PilGub Bali, seberapa menarik di mata kami ?

Category : tentang Opini

Media Sosial, utamanya FaceBook, group Suara Badung, yang saya ikuti sejak menjabat sebagai kepala seksi di skpd teknis Kabupaten Badung jadi riuh rendah dengan adanya PilGub Bali sebagai bagian dari Pilkada Serentak 27 Juni 2018 nanti.
Group Suara Badung ini kentara sekali jadi makin panas dengan naiknya tensi politik jelang hari pencoklitan rabu mendatang.
Beberapa Black Campaign mulai disodorkan oleh mereka yang sedari awal sudah terang-terangan mendukung salah satu paslon hingga mereka yang sedari awal ngotot mengaku Netral, kini sudah mulai beralih dan mengakui pilihan politiknya. Sah sah saja…

Sebaliknya di akun Twitter tampaknya masih belum seramai FB lantaran tidak banyak orang atau netizen dari pulau Bali ini yang aktif bersuara utamanya terkait PilGub Bali. Timeline saya sendiri masih disibukkan dengan pertarungan Cebong dan Kampret, para pendukung Calon Presiden terdahulu dan besok, yang hingga hari belum bisa Move On dari topik utama. Bisa dikatakan, topik PilGub Bali tak begitu menarik untuk dibahas di akun Twitter. Tenggelam oleh aksi #recehkantwitter atau #twitwor yang memang begitu menghibur dan mengundang tawa.

Generasi Milenial ataupun Anak Muda seperti kami saat ini sebenarnya dianggap sebagai satu potensi yang lumayan menggoda untuk bisa menambah pundi-pundi suara dan juga dukungan.
Swing Voter, begitu istilah yang mereka berikan.
Jadi tidak heran bila pola kampanye dua paslon PilGub Bali saat ini, ada juga yang berusaha untuk meraup pangsa remaja lewat konser musik yang diadakan secara berkala dari satu kota ke kabupaten lainnya. Tidak jarang, banyaknya massa yang hadir dalam pertunjukan konser musik tersebut, diklaim sebagai bentuk dukungan masyarakat pada paslon penyelenggara.

Demikian halnya dengan isu Bali Tolak Reklamasi yang diperjuangkan oleh For Bali selama lima tahun ini, dimana last minute beredar Surat Permohonan Reklamasi dari salah satu paslon saat yang bersangkutan masih menjabat di posisi yang berbeda, atau Surat Rekomendasi dari pendukung paslon lainnya yang juga tak kalah ributnya, mengundang pro dan kontra, pula tentu saja Black Campaign antar keduanya.

Belum lagi soal sangkaan Korupsi atau tuntutan hukum yang mampu menciderai kedua paslon saat sudah dilantik menjadi Gubernur Bali nantinya.
dan ada banyak hal lain yang menambah riuh masa kampanye di akun media sosial belakangan ini.

Maka itu menarik juga ketika menyimak hasil polling online yang dibesut admin akun Twitter @BaleBengong yang hanya menyajikan hasil sebanyak 306 Votes dari 101K follower yang menyatakan ‘tidak peduli’ akan pilihan PilGub Bali yang diambil nanti saat hari pencoklitan tiba. Miris ?
Demikianlah.

Kedua Paslon PilGub Bali merupakan Generasi Tua yang tampaknya belum mampu menghapus dahaga generasi Jaman Now akan sosok cerdas pemimpin daerah seperti pak Ahok atau pak Jokowi. Sehingga apa yang dipaparkan sebagai program kerja mereka nantinya saat terpilih hingga 5 tahun kedepan, belum mampu mengubah rasa pesimis masyarakat Bali umumnya menjadi lebih optimis. Kerja Nyata yang benar-benar bisa dirasakan.

