Lumia Series, Harapan Baru Nokia SmartPhone

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah kalah perang dengan perangkat ponsel pintar berbasis iOS, Android dan BlackBerry, secara perlahan Nokia mulai mundur dari ajang pertempuran dan menghentikan proses produksi serta pengembangan OS Symbian, yang sedari awal tahun 2000 sempat melambungkan posisinya sebagai Nomor Satu baik di tanah air maupun secara global. Saking lemahnya posisi Nokia, beberapa ponsel berbasis Symbian dan juga MeeGo, yang sebenarnya sangat mumpuni untuk diadu dengan perangkat iPhone, Android dan BlackBerry malah tidak mendapatkan tempat di mata konsumen sebagaimana harapan awalnya.

Maka untuk mengantisipasi pergerakan persaingan teknologi telekomunikasi, dibuatlah kesepakatan bersama Microsoft pada 11 Februari 2011, yang pada awalnya sempat disayangkan oleh banyak pihak. Kesepakatan ini tiada lain bertujuan untuk mengkolaborasikan perangkat Nokia yang dikenal handal serta dan apik dalam hal desain dengan sistem operasi Windows Phone yang superior. Harapannya tentu saja mampu minimal menggeser keberadaan salah satu atau ketiga perangkat ponsel pintar yang kini sedang memimpin di garda depan.

Hanya Berselang delapan bulan, kerjasama Nokia-Microsoft ini mulai menunjukkan taringnya. Pada 26 Oktober 2011, Nokia secara resmi mengumumkan ponsel Windows Phone pertama mereka yang diberi codename ‘Sea Ray’ bertajuk Nokia Lumia 800.

Lumia 800 dirilis dalam bentukan desain yang tak jauh berbeda dengan ponsel Nokia N9, sebuah perangkat ponsel pintar pertama dan terakhir Nokia yang menggunakan sistem operasi MeeGo. Sebuah sistem operasi yang direncanakan bakalan mengganti keberadaan Symbian, namun patah arang ditengah jalan.

Tidak hanya dari sisi desain, secara spesifikasinya pun Lumia 800 bisa digolongkan sebagai salah satu ponsel premium Nokia hasil kerjasamanya bersama Microsoft. Ini dibuktikan dengan penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 1.4 GHz Scorpion plus GPU Adreno 205, 16 GB storage internal dan 512 MB RAM, kamera 8 MP Carl Zeiss optics, autofocus dan dual-LED flash, serta 3,7 inchi layar sentuh AMOLED kapatitif 16 juta warna. Sedang dukungan dari pihak Microsoft adalah ditanamkannya sistem operasi Microsoft Windows Phone 7.5 codename Mango.

Pasca rilis resmi Lumia 800, Seperti biasa Nokia kembali melepas varian ponselnya dalam rentang waktu yang berdekatan. Maka diperkenalkanlah seri Lumia 710 serta Lumia 900 pada 9 Januari 2012 dalam ajang International Consumer Electronics Show (CES) 2012 Las Vegas. Dimana secara spesifikasi yang disematkan dalam masing-masing perangkat, bisa dilihat bahwa Lumia 710 dilepas sebagai Lumia Series yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sedang Lumia 900 merupakan pembaharuan seri premium dengan penambahan kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Meski respon yang diharapkan dari konsumen belum mampu menggeser keberadaan perangkat ponsel pintar lainnya, namun sepertinya Kisah Lumia Series ini pelan tapi pasti bakalan mendapatkan tempat tersendiri demi menggantikan masa-masa kejayaan Symbian terdahulu seperti halnya ponsel pintar berbasis Windows Mobile. Apalagi dengan adanya dukungan dari pihak Microsoft yang kini menyediakan Windows Marketplace dalam setiap perangkat Lumia , sebuah application store yang memang menyediakan beragam aplikasi serta permainan dan hiburan lainnya secara terpusat.

