.

Sekali waktu, jika bertemu dengan kawan yang suka pamer dengan pc baru mereka yang sudah mengadopsi Pentium IV, saya biasanya juga ikut pamer kemampuan tampilan dan aplikasi meski pc yang digunakan sudah tergolong jadul, alias masih menggunakan Pentium II MMX. Prinsipnya tetep gak mau kalah, apapun alasannya.

Ada juga hal yang sangat saya sukai saat beraktifitas dengan pc jaman jadul ini, yaitu merekam media kaset koleksi Iwan Fals dan musik hardcore lainnya kedalam format MP3 yang saat itu belum sefamiliar jaman Now. Jadi sudah mulai meninggalkan media tape kaset dan beralih ke Winamp. Cuma kualitas hasil suaranya belum semantap dan jernih gitu.

Sementara games yang paling disukai jaman itu ya tipe fps. First Person Shooter, macam Doom, Duke Nukem atau Quake, yang belakangan booming lewat Counter Strike dan semacamnya.

Kalo kalian, punya pengalaman apa dengan pc jadul ?

Karaoke-an di Spotify ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan kemarin soal Spotify, salah satu pilihan Streaming Musik masa kini yang bisa dinikmati melalui berbagai perangkat, rupanya ni aplikasi juga bisa diajak Karaoke-an loh. Hehehe…

Berawal dari pertanyaan istri tentang lirik lagu yang kerap saya dendangkan di mobil sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kantor, yang rupanya diragukan keabsahannya seratus persen lantaran bahasa yang dilafalkan si penyanyi bukan bahasa Ibu, hehehe…
Maka percobaan pun dilakukan dengan menyampaikan pertanyaan ke mbah Google ‘how to show lyrics on spotify’.
Hasilnya maknyus…

Berdasarkan hasil pencarian untuk perangkat mobile, setidaknya aksi Karaoke-an via Spotify bisa dilakukan dengan memanfaatkan salah satu diantara dua aplikasi yaitu Genius dan SoundHound.

Jika aplikasi Genius akan secara otomatis menampilkan lirik lagu yang sedang didengar lewat opsi notifikasi (sisi atas layar ponsel), SoundHound sendiri musti buka aplikasinya dulu agar bisa menyajikannya. Mana yang lebih mudah tentu ya terserah kalian. Saya sendiri pilih Genius sejauh ini.

lyric-spotify-pande-baik

Sedangkan hasil pencarian untuk perangkat pc desktop, infonya sih Spotify sudah ndak ngedukung lagi fitur tampilan Lirik Lagu secara default yang banyak mengecewakan penggunanya. Namun rupanya ada yang mengakali dengan mengunduh aplikasi Lyricfier melalui halaman resmi mereka, dan menempatkan filenya didalam folder aplikasi Spotify.

Hasilnya lumayan. Jadi kita bisa sambil berdendang saat mendengarkan musik di perangkat pc komputer untuk meyakinkan audience bahwa sedikitnya kita beneran hafal lagu itu. Hehehe…

Instalasi Windows 10 di PC

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama menanti kehadiran sistem operasi kerja, yang sejak awal perkenalan dengan perangkat Personal Computer sudah begitu familiarnya, per Senin 23 November lalu pada akhirnya kesampaian juga. Windows 10.

Agak terlambat sebenarnya, karena senior saya Dokter Cock sudah mendapatkannya per 28 Juli lalu. Tapi kepalang tanggung, berhubung semangat sharingnya tetep jalan, disamping update blog adalah wajib, maka inilah dia ceritanya.

Windows 10 PanDeBaik 1

Dibutuhkan waktu sekitaran 4 jam unduhan dengan menggunakan paket data True Unlimited miliknya SmartFren yang di-Tethering melalui ponsel Hisense PureShot+, dengan besaran sekitaran 2,6 GB kalo ndak salah ingat. Yang pasti waktu itu siang saya tinggal keluar ruangan untuk berkoordinasi dan rapat kerja, pas balik eh sudah kelar semuanya. Pas sesi setting-up perangkat, pc saya biarkan menyala hingga esok harinya.

Tidak ada yang bermasalah saya lihat pada pc keesokan harinya. Namun baru sekitaran hari Rabu bisa oprek-oprek lebih jauh.

Satu yang kemudian menjadi temuan pasca instalasi adalah AntiVirus Kaspersky yang diinstalasi wajib diperbaharui, yang berakibat pada kunci lisensi tidak dapat digunakan lagi pada aplikasi versi terkini. Jadi ceritanya saya membuang waktu sisa 6 bulan begitu saja pasca opsi Upgrade Kaspersky.

Windows 10 PanDeBaik 3

Dari penampilan Start Menu, bisa dikatakan merupakan penggabungan dari sistem operasi Windows versi XP dengan 7 atau 8 yang mulai memperkenalkan Metro Live Tile-nya. Perpaduan ini masih bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna meski belum bisa mengubah warna-warni tile pada aplikasi yang ada.

