FaceBook and Me

Category : tentang DiRi SenDiri

Ternyata sudah lama juga saya bergumul dengan waktu hanya untuk mengeloni akun FaceBook.
Setidaknya dari tulisan perpindahan domain dari pandeividuality.net ke pandebaik.com di tahun 2008 silam, terungkap perkenalan saya dengan akun FaceBook yang kalau tidak salah ingat, waktu itu untuk kali kedua saya membuat akun, dan ternyata belum banyak kawan yang bergabung ke sosial media satu ini. Mereka masih asyik dengan FriendSter kalo ndak salah.

FaceBook dalam perjalanannya banyak membantu aktifitas saya di dunia maya termasuk dalam urusan meningkatkan traffic kunjungan ke postingan Blog.
– Tahun 2009 awal, banyak menurunkan tulisan tentang Morange, aplikasi Push Email bagi ponsel Nokia, atau mereka yang belum mampu menjamah mahalnya ponsel BlackBerry jaman itu.
– Tahun 2009 akhir hingga 2010 awal, mewujudkan Reuni SMA setelah berpisah 15 tahun lamanya. Banyak kisah duka maupun suka didalamnya.
– Tahun 2010 awal bersamaan dengan Reuni SMA diatas, saya mendapat kehormatan bergabung dalam Tim melahirkan LPSE Badung bersama rekan-rekan di Bagian Pembangunan.
– Tahun 2010 pertengahan, gabung dengan Semeton Pande membentuk Yowana dan segala pernak pernik kegiatan sosialnya. Menemukan saudara dan jalan hidup yang sebenarnya.
– Tahun 2010 akhir, mengenal akun FourSquare dan gila-gilaan mengejar Badges bareng Pande Putra, adik sepupu yang mahir soal satu ini.
– Diwaktu yang sama, saya pun akhirnya mengenal Android dari seorang senior di LPSE yang membawa banyak perubahan serta mindset dalam bekerja dan beraktifitas hingga kini.

Selebihnya, FaceBook meneruskan semua kegilaan akan perangkat layar sentuh yang saya yakini bakalan menggilas keberadaan BlackBerry yang saat itu sedang Booming juga Nokia lewat seri N dan E.
Saking yakinnya, saya termasuk yang menolak untuk mengambil perangkat BlackBerry sebagai ponsel utama saat itu. Hehehe… padahal jujur saja, saat kemunculan pertama di baliho milik Indosat, saya termasuk mengidolakan seri jadul BlackBerry lantaran bentuknya yang unik, sementara kawan lain lagi booming ponsel Nokia.

FaceBook akhirnya mulai dirasa menjadi Bumerang. Penghalang banyak hal, dan ketagihan.
Saya alami pada pertengahan Tahun 2015 yang akhirnya diputuskan untuk menutup permanen akun FaceBook setelah mencoba sebelumnya selama 6 bulan pertama.
Semua aktifitas dan dunia seperti terputus begitu saja.

Berselang Dua Tahun, setelah semua aktifitas sudah dirasa menjadi lebih baik, disamping tingkat kunjungan halaman Blog yang semakin menurun, saya mencoba kembali lagi ke akun FaceBook.
Tidak sengaja mengaktifkannya kembali, kaget karena pihak FaceBook masih menyimpannya. Tidak menghapusnya secara permanen.

Maka berbekal pengalaman sewindu sebelumnya, juga pengetahuan tambahan yang saya dapatkan saat meninjau akun FaceBook beberapa kawan atas permintaan yang bersangkutan, saya mencoba untuk mawas diri sejak awal. Mengurangi fitur dan kemampuan yang ada dalam FaceBook masa kini, demi mengamankan kepala dan tetap mampu berbagi informasi laiknya dulu. Serta berharap, FaceBook tidak lagi memabukkan dan mengganggu.

Well, nyaris satu dasa warsa artinya saya mengenal dan bergabung di akun FaceBook ini.
Senang bisa kembali lagi, meski sempat antipati sebelumnya.

(Tidak Sengaja) Mengaktifkan Kembali Akun FaceBook

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang TeKnoLoGi

Sejak awal keputusan diambil, sebenarnya apa yang dikeluhkan sudah sesuai dengan harapan.
Sehingga bisa dikatakan bahwa penonaktifan akun FaceBook tahun sebelumnya, memang tepat adanya.

