Intermezzo 26 September

Category : tentang Opini

Rasa mual itu datang lagi.
Dan pundak, punggung dan semua sisi belakang badan ini kembali merasakan nyeri.
Padahal baru sehari rutinitas ini dilakoni sejak pagi.
Semua keluhan hadir lengkap dengan pegal linu dan meriang.
Entah apa yang terjadi.

Aku yakin semua sakit ini ada karena pikiran.
Yap.
Bisa jadi ini pertanda stress.
Pertama kali dalam tiga tahun terakhir berada di Cipta Karya, melakoni jabatan sebagai Kepala Seksi Permukiman dan ditugaskan sebagai PPK Pejabat Pembuat Komitmen, yang dulu dikenal dengan istilah PimPro.

Tahun ini menjadi spesial. Karena sekurangnya ada 90an paket yang dipegang, dan dalam waktu satu minggu kedepan akan berkembang jadi 100an lebih.
Entah apa yang bisa kupikirkan untuk menjalani itu semua.

Diabetes sudah kucoba abaikan.
Meskipun akibat yang akan menghantui sungguh sangat menakutkan.
Tapi apa mau dikata jika pimpinan tak berkenan memberi pengganti untuk semua aktifitas yang dilakoni.

Hanya bisa pasrah.
Dan mengeluh di blog ini.

Karena memang, hanya ini yang mampu dilakukan.

Tempat kerja ini tak lagi nyaman untuk dinikmati.

Intermezzo 23 September

Category : tentang Opini

Pada akhirnya saya menyadari, bahwa saya tak membutuhkan lagi sebuah nomor ponsel untuk berkomunikasi, karena keasyikan dari semua itu pelan seakan sirna terbawa oleh waktu.

Kebosanan pun melanda dan menjadikan hari jauh lebih nyaman untuk dinikmati tanpa gangguan dering ponsel.

Apa yang dilewati tiga hari terakhir pun memberi banyak nasehat pada diri. Kehadiran kawan kawan dekat memberi saran untuk membunuh dan melupakan itu semua sejenak, dan jangan mempedulikannya lagi.

dan apa yang disampaikan pak de Muliarta, mantan atasan saya yang kini memilih pensiun dini dari jabatan Kepala Bidang, PPK dan PNS, memang serasa menohok dan mengingatkan saya pada banyak hal.

“Kita yang (ber)tanggung jawab, tapi disekitar kita banyak tukang peras wartawan, polisi aparat hukum.
Saya sebelum berhenti, curhat ke rumah pak Sekda dan bilang disitu saya belum bisa berubah jadi setan, karena disekitar kita banyak setan jadi saya tidak nyaman…”

dan saat saya mengeluhkan kebijakan tanpa ampun pimpinan menunjuk dan menugaskan saya sebagai PPK untuk 90an kegiatan dengan memanfaatkan sumber dana APBD Tahun 2016, dimana 80 diantaranya merupakan paket fisik konstruksi, dengan total dana 220 Milyar, maka Beliau pun mengingatkan saya kembali…

“Ya uleh2an malu sambil berstrategi untuk diri sendiri. Buat hiburan untuk diri sendiri.
Ingat anak istri itu yang utama…

Jika terjadi apa2 dengan kita, atasan di kantor paling ikut bela sungkawa. Tetapi anak istri akan menderita.
Jadi harus tetap ada waktu utk anak istri…”

KuDet DuMay bikin KuPer

Category : tentang Opini

Semingguan ini sampe lupa mau apdet tulisan di halaman blog sendiri. Terakhir posting kalo ndak salah selasa minggu lalu. *jadi malu…

Gegaranya ya selain kesibukan hari raya, pantengan layar ponsel rasanya lebih banyak main di akun IG ketimbang Twitter atau lainnya. Memang siy, ketiadaan akun sosial media macam FaceBook sejak setahun lalu membuat saya rasanya jadi kurang pergaulan terhadap topik-topik yang lagi in di dunia maya. Lalu bengong pas baca timeline satu persatu tanpa pernah mampu berbuat apa saking kudetnya.

Kalo ndak salah ada trend Awkarin, remaja tanggung yang beken dengan kesehariannya. Berlatarbelakang pelajar terbaik di daerah, pindah ke ibu kota menunjukkan talenta yang hebat, kalo menurut pandangan mata saya. Meski banyak dicemooh karena gaya berpakaian yang terbuka, ya mau bilang apa ? trend anak muda kekinian kebanyakan siy kayaknya.

