Pertemanan FaceBook itu semu semata

1

Category : tentang Opini

Terkecuali kalian punya misi tertentu selain berkawan, apalagi untuk jualan komersial, rasanya Pertemanan di jaringan sosial media dalam hal ini FaceBook, bisa dikatakan semu.

Dari 1000 kawan yang ada di akun kalian, apakah kelak bila ada pertemuan di jalan akan saling mengenal satu sama lain ? Atau sederhananya, pernah bertemu atau berteman di dunia nyata ?
Saya yakin tidak. Kecuali memang melakukan pembatasan dalam pergaulan dunia maya, khusus hanya orang-orang yang dikenal saja, bisa jadi 75% jawaban pasti iya. Kalo dengan perilaku umum ? Bisa ingat setengahnya aja sudah hebat.

Lalu dari setengah tadi, pernahkah berinteraksi sekali saja dengan mereka topik tertentu diluar ucapan ‘terima kasih ya sudah di-add’ ? Saya yakin tidak banyak. Setengah dari itu saja, sudah bersyukur. Minimal dari hari kehari, tanggapannya bisa beragam.

Nah, dari setengahnya setengah tadi, seberapa banyak pernah memberikan tanggapan, candaan atau bahkan bisa jadi makian, atas status, foto atau hal-hal yang pernah diunggah sejauh ini ? Terkecuali jika memiliki wajah eksotis, kelamin wanita atau malah berstatus single, dijamin soal Komentar, Reply atau jumlah Like bakalan tinggi. Bisa jadi mencapai 50an orang perkali unggah, itu minimal.

Pernah merasakan hal ini ? Atau bahkan berkali-kali mengalaminya ?

Ya demikianlah adanya. Sependapat atau tidak ?

Catatan Akhir Tahun 2015

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Seperti biasa, hari ini adalah hari dimana saya kembali mencatat dan mengingat hal-hal yang telah dilalui dan dijalani, saat bahagia atau masa kelam, saat tertawa ataupun menangis. Kilas balik apa yang kelak akan menjadi kenangan.

Tiga Anugerah

Pande Putu Mirah GayatriDewi, lahir 18 Maret 2008 lalu. Kini ia telah menginjak usia jelang 8 tahun, kelas 2 SD. Menjadi gadis yang tinggi dengan pemikiran anak-anak. Khas Bapaknya. Berseberangan dengan Intan sang adik, namun penyayang bagi bayi kecil kami.
Pande Made Intan PradnyaniDewi, lahir 23 Oktober 2012, secara hari lahir masehi ia bareng dengan neneknya, sedang secara hari lahir Bali ia bareng dengan kakaknya. Sehingga bisa dikatakan Intan punya watak yang mirip dengan kedua pengasuhnya ini. Kini ia akan menginjak usia 4 tahun, anak yang periang sekaligus pemarah. Satu saat bisa menyanyi saat ia bercerita, saat yang lain bisa ngamuk dan membenci orang yang menasehatinya.
Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi. Putri yang termahal, kata semua orang. Bayi kami kini telah berusia 10 bulan, namun perawakannya lebih mirip bayi 6 bulan. Meski begitu, ia tampak cerdas untuk usianya. Bisa jadi ia belum mampu berjalan sebagaimana tumbuh kembang kakaknya terdahulu. Anak yang Murah senyum.

Tiga Anugerah diberikan Tuhan pada usiaku yang masih berkepala tiga. Satu hal yang patut disyukuri mengingat ketiganya dalam kondisi sehat dan menyenangkan. Semoga kelak bisa menjadi putri yang berbakti pada orang tua dan menjadi sebagaimana harapan bapak ibu dalam sandangan nama yang diberikan.

Kesehatan

Diabetes masih menjadi kendala. Dalam sekian kali uji test darah secara acak, Gula Darah yang kumiliki tak pernah jatuh dibawah 200 mg/dl. Tidak salah jika semua orang mencurigai turunnya berat badanku belakangan ini meski ada juga yang mengira sedang menjalani diet. Nasi putih sudah diganti dengan kentang. Rebusan daun Singapore rutin kuminum tiga kali sehari. Obat pun sudah dikonsumsi sesuai takaran. Tapi tetap saja demikian adanya.