Selain itu dibutuhkan pembelajaran lebih jauh terkait penggunaan Explorer yang secara defaultnya memberikan opsi Recent File (file terakhir yang dieksekusi) dan Most (yang paling sering diakses). Bisa dikembalikan kok sebagaimana penyajian familiar sebelumnya. Namun secara garis besar masih tetap sama dengan versi terakhir.

Windows 10 PanDeBaik 4

Opsi instalasi Windows 10 rupanya bisa juga dilakukan pada perangkat NetBook/TabletPC yang secara spesifikasi berada jauh dibawah pc, sebagaimana percobaan yang saya lakukan pada Acer W511 yang saya miliki. Bandingkan dengan upaya Upgrade ke Windows 8.1 yang pernah saya lakukan sebelumnya yang menyisakan error dan hang pada perangkat.

Nah kalo kalian, sudah mencoba Windows 10 ?

Tips Ringan sebelum Install Ulang Windows PC

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalau mau mengerjakan sendiri instalasi Windows sebenarnya gag susah susah amat kok. Asalkan kalian tahu bagaimana cara, langkah atau persiapannya agar proses aktifitas tidak tersendat terlalu lama nantinya. Yuk cari tahu apa aja.

Pertama, tentu saja Backup. Baik daftar file dokumen, foto, video dan lainnya ke dalam bentuk cakram DVD ataupun copy ke Harddisk Eksternal. Ini untuk menjaga kemungkinan kehilangan file saat proses instalasi dilakukan. Utamakan file atau dokumen yang berada dalam folder Documents/Library drive utama. Karena didalam folder inilah yang kelak akan dibersihkan habis tanpa kecuali.

Kedua, persiapkan Driver perangkat. Baik milik PC atau Laptop, maupun Driver lain seperti Printer, Scanner bahkan Modem. Semua ini bakalan dibutuhkan saat sistem operasi tidak mampu mememukannya via online saat instalasi selesai dilakukan. Bisa dilakukan dengan mencari tahu lewat Google terkait seri perangkat atau diperiksa satu persatu pada jeroan yang ada didalam perangkat.

Ketiga, Siapkan Aplikasi ataupun software pendukung selain Installer utama sistem operasi Windowsnya. Saran saya disini sih seperlunya saja. Minimal ada Office, AntiVirus, photo Editor, kompresi dan aplikasi yang mendukung aktifitas masing-masing. Kalopun ada tambahan, bisa dilakukan sambil jalan.

Keempat, sisihkan Waktu. Proses instalasi biasanya berlangsung nyaris 1 jam untuk sistem operasi dan sisanya setengah jam rasanya cukup. Kalopun mau ditinggal pergi atau tidur, tancapkan kabel daya ke perangkat untuk mencegah perangkat kehabisan daya di tengah jalan. Proses bisa dipantau secara berkala jika dibutuhkan.

Kelima, Koneksi Internet. Khusus langkah terakhir ini sebenarnya opsional alias gag wajib. Koneksi dibutuhkan biasanya untuk melakukan aktivasi atau registrasi, ataupun update sistem yang dilakukan usai proses instalasi selesai. Bisa juga untuk mencari driver perangkat jika tak ditemukan saat instalasi. Kalopun gag ada ya gag masalah sebetulnya.

Nah, kira kira itu saja sih yang bisa dijadikan catatan kalau kalian mau mengusahakan proses instalasi sistem operasi Windows pada PC milik sendiri. Mudah bukan ?

Instalasi Windows dan kenangan masa lalu

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang TeKnoLoGi

Aktifitas macam ni sebetulnya dahulu sudah terbiasa dilakukan, tapi dalam perjalanannya seiring profesi PNS dilakoni sudah mulai berkurang dan jarang lalu mendadak lupa.

Proses untuk menginstalasi ulang sistem operasi Windows sebenarnya tidak sulit, apalagi kalau perangkat yang akan dieksekusi merupakan perangkat mobile sejenis ponsel, PDA maupun Tablet. Mengingat secara bawaan yang namanya sistem operasi sudah tertanam langsung di perangkat sehingga tidak lagi menyulitkan pengguna untuk melaksanakan proses perbaikan hingga instalasi tadi.

Saya masih ingat, proses awal pembelajaran instalasi sistem operasi ini dimulai sekitar tahun 1998-1999 dimana saat itu masih berkembang yang namanya Windows 98 dengan User Interface yang jauh lebih baik dari pendahulunya Windows 95. Nekat. Itulah yang terlintas di benak saya hanya karena rasa penasaran yang ada di kepala, ingin merasakan nikmatnya Windows 98 tanpa mau tau akan minimnya pengalaman yang saya miliki.

