HTC One V, Hero dari kelas Menengah

Category : tentang TeKnoLoGi

One Series, merupakan ponsel Android generasi terbaru dari HTC, sebuah brand ternama asal Taiwan, yang rencananya bakalan masuk di berbagai lini pasar secara bertahap. Setidaknya ada dua seri yang mendapat kesempatan pertama untuk hadir dihadapan publik. HTC One X dan HTC One V.
Untuk seri pertama yang kami sebut diatas merupakan perangkat high-end milik HTC yang memiliki kekuatan prosesor empat inti dengan harga jual yang tergolong tinggi pula untuk ukuran budget rata-rata orang Indonesia. Sedang yang terakhir, merupakan perangkat Android milik HTC kelas Menengah dan ditawarkan dengan harga jual yang lebih bersahabat.

Di rentang harga yang sama, One V bakalan bersaing dengan perangkat Samsung Galaxy W, Sony Xperia U dan LG L7 yang notabene memiliki spesifikasi jauh lebih baik. Lantas jualan apa yang mampu dipersiapkan oleh HTC untuk menghadapi para kompetitornya kali ini ? yuk simak paparannya.

Memiliki desain unibodi yang sedikit melengkung di sisi bawah perangkat, sempat mengingatkan kami pada perangkat HTC Hero dan Salsa yang dahulu sempat tampil di awal perkenalan sistem operasi Android pada publik. Tampaknya tujuan pembentukan ini adalah untuk memudahkan pengguna saat melakukan pembicaraan atau bisa jadi demi memberi ruang pada kisi kisi speaker yang terletak di belakang bodi. Yang meskipun dalam kondisi tergeletak diatas meja, suara sound ataupun nada panggil masih dapat terdengar dengan baik.

Desain perangkat seperti ini tentu saja memiliki satu kelemahan yang barangkali kelak bakalan sedikit merepotkan pengguna, terutama jika ingin melepaskan batere yang memang tidak akan mampu dilakukan. Desain yang sama, terlihat pada perangkat Tablet milik HTC, Flyer dimana untuk menyematkan kartu sim card dan juga memory eksternal, pengguna cukup menggeser sedikit penutup yang berada di lekukan bawah perangkat.

Secara penampilan luar, HTC One V tergolong minimalis. Di sekeliling bodi, hanya terdapat dua tombol fisik yaitu Power dan Volume, ditambah dua buah port, audio dan charger micro usb. Sedangkan untuk akses operasional ponsel, terdapat tiga tombol haptic atau sentuh yang berfungsi sebagai Back, Home dan Multitask. Tiadanya tombol sentuh Pilihan yang biasanya dihadirkan pula pada perangkat Android lainnya, cukup menyusahkan pengguna untuk mengakses sejumlah opsi Pilihan pada beberapa aplikasi tertentu.

Masuk kedalam pengoperasian, Pengguna disuguhkan dengan tampilan baru pada bilah menu di sisi bawah layar Homescreen dimana tampilan icon yang akan hadir dalam setiap halaman depan, dapat dikustomisasi sesuai keinginan pengguna seperti halnya perangkat iOS. Selain itu, terdapat pula fitur pengelompokkan aplikasi ataupun games kedalam folder terpisah yang lagi-lagi mengadopsi teknologi yang sama. Serta tambahan tombol sentuh Multitasking yang dapat dimanfaatkan untuk menutup aplikasi atau games secara permanen dengan cara menggesernya kearah samping kanan dari tampilan.

Demikian halnya saat melakukan aktivasi perangkat pertama kali, pengguna akan diberikan Bonus berupa space sebesar 25 GB pada akun Dropbox secara gratis selama masa aktif 2 tahun. Sekedar informasi bahwa Dropbox merupakan salah satu bagian dari teknologi Cloud Computing, dimana penyimpanan file dapat dilakukan di awan (dunia maya), Sehingga dapat diakses dari manapun dan kapanpun dibutuhkan.