Windows 8, Ramah untuk semua perangkat Mobile

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari Consumer Electronics Show, Las Vegas Januari 2011, Microsoft mengumumkan penyertaan dukungan chipset ARM untuk mobile version dari sistem operasi terbaru mereka Windows 8, disamping microprosessor berarsitektur x86 untuk versi Desktop yang biasanya disupport dari Intel, AMD dan VIA. Sekedar Informasi, Chipset ARM yang dimaksudkan diatas adalah chipset yang kini banyak dipergunakan sebagai andalan dalam sebuah ponsel Smartphone dan juga TabletPC. Nvidia Tegra, Snapdragon atau Ti Omap merupakan beberapa contoh diantaranya.

Untuk mendukung pengembangan OS terbaru ini pada 15 Agustus di tahun yang sama, Microsoft kemudian membuat satu blog “Building Windows 8” yang diperuntukkan bagi para pengguna dan juga pengembang aplikasi berbasis Windows. Lanjut dengan Perkenalan pertama Windows 8 versi Beta pada tanggal 29 Februari 2012 lalu.

Lantas Apa sih yang menarik dari sebuah Sistem Operasi bernama Windows 8 ?

Pertama, dukungan akan perangkat PC Desktop, NoteBook dan juga TabletPC bahkan sebuah Smartphone. Bukan hanya sekali dua ini saja rumor yang beredar luas bahwa Microsoft lewat tandemnya kini, bakalan merilis perangkat TabletPC berbasis Windows, diluar Desktop dan NoteBook. Dimana antarmuka atau User Interface yang bakalan digunakan nantinya dikenal dengan nama ‘Metro Style, Menu berbentuk Tile yang diakses dengan cara menggeser kearah samping, serta sebelumnya telah diterapkan pada ponsel Windows Phone.

Kedua, lantaran dukungan perangkat TabletPC yang mampu dilakukan oleh OS Windows 8, maka penggunaannya nanti tentu akan lebih banyak memanfaatkan fitur layar sentuh atau TouchScreen, meski masih dapat diakses dengan baik melalui Mouse dan Keyboard.

Ketiga, Picture Password. Bila sebelumnya aktifitas Login menuju perangkat berbasis Windows selalu menggunakan cara pengetikan karakter, kini Microsoft mencoba memperkenalkan aksi gerakan dengan memanfaatkan media gambar. Aktifitas semacam ini kami yakin telah Rekan kenali sebelumnya lewat ‘Slide to Unlock’-nya iOS dan juga Lock Screen Pattern-nya Android. Meski demikian, Microsoft tetap menyediakan opsi pengetikan karakter untuk berjaga-jaga apabila pemilik lupa dengan cara dan gerakan Login yang ditetapkan sebelumnya.

Keempat, Application Store. Layaknya perangkat Smartphone terkini dan juga Mac saingan terberatnya, Windows 8 kini dibekali dengan Application Store, sebuah toko yang menyediakan beragam aplikasi dan juga permainan siap unduh untuk memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Windows 8. Sayangnya, perbedaan arsitektur chipset baik ARM dan x86, menyebabkan aplikasi yang kelak bakal diunduh lewat perangkat mobile, tidak akan dapat dipergunakan pada perangkat Desktop.

Kelima, Internet Explorer 10. Sepintas, tampilan Browser yang dikembangkan oleh Microsoft kali ini terlihat tidak jauh berbeda dengan Google Chrome yang memperkenalkan sistem Thumbnail disisi atas jendela untuk mempermudah pengguna memantau proses aktifitasnya. Namun uniknya, tab url bar yang biasanya berada disisi atas halaman, kini dipindahkan ke sisi bawah yang barangkali akan memerlukan perubahan kebiasaan pemakaian bagi para penggunanya.

Lebih Cepat dan Lebih Baik. Seperti jargon kampanye salah satu calon Presiden terdahulu, Kinerja serta Booting yang kelak akan disajikan oleh Windows 8 diklaim jauh lebih singkat dari versi sebelumnya. Hal ini bisa jadi lantaran dukungan yang dibutuhkan masih mampu ditangani dengan baik oleh prosesor versi mobile ARM. Selain itu, kabarnya Windows 8 pun akan dapat dijalankan melalui USB Flash Disk secara portable yang dikenal dengan istilah Windows To Go.

