#HPjadul Sony Ericsson Aspen, the Last PDA with Windows Mobile 6.5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketenaran sistem operasi Windows Mobile sebenarnya sudah mulai redup saat ponsel ini nekat dirilis ke pasar global. Padahal di jaman itu sudah hadir iPhone series yang dikenal dengan sentuhan jari pada layar tanpa perlu mengandalkan stylus lagi pula barisan ponsel Android yang saat itu sudah digawangi oleh nama-nama tenar macam HTC atau Samsung. Tidak heran jika dalam hitungan bulan Sony Ericsson Aspen terjun bebas dan dinyatakan discontinued. Padahal infonya ponsel ini merupakan seri pertama yang menyandang versi 6.5.3 dengan penampilan User Interface yang sama sekali baru dari versi sebelumnya.

Bentukannya tergolong mungil saat bersanding dengan ponsel Android Jaman Now. Padahal saat diperkenalkan di Jaman Old, PDA Phone ini (istilah untuk perangkat konvergensi PDA yang dilengkapi fungsi telepon) tergolong besar dan lebar, juga mewah. Hal ini cukup mengejutkan saya saat melakukan Unboxing perangkat pintar yang kini dijual jauh dan sangat murah untuk ukuran barang baru stok lama, jika disandingkan dengan ponsel rilisan Nokia tahun Jadul.

Terbiasa dengan sentuhan jari pada layar Jaman Now membuat pengoperasian ponsel yang pula berlayar sentuh plus keypad qwerty, agak kagok saking kecilnya layar. 2,5 inchi kalau tidak salah.
Namun demikian, sudah cukup bisa mengobati kangen yang luar biasa akan perangkat pintar Jaman Old.

Instalasi Windows 10 di PC

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama menanti kehadiran sistem operasi kerja, yang sejak awal perkenalan dengan perangkat Personal Computer sudah begitu familiarnya, per Senin 23 November lalu pada akhirnya kesampaian juga. Windows 10.

Agak terlambat sebenarnya, karena senior saya Dokter Cock sudah mendapatkannya per 28 Juli lalu. Tapi kepalang tanggung, berhubung semangat sharingnya tetep jalan, disamping update blog adalah wajib, maka inilah dia ceritanya.

Windows 10 PanDeBaik 1

Dibutuhkan waktu sekitaran 4 jam unduhan dengan menggunakan paket data True Unlimited miliknya SmartFren yang di-Tethering melalui ponsel Hisense PureShot+, dengan besaran sekitaran 2,6 GB kalo ndak salah ingat. Yang pasti waktu itu siang saya tinggal keluar ruangan untuk berkoordinasi dan rapat kerja, pas balik eh sudah kelar semuanya. Pas sesi setting-up perangkat, pc saya biarkan menyala hingga esok harinya.

Tidak ada yang bermasalah saya lihat pada pc keesokan harinya. Namun baru sekitaran hari Rabu bisa oprek-oprek lebih jauh.

Satu yang kemudian menjadi temuan pasca instalasi adalah AntiVirus Kaspersky yang diinstalasi wajib diperbaharui, yang berakibat pada kunci lisensi tidak dapat digunakan lagi pada aplikasi versi terkini. Jadi ceritanya saya membuang waktu sisa 6 bulan begitu saja pasca opsi Upgrade Kaspersky.

Windows 10 PanDeBaik 3

Dari penampilan Start Menu, bisa dikatakan merupakan penggabungan dari sistem operasi Windows versi XP dengan 7 atau 8 yang mulai memperkenalkan Metro Live Tile-nya. Perpaduan ini masih bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna meski belum bisa mengubah warna-warni tile pada aplikasi yang ada.

Selain itu dibutuhkan pembelajaran lebih jauh terkait penggunaan Explorer yang secara defaultnya memberikan opsi Recent File (file terakhir yang dieksekusi) dan Most (yang paling sering diakses). Bisa dikembalikan kok sebagaimana penyajian familiar sebelumnya. Namun secara garis besar masih tetap sama dengan versi terakhir.

Windows 10 PanDeBaik 4

Opsi instalasi Windows 10 rupanya bisa juga dilakukan pada perangkat NetBook/TabletPC yang secara spesifikasi berada jauh dibawah pc, sebagaimana percobaan yang saya lakukan pada Acer W511 yang saya miliki. Bandingkan dengan upaya Upgrade ke Windows 8.1 yang pernah saya lakukan sebelumnya yang menyisakan error dan hang pada perangkat.

Nah kalo kalian, sudah mencoba Windows 10 ?

Perubahan pasca Upgrade OS Android Jelly Bean pada Samsung Galaxy Tab 7+

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak melakukan proses Upgrade OS #Android ke Jelly Bean di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya ada beberapa aktifitas yg masih bikin bingung…

Pertama, aktifitas mengetik menjadi agak susah lantaran perubahan susunannya. Dulu tuts lebih besar, sehingga lebih pas bagi jari saya :p Karena susunan keyboard sekarang nambah area untuk angka, maka jari saya yg rata”jempol semua, masih suka salah ketik kalo cepet”an :p *Mungkin salah satu solusinya nanti adalah menginstalasi apps tambahan kategori keyboard, berhubung di Pengaturan gag nemu cara mengubahnya. kesalahan ketik plg sering, huruf e menjadi angka 3, huruf n jadi b, atau a menjadi z. Kerap pula mengetikkan angka 0 ketika mau backspace.

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 3

Kedua, pas pake Tweetdeck, apps twitter client, kalo lama gag cek TL, dulu sih tinggal tekan sisi paling atas utk dapetin update terakhir. Tapi kini, kalo menekan di area sama, malah munculin jendela notifikasi… sedang sisi paling atas tweetdeck, berada sedikit dibawahnya.