Namun ketika bicara soal ‘kesempatan’ sebagaimana motivasi yang rutin disampaikan mas Hendra WS lewat eMail, tampaknya saya banyak melewatkan peluang yang sedianya mampu digiring dari halaman FaceBook untuk bisa berkunjung ke halaman blog, sebagai satu-satunya potensi yang dimiliki di dunia maya. Sayang memang.

dan Ketika traffic makin menurun, terlepas dari kualitas postingan yang tidak lagi menarik perhatian netizen ataupun era yang sudah berpindah ke Vlog sementara halaman www.pandebaik.com dan saya selaku pemilik dan pengelola tampaknya tidak mampu menyesuaikan konten, belajar dari mentor Dokter Made Cock pemilik akun Twitter Blog Dokter yang telaten menjaga sumber daya yang beliau miliki, mau tidak mau terjun kembali ke akun sosial media terbesar demi mengais kembali kunjungan yang pernah ada.

Membuat akun baru tentu saja tidak sulit, demikian halnya mengingat kembali daftar teman yang pernah dimiliki lantaran mesin FaceBook akan memudahkan semua proses itu. Namun untuk menggunakan alamat email yang sama rupanya tidak disarankan oleh pihak FaceBook mengingat akun PanDe Baik pernah menggunakan sebelumnya. Eh ? Apa ?

Ternyata FaceBook tidak benar-benar menonaktifkan dan menghapus permanen akun FaceBook yang pernah kita miliki. Dengan kata lain, Facebook akan menutup buku yang kita punya dan menyimpannya sehingga ketika dibutuhkan, semua bisa kembali lagi seperti membalikkan telapak tangan.
Halah…

Jadi kaget, pas mengetahui fakta bahwa apa yang pernah disharing dalam kurun waktu bertahun-tahun lalu masih bisa dicari meskipun sebulan lalu tak tampak dalam hasil pencarian mesin Google. Edan… Ini gunanya server raksasa FaceBook.

Maka itu, akun FaceBook ‘PanDe Baik‘ tampaknya akan mulai digunakan kembali, namun sesuai tujuannya, sementara waktu dikhususkan untuk sharing konten blog demi menjaring kembali kunjungan yang dulu hilang. Sedang proses interaksi, agar tak menimbulkan kembali keluhan terdahulu, bakalan dibatasi semampunya. Termasuk opsi meng-Unfollow beberapa Akun tanpa meng-Unfriend mereka.

Kira-kira begitu.

Btw, kalian sudah temenan dengan saya di FaceBook ?

Mengubur Angan Google Adsense

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih banyak Jalan menuju Roma…
dan Rejeki sudah ada yang mengatur…
Kita tinggal berusaha saja.

Saya meyakini betul tiga kalimat diatas. Termasuk saat berurusan dengan model pemasangan iklan di halaman blog yang informasinya cukup menggiurkan secara nilai. Namun sayang, Google menolak permohonan dan juga banding yang saya ajukan untuk halaman www.pandebaik.com lantaran terlanjur banyak mengandung ajakan untuk pencarian konten ilegal dan terlarang lainnya. WTF hehehe…

Adapun konten dimaksud antara lain berkaitan dengan tips terkait Torrents, penggunaan 4Shared ataupun pembagian materi yang menyiratkan ajakan tadi. dan proses banding pun telah berkali kali diupayakan pasca membredel tulisan per tulisan yang dianggap bermasalah bagi Google. Ah, memang bukan jodohnya kali.

Maka itu, angan untuk bisa menikmati serpihan rejeki dari Google tampaknya memang harus dikubur dalam-dalam sambil mencari celah dan cara lain untuk bisa mengaisnya kembali. Mungkin saja bakalan bertumpu dari halaman www.tipstekno.com

Tapi toh seperti tiga kalimat yang saya comot dari pepatah lama, yakin sekali akan kebenarannya. Yang meskipun secara materi tidak seberapa penghasilannya, manfaat yang ada dari halaman blog ini cukup banyak kok. Kalo kalian mau mencari tahu apa saja, bisa membacanya lebih jauh dari postingan yang ada di halaman ini.

Jadi, harus tetap optimis kawan..

Blog, satu dasa warsa

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang InSPiRasi

Oke, per 26 Mei ini usia blog www.pandebaik.com sudah satu dasa warsa lamanya. Bukan usia yang muda tapi bukan juga tergolong senior. Apalagi jika sampai menyinggung soal kualitas tulisan, atau makna yang ingin disampaikan. Jadi lupakan saja soal itu.