Bagi Rekan yang ingin mencoba atau ingin tahu versi Beta (uji) dari OS Windows 8 dapat mengaksesnya secara langsung alamat windows.microsoft.com pada bagian Consumer Preview.

Saatnya Berburu Ponsel Smartphone Branded Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah ada hubungannya atau tidak, gempuran ponsel murah berbasis Android yang diluncurkan baik oleh vendor global ataupun lokal sepertinya mulai berimbas pada harga tawar perangkat ponsel pintar yang sebelumnya dirilis oleh vendor besar secara perlahan mulai turun ke harga wajar. Penurunan ini bisa jadi tidak disadari oleh kalangan yang begitu tergoda dengan iming-iming ‘bonus’ dari sebuah perangkat berbasis Android. Padahal dalam rentang kisaran harga yang sama, secara kemampuan tentu ponsel-ponsel pintar ini tak kalah awal dengan besutan si robot hijau. Hanya saja secara trend barangkali nama mereka sudah mulai memudar.

Namun bagi Rekan yang punya budget terbatas namun tak ingin ikut-ikutan latah memilih perangkat Android, yuk intip beberapa smartphone lainnya yang pantas diburu kali ini.

Blackberry. Sebagai perangkat yang masih menjadi nomor satu paling dicari di Indonesia lantaran kemampuan BBM-nya, harga tawar ponsel baru Blackberry tampaknya sudah mulai terjangkau bagi kantong konsumen. Katakan saja seri Gemini yang bertengger di angka 1,6 juta atau versi cdma-nya yang dibanderol hanya 1,3 juta saja serta 3G atau Curve 9300 yang rupanya sudah menurun ke 2,4 juta. Sedang yang menginginkan OS versi 7 terkini, bisa melirik seri 9360 dan 9380 yang berada di kisaran 3 juta.

iPhone. Meski vendor ini meledak lewat seri iPhone 4-nya, seri terdahulu rupanya masih diburu para loyalisnya yang ingin tahu seberapa jauh mengasyikkannya perangkat besutan Apple dengan harga yang wajar. iPhone 3GS lah jawabannya. Harga tawar yang sudah menurun hingga angka 3,5 juta tampaknya sangat sayang untuk dilewatkan. Demikian pula dengan fitur-fitur yang masih dapat dikembangkan lagi kemampuannya secara optimal.

Motorola. Dibandingkan dua brand diatas tadi, rilis ponsel smartphone dari Motorola ini tergolong jauh lebih dulu. Tak heran apabila secara OS atau sistem operasi yang disematkan sudah termasuk jadul apabila dibandingkan dengan yang hadir saat ini. Meski begitu, distributor Motorola tampaknya masih tetap mempertahankan keberadaan dua seri mereka Q9 dan Q8 cdma, yang mengadopsi Windows Mobile 6.1 dengan harga jual dibawah sejuta. Tawaran yang menarik bukan ?

Nokia. Di lini pasar Smartphone, Nokia masih menjadi Raja yang memegang penjualan tertinggi seri ini di seluruh dunia. Satu alasan paling telak adalah, Nokia sudah menjual seri Smartphone jauh sebelum vendor lain melakukannya, termasuk Android sekalipun. Terhitung tahun 2010/2011 Nokia jualah yang paling rajin menggelontor pasar dengan ponsel berlayar sentuh dan mengadopsi multi series OS Symbian. Aksi turun harga pun termasuk salah satu strategi mereka untuk tetap bisa Survive ditengan gempuran Android. Silahkan Rekan coba melirik seri C6, C6–01 atau C7 yang turun hingga angka 2 juta rupiah atau E6 yang mengadopsi papan ketik qwerty dan N8 di kisaran 3 juta rupiah saja. Jikapun itu masih tergolong mahal, bisa melirik ponsel murah berlayar sentuh mereka yang ada dikisaran harga bawah sejuta.