Ketiga, lebih pada kebiasaan penggunaan perangkat tablet. tepatnya saat mengakses tombol sentuh Home ternyata memunculkan opsi pilihan. Inginnya melihat informasi notif dan Pengaturan, yang muncul malah Mini Apps… atau pengennya Undo, yang muncul malah MultiTasking *mih… Ini terjadi gara”perubahan posisi penempatan masing”tombol sentuh dan fungsi. jadi ya memang perlu dibiasakan nantinya. Berikut Screenshot Perubahan Penempatan tombol sentuh dan opsi lain… http://yfrog.com/mmug1xp

Keempat, terkait penggunaan fitur Memo sebagai catatan dan draft Blog. jika dulu opsi judul masing”Memo ada di sisi atas, kini gag lagi. Opsi pemberian judul rupanya ditiadakan, padahal secara saya judul Memo lebih memudahkan untuk melakukan pencarian catatan. Jadi pemberian judul Memo menggunakan sistem penanggalan yg mirip dengan cara dokumentasi foto yg saya lakukan di PC. Dimulai dari pemberian Tahun, Bulan lalu Tanggal. Jadi memudahkan pengurutan… cuma agak bingung kalo mau nyari Memo yg spesifik.

Kelima, penggunaan fitur MyFiles sbg explorernya #Android *ini terkait penempatan Eksternal SDCard yang dulunya masuk sbg bagian dari Root. Sekarang diletakkan terpisah sebagai ExtSdCard. pola ini mirip dengan MyFiles pada perangkat #Android Samsung Galaxy Note 10.1…

Keenam adanya Bugs pada fitur Message… seperti yg diungkap sebelumnya, kadang ada notif 3 pesan masuk, tapi Pas di cek ternyata gag ada pesan yg belum terbaca… sudah begitu, kalo dulu sms terakhir yg masuk berada di urutan teratas, kini Pesan yang masuk, gag mengubah urutan dan kadang tanpa tanda ‘unRead’… jadi musti nyari”lagi kira”mana sms yg terbaru 🙁

Terakhir Tujuh, masih pula terkait dengan cara pengambilan screenshot layar, yang rupanya kedua tombol (Power dan Volume Down) harus ditekan secara bersama dan tahan agak lama. Jika sampai berbeda timing, maka yang terjadi bisa ke aktifitas layar standby (tombol Power duluan) atau Volume mengecil (Tombol Volume Down duluan). Agak ribet memang ketimbang cara terdahulu yang tinggal tekan satu tombol sentuh saja.

Namun meski begitu, ada juga beberapa sisi positif yang dapat dipelajari. Diantaranya sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya (Smart Stay, Play Music, Google Now atau Prosentase Battery), ditambah hadirnya aplikasi Dropbox dan FlipBoard secara built in sebagai system apps. Jadi akan membutuhkan aktifitas Root apabila ingin me-Remove kedua aplikasi tersebut dari perangkat.

DropBox saat setup awal bakalan memberikan free space di Cloud sebesar 50 GB yang dapat diisi dengan dokumen, foto etc secara automatis ataupun manual upload. Sedangkan Flipboard merupakan Social Media client yang tampilannya oke punya.

Selain itu, terkait opsi pembuatan Folder di opsi Menu dan Homescreen, rupanya ada hubungannya juga. Bahwa apabila pengguna sudah mengatur barisan icon aplikasi dan games pada opsi Menu dalam beberapa Folder, maka Folder tersebut dapat digeser ke halaman HomeScreen sebagai shortcut lengkap dengan semua icon yang ada didalamnya. Mengingatkan saya pada operasional serupa di perangkat pc/notebook berbasis Windows.

Dan bagi pengguna yang masih awam dengan banyaknya perubahan yang terjadi, bisa mengakses fitur Help untuk melihat lebih jelas cara menggunakan perangkat satu persatu dari masing-masing fitur. Namun tampaknya, dilihat dari jenis perangkat yang digunakan sebagai sample pada Help mengambil bentukan miliknya Samsung Galaxy Note versi 8 inchi.

Nah, kira-kira demikian beberapa perubahan perilaku yang kelak akan teman-teman alami pasca proses Upgrade OS Android pada perangkat Samsung Galaxy Tab 7+ dari versi 4.0.1 Ice Cream Sandwich ke 4.1.2 Jelly Bean. Semoga bisa berguna sebagai bahan gambaran awal.

Upgrade OS Android 4.1.2 Jelly Bean Samsung Galaxy Tab 7+

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi kawan”Droiders yg pegang #Android Samsung Galaxy Tab 7+, ayo Upgrade OS Perangkatnya ke Jelly Bean 4.1.2… ukuran instalasi 423 MB kalo gag salah…

Tampilan perangkat #Android Samsung Galaxy Tab 7+ pasca Upgrade bener”bikin pangling… banyak hal yang berubah wajah dan pola penggunaannya. Yang paling kentara adalah dihilangkannya Tombol Quick Launch yg dulunya setia hadir di Taskbar bawah.. jadi hilang deh fungsi screenshotnya

Yang unik lagi, halaman Homescreen kalo diubah jadi tampilan Landscape, ada ruang khusus untuk Apps di sisi kanan yg gag bisa dihilangkan. Sedang Tombol Home, Multitasking dan Undo, digeser ke tengah… pojok kanan jadi Mini Apps sedang Taskbar/Notif di sisi atas layar…

Berubahnya tampilannya ini jadi membuatnya agak aneh (belum terbiasa) mengingat tampilan jadi kayak layar ponsel #Android, bukan Tablet. Wajah tampilan baru Samsung Galaxy Tab 7+ pasca Upgrade ke OS Jelly Bean 4.1.2 http://yfrog.com/nynvjsp