Udah gitu ada Young Lex, rapper muda gandengannya Awkarin tadi. Taunya malah dari akun tersebut. Padahal ni anak, beken lewat akun berbagi video yucub, eh youtube, bahkan saya lihat beberapa single masuk hitungan aplikasi Spotify loh. Jarang-jarang ada penyanyi yang masuk hasil pencarian aplikasi luar. Meski alunan nada lagunya ndak masuk ke telinga saya, tapi hebat, semua bisa mendatangkan penghasilan untuk remaja seumurannya.

dan Kini kabarnya kedua remaja ini lagi bikin heboh lewat music video bersama berjudul Bad, gitu ya ?

Trus ada om Mario Teguh yang lagi rame tentang pengakuan anak dari istri pertama yang tak diakuinya. Benar tidaknya sih bisa dilihat dari Test DNA yang ditantang ke si anak, namun belakangan di tolak si Om, dan merasa bahwa kasus pencemaran nama baiknya jauh lebih penting. Ini mengingatkan saya pada tweet Bang @kurawa tentang Motivator lokal yang berangkat dari ngemotivasi orang dulu baru mendatangkan uang. Terlepas dari semua kontroversi yang ada tampaknya memang ada bakwan di balik udang ketika saudara si om rame rame membela si anak dan mengakuinya sebagai ponakan. Eh…

Lalu ada sidang Kopi Sianidanya mbak Jessica yang berlangsung baik Shitnetron dengan bergabungnya pak mantan Menteri era BeYe yang katanya sih diusir paksa dari ruangan sidang. Sebagian menyatakan si Jessica sudah pasti pembunuhnya Wayan Mirna, sebagian lainnya menyatakan kurangnya bukti. Lalu siapa atau apa yang membunuh pengantin baru ini ya ?

Terakhir ada goro goronya pak Ahok di pencalonan Gubernur DKI, yang belakangan diusung PDI P padahal beberapa waktu lalu sempat dikecam partai pasca kasus mahar. Entah Ini memang trik kamera ataupun politik tai kuda, yang pasti sih emang banyak yang jadinya kelihatan jelas, mana yang beneran dukung, mana yang hanya Baperan. Hehehe…

Liburan ndak Sesuai Harapan

Category : tentang PLeSiran

Rasanya masih kurang sebenarnya.
Liburan cuma sehari.
Itupun waktu yang sebetulnya ingin santai dilalui, malah diburu ndak jelas. Padahal harapan ingin mengenalkan suasana baru sambil jalan tapi jadinya kok malah emosi ndak karuan.
Ini kali pertama dan terakhir deh mengajak keluarga melenggang begini. Jadi ndak sreg menjalani liburan.

Yah, mungkin karena terbiasa nyaman akan satu hal sehingga pilihan ya ditetapkan itu itu saja sasarannya. Padahal jenuhnya minta ampun.
Sesekali ambil rute baru boleh dong sebetulnya.
Cuma ya karena semua gak sepaham, harapan pun jadi tinggal harapan.
Maka gegara emosi sesaat rusak liburan seharian. Ini bawaan kok mengeluh aja perasaan.

Tapi sudahlah.
Setelah ngebut dari Sidan Gianyar sampe ke Batuan, lalu mencoba ikhlas menerima kenyataan bahwa ini memang habbit keluarga yang harus diterima, akhirnya jalan pulangpun dilalui so and so lagi.

Liburan sehari kok ya ndak sesuai harapan…

Besok ya mau ndak mau, suka ndak suka, ya musti balik lagi pada kesibukan dan rutinitas. Yang hampir selalu bikin galau dan penat…

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 4)

Category : tentang Opini

Melanjutkan postingan saya sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan, yang Dalam kasus ini saya mencoba mengambil contoh asuransi Prudential.
Bahwa Asuransi hanya akan saya bayarkan sebagaimana kontrak perjanjian selama 10 tahun saja. Sisanya tidak lagi.
Benar atau Tidak ?