Keduanya masih tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu, bayang-bayang dosa yang pernah dilakukan saat menjabat di posisi sebelumnya, bahkan bisa dikatakan, keduanya tidak memiliki banyak rekam jejak akan pembangunan fisik saat jabatan dipercayakan kepada mereka.
Bisa jadi itu menjadi sebab bahwa masih banyak Generasi Muda Jaman Now yang bingung menentukan pilihan bahkan jadi Tak Peduli pada perhelatan PilGub Bali tahun ini.

Ini opini saya sih…
CMIIW

PilGub Bali sudah dekat, Kamu pilih siapa ?

Category : tentang Opini

Entah karena saya yang kuper, atau malah sudah aware duluan dengan mengUnfollow beberapa kawan di akun sosmed, gaung PilGub Provinsi Bali rasanya kurang greget. Timbul tenggelam dengan isu-isu yang tak jauh dari perhelatan pilkada lainnya.
Korupsi, penyelewengan, prestasi yang dicapai hingga khususnya di Bali, dukungan atas perjuangan aksi Tolak Reklamasi. Sayangnya tak satupun yang mampu memunculkan dukungan sedahsyat Jokowi-Ahok pada PilGub DKI Jakarta lima tahun lalu.

Yeah, kemungkinan besar itu juga penyebab utamanya. Gegara seorang Ahok yang cina kafir itu jua menyebabkan standar baku seorang calon kepala daerah sudah terpatri sejak awal. Nyaris tidak ada yang memiliki kemampuan segarang dan setajam pimikiran Beliau, terlepas dari tuduhan Penista Agama yang dialamatkan setahun terakhir.
dan di Bali khususnya, semua calon juga calon yang tak jadi maju ke kancah kontestasi, hanya bisa mencatut dan mengekor nama Beliau. Tidak ada hal baru yang bisa dilakukan sejauh ini.
Baik untuk Calon yang sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Denpasar untuk lingkup wilayah yang Beliau pimpin selama ini, maupun calon yang dulunya terpilih menjadi Anggota DPR RI pusat.
Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, termasuk urusan hukum dan lainnya.

Hari pencoblosan sudah tinggal menghitung hari saja. Calon yang bertarung pun sudah melewati debat yang (sorry to say) kurang menarik untuk dinikmati.
Saya sendiri sebagai seorang ASN dilarang memberikan dukungan secara nyata pada salah satu calon termasuk urusan Like maupun foto bersama lalu diUpload ke Sosial Media. Jadi jangan tanyakan pilihan saya disini ya.

Nah, kamu sendiri, yang bukan ASN, mau pilih siapa ?

Nostalgia Oprek PC Jadul

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak kembali satu persatu halaman majalah digital Chip edisi jadul, dari tahun 2002 hingga 2008, mengenang kembali nostalgia masa lalu dimana saat itu masuk suka oprek pc baik milik sendiri, kantor dimana bekerja, hingga punya teman. Mengisi sejumlah waktu luang yang ada sejak remaja hingga beranjak menikah.

Modal utama selain belasan keping cd hasil burning berisikan aplikasi, sistem dan permainan, wajib pula memiliki pengetahuan dan ilmu yang didapat dan diingat lewat majalah dan media cetak terkini. Meski jasa oprek tak selalu didapat berupa uang dalam amplop, tapi nikmat saat melihat wajah puas pemiliknya, memang beda terasa.
Benar-benar masa kurang kerjaan.

Dari banyak hal yang saya lakoni selama masa-masa Old itu, hingga hari ini masih ada beberapa kode atau serial number, hasil patch atau crack untuk aplikasi tertentu yang nyantol di kepala.
Misalkan saja winzip versi berapa, kodenya bisa menggunakan F6320000. atau kode untuk sistem operasi Windows 98 yang kerap diInstall ulang K4HVD-Q9TJ9-6CRX9-C9G68- aduh… ini mah Wajib hafal luar kepala.

