Polemik Parkir Mahal Hotel Mulia Nusa Dua

3

Category : tentang Opini

Hari minggu pagi lalu, saya di-mention oleh akun @pekaklonto, kawan di media sosial Twitter, yang meReTweet akun milik @AryaWBPinatih46 dengan caption “Kok hotel mewah bayar parkir? Aturan dr mana ini? Uang parkir nya lari kmana? @pekaklonto @BaleBengong” lengkap dengan gambar print out karcis parkir di Hotel Mulia Nusa Dua sebesar 55 Ribu rupiah untuk parkir selama 10 jam 54 menit bagi kendaraan DK 21** LT.

Lantaran kurang paham dengan aturan terkait, jawaban balasan yang saya sampaikan cukup sederhana. Hanya menyinggung pengalaman parkir di Level 21 Denpasar (yang disanggah bukan parkir hotel/sejenis), dan juga pengalaman order Grab di sebuah hotel bintang tiga area Tebet Jakarta. Dimana parkiran hotel juga dikenakan charge sehingga kesepakatan order dengan sopir Grab, agar saya menunggu diluar area hotel atau jika tetap ngotot nunggu di lobi hotel, biaya parkir saya yang menanggungnya.

Berselang sehari, postingan serupa muncul di grup Suara Badung akun media sosial FaceBook yang diunggah oleh Bli Surya Darmadi. Link postingan terkait bisa dilihat disini.
Yang rupanya sudah mendapat tanggapan, mengecam tindakan penerapan parkir semahal itu hingga mencaci maki pihak Hotel Mulia.

Berbekal sedikit pengetahuan akan pengenaan parkir serupa di dua publik area diatas, saya pun mencoba mengulik lebih jauh dengan bantuan Google. Berikut hasilnya yang saya sampaikan sebagai komentar dalam postingan diatas.

* * *

OSA Semeton Kabupaten Badung…
Mohon Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan komentar tiang berikut ini. Bukan bermaksud menggurui, namun tiang harap kita semua bisa sama sama belajar terkait ini. Sehingga apabila Salah, mohon bisa dikoreksi, mengingat tiang bukan berasal dari Bidang/Instansi yang menangani urusan Parkir.

Penetapan Tarif Parkir berdasarkan peraturan dari Perhubungan Darat ditentukan melalui Perda Daerah setempat.

Untuk wilayah Kabupaten Badung, tiang menemukan Perda Kab.Badung Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Dimana pada Pasal 26 menyatakan :
(1) Penyelenggara Fasilitas Parkir di luar Rumija (ruang milik jalan) …. dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.
(2) Satuan Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan :
a. Penggunaan Fasilitas Parkir per Jam, per hari ; atau
b. …

Sementara yang tergolong Fasilitas Parkir di luar Rumija bisa dilihat pada Pasal 14 ayat (1) poin b. Gedung parkir, taman parkir dan/atau tempat sebagai fasilitas penunjang kegiatan pada bangunan utama.

Jadi sementara, untuk Kasus Hotel di Kabupaten Badung berdasarkan Perda diatas, bisa jadi diBenarkan ?
Mohon dikoreksi apabila Salah.
Namun terkait besaran Tarif Parkirnya, mungkin Rekan dari Dinas terkait di Kabupaten Badung bisa menjawabnya ?

Sementara itu, Kota Denpasar sendiri menetapkan Perda nomor 5 Tahun 2013 dimana berdasarkan berita media online Nusa Bali 2 Maret 2018 lalu, informasinya PD Parkir Kota Denpasar mulai menerapkan tarif parkir progresif untuk dua tempat yaitu Ramayana dan Level 21. Alasannya bisa dibaca pada paragraf terakhir berita diatas, dan masuk akal.