Samsung. Sebelum berkolaborasi dengan Android, Samsung merupakan salah satu vendor yang tergolong rajin merilis ponsel berbasis Windows Mobile. Peruntungan mereka di masa itupun bisa dikatakan sangat besar mengingat teknologi yang disematkan dalam tiap rilis ponsel tergolong mumpuni apabila disandingkan para pesaingnya. Seri Omnia yang diluncurkan tahun 2008-2010 bisa menjadi pilihan yang masih layak untuk diburu. Jikapun menginginkan rilis lebih baru lagi, Rekan bisa melirik seri Wave yang mengadopsi OS Bada, sebuah sistem operasi yang secara khusus dikembangkan Samsung saat ini. Adapun kisaran harga yang ditawarkan berada dalam rentang 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

Sony Ericsson. Brand yang kabarnya sebentar lagi bakalan pecah kongsi ini, seperti halnya Nokia merupakan salah satu vendor besar yang rajin merilis ponsel pintar dijamannya. Adapun OS yang dipilih untuk melanggengkan usahanya saat itu adalah Symbian dan Windows Mobile. Di pasar menengah, Sony Ericsson masih menyediakan beberapa seri Vivas dengan harga tawar dua jutaan. Sedang di pasar bawah, seri Aspen tampaknya masih menarik untuk dilirik. Ponsel berpapan ketik qwerty ini dibanderol dibawah sejuta rupiah. Sangat menarik mengingat OS yang disematkan sudah Windows Mobile 6.5, versi terakhir yang dikembangkan oleh Microsoft sebelum berganti nama menjadi Windows Phone.

Harga kisaran rata-rata 2 hingga 3 juta rupiah, kami masih anggap wajar untuk bisa menebus barisan ponsel Smartphone branded yang siap diburu mengingat dalam rentang yang sama, konsumen sudah bisa mendapatkan beberapa seri ponsel berbasis Android kelas menengah. Paling tidak, ketimbang ikut-ikutan latah memilih ponsel yang tergolong boros daya batere, kenapa tidak mencoba alternatif lainnya ?

Nokia X5-01, kotak bedak stylish bersuara nyaring

Category : tentang TeKnoLoGi

Percaya atau tidak, pada akhirnya istri lebih memilih ponsel sejuta umat ketimbang beberapa alternatif pilihan yang saya tawarkan dalam rentang harga sama sebagai teman kencan komunikasinya kini.

Nokia X5-01

Ponsel mungil bentukan persegi ini sebetulnya sudah edar di Indonesia sejak lama. Tepatnya setahun lalu. Namun bersyukur, kami masih menemukan beberapa item di dua gerai terkemuka sepanjang jalan Teuku Umar yang belakangan menjadi sentra ponsel di Denpasar Bali.

Dengan harga 1,6 Juta rupiah, sebenarnya saya sempat menawarkan beberapa pilihan lain yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan. Nokia E63, BlackBerry Gemini 8520, Samsung Galaxy i5510 dan Sony Ericsson X10 Mini Pro. Sayangnya, tiga jenis ponsel yang saya sebutkan terakhir sangat dikenal boros akan daya batere akibat sistem operasi yang digunakan sehingga kami sejak awal sudah mengesampingkannya.

Nokia X5-01 pada akhirnya menjadi pilihan lantaran bentuknya yang stylish, agak nyeleneh tentu saja, lebih mirip sebuah kotak bedak ketimbang ponsel. Ukurannya tergolong mini. Saat disandingkan dengan ponsel Samsung Galaxy ACE milik saya, Nokia X5-01 hanya berukuran setengahnya dalam kondisi tertutup dan sedikit lebih kecil saat silder dibuka.

Bagi saya yang bertangan besar, memegang ponsel Nokia X5-01 jelas agak menyulitkan. Demikian pula saat mencoba mengetikkan barisan kalimat dengan menggunakan keypad qwertynya. Meski begitu, secara awal Nokia X5-01 sangat nyaman digunakan.

Berdasarkan spec yang tertera, Nokia X5-01 disematkan prosesor sebesar 600 MHz dan didukung oleh sistem operasi Symbian 3rd 5th Edition FP2. Disandingkan dengan ponsel Nokia N73 ME yang dahulu digunakan, terlihat jelas perbedaannya. Selain Start-up ponsel yang jauh lebih cepat, akses menupun jadi lebih gegas. Pun demikian saat digunakan untuk menginstalasi beberapa Theme terkini yang telah menggunakan icon Symbian Anna.