Untuk fitur incoming calls setidaknya ada tiga teknologi yang disematkan didalam perangkat HTC One V ini. Yaitu ‘Quite ring on pickup’ fitur untuk menonaktifkan nada panggil saat ponsel diambil oleh pengguna, ‘Pocket Mode’ fitur untuk mengeraskan nada panggil saat berada didalam tas atau saku, dan ‘Flip for Speaker’ fitur aktivasi Speaker mode dengan cara membalikkan perangkat.

Pada pengaturan Display atau layar terdapat opsi untuk memperbesar dimensi huruf atau font yang dipergunakan, ditambah opsi pengaturan LED Flash untuk mengatur datangnya notifikasi bagi enam fitur utama. Missed Call, sms/mms, email, Voice mail, Reminders dan Alarms.

Sedangkan dalam pengaturan Daftar Kontak, terdapat opsi untuk melakukan pemblokiran panggilan pada nama-nama yang diinginkan sehingga pengguna tak lagi repot menginstalasi aplikasi tambahan hanya untuk melakukan fungsi tersebut. Menarik bukan ?

Mengusung sistem operasi Android terkini versi 4.0.3 Ice Cream Sandwich dipadu dengan User Interface HTC Sense 4.0, tampaknya lumayan menghabiskan resources Memory RAM, dimana dalam kondisi default perangkat lebih sering menyisakan ruang dibawah 100 MB dari 512 MB yang tersedia. Ini jelas sedikit merepotkan saat perangkat akan digunakan untuk beraktifitas multitasking mencakup office applications dan lainnya. Mungkin itu pula sebabnya bahwa sistem Caroussel yang biasanya hadir pada UI dan Menu HTC lainnya, kini dihilangkan demi menghemat memory RAM yang tersisa.

Tidak hanya itu, minimnya memory storage yang tersedia pada internal ponsel, meskipun diatas kertas memiliki spesifikasi 4 GB internal storage (3 GB shared), terpantau saat kami melakukan uji coba pengiriman data melalui koneksi Bluetooth. Rupanya untuk besaran storage yang disediakan pada internal perangkat hanya sekitar 95 MB saja, sehingga kami agak mengalami kesulitan saat berusaha mengirimkan file atau data yang memiliki kapasitas lebih dari volume yang disediakan, meskipun telah dilakukan penghapusan data storage ponsel secara permanen.

Dari hasil uji Benchmark yang kami lakukan pada perangkat One V dengan tiga aplikasi berbeda, terpantau nilai sebesar 2767 untuk uji dengan AnTuTu, 2018 untuk uji dengan Quadrant dan 3259 untuk uji dengan DX Toolbox. Skor tersebut rata-rata berada jauh dibawah Samsung Galaxy S dan Galaxy Tab seri pertama yang memiliki spesifikasi setara. Entah mengapa.

Namun diluar semua kelemahan dan kelebihan dalam pengoperasian diatas, sebenarnya ada dua inovasi Teknologi yang diadopsi oleh HTC One V yang patut kita acungi jempol.

Pertama ada Beats Audio. Seperti halnya perangkat HTC lainnya pasca seri Sensation XE, kualitas sound yang apik bakalan dihadirkan demi memuaskan hasrat pengguna Android yang kerap mendengarkan musik di kala senggang. Untuk itulah kabarnya HTC telah resmi mengakuisisi Beats untuk melengkapi portofolio mereka. Sayangnya, pada headset yang disertakan dalam paket pembelian, tak lagi menyertakan logo Beats yang telah menjadi jaminan mutu bagi penikmat Audio.