Ada beberapa masa yang dilewati sejak itu. Pertama masa dimana saya begitu mendewakan jumlah icon kecil di pojok kanan bawah, hanya gara-gara dipanas-panasi seorang kawan lewat pc barunya, yang kemudian belakangan menyadari bahwa semua itu hanyalah memberatkan kinerja pc, kedua ada masa dimana saya menyukai aplikasi aneh tapi gag penting guna menghiasi layar desktop seperti calendar, gambar bergerak dan semacamnya yang kini dikenal dengan istilah widget, ketiga ada juga masa dimana saya begitu hobi mengumpulkan aplikasi unik dari berbagai cd bekal majalah seperti Chip, Info Komputer dan lainnya. Dan pelan pelan semuanya berakhir pada masa sesimpel mungkin. Minim aplikasi, seperlunya saja.

Satu dua guru yang saya dapatkan saat itu dengan berbekal modal mengamati. Dari segi bawaannya apa saja, minimal selain cd copian Windows, Office dan Anti Virus, dilengkapi juga dengan aplikasi tambahan macam kompresi, pemutar musik, hingga gambar wallpaper indah dan benar-benar ‘indah’ *uhuk. Ada juga beberapa obeng kecil dan hafalan cd key.

Gara-gara hobi tak sengaja inilah saya jadi kebanjiran order dari kawan kuliah, famili bahkan keluarga mereka untuk sebatas instalasi ulang perangkat pc, memperkeren tampilan atau menghapus virus dan pada akhirnya mengajarkan mereka cara menggunakannya. Namun kemajuan yang saya dapat, belumlah se-expert para guru tadi maupun kawan-kawan yang mengambil spesialisasi IT dalam pendidikannya.

Seiring dengan ditugaskannya saya sebagai pengabdi masyarakat, kemampuan untuk melanjutkan hobby diatas perlahan mulai berkurang mengingat secara aturan, untuk pemeliharaan pc dan sejenisnya sudah ada teknisinya. Jadi posisi saya berbalik jadi owner ceritanya. Namun dengan modal pengetahuan awal, proses yang dilakoni jadi gag bisa dikadalin :p

Meski begitu, yang namanya kebiasaan ya gag ilang-ilang banget aktifitasnya. Cuma fokusnya aja yang bergeser ke arah teknologi mobile ponsel. Tapi yah tetep aja yang namanya proses instalasi Windows kini malah jadi sesuatu yang membuat deg-degan juga. Era nya beda sih. Hehehe…

(Pilihan) Games di Masa Kerja PNS

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu Kesalahan penempatan Meja Kerja di lingkungan pegawai Pemerintahan adalah posisi komputer yang SEHARUSNYA membelakangi Pintu Masuk…

Tujuannya adalah agar para Pegawai bisa tanggap dan cepat saat ada tamu atau warga yang datang untuk meminta Informasi, sehingga begitu sang tamu datang membuka pintu, mata si pegawai pun bisa langsung tahu… selain untuk memudahkan bermain games tanpa ketahuan *uhuk

Hehehe… itu hanya sebuah joke yang saya lontarkan pasa status FaceBook senin siang, 17 Juni 2013 waktu lalu. Sesaat setelah memergoki salah seorang kawan yang sedang bermain games Zuma di ruangannya yang kosong, entah hanya karena ingin membunuh waktu ataukah memang gag ada yang bisa dikerjakan lagi (bahasa halus untuk kurang kerjaan *uhuk)

Tapi itulah, salah satu opsi positif yang dahulu pernah saya tawarkan saat awal-awal menjadi Pe eN eS. Setidaknya menjadi positif ketimbang mereka keluyuran di mall, pasar atau pulang kerumah, bahkan ada juga yang memilih untuk janjian dikamar shorttime… oke, memang gag semuanya Pe eN eS itu begitu, namun demikianlah kenyataan yang sebenarnya.

Akan tetapi apa yang ingin saya ceritakan kali ini bukanlah soal minimnya kedisplinan para Pe eN eS kita yang hingga kini masih digandrungi untuk menjadi salah satu mata pencaharian paling santai, namun lebih pada pilihan Games atau permainan komputer yang sejak jaman dahulu kala sudah digemari untuk membunuh waktu luangnya.

Pertama dan paling fenomenal tentu saja Bola-Bola. Sebenarnya games yang satu ini memiliki nama asli Magic Lines, tapi lantaran bentuk permainan yang menyajikan gambar bola dalam 2 dan 3 dimensi, maka sebetulnya sah-sah saja dinamakan demikian. Bahkan baik penamaan shortcut maupun file aplikasinya pun sudah diubah menjadi Bola-Bola tadi.