Yang mengasyikkan dari aktifitas oprek jaman itu adalah banyaknya aplikasi unik yang bisa mengubah tampilan atau fungsi pc-mu jadi jauh lebih menarik dari biasanya. Salah satu yang saya suka adalah Windows Blinds. Semacam Tema pada sistem operasi Windows dimana tampilan bisa diCustom laiknya sistem operasi lain laiknya Launcher Android jaman Now. Bagi yang awam biasanya langsung bingung saat tampilan dipermak beda dengan wajah standar apa adanya.

Salah satu rilis sistem operasi Windows yang saya sukai adalah Windows 98 Me atau Millenium. Punya tampilan yang lebih segar dan bisa diOprek dengan bebas, pun punya banyak fitur baru. Apalagi soal spek dan kebutuhan perangkat, tidak berat-berat amat seperti Windows XP. Toh masih ada WB yang siap mengubah tampilannya ke versi XP.

Sekali waktu, jika bertemu dengan kawan yang suka pamer dengan pc baru mereka yang sudah mengadopsi Pentium IV, saya biasanya juga ikut pamer kemampuan tampilan dan aplikasi meski pc yang digunakan sudah tergolong jadul, alias masih menggunakan Pentium II MMX. Prinsipnya tetep gak mau kalah, apapun alasannya.

Ada juga hal yang sangat saya sukai saat beraktifitas dengan pc jaman jadul ini, yaitu merekam media kaset koleksi Iwan Fals dan musik hardcore lainnya kedalam format MP3 yang saat itu belum sefamiliar jaman Now. Jadi sudah mulai meninggalkan media tape kaset dan beralih ke Winamp. Cuma kualitas hasil suaranya belum semantap dan jernih gitu.

Sementara games yang paling disukai jaman itu ya tipe fps. First Person Shooter, macam Doom, Duke Nukem atau Quake, yang belakangan booming lewat Counter Strike dan semacamnya.

Kalo kalian, punya pengalaman apa dengan pc jadul ?

Menikmati Libur Panjang sebagai Libur Panjang

Category : tentang PLeSiran

Akhirnya… usai juga Libur Panjang kali ini…
13 hari kalau tidak salah, dapat off dari rutinitas kerja era Pak Jokowi. Dan meski tidak full sepanjang itu, rada bosan juga sebetulnya, saat tidak banyak aktifitas yang bisa dilakukan untuk melewati bejibunnya waktu luang yang ada.

Libur panjang tanpa agenda Liburan ke Luar Kota

Yeah… Libur panjang kali ini bisa jadi merupakan libur tanpa keseruan main ke luar kota. Libur tanpa menginap di hotel, Libur tanpa selfie bareng anak-anak.
Yang ada hanyalah libur dengan aktifitas yang tak bisa diduga sebelumnya. Baik terkait kematian kakak sepupu di minggu pertama liburan, juga sakitnya anak-anak di minggu kedua.

Tapi memang sudah dimaklumi. Karena komitmen kami, sebelum tujuan utama jangka pendek bisa dipenuhi, kami tak lagi mengambil opsi liburan kemana-mana. Cukup lingkup terdekat alias rumah mertua. Ha…

Jadi ya gitu deh.
Gak ada foto-foto asyik yang bisa dipamerin di akun Instagram dan FaceBook laiknya sejumlah kawan lainnya.

Kalian sendiri, libur panjang pada kemana ?

Hemat Pengeluaran dengan Majalah Digital

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya sudah lama ndak mampir-mampir ke lapak langganan di jalan Sumatera Gajah Mada, sekedar melihat perkembangan teknologi terkait hobi ataupun politik di Indonesia saat ini.
Ya, sebagai bagian dari generasi milenia, yang namanya politik wajib tahu lah biarpun sedikit. Diimbangi juga dengan update dan upgrade pengetahuan akan hal-hal yang lagi nge-Trend belakangan ini.