Ketika dicoba untuk mendengarkan beberapa karya Gus Teja melalui fitur Music Player yang rupanya memiliki tombol akses khusus, Suara yang keluar dari dua speaker dibawah ponsel jelas terdengar nyaring meski di-set ke volume tertinggi. Hal ini jadi tak jauh beda dengan ponsel Music Edition yang juga menyematkan tombol khusus, Nokia N73. Untuk melakukan Refresh daftar lagu yang telah disuntikkan kedalam ponselpun jadi jauh lebih cepat.

Bersyukur ponsel Nokia X5-01 ini telah didukung OVI Suite. Dengan memanfaatkan fitur Tethering Wifi yang ada pada Samsung Galaxy ACE, hampir tak ada keluhan yang saya rasakan ketika menguji OVI Kios dan OVI Mail. Hanya saja, besaran font yang tampil dilayar lumayan menyulitkan mata untuk membaca. Bisa jadi ini merupakan salah satu efek negatif pemakaian sistem operasi Android yang bisa dikatakan begitu memanjakan mata pengguna.

Menggunakan port MicroUSB sebagai port Charger dan juga koneksi data ke pc/notebook, menjadikan ponsel Nokia X5-01 ini lebih luwes dalam menerima pasokan kabel milik Samsung Galaxy ACE. Saat dihubungkan pun tidak banyak kendala yang terjadi. Mungkin karena notebook yang saya gunakan tadi sudah terhubung dengan koneksi wifi milik Android, sehingga proses instalasi lantjar djaja hingga siap digunakan.

Hasil jepretan Kamera 5 Megapixel yang berada dipunggung ponsel Nokia X5-01 apabila disandingkan dengan hasil kamera 3,2 Megapixel milik Nokia N73, bisa dikatakan kurang tajam. Ini bisa dimaklumi lantaran jenis lensa yang digunakan jelas berbeda. Demikian pula dengan hasil rekam videonya yang sedikit nge-Lag jika disandingkan dengan hasil rekam video ponsel Nokia 6720 Classic milik Mertua terdahulu.

Untuk berat dan ketebalan ponsel jelas tidak menganut trend ponsel masa kini yang mengadopsi sebutan Slim. Namun untuk kebutuhan seorang wanita, ponsel Nokia X5-01 jelas sangat pas saat digenggam dan digunakan. Mirip-mirip kotak bedak. :p

Windows Mobile, Symbian dan Android. What’s Next ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengenali satu persatu dari ketiga sistem operasi besar diatas rupanya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi blog www.pandebaik.com. Sebenarnya dari ketiga diatas, Symbian 1rst Edition merupakan sistem operasi ponsel pertama yang saya kenal dan gunakan, tepatnya pada perangkat Nokia 7650 atau yang dikenal dengan sebutan ponsel artis. Windows Mobile baru saya kenal untuk pertama kali pada tahun 2005, setelah menanam angan selama dua tahun lamanya.

Jika mau dirunut dari awal, sistem operasi perangkat mobile ponsel yang paling pertama ingin saya coba dan miliki adalah Palm. Kalo gag salah pada bulan April tahun 2003, InfoKomputer sempat menurunkan topik Perangkat Konvergensi yang  menyajikan beragam ponsel pintar dari sistem operasi Palm, Windows Mobile, Symbian UIQ, Linux dan Nokia Communicator. Mengapa saya pilih Palm ? karena dari sekian banyak pilihan perangkat, hanya perangkat Palm-lah yang harganya paling terjangkau. Namun sayang, faktor kesulitan untuk mendapatkannya perangkatnya merupakan hambatan pertama. Dan yang paling membuat saya merasa ilfil adalah, penjelasan dari seorang teman yang sudah sejak lama menggunakan perangkat Palm menjelaskan bahwa Palm tidak mampu melakukan aktifitas Multitasking (melakukan beberapa aktifitas pekerjaan dalam satu waktu/bersamaan).

