Sinyal iNet oh Sinyal iNet

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Benar apa kata seorang Rekan Kantor kemarin siang… bahwa Sepertinya saya memang harus pindah rumah demi mendapatkan sinyal iNet yang Oke

Bagaimana tidak ? Dari tiga operator branded yang saya coba, tak satupun mampu memberikan akses iNet yang bisa bikin konsumennya tersenyum. Pertama, jatah IM2 Indosat dari kantor dengan nominal 200rb per bulan, lebih kerap hilang sinyal ketimbang digunakan untuk iNet. Praktis, kuota sebesar 3 GB tiap bulan selama setahun terbuang percuma lantaran jarang kepake… Yang mampu dilakukan selama pemanfaatan kartu IM2 milik Indosat ini hanyalah aktifitas Ping dan Twitter… Sedang Browser ? Jangan harap… Berkali”sudah di komplain ke CS IM2, namun tetap tanpa perkembangan berarti. Jawabannya tetap sama, di kami baik”saja Pak… :((

Pasca penggunaan IM2 Indosat, Januari 2013 akhirnya memutuskan utk mencoba Operator terbesar di Indonesia. Telkomsel… *beli perdana, isi pulsa 100, aktifkan paket Flash… Eh rupanya sama saja… Sinyal iNet disini malah kerap ngilang… Gag heran sebenarnya, lantaran tau kalo tiap kali ada teman yg bertamu kerumah dan pake kartu Telkomsel, selalu mengeluhkan BBM Pending :p * Padahal kalo digunakan untuk Voice Call bisa Lantjar Djaja… Apa karena kemarin sempat diputus pailit yah ? Pelayanan jadi amburadul ?

Sedang penerimaan SmS, Telkomsel lebih banyak percobaan penipuan ‘deal tanah dan rumah’ plus iklan entah dari mana asalnya… Yang membuat sedikitbingung adalah… Saat digunakan untuk aktifitas browsing, sinyal iNet naik turun dan ngilang… Sementara kalo pas lagi dipake download video dari YouTube, sinyal iNet Telkomsel kencengnya minta ampun… Makanya jengkel sendiri, kuota 1 GB cuma bisa dihabiskan buat donlot video, bukannya aktifitas iNet penting lainnya… Tapi lebih heran lagi, sistem pemberian Bonus Kuota tambahan 1 GB rupanya perlu aktivasi lagi, sehingga kalo konsumen gag paham… Apakah mungkin Kuota tambahan itu gag bakalan diberikan ? Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang…

Ada yg percaya gag, kalo twit pertama dan kedua soal operator tadi membutuhkan sedikit tiga kali penantian sinyal iNet milik XL ?

Jadi ceritanya, setelah mangkel dgn kartu Telkomsel di Bulan Januari, akhirnya dihibahkan ke ponakan, yg baru beli Acer W510 sbg percobaan, Bulan Februari, nyoba lagi kartu perdana milik XL, isi pulsa dan mengaktifkan XL SmartPlan… Namun sial, yg ini jauh lebih parah…

Sinyal iNet PanDe Baik

Tempo hari, saya sempat ngumpat sinyal iNet @XL123 yang suka ngilang setiap menitnya… Awalnya dapet H, trus turun jadi 3G – E – dan wusss… Sinyal iNet XL ngilang tanpa sebab… Begitu terus berulang hampir tiap menit pakai… Awalnya berkali” komplain, namun jawaban tetep sama.. ‘follow akun kami, kemudian DM nomor XL yg digunakan, dan teknisi kami akan memeriksanya…’ hasilnya ? Nonsense…

Parahnya, terkadang saat dibutuhkan, Sinyal XL kerap menunjukkan kalimat ‘Emergency Calls Only…’ *lha, gimana mau pakainya, coba ?

