Pindah ke Lain Galaxy

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Hanya berselang dua tahun, akhirnya perubahan itu terjadi juga. Jika dulu saya begitu mendewakan perangkat berlayar 7 inchi, baik untuk bertelepon ataupun beraktifitas, lama kelamaan terasa juga ribetnya. Maka setelah melakukan eksperimen kecil-kecilan menggunakan layar lebar Samsung Galaxy Mega 5,8, pilihan itu terwujud.

Samsung Galaxy Note 3. Satu pilihan tepat tentunya saya kira, mengingat bukan masuk dalam golongan gonta ganti ponsel dalam hitungan bulan sehingga sebuah perangkat Flagship dengan berbasiskan spesifikasi terkini, kelihatannya masih cukup mapan untuk digunakan dalam ukuran tahun. Minimal 2 tahun kedepan.

Galaxy Note 3 PanDe Baik

Dengan lebar layar yang mencapai 5,7 inchi atau lebih ramping sekitar 1,3 inchi tentu saja membawa banyak perubahan baik perilaku maupun kebiasaan.
Jika dahulu aktifitas mengetik Notulen, catatan diskusi ataupun penyimpanan ide begitu nyaman dilakukan untuk ukuran jempol, maka kini dibutuhkan banyak penyesuaian perilaku, beradaptasi dengan ukuran keyboard visual yang nyaris setengahnya, juga peletakan sebagian besar tombol bantu seperti Backspace, juga titik komanya. Belum lagi typo atau kesalahan ketik lantaran jarak antar dua atau tiga tombol disekelilingnya kerap tertekan tak sengaja sehingga dibutuhkan banyak koreksi ulang agar lebih nyaman dibaca.

Tidak hanya itu, dengan layar yang cukup lebar, aktifitas apapun tentu jadi jauh lebih nyaman. Apalagi saat penggunaan lebih banyak menggunakan posisi landscape, terasa pas untuk kedua tangan. Tapi kini, tidak lagi. Dengan sisa layar yang hanya setengah lebar layar, aktifitas mengetik jadi berkurang kepuasannya. Disamping itu pula, beberapa fitur yang dibenamkan didalamnya jadi sedikit lebih nyaman bila dioperasikan dengan layar portrait layaknya penggunaan ponsel biasa ketimbang landscape. Hanya saja konsekuensinya ya keyboard visual jadi jauh lebih kecil lagi dan kemungkinan typo atau salah ketik jadi lebih besar.

Maka itu, untuk mengatasi semua kekurangan diatas, Samsung memberikan stylus pen untuk dimanfaatkan oleh penggunanya melahirkan bentuk tulisan yang dengan cepat dapat mengubah dirinya dari bentuk tulisan tangan menjadi baku standar keyboard. Memudahkan namun terasa unik jika sampai diketahui orang lain. He…

Sedangkan kebiasaan, ya tentu saja harus mengatakan ‘bye bye tas pinggang atau tas slempang… mengingat dengan ukuran layar yang hanya 5,7 inchi masih bisa dikantongi meski agak sedikit menyembul. Setidaknya masih nyaman kalo mau kemana mana, gag musti bawa tas tambahan.

Lantas, seberapa jauh sih Manfaat yang bisa dirasakan oleh penggunanya *dalam hal ini tentu saja saya pribadi, untuk kelas ponsel phablet Samsung Galaxy Note 3 dalam keseharian ? Simak di tulisan berikutnya.

Samsung, Samsung dan Samsung

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Keren… Gelaran Mobile World Congress, Barcelona, #Android Samsung Galaxy S III berhasil mengalahkan rival beratnya, iPhone 5…

Selain iPhone 5, Galaxy S III mengalahkan saudara se #Android nya, Galaxy Note II dan HTC Droid DNA plus si WP Nokia Lumia 920. Sedang di kategori tablet, tampil sebagai pemenang, #Android Google Nexus 7 mengalahkan 2 seri Apple iPad, Mini dan 4th generation. Selain Nexus 7, iPad Mini dan iPad 4, saingannya ada Kindle Fire 8.9, Asus Transformer Infinity serta Samsung Galaxy Note 10.1

Samsung sendiri berjaya dgn menggondol 3 penghargaan, Dev Manufacturer of the Year, Best Mobile Infrastr dan Outstanding Overall Mobile Tech

Kabarnya kini Samsung malah menjadi ancaman bagi Google dan Ekosistem #Android lantaran menguasai 40an % pasar Global *edan *Padahal lima tahun lalu, Samsung itu siapa sih ? Masih kalah bersaing mati”an dgn Nokia lewat Symbian, dan dgn O2 lewat Windows Mobile

Kalopun mau ngliat perwajahan desain Samsung pra kelahiran iPhone pun, masih pas”an… Baru booming pasca rilis ponsel pintar Apple… Itulah yg namanya tekad dari Samsung. Meski wajah mencontek iPhone, OS milik Google, tapi keinginan kuat utk tetap eksisnya hebat nian

Ada yg tau persis berapa jumlah seri yang dirilis lewat nama Galaxy nya ? *mirip ponsel Nokia di jamannya kan ? #Samsung #Android

Samsung panDe Baik

Di pasaran, saya yakin hanya ada 2 nama yg dikenal jika orang mau beli tablet. iPad dan Samsung… Terlepas dari jenis OS dan lain”nya… Di kategori Tablet saja, sedikitnya Samsung punya 8 line up, Tab 7 #1, 7 #2, 10 #1, 10#2, 7+, 7.7, 8.9, Note 10.1. Belum termasuk newrelease. Coba deh buka”arsip daftar ponselnya Tabloid Pulsa, atau halaman http://ponseljakarta.com , cek barisan Samsung pra kelahiran iPhone 2007… Jauh banget dengan rilis terkini… Mungkin itu sebabnya Apple ngotot banget nuntut barisan Galaxy seriesnya Samsung karena menjiplak desain