Namun sayangnya, tidak semua informasi yang dibeli bisa diserap dengan baik oleh otak. Mungkin lantaran tidak sehobi atau tidak menguasai, maka yang diminati pun biasanya hanya segelintir halaman seakan membuang uang untuk hal yang tidak penting. Tertarik membeli majalah edisi cetak pun biasanya hanya karena liputan utama atau khususnya saja. Sisanya ? Ya begitulah.

Bersyukur era Jaman Now, semua hal bisa jauh lebih dipermudah. Soal Informasi, bisa didapatkan dengan cepat lewat portal berita media ternama, hingga akun sosial media. Sementara bagi yang belum bisa Move On dari majalah dan edisi cetaknya, kini bisa melirik banyak alternatif media digital yang siap memberikan informasi serupa dengan pengalaman baru. Membeli atau mengunduhnya secara gratis pun kini sudah jadi kewajiban sehari-hari. Secara rutin demi update berita dan kemajuan lainnya.
Tentu saja ini jauh menghemat anggaran belanja.

Bahkan tidak terbatas pada edisi lokal saja. Media internasional pun bisa didapat dengan harga yang lebih murah bahkan gratis, pula dengan proses yang mudah. Tinggal potong pulsa atau gunakan opsi credit card.

Kelebihan lainnya adalah, informasi yang dibutuhkan bisa disimpan baik secara keseluruhan dalam bentuk file didalam akun email yang tercatat, maupun rekaman layar atau screenshot sehingga bilamana dibutuhkan, informasi tersebut bisa dengan mudah dicari dan dibaca. Tidak harus membuka tumpukan arsip yang menghabiskan banyak tempat.
Termasuk bisa dibagikan ke orang lain dengan cepat.

Menatap Mentari Pagi Desa Canggu Idulfitri 1 Syawal 1439 Hijriah

2

Category : tentang Opini

Hari masih gelap ketika kaki kaki ini mulai menapak jalan aspal dari rumah mertua menuju selatan, pantai Batu Bolong Desa Canggu. Satu dua wisman tampak berlari kecil melawan arus dimana aku melintas. Suasana hari raya begitu kentara.

Masuk kilometer kedua, satu dua kendaraan roda empat mulai tampak. Aku pun mengambil haluan kanan, melawan arus kendaraan agar tetap bisa melangkah cepat di atas aspal, dan tak terjerembab di kotornya selokan.
Disini keberadaan trotoar belum menjadi prioritas laiknya kota.

Empat kilometer jauhnya dari rumah. Jarak yang kupantau melalui aplikasi Google Maps saat menyeruput kopi pahit dini hari tadi. Lumayan juga untuk rute pergi pulang. Menjadi pengalaman pertama bulan ini, pasca kecelakaan tempo hari.

Mentari pagi masih malu-malu menampakkan diri. 1 Syawal 1439 Hijriah, Tahun 2018 dimana kemacetan mudik tak lagi viral di sejumlah media. Mensyukuri jalan tol yang dibangun Presiden Kita dan tetap berharap ia akan tetap memimpin negeri ini periode depan.

Selamat Hari Raya Idulfitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

3000 Postingan, Lalu Apa ?

4

Category : tentang Opini

Sudah 12 tahun…
dan Sudah lewat rupanya ?

Saya malah lupa, kalau 26 Mei lalu adalah tanggal dimana saya mulai menulisi halaman Blog ini, 12 tahun yang lalu tapinya. Sudah seharusnya dirayakan… tapi lupakan saja.

dan Setelah dibuka-buka kembali halaman Blog yang sangat amatiran ini, rupanya lagi Sudah ada 3000 postingan yang dilahirkan dan sekitar 5% diantaranya ditarik dari peredaran. Tepatnya diBredel oleh siempunya. Gegara tidak layak baca dan tidak layak publikasi. Jadi bisa dikatakan, yang bisa dibaca sekitaran 2850an postingan saja.

Lalu Apa ?