Awalnya memang membingungkan saat pertama kali ditanya perihal games Bola-Bola, karena dalam pandangan saya, Bola-Bola justru mengarah pada permainan Bounce kembangannya GameHouse yang saat itu saya sukai. Maka bisa ditebak, bahwa selain games Bola-Bola atau Magic Lines, Bounce pun dengan segera diminati dan saya jadi kebanjiran order untuk mengcopy-nya ke komputer atau pc di lain ruangan. Apalagi saat itu yang namanya FlashDisk masih belum familiar, dan slot USB di PC pun masih tergolong langka.

Berbekal sekeping cd-r berisikan installer file games milik GameHouse bajakan, sayapun naik turun bergantian pindah dari satu pc ke pc lain, hanya untuk menginstalasi permainan Bounce Out plus makin berkembang menjadi Zuma, Feeding Frenzy dan banyak lagi lainnya. Masa penularan pembunuh waktu dari sisi positifpun sukses dengan sempurna.

Dibandingkan dengan pola perkembangan pilihan ketersediaan games yang dimainkan oleh para Pe eN eS di lingkungan kami, bisa dikatakan sangat lambat jika dibandingkan dengan jenis permainan yang pernah saya kenali dan uji coba di kantor, seperti GTA II, III, Raiden, Cake Mania, Plants and Zombie hingga Need For Speed. Yang ada hingga kini masih betah untuk dimainkan hanyalah Zuma, seperti yang saya pergoki tadi.

Padahal awal tahun lalu, saya sempat menginstalasi beberapa permainan Angry Birds yang sayangnya menurut mereka masih tergolong sulit untuk dimainkan ketimbang Zuma. Dan rasa deg-degannya itu yang gag ada. Sehingga untuk melengkapi seri Zuma yang ada, sayapun melepas beberapa games atau permainan senada seperti misalkan Luxor. Namun tetap saja Zuma menjadi favorit.

Tapi ngomong-ngomong, ada yang tau games atau permainan apa yang dahulu ngetrend di kalangan pegawai Pe eN eS dimanapun mereka berada ? saya kasihkan clue atau petunjuk, yaitu di era disket 1.44 ataupun disket besar ? ini saya lakoni pada masa SMP dahulu, kerap diajak mampir ke kantor kelurahan dan dinas dekat rumah oleh kakak-kakak yangg sudah berstatus pegawai pemerintahan. Hehehe…

Tetris, Supaplex, Doom (tingkat mahir) atau MotoGP. Yang Secara grafis, jangan dulu deh disaingkan dengan games pemula masa kini, karena dari segi ukuran file eksekusinya pun masih tergolong mini. Satu disket kecil yang berukuran 1,4 MB pun bisa diisi sekitar 5-10an games terbaik masa itu :p

Nah, kalian sendiri, masuk masa games yang mana ? :p

Cut The Rope, potong talinya dan mainkan

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca memainkan sekian banyak Level Angry Bird di perangkat Android, rasanya masih kurang lengkap kalo belum berkenalan dengan games besutan ZeptoLab dari Rusia bertajuk Cut The Rope.

Cut The Rope merupakan permainan bergenre Puzzle yang sejak 4 Oktober 2010 lalu dikembangkan bagi perangkat berbasiskan iOS seperti iPhone dan iPod Touch. Terhitung kesuksesan yang diraihkan diperingkat pertama, membuat Cut The Rope kemudian dikembangkan pula untuk perangkat berbasis Android per Juni 2011 lalu.

Permainan Cut The Rope kurang lebih berbekal misi sederhana yaitu memberikan permen yang digantungkan pada satu atau beberapa buah tali kepada ‘Om Nom’, tokoh utama dalam permainan kali ini, dengan cara memotong tali secara cepat dan tepat tentu saja. Makin meninggi level yang dimainkan tingkat kesulitan pemotongan tali pun makin beragam. Setidaknya dibutuhkan ketelitian dan sedikit logika untuk memulai tali mana yang harus dipotong terlebih dahulu.

Sayangnya, pada Android Market permainan Cut The Rope merupakan salah satu permainan yang rupanya berbayar dan tak ada edisi Lite untuk versi Gratisan. Jadi bagi yang ingin mencoba, silahkan hunting di 4Shared untuk mendapatkannya secara ilegal.

Cut The Rope bisa menjadi permainan yang adiktif atau membuat penggunanya ketagihan lantaran visual gamesnya yang cerah dan menarik, dan bila dibandingkan dengan Angry Bird Rio pada perangkat Android, hampir tak terjadi Lag atau jeda pada proses pergantian antar levelnya. Saya sendiri kini sudah masuk di level ketiga, Foil Box.

Setiap Level permainan Cut The Rope, menyajikan masing-masing 25 level yang mutlak dipecahkan untuk bisa naik ke level berikutnya. Terhitung ada 7 Level yang siap dimainkan pada Cut The Rope yang saya dapatkan. CardBoard Box, Fabric Box, Foil Box, Magic Box, Valentine Box, Gift Box dan Cosmix Box. Untuk bisa memainkan keseluruhan Level pengguna mutlak mengkoleksi Bintang yang ada di setiap level permainan secara sempurna.

