Iseng Pasar Senggol Kereneng

1

Category : tentang PLeSiran

Tumben dapet jeda hari kuliah, langsung aja disamber dengan nawarin ortu yang setelah si kecil lahir, makin jarang saja dapet jalan-jalan menikmati hobinya, makan. J

Tawaranpun diterima, dengan rute ke Pasar ‘Senggol’ Kereneng buat nyari masakan cina yang nangkring didekat pagar masuk lewat pojok barat. Kalo ndak salah namanya ‘Sari Sederhana’, plus menuhin keinginan Istri yang untuk sementara tinggal dirumah, jagain sikecil yang blom boleh ikutan (usianya yang blom 3 bulan), minta dibungkusin Soto Ayam Surabaya yang berada di sisi sebelah timur area pasar. Ternyata area pasar senggol banyak berubah, makin penuh oleh keberadaan para pedagang yang kalo minjem istilahne Dalang Cengblonk, liunan ‘wong kono’ dibanding ‘wong kene’. Apalagi rata-rata yang diperdagangkan ya barang elektronik murah, yang kualitasnya tentu jauh bila dibanding merk ternama. Efeknya ya paling terasa dikuping, digedor dengan musik geleng-geleng, hasil remix lagu Indonesia. Walopun jelang pulang baru diganti dengan alunan Bang Iwan Fals yang sejuk ditelinga. J

kereneng.jpg

Hanya saja ada satu yang kelihatannya tak berubah.

Tukang suling keliling, yang sedari masa pacaran dulu hingga kini sudah punya sikecil, alunan sulingnya masih tetep itu-itu aja. Nyanyian yang mengiringi pun masih itu-itu melulu. Bikin enegh saat menikmati makanan. L

Sentuhan Arsitektur : Sirkulasi Pasar

Category : tentang KeseHaRian

Setelah melihat kenyataan di lapangan, nyatanya ilmu2 dalam perkuliahan bidang jasa Arsitektur sangat berguna dan bermanfaat bila diterapkan.
Salah satu unsur dalam sebuah perencanaan, adalah Penataan Sirkulasi bagi lalu lintas dan manusianya.Di Pasar Batukandik, selain rambu yang tak jelas dihiasi pula oleh sikap dan tingkah para pedagang serta pengunjung yang seakan2 melupakan pentingnya arti sebuah sirkulasi. Ini bisa dilihat sering kali terjadi bentrokan kepala kendaraan pada jalur yang seharusnya diperuntukkan satu arah.
Sialnya kalo gak ada yang mau ngalah untuk mundur, klakson pun dibunyikan demikian kerasnya. Lha salah siapa ?

Orang yang dari luar pasar lantaran tak melihat rambu2 tertentu, main serobot masuk ke jalur yang seharusnya dilalui.
Orang yang sudah sering beraktifitas di dalam pasar, tentu mengikuti aturan tak tertulis, berkaitan dengan arah lintasan.

Bukan itu saja.
Tak jarang ada beberapa pedagang memiliki kemaluan yang sangat keciiiil sekali (ups sori, rasa malu maksudnya). Seenaknya saja menghentikan kendaraan yang mengangkut barang dagangannya pada lintasan satu lajur satu arah.
Bisa ditebak kemacetan yang terjadi dibelakangnya.
Namun bukannya mempercepat ato memindahkan kendaraan, malah dengan santai melanjutkan aktifitasnya memindahkan barang dagangan dari dan ke kendaraan.

Time is Money, Huh ?

Kegelisahan pada Seorang Pengemis

Category : tentang KeseHaRian

Seakan tak percaya mendapatkan seseorang yang segar bugar, dengan fisik yang jelas tampak utuh dan sehat, menengadahkan tangannya memohon belas kasihan orang2 yang berlalu lalang disekitarnya, sambil menggendong seorang bayi kecil putih bersih.

Hatipun semakin gelisah saat sang pengemis makin mendekat.
Bukan apa2′.
Lantaran mereka lebih memilih mengemis untuk mendapatkan uang daripada bersusah payah bekerja seperti halnya buruh di pasar ato kuli bangunan.
Karena tampaknya penghasilan mereka jauh melebihi pendapatan seorang buruh ato kuli.

Tak jarang beberapa pedagang menawarkan pekerjaan pada mereka, agar tak mengemis lagi dijalanan. Namun sayang sekali, tawaran yang sangat2 jarang didapat malah dibalas dengan berlalunya si pengemis tadi.

Malas rupanya, Bu ?

Memang bukan rahasia lagi, kalo di daerah Bali Timur, ada satu desa yang penduduknya rata2 berprofesi sebagai pengemis. Ini diakui oleh sang Kepala Desa saat ditanyai oleh badan pemerintahan Dinas Sosial. Lantaran mereka bisa mendapatkan harian yang jauh melebihi rata2 pendapatan buruh atopun kuli bangunan sekalipun.

Jadi setelah pengemis digaruk oleh Tramtib ato Satpol PP, serta dipulangkan kedaerah asalnya, tak jarang para pengemis tersebut memilih balik kembali ke Kota, guna meminta2 kembali.
Bahkan ada beberapa pengemis yang kedapatan sudah 3 kali ditangkap dan dipulangkan dengan biaya dari uang rakyat.

Ini tak bisa disalahkan, karena ada juga satu pimpinan pengemis yang me-roling keberadaan para pengemis dan menempatkan mereka di traffic light, pasar maupun permukiman. Dan bila sore tiba, maka terlihat satu pickup kecil mengangkut pergi mereka semua untuk kembali esok hari.

Sampe kapan ini akan terjadi ?

Ironisnya, sempat pula terlihat ada seorang pengemis yang sambil makan mie pinggir jalan tampak bermain ha pe. Hah ?

Pasar Kumbasari pasca Kebakaran

Category : tentang KHayaLan

Ini foto terakhir, saat Pasar Kumbasari yang bulan lalu terbakar dan menyisakan rangka kusen tanpa kaca di lantai atas, sementara lantai bawah, beberapa pedagang tampak sudah mulai berjualan kembali.

…..