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 1

Tadinya sempet panik saat perangkat melakukan Setup ulang pada perangkat, ditambah beberapa nama kontak terbaru diUpdate, terpantau hilang. Tapi rupanya setelah ditunggu agak lama, ternyata data contact, sms, memo, email dll aman loh. Jadi gag usah kaget kalo pas usai Upgrade, cek Memo ternyata kosong. lakukan Migrasi, ikuti langkahnya. Semua memo balik termasuk yg dihapus

Untuk Fitur tambahan di OS Jelly Bean ini adalah Smart Stay, layar akan meredup gelap saat mata pengguna berpaling dari layar. Ada Google Now, fitur baru Google yang bisa digunakan untuk… untuk apa yah ? Hehehe… saya belum explore. Dan Play music, semacam Music Player gitu deh… trus indikator batere bisa juga tampil dgn prosentase…

Terpenting dalam tampilan Menu, kini sudah bisa membuat Folder… dulu kalo gag salah cuma Galaxy Tab 7.7 yang bisa… CMIIW

Yang sedikit menjadi ganjalan adalah fitur notifikasi Message sms, yang kadang sudah hadir kembali di taskbar meski sudah dibaca semua. Entah apakah ini hanya terjadi pada HH yg saya pegang, atau berlaku untuk semua…

Sudah gitu, sistem Notifikasinya bisa digeser dari sisi atas layar kearah bawah, layaknya versi ponsel… cuma lebarnya gag penuh. Mungkin kalo tampilan portrait, opsi notif terlihat bagus, tapi saat landscape penempatannya gag ditengah”layar

Samsung GalTab 7 Jelly Bean PanDe Baik 2

Sampai saat ini saya masih kesulitan untuk melakukan screenshot layar, meski jurusnya sudah diketahui. Untuk melakukan Screenshot layar pada perangkat Jelly Bean, tinggal tekan dan tahan 2 tombol bersamaan, Power dan Volume Down. Mungkin hanya perlu pembiasaan saja, termasuk perubahan posisi penempatan tombol Undo… kini berada paling kanan… jadi sering salah tekan

Ohiya, kalo gag salah pak @doktermade pemilik @blogdokter pake P3100 juga, cek Jelly Bean di http://sampro.pl/firmware/android/samsung-p3100/. Untuk instalasi via OTA, sambung perangkat dgn wifi, cek di Setting/About/Software Update… data dibackup otomatis. Sedang instalasi via Kies, install Kies terbaru (update jika perlu), lalu sambungkan perangkat, lakukan check Firmware terbaru. Dan Kalo menggunakan file yg diunduh, dulu pernah coba pake Odin. Cuma resikonya spt hard reset. Semua data hilang… backup dulu…

Eh iya, lanjutin soal Pasca Upgrade OS #Android di Samsung Galaxy Tab 7+, rupanya untuk fitur standar lainnya, gag ada perubahan tuh. Jadi untuk kamera, galeri, music player, calender dll, tampilannya masih tetap sama… kecuali Memo yang jadi rapijali. Dan seperti yg sudah diungkap tadi, satu”nya Bug yg masih tetep menganggu adalah notif Message sms yg tetep muncul meski sudah dibaca semua

Jadi segitu dulu bagi info pengalaman Upgrade OS #Android Samsung Galaxy Tab 7+ dari ICS ke Jelly Bean 4.1.2… selamat beristirahat yah…

UpGrade Android Jelly Bean Samsung Galaxy Note 10.1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sekilas info bagi kawan-kawan yang kini sedang memegang perangkat tabletPC 10 inchi milik Samsung dengan teknologi terkini, Galaxy Note series 10.1, bahwa per akhir Desember lalu Samsung telah menyediakan Upgrade sistem operasi Android secara resmi dari versi 4.0 Ice Cream Sandwich ke versi 4.1.1 Jelly Bean.

Apabila sebelumnya kami pernah menginformasikan bahwa untuk dapat melakukan proses Upgrade sistem operasi Android dapat menggunakan antuan aplikasi Kies, PC Suite milik Samsung secara online, maka untuk kali ini tidak demikian adanya. Pengguna cukup memanfaatkan jalur koneksi internet yang dimiliki atau mencari bala bantuan dari wifi terdekat dengan kecepatan tinggi. Kami rekomendasikan begitu lantaran ukuran Upgrade Firmware yang terdeteksi pada awal proses adalah sekitar 475 MB.

Selain jalur koneksi yang kami sarankan, pengguna hendaknya melakukan charge penuh perangkat terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya mati total akibat perangkat kehabisan daya di sela proses instalasi.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada fitur Software Update yang dapat diakses melalui menu Setting/About Phone, lalu pilih jalur koneksi yang diinginkan untuk mengunduh terlebih dahulu firmware terbaru dari server milik Samsung. Saat proses berjalan, kami tidak menyarankan pengguna untuk melakukan aktifitas lainnya demi kelancaran proses pengunduhan dan instalasi. Jikapun bisa, ubah pengaturan mode Airplane untuk mencegah telepon masuk dan memutus proses, mengingat Samsung Galaxy Note 10.1 memang memiliki fitur tersebut.

Apabila proses pengunduhan selesai, maka pengguna akan disarankan untuk melakukan Booting/restart perangkat dan menunggu. Proses instalasi berikut inilah yang kami maksudkan agar perangkat nantinya tidak sampai kehabisan daya yang mampu menyebabkan mati total jika gagal. Ketika proses selesai, pengguna dihadapkan pada Term of Service yang harus disetujui, lalu perangkat akan meregistrasi ulang serta mengembalikan pengaturan ke kondisi sebelum pengunduhan.

JB Note 10 3

Yang patut diingat disini adalah proses UpGrade yang dilakukan oleh perangkat tidak akan mengubah ataupun menghapus jenis pengaturan yang telah dilakukan oleh pengguna termasuk kustomisasi tampilan. Jadi jangan khawatir akan kehilangan data ataupun kontak dan catatan penting lainnya.