Saking getolnya Samsung dengan OS #Android, kabarnya sih mulai menonaktifkan pengembangan OS buatan sendirinya, Bada. Padahal OS Bada milik Samsung sempat rilis beberapa seri yang jujur aja kalah pamor dengan Galaxy series versi awal. Spica, Ace, Mini dll

Meski masih getol dengan #Android, kabarnya sih Samsung sedang mengembangkan OS baru bernama Tizen sebagai pengganti Bada. Ancer-ancernya, dari segi perwajahan OS terbaru Samsung bakalan mirip”dengan versi #Android yg beken dgn UI TouchWiz-nya. Kemiripan wajah UI homescreen juga sudah bisa dilihat pada ponsel”Feature Phone layar sentuh milik Samsung spt Champ, Duos dll

Akan tetapi, teknologi yang dikembangkan oleh Samsung juga gag bisa dipandang sebelah mata. Lihat saja Stylus pada Note series… Teknologi stylus pada Note series merupakan hasil kerjasama Samsung dengan Wakom, dan konsisten dirilis sejak Note #1 5″. Adapun perangkat yang sudah mengadopsi teknologi Stylus milik Samsung ini adalah Note #1 5″, #2, 10.1 dan berikutnya versi 8″, soon. Meskipun teknologi Stylus pada layar sentuh bukan sesuatu hal baru, namun tingkat presisi yang disajikan, benar”amazing. Dan tidak hanya di perangkat Android saja, di versi Windows 8 pun, Stylus tetap disematkan pada perangkat Samsung. Silahkan cek versi Ativ SmartPC/Pro yang besut OS Windows 8, Teknologi Stylus dan app S-Pen tetap dibenamkan didalamnya

Tapi yang lebih keren lagi, teknologi Flexible Display Samsung yang kemarin sudah dipamerkan ke Publik. Meski dari segi ketebalan perangkat masih kalah jauh dari apa yang sudah dirilis resmi lewat galaxy seriesnya, namun teknologi layar sentuh yang dapat ditekuk merupakan hal yang patut ditunggu. Sudah pernah menonton iklannya di Youtube ? dimana sebuah perangkat berbentuk Tabletpc, tinggal dilipat menjadi sebuah perwajahan ponsel lalu dimasukkan ke saku baju ?

Belum lagi teknologi lensa kamera dan aplikasi yang disematkan di Android Kamera *eh Kamera Android nya, sangat menarik untuk dicoba.

Teknologi Samsung memang patut ditunggu, meski satu dua ide diantaranya merupakan jiplakan dari sang pesohor Apple *uhuk

Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu, tepatnya diawal bulan, saya sempat menurunkan ulasan topik yang sama namun dalam versi yang sedang trend saat itu. Kini saya mencoba untuk menurunkannya kembali sebagai alternatif pilihan bagi kawan semua, dalam memilih sistem operasi yang kini makin berkembang pesat bagi perangkat mobile phone dan tabletpc di awal tahun 2013.

Android. Kini sistem operasi ini merupakan Raja dari semua sistem operasi perangkat ponsel dan tabletpc yang beredar di seluruh penjuru dunia. Hal yang wajar jika Kawan mengetahui sebabnya. Ya, Android digawangi oleh sekian banyak vendor dan operator yang siap memperebutkan kue keuntungan penjualan yang kian hari kian menggoda saja. Bahkan beberapa nama yang dahulu sempat turun naik dari tingkat penjualan, kini mulai merangkak naik mengalahkan nama-nama branded lainnya. Katakan saja Samsung, Huawei dan Sony.

Melesatnya Android ke lini terdepan tentu tak lepas dari kegigihan sang pengembang yaitu Google dalam membuat inovasi demi inovasi baru untuk melengkapi fungsi dan fitur teknologi terkini yang dikembangkan oleh masing-masing vendor demi menjawab tantangan serta kebutuhan para pengguna dan penggila teknologi yang kian haus aktifitas. Jika setahun lalu versi 2.3 GingerBread merupakan yang terbanyak digunakan oleh sejumlah perangkat berbasiskan Android, kini versi 4.0 Ice Cream Sandwich sepertinya sudah menjadi standar baku perilisan perangkat terbaru, meski beberapa diantaranya malah sudah mencoba dan mendapatkan opsi UpGrade ke versi yang lebih baik 4.1 ber-code name Jelly Bean.

Dengan makin berkembangnya teknologi yang dibesut oleh sejumlah vendor, operator serta sang pemilik Android, maka tidak heran jika kemajuan yang dihasilkan pun cukup jauh dari setahun lalu. Adapun Ukuran yang diberikan tak lagi kisaran tahun atau semester, namun sudah tahap bulan. Dimana kecanggihan yang dijejalkan dalam perangkat ponsel dan tabletpc berbasiskan Android sudah mencakup prosesor empat inti atau Quad Core, kapasitas standar internal storage sebesar 4 GB, besaran Memory RAM 2 GB, hingga resolusi layar dan kamera HD. Belum termasuk dengan tambahan stylus pen yang kini dikenal dengan istilah Note series yang siap memberikan presisi inputing yang lebih baik ketimbang penggunaan teknologi yang sama enam tujuh tahun yang lalu. Bahkan kabarnya kedepan sedang dikembangkan beberapa teknologi lagi, diantaranya yang mampu melakukan panggilan telepon saat ponsel didekatkan pada telinga pengguna.