Dokter sudah me-warning. Jika saya tak mampu kurangi beban kerja juga stress, tak ada yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah itu.

Pekerjaan

Tahun ini secara jumlah bisa dikatakan sedikit berkurang. Namun secara beban sebaliknya malah bertambah. Utamanya jika dikaitkan dengan tekanan dan resikonya.
Jabatan hanya indah di luaran, begitu ungkapan di tulisan sebelumnya. Dan demikianlah adanya.
Saya malas mengeluh lagi, karena semua sudah tertuang di halaman ini. Apalagi di tahun depan, semua akan bertambah. Baik jumlah, beban, tekanan, resiko, dan tentu saja Tanggung Jawab. Semoga kawan kawan staf kelak bisa memakluminya.

Keluarga

Selain tiga bidadari kecil tadi, ada banyak hal yang terjadi di tahun 2015 ini. Kepergian dua kakek sebelah rumah, bapak kecelakaan, 10 tahun perkawinan hingga dirawatnya Gek Ara di RS Puri Bunda dan RS Sanglah dalam kurun waktu yang cukup lama. Semuanya menurunkan tekanan dan beban pikiran yang tak sedikit, pula biaya tambahan dan tentu merepotkan lingkungan sekitar. Satu hal yang kemudian kami sadari bahwa kami tidak sendiri.

Jalan-jalan

Bisa dikatakan tahun ini minim plesirannya. Minim santainya.
Karena ternyata menyenangkan semua kepala itu memang susah. Tapi saya ndak bicara soal jalan-jalan kami seRuangan Permukiman baik melawat ke tetangga maupun rafting kemarin. Hanya upaya untuk melewatkan akhir pekan saja.

Untuk Kakek Neneknya anak-anak cukup dengan menu yang lidah mereka bisa nikmati. Saya dan istri, kemanapun oke sepanjang ndak ada protes. Yang masalah tentu anak-anak, punya keinginan sendiri-sendiri. Mirah dengan tempat makan yang aneh dan unik, Intan sendiri pokoknya mau main. Ealah… maka kalo sudah ndak sesuai dengan keinginan salah satu diantara mereka ya siap-siap aja agenda bakalan berantakan.

PanDe Baik 2015

Tahun 2015

Apa yang sudah dilewati saya pikir lebih banyak masa suramnya ketimbang sukanya. Meski begitu semua patut disyukuri mengingat inilah jalan yang sudah diberikan olehnya pada kami. Sebagaimana permohonan kami bisa jadi.
Bersyukur pula dalam perjalanan tahun saya bisa mengenal lebih banyak karakter yang boleh dijadikan cermin agar kelak sikap perilaku saya jangan sampai seperti mereka. Namun ada pula yang patut ditiru keteladanannya.

Banyak pula ilmu yang saya dapatkan guna membentuk kehidupan di masa yang akan datang. Semoga semua akan Indah pada waktunya.

Tahun 2016

Harapan saya sederhana saja. Semua bisa dijalani dan berakhir dengan baik, meski dalam proses akan mengalami hambatan serta tantangan yang bisa saja jauh lebih banyak dan lebih mumet dari sebelumnya. Apalagi Tahun 2016 kami di Badung mendapatkan pimpinan Bupati baru dan Ketua Dewan baru. Entah bagaimana nanti kisah ceritanya.

Dengan penambahan beban dan tanggungjawab, semoga pelan pelan satu persatu upaya memajukan pemikiran kami bisa terjawab. Tentu gak bisa sendirian untuk bisa mencapainya.
Jadi, doakan ya agar semua bisa terjalin dengan baik.

Minimal kelak disela kesibukan, blog ini tetap bisa berjalan, menambah postingan atau menambah pundi pemasukan demi tiga anak nakal diatas.

Selamat Tahun Baru 2016, Terima Kasih 2015.

