#HPjadul Google Nexus One

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada awal kemunculan sistem operasi Android, beberapa brand ternama rupanya ikut andil dalam peluncuran perangkat berlayar sentuh hasil kembangan Google demi menyaingi hegemoni iPhone yang saat itu sudah mulai meranggas di pasar global. Dimana masing-masing vendor berupaya memberikan suntikan aplikasi tambahan sebagai daya tarik minat konsumen termasuk soal penampilan User Interface.

Google sendiri informasinya tidak ingin melepas begitu saja sistem operasi Android tanpa satu perangkat flagship resmi dari Google yang bisa diandalkan dalam setiap seri sistem operasi yang dirilis ke pasar global. Maka itu Google pun menurunkan seri Nexus yang digadang-gadangi bakalan bersaing dengan sejumlah ponsel flagship lainnya.

Google Nexus One, sesuai namanya merupakan seri Nexus pertama yang diperkenalkan, bekerja sama dengan vendor HTC asal Taiwan mengusung sistem operasi Eclair 2.1 yang kemudian dapat diUpgrade ke versi terbaru saat itu, 2.3 GingerBread. Untuk ukuran Jaman Old, spesifikasi perangkat yang dibekali bisa dikatakan sudah cukup mumpuni, yaitu Prosesor 1 GHz (yang terkuat jaman itu), RAM 512 MB, serta layar lebar 3,7 inchi dengan warna Amoled.

Disandingkan dengan ponsel Android Jaman Now yang rata-rata sudah mengadopsi layar raksasa 6 inchi, penampilan Google Nexus One bisa dikatakan cukup mini. Namun jika mengingat saat dimana ponsel ini diluncurkan, keberadaannya tergolong tangguh dan bongsor.
Yang menjadikannya lebih unik lagi adalah dibekalinya tombol gulir disisi bawah layar yang nyaris tidak tergunakan karena opsi layar sentuh tampaknya sudah memuaskan pengguna akan kebutuhan sebuah ponsel pintar.

#HPjadul #Android #Google #Nexus #One #HTC

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Atas

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang menyasar pangsa pasar level Pemula dan Menengah, untuk kisaran papan atas agaknya sulit dalam menentukan pilihan, karena disini sasaran yang dituju memang berbeda segmen. Namun karena topik masih menggunakan istilah ‘Best Buy’, sudah tentu yang namanya persoalan harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun apabila angka 7 jutaan keatas masih terlalu mahal untuk disandingkan dengan sebuah perangkat ponsel yang notabene memiliki fungsi utama bertelepon dan sms, barangkali pilihan yang ada jadi lebih mengerucut. Meski ada juga beberapa vendor yang memilih untuk menjual ponsel seri flagship mereka (istilah yang digunakan untuk menyebut perangkat termutakhir dari vendor branded), dengan harga dibawah rentang tersebut.

Misalkan pilihan pertama, lagi-lagi Samsung lewat perangkat Galaxy Note II yang menyajikan spesifikasi standar ponsel Android mahal mencakup kecepatan prosesor Quad Core atau empat inti 1,6 GHz, 2 GB RAM, 16 GB Internal Storage dan lebar diagonal layar 5,5 inchi. Plus daya tahan batere 3.100 mAh, cukup untuk bertahan hidup selama 1,5 hingga 2 hari dalam pemakaian normal. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh seri yang satu ini adalah dukungan Pen Stylus dimana layar yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan pihak pengembang hardware desain grafis Wakom.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia Z (entah seri apa yang kelak digunakan untuk mengungguli kemampuan pendahulunya ini) yang menawarkan kemampuan daya tahan outdoor seperti debu, air dan goncangan atau jatuh, serta resolusi kamera mumpuni 13 MegaPixel. Ditambah dukungan akan permainan sekelas Playstation, konsol games ternama milik Sony.

Pilihan ketiga datang dari LG Nexus 4 miliknya yang memang secara khusus dikembangkan bersama Google namun berharga paling terjangkau dari semua alternatif pilihan yang sudah dan kelak akan saya sebut sebagai pilihan ponsel Android papan atas. Meski berharga paling murah diantara semua, untuk spesifikasi hardware bisa dikatakan setara Galaxy Note II miliknya Samsung.

Pilihan terakhir datang dari HTC One + yang memiliki harga jual setara Sony Xperia Z namun memiliki spesifikasi sedikit dibawah standar tadi, yaitu pada opsi besaran RAM yang hanya 1 GB saja. Sedangkan opsi 2 GB, hanya mampir pada seri HTC One yang dibanderol di kisaaran 7,5 juta rupiah. Wiiihh… Namun positifnya, secara internal Storage merupakan yang terbesar dari semua seri, yaitu 64 GB taanpa dukungan eksternal memory lagi.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lokal adalah Oppo Find 5 yang memiliki spesifikasi dan harga jual setara LG Nexus 4. Sisanya, gag ada lagi.

So, dari tiga pemaparan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kira-kira mau menyasar pilihan yang mana ?