Ternyata Perlu waktu dua tahun setelahnya, untuk bisa menjajal perangkat berbasis Windows Mobile layar sentuh tepatnya pada awal tahun 2005. Itupun dengan membeli perangkat T-Mobile MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II secara Second di gerai ponsel seputaran Kota Denpasar. Saat memanfaatkan pdaphone O2 inilah, saya lantas mulai berkenalan dengan perangkat sejenis lainnya seperti Audiovox Thera, Windows Mobile layar sentuh dengan frekuensi CDMA  dan tentu saja O2 Xphone iim yang hingga kini masih saya simpan, merupakan salah satu perangkat berbasis Windows Mobile Smartphone non layar sentuh.

Perangkat mobile dengan sistem operasi Symbian, tepatnya lewat ponsel Nokia N73 ME merupakan andalan saya berikutnya beberapa saat menjelang kelahiran putri kecil kami, MiRah GayatriDewi. Perangkat inilah yang banyak berperan dalam melahirkan video dan foto kelahirannya hingga kini. Bersamaan dengan perangkat Symbian ini, sayapun kembali berkenalan dengan perangkat berbasis Windows Mobile PocketPC atau yang berlayar sentuh tepatnya dalam 2 (dua) varian. O2 XDA Atom dengan frekuensi GSM, dan AudioVox PPC 6700 dengan frekuensi CDMA. Sayang, dalam perjalanan kedua perangkat ini saya jual kembali guna nambah-nambahi uang SPP kuliah pasca Sarjana saya semester terakhir.

Android. Merupakan sistem operasi dari perangkat mobile milik mbah Google merupakan yang terakhir saya kenal. Tepatnya sejak pertengahan bulan Maret lalu. Bisa jadi, ini merupakan puncak kedua saya dalam melakukan eksplorasi perangkat secara mendalam pasca Windows Mobile terdahulu. Berkenalan dengan Samsung Galaxy ACE S5830 benar-benar membuat hidup saya jauh berbeda dengan sebelumnya. Yang paling kentara adalah mobile internet secara full time alias unlimited bersama XL (promo mode ON). Dengan perangkat ini pulalah blog www.pandebaik.com secara drastis menurunkan liputan Review perangkat dan aplikasi secara terus menerus dalam kurun waktu satu bulan lebih lamanya. Mumpung lagi hangat-hangatnya.

Lantas, What’s Next ? apa selanjutnya ?

Jika ngomongin iPhone, jujur saja dengan budget bekal gaji yang saya dapatkan sebagai PNS rasanya bisa dikatakan hanyalah sebuah mimpi indah. Nominal Budget yang diperlukan untuk dapat memiliki serta mengeksplorasi sebuah perangkat iPhone sungguh teramat mahal. Beum lagi untuk mencoba puluhan aplikasi impian yang rupanya berbayar, berbanding terbalik dengan perangkat Android. Demikian halnya dengan Windows Phone yang rata-rata banderolnya masih diatas rata-rata.

Bagaimana dengan BlackBerry ? atau Symbian layar sentuh ? Enggak deh. Lagipula berkat bantuan beberapa Emulator/Simulator perangkat BlackBerry dan juga Symbian berlayar sentuh, saya tak lagi dituntut untuk membeli perangkatnya secara langsung, karena ternyata aplikasi yang mampu dijalankan pada perangkat NoteBook tersebut berfungsi sama maknyusnya dengan perangkat yang sesungguhnya, meski masih ada beberapa keterbatasan. Disamping itu, keberadaan dua perangkat ini bisa dikatakan sudah biasa ada di lingkungan saya sebagai seorang PNS. Jadi kalopun ingin tahu lebih jauh, tinggal pinjam pakai, dijajal atau diwawancanda eh wawancara.

Lantas apa dong yang ingin dioprek selanjutnya ?

WebOS.

