Intermezzo 24 Mei

Category : tentang DiRi SenDiri

Tuhan akhirnya memberikanku sakit semenjak pintaku kemarin.
Dan itu tak mengenakkan.

Aku pada akhirnya membuat khawatir orang-orang yang kusayang, sementara lingkungan kerja mungkin tak se-khawatir itu…
Jadi teringat dengan nasehat Om Bob Sadino almarhum.

Kesehatanku minggu ini mulai dipertaruhkan.

Benjolan pada kaki, pada tulang kering kaki kanan tampaknya sudah mulai menampakkan puncaknya.
Per tadi sore, nanah bersama darahnya mulai tampak keluar dari ujungnya. Membasahi perban yang menutupinya seharian ini. Mirip bisul, bathinku.

Efek yang terasa adalah, kaki ini seperti sebatang kayu yang berat untuk dibawa. Meski masih bisa berjalan dengan baik namun pelan, ada kekhawatiran akan kemungkinan terburuk dari apa yang aku baca dan tonton di dunia maya, akibat gula darah tinggi terhadap kaki si penderita.

Amputasi.

Aku tak mau ya Tuhan…

Cukuplah sakit yang kupinta dan yang Kau beri hanya yang aku alami sedari Minggu malam kemarin. Rasanya tak nyaman kalau diteruskan.

Aku berjanji, akan menggerakkan kaki lebih banyak hingga alun alun jika Kau sembuhkan luka ini.
Aku berjanji, akan mengurangi aktifitas yang tak berguna dan meluangkannya untuk keluarga jika Kau turunkan gula darah ini.
Aku berjanji ya Tuhan.
Aku berjanji…

Intermezzo 22 Mei

Category : tentang DiRi SenDiri

Dua luka di kaki rasanya belum mampu untuk hentikan langkah ini bekerja keras tanpa pernah tahu, lari dari kenyataan untuk sekedar beristirahat.

Semua opini dan pembelaan selalu dijatuhkan dan terhenti saat keinginan atasan begitu menggebu dekati kesempurnaannya. Ia lupa bahwa aku hanyalah seorang manusia biasa yang mempunyai keterbatasan berpenyakit Gula.
Diabetes.
Kencing Manis…

Satu kenyataan pahit yang bilamana terus menerus dipaksakan, kelak akan membuang sia-sia semua harapan yang digantungkan ketiga anakku menyambung asa masa depannya nanti.
Aku lelah kawan.
Lelah untuk berbohong bahwa aku mampu.
Lelah untuk bersemangat bahwa kita bisa.
Lelah untuk menimpali semua keinginan tanpa ada upaya untuk menyelesaikannya.

Ijinkanlah aku untuk beristirahat kawan…

Intermezzo 20 Mei

Category : tentang DiRi SenDiri

Apapun yang terjadi sebenarnya saya selalu berusaha untuk bersyukur dan menikmati apa yang diberikan oleh-Nya, meski terkadang harus memaki-maki dulu, mengeluhkan ini itu dan lainnya.

Rasa syukur itu saya sampaikan pada-Nya setiap kali duduk bersila menghaturkan sembah atau sesaji di pagi hari. Sebagai bentuk Terima Kasih atas semua karunia yang ada.

Namun sekali-sekali saya ingin merasakan sakit. Sekali-sekali ingin beristirahat penuh, bebas dari semua tekanan dan tugas yang membelit setiap harinya. Yang makin berat, tanpa ampun. Sekali-sekali saya ingin orang lain tahu bahwa tidak hanya tubuh saya yang letih, tapi juga pikiran. Tapi ya kasihan keluarga kalo sampai itu terjadi.

Sejak Menikah, rasanya Tuhan belum pernah berikan sakit yang memaksa tubuh ini bisa beristirahat dengan tenang. Bisa jadi karena Tuhan tahu bahwa saya belum cukup mampu untuk hidupi istri dan keluarga apalagi kini dengan tiga anak. Bisa juga Tuhan tahu, saya tak banyak miliki aktifitas luar sehingga selalu memberikan Sehat selama ini.

Di tengah derita Gula, diabetes, kencing manis, dan apapun itu istilahnya, ingin sekali-sekali lepas dari semua beban yang ada. Baik pimpinan, atasan, bawahan, dprd, masyarakat, bpk, inspektorat dan wartawan juga penyidik atau tipikor. Sekali-sekali ingin merasakan nikmatnya menjadi bawahan, yang kapanpun kita mau untuk hadir dan bekerja. Seiring tanggungjawab itu datang, malu jika sampai pekerjaan tak selesai, payah saat semua pekerjaan dibebankan pada pundak.

Aku ingin istirahat ya Tuhan…

Capek

2

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

BPK baru aja usai melakukan tugasnya memeriksa kami, para pelaksana teknis yang rutinitasnya bergelut dengan usulan, makian, berpanas-panas dan juga aturan. belakangan bertambah lagi dengan prosedur. Tambah susah tampaknya. Tapi ya sudah resiko…

Ada berapa Temuan, saya lupa pastinya. Akan tetapi semua dijalani dan dijawab sesuai kondisi yang ada.
Saya malas berbohong, apalagi berkilah. Semua hanya akan menambah rasa capek yang ada.

Jikapun boleh, sekali sekali ingin bebas lepas tanpa beban kegiatan di lapangan. Bebas dari keluh kesah masyarakat akan usulan mereka yang tak kunjung terkabulkan. Bebas dari tuntutan kerja yang begitu banyak.
Tapi dengan gaji tetap, ditambah tunjangan dan lainnya.
Pengen sekali-sekali jadi pegawai yang malas. Tipikal PNS jaman dulu.

Kalo ndak gitu ya Capeknya kini jadi dobel. Apalagi pas libur panjang kemarin, malah ndak jadi liburan gegara pemeriksaan ini. Ndak fair jadinya. Andai libur panjang ini bisa diulang…

Halah, mengeluh tiap hari di blog soal capek sih sepertinya ndak bakalan ngaruh banyak pada rutinitas yang makin membosankan. Tapi minimal bisa sedikit mengurangi beban.
Ketimbang saya marah dan maki-maki ti timeline media sosial, rasanya memang lebih baik ditumpahkan disini.
Terserah kalian mau dibaca atau tidak, karena ini memang wadahnya saya untuk melepas ketegangan.

Harapannya, bisa jauh lebih baik lagi kedepannya.

Haaaaaahhhhh… Capek benar hari ini.

Susahnya Mengelola Team

2

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Serius…
Ini beneran.
Memang susah untuk bisa mengelola Team dengan baik. Apalagi jika sampai menginginkan agar mereka bisa sepaham.
Sulit…
Serius…

Apalagi kalo yang diajak bekerjasama ini adalah orang dewasa semua. dimana pola pikir dan kepentingan yang dimilikinya, berbeda beda satu sama lainnya. Sangat rumit untuk bisa menyatukan pikiran dari banyak kepala.

Beda latar belakang…
Beda hobi…
dan Beda kondisi…

Tapi sudah sepatutnyalah disyukuri.
Karena beda isi otak ini memberikan banyak dinamika dalam keseharian kerja yang saya jalani. Ada banyak cerita yang bisa dibagi disini. Ada banyak tawa yang dilepaskan sejauh ini. Juga ada banyak keluh kesah yang ditumpahkan.

Mengelola Team itu Susah…
Sama susahnya dengan mengelola Keluarga.

Tapi kalo bukan sekarang kita belajar menghadapinya, trus mau kapan lagi ?