Lalu harapannya ya jelas, bisa lebih serius lagi ngeBlognya. Lebih semangat dan tentu saja lebih berkualitas dari segi tulisannya. Karena bakalan mubazir kalo halaman blog ini hanya menyimpan soal keluh kesah saya dan cerita tak jelas, seiring makin banyaknya usia halaman Blog.

Apa Bisa ?

Ya Doakan saja.
Semoga bisa selalu sehat pikiran dan jasmani, sehingga bisa menulisi Blog hingga akhir masa nanti. dan Semoga juga, bisa mendatangkan nilai rupiah yang lebih baik lagi kedepannya.

Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Keluarga

Category : tentang Opini

Usianya masih tergolong muda saya rasa. Belum menginjak 50 tahun. Namun ia sudah pergi mendahului kami pasca pecahnya pembuluh darah di kepala siang harinya. Hanya terhitung jam, kabar duka kami terima.

Ia hanyalah satu dari sekian banyak saudara yang saya miliki. Satu dari sekian saudara pula yang mengalami sakit serius di usia muda. Demikian halnya saya.

Kerap kali kami abai pada kesehatan. Lebih suka bergelimang kesukaan baik akan makanan, minuman atau aktifitas yang tidak sehat. Dan rata-rata kami memang jarang berolahraga.
Semua baru menyadari betapa terlambatnya datang penyesalan. Utamanya bagi kami begitu mengetahui ada teman baru didalam tubuh, yang siap menggerogoti daya tahan tubuh, pula umur yang begitu didewakan banyak orang. Ada banyak potensi teman lainnya yang siap menemani jika tak jua mengubah pola hidup.

Olah raga kini menjadi penting.
Setiap hari. Begitu luang, pagi dan sore hari, langsung dilakoni. Gak peduli suasana hati, karena begitu keringat mulai menetes, semua jadi bersemangat kembali. Cuma memang sudah terlambat untuk memulainya.

Kesehatan itu urusan gampang sebenarnya. Selama pemasukan kalori kedalam tubuh bisa diimbangi dengan pengeluaran kalori yang setara, sekiranya masih aman situasinya. Namun alangkah bagusnya bisa sedikit lebih meneteskan keringat agar kesehatan bisa lebih terjaga. Maka itu perbanyak gerak badan, kurangi asupan makan enaknya.
Sederhananya ya jaga pola makan saja sudah cukup.

Toh ketika kesehatan bisa dijaga, semua itu demi masa depan diri sendiri, keluarga, utamanya anak anak dan istri bagi mereka yang sudah berumah tangga. Ndak kasian sama anak anak yang masih perlu kasib sayang orang tua, malah ditinggal pergi secara permanen ? Atau Ndak kasian sama Istri yang begitu kerasnya diperjuangkan saat masa pacaran dulu, kok ya ditinggal jauh ?

Kalian yang masih muda, ada baiknya mulai rajin menjaga kesehatan mumpung masih bisa. Mumpung belum terlambat. dan Mumpung ada yang mau mengingatkan.
Jangan sampai semua terlambat baru menyesal.
Ingatlah bahka kalian masih punya seseorang yang bakalan merindukan kehadiran sosok yang disayanginya, dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Menanti Pertarungan Lokal Motor Matic Premium 250cc

Category : tentang Opini

Mengambil keputusan untuk memilih Yamaha XMax 250 pada pertengahan tahun 2017 lalu, menggantikan posisi Yamaha Scorpio 225 sebenarnya sudah menjadi impian sejak lama. Kalau tidak salah, saat isu XMax akan dirilis, sesaat setelah NMax masuk pasar Indonesia.
Saat DP diberikan ke agen Yamaha di bilangan Diponegoro Denpasar, beberapa kelemahan Motor Matic Premium rakitan lokal ini sudah bisa diketahui lebih awal. Salah satunya penggunaan bodi plastik yang belakangan mulai dikhawatirkan calon pengguna, pasca dua kali kalah tabrakan dengan motor bebek generasi old. Garpu depan bahkan hingga ke velg, hancur berantakan.
Meski secara Harga Jual masih ada yang mengatakan terlalu mahal untuk sebuah motor dengan mesin satu silinder, namun bagi pasar Indonesia yang bisa jadi lebih mengutamakan penampilan, Yamaha XMax 250 sangat menggiurkan untuk dibawa pulang dengan kisaran 56,5 Jutaan.