Secara kenyataan, jika berbicara bahwa pembayaran asuransi yang dimaksudkan adalah dengan cara mengeluarkan uang dari dompet atau rekening pribadi, tentu saja itu Benar adanya.
Namun jika dilihat pada makna sesungguhnya adalah, nasabah tetap membayar premi asuransi bulanan hingga masa kontrak berakhir, dimana biaya tersebut akan diambilkan dari perputaran dana (bisa jadi semacam bunga atau sejenisnya) yang ada dalam nilai investasi atau premi kesehatan yang dibayarkan selama jangka waktu 10 tahun sebelumnya.
Sehingga seolah-olah Nasabah tidak akan membayar premi secara nyata, karena sistem penggunaan dana asuransi sudah mengaturnya sendiri. Kira-kira begitu.

Lalu, bagaimana jika nilai Investasi yang ditanamkan dalam satu kesatuan premi bulanan sebagaimana dimaksud diatas ditarik seluruhnya, sewaktu-waktu apabila diperlukan. Bolehkah ?

Jawabannya Boleh.
Cuma, jika kita kelak menarik semua jumlah investasi yang ditanamkan, secara otomatis, pertanggungan asuransi pun akan berakhir.
Kaget ?
Lha ? Kok bisa ? Coba diyakinkan ke Agen nya masing-masing.

Na ini, berkaitan dengan pembayaran premi asuransi diatas tadi, bahwa sesungguhnya pembayaran diluar jangka waktu kontrak selama 10 tahun sudah diatur by system dengan mengambil pembagian dana dari nilai investasi tadi.
Lha kalo nilai investasi kemudian di-Nol kan, darimana mereka bisa mengambil porsi pembayaran premi lanjutannya coba ?
He… Khusus ini, silahkan para Agen Asuransi menjawabnya jika saya salah berpikir yah. Tapi setidaknya seperti inilah pemahaman saya saat dijelaskan kemarin.

Lalu seberapa besar dana investasi ini boleh ditarik atau dicairkan ? Secara logika sih sebesar nilai yang menyisakan saldo minimal agar kelak perputaran dana tersebut dapat digunakan untuk membayar premi asuransi bulanan selanjutnya. Berapa nilai pastinya, coba dikonsulkan dengan agen masing-masing. Kurang lebih begitu.

Nah, di luar kesalahan kesalahan pola pikir nasabah diatas dan sejauh empat postingan terakhir ini, ada lagi ndak hal-hal yang perlu diwaspadai oleh Nasabah saat hendak melakukan perjanjian pembelian polis asuransi kesehatan ?

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 3)

Category : tentang Opini

Masih melanjutkan postingan sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah, dalam kasus ini asuransi Prudential saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan, Kesalahan Ketiga yang saya tuliskan disitu adalah bahwa ketika saya memutuskan untuk menanamkan investasi dalam Asuransi Kesehatan yang saya beli, besaran uang yang saya terima pada saat jatuh tempo adalah sebesar uang yang dibayarkan, dikali 12 bulan, dikalikan lagi 10 tahun kontrak pembayaran, plus bunga tahunan atau bonus kelebihan dari Asuransi.
Kalo yang ini memang dijamin Tidak Benar.

Disamping secara hitung-hitungan, sebenarnya bukan sebesar uang yang dibayarkan, tapi sebesar uang yang disiapkan dalam pembagian Premi Investasi yang dalam istilah Prudential disebut sebagai PruSaver.
Sudah begitu, pola pikir terkait dana Investasi yang dibayarkan setiap bulannya, tidak mengacu pada pola tabungan berjangka sebagaimana Bank, namun lebih pada pola investasi berbentuk Saham.

Jika pada Bank, benar jika pemikirannya adalah besaran uang yang ditanamkan sebagai investasi, misalkan dalam polis saya ada senilai 83ribu dari besarnya dana total yang saya bayarkan setiap bulannya sebagai premi sekitar 750ribu setiap bulan. Dikalikan 12 bulan, dan dikalikan lagi 10 tahun sesuai kontrak perjanjian pembayaran, plus Bunga tambahan.
Jadi bisa dikatakan bahwa nilai perkalian adalah Mutlak sekian, sekalipun bunga dianggap 0%, tidak mungkin jumlah uang yang diterima jauh lebih rendah dari nilai tersebut. Terkecuali ada potongan administrasi yang nilainya lebih besar dari bunga yang didapat.