Berpengaruhnya Android di pasar dunia, makin lengkap dengan masuknya perangkat mobile phone dan tabletpc di semua lini, dari harga yang terjangkau atau menengah kebawah hingga kelas premium dengan suntikan teknologi terkini. Sudah begitu, ketiadaan perbedaan yang mendasar antara sejumlah kelas tersebut, menjadikan Android tetap menarik untuk dilirik. Katakan saja dukungan ribuan aplikasi siap pakai dari pasar aplikasi Google Play serta jaminan untuk mengalihfungsikan perangkat menjadi mobile hotspot merupakan jualan utama dari semua vendor yang hadir dengan menggunakan Android sebagai sistem operasi utama.

iOS AnDroid BB Windows Phone PanDe Baik

Jika Android mengambil porsi hingga setengah lebih kue penjualan ukuran Global, maka seperempatnya harus cukup puas diambil oleh iOS, sistem operasi unix yang dikembangkan oleh perusahaan ternama Aplle. Hingga saat ini, sistem operasi iOS yang telah dirilis ke pasar sudah mencapai versi 6.0. membawa banyak perubahan terutama berkaitan dengan aplikasi SIRI, voice assistant yang kini banyak dijiplak oleh pengembang lainnya, termasuk Android dan Samsung.

Pada tahun 2012 lalu, Apple terpantau merilis dua pasang perangkat sekaligus, baik di awal dan juga akhir tahun. Pecahnya tradisi yang dahulu selalu dipegang oleh Apple dengan merilis satu perangkat tiap tahunnya, tak pelak menimbulkan prasangka bahwa langkah ini diambil lantaran persaingan dari sistem operasi dan vendor lain, berkembang sangat cepatnya. Maka pasarpun dikejutkan dengan dirilisnya perangkat TabletPC iPad 3 (new iPad) dan iPad 4, ditambah seri ponsel iPhone 4S dan iPhone 5. Sayangnya, meski teknologi yang diusung tergolong canggih dan terkini, urusan harga yang masih tinggi di langit, rasanya agak susah jika mengharapkan Apple mampu menarik konsumen sebanyak perangkat Android.

Turunnya sang inovator terbaik seperti yang diklaim banyak pihak dan media ke posisi kedua tingkat global, menyebabkannya harus bersaing ketat dengan brand lain yang maju dengan mengandalkan sistem operasi Android termasuk vendor china sekelas Huawei. Meski demikian, pembuktian perolehan hingga 25% penjualan pada tahun 2012 lalu tetap ditenggarai memiliki fanboy sejati yang tetap akan menanti kemajuan demi kemajuan teknologi yang kini sedang dikembangkan oleh Apple.

Jatuh bangun perusahaan pengembang sistem operasi asal Canada, Research In Motion RIM lewat perangkat BlackBerry, lumayan banyak mengundang kecaman dan dugaan sedari awal tahun 2012, bahwa mereka akan bangkrut dalam waktu dekat. Apalagi tempo hari sedikit demi sedikit perusahaan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya untuk dapat menekan cost akibat tingkat penjualan yang makin menurun. Penyebabnya sederhana. BlackBerry tak mampu ikut bersaing menyajikan teknologi terkini pada perangkat yang dirilisnya selama setahun terakhir. Jualannya masih sama, yaitu BlackBerry Messenger yang diklaim diminati banyak orang. Sayang, dalam prakteknya tidak demikian.

Melorotnya nama BlackBerry ke peringkat ketujuh tingkat global dan disalip oleh nama-nama sekelas Sony maupun HTC, membuat RIM selaku pengembang utama ponsel pintar berbadan gembul ini, mau tak mau mengikuti arus teknologi berlayar sentuh dan dalam waktu dekat bakalan merilis seri 10-nya. Salah satu yang kabarnya bakalan diandalkan dalam seri tercanggihnya ini adalah terintegrasinya BlackBerry Messenger versi 7, yang mampu mengakomodir fitur voice call (layaknya Skype), antar pengguna BlackBerry, termasuk yang masih mengadopsi sistem operasi versi lama. Ditambah fitur jejaring sosial, sms dan email dalam satu akses yang sama.

Selain itu, terdapat pula kemudahan pengoperasian dan meminimalkan delay yang terjadi, sehingga pengguna dijanjikan bakalan mendapat banyak pengalaman baru jika dibandingkan perangkat BlackBerry model lama.

Ditambah beberapa fitur yang menjadi standar baru dan disematkan pada tekologi layar sentuhpun ikut serta menjadi jualannya kali ini, sehingga klaim dari sang pengembang, kelak BlackBerry versi 10 ini bakalan diturunkan dan bersaing dengan iPhone dan Android. Tak lupa penggunaan prosesor Dual Core, kamera beresolusi besar plus keberadaan kamera depan, bakalan mengubah image yang selama ini tertanam di pikiran pengguna, akan segala keterbatasan yang dimiliki BlackBerry sejauh ini. Kabarnya pada akhir Januari 2013, BlackBerry bakalan merilis dua perangkat mutakhirnya, diikuti empat lainnya selama tahun yang sama.

Jika setahun lalu nama Windows Phone masih tenggelam oleh terangnya ketiga nama perangkat diatas, di tahun 2013 kali ini bisa dikatakan bakalan menjadi puncak titik balik sistem operasi buatan Microsoft untuk bersaing dan memperebutkan tahta tiga besar. Untuk memuluskan jalannya, dua vendor besar yang sejak awal dengan setia berkolaborasi, siap menjadi pionir dan pendahulu. Nokia dan HTC.

Nama Nokia selama ini memang sudah hampir bisa diidentikkan dengan perangkat Windows Phone, meski bayang-bayang Symbian dan Asha series, masih melekat erat dibenak sebagian besar pengguna teknologi mobile phone. Kerjasama antara Nokia dengan pihak Microsoft sempat pula dianggap sebagai pengambilan keputusan dengan jalan yang salah. Seiring berjalannya waktu, mereka seakan ingin membuktikan sekali lagi pada pasar gobal, bahwa pengorbanan memang diperlukan untuk bisa kembali menjadi sang raja.

