Cafe Blue

1

Category : tentang InSPiRasi

Malam ini saya kedatangan Tamu yang sudah dinanti-nanti. Tamu yang diharapkan kehadirannya dalam dua tahun terakhir. Tamu yang baru bisa ditemukan di gerai jualan online TokoPedia. Eh ?

Cafe Blue

Ini adalah sebuah buku, lebih tepatnya karya novel dari seorang penulis ternama, Hilman.
Ya. Hilman.

Cafe Blue Hilman PanDeBaik

Cafe Blue hadir kalo gak salah di era dollar masih berharga dua ribuan, dimana bercerita tentang seorang gadis sampul bernama Sasa yang membuka tempat nongkrong bagi para remaja sekitarnya dan menawarkan jajanan es krim dengan harga lima ratus rupiah saja. Jaman itu loh ya…

Alur kisahnya sederhana. Hanya lima chapter pendek. Gak ada konflik menjelimet dan bikin pusing, semua berjalan dengan pemahaman yang mudah dicerna, utamanya bagi kalian berusia remaja.
Saya pribadi hanya membutuhkan waktu setengah jam, tak sampai malah, untuk bisa menghabiskan seisi novel dengan baik. Mungkin karena sudah terbiasa membaca cerita yang lebih berat.

Novel satu ini saya dapatkan dari gerai online di aplikasi TokoPedia. Iseng saja sebenarnya saat melakukan pencarian. Keingetan gara gara gak pernah nemu saat dahulu goggling di dunia maya. Maka sudah sewajarnya saya berterima kasih pada penyedia layanan ini.
Harganya naik sepuluh kali lipat. Tapi untuk ukuran masa kini, masih di angka belasan ribu. No problem saya kira.

Cafe Blue, satu diantara tiga buku yang datang malam ini, mengisahkan seorang Sasa dalam menjalankan bisnis karir pertamanya, disela godaan hidup yang datang dari sang Mama. Tak lupa dibumbui kisah cinta sang gadis dengan pujaan hati bernama Andi, seorang mahasiswa dari jurusan komputer yang hadir diantara para jejaka penyuka Sasa.
Bagi yang kerap membaca kisah macam ini, saya yakin bisa menebak kemana arah air mengalir. He…

Membuat penasaran, lantaran dulu itu pernah punya, tepatnya milik kakak almarhum yang kemungkinan besar dibawa serta saat pernikahannya. Pas lagi pengen baca novel jadul macam Gola Gong terdahulu, hanya Cafe Blue ini saja yang terlewatkan.

Kalian minat ?

Berburu Novel klasik milik om Hilman

Category : tentang InSPiRasi

Sebenarnya sih hasrat untuk mencari kembali jejak beberapa novel klasik karangan om Hilman Hariwijaya sudah ada sejak lama. Hanya tadi itu rencana awalnya sih nyariin majalah atau tabloid ponsel di Gramedia Gatot Subroto eh kok nyasarnya malah di areal novel.

Surprise

Ya, agak kaget juga pas nemu section satu deret buku dengan judul Lupus Klasik, yang tebelnya lumayan se novel Harry Potter edisi pertengahan. Ternyata dalam satu buku karangan om Hilman itu terkumpul sekitar tiga judul yang diatur secara acak. Jadi semacam novel the Best of-nya om Hilman.

Kalo gag salah ingat sih tadi itu yang saya temukan ada kisah Cinta Olimpiade, Tragedi Sinemata, Tangkaplah Daku, Makhluk Manis dalam Bis hingga Topi-topi Centil. Ada juga dua tiga jilid buku lainnya lewat kisah Lupus Kecil Klasik yang merupakan kerjasama om Hilman dengan om Boim.

Sayangnya novel yang saya cari itu gag ada dalam list buku di lokasi, bahkan hingga OLX, Lazada dan Berniaga pun saya lakoni ya tetep nihil. Di om Google yang tak pantau ada sih beberapa yang menawarkan, namun ternyata sudah terjual. Mih…

Cafe Blue, Rasta dan Bella, Vanya atau Dancing on… Boys dont Cry, adalah Novel yang ingin saya baca kembali di masa kini. Isinya ya kurang lebih tentang remaja dan cinta. Satu hal yang masih suka saya nikmati hingga kini. Isinya sih masih bisa saya ingat satu dua, cuma penasaran dengan bab bab lainnya aja.

Secara bahasa yang digunakan bisa jadi tergolong jadul untuk era alay kini, tapi ya tetap saja saya menyukainya. Istilah jaman itu macam Perek (maaf), Ge eR atau bahkan soal penamaan tokoh Fifi, Gusur, Gito, Nyit Nyit kunyit rasanya masih bisa diingat, termasuk era boyband NKOTB di Rasta dan Bella. Jujur, jadi kangen…

Cuma tadi itu pas di Gramedia, sempat terbersit keinginan untuk membeli satu diantaranya, namun sepertinya kelak saya akan menggalau lagi, mengingat membaca Lupus klasik secara tidak langsung bakalan mengingatkan saya pada sosok almarhum kakak yang pergi setahun lalu. Dari ialah saya bisa mengenal novel Hilman saat kecil dahulu. Agak sedih juga sih jadinya.