Namun ternyata, pola Investasi yang diterapkan oleh asuransi Prudential adalah layaknya bermain Saham.

Nilai yang kita bayarkan akan dikonversi menjadi Unit link yang dibagi berdasarkan nilai tertentu dan cenderung sama satu sama lainnya di intern perusahaan. Unit inilah yang nantinya akan semakin bertambah setiap kali kita melakukan pembayaran, dan diakumulasi setiap tahunnya.Untuk melihat berapa besaran investasi yang kita miliki tinggal mengalikan jumlah Unit yang ada dengan Harga Unit yang nilainya berfluktuasi naik dan turun.
Apabila Harga Unit terpantau rendah, maka nilai Investasi yang dihasilkan pun akan berada pada titik terendah. Atau bisa jadi malah lebih sedikit dari nilai yang sudah ditanamkan sebenarnya apabila Harga Unit ini anjlok berada di bawah nilai Unit Link yang ditetapkan oleh Prudential saat konversi dilakukan di awal transaksi.
Akan menjadi tinggi apabila Harga Unit ini mencapai titik optimalnya.Jadi jika boleh kemudian digambarkan sebagaimana grafik garis, nilai uang yang ditanamkan dalam bentuk investasi pada Asuransi Prudential ini, makin lama tidak akan menjamin akan naik terus garis grafisnya, namun bisa jadi naik turun sebagaimana harga unit yang ditentukan secara global.
Demikian disampaikan untuk sementara waktu.

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 2)

Category : tentang Opini

Masih melanjutkan postingan saya sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah, dalam kasus ini asuransi Prudential saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan. Berikut Kesalahan Kedua yang dapat disampaikan sebagai bahan topik bahasan postingan kali ini.

Bahwa ketika terjadi klaim kesehatan, seluruh biaya akan ditanggung oleh asuransi. Berapapun besarnya. Apapun jenis keluhan sakit yang diderita.

Ternyata apa yang saya pikirkan sedari awal ikut Asuransi Prudential atau barangkali yang kalian pikirkan jika serupa dengan makna diatas, tidak sepenuhnya Benar.

Akan menjadi benar apabila jenis keluhan sakit yang diderita masuk dalam kategori yang dapat ditanggung penuh oleh Asuransi. Misalkan Demam Berdarah, atau Thypus. Yang notabene jenis obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan pasien bukan tergolong obat mahal dan lebih banyak membutuhkan istirahat saja. Sehingga apabila kalian kebetulan mengalami jenis keluhan ini dan menjalani rawat inap, sepanjang pengalaman saya merawat Mirah dan Intan beberapa tahun lalu, keduanya ditanggung penuh oleh Asuransi Prudential.
Sedang akan menjadi tidak sepenuhnya benar apabila jenis keluhan sakit yang diderita tergolong Kritis, dimana tidak semua jenis obat dapat ditanggung oleh asuransi.
Meskipun, dalam ilustrasi gambaran awal, telah disampaikan bahwa kelak akan dianggarkan sejumlah besar dana dari pihak asuransi sebagai backup pembayaran di setiap tahunnya dengan jumlah yang sama.
Ingat, Setiap Tahun dianggarkan sejumlah besar dana yang sama.

Namun ada hal yang rupanya tidak diketahui oleh Nasabah, bahwa dalam Jumlah dana yang dipersiapkan oleh Asuransi dalam setiap tahunnya untuk klaim yang dilakukan oleh Nasabah tidak serta merta terhitung akumulasi satu item dengan item lainnya.
Informasi yang saya terima, ada pembagian lebih jauh lagi terkait besaran dana yang dipersiapkan seperti dana kamar rawat inap, dana obat, dana operasi, dana tindakan dokter, dan lainnya.
Yang masing masing pos anggaran tersebut akan disandingkan dengan biaya penghabisan pada klaim yang diajukan.

Apabila biaya yang diklaim masuk dalam besaran dana yang dipersiapkan, maka klaim tersebut bisa dibayarkan sepenuhnya.
Apabila biaya yang diklaim melebihi dari besaran dana yang dipersiapkan untuk pos tersebut, maka nasabah akan menggantikan atau membayar selisih yang ada di luar pertanggungan asuransi.
Terkejut ?