Akan tetapi kalo masih boleh saya menyebut soal satu dasa warsa atau sepuluh tahun kalo ndak salah, tentu ada banyak perubahan yang terjadi didalamnya. Dan hal ini kalo kalian rajin mampir dan membaca keluhan dan cerita saya setahun terakhir ini pasti paham apa saja diantaranya.

Ya, pertama tentu soal kuantitas. Ada sekitaran 2.600an posting yang hingga kini pernah saya tuliskan dengan jumlah 2.500an yang terpublish sementara sisanya saya keep jadi bentuk private lantaran soal isi memang beneran sampah. Sementara setengahnya merupakan tulisan yang layak dibaca, lalu setengahnya mudah dicerna, lalu ya gitu deh.

Kedua soal topik cerita, tentu ada pergeseran yang kentara. Dari soal pribadi, mimpi dan angan, keluhan dan makian, kuliah dan tugas, teknologi dan ponsel, Android hingga balik lagi ke soal pribadi plus kerjaan. Dimana bisa dikatakan semua ide mengalir begitu saja tanpa henti. Ditulis satu persatu lalu dipublikasi saat sempat. Belakangan isinya malah galaunya saya akan naiknya Gula Darah semingguan terakhir.

Ketiga soal Rutinitas. Sehari bisa dua tiga postingan yang gak lucu bisa didapat pada tahun-tahun pertama. Lalu berubah menjadi satu sehari, dua hari sekali, tiga bahkan sempat juga seminggu dua absen. Syukurnya bukan lantaran bosan, hanya tak sempat saja. Karena waktu luang seorang PNS yang dulunya begitu dibanggakan kini sudah tak lagi ada seiring jabatan diemban selama tiga tahun terakhir dan adanya tiga putri kecil yang nakal tentu membutuhkan perhatian ekstra.

Empat ya soal Metode blogging. Awal-awal masih memanfaatkan pc desktop, lalu notebook, netbook, tabletpc dan kini media ponsel. Membuatnya pun dalam bentuk draft melalui EverNote, kemudian direvisi kembali, ditambahkan gambar lalu publish. Simple gitu aja. Nulisnya juga dari yang ngalor ngidul gak jelas, trus panjang menjelaskan dan kini cukup dua tiga paragraf pendek. Hemat waktu dan pikiran, tentunya.

Terakhir ya tentu soal Manfaat. Na ini yang paling banyak sisi positifnya. Bisa ditiru kalo mau. Dari yang numpang beken lewat media sosial, trus numpang beken lewat media cetak, lanjut numpang beken lewat jejaring nasional. Selain bisa bertutur kata lebih rapi dalam menyampaikan pendapat, kalimat dan topiknya juga lebih terstruktur. Dan akhirnya ya ada juga yang mendatangkan rejeki. Semua berawal dari hobi.

By the way, nge-Blog belakangan ini memang lagi redup. Tapi karena media ini sudah terlanjur menjadi Cap secara pribadi dan orang pun tahunya ya ‘pandebaik’ ketimbang nama aselinya, upaya menulis pun sepertinya memang harus terus dilakoni. Disamping demi menjaga pikiran saya tetap lurus di rel pegawai negeri.

Untuk itu pula saya sudah menyiapkan yang terbaik bagi blog ini, minimal dengan memperpanjang Hosting dan Domain pribadi hingga 5 tahun kedepan di Bali Orange Communication. Jadi jangan khawatir bakalan kehilangan halaman bacaan ini saat semua media mainstream dan personal habis dicerna.

Well, selamat menikmati apa yang ada, dan doakan bahwa menulisi Blog bisa tetap menjadi prioritas demi menjaga eksistensi dunia maya. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

dan Maaf jika isi tulisan akhir-akhir ini malah endak enak untuk dibaca…

Hari Hari tanpa FaceBook

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Membuka cerita melalui akun FaceBook adalah keharusan. Itu Dulu…

Sekarang, meski sempat agak kebingungan akan kosongnya waktu saat pagi maupun malam hari, pelan tapi pasti semua rutinitas itu sedikit demi sedikit berubah. Tidak ada lagi beban pikiran yang membuat keraguan dan kegalauan hadir setiap saatnya.

Update Status atau sekedar berkomentar nyaris bisa dilakukan tanpa pemikiran terlebih dahulu. Telaah, screening dan semacamnya. Sehingga tak heran jika cukup banyak pengguna akun FaceBook yang kemudian tersandung kasus akibat status maupun komentarnya di halaman jejaring sosial ternama itu.