Lumia series, merupakan brand jualan Nokia sejak bekerja sama dengan pihak Microsoft. Di tahun 2012 lalu, Nokia merilis beberapa series yang sayangnya masih dikecam banyak pihak lantaran penggunaan material ponsel yang menimbul kan bunyi saat ditekan. Kini, mereka hadir kembali dengan mengusung sistem operasi Windows Phone versi 8 dengan memanfaatkan material yang lebih baik dan solid.

Banyak Teknologi yang berusaha diperkenalkan Nokia terutama yang memang sudah berjaya di era Symbian terdahulu, seperti Nokia Maps. Selain itu terdapat pula fitur Applications Store yang mampu digunakan dalam multi platform Windows Phone. Belum lagi pemanfaatan lensa kamera Carl Zeiss nampaknya sudah menjadi keharusan dalam setiap seri yang bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tak seperti Nokia, nama HTC dan kolaborasinya dengan pihak Microsoft, bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat era Windows Mobile dirilis ke pasar satu dasa warsa lalu. Hubungan ini terus berlanjut meski tingkat penjualannya makin menurun, hingga kemudian HTC tampil sebagai nama vendor setelah merekrut beberapa operator ternama, diantaranya O2.

Dalam usahanya kali ini, HTC tampaknya ingin meneruskan hegemoni seri X yang memang didirilis ke pasar pengguna demi menjawab tantangan multimedia dan kecepatan, demi bersaing dengan nama lain. Meski nama HTC hanya mampu meraih posisi keenam tingkat global, namun bisa dikatakan tak satupun seri mereka dapat dikategorikan sebagai ponsel murah. Itu sebabnya nama HTC kurang mampu menjangkau kalangan menengah kebawah seperti halnya para pesaingnya.

Mengandalkan nama besar milik Nokia dan HTC, Windows Phone kali ini tentu saja patut ditunggu. Bahkan bukan tidak mungkin bakalan merebut sedikit dari pasar Android yang kini sudah mulai berjalan stagnan lantaran kesamaan perangkat yang dirilis oleh beragam vendor. Kehadirannya bak kuda hitam yang siap menjatuhkan para lawan lewat jualan multimedia dan kemudahan pengoperasian.

Semua pilihan sudah disiapkan sejak awal tahun 2013, jadi kini tinggal menyerahkannya pada pengguna. Mau memilih Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

Mengenal Samsung Galaxy Note 10.1 (bagian 3)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan Review dan tampilan Screenshot perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1, berikut sesi terakhir yang bisa dipaparkan untuk bisa mengenalnya lebih jauh, dengan harapan kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan.

Masih memanfaatkan stylus pen bawaan, setidaknya terdapat satu bonus games yang dapat dimainkan dengan menggunakan perangkat tersebut. Crayon Physics. Model permainan yang kurang lebih sama dengan games buatan Rovio Amazing Alex dimana pengguna dapat menggambarkan garis ataupun kotak untuk menggiring target ke sasarannya.

Jika games satu ini masih belum jua memuaskan hasrat untuk bermain games dengan memanfaatkan Styles Pen bawaan, di Samsung Apps tersedia puluhan alternatif lainnya yang dapat diunduh baik secara free atau gratis maupun berbayar lewat potong pulsa.

Apabila dalam Samsung Apps masih jua belum memuaskan, silahkan hunting lewat S-Suggest dengan kategori yang sama.

Terakhir, jika ngomongin MultiTasking setidaknya fitur PopUp Play yang rilis pula di versi S III dapat dinikmatin pula pada perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini. demikian halnya dengan Mini apps yang tak kalah banyaknya.

Mengenal Samsung Galaxy Note 10.1 (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kembali Review dan tampilan Screenshot perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1, berikut beberapa lanjutan yang bisa dipaparkan untuk bisa mengenalnya lebih jauh, dengan harapan kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan.

Seperti halnya Galaxy Note series lainnya, perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini pun dibekali dengan fitur khusus S Pen yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan stylus bawaan di sisi pojok kanan bawah perangkat. Aplikasi S Pen ini berfungsi untuk banyak pekerjaan termasuk diantaranya membuat rumusan dalam format tabel.

Selain input by Text dan Stylus, S Pen dapat juga dilengkapi dengan berbagai macam format catatan dari foto, video, clipboard, maps hingga clip art, text box dan shape.

Untuk bisa lebih memanfaatkan perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini, disertakan pula fitur MultiTasking dalam arti sebenarnya, lewat Multi Screen yang mampu melibatkan aplikasi S Pen dengan berbagai aplikasi lainnya seperti Browser, gallery, video, maps atau documents app.

dan apabila dibutuhkan, virtual keyboard siap membantu pengguna dalam berbagai bentuk baik fullscreen, lite hingga terbagi menjadi dua area seperti yang terlihat pada gambar berikut :

Mengenal Samsung Galaxy Note 10.1 (bagian 1)

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti biasa, melanjutkan Review perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1, blog www.pandebaik.com bakal menyajikan beberapa Screenshot layar untuk bisa mengenalnya lebih jauh, yang kelak bakalan berguna terutama bagi mereka yang ingin memburunya sebagai pilihan.

Screenshot pertama hadir dari layar depan alias Homescreen milik TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 yang sudah dipermak dengan menggunakan Chameleon Launcher. untuk tampilan ini pengguna mampu menghiasi layar depan dengan berbagai berita dan cerita dari halaman atau portal yang diinginkan baik versi resmi ataupun blog pribadi. lantaran mengadopsi layar cukup lebar, maka tampilan pun jadi lebih lega.

Bosan dengan tampilan Touchwiz, pengguna bisa menggantinya dengan Launcher lain seperti Apex Launcher yang satu ini. Fungsi tambahan lain yang dimiliki oleh Launcher adalah pemberian folder untuk lebih mengorganisir halaman depan atau homescreen dan juga pemilihan berbagai macam theme.

more Widget. Dibandingkan seri sebelumnya, perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 membawa lebih banyak Widget dengan perwajahan menarik untuk menghiasi tampilan halaman depan Homescreen pada layar.

