Windows Mobile, Symbian dan Android. What’s Next ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengenali satu persatu dari ketiga sistem operasi besar diatas rupanya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi blog www.pandebaik.com. Sebenarnya dari ketiga diatas, Symbian 1rst Edition merupakan sistem operasi ponsel pertama yang saya kenal dan gunakan, tepatnya pada perangkat Nokia 7650 atau yang dikenal dengan sebutan ponsel artis. Windows Mobile baru saya kenal untuk pertama kali pada tahun 2005, setelah menanam angan selama dua tahun lamanya.

Jika mau dirunut dari awal, sistem operasi perangkat mobile ponsel yang paling pertama ingin saya coba dan miliki adalah Palm. Kalo gag salah pada bulan April tahun 2003, InfoKomputer sempat menurunkan topik Perangkat Konvergensi yang  menyajikan beragam ponsel pintar dari sistem operasi Palm, Windows Mobile, Symbian UIQ, Linux dan Nokia Communicator. Mengapa saya pilih Palm ? karena dari sekian banyak pilihan perangkat, hanya perangkat Palm-lah yang harganya paling terjangkau. Namun sayang, faktor kesulitan untuk mendapatkannya perangkatnya merupakan hambatan pertama. Dan yang paling membuat saya merasa ilfil adalah, penjelasan dari seorang teman yang sudah sejak lama menggunakan perangkat Palm menjelaskan bahwa Palm tidak mampu melakukan aktifitas Multitasking (melakukan beberapa aktifitas pekerjaan dalam satu waktu/bersamaan).

Ternyata Perlu waktu dua tahun setelahnya, untuk bisa menjajal perangkat berbasis Windows Mobile layar sentuh tepatnya pada awal tahun 2005. Itupun dengan membeli perangkat T-Mobile MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II secara Second di gerai ponsel seputaran Kota Denpasar. Saat memanfaatkan pdaphone O2 inilah, saya lantas mulai berkenalan dengan perangkat sejenis lainnya seperti Audiovox Thera, Windows Mobile layar sentuh dengan frekuensi CDMA  dan tentu saja O2 Xphone iim yang hingga kini masih saya simpan, merupakan salah satu perangkat berbasis Windows Mobile Smartphone non layar sentuh.

Perangkat mobile dengan sistem operasi Symbian, tepatnya lewat ponsel Nokia N73 ME merupakan andalan saya berikutnya beberapa saat menjelang kelahiran putri kecil kami, MiRah GayatriDewi. Perangkat inilah yang banyak berperan dalam melahirkan video dan foto kelahirannya hingga kini. Bersamaan dengan perangkat Symbian ini, sayapun kembali berkenalan dengan perangkat berbasis Windows Mobile PocketPC atau yang berlayar sentuh tepatnya dalam 2 (dua) varian. O2 XDA Atom dengan frekuensi GSM, dan AudioVox PPC 6700 dengan frekuensi CDMA. Sayang, dalam perjalanan kedua perangkat ini saya jual kembali guna nambah-nambahi uang SPP kuliah pasca Sarjana saya semester terakhir.

Android. Merupakan sistem operasi dari perangkat mobile milik mbah Google merupakan yang terakhir saya kenal. Tepatnya sejak pertengahan bulan Maret lalu. Bisa jadi, ini merupakan puncak kedua saya dalam melakukan eksplorasi perangkat secara mendalam pasca Windows Mobile terdahulu. Berkenalan dengan Samsung Galaxy ACE S5830 benar-benar membuat hidup saya jauh berbeda dengan sebelumnya. Yang paling kentara adalah mobile internet secara full time alias unlimited bersama XL (promo mode ON). Dengan perangkat ini pulalah blog www.pandebaik.com secara drastis menurunkan liputan Review perangkat dan aplikasi secara terus menerus dalam kurun waktu satu bulan lebih lamanya. Mumpung lagi hangat-hangatnya.

Lantas, What’s Next ? apa selanjutnya ?

Jika ngomongin iPhone, jujur saja dengan budget bekal gaji yang saya dapatkan sebagai PNS rasanya bisa dikatakan hanyalah sebuah mimpi indah. Nominal Budget yang diperlukan untuk dapat memiliki serta mengeksplorasi sebuah perangkat iPhone sungguh teramat mahal. Beum lagi untuk mencoba puluhan aplikasi impian yang rupanya berbayar, berbanding terbalik dengan perangkat Android. Demikian halnya dengan Windows Phone yang rata-rata banderolnya masih diatas rata-rata.

Bagaimana dengan BlackBerry ? atau Symbian layar sentuh ? Enggak deh. Lagipula berkat bantuan beberapa Emulator/Simulator perangkat BlackBerry dan juga Symbian berlayar sentuh, saya tak lagi dituntut untuk membeli perangkatnya secara langsung, karena ternyata aplikasi yang mampu dijalankan pada perangkat NoteBook tersebut berfungsi sama maknyusnya dengan perangkat yang sesungguhnya, meski masih ada beberapa keterbatasan. Disamping itu, keberadaan dua perangkat ini bisa dikatakan sudah biasa ada di lingkungan saya sebagai seorang PNS. Jadi kalopun ingin tahu lebih jauh, tinggal pinjam pakai, dijajal atau diwawancanda eh wawancara.

Lantas apa dong yang ingin dioprek selanjutnya ?

WebOS.

Kalau tidak salah perangkat mobile berbasis WebOS sebenarnya sudah diperkenalkan pada publik sekitar tahun 2009/2010 lalu oleh Palm lewat Palm Pre. Sayangnya kemunculan Palm Pre seolah terlewatkan begitu saja oleh publik pasca dirilisnya iPhone 3G/3GS  yang memang fenomenal itu. Palm yang kemudian diakusisi oleh Hewlett Packard HP, kemudian merilis kembali perangkat mobile berbasis WebOS lewat ponsel berwajah serupa namun bernama beda. HP Pre 3 dan HP Veer. Kabarnya sistem operasi ini tak jauh berbeda dengan iOS yang diadopsi iPhone dan Android tentu saja.