Lalu apabila biaya yang diklaim ternyata sama dengan dana yang dipersiapkan untuk pos tersebut, maka biaya akan ditanggung atau dibayarkan sepenuhnya, dengan resiko, apabila pada tahun yang sama, nasabah mengalami keluhan sakit dengan jenis yang sama, maka pada proses rawat inap berikutnya (di tahun yang sama), tidak akan mendapatkan pertanggungan lagi mengingat dana yang disiapkan sudah habis terpakai saat rawat inap yang dijalani sebelumnya.
Bisa dikatakan bahwa dana tersebut meski jumlahnya cukup besar tidak serta merta saling menutupi pengeluaran biaya dari pos yang berbeda.

Jadi jangan heran jika saat kalian mengajukan klaim untuk jenis keluhan yang tergolong kritis, akan ada dana tambahan yang dibayarkan lagi untuk menutupi hal-hal yang tidak ditanggung oleh Prudential.
Cukup Ruwet kan, perhitungannya ?

Kira kira begitu penjelasan untuk Kesalahan Kedua yang dapat saya bagi dalam postingan ini.

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 1)

Category : tentang Opini

Melanjutkan postingan saya sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah, dalam kasus ini asuransi Prudential saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan. Pelan tapi Pasti akan saya coba untuk menyampaikan satu persatu Hal-hal yang Sebetulnya Perlu Diketahui oleh Nasabah Asuransi per Kesalahan tersebut.

Pertama, persoalan ‘bahwa saya tak peduli apa dan bagaimana aturan yang ditetapkan pada Polis Asuransi, yang penting atas dasar kepercayaan pada agency, saya tinggal membayar penuh premi bulanan dan mengajukan klaim saat dibutuhkan. Tentu agenlah orang pertama yang akan saya hubungi dan mintakan tolong mengurusnya ketika hal itu terjadi.
Kalau meminjam istilah di daerah kami, nampi beres gen.

Ini tentu saja Kesalahan Besar menurut saya.

Bahwa seharusnya, atau dengan pemilihan kata yang lebih santun, sebaiknya, Nasabah bisa paham sedari awal, apa saja yang menjadi hak dan detail item perjanjian yang terkandung didalam polis asuransi yang dibeli, sebelum memutuskan untuk melakukan pembayaran premi di bulan pertama. Ini Penting.

Mengingat apa yang akan terjadi saat klaim kesehatan dilakukan, diharapkan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut, yang mampu menimbulkan potensi pertikaian pada hubungan nasabah dengan agency atau yang lebih parah, nasabah dengan asuransi.
Terpantau isu dan postingan yang muncul di akun sosial media FaceBook tampaknya berawal dari hal-hal sepele begini.

Pahami apa isi Polis Asuransi yang dibeli.Pahami pembagian berapa besaran Premi yang kelak akan dialokasikan untuk Kesehatan, dan berapa yang dialokasikan untuk Investasi, apabila opsi ini yang akan dipilih.
Pahami juga bagaimana detail klaim lebih jauh, seberapa besar nilai manfaat yang akan diterima untuk jenis sakit yang nantinya diderita. Apakah mencakup pula dengan Rawat Jalan ataukah hanya untuk Rawat Inap saja.
Pahami jenis Klaim yang nantinya akan dibayarkan kepada Nasabah.
Karena kalau tidak salah mengerti, untuk kasus Prudential ada dua pola yang saya ketahui yaitu dibayar dengan nilai uang saku harian apabila nasabah sudah memiliki jaminan asuransi lainnya yang menanggung pembayaran kamar rawat inap dan obat seperti misalkan Askes atau kini disebut sebagai BPJS, ataukah pola yang sama dengan BPJS diatas ?
Pahami, Pahami dan Pahami.

Tidak masalah jika kalian sebagai calon Nasabah akan lebih cerewet bertanya tentang banyak hal yang tidak atau belum dipahami sedari awal, ketimbang berdebat saat klaim kesehatan dilakukan. Karena kalian punyak Hak untuk itu.Disamping hasilnya akan mubazir, akal sehat pun biasanya akan dikalahkan oleh emosi karena memiliki keluhan sakit baik pada diri sendiri maupun anggota keluarga yang ditanggung selama ini.Ini saran dari saya loh ya.