Seperti halnya Angry Bird, saking asyiknya permainan Cut The Rope pun kini sudah dibuatkan ‘Clone’ versi PC-nya. Dalam versi ini tokoh ‘Om Nom’ yang tadinya merupakan tokoh utama dalam permainan Cut The Rope original, digantikan dengan tokoh Panda  dengan menggunakan Misi yang sama. Namun, untuk dapat memainkan versi layar lebar ini, pengguna mutlak membutuhkan koneksi internet alias secara online serta menunggu waktu sekitar 1 menit lamanya hingga permainan siap digunakan. Bagi yang penasaran silahkan akses alamat CutTheRopePC.com yah

Tips dan Cara Mengelola Akun Email dengan OutLook

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya tentang ‘Mengelola Akun Email dengan OutLook’, berikut Tips dan Cara atau langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk dapat mengelola email tanpa membutuhkan banyak waktu (untuk login dan proses membaca serta membalas email), tanpa membutuhkan banyak biaya (untuk koneksi internet, apalagi kalo lagi lelet) dan dapat dilakukan kapan saja.

Pertama, buka aplikasi Outlook Express yang secara default terdapat dalam setiap PC atau laptop berbasis Windows, atau aplikasi Microsoft Outlook yang terdapat dalam folder Microsoft Office (jika tersedia). Abaikan semua kotak dialog yang muncul, dengan meng-Cancel perintah yang ditawarkan. Jika sudah masuk kedalam halaman utama aplikasi tersebut, cari Menu ‘Tools’ pada baris Toolbar bagian atas halaman, kemudian pilih ‘Account Setting’.

Langkah kedua adalah memasukkan akun email yang akan digunakan dalam aplikasi tersebut dengan memilih tombol ‘Create New’. Pilih pilihan yang menerangkan bahwa akun yang akan dimasukkan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP, kemudian pilih pilihan ‘Manual Configure’.

Langkah ketiga adalah memasukkan data Nama Pengguna (atau alias) yang nantinya akan digunakan dalam setiap proses terima kirim email, alamat email serta password yang digunakan.

Langkah keempat adalah memasukkan data POP3 yang digunakan baik untuk layanan Incoming Mail Server / email yang diterima (POP) dan OutGoing Mail Server / email yang dikirim (SMTP). Untuk mendapatkan informasi ini, pengguna dapat melihatnya di bagian Pengaturan email (buka email terlebih dahulu pada jendela browser PC), beri centang pada kotak pilihan ‘aktifkan layanan POP/IMAP’ lalu catat dan masukkan data server sesuai yang tertera di halaman Pengaturan tersebut.

Secara Default, untuk akun Gmail misalnya, ketikkan ‘pop.gmail.com’ tanpa tanda petik pada kolom Incoming Mail Server dan ketikkan ‘smtp.gmail.com’ tanpa tanda petik pada kolom OutGoing Mail Server.

Jika sudah, lakukan uji akun email dengan menekan tombol ‘Test Account Setting’.

Apabila terjadi kegagalan baik pada proses penerimaan dan pengiriman email dalam uji coba tersebut, tambahkan beberapa parameter sesuai yang disarankan pada halaman Pengaturan melalui pilihan ‘More Setting’.

Untuk akun Gmail misalkan, diperlukan setidaknya 4 (empat) tambahan langkah yaitu (1) pada Tab ‘OutGoing Server’ centangkan atau tandai pilihan pada ‘My OutGoing Server (SMTP)…. ; (2) pada Tab ‘Advanced’ centangkan atau tandai pilihan ‘This Server requires (SSL) yang secara default akan mengubah angka 110 menjadi 995 ; (3) ketikkan angka ‘587’ tanpa tanda kutip pada kolom ‘OutGoing Server (SMTP)‘ dan (4) ubah pilihan ‘None’ pada tulisan ‘Use the following Type…’ menjadi ‘TLS’. Lalu lakukan Pengujian kembali.

Langkah Keempat hingga selesai sesuai yang tertera diatas, akan berbeda antara akun email dari domain satu dengan lainnya. Namun untuk akun email dari domain yang sama, pengaturannya tetap sama.

Seperti misalkan email yang saya gunakan dengan menggunakan domain @pandebaik.com  memiliki pengaturan yang sama pada kolom Incoming Mail Server maupun OutGoing-nya serta hanya perlu melakukan 2 tambahan langkah (1) dan (2) saja.

Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan, tutup jendela dialog ‘Account Setting’, kemudian lakukan Pengujian dalam arti sebenarnya dengan menekan tombol ‘Send and Receive’ dan lihat apa yang terjadi.