Pengalaman serupa sebenarnya pernah didapat sekitar 1-2 tahun lalu, pas paket iNet XL Unlimited masih berlaku, paket penjualan GalTab 7+. Awalnya kenceng… Masuk ke akhir masa berlaku, koneksi mulai rewel… Suka ngilang dan Emergency tadi… Akhirnya pindah nomor ke Axis

Percaya atau tidak, saat ngeTwit pertama dan kedua tadi, untuk bisa sukses terpublish, setidaknya memerlukan waktu tiga menitan per 1 twit. Masalahnya, sinyal iNet XL tadi sempat stabil di HSDPA saat tidak digunakan, namun pas nyoba buka browser, sinyal langsung turun dan ngilang. Nah, pas ngweTwit, sinyal H-3G-E-ilang secara berulang terjadi, hingga tiga kali barulah satu twit bisa sukses terPublish… *Edan

Makanya, biar gag lanjut mangkel, aktifitas Twit langsung pindah ke nomor Axis, yang syukurnya sejak pertama pakai, masih tetap memuaskan. Herannya, itu adalah tiga operator branded/besar loh… Yang punya jaringan luas dan nama beken… Masa kalah dengan Axis ?

Saat nomor yg saya gunakan pd GalTab ini di Tethering/bagi koneksi dgn Laptop, koneksi masih Lantjar, demikian halnya dgn nomor milik Istri. Padahal nomor Axis yang saya dan Istri gunakan ini mengambil paketan iNet sebesar 49 ribu sebulan loh… Bandingkan dgn 3 operator tadi… IM2 Indosat 200ribu/bulan/maks 3 GB, Telkomsel Flash 100rb/maks 1GB+1GB Bonus, dan XL SmartPlan 100rb… *ancur minah

Sayangnya kenapa saya ngotot nyobain kartu dari operator lain selama ini ? Karena kini jatah dari kantor sdh diReplace dalam bentuk Voucher. Untuk GalTab 7+ masih tetap setia dengan Axis sejak setahun lalu, namun untuk perangkat satunya lagi, masa pakai Axis juga ? Maksud dan tujuannya, agar kelak kalo nomor Axis gag mampu mengCover area iNet, masih bisa punya alternatif lain utk dicoba. Nomor @AXISgsm merupakan nomor Utama dan digunakan di GalTab 7+, bgt juga di HTC One V milik istri.

Nah, berhubung ini sudah mau masuk bulan April, kira”ada yang punya saran untuk nyobain kartu apa lagi yah buat iNetan diluar Axis ?

Axis sejauh ini memuaskan, cuma sayang kalo sampe bawa 2 nomor Axis kemana”… Soale kalo berada di area luar jangkauan Axis, bisa berabe :p * Musti nyobain sinyal iNet IM3 -kali lebih baik dari IM2-, Smart atau Three ? *hasil uji aplikasi My Mobile Coverage gag berlaku disini *uhuk Sebab di hasil uji app My Mobile Coverage dan juga penghargaan majalah, operator XL jawaranya… Tidak demikian di lokasi ini… 🙁

Axis, baru tampil sinyal EDGE kalo kuota sudah melebihi standar 1,5 GB paket 49ribu… Tapi masih kenceng kalo cuma dipake buat Twitteran…

Mempertanyakan Bundling Gratis Paket Layanan Data Ponsel

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada banyak cara yang biasanya dilakukan oleh para vendor ataupun operator telepon selular untuk menarik minat dan perhatian pengguna atau konsumen, akan jualan yang mereka tawarkan dalam satu waktu. Bisa berupa bonus asesoris seperti Leather Case atau Memory Card, peralatan tambahan modem wifi bagi perangkat yang tidak mendukung slot sim card tambahan, hingga layanan paket data gratis selama beberapa bulan bergantung kebijakan atau kerjasama mereka. Khusus yang terakhir merupakan hal yang paling lazim dilakukan mengingat salah satu kebutuhan atau persyaratan mutlak bagi setiap perangkat telekomunikasi masa kini adalah koneksi internet.

Bundling, begitu kira kira istilah yang kerap digunakan, sebagai pemahaman awam bagi setiap pengguna atau konsumen dalam memilih alternatif perangkat yang ingin dimiliki. Dari pemantauan kami, Setidaknya ada beberapa perangkat mobile phone yang ditawarkan dengan cara ini diantaranya Android Galaxy Series, iPhone 4S hingga BlackBerry.