Berdasarkan pemantauan kami akan perubahan yang terjadi pada perangkat tabletpc 10 inchi Samsung Galaxy Tab 10.1 sebelum dan sesudah proses Upgrade, salah satunya dapat dilihat pada menu Setting atau Pengaturan yang menambahkan beberapa kemampuan mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah opsi untuk melakukan pemblokiran baik telepon masuk atau incoming calls dan notifications yang sekiranya dapat mengganggu. Penambahan opsi pengaturan ini dapat diatur pada jam-jam tertentu, atau berdasarkan daftar kontak tertentu saja. Selain itu pada menu Lock Screen terdapat beberapa penambahan cara penguncian layar lengkap dengan tingkat keakuratan yang mampu diberikan akan efektifitas keamanannya.

Ditambah opsi Account yang terintegrasi mencakup berbagai jenis akun jejaring sosial, cloud, server dan juga user perangkat. Ini sempat mengingatkan kami pada teknologi serupa yang tempo hari dibanggakan oleh Apple terkait terintegrasinya akun dalam menu Pengaturan. Entah apakah ini merupakan penjiplakan perilaku ataukah untuk memanas-manasi perang paten antara kedua vendor yang hingga kini masih berlangsung ?

Uniknya, saat kami mulai menelusuri perubahan yang terjadi pada opsi Menu, kami menemukan tambahan baru berupa Help yang biasanya digunakan sebagai panduan bagaimana cara mengoperasikan perangkat Samsung Galaxy Note 10.1 terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori pengguna awam. Setidaknya ada 4 (empat) bagian yang dapt dipelajari lebih lanjut yaitu Learning the Basics meliputi Keys, Unlock, Notifications, Home Screen dan S Pen (fitur khusus pada seri Note), Changing important setting meliputi Wifi, Bluetooth, Ringtone dan Power Saving, Use Key Applications meliputi Home, Contact, Messaging, Internet dan S Note plus Link menuju Product Video langsung ke alamat Samsung.

JB Note 10 2

Selain itu ada juga S Voice yang sepertinya dikembangkan untuk menandingi aplikasi serupa milik Apple yaitu Siri. Pada beberapa kali percobaan yang kami lakukan pada S Voice, respon yang diberikan cukup mampu mengakomodir harapan atau permintaan pengguna, termasuk akses menuju akun jejaring sosial FaceBook dan Twitter. Meski belum mampu melakukannya secepat kami mengaksesnya secara manual, namun keberadaan S Voice kali ini bisa membantu pengguna untuk berinteraksi dengan perangkatnya lewat suara. Jika kawan ingin menggunakannya, cukup katakan ‘hi Galaxy’

Terakhir untuk fitur Gallery terdapat pembaharuan tampilan, dimana baik koleksi gambar ataupun foto dapat disajikan dengan tampilan biasa, atau barisan file layaknya dalam sebuah locker ataupun tampilan memutar. Demikian halnya dengan tampilan per album yang kini ditempatkan di posisi kiri halaman untuk memudahkan perpindahan ataupun pencarian gambar.

Tips Menyegarkan Kembali Ponsel Lama

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah gempuran ponsel terkini rasanya ponsel lama yang kita miliki jadi semakin terlihat jadul dan lemot apalagi tahun keluarannya memang tergolong lewat empat lima tahun yang lalu. Meski saat dibeli dahulu, ponsel tersebut merupakan yang terbaik di eranya.

Mungkin Kawan akan merasa sayang apabila ponsel lama tersebut dijual dengan harga yang sedemikian murahnya mengingat secara kemampuan rasanya masih berani untuk diadu. Setidaknya kalo soal urusan akses jejaring sosial atau sekedar chatting bareng teman sejawat masih bisalah, apalagi kalo Cuma digunakan untuk telepon dan sms.
Lantas, gimana caranya dong biar gak malu-maluin saat nongkrong meski ponsel yang dipegang sudah cukup out of date ? yuk simak Tips dari kami untuk menyegarkan kembali ponsel lama yang Kawan miliki.

Langkah pertama, lakukan backup data. Untuk foto, video, musik atau dokumen, silahkan pindahkan dengan cara copy paste lewat pembaca kartu memory, sedangkan untuk data Daftar Kontak ataupun Memo dan Agenda barangkali Kawan bisa membaca kembali Tips dari kami minggu lalu tentang Memindahkan/Backup Daftar Kontak/PhoneBook. Hal ini penting untuk mencegah kehilangan data saat proses penyegaran nantinya dilakukan.

Kedua, kenali cara Penyegarannya. Untuk ponsel yang berbasis Java seperti ponsel lokal atau Nokia lama dengan keypad numerik 3×4 biasanya hanya memiliki satu cara untuk me-Refresh kembali isi perangkat, yaitu dengan ‘mengembalikan Pengaturan ke kondisi Pabrikan’. Ini bisa ditemukan pada opsi Pengaturan masing-masing ponsel. Akan berbeda dengan perangkat ponsel pintar yang sudah mengadopsi sistem operasi seperti Symbian, Windows Mobile, BlackBerry, iOS dan Android, dapat dilakukan dengan dua cara. Update dan Hard Reset.
Update OS atau sistem operasi biasanya tersedia secara berkala bagi beberapa perangkat ponsel pintar lewat halaman resmi masing-masing vendor. Akan tetapi tidak semua perangkat mampu didukung hingga versi OS terkini. Namun setidaknya akan ada beberapa pembaharuan tampilan, sistem hingga cara kerja apabila dibandingkan dengan sistem operasi versi awal. Untuk bisa melakukannya, Kawan cukup menyiapkan Kabel Data, perangkat PC/NoteBook, Aplikasi PC Suite/Update dan koneksi Internet.