Saat kami uji dengan memainkan beberapa karya orkestra milik Yanni hingga musisi tradisional Gus Teja, terasa benar megahnya audio yang disemburkan dari lubang speaker di sisi belakang bodi. Apalagi saat headset ditancapkan kedalam port 3,5”, makin terdengar mantap tanpa pecah meski volume sudah dimaksimalkan.
Inovasi teknologi kedua, ada ‘Simultaneous HD video and image recording. Selain kualitas Audio yang nyaris sempurna, salah satu kebanggaan yang coba ditawarkan HTC pada ponsel Androidnya kini adalah kemampuan untuk melakukan perekaman video berkualitas HD 1280p 30 fps, sembari mengambil gambar yang mampu melakukan face dan smile detection secara bersamaan dengan mengandalkan resolusi lensa 5 MP ditambah lampu LED Flash.

Selain itu tersedia pula fitur Continuous Shot, dimana lensa kamera dapat melakukan pengambilan gambar secara kontinyu hingga 20 frame tanpa jeda untuk mengabadikan objek bergerak demi mendapatkan tampilan terbaiknya. Teknologi serupa tampaknya juga ditanamkan pada perangkat One X yang tentu saja memiliki banyak kemampuan lebih lainnya.

Untuk memudahkan pengguna memilih sejumlah effect saat pengambilan gambar, pada layar capture telah disediakan opsi untuk mengakses semua fasilitas tersebut secara cepat, meliputi Distortion, Vignette, Dots, Mono, Country, Vintage, Grayscale, Sepia, Solarize dan Posterize. Sedang untuk mode Scene selain Panorama, terdapat pula opsi pengambilan objek secara group dan Close Up.

Demi mendukung dua kemampuan dashyat perangkat ponsel Android tersebut, HTC membekali perangkat One V dengan daya sebesar 1500 mAh. Dengan kapasitas ini, perangkat mampu melakukan Talk Time hingga 10 jam lamanya. Sedang untuk kebutuhan standby dengan penggunaan normal, dalam satu kali charge mampu bertahan hingga satu setengah hari.

Dengan kisaran harga 2,9 juta rupiah, besaran prosesor satu inti 1 GHz tampaknya memang masih tergolong mahal untuk ditebus. Sementara beberapa kompetitor seperti yang disebutkan diatas tadi, sudah mengusung besaran 1,4 GHz hingga Dual Core demi memuaskan kinerja yang diharapkan oleh pengguna. Namun bagi Kawan yang mengutamakan kedua terobosan inovasi teknologi pada fitur Multimedia seperti yang kami sebutkan diatas, agaknya HTC One V bisa dijadikan alternatif pilihan berikutnya.

Dibalik ‘HTC One Road to Bali the Final’

Category : tentang TeKnoLoGi

Semua berawal dari akun Twitter. Tepatnya saat akun Liburan Yogya menanyakan contact person komunitas Android Bali kepada admin Bale Bengong yang merekomendasikan akun saya sebagai salah satu yang bisa dihubungi.

Adalah Bapak Arya Dhiratara, perwakilan dari PT Sistech Kharisma yang kemudian menindaklanjuti hubungan lewat kontak telepon sekaligus menjelaskan maksud rencana gelaran HTC One Road to Bali sesi the Final, dalam kaitan promo perangkat HTC One X yang selama ini saya ketahui dari akun FaceBook HTC Indonesia. Dalam kontak tersebut, sayapun diminta untuk mencari lima Kawan dari komunitas Android Bali untuk ikut serta dalam gelaran tersebut.

Setelah menimbang-nimbang dengan admin BaliDroid Community, Aryaputra Pande yang selama ini hanya sempat kontak lewat dunia maya, pada akhirnya diputuskan untuk menawarkan kesempatan ini pada empat kawan lainnya, mengingat admin satu ini belum bisa memastikan kesanggupannya.

Lewat dua posting khusus, didapatlah nama-nama Kawan Droid dari Kadek Suantara aka Chymenk, Rahaji, Gus Tulank dan Didi Suprapta. Sayangnya saat tanggal gelaran telah diberitahukan, beberapa nama yang berhasil dihimpun tersebut secara mendadak memilih mengundurkan diri lantaran berbagai alasan. Untuk menggantikan nama Gus Tulank, rupanya admin Aryaputra bersedia menggantikannya. Nama Didi Suprapta kemudian diganti oleh mas Arieef Abi yang menyatakan baru bisa mengikuti gelaran pasca jam kerja. Sedang Rahaji yang menyatakan pengunduran dirinya satu jam sebelum kegiatan, sempat membuat saya kebingungan mencari penggantinya.