Terakhir ada OS Android yang digunakan oleh perangkat TabletPC Samsung Galaxy Note 10.1 ini masih mengadopsi versi 4.0.4 yang kabarnya dalam waktu dekat bakalan mendapat Update ke versi 4.1 Jelly Bean. Namun sejauh ini baru mendapatkan pembaharuan per Oktober lalu.

Samsung Galaxy Note 10.1, more Power with Big Screen

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menjelang akhir tahun 2011 lalu, Samsung tampak percaya diri melepas salah satu perangkat Android papan atasnya yang berbanderol iklan seakan sedikit kebingungan. “It’s a Phone ? It’s a Tablet ? It’s a Galaxy Note…”

Berselang setahun kemudian, Samsung kembali merilis kelanjutan dari perangkat yang dibekali dengan teknologi stylus tersebut. Alih-alih melanjutkan seri Android berlayar 5 inchi, Samsung malah menambah lebar layar perangkat menjadi 10.1 bersaing dengan kompetitor Android lainnya dan tentu saja ‘the New iPad 3.

Namun rupanya tak hanya menambah lebar pada ukuran layar, Samsung Galaxy Note seri kedua ini pula menambahkan kecepatan dapur pacu menjadi empat inti prosesor alias Quad Core Exynos 1,4 GHz. Tak hanya itu, demi membuatnya makin superior sekaligus menjadi perangkat yang pertama mengadopsi teknologi ini, Galaxy Note 10.1 dibekali Memory RAM sebesar 2 GB. Kabarnya di tahun 2013 nanti besaran Memory ini akan menjadi standar baku minimal bagi perangkat ponsel maupun tabletPC yang dirilis oleh Samsung.

Meski sistem operasi Android versi 4.1 codename Jelly Bean telah diedarkan secara luas, namun perangkat satu ini masih setia menggunakan versi sebelumnya, 4.0.4 codename Ice Cream Sandwich yang memang jauh lebih stabil untuk saat ini. Namun, kabar resmi dari Samsung bahwa dalam waktu dekat, Galaxy Note 10.1 ini merupakan salah satu perangkat yang bakalan mendapatkan update terkini ke Jelly Bean.

Walau demikian, terdapat sejumlah perbedaan fitur yang dapat dinikmati pada Samsung Galaxy Note 10.1 ini bila disandingkan dengan perangkat lain yang menggunakan sistem operasi yang sama. Diantaranya opsi untuk bekerja dengan memanfaatkan Multi Screen, dimana layar dapat membagi area kerja menjadi dua aplikasi yang dijalankan secara bersamaan dan berdampingan. Ini akan jauh lebih memudahkan pengguna yang kerap melakukan aktifitas Multitasking di perangkat terdahulu, tanpa perlu berpindah-pindah layar dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Tak lupa fitur Pop Up Play yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sejumlah layar aplikasi dalam satu halaman homescreen.

Mengingat perangkat ini mengusung nama Note dalam serinya, maka teknologi stylus yang disebut dengan istilah S-Pen-pun menjadi salah satu ciri khas dalam pengoperasiannya. Beberapa aplikasi yang dibekali untuk mendukung pemanfaatan media ini adalah S Note, S Planner, Polaris Office, Cryon Physics serta aplikasi berbayar yang diunggulkan banyak pihak, Photoshop Touch. Adapun lisensi aplikasi terakhir dapat digunakan secara penuh oleh Pengguna sebagai bonus dari Samsung pada perangkat edisi ini. Semua aplikasi tersebut akan muncul secara otomatis pada layar, sesaat setelah stylus dikeluarkan dari salah satu sudut perangkat. Apabila dibutuhkan, Pengguna dapat melakukan pengaturan ulang untuk memilih aplikasi mana saja yang akan muncul dalam bar samping saat stylus digunakan.

Teknologi S Pen ini merupakan kerjasama lanjutan pihak Samsung dengan Wakom, sebuah brand perangkat tablet ternama yang bergerak dalam bidang desain. Itu sebabnya secara presisi goresan yang dilakukan, tergolong sangat baik bahkan mampu membedakan penekanan yang dilakukan oleh pengguna untuk menghasilkan ketebalan garis yang berbeda-beda.

Secara dimensi, Galaxy Note 10.1 sedikit lebih lebar bila disandingkan dengan perangkat Samsung Galaxy series dengan layar 10.1 inchi sebelumnya. Namun dari segi ketebalan, tampaknya bukan lagi menjadi satu prioritas utama yang kini dipegang oleh perangkat iPhone 5 besitan Apple. Sayangnya, dalam pemilihan material yang digunakan, Samsung Galaxy Note 10.1 tidak mencerminkan kesan elegan seperti seri Note sebelumnya, bahkan setali tiga uang dengan perangkat Galaxy S III terakhir, yang hadir dalam bentuk plastik sehingga mengesankan murahnya perangkat dan rentan akan benturan.

Diluar penambahan sejumlah fitur baru seperti yang disebut diatas, hampir tak ada perbedaan spesifikasi jeroan yang dibekali oleh Samsung dari para pendahulunya. Katakan saja kamera belakang 5 MP dengan kualitas standar, video 720p @30 fps, koneksi wireless dan bluetooth tanpa NFC, dukungan slot memori tambahan hingga 64 GB hingga besaran daya baterai 7000 mAh.

Dengan harga jual di kisaran 6,7 juta, tampaknya Samsung Galaxy Note 10.1 ini bakalan bersaing dengan the New iPad dari Apple yang tempo hari pernah pula kami ulas secara khusus. Sayangnya, kami belum sempat membandingkan hasil benchmarking kedua perangkat secara langsung, dimana hasil rata-rata Samsung Galaxy Note 10.1 menunjukkan poin 12660 untuk pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark.

