Pahit Manis Pedagang Bali

Category : tentang Opini

Tiba tiba jadi ingat tulisan seseorang disana tentang alasan mengapa ibu ibu rumah tangga lebih suka belanja di pedagang selat pasih, semeton Muslim ketimbang pedagang yang merupakan nyama braya Bali.
akhirnya saya mengalami juga…

Salah satunya karena mereka lebih mampu menjaga keramahan dan komunikasi yang baik dengan calon pelanggannya. Siapapun itu.

Sedang pedagang Bali, meski tidak semua, begitu naik sedikit pamornya di mata pelanggan, kadang kala menjadi arogan dan memandang sebelah mata konsumennya. Tak jarang sambil merenggut dalam memberi pelayanan yang seharusnya pembeli dapatkan.

Pengalaman adalah Guru yang Terbaik, kata orang. Maka apa yang dialami kemarin di depot jualan masakan china bali pojokan pasar malam Kereneng pun, menjadi pelabuhan kami yang terakhir kalinya. Ketimbang nantinya berimplikasi jauh mengingat isi kepala orang siapa tahu.
Jaman modern begini, masih ada kok orang yang menggunakan tenung demi menjalankan maksud hatinya.

Mungkin memang kami harus berpindah tempat lagi mencari alternatif tempat makan murah meriah dan enak. Toh masih banyak pilihan di sekitarnya, atau di luaran.

Turut Berduka #RIPAngeline

1

Category : tentang Opini

Miris rasanya mendengar akhir babak pertama hilangnya anak perempuan delapan tahunan Angeline, telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di halaman rumahnya sendiri oleh kepolisian yang secara telaten mengusut tuntas laporan orang tua angkatnya. Angeline diperkirakan tewas tiga minggu lalu, bosa jadi bertepatan saat sang ibu angkat melaporkan kehilangan si anak. Biadap, Binatang dan kata makian semacamnya tumpah begitu publik sadar telah dibohongi selama ini, pula pengaruh sosial media yang rupanya dimanfaatkan pelaku untuk mengaburkan cerita.

Dan kita semua pun ikut terlibat didalamnya.

PanDeBaik #RIPAngeline 0

Pemanfaatan sosial media memang bagai pisau bermata dua. Akan bermanfaat jika si pengguna mampu berbagi informasi secara baik dan benar, demikian hal sebaliknya. Ini pernah diungkapkan oleh akun twitter @kurawa beberapa saat lalu, kalo ndak salah saat bercerita pembunuhan yang dilatarbelakangi kecemburuan seorang perwira polisi pada pacar gelapnya.

Saya pun merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang ikut ikutan bersimpati pada sosok anak bernama Angeline ini, menyebarkan selebaran digital lewat akun sosial media dan baru tersadar saat akun @kurawa menebak alur alternatif yang ada pasca tiga minggu kehilangan tanpa kabar. Dibunuh…

Makin terasa masuk akal ketika teringat akan pemberitaan media dimana keluarga menolak masuk Menteri PAN saat berkunjung ke rumah Angeline, sebelum melaksanakan agenda resminya Jumat sore lalu. Penolakan ini tentu terasa janggal bagi siapapun. Dan bersyukur, mungkin inilah takdir yang berupaya disembunyikan rapat oleh keluarga, ditunjukkan oleh Angeline lewat tangan tak terlihatnya. Polisi pun memaksa masuk dan menggeledah rumah.

Bagaimanapun alur penemuan mayat Angeline sehingga menuntaskan babak pertama pemberitaannya ini, pula motif pembunuhan dan siapa yang bertanggungjawab nanti, tetap saja berakibat sama pada kita semua. Utamanya bagi para orang tua yang memiliki putra putri usia sekolah, semakin was was dan khawatir akan keselamatan mereka.

(Foto sumber : sosial media)