Hanya saja, (lagi-lagi) mengingat faktor harga yang masih tergolong tinggi untuk ukuran PNS seperti saya, agaknya impian ini tidak mampu saya wujudkan dalam waktu dekat. Apalagi kabarnya, belum banyak aplikasi yang mendukung keberadaan sistem operasi mobile yang satu ini.  Tapi ya semoga saja bisa bertambah baik dalam waktu dekat. Jadi ya tunggu saja bagaimana kelanjutannya. Hehehe…

WhatsApp Kawan ? Ayo Kita Lanjut Lagi

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag terasa sudah seminggu ponsel Android ini menggunakan WhatsApp. Selama kurun waktu tersebt pula saya menemukan beberapa kelebihan pun kekurangan dari aplikasi Chatting berbasis Nomor Ponsel ini. Yuk kita lanjut lagi Gan.

Seperti yang pernah saya katakan di tulisan terkait WhatsApp sebelumnya, meski tidak lagi terpaku pada satu brand tertentu seperti halnya perangkat BlackBerry dengan BBM-nya, aplikasi WhatsApp rupanya masih membatasi type perangkat yang mampu menjalankannya dengan baik. Smartphone.

Ya, diantara sekian banyak jenis dan brand ponsel, ternyata yang mampu menjalankan  aplikasi WhatsApp ini dengan baik hanyalah ponsel yang masuk dalam kategori SmartPhone atau Ponsel pintar. Beberapa yang masuk diantaranya adalah iPhone, BlackBerry, Android dan Symbian dengan pengecualian. Symbian yang disarankan adalah yang mengadopsi versi 60 minimal 3rd Edition. Jadi bagi yang sudah menggunakan 5th Edition, Symbian^1 dan Symbian^3 yang rata-rata berlayar sentuh, dijamin mampu menggunakannya. Meski demikian, pada perangkat yang mengadopsi sistem operasi Minimal (Symbian S60v3rd Edition) rupanya masih juga dibatasi oleh WhatsApp. Terutama pada beberapa rilis lama seperti Nokia N73 ME milik saya. Jika dipaksakan, bakalan menampilkan kata-kata “your phone is too old bla bla bla…” Halah…

Itu artinya, WhatsApp masih belum mampu dijalankan pada perangkat ponsel Java atau ponsel lokal pun Nokia yang masuk dalam kategori S40, seperti halnya iklan yang ditayangkan di layar televisi.

Persoalan Group juga menjadi salah satu Kekurangan yang paling telak apabila disandingkan dengan aplikasi BBM miliknya BlackBerry. Berdasarkan penjelasan dua rekan pengguna BlackBerry, Sari Herawati dan Nana Wiryani, dalam sebuah Group aplikasi Chat BBM ternyata masih mampu menampung hingga 30 orang atau lebih atau istilahnya Unlimited. Hanya saja, makin banyak User yang tergabung dalam sebuah Group, makin berat pula akses Chat yang mampu dilakukan.  Lantas bagaimana dengan WhatsApp ?

Dalam sebuah percobaan, kemampuan maksimal jumlah User sebuah Group dalam aplikasi WhatsApp adalah 11 orang termasuk Admin atau yang membuat Group. Keterbatasan inilah yang kemudian menjadi kendala yang secara lagsung bakalan membuat Group tersebut menjadi Ekslusif lantaran sulitnya untuk bisa ikut serta didalamnya ketika jumlah User sudah mencapai jumlah maksimal. Pengguna lain baru bisa diikutsertakan apabila ada User yang keluar dari Group tersebut.

Ada Dua kekurangan namun ada juga beberapa kelebihannya. Mau tahu ?

Untuk melakukan aktifitas Add Friend atau memulai Chatting dengan seorang teman atau pengguna WhatsApp baru, yang dibutuhkan hanya satu. Nomor ponsel yang bersangkutan untuk disimpan terlebih dahulu dalam daftar Kontak perangkat ponsel. Jika sudah, tekan tombol Refresh hingga nama teman baru tersebut muncul dalam daftar. Chat langsung bisa dilakukan tanpa meminta persetujuan lagi. Disamping itu, secara Default WhatsApp akan medeteksi setiap nomor yang terdaftar dalam Kontak ponsel yang sudah memanfaatkan aplikasi WhatsApp dalam ponselnya.

Persoalan Biaya yang dahulu pernah saya sampaikan untuk penggunaan aplikasi WhatsApp pada perangkat BlackBerry pun rupanya tak terbukti. Dalam sebuah percobaan pengiriman gambar melalui aplikasi WhatsApp bersama seorang teman, Made Darma  menyampaikan bahwa pulsa yang ia miliki sebelum dan sesudah penerimaan gambar rupanya masih tetap sama. Itu artinya, biaya penggunaan aplikasi WhatsApp untuk perangkat BlackBerry sama sekali tidak dikenai biaya apapun lagi diluar paket BIS yang sudah digunakan.

Dibandingkat dengan aplikasi Chat lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk ataupun eBuddy, pun dengan fitur Message atau yang dikenal dengan istilah SmS, bisa dikatakan aplikasi WhatsApp memiliki kemampuan yang lebih saat melakukan pengiriman pesan. Kemampuan ini bisa dikatakan setara dengan aplikasi Chat BBM milik BlackBerry. Yaitu adanya jaminan bahwa pesan yang telah dikirimkan, pasti sampai pada nomor atau teman yang diajak Chat. Tidak ada lagi istilah Network Error yang mengakibatkan pesan yang sudah disampaikan tidak terkirim dengan sempurna atau pengguna harus melakukan pengiriman ulang seperti yang kerap terjadi pada aplikasi Chat maupun SmS. WhatsApp akan secara otomatis mencoba mengirimkannya ketika Network atau Jaringan kembali terdeteksi. Satu tanda pengenal yang bisa dilihat untuk memberikan jaminan bahwa pesan sudah sampai adalah tanda centang atau rumput berwarna hijau pada setiap pesan yang dikirimkan.

Jikapun kemudian aktifitas Chat yang dilakukan sudah mulai mengganggu privacy, seperti halnya aplikasi Chat lainnya, WhatsApp pun memberikan opsi untuk memblokir akun nomor ponsel atau teman tersebut sehingga yang bersangkutan tak lagi mampu melakukan Chat demikian pula sebaliknya.