Phablet, Berebut Kue Android 5”

Category : tentang TeKnoLoGi

Android memang fenomenal. Tidak membutuhkan waktu lama untuk berkembang sejak kelahirannya, sistem operasi besutan Google ini telah mampu meraih peringkat pertama penjualan smartphone diseluruh dunia. Keberhasilan ini melampaui empat brand sistem operasi lainnya yang dahulu sempat merajai pasar dari Symbian, BlackBerry, iOS dan tentu saja Windows Mobile.

Semua prestasi tentu tak bisa lepas dari peran sekian banyak vendor yang berada dibelakang Android. Bak menemukan harta karun, satu persatu saling berlomba merilis perangkat berbasis si robot hijau dari harga yang paling terjangkau hingga papan atas untuk para pengguna yang memiliki dana berlebih. Masuknya segmen di semua lini merupakan penyebab utama mengapa Android mampu meninggalkan para kompetitor jauh dari perkiraan.

Salah satu segmen yang belakangan sudah mulai dilirik oleh para vendor dalam mencoba peruntungan meraih keuntungan pasar adalah merilis Phablet, sebutan lain dari ponsel tablet, perangkat berukuran menengah yang menjadi alternatif lain bagi para penggunanya.

Jika ponsel masih dianggap terlalu kecil untuk dapat menikmati tayangan video atau membaca eBook, sedang tablet 7 dan 10 inchi pun dianggap terlalu lebar dan besar plus susah dibawa dalam saku, maka Phablet, perangkat berukuran layar 5 inchi mencoba ditawarkan untuk menjadi pilihan berikutnya.

Dell Streak adalah sang pionir. Di awal kemunculannya, Juni 2010 Streak harus bersaing dengan sejumlah besar ponsel dan tablet yang dirilis oleh brand ternama Samsung. Kekuatannya saat itu bisa dikatakan cukup mumpuni, dengan dapur pacu 1 GHz Streak hadir di kisaran harga 6 jutaan. Harga yang cukup tinggi namun sepadan dengan teknologi yang diusung.

Menyusul Samsung yang ikut mencoba peruntungan dengan merilis Galaxy S Wifi 5, sebuah perangkat tablet yang rencananya diluncurkan untuk menyaingi iPod Touch, kembaran iPhone dari Apple. Sayangnya, meski dalam paket penjualan Samsung menggandeng salah satu perusahaan modem Router, tampaknya minat pasar belum mampu dikuasai lebih jauh.

Pengguna baru merasa ngeh saat seri Galaxy Note dihadirkan ketengah pasar, dengan mengandalkan fitur S Pen, sebuah teknologi lawas yang dikawinkan dengan keakuratan Wakom, perusahaan tablet khusus desain grafis. Maka jadilah Android 5 inchi menjadi sebuah standar baru bagi para pengguna yang menginginkan alternatif pilihan lain. Note bisa merajai, lantaran saat itu bisa dikatakan hampir tidak ada pemain lain yang bermain di segmen yang sama.

Jauh berselang sesudahnya, Samsung kabarnya sedang meluncurkan Galaxy Note II mereka untuk melanjutkan kesuksesan perangkat pertama terdahulu. Mengambil wajah yang tak jauh lerbeda dengan Galaxy S III, Note II diluncurkan dengan berbagai teknologi terkini diantaranya frekuensi 4G LTE, prosesor Quad Core 1,6 GHz, 2 GB RAM dan OS Android versi 4.1 Jelly Bean. Spesifikasi ini kurang lebih sama dengan yang diadopsi Galaxy Note versi 10.1 yang telah dirilis lebih dulu.

Harga tentu menjadi persoalan, saat pasar mencoba meraih layar 5 inchi. Itu sebabnya, beberapa saat setelah rumor Note series bakalan dilanjutkan peluncurannya, sejumlah nama vendor lokal mulai ikut serta merilis phablet Android 5 inchi dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Bahkan saking niatnya, Phablet digunakan pula sebagai nama oleh sebuah vendor untuk menegaskan pasar yang ingin dicapai.

Micxon SX5 Sashimi, merupakan alternatif pertama yang dapat kami tawarkan. Secara bentukan, tampilannya setali tiga uang dengan wajah Samsung Galaxy Note. Tidak hanya fisik, tapi juga versi Android yang disematkan, besaran kamera dan ketebalannya yang hanya 0,97 cm saja. Mengandalkan kekuatan prosesor 1 GHz Sashimi tampaknya digarap secara serius oleh Micxon, bahkan didukung pula dengan teknologi layar multitouch dan kemampuan merekam video HD. Persoalan harga, Sashimi ditawarkan dengan kisaran yang cukup terjangkau 1,4 juta saja.

Masih mengambil konsep yang sama dengan Micxon, Zyrex Onescribe ZA987 memiliki penampilan serupa dengan perangkat Samsung Galaxy Note dengan jeroan yang tak jauh berbeda pula. Sayangnya perangkat yang satu ini dijual dengan harga menengah yaitu berada di kisaran 2,5 juta rupiah dengan kemampuan yang dapat ditebus yaitu penggunaan OS Android 4.0.3 Ice Cream Sandwich.

Demikian halnya dengan Maxtron MG555, ponsel yang menjadikan girlband CherryBelle sebagai icon jualan, mengusung clockspeed yang sama plus 4 GB internal storage dan dual kamera (8 MP di sisi belakang lengkap dengan flash light dan 5 MP disisi depan). Selain fitur dual kamera, Maxtron MG555 mengusung dual sim card pula, teknologi khas ponsel lokal sejak awal pemunculannya.