Sebelum Yamaha merilis seri Maxi Premium ini, Suzuki sudah lebih dulu mencoba masuk lewat seri Burgman 200cc. Yang kalau tidak salah saat ini dilego dengan harga baru, nyaris 60 Jutaan.
Dengan jenis mesin yang sama namun berkapasitas sedikit lebih kecil dan bodi yang sedikit lebih rendah, untuk lokalan tampaknya masih belum banyak bisa dilihat bersliweran di jalanan.
Lantaran dengan rentang harga seperti itu, pasar mungkin lebih melirik Kawasaki Ninja 250R versi awal, meski secara model ya kembali ke selera masing-masing.
Meski demikian, Suzuki tampaknya masih berupaya masuk dalam kapasitas mesin yang sama lewat seri Sky Wave 250.

Setelah Yamaha XMax 250 dirilis ke pasar lokal, Kymco sebagai pemain lama motor matik, sudah menyiapkan seri Downtown 250cc dengan harga jual 68 Jutaan. Angka yang cukup fantastis mengingat secara spesifikasi tidak jauh berbeda dengan versi Yamaha punya.

Sementara itu Honda, sang raja yang memimpin pasar motor lokal, rupanya sudah merilis seri Forsa 250cc di pasar Jepang dengan harga jual 83,5 Juta. Paling tinggi di level yang sama sejauh ini.
Bisa semahal itu lantaran produk masih merupakan barang impor dengan rakitan Thailand. Jadi ingat seri PCX seri awal yang juga memiliki harga jual cukup besar disandingkan sejawatnya.

Menanti pertarungan pasar lokal untuk motor matic kelas Premium 250cc, tampaknya bakalan ramai di tahun 2019 mendatang.
Apabila ketiga brand diatas ingin bersaing merebut kue penjualan motor matik kelas premium di pasar lokal dari Yamaha, harapannya tentu saja, produk bisa dirakit disini sehingga harga jual yang bisa ditawarkan kepada konsumen jadi tidak jauh berbeda.
Cuma, apa Mungkin ?

Istirahat Terpaksa Aksi Jalan Kaki 10K

2

Category : tentang Opini

Tangan dan kaki kiri saya masih gemetar pasca diobati istri siang tadi. Bahkan untuk mengetik draft postingan blog ini pun, mengandalkan benar jempol kanan untuk menggerayangi segenap area keyboard virtual pada layar ponsel.
Bukan, saya bukannya mengalami Stroke atau kelumpuhan pada badan bagian kiri. Aduh… semoga hal itu dijauhkan dari nasib saya kelak. Tapi ini karena tertindih XMax saat berupaya memindah parkir kendaraan dari area panas ke teduh pukul 14.00 barusan. Sesaat setelah menemani dua bayi kecil yang saya paksa untuk tidur siang tadi.

Siapa sangka setelah delapan bulan lamanya, saya baru tersadar bahwa beban motor Yamaha 250 ini memang berat adanya. Jika bukan karena kejadian tadi, mungkin pikiran masih merasa enteng kalo mau menggeber matic premium ini kemana-mana. Termasuk menikung dengan gaya moto GP sekalipun.
Kali ketiga, dan kali ini telak banget.

Kaki kiri banyak besetnya.
Terparah pada sisi dalam betis. Bisa jadi lantaran kena gesekan standar kaki motor yang lumayan tajam. Sementara sisi luar kena pojokan keramik bangunan bali. Kejadian berlangsung cepat.
Tiba-tiba saja tangan dan kaki banyak luka luar yang cukup perih saat digerakkan.
Sementara motor, beset pada sisi pinggul bodi belakang. Nanti bisa diakali dengan penambahan stiker semacamnya.