Jadi, apabila perangkat ponsel yang Anda gunakan sudah termasuk dalam kriteria seperti yang dijelaskan diatas, ayo tunggu apa lagi, segera cobain WhatsApp. Aplikasinya dapat diunduh melalui App Store yang dimiliki pada masing-masing ponsel yang digunakan. Jikapun ada pertanyaan lagi, silahkan Add nomor saya berikut ini. 087860061698.

Ayo Kawan, kita lanjut lagi…

 

Angry Birds, Lontarkan Burungnya dan Dapatkan Telurnya

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang gag teracuni pikirannya dengan permainan yang awalnya hanya melibatkan burung imut yang lucu dan kumpulan babi yang berlindung dibalik benteng ? Secara Grafis, Penampilan pertama Games Pelontar Burung ini benar-benar membuat cerah hari-hari si pelontar hingga dalam beberapa menit tak terasa malah sudah menyelesaikan hingga 10 level jauhnya.

Angry Birds. Sebuah permainan sederhana yang dikembangkan oleh Rovio Mobile-Finland ini kabarnya dirilis pertama kali pada 10 Desember 2009, untuk perangkat iPhone besutan Apple. Namun kini, Angry Birds telah diperluas jangkauannya sehingga bisa dimainkan pula pada perangkat Android, Symbian bahkan Windows PC.

Misi utama Angry Birds sebenarnya sederhana saja. Bisa dipahami jika pengguna mengikuti jalan cerita yang tampil diawal permainan. Tujuannya hanya satu, merebut telur (burung) yang dicuri oleh sekawanan Babi dengan cara menghancurkan setiap barikade benteng yang dibuat para babi untuk bertahan.

Caranyapun sangat sederhana. Tinggal melontarkan tiga sampai empat Burung dalam setiap satu level permainan yang dikemas dalam berbagai jenis. Burung Merah dengan kekuatan untuk menghancurkan yang standar, Burung Biru kecil yang mampu membelah dirinya menjadi tiga atau Burung Kuning yang mampu mempercepat luncuran. Varian Burung ini akan semakin banyak seiring berkembangnya Level yang mampu diselesaikan.

Walaupun dengan grafis serta cara bermain yang sederhana, Angry Birds ternyata mampu meraih hingga 100 juta Unduhan diseluruh Platform yang dikembangkan. Itu sebabnya, setelah rilis pertama diturunkan, pihak pengembang dalam hal ini Rovio Mobile mulai membuat beberapa Varian permainan dengan tetap menggunakan si burung imut yang lucu ini sebagai Tokoh Utamanya. Angry Birds Rio, Angry Birds Season versi paskah dan Angry Birds Season versi Halloween.

Meski masih menggunakan tokoh utama yang sama, masing-masing Varian menawarkan jalan cerita serta misi yang berbeda pula loh. Seperti  Angry Birds Rio yang mengemban misi membebaskan para Burung yang ditawan dan diterbangkan hingga Rio de Jenairo Brazil. Namun tetap menggunakan cara bermain yang sama.

Saking menggiurkannya pengembangan varian permainan Angry Birds oleh Rovio Mobile, beberapa pengembang games lainnyapun mencoba peruntungan dengan membuat games serupa namun berbeda paket jualan. Angry Frogs misalnya. Games berbasis Android yang meniru plek Angry Birds, dikembangkan oleh Emanuele Padula yang memiliki kemampuan Editor atau membuat sendiri Level permainan yang diinginkan. Sayangnya, dari segi Grafis yang ditawarkan bisa dikatakan masih kalah jauh dengan Games yang ditirunya tersebut. Demikian pula dengan Angry Farm, yang rupanya dikembangkan untuk perangkat BlackBerry yang sudah mengadopsi OS versi 4.6 keatas.

Semua varian dan tiruan permainan Angry Birds ini akan terasa jauh lebih mengasyikkan apabila digunakan pada perangkat yang mendukung layar sentuh seperti iPhone, Android, Symbian 5th dan ^3 atau Blackberry Storm dan Torch. Atau lewat layar PC/laptop yang sayangnya hanya yang mengadopsi sistem operasi Windows 7.

Siap untuk melontarkan Burungnya Kawan ?

 

WhatsApp Kawan ? Chat Lintas Ponsel Yuk ?

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi sebagian orang fitur BlackBerry Messenger atau yang dikenal dengan istilah BBM, rupanya masih merupakan satu daya tarik tersendiri ketimbang layanan lainnya. Itu sebabnya tingkat penjualan ponsel yang dikembangkan oleh Research In Motion (RIM) ini makin lama makin menanjak meski belum sedrastis peningkatan dua kompetitor besar iPhone dan Android.

Untuk bisa menggunakan Layanan Messenger yang dikelola secara khusus ini, seorang calon pengguna mutlak melakukan dua hal. Membeli handset atau ponsel BlackBerry dan tentu saja berlangganan paket internet BIS atau BlackBerry Internet Service. Sayangnya, tidak semua orang mampu menjangkau ponsel ataupun Handset yang di negeri ini keliatannya masih memegang image bergengsi ketika kedapatan memegang atau memilikinya.

Sekedar Informasi, beberapa kelebihan daripada fitur BlackBerry Messenger ini, selain dapat digunakan sebagai komunikasi dua arah yang melibatkan dua atau lebih pengguna, faktor kerahasiaannya pun dijamin oleh RIM. Itu sebabnya di beberapa negara, fitur BBM ini kerap ditenggarai sebagai ancaman bagi negara. Selain itu, seorang pengguna bisa bergabung dalam sebuah room/group yang sedang membahas satu topik khusus tanda ada batasan jumlah dan kemampuan. Kemampuan yang saya maksudkan disini adalah untuk berbagi cerita, informasi, foto, hingga video. Semua ini akan sangat bergantung pada keberadaan dan kemampuan koneksi  data yang digunakan. Lantas bagaimana jika seseorang tak mampu menjangkau harga sebuah ponsel BlackBerry termurah sekalipun ?

Gag usah khawatir. Gunakan saja WhatsApp.