Advan Vandroid S5. Apabila tiga phablet lokal sebelumnya mengambil wajah lama Samsung Galaxy Note, berbeda dengan Vandroid S5 mengambil perwajahan perangkat terkini dari brand yang sama, Galaxy S III. Mengandalkan kecepatan dapur pacu yang masih sama ditambah flash memory 4 GB internal plus kamera utama 8 Mega Pixel. Harga jual yang ditawarkan tergolong masuk diantara ketiga rivalnya yaitu kisaran 2 juta rupiah.

Jika empat brand lokal tadi masih menjual perangkat phablet mereka diatas angka 1,5 juta rupiah, berbeda lagi dengan Beyond B78 yang sudah bisa dibawa pulang dengan angka 1,2 juta saja. Cukup murah bukan ? dengan nilai itu, pengguna sudah mendapatkan dapur pacu 1 GHz dan 512 MB RAM ditambah TV Analog, sebuah teknologi yang dulu sempat booming dan disukai pengguna ponsel tanah air, tepatnya di era jaya ponsel china.

Clock speed 1 GHz memang merupakan standar dapur pacu perangkat Android masa kini, meski demikian untuk alternatif pilihan lain phablet layar 5 inchi didominasi oleh kecepatan dibawahnya. Rata-rata masih membekali prosesor jenis MTK 650 MHz. beberapa diantaranya yang dapat kami rekomendasikan adalah IMO Memo di angka 2 juta rupiah, Mito T100 di angka 1,6 juta rupiah dan S-Nexian Five A5000 di angka 1,8 juta rupiah.

Sedangkan bagi Kawan yang menginginkan kecepatan yang sedikit lebih baik, barangkali bisa menunggu kehadiran phablet yang kelak bakalan mengusung prosesor jenis MTK 6577 Dual Core 1 GHz, yang kini telah diadopsi pula oleh beberapa seri phablet branded versi KW alias replika. Perangkat jenis ini biasanya tidak dijual bebas dipasaran, namun masih bisa didapatkan pada halaman-halaman forum online ataupun komunitas Android.

Samsung Galaxy Tab Series, Pilih Mana ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Perpaduan dua nama besar Samsung vendor ternama dari Korea dan Android sistem operasi yang dikembangkan oleh Google, menghasilkan banyak peran penting di era Telekomunikasi terkini, utamanya dalam menciptakan perangkat ponsel pintar bagi semua orang. Sejak kerjasama itu terjadi, lebih dari 15 seri ponsel pintar telah diturunkan oleh Samsung dengan berbasis sistem operasi Android sepanjang kurun waktu dua setengah tahun. Jumlah ini belum termasuk dengan sedikitnya 5 seri TabletPC yang dirintis demi memenuhi hasrat pengguna akan perangkat berlayar lebar, menjembatani fungsi antara ponsel dengan DesktopPC.

Dibandingkan dengan beberapa nama besar vendor lainnya yang memanfaatkan sistem operasi yang sama, Samsung merupakan pemain tersukses dalam menjual perangkatnya meski dibayang-bayangi oleh klaim hak paten atas desain dan teknologi lainnya oleh Apple. Bisa jadi lantaran usahanya yang masuk dalam semua lini itulah, Samsung mampu bertahan dan menjadi besar ketimbang vendor lain seperjuangannya terdahulu.

Dalam tulisan kali ini kami tidak lagi berbicara tentang ponsel yang diberi nama Galaxy series tersebut, lantaran secara pangsa pasar sudah bisa dibaca dari spesifikasi dan juga harga jual yang ditawarkan sejak awal peluncuran. Akan tetapi bolehlah jika kami ingin memperkenalkan barisan perangkat TabletPC milik Samsung yang jujur saja tergolong Booming sejak rilis pertama dikeluarkan.

Samsung Galaxy Tab 7” P1000 merupakan TabletPC pertama yang dirilis Samsung dengan spesifikasi yang tergolong menawan untuk ukuran saat itu. Prosesor single core 1 GHz dipadu dengan 512 MB Memory RAM dan OS Android versi 2.2 Froyo yang dapat diUpgrade ke 2.3 GingerBread mendapat tempat lumayan lama di hati para pengguna baru Android. Dari yang hanya sekedar ingin tahu atau memang berpindah dari lain perangkat. Apalagi dengan adanya dukungan voice call, sms dan push email serta koneksi 3G, menjadikan Tab 7”seri pertama ini berada di posisi favorit selama satu tahun lamanya.

Samsung Galaxy Tab 10.1” P7100 merupakan rilis kedua Samsung yang hadir untuk bersaing dengan perangkat iPad yang telah lebih dahulu diluncurkan. Bisa ditebak, kehadirannya hampir selalu disandingkan dengan perangkat mutakhir milik Apple yang diminati banyak orang itu, jauh meninggalkan perangkat serupa milik Motorola yang dengan sengaja dirilis berbarengan.

Berbekal prosesor dua inti 1 GHz, 1 GB Memory RAM, kamera 8 Mega Pixel, 16/32 GB internal storage tanpa dukungan slot eksternal plus versi OS khusus TabletPC 3.0 HoneyComb dan tanpa voice call makin menguatkan image persaingan yang diatas kertas rupanya memiliki kemampuan jauh lebih unggul.

Samsung Galaxy Tab 8.9” P7300 dirilis gag jauh-jauh dari versi 10.1 dan masuk di lini yang hanya diisi oleh vendor LG yang menjual teknologi 3D-nya. Samsung sendiri masih mengandalkan spesifikasi yang sama dengan pendahulunya plus ketipisan perangkat yang hanya 8,6 mm. Hal ini tentu saja membuat banyak vendor yang meradang dan berlomba-lomba untuk bersaing di segi dimensi ini. Untuk sedikit membedakan, versi 8,9”ini dirilis pula dalam tiga varian storage, 16/32 dan 64 GB tanpa card slot ditambah aplikasi pengenalan bagian tubuh manusia untuk kebutuhan Medis.