Kacrut Benar Hidup ini Kawan

2

Category : tentang PeKerJaan

Seorang oknum mengaku wartawan sebuah media yang mengkhususkan diri menjadi pengamat korupsi di lingkungan pemerintah daerah tiba-tiba datang dan menyambangi meja kerja seorang Oknum PPK pagi 8 Desember 2015. Tanpa basa basi ia memberikan sebuah majalah bertajuk nama media yang ia kelola sembari mengatakan bahwa ‘ini edisi terbaru Pak, dan topik yang saya klarifikasi kemarin ndak ada masuk disini… jadi jangan khawatir.’

‘Jangan khawatir gimana ? Wong langsung diperiksa Tipikor begini pasca laporan kamu tempo hari ?’ ‘Sebagai masyarakat, kami kan wajib menyampaikan hal-hal yang mencurigakan pada aparat.’ Timpalnya.
‘Tapi kan sudah di klarifikasi Pak, buktinya sekarang Pak ndak ada menyampaikan tuduhan kemarin itu di media Bapak. Nah sekarang maunya apa ?’

‘Berkaitan dengan itu kami minta bantuan Bapak untuk bisa memasang iklan di media kami dalam rangka Hari Natal dan Tahun Baru’ cerocosnya berlanjut. ‘Gratis? ‘ tanya si PPK. ‘Ho ho… ya ndak lah Pak. Se-relanya Bapak.’ Ungkapnya sambil tersenyum.

‘Trus ambil dana dari mana?’ Tanya si PPK balik. ‘Bukankah PPK biasanya mendapat jatah 10 % dari nilai proyek yang dikelola?’ Si oknum yang mengaku Wartawan itu mencoba memancing. ‘Wih, yang benar pak? Kalo serius dapat jatah 10% yakin banget hari ini gak bakalan ada di ruangan pak… minimal plesiran…’

‘Bayangkan. Tahun ini saja mengelola dana 70 Milyar Pak. Kalo benar PPK dapat jatah 10% artinya bisa dapat 7 Milyar. Gitu kan Pak ?’ ‘Ya kan dibagi-bagi Pak… termasuk saya.’ Tambahnya.

‘Heleh… ini sih Bapak ngajari untuk Korupsi dong ?’ PPK memancing balik. ‘Ya ndak juga Pak. Kalopun ndak dapat 10% itu ya minimal kan dapat Terima Kasih dari Rekanan ?’

‘Nah trus Pak minta berapa untuk pasang iklan Nataru ? Minimal Media biasanya punya standar harga baik untuk halaman depan, dalam, ukuran dan lainnya’ ‘Sekitar 7,5 Juta Pak.’ *wah wah wah akhirnya keluar juga kalimat itu, bathin si PPK. Sembari mengatakan itu si oknum mengeluarkan proposal permohonan yang resmi menggunakan kop media ybs dan ditandatangan pimpinannya. ‘Saya minta tolong ini pak.’ Ia setengah memaksa.

‘Trus kalo di berikan 7,5 juta ini, apa ada jaminan bahwa pemeriksaan di Tipikor sebagaimana tuduhan Pak terdahulu bisa clear ?’ ‘Ya endak pak. Itu kan sudah masuk ranah aparat. Saya hanya melaporkan saja.’

‘Oh ya sudah. Kalo gitu ya ndak usah kompromi… Buat apa ?’

Dalam hati si PPK berkata ‘rasain deh lu. Mangkel Mangkel deh sekalian. Ini kacrut benar hidup ini kawan. Dikelilingi orang macam begini saat berusaha untuk lurus dan jujur bekerja’

*ini bukan skrip percakapan MKD loh ya, hanya percakapan seorang PPK dengan Oknum yang mengaku sebagai wartawan media pengamat korupsi. Saking geregetannya si PPK dengan upaya sumbangan bagi media tak jelas ini, percakapan sempat direkam dalam durasi 30 menitan. Tentu saja tidak bisa diPublikasi di halaman ini. Bisa kebakaran jenggot si Oknum kalo sampe terungkap. Yang ada malahan si PPK yang dihadapkan pada Yang Mulia Dagelan itu. He…

Tapi bagi yang merasa, silahkan berdiri