Langkah sederhananya rata-rata sama saja. Pertama, menginstalasi aplikasi PC Suite di perangkat PC/NoteBook, kedua sambungkan perangkat ponsel ke PC/NoteBook menggunakan Kabel Data, hubungkan koneksi internetnya lalu lakukan langkah Update/Upgrade OS.

Untuk Update OS atau sistem operasi bisa dilakukan dengan cara Online (langsung melakukan update dan mengunduh data secara realtime) atau Offline (mengunduh update dan data yang dibutuhkan terlebih dahulu, lalu proses instalasi dapat dilakukan di lain waktu). Untuk Resiko, biasanya cara Update lewat jalan Online memiliki kadar kegagalan lebih besar ketimbang Offline, terutama apabila jalur koneksi Internet yang digunakan kerap putus nyambung.

Sedang cara penyegaran dengan Hard Reset biasanya dilakukan apabila Kawan tidak memiliki media yang disebutkan tadi. Baik Kabel Data, perangkat PC/NoteBook, Aplikasi dan Koneksi Internet. Untuk cara ini ponsel biasanya akan tetap menggunakan versi OS yang sama dengan sebelumnya. Jadi tidak akan ada perubahan pola pemakaian yang berarti. Untuk bagaimana cara melakukannya, tentu berbeda antara satu dengan lainnya. Misalkan saja untuk perangkat ponsel yang berbasis Symbian rata-rata menggunakan kombinasi empat tombol yaitu tombol Power, tombol Call (hijau), Bintang (*) dan keypad angka Tiga (3), yang ditekan secara bersamaan dari kondisi off. Berbeda lagi dengan perangkat Windows Mobile yang dapat dilakukan dengan cara menekan tombol Power bersamaan dengan lubang Soft Reset dengan menggunakan stylus atau ujung pena. Yang pasti, kenali terlebih dahulu cara melakukan Hard Reset ini lewat mesin pencari di dunia maya.

Ketiga, lakukan penataan ulang perangkat ponsel pasca Hard Reset dari struktur tampilan Menu, pengaturan nada dan getar, dan lainnya yang memang diperlukan. Untuk hal ini Kawan bisa mengingat kembali bagaimana mode pengaturan ponsel yang dilakukan terdahulu. Lakukan pula penyimpanan halaman web yang dibutuhkan dalam bentuk Bookmark untuk mempermudah langkah browsing yang Kawan lakukan nantinya.

Langkah terakhir, kembalikan data yang telah dibackup sebelumnya baik daftar kontak,Agenda, memo ataupun file musik, video, foto dan dokumen.Lalu instalasi beberapa aplikasi ataupun games yang memang sebelumnya kerap dipergunakan (seperlunya saja untuk mencegah lemot) ditambah Theme atau Wallpaper yang dapat diunduh melalui halaman mobile konten. Pengunduhan Theme ini selain dapat membuat tampilan ponsel jadi lebih menyegarkan, biasanya tersedia pula opsi untuk menyulap tampilan layaknya sistem operasi atau OS ponsel terkini.

Nah, Siap untuk bersanding dengan ponsel terkini ?

Mengenal Penganan Nikmat ala Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal tahun 2009 bisa jadi merupakan tonggak bersejarah bagi raksasa mesin pencari Google, lantaran pada saat itulah untuk pertama kalinya ponsel berbasis Android diluncurkan lewat perangkat HTC Dream atau T-Mobile G1. Mengadopsi sistem operasi versi 1.5 codename Cupcake, Android berusaha merebut sedikit dari pangsa pasar ponsel global dengan fitur dan penampilan yang kabarnya menjiplak sistem operasi iOS milik Apple. Masuk dalam lima besar perolehan di akhir tahun, Android hanya mampu mencapai sekitar 3,9 persen berdasarkan perhitungan IDC European Mobile Phone Tracker. Prosentase ini naik melesat hingga angka 22,7 di akhir Tahun 2010 mengalahkan sistem operasi Windows Mobile yang tiga empat tahun lalu masih mendominasi pasar ponsel secara global. Apa sih Android itu ?

Android merupakan sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nicks Sears dan Chris White pada kuartal ketiga tahun 2003 yang kemudian diakuisisi oleh Google pada pertengahan tahun 2005. Rencana awalnya, Android ini diperuntukkan bagi perangkat ponsel yang akan diluncurkan dengan membawa nama besar Google. Dan itu pada akhirnya terbukti.

Setidaknya ada empat elemen dasar yang menentukan langkah Android dalam menentukan filosofi baru sebuah perangkat telekomunikasi seluler, yaitu Vendor, Konsumen atau Pengguna, Operator dan Developer. Untuk Vendor, diawal kelahiran ponsel Android terdapat sedikitnya lima nama besar yang mencoba eksis diantaranya HTC, Samsung, Sony Ericsson, LG dan Motorola. Untuk sasaran Pengguna yang diharapkan adalah segmen yang haus akan hal hal baru dunia maya, termasuk sosial media, berita hingga info terkini lainnya. Demikian halnya dengan Operator yang diharapkan dapat memberikan stabilitas jaringan dan kecepatan dalam penawaran yang terjangkau. Dan Developer tentu akan memegang peranan untuk menciptakan segala inovasi yang dibutuhkan. Keterkaitan satu sama lain dari empat elemen tersebutlah yang kemudian menyebabkan Android begitu menarik hati dibanyak kalangan.

Adalah Cupcake, sistem operasi pertama Android mengambil versi 1.5 yang berhasil dikembangkan dan diperkenalkan pada April 2009 melalui handset HTC Dream dan HTC Hero. Pada versi ini, Android baru berhasil melakukan aktifitas perekaman video dari lensa kamera yang langsung dapat diungguh ke portal berbagi Youtube. Selain itu ada juga teknologi yang dinamakan dengan istilah Widget dan tambahan on screen keyboard seperti yang sudah diadopsi oleh beberapa perangkat pintar sebelumnya.