Kemudahan aktifitas tersebut lambat laun menjadikan penggunanya makin bebas berekspresi tanpa menyadari akan bahaya efek yang diakibatkan meskipun tidak semua. Apalagi kalau lingkungan tak mendukung harapan dan keinginan, maka makian atau kalimat halus pun terlontar begitu saja, spontan.

FaceBook PanDe Baik

Menjadi bagian dari sistem yang bermasalah, sesungguhnya bukanlah satu tujuan pada awalnya. Demikian halnya jabatan. Semua datang tanpa diketahui, serba mendadak. Sehingga ketika semua uneg uneg yang dirasa menjadikannya sebagai beban, ditambah mudahnya semua terpublikasi sebagai ekspresi, maka tak heran jika kemudian banyak orang yang tersulut akibat tumpahnya ekspresi instant yang tertuang dalam kolom kosong mengundang akun halaman FaceBook.

Inilah yang kerap mengkhawatirkan diri mengingat secara pribadi, saya adalah sosok yang ceroboh, sembrono dan mudah tersinggung serta marah. Silahkan lihat postingan awal yang pernah saya bagikan baik di akun twitter maupun blog, berhubung akun FaceBook sudah resmi dihapus. Diantara luapan emosi itu, cukup banyak pula yang merasa tersindir bahkan bertentangan dengan nurani masing masing. Maka langkah paling aman untuk meminimalkan salah langkah tersebut adalah menghapusnya.

Tidak semua orang atau kawan yang ada dalam daftar pertemanan mampu memahami isi luapan emosi yang sesungguhnya sudah tertuju pada hidung orang orang tertentu, namun ‘menyindir satu, lima kawan lainnya merasa…’ itu sudah biasa di akun FaceBook.

Belum lagi soal silang pendapat atas berbagai cerita yang dibagi dengan kandungan maksud tertentu. Hampir selalu dikaitkan atau dicari cari kaitannya dengan kisah lalu. Yang macam begini biasanya golongan yang susah Move On. Susah memang…

Kawan di akun FaceBook bisa menjadi Lawan di dunia nyata. Ada yang begitu ? Di akun FaceBook semua serba tersembunyi, dihalangi oleh image yang mati-matian dibangun demi sebuah citra diri, tak seperti dunia nyata yang kadang begitu jelas gambarannya. Sehingga hal semacam ini makin mempersempit ruang gerak kita di dunia maya, meskipun tidak berteman sekalipun. Karena pengaturan dari pihak FaceBook memungkinkan untuk itu. Tak pelak, untuk berkomentar maupun posting hal sensitif jadi tak seasyik dulu lagi.

Ada rasa yang aneh ketika berhadapan dengan lawan bicara yang tampak asyik membuka akun FaceBooknya padahal kami sedang duduk di satu meja. Aneh karena diabaikan atau aneh karena gak lagi terlibat didalamnya.

Akhir Kisah Perjalanan di PPIP

Category : tentang PeKerJaan

Mendapatkan promosi di posisi Kepala Seksi Permukiman akhir April tahun 2013 lalu, rupanya memberikan banyak penugasan baru yang mau tidak mau harus saya lakoni mengingat secara legalitas Surat Keputusan yang ada, melekat pada jabatan struktural yang diemban. Maka itu selain mengurusi 62 paket Jalan Lingkungan, saya pun dipaksa terjun bebas menangani kegiatan bersumber dana APBN dengan 2 jenis berbasiskan pemberdayaan masyarakat yaitu PNPM Mandiri Perkotaan dan PPIP atau Infrastruktur Perdesaan.

Bagi orang baru yang didorong jatuh untuk memahami semua kegiatan termasuk istilah yang ada didalamnya, tentu membuat kelimpungan kondisi lahir bathin saat BPKP turun melakukan pemeriksaan sementara saat itu nyaris tidak ada transfer knowledge dari pejabat lama maupun pimpinan yang secara kesehatan bisa dikatakan sudah tidak memungkinkan lagi. Minimnya kehadiran pelaku pelaksana menjadikan proses berjalannya pemeriksaan kacau balau, mengingat sebagai pejabat baru di posisi tersebut, tidak ada hal yang bisa dibantu termasuk soal legalitasnya.