Email yang ditarik kedalam aplikasi akan diterangkan melalui status yang dapat dilihat pada bagian kanan bawah, baik jumlah email yang diterima, ukuran serta seberapa jauh proses yang sudah berjalan.

Ketika proses email yang diterima telah dinyatakan selesai, koneksi dunia maya dapat diputuskan untuk menguji apakah benar bahwa email yang diterima dapat dibaca satu persatu tanpa membutuhkan lagi koneksi internet ? Coba saja…

Mudah Kelola Akun Email dengan OutLook

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang belum kenal dengan istilah email gag ya ? atau yang kalau ditranslate ke bahasa Indonesia menjadi Sur-el ? Surat Elektronik ? hehehe… saya yakin setiap pengguna dunia maya, kenal betul istilah satu ini. Sayangnya belum semua paham betul bahwa sesungguhnya setiap pemilik email wajib mengelola alamat emailnya dengan baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada tiga alasan umum yang kerap dikemukakan oleh para pemilik email ketika saya tanyakan soal ‘kebisaaan memeriksa akun emailnya’. Tidak punya banyak waktu dan juga proses yang ribet untuk login (ini berlaku bagi mereka yang masih memeriksa akun email melalui browser pc), Tidak tahu caranya (kebanyakan mereka yang memanfaatkan FaceBook tanpa menyadari fungsi alamat email yang digunakan sebagai akun) dan Tidak mau tahu (bisaanya mereka ini sampai lupa password yang digunakan untuk membuka email). Padahal ada loh cara mudah untuk mengelola Email yang tidak ribet, tidak membutuhkan banyak waktu atau malahan biaya untuk koneksi internet.

Bagi mereka yang sudah bergelut lama dengan perangkat pintar BlackBerry dan menggunakan layanan RIM, saya yakin yang namanya fitur Push Email, bukan lagi hal yang asing terdengar. Pula bagi mereka yang masih betah menggunakan ponsel Java, bisa juga merasakan asyiknya fitur Push Email dengan memanfaatkan aplikasi Morange atau MoZat. Tapi bagaimana dengan mereka yang masih betah menggunakan PC rumahan ? apakah bisa juga merasakan hal yang sama ?

Secara umum memang ada banyak aplikasi gratisan yang dapat digunakan untuk mengelola email pada PC rumahan, bisaanya bergantung pada selera atau kebisaaan. Namun secara default sebuah PC rumahan yang berbasiskan Windows sebagai system operasinya, sudah menyediakan fasilitas Outlook Express yang berfungsi sama. Jikapun didalam PC yang Anda gunakan sudah terinstalasi paket Microsoft Office (baik yang resmi ataupun bajakan), bisa juga memanfaatkan salah satu aplikasi yang terintegrasi didalamnya, Microsoft Outlook.

Mengelola akun Email dengan menggunakan aplikasi Outlook Express ataupun Microsoft Outlook ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan layanan fitur Push Email yang diberikan RIM selaku pengembang system operasi BlackBerry ataupun yang diberikan oleh aplikasi java Morange atau MoZat tadi. Semua email bakalan ditarik kedalam aplikasi Outlook ketika PC terhubung dengan dunia maya. Lamanya waktu yang dibutuhkan, bergantung pada besaran total email yang diterima, dibagi dengan rata-rata kecepatan koneksi. Untuk mudahnya dimengerti, katakanlah waktu yang dibutuhkan kisaran 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit untuk dapat menyelesaikan proses ‘penarikan email ini. Selanjutnya, jika koneksi yang digunakan masih terasa mahal untuk dilanjutkan, ya putuskan saja.

Email yang sudah selesai ditarik kedalam aplikasi Outlook ini, kemudian dapat dibaca, dinikmati hingga habis (jika email berisi banyak informasi penting yang harus dicermati dengan hati-hati), dibalas sesuai kebutuhan dan dikirim. Semua aktifitas ini dapat dilakukan secara Offline atau tanpa menggunakan koneksi internet. Jika sudah selesai, tinggal menyambungkan koneksi kembali, tunggu hingga semua email dinyatakan telah terkirim, lalu putuskan kembali koneksinya. Mudah bukan ?

Adapun kelebihan mengelola akun email dengan menggunakan aplikasi OutLook ini atau sejenisnya adalah, tidak membutuhkan Proses yang cenderung ribet serta berulang untuk login, melihat inbox (kotak masuk), tidak membutuhkan koneksi internet (yang cenderung terjadi penurunan kecepatan) yang lama, tidak membutuhkan waktu untuk menunggu (membuka satu persatu email, membacanya, kemudian menutup kemudian membuka dan membaca email lainnya), tidak terbatas pada satu akun email saja (bayangkan jika Anda memiliki dua akun atau lebih, dan membukanya secara online melalui browser PC), dan email balasan, dapat dikerjakan kapan saja (tidak harus online).