Berselang waktu lima bulan, Donuts sistem operasi Android versi 1.6 dirilis secara resmi dan mulai diadopsi oleh beberapa perangkat kenamaan diantaranya Sony Ericsson X10i yang memiliki kemampuan atau fitur pencarian lebih baik dari sebelumnya. Demikian pula opsi Text to Speech dan dukungan Android Market, satu pasar yang menyediakan ribuan aplikasi dan games siap unduh secara berbayar dan gratisan.

Eclair, sistem operasi Android versi 2.0/2.1 muncul tak lama ditahun yang sama dengan banyak kemampuan tambahan, diantaranya dukungan akan multiple email account, quick contact, sms, mms dan live wallpaper pula optimalisasi resolusi image dan hardware kecepatan tinggi. Tak heran, saat Android memasuki tahun 2010, Eclair dengan segera diadopsi oleh perangkat HTC Nexus One yang dijuluki dengan sebutan Superphone itu. Langkah ini diikuti pula dengan ketersediaan opsi Upgrade bagi beberapa perangkat yang sebelumnya masih menggunakan os versi lama.

Tingkat pembaharuan versi yang cukup cepat diikuti pula dengan rilis resmi Android versi 2.2 atau yang dikenal dengan nama Froyo pada Mei 2010, bisa dikatakan menjadi gerbang pembuka bagi puluhan vendor global maupun lokal untuk mencoba ikut mencicipi nikmatnya kue penjualan ponsel pintar saat itu. Salah satu fitur yang kemudian menjadi jualan bagi setiap vendor untuk mengalahkan daya saing para kompetitornya adalah kemampuan untuk melakukan Tethering atau mengubah ponsel menjadi portable wifi hotspot tanpa menggunakan bantuan berupa kabel data ataupun aplikasi tambahan lagi. Selain itu terdapat pula opsi pemindahan aplikasi ataupun games yang dahulunya selalu diinstalasi pada internal storage ke eksternal memory card, fitur auto update pada Android Market dan dukungan Adobe Flash yang mampu membuka beberapa halaman tertentu melalui jendela browser. Era dikenalnya sistem operasi ini makin diperkuat dengan perilisan beberapa perangkat Galaxy Series milik Samsung secara serentak, ditambah perangkat Tabletpc yang saat itu keberadaannya masih didominasi oleh iPad generasi pertama.

Berkembang memasuki Tahun 2011, Android mulai menancapkan kukunya melalui versi 2.3 atau yang lebih dikenal dengan nama GingerBread, lewat beragam brand baik global maupun lokal. Setidaknya nama-nama seperti Nexian, Imo, ZTE ataupun Huawei sudah meluncurkan beberapa rilis ponsel dengan mengandalkan sistem operasi Open Source ini. Demikian pula nama-nama yang dahulu sempat kolaps pasca mengandalkan sistem operasi Windows Mobile seperti Acer, Dell, Gigabyte bahkan Asus turut pula berusaha mengembalikan kejayaan mereka dengan mengusung Android. Memiliki sejumlah perbaikan di sisi penampilan atau interface, penambahan fitur copy paste di semua sesi aktifitas, dukungan akan kamera lebih dari satu dan Near Field Communications atau NFC, teknologi yang mampu dimanfaatkan untuk bertukar data dengan cara menyentuhkan kedua perangkat.

Selain mendukung sejumlah besar perangkat ponsel pintar, Android versi 2.3 ini diadopsi pula oleh sejumlah perangkat TabletPC yang sayangnya kemudian mengalami beberapa kendala keterbatasan kemampuan seperti dukungan perangkat akan resolusi layar lebar dan kompabilitas aplikasi ataupun games terhadap besaran layar tersebut.

Ditengah keterbatasan kemampuan yang dapat dilakukan oleh sebuah TabletPC berbasis sistem operasi 2.3 GingerBread, Android kemudian mengumumkan versi 3.0 codename Honeycomb yang didaulat sebagai sistem operasi khusus yang dikembangkan bagi perangkat TabletPC untuk optimalisasi pemanfaatannya. Meski kabarnya melahirkan blunder akibat ketidakpuasan sebagian pengguna lantaran beberapa aplikasi yang hadir di Android Market yang sebenarnya diperuntukkan bagi versi Android sebelumnya, tidak dapat berjalan dengan sempurna. Namun nama besar Honeycomb sudah kadung tertanam dengan baik di benak para die hardnya. Terbukti hingga akhir tahun 2011 sedikitnya sepuluh perangkat TabletPC dari beragam vendor sudah mulai mengadopsi dan mengembangkan Honeycomb lebih jauh. Beberapa diantaranya terdapat Samsung Galaxy Tab 10.1 , 8,9 dan 7 plus, Motorola Xoom dan Xoom rilis 2, Acer Iconia, Asus Transformer, HTC bahkan nama besar Sony pun ada.

Beberapa kemampuan tambahan yang diberikan pada sistem operasi Android versi ini adalah penggunaan Tab pada jendela browser yang akan mempermudah perpindahan pengguna akan pencarian informasi layaknya Chrome. Selain itu terdapat pula penataan ulang user interface dan widget yang tampaknya lebih ramah untuk tampil di layar perangkat TabletPC ketimbang ponsel, dukungan akan multi prosesor dan perangkat grafis tambahan untuk mempercepat proses aktifitas pengguna.