Sayangnya, embel embel Gratis yang biasanya menyertai paket bundling layanan data ini tidak selamanya bisa seindah yang dibayangkan, lantaran ada juga beberapa operator yang malah mensyaratkan ketentuan tambahan untuk bisa menikmati bonus bonus tersebut. Simak pengalaman beberapa Kawan yang bisa kami kumpulkan sejauh ini.

Pengalaman pertama datang dari kawan yang membeli perangkat Android Samsung Galaxy Pocket sekitar dua minggu lalu. Berdasarkan keterangan yang terdapat dalam box penjualan ponsel, tertera jelas ‘Free 3 Month Internet for only Rp. 50.000’ dari operator merah.

Awalnya si Kawan berpikir bahwa dengan mengisi pulsa sebesar 50ribu pasca aktivasi kartu sim card, maka pengguna berhak atas akses internet Unlimited selama 3 bulan kedepan. Ternyata apa yang ia perkirakan salah besar. Apa yang dimaksudkan dengan penawaran tadi adalah ‘Pengguna berhak menikmati akses Free Internet Unlimited dengan kuota 300 MB setiap bulannya setelah mengisi pulsa senilai 50.000 untuk setiap bulannya, bukan satu kali untuk tiga bulan. Setidaknya penjelasan itu yang ia dapatkan setelah menghubungi Customer Service operator bersangkutan melalui jalur telepon. Ealah…

Yang lebih merepotkan lagi adalah Proses Aktivasinya. Setelah berkali-kali melakukannya melalui sms, proses selalu berakhir dengan kalimat Error saat Pengguna menyetujui pemotongan pulsa senilai 50.000 tadi. Demikian halnya saat Pengguna mencoba menghubungi Call Centre, yang rupanya di ping pong ke beberapa nomor oleh mesin penjawab otomatis. Proses aktivasi baru berhasil dilakukan, setelah si Kawan mencoba menghubungi salah satu nomor Call Centre yang mengenakan biaya 300 rupiah untuk satu kali panggilan. Menjengkelkan, ungkapnya.

Pengalaman kedua datang dari seorang Kawan yang beberapa waktu lalu membeli sebuah perangkat iPhone 4, yang ditawarkan dengan harga cicilan tertentu. Bundling dengan Free akses Internet kecepatan tinggi operator kuning. Dari pemaparan awal yang dijelaskan dalam paket hanyalah soal kemampuan Kuota yang memang mencapai volume Giga Bytes. Satu ukuran volume yang cukup besar tentu saja, mengingat dari segi aktifitas ia meyakini gag bakalan bisa melewati Kuota tersebut.

Sayangnya si Kawan tidak diberitahukan soal efek dari kelebihan Kuota yang kelak bakalan dipergunakan. Dengan kecepatan tinggi yang mampu diklaim oleh operator tersebut, tentu saja Volume yang tersedia dan dapat dipergunakan, dengan cepat disedot habis dalam waktu 10 hari saja. Sehingga sisa sekian hari yang dilakoni oleh si Kawan, tentu menghabiskan volume data yang tidak kalah besarnya, yang rupanya dikenai biaya tambahan sesuai tarif normal yang berlaku. Terkaget kaget dengan besaran pulsa yang dihabiskan, akhirnya si Kawan memilih untuk berpindah ke lain Operator.

Pengalaman ketiga datang dari seorang Kawan yang membeli perangkat BlackBerry Bundling dengan tarif murah milik operator biru yang menyatakan cukup bayar sekali untuk penggunaan selama tiga bulan kedepan. Adapun kemampuan yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna adalah fitur browsing dunia maya, BBM, social media hingga fasilitas push email. Sebuah tawaran yang tentu saja menggiurkan baginya.

Sayang beribu sayang, setelah puas menikmati paket data bulan pertama, tidak demikian halnya dengan bulan kedua dan seterusnya. Selain proses pengiriman pesan BBM yang lemot, terkadang sinyal internet yang diharapkan tak jua kunjung tiba. Hal ini tentu saja berakibat fatal pada lepasnya beberapa tawaran pekerjaan yang sebetulnya dapat diambil apabila koneksi internet berfungsi dengan baik sebagaimana harapannya.