Sayangnya, cara ini ada pula kelemahan atau kekurangannya. Tidak dapat diterapkan bagi mereka yang menggunakan alamat email dengan domain atau embel-embel Yahoo (alamat yang masih umum digunakan untuk membuat akun email) serta membutuhkan proses input akun yang sedikit rumit dan tidak gampang dipahami oleh awam, namun masih bisa dipelajari kok.

Mengapa saya katakan tidak dapat diterapkan pada akun email Yahoo, karena proses yang digunakan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP yang tidak ditawarkan secara gratis oleh Yahoo. Berbeda dengan Gmail yang masih memberikan fasilitas penerusan email ini secara gratis untuk semua pengguna. Itu sebabnya, untuk membuat sebuah akun email gratisan, saya bisaanya lebih menyarankan rekan-rekan menggunakan alamat Gmail.

Lantas, bagaimana caranya untuk bisa mengelola akun email dengan memanfaatkan aplikasi Outlook ? tunggu di tulisan berikutnya ya…

Saatnya melirik TabletPC

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag bisa dipungkiri bahwa kehadiran perangkat iPad di pertengahan tahun 2010 lalu, membuka mata banyak vendor ternama untuk ikut serta bersaing merebut hati konsumen akan kebutuhan sebuah perangkat mobile pengganti NoteBook. Berbekal layar sentuh dan ukuran yang pas layaknya sebuah agenda ataupun map, membuat beberapa pekerjaan jadi lebih mudah untuk diselesaikan. Apalagi bila ditunjang dengan kemampuan internet kecepatan tinggi, dan juga prosesor yang mumpuni. Sebuah perangkat mobile bernama TabletPC pun layak untuk dilirik tahun ini.

TabletPC sendiri diartikan sebagai satu komputer lengkap dengan media input layar sentuh, dan memanfaatkan sarana pena digital, stylus, mouse ataupun sentuhan jari seperti yang dirilis iPad beberapa waktu lalu. Padahal sebenarnya satu dasa warsa lalu, Microsoft pernah memperkenalkan perangkat serupa dengan mengandalkan sistem operasi Windows XP, sayangnya publik belum merespon secara antusias kehadirannya. Beberapa vendor ternama seperti HP, Fujitsu atau Samsung pun pernah merilisnya dengan bentukan Notebook yang layarnya dapat diputar dan dilipat.

Siapa sangka jika iPad yang muncul jauh sesudahnya malahan mampu menyedot perhatian banyak khalayak hingga vendor yang namanya telah dikenalpun ikut-ikutan merilis TabletPC versi masing-masing. Demikian halnya dengan beberapa vendor baru yang bermunculan untuk sekedar ikut serta berebut kue penjualan.

Katakanlah Archos. Vendor yang dikenal lewat perangkat multimedia audio videonya ini, merilis perangkat TabletPC berbasis Android 2.2 Froyo. Dengan mengandalkan Prosesor 1 GHz ditambah port USB 2.0, bisa dikatakan sedang mencoba menutup celah kelemahan yang dimiliki iPad. Demikian halnya dengan Creative ZiiO, CSL Spice, Huawei SmaKit S7, ZTE Light bahkan vendor sekelas Samsung pun merilis versi Galaxy Tab, yang rupanya sama-sama mengandalkan sistem operasi Android, dari versi Cupcake 1.5, Donut 1.6, Eclair 2.1 dan Froyo.

Tak ketinggalan sang raksasa RIM, merilis BlackBerry PlayBook, mengandalkan OS BlackBerry Tablet, Prosesor 1 GHz Dual Core dan 1 GB RAM. Kabarnya untuk pasar Indonesia, produk ini bakalan masuk kisaran April 2011 nanti.

Untuk harga yang harus dibayarkan agar bisa membawa pulang sebuah TabletPCpun bisa dikelompokkan menjadi dua. Kisaran harga 2 juta hingga 4 juta untuk sebuah perangkat TabletPC yang dirilis oleh vendor baru ataupun kualitas lokal, dan kisaran harga 5 juta hingga 7 juta untuk perangkat TabletPC yang dirilis oleh vendor ternama. Perbedaan kisaran harga ini akan berbanding lurus dengan fitur serta kemampuan yang disandang.

Meski demikian, sebuah perangkat TabletPC kini hari belum mampu menggantikan peran sebuah NoteBook secara sepenuhnya, apalagi bila dikaitkan dengan kemampuan untuk pengolahan grafis seperti AutoCad misalnya. Namun apabila kemampuan yang diharapkan hanya sebatas pekerjaan kantoran meliputi word dan worksheet ditambah menjelajah dunia maya, saya kira sebuah perangkat TabletPC sudah saatnya untuk dilirik sebagai teman baru tahun ini.