Pada akhir Tahun 2011, Android kembali merilis sistem operasi versi 4.0 codename Ice Cream Sandwich lewat Samsung Galaxy Nexus. Sistem operasi ini kabarnya sebagai jawaban atas blunder yang terjadi dalam versi HoneyComb dimana versi ini mampu dibenamkan setidaknya dalam dua perangkat mobile yang berbeda. Ponsel dan TabletPC. Kabar lainnya, beberapa perangkat ponsel dan TabletPC Android yang dirilis pada pertengahan tahun 2011 akan mendapatkan opsi Upgrade yang kelak akan didistribusikan melalui masing-masing vendor. Beberapa teknologi baru yang dibenamkan dalam versi ini adalah pengenalan wajah pengguna sebagai pembuka kunci layar, pemantauan volume paket layanan data yang terintegrasi, tampilan homescreen yang (lagi-lagi) meniru kemampuan iOS, kemudahan untuk pengambilan screenshot layar dan model browser dengan multi tab.

Kabar terakhir terkait rencana rilis sistem operasi Android versi terkini adalah Jelly Bean mengambil versi 4.1 yang bakalan diperuntukkan bagi tiga perangkat yaitu ponsel, Tabletpc dan komputer, menyaingi jadwal rilis sistem operasi Windows 8 milik Microsoft. Kelihatannya versi ini bakalan diluncurkan dalam waktu dekat mengingat beberapa kompetitor lainnya sudah menyiapkan amunisi yang sama terlebih dahulu. Beberapa teknologi baru yang kelak bakalan ditanamkan ada transisi yang jauh lebih gegas dan halus, fitur Voice Dictation atau mengetik dengan suara, kustomisasi ukuran widget untuk memudahkan pengguna dan Google Now untuk menghadirkan pilihan bagi penggunanya secara real time.

Selain merilis perangkat ponsel dan TabletPC dengan beragam ukuran dan versi sistem operasi, beberapa vendor belakangan bahkan mulai saling berlomba untuk tampil dengan beragam kemampuan yang sekiranya mampu menarik minat calon pengguna baru Android. Misalkan kemampuan untuk bermain konsol game seperti yang dilakukan oleh Sony lewat Xperia Play, kamera 3D seperti yang dilakukan oleh vendor ternama LG, interface handwriting yang kemudian menyelipkan stylus seperti yang dilakukan oleh HTC Flyer dan Samsung Galaxy Note, turbo speed yang menanamkan jenis prosesor dual bahkan quad core, atau dukungan terhadap modem eksternal yang lumrah digunakan pada perangkat PC/Notebook.

Selain beragamnya pilihan baik ukuran, kemampuan dan juga versi sistem operasi yang diadopsi dalam masing-masing perangkat, Android ditawarkan pula dalam beberapa pilihan rentang harga. Dari kelas Pemula di kisaran sejutaan, Menengah hingga tingkat ataspun tersedia. Sehingga bisa dikatakan bahwa perangkat Android mampu menjangkau banyak segmen dari kelas pemula atau bawah hingga profesional papan atas.

Dari sedikitnya delapan nama atau versi sistem operasi Android yang dirilis secara resmi, terdapat dua benang merah yang menghubungkan semua nama tersebut. Pertama untuk pemberian nama mengambil nama penganan atau kue penutup, dan kedua untuk penamaan tersebut menggunakan urutan abjad atau alphabet. Jadi ada Cupcake, Donuts, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean. Tidak jelas alasan mengapa Google menggunakan kode nama-nama tersebut, selain memang merupakan satu keputusan internal, yang bisa jadi agak mendompleng pemberian nama OS yang pula dirilis oleh Apple atau malah lantaran kemudahannya untuk diingat oleh para penggunanya. Terlepas dari alasan pemberian nama tersebut, apakah Kawan sudah mempersiapkan diri untuk ikut serta menikmati lezatnya kue Android tersebut ?

Era Baru si Robot Hijau GooGLe AnDroid

17

Category : tentang TeKnoLoGi

Android menurut Wikipedia sebenarnya merupakan robot yang dibuat menyerupai manusia, baik secara tampilan maupun tingkah laku. Sebaliknya Android yang akan dibicarakan disini adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux dan dikembangkan oleh GooGLe.

Terhitung sejak perilisan perdana pada 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Hal ini memberikan satu alternatif lagi kepada pengguna telekomunikasi untuk memilih teknologi yang biasa ditanamkan pada sebuh ponsel pintar (smartphone).

Maka tidak salah apabila para pengembang sistem operasi yang sejak awal sudah mengcengkram cakar mereka seperti Windows Mobile, Symbian, Blackberry, iPhone bahkan Linux mulai bertanya-tanya seperti apa sih sistem operasi terbaru ini ?

Android identik dengan penggunaan aplikasi yang bersifat terbuka (open source). Dalam pengoperasiannya Android siap di-backup oleh semua fitur yang dimiliki oleh Google Inc seperti Google Map, Google Search, Google Talk, Google Calendar hingga Google Mail. Hal ini tentu saja menjadi sebuah penawaran yang menggiurkan mengingat hampir semua fitur yang ditawarkan sudah familiar digunakan. Sayangnya untuk dapat menikmati semua fitur tersebut dengan baik, Google mensyaratkan koneksi internet yang minimal mendukung frekuensi 3G yang kemudian dirasakan agak memberatkan konsumen dari segi biaya. Borosnya Bandwidth yang dibutuhkan adalah salah satunya.

Kendati demikian, banyak teknologi positif yang dapat dimanfaatkan ketika saya mencoba menjajal Android baik melalui Emulator yang dapat dijalankan melalui sebuah PC ataupun langsung melalui ponsel pintar yang telah mengadopsi Android. MultiTouch pada area Homescreen, akses Menu dan fitur lainnya tanpa stylus, pengoperasian yang tidak seribet WinMob dan juga tampilan yang mudah dipahami merupakan hal pertama yang membuat saya ingin beralih pada Android.