> Dengan penerapan tarif progresif juga diharapkan mampu menanggulangi overloadnya parkir karena satu mobil atau motor parkir dikenakan perjam. “Kemarin biasanya satu mobil atau motor bisa berjam-jam bahkan harian parkir di lokasi, kini dengan tarif progresif kendaraan bisa cepat bergeser agar bisa dimanfaatkan pengendara lain.”

Link berita : Nusa Bali

Matur Suksema.

Minim Disiplin Parkir Kendaraan

2

Category : tentang Opini

Ternyata orang kita tak hanya minim disiplin saat berkendara dijalan raya saja, rupanya masih ada juga yang minim disiplin saat ‘memarkirkan’ kendaraannya di tepi jalan raya.


Gambar diatas saya yakin akan masih bisa ditemukan di tepi jalan sekitar Kantor Pemerintahan Badung yang lama, tepatnya didepan Kantor Bappeda Badung. Walaupun sudah dipasangi tanda larangan parkir, tapi tetap saja ada pengendara yang memarkirkan kendaraannya disekitar tanda tersebut. Saya rasa pemberian tanda tersebut wajar adanya, mengingat area tersebut masih merupakan daerah tikungan jalan. Daerah yang sekiranya mampu dilewati oleh moncong kendaraan yang berbelok kearah lainnya.

Tak hanya itu, biasanya untuk jalur jalan satu arah, parkir bakalan dilakukan disisi kiri jalan selaku jalur lambat. Sehingga aktifitas parkir bisa dengan mudah dilakukan, dan pada jalur kanan selaku jalur cepat bisa dilalui dengan baik oleh kendaraan yang melaju. Tapi bagaimana jika ada yang memarkirkan kendaraannya disisi kanan ? Padahal terang-terangan ada larangan parkirnya juga.

Tampaknya para pengendara kita memang belum menyadari sepenuhnya betapa penting disiplin untuk memarkirkan kendaraannya, untuk memberikan kenyamanan pada pengedara lainnya, selain mencegah kemacetan tentu. Sayang, gak semua pengendara mampu menahan emosinya saat ditegur/diingatkan atas kesalahan/minimnya disiplin mereka…..

> PanDe Baik hanya ingin mengungkapkan gambaran kecil lingkungan kita yang memang masih sangat minim disiplin dalam memarkirkan kendaraannya pada tempatnya <

Salam dari PuSat KoTa Denpasar

Trouble Parkir

Category : tentang KeseHaRian

Menyempitnya lebar jalan di Gajah Mada tanpa dibarengi dengan pengadaan lahan parkir, membuat pemandangan yang memang biasa terjadi di ruas jalan sekitarnya bertambah krodit.Parkir dobel, dimana lahan parkir mengambil setengah lebih dari lebar jalan di bilangan Sulawesi. Ini yang tak disadari oleh desainer penataan jalan Gajah Mada. Bagaimana dengan para pedagang yang ingin mendatangkan material bahan untuk tokonya ?

Berjejernya mobil yang mungkin secara aturan rambu parkir tak diperbolehkan disepanjang jalan Sulawesi, sungguh mempengaruhi kemacetan jalur yang memang sudah dipenuhi oleh lalu lintas pejalan kaki menyeberang jalan.

Entah sampai kapan wajah Kota Denpasar akan seperti ini.

Karcis Parkir plus SMS

Category : tentang Opini

Kalo tahun lalu, karcis parkir diundi langsung potongannya untuk dapetin hadiah tiap periode tertentu, tahun ini PD Parkir ikut-ikutan latah make jasa Operator agar masyarakat mau ngirim nomor karcis parkir via SMS.Keuntungan Berlipat untuk PD Parkir ?
Bravo dah…..

Juru Parkir

Category : tentang Opini

Jukir bermain di karcis Parkir.
Kalo karcis tak diberikan artinya kantong pribadi nambah tanpa harus dipotong Pemerintah.
Kalo karcis diberikan artinya uang yang masuk jadi berkurang.
Pilih Mana ?Pura-pura lupa ngasi karcis Parkir aja deeh….