Kalau tidak salah perangkat mobile berbasis WebOS sebenarnya sudah diperkenalkan pada publik sekitar tahun 2009/2010 lalu oleh Palm lewat Palm Pre. Sayangnya kemunculan Palm Pre seolah terlewatkan begitu saja oleh publik pasca dirilisnya iPhone 3G/3GS  yang memang fenomenal itu. Palm yang kemudian diakusisi oleh Hewlett Packard HP, kemudian merilis kembali perangkat mobile berbasis WebOS lewat ponsel berwajah serupa namun bernama beda. HP Pre 3 dan HP Veer. Kabarnya sistem operasi ini tak jauh berbeda dengan iOS yang diadopsi iPhone dan Android tentu saja.

Hanya saja, (lagi-lagi) mengingat faktor harga yang masih tergolong tinggi untuk ukuran PNS seperti saya, agaknya impian ini tidak mampu saya wujudkan dalam waktu dekat. Apalagi kabarnya, belum banyak aplikasi yang mendukung keberadaan sistem operasi mobile yang satu ini.  Tapi ya semoga saja bisa bertambah baik dalam waktu dekat. Jadi ya tunggu saja bagaimana kelanjutannya. Hehehe…

WhatsApp Kawan ? Ayo Kita Lanjut Lagi

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag terasa sudah seminggu ponsel Android ini menggunakan WhatsApp. Selama kurun waktu tersebt pula saya menemukan beberapa kelebihan pun kekurangan dari aplikasi Chatting berbasis Nomor Ponsel ini. Yuk kita lanjut lagi Gan.

Seperti yang pernah saya katakan di tulisan terkait WhatsApp sebelumnya, meski tidak lagi terpaku pada satu brand tertentu seperti halnya perangkat BlackBerry dengan BBM-nya, aplikasi WhatsApp rupanya masih membatasi type perangkat yang mampu menjalankannya dengan baik. Smartphone.

Ya, diantara sekian banyak jenis dan brand ponsel, ternyata yang mampu menjalankan  aplikasi WhatsApp ini dengan baik hanyalah ponsel yang masuk dalam kategori SmartPhone atau Ponsel pintar. Beberapa yang masuk diantaranya adalah iPhone, BlackBerry, Android dan Symbian dengan pengecualian. Symbian yang disarankan adalah yang mengadopsi versi 60 minimal 3rd Edition. Jadi bagi yang sudah menggunakan 5th Edition, Symbian^1 dan Symbian^3 yang rata-rata berlayar sentuh, dijamin mampu menggunakannya. Meski demikian, pada perangkat yang mengadopsi sistem operasi Minimal (Symbian S60v3rd Edition) rupanya masih juga dibatasi oleh WhatsApp. Terutama pada beberapa rilis lama seperti Nokia N73 ME milik saya. Jika dipaksakan, bakalan menampilkan kata-kata “your phone is too old bla bla bla…” Halah…

Itu artinya, WhatsApp masih belum mampu dijalankan pada perangkat ponsel Java atau ponsel lokal pun Nokia yang masuk dalam kategori S40, seperti halnya iklan yang ditayangkan di layar televisi.

Persoalan Group juga menjadi salah satu Kekurangan yang paling telak apabila disandingkan dengan aplikasi BBM miliknya BlackBerry. Berdasarkan penjelasan dua rekan pengguna BlackBerry, Sari Herawati dan Nana Wiryani, dalam sebuah Group aplikasi Chat BBM ternyata masih mampu menampung hingga 30 orang atau lebih atau istilahnya Unlimited. Hanya saja, makin banyak User yang tergabung dalam sebuah Group, makin berat pula akses Chat yang mampu dilakukan.  Lantas bagaimana dengan WhatsApp ?

Dalam sebuah percobaan, kemampuan maksimal jumlah User sebuah Group dalam aplikasi WhatsApp adalah 11 orang termasuk Admin atau yang membuat Group. Keterbatasan inilah yang kemudian menjadi kendala yang secara lagsung bakalan membuat Group tersebut menjadi Ekslusif lantaran sulitnya untuk bisa ikut serta didalamnya ketika jumlah User sudah mencapai jumlah maksimal. Pengguna lain baru bisa diikutsertakan apabila ada User yang keluar dari Group tersebut.

Ada Dua kekurangan namun ada juga beberapa kelebihannya. Mau tahu ?