Adapun Rai Rahmayuda yang sempat dihubungi menyatakan tidak bisa ikut serta lantaran hajatan pernikahan sepupunya. Dan Made Dedi yang menjadi pilihan terakhir mengingat lokasi kerja yang bersangkutan ada di dekat gelaran, berusaha dihubungi lewat akun whatsapp dan sms serta menyatakan kesediaannya. Oke, jumlah peserta pun telah komplit. Maka berangkatlah saya menuju lokasi gelaran dengan memberi spare waktu satu jam untuk perjalanan.

Macet. Padat merayap. merupakan satu kondisi yang tidak mampu saya perkirakan sebelumnya. Jalan Imam Bonjol yang saya lalui sedari perempatan Teuku Umar hingga Nakula bisa dikatakan tak memberi ruang jalan yang berarti bagi para pengemudi kendaraan roda empat. Bersyukur keputusan untuk mengendarai Scorpio Merah mampu membelah jalanan dengan cepat hingga saya hanya mengalami telat sepuluh menit dari Rencana awal.

Berkenalan dengan HTC One X. Saat berkesempatan untuk memegang secara langsung jujur saja tidak ada sentuhan surprise yang dirasakan mengingat secara kebetulan tampilan ini memang sudah pernah dialami sebelumnya. Tepatnya ketika meReview HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. Namun untuk tingkat kecerahan layar yang bagi saya hampir menyamai Retina Display-nya New iPad, tentu patut saya acungi jempol. Sesi perburuan foto yang diselenggarakan pasca proses Registrasipun saya lalui dengan setengah hati, mengingat pendeknya waktu perkenalan lebih banyak saya gunakan untuk mengoprek perangkat.

Setelah mengambil beberapa gambar (termasuk gambar vas bunga yang pada akhirnya memberikan peluang besar), secara perlahan saya memulai aktifitas oprek dengan mengeksplorasi satu persatu fitur serta kemampuan fotografi HTC One X yang begitu dibanggakan dalam gelaran kali ini. Dilanjutkan pula dengan uji Benchmark menggunakan aplikasi AnTuTu dan Quadrant. Minimnya sinyal koneksi yang saya dapatkan sepanjang gelaran, membuat proses uji kecepatan hanya berhasil saya lakukan pada AnTuTu saja. Sebagai tanda bukti aktifitas tersebut, beberapa rekaman gambar layar yang tampil saya ambil dengan cara lama, menekan dua tombol secara bersamaan (Power dan Home). Satu cara yang biasanya dilakukan untuk perangkat berbasis Android ICS. Sedikit mencontek cara pengambilan gambar yang dilakukan oleh perangkat iOS.

Sesi makan malam saya lalui dengan pendekatan pada mas Denny dari Sinar Gadget Shop terkait keinginan saya meminjam beberapa perangkat Android dalam tujuannya melakukan Review, sekaligus menanyakan bagaimana pendapatnya terkait Review HTC Sensation XE yang saya tulis di media Koran Tokoh beberapa waktu lalu. Tak lupa meluruskan sedikit salah pendapat dengan perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali terkait masalah yang kami alami pada 4 perangkat dari 6 HTC Flyer milik LPSE Badung.