WhatsApp merupakan sebuah aplikasi Messenger yang pada awalnya dikembangkan hanya untuk ponsel iPhone, yang dalam perkembangannya diperluas sehingga mampu digunakan pula pada ponsel bertipe Smartphone atau ponsel pintar lainnya. Dengan cara kerja yang sama, WhatsApp merupakan aplikasi Messenger yang menyerupai fitur BBM namun dapat digunakan secara Lintas Ponsel. Tidak harus membeli sebuah iPhone atau bahkan BlackBerry lagi.

WhatsApp yang hingga tulisan ini diturunkan, ternyata sudah dikembangkan hingga mencapai versi 2.6. itu artinya, WhatsApp sudah dikembangkan paling tidak dua tahun terakhir ini dan ironisnya, saya baru saja menyadari keberadaannya. Hehehe…

Keunikan aplikasi WhatsApp ini adalah ‘tidak memerlukan proses Registrasi ataupun pendaftaran, yang biasanya menggunakan alamat Email atau Nama pengguna sehingga seorang calon pengguna awampun dijamin bisa menggunakannya. Yang diperlukan disini hanya satu. Koneksi Data.

Seperti yang pernah saya jelaskan beberapa waktu lalu, sebuah Ponsel berbasis Android mutlak membutuhkan koneksi data dalam pengoperasiannya, sehingga kemudian aplikasi WhatsApp ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi Messenger lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk, ICQ ataupun FaceBook Chat yang menumpang pada koneksi data yang yang sudah ada. Ketiadaan proses Regstrasi yang barangkali tidak semua orang mampu menggunakannya, digantikan dengan memanfaatkan nomor ponsel sebagai pengganti akun. Yap, cukup hanya dengan Nomor Ponsel.

Ketika Aplikasi ini telah selesai diinstalasi pada ponsel, WhatsApp secara otomatis akan medeteksi seluruh nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak yang dimiliki, nomor mana saja yang telah menginstalasi aplikasi WhatsApp dalam ponselnya. Sehingga kita bisa dengan mudah melakukan aktifitas Chat ataupun berbagi informasi dengan teman tanpa harus melakukan Add Friend, Add PIN ataupun Invite.

Dikarenakan WhatsApp memanfaatkan koneksi data, maka ada kemungkinan bahwa setiap pengguna BlackBerry yang hanya berlangganan BIS paket hemat yang notabene tidak mencakup kemampuan untuk melakukan Browsing ataupun email (hanya BBM dan FaceBook saja), akan dikenai biaya tambahan untuk setiap koneksi data yang dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggunakan paket data internet Unlimited, biaya tersebut tidak dikenakan lagi alias Gratis.

Meski demikian, sebuah aplikasi yang baru saja dikembangkan tentu memiliki beberapa keterbatasan atau bisa jadi kemudian disebut sebagai kelemahan atau kekurangan. Untuk penggunaan tahun pertama, pengguna tidak akan dikenai biaya apapun alias Free namun tetap dengan kemampuan berbagi yang tidak dibatasi oleh Kuota. Begitu masuk tahun kedua, pengguna diharapkan membeli lisensi aplikasi dengan harga $2 saja atau sekitar 20ribuan kira-kira untuk bisa melanjutkan penggunaan aplikasi. Bayangkan apabila dibandingkan dengan biaya bulanan berlangganan Paket BIS pada BlackBerry.

Kelemahan atau kekurangan kedua adalah keterbatasan kemampuan memasukkan teman dalam sebuah Room atau Group. Dari informasi yang saya dapatkan, untuk saat ini maksimal teman yang dapat disertakan dalam sebuah Room atau Group Chat adalah 11 orang. Semoga dalam waktu dekat saya bisa melakukan pengujian lebih jauh.

Kelemahan atau kekurangan ketiga adalah, meskipun aplikasi ini dapat digunakan secara lintas Ponsel, tidak terpaku pada satu brand dan hanya mengandalkan nomor telepon yang bersangkutan, kemampuan instalasinya sejauh ini hanya berlaku untuk ponsel bertipe Smartphone atau yang memang mengadopsi Sistem Operasi. Dari iPhone, BlackBerry, Android hingga Symbian. Ini artinya bagi mereka yang memiliki ponsel yang tidak masuk dalam kategori SmartPhone seperti ponsel  dari brand lokal atau China yang masih berbasis Java ataupun Nokia tipe S40 seperti seri C3, tidak akan mampu menggunakan aplikasi WhatsApp. Kendati demikian, bukankah setahun terakhir yang namanya ponsel berbasis Android dan pula Symbian 60 sudah ada yang ditawarkan pada kisaran harga 1,5 juta rupiah dalam kondisi baru ?

Menariknya fitur yang ditawarkan oleh WhatsApp bagi mereka yang masih menghobikan Messenger, bisa menjadi satu pilihan baru ASALKAN yang namanya koneksi data bukan lagi satu masalah besar. Apalagi kini sudah ada promosi paket dataplan dari beberapa operator besar dengan biaya yang terjangkau. Jadi, kenapa gag dicoba saja ?

Chat lintas ponsel yuk ?

 

Gempuran Dashyat Nokia Sang Raja

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Gerah. Barangkali satu kata tersebut sudah bisa mewakili tindak tanduk Nokia, sang raja ponsel tanah air di sepanjang tahun 2010 lalu. Bagaimana tidak, gempuran tiga raksasa baru lengkap dengan ponsel dan sistem operasi terbaru mereka, Android, BlackBerry dan iPhone, tampaknya sudah cukup membuat kelabakan dengan berkurangnya kue konsumen yang selama ini dinikmati. Ditambah dengan curi-curi yang dilakukan sekian puluh brand ponsel China, yang kendatipun tak terlalu banyak mengambil jatah, namun akar mereka seakan menjalar tak pernah putus.

Lihat saja. Di sepanjang tahun 2010, Nokia sudah tak lagi merilis seri ponsel pintar berkeypad standar numerik. Terhitung tahun 2009, mereka berhenti pasca merilis seri N95 dan N96. Setelah itu, Nokia mulai terfokus pada seri berlayar sentuh seakan menjawab tantangan Android dan iPhone, serta ponsel berkeypad QWERTY untuk menjawab tantangan BlackBerry dan puluhan ponsel lainnya.