Satu persatu dokumen baru bisa ditemukan pasca Laporan Hasil Audit diserahterimakan dan ditindaklanjuti. Banyak hal tentu saja yang harus dipelajari.
Pada kegiatan PPIP atau Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan, saya melihat proses yang ada jauh lebih sederhana ketimbang turunan satunya lagi, PNPM Mandiri Perkotaan. Sehingga pembelajaran untuk memahami lebih jauh isi kedua kegiatan itu lebih mudah untuk mencerna PPIP ketimbang lainnya. Itu sebabnya saat Usulan pergantian Pejabat Inti Satker disampaikan ke Kementrian PU, saya lebih memilih berada di PPIP dengan rangkap jabatan Kasatker sekaligus PPK ketimbang PNPM Mandiri Perkotaan. Apa lacur, keluaran SK yang diturunkan malah menambah beban yang ada dimana posisi PPK di kegiatan PPIP tetap diemban sedangkan PNPM malah merangkap jabatan keduanya.

PPIP PanDe Baik

Dua tahun, saya mengabdikan diri untuk kegiatan PPIP yang pada akhirnya sebagaimana yang disebutkan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 305/KPTS/M/2015 tentang Pengangkatan Atasan Pejabat Perbendaharaan dan Pejabat Perbendaharaan Satuan Kerja di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, posisi saya telah digantikan sepenuhnya oleh Kasatker yang merangkap jabatan sebagai PPK per tanggal 27 Mei 2015 lalu.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama kurun waktu tersebut, dimana aura positif selalu hadir dalam setiap pertemuan baik di awal maupun saat serah terima pekerjaan. Suasana yang hangat kekeluargaan sebetulnya telah membuat saya betah berlama-lama dalam keluarga PPIP. Pun demikian saat diminta berkoordinasi dengan rekan sejawat se-Indonesia di Batam, Manado, Solo dan lainnya. Berkenalan dengan sosok Bapak Kadek Sutika, mantan PPKP PPIP Provinsi Bali, Bapak Nyoman Sutrisna Kasatker yang hingga kini masih menjabat di posisi yang sama, Agus Yudi Kasatker merangkap PPK PPIP Kabupaten Bangli, Gus Mahesnawa dari Kabupaten Klungkung atau Gusti Ariana dari Kabupaten Gianyar membawa banyak cerita dan pesan yang unik dalam kisah perjalanan ini.

Satu persatu tugas yang saya emban kelihatannya sudah mulai dikurangi. PNPM tak lagi masuk ke Kabupaten Badung, demikian halnya PPIP yang tak lagi saya asuh dalam kurun satu tahun kedepannya. Entah nanti

Menghapus Akun FaceBook PanDe Baik

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Saya mengenal FaceBook, akun jejaring sosial yang fenomenal itu sekitar tahun 2008, tepatnya saat Presiden Barrack Obama memulai masa kampanye pertamanya lewat jejaring yang sama, informasi dari mailing list Bali Blogger Community saat itu.

Belum banyak yang menggunakan, saya lihat. Jadi secara manfaat dan tujuannya saat itu pun belum begitu pasti apa maunya. Baru mulai intens sekitar tahun 2009 dan 2010, tepatnya saat kesibukan baru muncul, dari keterlibatan dalam pembentukan LPSE Badung, aktifitas Yowana Paramartha Warga Pande dan rencana Reuni SMAN 6 Denpasar Angkatan 92. Dari sinilah manfaat itu mulai dirasakan.

Mendekatkan yang Jauh… sekaligus Menjauhkan yang Dekat.

Bagi yang paham betul arti pertemanan di FaceBook, saya yakin paham juga makna kalimat tadi.

Hapus FaceBook PanDe Baik 1

Sejak memiliki akun FaceBookn banyak akun pertemanan yang datang dan pergi. Baik dikenal dengan baik ataupun malah gak kenal sama sekali.

Tak terhitung berapa kali saya melakukan sweeping daftar teman yang dimiliki. Mengingat dari ratusan yang ada, tak semua mau berinteraksi, sekedar like atau comment maupun bertukar sapa dan informasi. Yang tergolong kategori ini, umur pertemanan gak begitu lama, akibat adanya sweeping dan penghapusan. Jadi bisa dikatakan yang bertahan hingga akhir waktu adalah daftar teman dalam arti yang sebenarnya. Baik dalam dunia kerja, pesemetonan hingga dunia maya.