Karena apabila saya sebagai agen asuransi, memang kewajiban saya untuk memberikan kejelasan isi polis yang nantinya akan dibeli, namun apabila calon nasabah menyampaikan bahwa yang bersangkutan sudah paham atau bahasa kasarnya tidak terlalu peduli untuk detail dalemannya, ya untuk apa membuang energi menjelaskan lebih jauh ketimbang tidak didengar ?

Namun memang tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga Agen Asuransi yang memang dengan sengaja menutupi hak atau manfaat yang dapat diterima oleh calon nasabah untuk tujuan tertentu. Salah satu diantaranya adalah untuk mendapatkan komisi yang lebih besar dari setiap calon nasabah yang akan direkrut masuk ke perusahaannya.

Mohon masukan dari para Agen ya jika kalian berkeberatan dengan tulisan diatas.
Pula Nasabah baik yang merasa jauh lebih tahu dari apa yang saya ceritakan atau barangkali memiliki pengalaman yang berbeda.
Monggo, kita sama sama Sharing untuk memperjelas posisi Asuransi dalam upayanya menjaga kesehatan masyarakat.

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Menyegarkan Pikiran

Category : tentang DiRi SenDiri

Ada kemiripan pola antara suasana hati yang dirasa oleh seorang diabetesi, pegawai negeri dengan tingkat kejenuhan yang tinggi dengan megap megap nya update postingan blog pandebaik.com akhir akhir ini.
Semua bersumber dari pikiran.

Ya, rasanya memang nyaris ndak ada pembaharuan dari rutinitas harian maupun aktifitas yang dilakoni sejauh ini.
Maka bisa jadi, penyegaran pikiran ini sangatlah penting dilakukan.

Ditemani teriakan the Exploited yang menjual album dengan Beat the Bastard bertahun silam, kaki mulai melangkah cepat di trotoar merah pinggiran GOR Lila Bhuana.
Sengaja menyasar panasnya matahari pagi, guna lebih memberi asupan oksigen yang lebih baik hari ini.

Tiga Putaran pun terlampaui. Satu percobaan dimana dari segi jarak tempuh kelihatannya lebih panjang dari Lapangan Puputan yang biasa dilakoni atau Lapangan Lumintang yang baru sekali dua dijajaki.
Banyak kenangan masa lalu yang muncul disini.

Setidaknya tembok pagar yang mengelilingi GOR Ngurah Rai, yang tampak diperbaharui hanyalah sisi barat dan utaranya saja. Sementara sisi timur dan selatan, bagian belakang masih tampak sama dengan apa yang kuingat dua puluh tahunan lalu. Saat jalan ini kulalui dengan langkah santai pulang dan berangkat sekolah ke SMPN 3 di timur sana. Tak banyak yang berubah, bathinku.
Termasuk Tembok GOR yang sudah tampak kusam, rusak meski masih bisa kokoh berdiri. Kelihatannya memang tak ada upaya perawatan lagi sejauh ini.

Aku jadi ingat seorang kawan lama, teman SD. Kalo tidak salah ia siswa pindahan saat menginjak di kelas 5. Namanya Helmi, anak Jakarta. Ia tinggal di bangunan yang tempo hari ditempati Bank Aken, utara jalan Supratman, depan gerbang utara GOR.
Anaknya periang, tapi belakangan aku dengar dia menipu banyak kawan di sekolahnya SMA. Kasian juga…

Melihat asrama polisi Brimob yang kini sedang direnovasi pun memberi ingatan baik dan buruk yang selalu membekas hingga kini.
Baik karena di sisi selatan asrama, kami memiliki kawan saat menginjak kelas 2 SMP, bermana Swi asal Buleleng, yang orang tuanya berdinas di lokasi tersebut. Lalu lalang perwira pun tampak biasa saat itu.
Ingatan Buruk karena dekat situ ada anak anak yang siap ngompasin siapa saja yang kedapatan lewat sendiri, termasuk aku yang saat itu mengorbankan topi diambil oleh salah satu dari mereka gegara tak mau mengikuti ancaman ybs.
Semua masih lekat terbayang.

Tapi ada bagusnya juga.
Bahwa pikiran bisa sedikit disegarkan, minimal selain menambah semangat untuk menjalani hari, terbersit beberapa ide menulis juga tadinya. Tentang banyak hal termasuk keluh kesah ini.

Semoga bisa lebih baik kedepannya.