Tak kurang ada seri 5800 XM, 5530 XM, 5230, 5233, N97, N97 Mini, X6, C6, C7, N900 hingga N8 yang menyematkan 12 MP kamera berlensa Carl Zeiss, merupakan seri ponsel berlayar sentuh (beberapa diantaranya berkeypad qwerty sliding) dengan mengandalkan sistem operasi andalan mereka, Symbian 5th Edition yang diubah nama menjadi Symbian ^3 dan MeeGo.

Demikian halnya dengan seri C3, E5 dan X5 yang siap menyapa konsumen dengan keypad QWERTY berharga murah namun berfitur koneksi Wifi. Bahkan kabarnya untuk makin mendesak keberadaan ponsel China, Nokia berancang-ancang merilis seri X2-01 yang bakalan dibanderol dengan harga dibawah satu juta rupiah. Tunggu saja.

Kendati begitu, Nokia tampaknya tak melupakan beberapa seri yang sekiranya bakalan menarik hati para konsumen setianya, untuk mencoba seri C1-00 yang dikenal dengan fitur Dual Sim Card meskipun belum mampu aktif secara bersamaan, seri X3-02 yang mengawinkan input layar sentuh dengan keypad standar numerik, seri X2 yang menawarkan kamera beresolusi tinggi 5 MP dengan banderol harga murah, dan juga seri 2710 yang menawarkan sistem Navigasi built ini.

Beragamnya rilis ponsel Nokia di sepanjang tahun 2010 ini, tak lepas dari tujuan mereka sejak awal, merebut kue konsumen di semua lini. Baik tingkat pengguna pemula, menengah hingga ponsel pintar. Satu usaha yang patut diapresiasikan bukan ?

Pembunuhan Massal Ponsel China

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Di penghujung akhir tahun 2010, tampaknya puluhan ponsel China mulai tak tahan dengan gempuran ponsel murah ala brand ternama Nokia, LG, Samsung bahkan Sony Ericsson. Maka itu, mereka beramai-ramai menurunkan harga jual ponsel, meskipun yang namanya inovasi tetap mereka lakukan.

Kisaran harga 500ribu untuk sebuah ponsel dengan fitur menawan, tak lagi hanya menjadi sebuah mimpi. Maka berterimakasihlah pada ponsel China. Kendati kualitasnya masih diragukan, bukankah jauh lebih menarik apabila sedari awal sebagai konsumen sudah harus menyadari hal tersebut ketimbang mengeluh di belakang hari ?

Anggaplah kita membeli sebuah mp3 player atau televisi berbonus ponsel dan juga memori dengan harga yang terjangkau. Untuk penggunaan selama setahun saja, itu sudah untung. Apalagi kalo sampe memiliki fitur internet dan kamera. Nilai tambah yang lumayan bukan ?

Sayangnya dibalik penurunan harga tersebut, sepertinya akan ada skenario pembunuhan massal ponsel China oleh brand ternama yang saya sebutkan diatas tadi.

Pertama Nokia. Mereka kini sudah mulai mampu merilis ponsel murah dengan beberapa fitur yang menawan seperti keyboard QWERTY, layar lega, memori eksternal, kamera 2MP dan juga koneksi Wifi. Semua itu ada pada seri C3 yang mereka rilis pertengahan tahun 2010 lalu. Demikian pula dengan seri C5, seri murah Symbian 3rd Edition, 5233 berlayar sentuh murni atau X3 Touch and Type yang mengawinkan konsep layar sentuh dengan keypad standar. Pun kabarnya dalam waktu dekat, Nokia bakalan merilis seri X2-01, QWERTY paling murah mereka yang bakalan dijual dibawah harga 1 juta rupiah.

Kedua ada LG. Untuk pangsa pasar murahnya, LG sudah merilis seri layar sentuh berbasis jejaring sosial, Cookies Series. Ponsel yang dibanderol pada harga satu juta rupiah ini, tentu saja sangat menggoda untuk dimiliki mengingat input layar sentuhnya yang murni tanpa bantuan keypad dan juga akses ke berbagai jejaring sosialnya yang mudah. Disamping itu, ada juga seri QWERTY murah GW300, GW305, dan juga Wink yang rata-rata berada pada kisaran harga 600ribu hingga 900ribuan saja.

Ketiga ada Samsung. Sejak awal, Samsung memang dikenal rajin merilis seri ponsel murah dengan beragam fitur menawan. Kendati terkadang yang namanya Menu User Friendly jarang bisa ditemukan yang senyaman Nokia. Di pangsa pasar ini, Corby tampaknya masih tetap menjadi idola, ditambah seri [email protected] 322 yang ditawarkan dengan harga dibawah satu juta, dengan fitur dual Sim. Menarik bukan ? bagi yang lebih menyukai keberadaan sistem operasi, ada seri C6625 yang sudah mengadopsi Windows Mobile 6.1 dan terakhir turun pada harga 1,1 juta saja. Demikian halnya dengan versi layar sentuh, selain ada Corby, Champ dan Star Wifi, Samsung kabarnya baru saja merilis seri Genoa dengan jualan TV. Sudah mulai mirip dengan fitur ponsel China bukan ?

Terakhir ada Sony Ericsson. Setelah lelah berjuang dengan Symbian UIQ yang setia mereka gunakan hingga penghujung tahun 2007 lalu, kini mereka mulai melirik sistem operasi Android yang dikenal dengan open sourcenya. Adalah seri X8, ponsel layar sentuh dengan suntikan Anroid 1.6 mengekor keberhasilan seri X10, X10 Mini dan X10 Mini Pro, ponsel berkelir putih ini kabarnya dibanderol sekitar harga 1,8 juta saja. Saking murahnya harga jual ditambah minimnya persediaan, banderol ini sempat naik hingga angka 2,2 juta. Sedangkan di kisaran harga satu jutaan ada seri Walkman Zylo dan Spiro, plus seri bisnis J108 Cedar, ponsel dengan jaringan HSDPA ini cukup ditebus dengan harga 800ribuan.

Gempuran empat brand ternama dengan seri ponsel murah mereka, sejauh ini sudah cukup membuat barisan ponsel China menurunkan harga jual mereka pada kisaran harga 300ribu hingga 500ribuan saja. Satu tawaran menarik, mengingat tidak hanya dua sim, namun ada juga yang mendukung tiga sim card (gsm-gsm-cdma), tv analog, mp3 player dan tentu saja internet.