Semua rencana jadi buyar.
Tadinya mengagendakan perjalanan ke rumah mertua indah membawa banten bareng anak-anak, setelah sukses mengganti aki mobil yang ngadat pagi tadi. Terpaksa ditunda karena Istri ndak tega melepas pasca melihat luka kaki yang lumayan banyak jumlahnya. Itupun masih mengingatkan gemetarnya telapak tangan kiri yang lumayan keras.
Tapi laiknya orang Bali pada umumnya, kami masih bersyukur. Lantaran ini terjadi di rumah. Jadi pertolongan pertama bisa dengan cepat diberikan.
Lumayan menyengat perihnya. Mirip disetrum listrik pada alat pijat kecil.

Rutinitas Aksi Jalan Kaki 10K sehari pun sementara musti dihentikan. Istirahat dulu, kata ortu.
Mungkin ini arti dari mimpi buruk yang dialami Istri kemarin malam.
Tapi bisa juga ini sebagai peringatan dari Tuhan, bahwa olahraga cukup yang biasa-biasa saja.

Perjalanan Tiga Kepentingan ; Berhenti Malas, Mulailah Bekerja Keras

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Matahari belum menampakkan diri saat kaki melangkah santai memasuki Gate 1B Bandara Ngurai Rai Selasa pagi tadi. Sebuah perjalanan yang sudah direncanakan sejak lama untuk membawa tiga misi kepentingan bagi Pemerintah Kabupaten Badung.

Pertama persoalan Rumah Susun. Dimana berdasar hasil PraKonreg yang dihadiri perwakilan SNVT Provinsi Bali di Semarang Februari lalu, infonya Badung mendapat alokasi pembangunan Rumah Susun 3 lantai bagi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada tahun 2019 nanti. Ini menjadi pertanyaan besar, mengingat dari Kabupaten sendiri tidak ada usulan yang disampaikan ke tingkat provinsi ataupun pusat. Kami menyambangi Dirjen Rumah Susun di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meyakinkan perihal ini serta memastikan persoalan serta solusi yang nantinya dapat diambil agar kelak usulan diatas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Berlanjut ke gedung Heritage di areal Kementrian yang sama, kami menyasar Pusat Kebijakan dan Penerapan Teknologi untuk berdiskusi perihal pengujian mortar pada kegiatan konstruksi baik sebelum ataupun sesudah dibangun.
Pejabat yang mendampingi menyarankan kami untuk meluncur ke Bandung apabila menginginkan penjelasan atau paparan yang lebih teknis dari tim ahlinya. Maka itu besok pagi, kami berencana menindaklanjutinya bila tiga kepentingan hari ini bisa diselesaikan.

Agenda terakhir, mampir di Bappenas daerah Menteng, gedung Madiun lantai 4, mencoba memastikan perihal alokasi dana DAK Bidang Perumahan, yang informasinya tahun 2019 nanti akan diberikan kembali, padahal tahun 2017 lalu kami sudah pernah mengembalikannya mengingat secara prioritas penanganan tidak memenuhi aturan Perpres nomor 123 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik. Jangan sampai pengalaman yang sama terulang kembali mengingat akan ada imbasnya di skpd lainnya yang sampai saat ini masih membutuhkan pemanfaatan dana DAK dari pusat.

Berhenti malas, mulailah bekerja keras

Ini pengalaman kali pertama, menyelesaikan kepentingan di tiga tempat dalam waktu sehari diseberang lautan. Itupun sebenarnya waktu lebih banyak terbuang untuk akses transportasi menuju lokasi yang diharapkan.
Akan tetapi, demi kepentingan masyarakat Badung ya memang harus ikhlas dijalankan.