Memenangkan HTC One V. Oke, Dewandra Djelantik sang fotografer ternama yang sejak sore tadi memberikan Tips dan Trik pengambilan gambar dengan kamera ponsel, rupanya teman satu sekolahan SMP yang jujur saja agak penasaran juga ingin saya ketahui latar belakangnya. Mengingat nama Dewandra hanya saatu saja yang saya kenal. Ternyata feeling saya tepat. Di gelaran kali ini, selain menjadi narasumber, yang bersangkutan menjadi salah satu dewan juri yang didaulat untuk menilai hasil jepretan gambar baik yang dilakukan oleh kelompok Finalis maupun Umum. Entah karena unsur KKN tadi ataukah memang benar gambar yang saya ambil lebih menarik minat ketimbang yang lainnya, sayapun akhirnya memenangkan perangkat Android HTC One V, salah satu dari empat One series yang diposisikan pada level menengah. Padahal jujur saja, saya pribadi sudah mengikhlaskan ponsel tersebut dimenangkan oleh Peserta lainnya dan memilih untuk melakukan pengujian terhadap One X setelah mengambil empat gambar termasuk sesi Sunset yang ancur minah.

Berikut gambar vas bunga yang ada di meja pinggiran area makan malam hotel The Seminyak, diambil dengan menggunakan lensa HTC One X, kemudian cropping sedikit agar lebih enak dilihat komposisinya, diberikan efek menggunakan aplikasi Photo Editor miliknya Samsung Galaxy Tab 7+ (ups) dan dikirim kembali ke perangkat One X untuk diUpload ke meja Panitia. Hehehe…

Terakhir ada Goodie Bags dari HTC yang berisikan satu bolpoin, satu jam meja dan satu baju kaos yang langsung diserahterimakan pada MiRah dan ibunya. Saya ? cukup HTC One V-nya saja. ;p

Lantas, bagaimana hasil oprek dua perangkat Android HTC One X dan HTC One V yang berhasil saya lakukan disela gelaran acara HTC One road to Bali the Final ? tunggu saja hasilnya di media cetak Koran Tokoh. ?

HTC One Road to Bali the Final

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Matahari belum sampai menampakkan sinar senjanya saat kami menginjakkan kaki di pelataran parkir pojokan The Seminyak, jalan Kayu Aya Seminyak Kuta jumat sore kemarin. Tampak booth HTC berdiri dengan megahnya di pinggiran pantai lengkap dengan panggung kecil dan beberapa tempat duduk yang telah diatur dengan rapi dan dijaga oleh beberapa security. Setelah menyapa dan berbasabasi, kamipun dihampiri oleh mas Arya Dhiratara yang secara khusus mengundang kami untuk hadir dalam helatan HTC One Road to Bali the Final.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari promo produk HTC terbaru Android One series yang cukup fenomenal, mengingat salah satu dari empat seri yang dirilis mengadopsi besaran prosesor empat inti ditambah penggunaan sistem operasi versi 4.0 Ice Cream Sandwich. Kegiatan yang dimotori oleh Sistech Kharisma selaku distributor resmi vendor HTC di Indonesia berlangsung tidak kurang selama periode 16 Mei hingga 13 Juli 2012 di 12 venue seluruh Indonesia. Bali sendiri kalau tidak salah mendapat dua kali kesempatan roadshow termasuk sesi Final kali ini.

Saat Registrasi berlangsung kami sempat disapa oleh beberapa Droiders yang berasal dari kota Yogyakarta dan Makassar yang secara kebetulan merupakan para pemenang photo competition yang digelar semasa promo. Tak hanya itu diantara peserta ada juga perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali dan mas Denny yang hadir dari Sinar Gadget Shop, sebuah counter ponsel ternama di bilangan jalan Imam Bonjol Denpasar. Sebagai informasi, SGS inilah yang tempo hari sempat meminjamkan perangkat HTC Sensation XE untuk diReview lewat media cetak Koran Tokoh.

Usai proses Registrasi, gelaran dibuka oleh Bapak Rudy Lai pimpinan PT. Sistech Kharisma selaku penyelenggara kegiatan, yang menyatakan Terima Kasihnya kepada para finalis yang telah ikut serta dalam event HTC One Road to Bali the Final di Seminyak kali ini. Dilanjutkan dengan memperkenalkan secara sepintas kemampuan handal yang dimiliki oleh perangkat HTC One X, salah satu dari One Series Android yang dirilis dengan memanfaatkan OS ICS.