Pada pengembangannya Android kini telah diadopsi oleh beberapa vendor ponsel terkemuka seperti HTC, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, LG bahkan vendor ponsel lokal seperti IMO, Huawei dan i-Mobile. Masing-masing vendor tersebut memanfaatkan beberapa rilis Android yang berbeda untuk setiap seri ponsel yang dimiliki seperti Andoid 1.1, versi 1.5 Cupcake, 1.6 Donut, 2.0 dan 2.1 Éclair. Entah kebetulan atau tidak, setiap rilis resmi yang diluncurkan Android menggunakan pengurutan Abjad sebagai nama pengingat. Sebagai pertimbangan dari sebuah kebetulan ini kabarnya pihak pengembang sedang berancang-ancang merilis versi berikutnya dengan nama Froyo serta GingerBread.

Semakin banyaknya vendor yang mulai mengadopsi Android sebagai sistem operasi pada seri ponsel pintar mereka, bisa jadi disebabkan oleh harga lisensi yang jauh lebih murah ketimbang sistem operasi lainnya sehingga beberapa vendor mampu meluncurkan seri mereka dengan harga yang murah. Diantaranya i-Mobile IE 6010 kisaran 2,0 juta, IMO S900 kisaran 2,25 juta, dan tentu saja Samsung I5700 Galaxy Spica 2,9 juta.

Bagaimana rekan-rekan ? ada yang tertarik untuk menjajal Android ?

How to UpgraDe OS BLackBerry

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Apabila sebelumnya BLoG ini pernah mencoba memaparkan langkah dan cara bagaimana melakukan UpgraDe OS WinDows MobiLe Pocket PC, WinDows MobiLe SmartPhone, Symbian 60 dan Symbian UIQ, kini giliran OS BLackBerry sebagai target operasi berikutnya.

Seperti OS lainnya, tindakan upgrade tidak bisa dilakukan secara sembarang. Katakan saja sebuah handset BLackBerry lawas macam Pearl tidak dapat disuntikkan OS BLackBerry terkini seperti BoLD misalnya. Lantaran pihak RIM selaku pengembang OS BLackBerry telah menyediakan rilis terbaru dari masing-masing handset yang pernah mereka keluarkan. Yang perlu dicermati selain penentuan seri handset sebelum melakukan pengunduhan OS versi UpgraDe adalah jenis Operator yang digunakan.

Adapun OS UpgraDe ini dapat diunduh dari situs resmi BLackBerry dengan memilih seri handset BLackBerry yang diinginkan. Sebelum proses pengunduhan dapat dilakukan, setiap user diwajibkan mengisi terlebih dahulu  form data yang telah disediakan. Untuk membantu jalannya proses UpgraDe, diperlukan aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager yang biasanya terdapat dalam cd pada paket penjualan. Apabila tidak memilikinya, aplikasi ini dapat pula diunduh dari situs yang sama. Ditambah dengan kabel data ataupun docking yang terhubung dengan perangkat pc atau laptop.

Langkah pertama adalah mematikan atau me-nonaktifkan aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager, lalu eksekusi file installer OS versi UpgraDe hasil pengunduhan sebelumnya. Proses extracting akan berjalan hingga membuka aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager dengan sendirinya. Sambungkan handset dengan perangkat pc ataupun laptop, dengan menggunakan bantuan kabel data atau docking.

Pilih Application Loader yang terdapat pada menu aplikasi BLackBerry DeskTOP Manager, lantas pilih Update Software dan klik tombol Start. Langkah selanjutnya adalah menunggu proses pencarian software UpgraDe OS yang tersedia, hingga menu aplikasi menampilkan Update Summary atau hasil pencarian terhadap UpgraDe OS yang tersedia. Lanjutkan dengan menekan tombol Next, lalu tunggu hingga selesai.

Tiga hal yang saya jadikan nilai positif dari proses UpgraDe OS BLackBerry ini adalah, Pertama, ketika proses berlangsung tidak lagi memerlukan koneksi internet seperti halnya OS Symbian baik S60 maupun UIQ sehingga waktu yang dihabiskan rata-rata kisaran 30 menit, tidak lagi bergantung pada kecepatan koneksi internet yang digunakan. Proses ini tidak jauh berbeda dengan proses UpgraDe OS WinDows MobiLe yang juga tidak memakan waktu lama.

Nilai positif kedua adalah pengguna atau user dalam melakukan proses UpgraDe OS tidak lagi direpotkan oleh urusan Backup Data lantaran sudah menjadi salah satu opsi yang tersedia pada proses UpgraDe secara default. Tindakan ini dirasakan sangat bermanfaat terutama ketika handset memiliki akun email lebih dari satu dan juga data email yang belum sempat dipilah satu persatu.

Nilai positif yang ketiga atau terakhir adalah adanya pilihan untuk melakukan DowngraDe atau pengembalian OS BLackBerry ke versi yang sebelumnya digunakan, tanpa memerlukan tambahan aplikasi seperti halnya OS WinDows MobiLe. Proses ini dapat dilakukan apabila hasil UpgraDe OS yang dilakukan ternyata tidak dapat memuaskan pengguna atau malah menghasilkan masalah baru.

Sebagai studi kasus, saya mencoba melakukan UpgraDe OS pada BLackBerry versi jadul 8700 yang ternyata masih mengadopsi sistem navigasi jog dial seperti halnya ponsel smartphone milik Sony Ericsson atau dalam dunia BLackBerry dikenal dengan istilah TrackWheel. Proses berjalan lancar dan sukses. Sekedar informasi, permasalahan yang saya dapatkan sebelumnya adalah setiap kali batere dibuka (dalam proses penggantian kartu sim card), icon menu secara otomatis menghilang dari tampilan layar. Walaupun sebelumnya proses format (Hard Reset) pada handset telah berhasil dilakukan.