Balik ke topik, saya tetap berkeinginan mencari dan memiliki novel-novel tadi. Kira-kira kalian bisa ngasi petunjuk atau bahkan punya ? Saya beli deh…

Om Hilman sendiri saya dapatkan akun ID FaceBook-nya lewat om Google. Dan sudah sempat ngirim private message untuk menyampaikan maksud. Semoga ada titik terang disitu nantinya.

Tapi kalopun boleh, saya sih inginnya bisa nemu yang versi eBook, jadi bisa dibaca saat senggang menunggu dimana saat ini, beberapa novel seangkatan masih tersimpan rapi dalam Galaxy Note 3 yang saya miliki. Satu diantaranya ya Gola Gong lewat Balada si Roy yang beken lewat majalah Hai itu…

Jadi gag sabar…

Merapal eBook, Membunuh Waktu

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Tempo lalu saya sempat menulis beberapa posting terkait eBook, terkait apa bagaimananya, pula cara mencarinya. Entah itu lewat jalur resmi ataukah ilegal atau Torrents. Kini, jauh setelahnya ingin rasanya membagi lagi koleksi eBook yang kini sedang dan senang saya baca, di perangkat tabletpc sebagai pembunuh waktu.

eBook pertama, ada miliknya detik. Tepatnya, Mingguan Detik. Sesuai namanya, edisi ini biasanya turun setiap sabtu siang/sore, yang dirilis hanya dalam format digital saja, mengingat edisi cetak kini tampaknya kurang diminati. Kabarnya sih, perilisan Mingguan Detik ini, terinspirasi dari koran cetak versinya Harry Potter, yang meski hadir dalam versi print Out, namun gambar yang hadir dapat bergerak layaknya video, sehingga jika boleh disebutkan, Mingguan Detik ini sudah layaknya terbitan Multimedia, dimana pembacanya dapat menikmati sajian berita jauh lebih baik dan lebih berwarna dari edisi cetak/digital biasa. Terkait edisi mingguan ini, selalu saya ikuti dengan mengunduhnya langsung lewat tablet, atau lewat pc yang kemudian dibaca lewat tablet. Kontennya cukup beragam, mirip-mirip Intisari lah…

Masih dari Detik, eBook berikutnya yang wajib ada setiap minggunya adalah Male Magazine. Sesuai namanya, majalah digital ini lebih difokuskan pada kebutuhan Pria, dimana isinya mirip majalah Popular, namun dibalut lebih modern dan trendy. Lengkap dengan fashion, hobby dan dunia pria metropolitan. Saya pribadi sih biasanya mengikuti liputan khususnya yang memang menurun kan topik yang tidak biasa, panas, syur dan tentu menghebohkan. Dilengkapi dengan edisi wawancara khusus dengan beberapa wanita idaman pria dibalut pose seksi yang saya yakin, walaupun belum sevulgar PentHouse ataupun seEksotik PlayBoy, setidaknya bisa bikin mata para anggota FPI mendelik serta mampu menuntut si Tim Redaksi untuk menutup edisi mendatang. Hehehe…

eBook PanDe Baik

eBook ketiga, adalah komik. Ya, komik… Kalian tidak salah baca tentu saja. Untuk source-nya ada beragam, salah satu yang saya favoritkan adalah Zona Djadoel yang siap menghadiahkan pengunjungnya dengan barisan komik tempo doeloe sesuai namanya, dari Tintin, Trigan, Storm, Arad Maya, Agen Polisi 212, Steven Sterk, Deni Manusia Ikan, Pak Janggut, Boy Action dan masih banyak lagi. Tentu ini bakalan pas banget bagi kalian yang seumuran saya dimana dibesarkan pada jaman komik-komik tersebut membumi.

Masih dari masa Djadoel, eBook berikutnya adalah Novel. Ya, Novel. Saya dapatkan beberapa diantaranya dari halaman pupuyaya dimana tersedia berbagai novel jaman doeloe, seperti miliknya NH Dini, Mira W, Gola Gong hingga Hilman yang beken itu. Saya pribadi sangat tertarik dengan serial Balada si Roy yang kerap hadir tiap minggu di halaman tengah majalah Hai saat remaja, hingga hadirnya Cafe Blue milik Hilman, Bapaknya Lupus. :p

Terakhir adalah eBook… Android tentu saja.

Untuk yang satu ini, source-nya cukup banyak, namun rata-rata berasal dari Torrents, gudangnya majalah luar negeri. Yup, eBook yang terakhir ini bergenre majalah, bukan buku. Jadi isinya tentu saja soal liputan terkini, review, tips hingga pendalaman materi yang jujur saja banyak yang tidak saya dapatkan dari majalah lokal. So… Sangat menarik tentu. Dan itu semua menjadi modal utama bagi saya untuk belajar dan tau lebih jauh soal Android dan teknologi yang dibenamkan padanya, terutama dalam berbagi pengetahuan di Twitter maupun blog. Tidak ada salahnya bukan ?

Semua eBook tadi kerap dirapal sebagai barisan mantra yang seandainya bisa diingat ya syukur, terlupakan pun tak masalah, toh semua masih tersimpan rapi didalam memory Galaxy Tab, teman setia pembunuh waktu. Ada yang mau ikutan ?