Tiga pengalaman buruk yang sempat kami kumpulkan diatas, rasanya tak imbang jika belum mengungkap satu pengalaman baik yang secara kebetulan penulis alami secara langsung saat mengambil perangkat Tabletpc Samsung Galaxy Tab 7+ di awal tahun ini.

Berdasarkan keterangan bundling, paket layanan data yang didapatkan cukup menarik hati yaitu Free Internet Unlimited dari operator biru selama 6 bulan kedepan dari tanggal aktivasi (hingga kini masih berlaku hingga bulan Oktober 2012), dengan besaran kuota 1 GB setiap bulannya. Yang ternyata, memang benar dapat dinikmati tanpa harus membeli pulsa dengan nilai tertentu. Tidak perlu membayar biaya tambahan ketika penggunaan melebihi Kuota, atau mengalami proses aktivasi yang berbelit belit.

Meski dalam dua minggu pertama penulis sempat mengalami sinyal blank di beberapa lokasi penggunaan, bahkan sempat pula mengajukan dua kali komplain lewat akun Twitter, namun sejauh ini kinerja operator tersebut sangat memuaskan mengingat koneksi selama tiga bulan terakhir lebih kerap hadir di kecepatan tinggi. Jadi, tidak semua operator loh ya yang bisa dipertanyakan komitmennya. :p

Menarik satu benang merah yang sekiranya dapat mengambil sedikit kesimpulan dari empat pengalaman diatas adalah ungkapan ‘ada harga tentu ada kualitas’. Jangan pernah berharap bahwa layanan data Gratis yang ditawarkan oleh masing masing operator yang dibundling dengan paket mobile phone akan menguntungkan konsumen atau pengguna tanpa persyaratan lainnya, mengingat operator tentu saja tetap ingin mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Yang jika boleh kami sarankan agar pengguna mampu bersikap lebih bijak akan banyaknya penawaran menarik terutama berbau gratis dan Free ketimbang mendongkol dan menyesal nantinya.

HaLo, ini siapa yah ?

7

Category : tentang TeKnoLoGi

‘tulat tulit tulalit…’ ponsel saya berbunyi. Nomor yang tak dikenal…

‘HaLo, Pak Sudana ? bagaimana dengan pesanan kami kok blom dikirim ya ?’ ceplas ceplos si penelepon langsung ketika panggilan saya terima. ‘Pak Sudana ? Siapa niy ya ?’ tanya saya…

‘Pak, tolong pesanan saya dikirim segera. Saya tunggu hari ini…’ lanjutnya tanpa mendengar pertanyaan saya. Oke deh… that’s mean si penelepon gak memperhatikan kata-kata saya. Saya pun biasanya milih diam dan menunggu reaksi si penelepon.

‘Pak Sudana ? HaLo… HaLoooo…’ –diam…- hubungan terputus…


He… Kejadian macam begini bukan sekali dua saya alami. Bukan Cuma saya yang mengalami, tapi juga beberapa rekan pernah berkisah sama. Saat rekan saya seorang ibu muda yang gaptek, menghubungi ponsel suaminya, lah, kok ngangkat malahan suara cewek ? bagaimana ini ?

Maka perangpun terkadang tak terelakkan, begitu mereka berdua nyampe rumah dan bertemu. Si Ibu ngotot bahwa sang suami selingkuh, sedang si suami kukuh kalo Istrinya gak ada nelpon kok. Saya yang ditanyakan masalah begituan sih cuman bisa senyum-senyum.

Entah kenapa ya, kok bisa begitu ? padahal jelas-jelas kita menghubungi nomor yang sudah tersimpan dalam memory ponsel, jadi kesalahan bisa jadi minim terjadi, tapi kenapa yang ngangkat kok orang lain ?

Apa ini salah satu efek negatif yang ditimbulkan dari perang tarif ‘paling murah tanpa bayar’ yang digaungkan para operator di negeri ini ? Sehingga masyarakat saling berlomba untuk mengganti kartu perdana mereka dengan yang ‘nelpon berkali-kali, GRATIS !!!’

Apakah tidak ada yang peduli dengan nasib konsumen yang dirugikan ?