Sesuai rencana yang disampaikan sebelumnya lewat email, bahwa akan ada sesi photo competition bagi para finalis menggunakan perangkat HTC One X dimana peserta akan memperebutkan hadiah utama perangkat yang sama. Tampak Semua peserta yang hadir dari Finalis pemenang photo competition HTC kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk mendapatkan pencerahan tips dan trik pengambilan gambar dari seorang fotografer ternama di Bali, Dewandra Djelantik. Sedangkan kami, peserta dari kategori umum (media dan komunitas) digabung menjadi satu kelompok khusus untuk diikutsertakan dalam kompetisi untuk memperebutkan perangkat level menengah, HTC One V.

Perburuan objek pun dimulai. Dari tiga kelompok yang ada, telah disiapkan tiga orang model yang diposisikan di tiga venue seputaran hotel, yang kemudian dirolling setelah batasan waktu yang ditentukan bagi masing-masing kelompok habis. Kalo gag salah ingat, satu model berada di area jembatan cinta di sisi belakang panggung, satu model berada di jajaran gazebo dekat area makan malam dan satu lainnya berada di pinggiran pantai dekat lokasi Registrasi. Sedang kami, peserta kategori umum lebih diberi kebebasan untuk mengambil objek foto diseputaran hotel termasuk ketiga model yang telah dipersiapkan tersebut.

Pasca tiga sesi foto tadi, ada satu sesi foto tambahan yang secara langsung dibimbing oleh Dewandra Djelantik, fotografer ternama yang rupanya masih teman satu sekolahan SMP dengan saya (:p) untuk mengambil gambar Sunset yang memang telah dinanti-nanti oleh para finalis, mengingat Kuta merupakan lokasi yang ideal untuk bisa mengabadikannya. Ada beberapa tips yang diberikan untuk sesi terakhir kali ini, diantaranya trik pengambilan gambar yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan flare atau sinar merah yang berlebih pada objek, pula sudut pengambilan gambar berdasarkan spesifikasi khusus dari lensa yang dimiliki oleh perangkat HTC One X.

Sembari sesi upload hasil foto serta proses penjurian berlangsung, peserta dihidangkan menu makan malam dan live music, yang ternyata membutuhkan waktu cukup lama mengingat hasil gambar yang telah diambil tadi lumayan membuat bingung para penilai untuk memutuskan dua terbaik diantaranya. Adapun masing-masing peserta dari kategori finalis diharapkan menyerahkan empat gambar yang diambil dari tiga model dan sesi sunset, sedangkan umum cukup satu gambar yang kami anggap terbaik. Lalu Hasilnya ?

Untuk kelompok Finalis, dimenangkan oleh Arnold Arief peserta dari Bandung yang mengambil gambar sunset lengkap dengan obyek Nelayan dan pancing yang diperangkan oleh model, sedangkan untuk kategori umum dimenangkan oleh *ehem PanDe Baik lewat foto vas bunga di meja pinggiran yang diambil secara gag sengaja ditambah sedikit efek menggunakan aplikasi Photo Ediitor. Surprise tentu saja.

Gelaran acara HTC One Road to Bali the Final ini pada akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama seluruh Peserta disertai pembagian Goodie Bag dari HTC sebagai kenang-kenangan.

—–
Ini adalah press release dari blog www.pandebaik.com sebagai rasa Terima Kasih telah mengundang BaliDroid Community ke ajang HTC One Road to Bali the Final, namun jika ingin tau bagaimana rasanya hadir di perhelatan tersebut, simak tulisan selanjutnya yah…

*foto-foto diambil dari album Gathering HTC ONE Road to Bali the Final – 13 Juli 2012 yang dijepret langsung oleh admin Aryaputra Pande