Kira-kira apakah mereka masih bisa bertahan disepanjang tahun 2011 ini gag ya ?

Android, Setia Menggoda Nokia

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak dipungkiri bahwa keberadaan sistem operasi Android yang awal tahun lalu masih terlihat disepelekan oleh banyak kalangan, kini terlihat makin meraksasa berkat dukungan sang empunya Google.

Bayangkan saja, dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, bisa dikatakan jumlah vendor atau brand yang mengadopsinya dalam setiap rilis ponsel mereka, nyaris sama banyaknya dengan sistem operasi Windows Mobile tiga tahun lalu. Terhitung vendor ataupun brand ternama seperti Google, HTC, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, LG, Acer, Garmin, Asus hingga brand dari ponsel China seperti Nexian dan IMO, secara berkala merilis setiap seri Smartphone mereka lengkap dengan beragam rilis Android.

Demikian halnya dengan pengembangan sistem operasinya sendiri. Meskipun tergolong baru, Android terakhir telah merilis secara resmi versi 2.3 GingerBread, yang kabarnya jauh lebih cepat dan lebih baik (bukan mendompleng jargon capres kita loh) dibandingkan versi sebelumnya. Demikian pula dengan keberadaan fungsi Routernya, yang mampu membagi koneksi Android dengan perangkat gadget lainnya.

Tumbuh kembangnya Android disepanjang tahun 2010, kabarnya membuat gerah sang raja ponsel tanah air, Nokia, yang harus rela membagi sekian persen kue konsumen untuk si robot hijau. Meski demikian, tampaknya Nokiapun masih berusaha merebutnya kembali dengan merilis (tepatnya mengganti nama) sistem operasi terbaru mereka yang lebih banyak mengadopsi input layar sentuh, Symbian ^3. Terhitung ada lima seri terbaru yang mereka keluarkan di penghujung akhir tahun 2010 lalu, di berbagai kelas pasar.

Keberadaan Android di tahun 2011 ini, saya yakin bakalan menjadi ancaman pula bagi sistem operasi lainnya dan juga brand ternama yang masih setia mengadopsi sistem operasi miliknya sendiri seperti Nokia dengan Symbian dan MeeGo-nya, BlackBerry dan juga iPhone. Apalagi kabarnya di tahun ini, Android bakalan secara berkala melakukan upgrade rilis sistem operasi dalam waktu enam bulan sekali. Terhitung sudah ada beberapa bakal penamaan untuk rilis versi sistem operasi Android berikutnya. HoneyComb, Ice Cream dan Jelly Bean.

Jika Nokia, BlackBerry ataupun Iphone tak mau tersandung oleh Android, sudah saatnya mereka berbenah untuk menjadi lebih baik lagi.

Kita tunggu saja.

BLackBerry ? nomor PIN ?

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Banyak yang tidak percaya ketika saya menegaskan bahwa saya sama sekali tidak memiliki nomor PIN yang mutlak dimiliki oleh sebuah perangkat ponsel pintar bernama BLackBerry. Sebagian dari mereka malah mengatakan bahwa saya sombong lantaran tidak mau berbagi PIN. Apa yang menyebabkan demikian ?

Image. Sebagian besar teman mengenal saya sebagai orang yang memiliki hobi dan ketertarikan terhadap ponsel. Itu sebabnya, ketika mereka memiliki kesulitan dalam mengakses ponsel yang digunakan, solusi pertama yang biasanya dilakukan adalah mendatangi saya dan bertanya. Bisa jadi lantaran mereka masih mengingat saya yang dahulu kerap terlihat menggenggam ponsel pintar berlayar sentuh, yang mampu menyelesaikan sebuah hitungan rencana anggaran biaya dalam hitungan menit dan juga akses peta lengkap beserta data yang menyertai tanpa membuka gulungan kertas gambar segede gajah. Well, itulah Teknologi. Dan BLackBerry merupakan ponsel yang sudah sepantasnya saya gunakan saat ini. Setidaknya itu pendapat mereka.

BLoG. Entah mengapa, blog www.pandebaik.com kerap diidentikkan dengan pembahasan teknologi ponsel dan sejenisnya. Padahal masih banyak tulisan lain yang berkisah tentang keluarga, pekerjaan, kuliah dan tentu saja MiRah GayatriDewi, putri kami. Bisa jadi lantaran ketika orang berusaha mencari informasi terkait ponsel, fitur ataupun jejaring sosial lewat mbah GooGLe, ada saja satu dua tulisan milik www.pandebaik.com yang tembus halaman pertama hasil pencarian. Khusus terkait BLackBerry, ada juga beberapa tulisan saya yang terinspirasi dari ponsel pintar ini. Entah karena berkesempatan memegangnya langsung, bereksperimen lebih jauh ataupun memang secara kebetulan mendapatkannya.

Status FaceBook. Beberapa waktu lalu saya ‘dengan sengaja’ sempat menciptakan ‘kehebohan’ sendiri dengan mengatakan bahwa saya telah menemukan BLackBerry Torch yang terjatuh di jalan. Sebagai Informasi bahwa yang dimaksud dengan BLackBerry seri Torch 9800 ini merupakan ponsel pintar terkini yang dirilis BLackBerry berdesain slider dan berthumbboard qwerty. Harganya kalo tidak salah kisaran 6 jutaan. Untuk makin menguatkan ‘alibi’ saya tersebut, beberapa status yang saya publikasikan via FaceBook memang benar terlihat dilakukan dengan menggunakan ponsel pintar BLackBerry. Kendati ada juga status yang saya buat dengan memanfaatkan aplikasi buatan FaceBook.

Harga. Meskipun secara umum image kepemilikan sebuah ponsel pintar sekelas BLackBerry masih merupakan ponsel mahal, ada juga beberapa tipe yang kadang saya sarankan pada teman yang bertanya dan ingin memiliki ponsel BLackBerry dengan anggaran dana yang minim. BLackBerry 8520 Gemini merupakan salah satunya. Mengingat harganya yang memang sudah mulai terjangkau, rasanya mustahil jika saya yang dianggap memiliki ketiga alasan diatas sebelumnya, Image, BLoG dan status FaceBook, sampai-sampai masih belum memiliki nomor PIN BLackBerry.