Setelah gaung Samsung Galaxy Tab 7” versi pertama mulai tenggelam, alih-alih memperbaharui spesifikasi, Samsung malahan memperbaharui hampir di semua aspek (kecuali resolusi kamera 3,2 Mega Pixel), termasuk dimensi perangkat yang serupa dengan dua kakaknya tadi. Perangkat ini diberi embel-embel nama Plus (+) untuk membedakannya dengan perangkat terdahulu. Menggunakan Prosesor dua inti 1,2 GHz, 1 GB Memory RAM dan OS Android versi 3.2 HoneyComb, Samsung rupanya masih mempertahankan dukungan slot sim dan microsd card, voice call, sms, push email dan 3,2 Mega Pixel dalam perangkatnya kali ini.

Belum lagi hilang masa promo Samsung Galaxy Tab 7”+ P6200 yang ditawarkan dengan harga jual 5,499 juta sudah termasuk Leather Case Original, 16 GB microSD dan Free 6 bulan XL Unlimited 99ribu, kembali Samsung merilis varian dari 7 series ini, dengan nama 7,7” P6800. Dengan adanya penambahan ukuran dimensi lebar sekitar 1 cm dari 7”+, bisa ditebak resolusi layar yang dipergunakan dalam perangkat inipun bertambah sekitar 200pixel, ditambah dukungan layar Super AMOLED, tipikal layar yang memberikan tingkat kejernihan yang lebih baik. \

Dari 5 series Samsung Galaxy Tab ini kabarnya masih bakalan bertambah dalam waktu dekat dengan dirilisnya seri Samsung Galaxy Tab #2 10.1”, #2 7” dan Samsung Galaxy Note 10.1”. Satu Benang merah yang kelak bakalan menyambungkan ketiga rilis baru ini adalah penggunaan OS Android versi terbaru 4.0 Ice Cream Sandwich tanpa adanya penambahan spesifikasi lebih jauh. Hal ini mengingatkan kami dengan vendor besar asal Finland Nokia yang kerap merilis seri ponsel mereka dalam waktu yang berdekatan, dengan spesifikasi yang mirip satu sama lainnya.
Lantas diantara kelima rilis TabletPC milik Samsung diatas serta tiga seri yang kelak bakalan dirilis dalam waktu dekat, perangkat mana yang pantas menjadi Rekomendasi bagi Rekan Tokoh ?

Tergantung dari kebutuhan saja tentu, mengingat dari segi harga jual, gag jauh beda kok selisihnya. Pertama, lihat dan coba secara langsung perangkat yang diinginkan. Ini jelas berkaitan dengan mobilitas. Beberapa orang menganggap jauh lebih nyaman berinteraksi dengan dimensi layar 7”lantaran dapat digenggam dengan satu tangan, ada juga beberapa lainnya yang merasa jauh lebih nyaman dengan layar lebar untuk beragam aktifitas, termasuk menonton video dan membaca berita.

Dan Kedua, mengingat spesifikasinya yang juga tidak jauh berbeda, silahkan lirik kemampuan lain yang menyertainya. Apakah membutuhkan perangkat yang memiliki kemampuan untuk melakukan Voice Call dan sms atau tidak. Sekedar berbagi pengalaman bahwa Salah satu kelebihan perangkat yang mendukung Voice Call adalah kemudahannya untuk melakukan aktivasi paket layanan data apabila Rekan kelupaan mengisi pulsa saat paket dinyatakan habis masa berlakunya.

Jadi sudah gag bingung lagi kan ?

Mengenal Samsung Galaxy Note (bagian 3)

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih berlanjut, berikut tampilan screenshot dari perangkat Samsung Galaxy Note 5” bagian ke-3, yang diambil dengan cara ScreenCapture untuk kategori Multimedia.

Tampilan Reader atau NewsStand dalam bentuk rak kayu dan terbagi atas tiga kategori, News atau Berita yang didukung oleh PressDisplay, Buku dari Kobo dan Magazine atau majalah oleh Zinio. Terpantau beberapa koleksi e-Book dalam format pdf masih bisa diimport oleh Fitur ini.

Tampilan kedua dari aplikasi bawaan Photo Editor. Secara kemampuan mirip dengan PicSay Pro, aplikasi editing Photo favorit yang memiliki banyak efek dan sisipan. Kali ini Samsung memberikan kemampuan ini secara Free alias Gratis dalam setiap pembelian perangkat mereka di rentang Menengah keatas.

Kies Air, merupakan cara sinkronisasi perangkat Samsung dengan NoteBook atau PC yang dapat dilakukan via BlueTooth dan Wireless atau Wifi. Meliputi Contact, Agenda hingga file Multimedia.

Terakhir ada Video Maker dimana Pengguna dapat membuat Video sendiri atas momen momen berharga dalam berbagai gaya. Video Maker ini mengandalkan lensa kamera utama yang mampu melakukan perekaman High Definition hingga 1080p.

Mengenal Samsung Galaxy Note (bagian 2)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berikut tampilan screenshot lanjutan dari perangkat Samsung Galaxy Note 5” bagian ke-2, yang diambil dengan cara ScreenCapture.

Tampilan pertama dari S Memo, aplikasi bawaan Samsung Galaxy Note 5” yang dapat dipergunakan untuk menyimpan catatan, desain, gambar dan lain sebagainya dengan memanfaatkan pen stylus bawaan. Untuk bagaimana cara penggunaannya dapat dilihat dari Manual Book yang disertakan dalam paket pembelian.

Agenda bawaan Samsung Galaxy Note 5”tampil dengan gaya Agenda sesungguhnya lengkap dengan tab halaman yang dapat dipilih di sisi kanan, untuk akses cepat menuju kegiatan yang diinginkan.

Terakhir ada Mini Diary yang siap menampung banyak cerita Pengguna lengkap dengan sisipan foto, video, juga lokasi yang terhubung dengan Maps, layaknya Blog pribadi.