Yang sayangnya ada juga beberapa diputus secara paksa hingga pemblokiran akibat dari perlakuan yang tidak mengenakkan. Kasihan juga sih sebenarnya mengingat dalam dunia nyata mereka ini ya teman baik saya juga. Namun karena tidak ingin terjadi hal-hal buruk kedepannya sebagaimana efek samping akun FaceBook pada umunya, sayapun melakukan tindakan block tersebut meski diprotes keras secara langsung. Prinsipnya hanya satu, FacoBook hanya untuk bersenang-senang. Jangan sampai balas membalas komentar, yang kemudian menjadi cemoohan dan makian mengubah pertemanan yang ada menjadi permusuhan. Apalagi proses Update Status begitu mudah kita publikasi baik saat sedang marah, sedih maupun senang sekalipun.

Hapus FaceBook PanDe Baik 2

Berbagi foto, Berbagi kisah, Berbagi saran. Semua dilakoni dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Namun kita lupa bahwa saat kita berupaya mempublikasi hal-hal yang bersifat pribadi, secara cepat informasi itu akan dimanfaatkan oleh orang lain, baik secara positif hingga negatif, yang kebanyakan membahayakan posisi si pemilik akun, walaupun tak disadari secara penuh.

Nampaknya kejenuhan mulai melanda dan keputusanpun diambil.

Saya menutup akun FaceBook atas nama PanDe Baik.

Hapus FaceBook PanDe Baik 3

Disamping itu juga, keasyikan yang tercipta dalam kurun satu tahun terakhir rasa-rasanya menyita cukup banyak waktu luang yang seharusnya bisa saya manfaatkan lebih banyak untuk pekerjaan, anak-anak, bersosialisasi, olah raga hingga mengupdating isi blog yang kini sudah mulai terbengkalai. Nasib blogger yang setahu saya sudah mendera sejak microblogging menghantui mereka. Dan saya, baru saat ini kena batunya.

Bergabung dengan berbagai group yang memanjakan keseharian, sharing berita dan cerita mengharukan hingga membahayakan, begitu menyita perhatian kita dari berbagai hal yang seharusnya malah mendapat perhatian dan waktu yang lebih banyak. Apalagi saat menonton beberapa video yang menyindir kehidupan dunia maya kita, membuat miris dan dengan segera ingin menyingkirkan semuanya dari hadapan.

Bangun pagi, yang diambil pertama kali adalah ponsel, memeriksa apa saja yang kita lewati saat tidur di dunia maya. Akun FaceBook, Twitter, Instagram, Path dan seterusnya. Begitu tiba di meja kerja, dilakukan lagi. Disela jam kerja, lagi dan lagi. Saat makan siang, disempatkan sambil mengambil gambar makanan yang kita nikmati. Sore hingga jelang tidur, disempatkan lagi. Berapa banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk bersosial media ?

Hapus FaceBook PanDe Baik 4

Maka mohon maaf jika ada yang masih bertanya ‘kenapa saya harus menutup akun FaceBook, bukannya dibiarkan untuk memantau jika dibutuhkan ? masalahnya adalah Addicted tadi. Kecanduan bila tak dijenguk sehari. Jadi lebih baik ya dihapus saja sekalian. Dengan harapan, saya gak akan mampu kembali dan melihatnya lagi. Toh kalian gak akan putus kontak dengan saya begitu saja. Masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk itu.

Bye Bye FaceBook…

MeNonAktifkan Akun FaceBook

Category : tentang TeKnoLoGi

Dear Kawan Facebook sejebag Indonesia, dalam waktu dekat akun FaceBook ini akan dinonaktifkan setelah 7 tahun lamanya berupaya hadir dan berbagi kisah.
Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk itu.
Sehingga, secara pribadi saya mohon maaf apabila selama berinteraksi di akun FaceBook ini, ada banyak kesalahan yang saya lakukan baik disengaja ataupun tidak.

Akun FaceBook PanDe Baik 4

Meski demikian akun media sosial FaceBook ini bukanlah satu satu nya cara untuk tetap berinteraksi. Masih banyak alternatif lain seperti :
Whatsapp, telepon dan SmS di nomor – 083 119 540 188 –
BBM di pin – panDBaik –
Twitter dan Instagram – @pandebaik –

Sedangkan akun lainnya seperti Line, Telegram, Chat On bisa dikatakan sudah tidak digunakan lagi.

Jadi di akhir kisah, mohon maaf atas semua kekeliruan yang pernah saya lakukan, dan tetap semangat untuk melakukan perubahan.