Jujur saja, hingga kini saya masih setia menggunakan ponsel jadul Nokia N73 yang dirilis tahun 2006 kalo tidak salah, dan baru berhasil saya miliki sekitar awal tahun 2008 lalu. Untuk sebuah ponsel pintar, Nokia N73 saya kira sudah lebih dari cukup. Dukungan tema, aplikasi, games, mp3 ringtone, aplikasi office bahkan internetan seperti FaceBook, FourSquare bahkan Push Email pun masih bisa dilakukan dengan baik meski harus ada sedikit lag atau jeda yang terjadi saat ponsel berusaha mengakses semua fitur tersebut secara bersamaan (multitasking). Ketiadaan Prosesor yang memadai merupakan faktor utamanya. Selain itu tentu saja ketiadaan nomor PIN yang mampu membuat orang ketagihan untuk chat dengan sesama pengguna BLackBerry merupakan satu kekurangan utama dari ponsel yang saya gunakan ini. Begitu juga untuk frekuensi cdmapun saya masih ditemani oleh ponsel pintar jadul Motorola Q yang dirilis tahun 2005 lalu. Bagi yang ingin tahu fitur apa yang disematkan didalamnya, baca saja tulisan saya sebelumnya.

Ketidakpunyaan saya pada sebuah ponsel pintar BLackBerry dan tentu saja nomor PIN yang kerap kali dipinta oleh banyak rekan kuliah, kerja hingga lingkungan rumah, bisa jadi bukan tanpa alasan. Kalo sejauh ini ponsel jadul yang saya miliki tersebut masih mampu menunjang pekerjaan dan rutinitas keseharian saya dan tidak mengganggu privacy, ya kenapa musti migrasi ke BLackBerry ? Hehehe…

Gagal Aktivasi Flexi Combo ? Update PRL RUIM Anda

Category : tentang TeKnoLoGi

FlexiCOMBO merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan Flexi Classy atau Trendy untuk tetap dapat berkomunikasi (voice, SMS dan data) di berbagai kota menggunakan beberapa nomor temporer di kota yang bersangkutan dengan hanya satu kartu R-UIM. Adapun Area layanan FlexiCOMBO mencakup 152 area layanan TELKOMFlexi yang melingkupi lebih dari 200 kota secara nasional.

Untuk dapat mengaktifkan FlexiCombo ini dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu mengaktifkannya terlebih dahulu dari kota asal dengan mengirimkan sms berisikan kode kota tujuan dan cara yang kedua, mengaktifkannya langsung dari kota yang dituju dengan menekan kode tertentu. Informasi selengkapnya bisa dibaca di halaman resmi milik TelkomFlexi disini.

Sayangnya tidak selalu FlexiCombo berhasil dilakukan ketika melakoni perjalanan keluar kota. Saya pribadi pernah mengalaminya ketika pendidikan beberapa waktu lalu ke ibukota Jakarta. Tiga kali melawat kesana, tiga kali pula saya gagal mengaktifkan FlexiCombo melalui ponsel dual band Nokia 6275i CDMA yang dahulu pernah saya gunakan. Padahal ketika kami bertandang ke Malang dan Surabaya tahun lalu, FlexiCombo tidak pernah rewel dalam pengaktifannya. Jangankan menekan kode *777 yang merupakan kode aktivasi layanan FlexiCombo atau menghubungi 147, sinyalpun tidak ada terlihat dalam layar. Mengapa bisa begitu ?

Adalah Preferred Roaming List atau yang dikenal dengan singkatan PRL menurut Wikipedia merupakan sebuah daftar atau database database yang berada dalam perangkat CDMA nirkabel  seperti telepon genggam, berisi informasi yang digunakan selama proses seleksi sistem dan akuisisi. Tanpa PRL, perangkat tidak mungkin dapat menjelajah atau memperoleh pelayanan di luar area rumah. Pada banyak jaringan, secara teratur memperbarui PRL disarankan jika pelanggan sering menggunakan perangkat di luar area rumah, terutama jika mereka melakukannya dalam beberapa area yang berbeda.

Rupanya PRL inilah yang kemudian menjadi penyebab dari kegagalan yang saya alami tersebut. Setelah diperiksa oleh Customer Service Telkom Flexi beberapa waktu lalu, dinyatakan bahwa PRL kartu RUIM yang saya gunakan sudah jauh dibawah 300. Sebuah standar minimal dimana FlexiCombo mensyaratkan kartu RUIM agar bisa digunakan disejumlah area layanan diatas.

Penurunan PRL ini kabarnya terjadi karena faktor umur kartu yang digunakan. Makin tua usia kartu, makin menurun pula PRL-nya. Lantas, bagaimana caranya agar masyarakat awam dapat mengetahui PRL dari kartu RUIM CDMA yang digunakan tanpa perlu mengorbankan waktu untuk datang dan bertanya pada Customer Service Telkom Flexi ?

Untuk pemeriksaan PRL pada ponsel Nokia CDMA, dapat dilakukan dengan menekan kode *837#. Apabila PRL berada jauh dibawah 300, maka segeralah melakukan Update PRL agar kelak tidak menemui masalah atau kendala saat mengaktifkan fitur FlexiCombo dimanapun berada.

Untuk dapat melakukan Update PRL dapat menggunakan fitur Test Message atau yang lebih dikenal dengan SMS, ketikkan PRL lalu kirim ke nomor 7753. Tunggu korfirmasi keberhasilannya. Jika sudah, matikan ponsel dan hidupkan beberapa saat lagi. Periksa kembali PRL kartu RUIM.

Update PRL Kartu RUIM ini bisa menjadi satu alternatif cara bagi pelanggan operator TelkomFLexi dapat menikmati layanan FlexiCombo dengan baik seandainya dua cara aktivasi gagal dilakukan. Andaipun penjelasan diatas masih kurang jelas, silahkan kontak nomor 147 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Nokia siap bunuh Ponsel Lokal

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak dipungkiri bahwa harga merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh sebagian besar konsumen alat telekomunikasi pada pangsa pasar menengah ke bawah. Itu sebabnya beberapa vendor China dan lokal masih tetap setia merilis ponsel terbaru mereka dengan harga terjangkau, meski ada beberapa tipe yang dibuat secara khusus menyasar kaum menengah keatas.