Tips Awam Percepat Proses Loading Windows pada PC

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Kinerja sebuah pc kadang dinilai oleh awam ketika proses loading Windows berjalan saat mulai dinyalakan atau dioperasikan. Banyak faktor yang mempengaruhi lambat atau cepatnya proses loading ini hingga pc siap digunakan untuk bekerja. Dari jenis prosesor, besarnya memory atau yang biasanya disebut dengan istilah RAM (Read Access Memory), bisa juga dari sistem operasi Windows mana yang digunakan serta banyaknya aplikasi yang diinstalasi.

Ditinjau dari jenis prosesor yang digunakan, rata-rata keluaran terkini sudah sangat mampu untuk menjalankan sebuah sistem operasi Windows terbaru apalagi seri XP yang sudah mulai banyak ditinggalkan itu. Demikian pula dengan memory, jika dahulu besaran standar yang disediakan dalam sebuah pc baru adalah kisaran 512 MB, kini sudah mulai berkembang menjadi 1 GB atau 2GB, tergantung pada kebutuhan pemakai. Sistem operasi Windows juga menentukan. Beda kecepatan akses dalam beberapa pc dengan spek yang sama, apabila diperbandingkan antara yang menggunakan Windows seri XP, Visa dan 7, bakalan terlihat dengan jelas. Lantas bagaimana dengan banyaknya aplikasi yang diinstalasi ?

Biasanya setiap aplikasi yang diinstalasi kedalam sebuah pc akan menyelipkan sebuah file shotcurt yang akan mengakses aplikasi mereka saat pc dinyalakan. File shortcut ini biasanya ditempatkan dan terlihat dengan jelas pada folder startup yang terdapat dalam Start Menu (dapat dilihat dengan mengklik Start/Program/Start Up). Namun demikian ada juga file shortcut yang dikonversi menjadi kode tertentu sehingga tidak terlihat secara kasat mata pada folder tersebut namun tetap dijalankan saat loading Windows.

Untuk membuktikannya, lihat saja gambar icon kecil-kecil yang terdapat di pojok kanan bawah layar, tepatnya disebelah jam. Semakin banyak gambar icon yang terdapat pada deretan tersebut, semakin banyak pula memory yang digunakan oleh masing-masing aplikasi sehingga diperlukan banyak waktu untuk menjalankannya satu persatu saat proses loading Windows. Tidak hanya berhenti sampai disitu, ketika pc sudah siap digunakan untuk bekerja, aplikasi yang diwakilkan oleh gambar icon tersebut tetap akan berjalan dan bekerja tanpa memperlihatkannya secara nyata dan tentu saja menghabiskan memory yang dimiliki oleh pc. Bisa jadi hal inilah yang kemudian dikeluhkan ‘lambat bagai siput’ oleh para anggota dewan yang tempo hari mempermasalahkan kinerja laptop barunya.

Lantas bagaimana caranya agar aplikasi-aplikasi tersebut (terutama yang barangkali tidak penting bagi pengguna) tidak berjalan dan bekerja serta menghabiskan sisa memory ? gampang… Nonaktifkan saja.

Caranya dengan mengkonfigurasi pilihan startup, memilih aplikasi mana saja yang dijalankan saat proses loading Windows. Ketikkan ‘msconfig’ dari menu RUN yang dapat diakses melalui Start Menu, lantas hilangkan centang rumput pada pilihan yang terdapat pada tab Start Up, dan biarkan tanda centang pada aplikasi yang memang benar-benar dibutuhkan saja. Lalu lakukan Restart dan lihat perubahannya.

Cara diatas adalah cara yang dapat dilakukan secara default oleh awam tanpa diperlukan bantuan instalasi aplikasi tambahan dari pengembang. Namun demikian, terkadang pengguna ragu saat menghilangkan centang rumput lantaran khawatir terjadi apa-apa dengan pc mereka atau bertanya-tanya ‘aplikasi mana saja yang akan berpengaruh jika centang rumput dihilangkan ?’ Untuk itu, saya menyarankan untuk menginstalasi sebuah aplikasi utility yang memiliki fungsi sama dengan cara kerja ‘msconfig’ diatas.

Adalah TuneUp Utilities yang pernah saya rekomendasikan dalam tulisan terdahulu dapat pula digunakan sebagai salah satu alternatif. Di dalamnya sudah terdapat menu TuneUp Startup Manager yang memiliki cara kerja serupa yaitu menonaktifkan pilihan aplikasi yang sekiranya tidak digunakan disertai dengan penjelasannya disisi kiri untuk mempermudah pemahaman pengguna. lakukan Restart dan lihat perubahannya. Seandainyapun ada hal-hal yang kemudian dibutuhkan namun tidak berfungsi, buka kembali aplikasi dan centangkan tanda rumput pada aplikasi yang diinginkan tersebut.