Booming ponsel China dan lokal terjadi bisa jadi lantaran dari segi bentuk dan rupa hampir-hampir menyerupai beberapa ponsel kelas atas keluaran vendor ternama. Katakanlah BlackBerry Bold, Nokia E71 dan E72 bahkan iPhone. Selain itu didukung pula oleh beragam fitur yang dahulu barangkali hanya bisa didapatkan pada ponsel-ponsel tertentu saja. Memory Eksternal, koneksi internet hingga tv tuner dan dual sim card.

Harga yang murah, wajah yang keren ditambah beragam fitur terkini membuat ponsel China dan lokal begitu diburu ketimbang ponsel dari vendor ternama. Hal ini bahkan sempat membuat limbung vendor sebesar Sony Ericsson bahkan Motorola yang dalam satu kurun waktu tidak merilis seri ponsel mereka dengan harga bersaing.

Direbutnya sebagian pangsa pasar yang pernah dikuasai terdahulu membuat beberapa vendor ponsel mulai kegerahan. Demi mendapatkannya kembali LG dan Samsung memberanikan diri memulainya dengan merilis ponsel QWERTY dan layar sentuh mereka dengan harga dibawah 1,5 juta saja. Hasilnya bisa dikatakan lumayan, beberapa vendor China dan lokal yang dahulunya masih bertahan pada rentang harga 1 jutaan, mulai menurunkan harga jual mereka di kisaran 800ribuan.

Tidak ketinggalan Nokia selama dua bulan terakhir ini mulai ikut serta dalam ajang pertarungan, meski kalau boleh saya katakan agak terlambat. Adapun dua langkah mereka yaitu menurunkan harga ponsel QWERTY seri E63 ke rentang harga 1,5 juta dan mengisi kekosongan harga 1 jutaan dengan seri C3.

Nokia C3 seperti yang saya ulas beberapa waktu lalu, memberikan banyak kepuasan bagi penggunanya apabila dilihat dari sergi harga yang sangat terjangkau. Koneksi Internet yang didukung dengan Wifi, kamera 2 MP berfitur Timeline dan aplikasi Ovi Mail serta Ovi Market ditambah FaceBook yang dapat meng-upload foto layaknya ponsel kelas atas sudah cukup mewakili kebutuhan pengguna disamping akses menu dan pengoperasiannya yang gegas. Silahkan dibandingkan dengan pengoperasian ponsel China atau lokal.

Kehadiran Nokia C3 ini saya rasakan bakalan digunakan untuk membunuh keberadaan ponsel China dan lokal secara perlahan jika masih bertahan pada fitur yang dahulu pernah dibanggakan. Minimal menurunkan harga jual hingga kisaran 500ribuan. Apalagi kabarnya seri X5 yang pula memiliki desain QWERTY berkonsep sliding akan dirilis dengan harga dibawah 1,5 juta. Bentukan kotak kecil persegi bakalan mengingatkan kita pada desain ponsel China atau lokal (yang kebetulan juga meniru Nokia 7705).

Apakah Nokia mampu membunuh keberadaan ponsel China dan lokal ? kita tunggu saja.

Uji penggunaan Nokia C3 lewat SDK S40 6th Edition

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya perihal Nokia C3 ponsel QWERTY murah yang tidak murahan, sistem operasi yang digunakan dalam ponsel tersebut adalah Symbian S40, yang artinya kurang lebih hanya mendukung aplikasi tambahan berbasis Java saja.

Bagi yang pernah memiliki ponsel Nokia versi jadul berbentuk candybar (baca: batangan), saya kira tidak akan merasakan banyak kesulitan dalam penggunaan ponsel Nokia C3 ini. Hanya perlu sedikit penyesuaian berkaitan dengan barisan keypad dan juga pemakaian simbol serta karakter tertentu. Namun apabila belum juga yakin dengan menu Symbian S40 ini, sebelum memutuskan untuk membeli, bisa mencobanya terlebih dahulu dengan mengunduh aplikasi Emulator SDK S40 6th Edition melalui Forum Nokia. Ukurannya kurang lebih sekitar 122 MB setelah di-extract.

Ada beberapa pembaharuan pengoperasian aplikasi apabila disandingkan dengan Emulator SDK 40 3rd Edition terdahulu (dimana untuk edisi 3rd  ini digunakan pada ponsel Nokia batangan rilis tahun 2008/2009 seperti 5300 atau 6275i), diantaranya yaitu akses layar sentuh pada layar ponsel emulator yang sedianya bakalan dirilis dalam versi resminya yaitu seri X3-02. Hal ini jauh lebih mengasyikkan ketimbang mengakses menu dengan menekan tombol navigasi (melalui perantara tombol kiri pada mouse).

Dibandingkan dengan Menu yang terdapat pada layar Nokia C3, Emulator SDK S40 6th Edition ini hanya menyajikan 8 (delapan) dari 12 (dua belas) icon yang tampil secara default dalam setiap ponsel C3. Adapun 4 (empat) icon yang berkurang mencakup Ovi Mail, Ovi Store, Communities dan Games. Ketika diakses melalui icon Applications/Extras, keempat icon tersebut tidak jua dapat ditemukan. Padahal dalam Menu aslinya (Nokia C3), keempatnya masih dapat diakses melalui jalur yang sama.

Meskipun masih berupa versi Beta Feature Pack 1, beberapa fitur yang terdapat dalam tampilan Menu aplikasi yang Emulator Nokia S40 6th Edition ini dapat dicoba dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Termasuk fitur tetap seperti Calculator, Contact, Calendar dan lainnya. Jadi serasa memegang ponsel Nokia beneran.

Uniknya, fitur Web/Internet yang terdapat dalam tampilan Menu tersebut benar-benar dapat digunakan dengan baik. Ini jelas jauh berbeda dengan Emulator BlackBerry yang dahulu pernah saya coba gunakan. Namun berhasil tidaknya menampilkan halaman web, kembali mengandalkan koneksi Internet yang sedang digunakan.