Untuk melakukan aktifitas Add Friend atau memulai Chatting dengan seorang teman atau pengguna WhatsApp baru, yang dibutuhkan hanya satu. Nomor ponsel yang bersangkutan untuk disimpan terlebih dahulu dalam daftar Kontak perangkat ponsel. Jika sudah, tekan tombol Refresh hingga nama teman baru tersebut muncul dalam daftar. Chat langsung bisa dilakukan tanpa meminta persetujuan lagi. Disamping itu, secara Default WhatsApp akan medeteksi setiap nomor yang terdaftar dalam Kontak ponsel yang sudah memanfaatkan aplikasi WhatsApp dalam ponselnya.

Persoalan Biaya yang dahulu pernah saya sampaikan untuk penggunaan aplikasi WhatsApp pada perangkat BlackBerry pun rupanya tak terbukti. Dalam sebuah percobaan pengiriman gambar melalui aplikasi WhatsApp bersama seorang teman, Made Darma  menyampaikan bahwa pulsa yang ia miliki sebelum dan sesudah penerimaan gambar rupanya masih tetap sama. Itu artinya, biaya penggunaan aplikasi WhatsApp untuk perangkat BlackBerry sama sekali tidak dikenai biaya apapun lagi diluar paket BIS yang sudah digunakan.

Dibandingkat dengan aplikasi Chat lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk ataupun eBuddy, pun dengan fitur Message atau yang dikenal dengan istilah SmS, bisa dikatakan aplikasi WhatsApp memiliki kemampuan yang lebih saat melakukan pengiriman pesan. Kemampuan ini bisa dikatakan setara dengan aplikasi Chat BBM milik BlackBerry. Yaitu adanya jaminan bahwa pesan yang telah dikirimkan, pasti sampai pada nomor atau teman yang diajak Chat. Tidak ada lagi istilah Network Error yang mengakibatkan pesan yang sudah disampaikan tidak terkirim dengan sempurna atau pengguna harus melakukan pengiriman ulang seperti yang kerap terjadi pada aplikasi Chat maupun SmS. WhatsApp akan secara otomatis mencoba mengirimkannya ketika Network atau Jaringan kembali terdeteksi. Satu tanda pengenal yang bisa dilihat untuk memberikan jaminan bahwa pesan sudah sampai adalah tanda centang atau rumput berwarna hijau pada setiap pesan yang dikirimkan.

Jikapun kemudian aktifitas Chat yang dilakukan sudah mulai mengganggu privacy, seperti halnya aplikasi Chat lainnya, WhatsApp pun memberikan opsi untuk memblokir akun nomor ponsel atau teman tersebut sehingga yang bersangkutan tak lagi mampu melakukan Chat demikian pula sebaliknya.

Jadi, apabila perangkat ponsel yang Anda gunakan sudah termasuk dalam kriteria seperti yang dijelaskan diatas, ayo tunggu apa lagi, segera cobain WhatsApp. Aplikasinya dapat diunduh melalui App Store yang dimiliki pada masing-masing ponsel yang digunakan. Jikapun ada pertanyaan lagi, silahkan Add nomor saya berikut ini. 087860061698.

Ayo Kawan, kita lanjut lagi…

 

Angry Birds, Lontarkan Burungnya dan Dapatkan Telurnya

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang gag teracuni pikirannya dengan permainan yang awalnya hanya melibatkan burung imut yang lucu dan kumpulan babi yang berlindung dibalik benteng ? Secara Grafis, Penampilan pertama Games Pelontar Burung ini benar-benar membuat cerah hari-hari si pelontar hingga dalam beberapa menit tak terasa malah sudah menyelesaikan hingga 10 level jauhnya.

Angry Birds. Sebuah permainan sederhana yang dikembangkan oleh Rovio Mobile-Finland ini kabarnya dirilis pertama kali pada 10 Desember 2009, untuk perangkat iPhone besutan Apple. Namun kini, Angry Birds telah diperluas jangkauannya sehingga bisa dimainkan pula pada perangkat Android, Symbian bahkan Windows PC.

Misi utama Angry Birds sebenarnya sederhana saja. Bisa dipahami jika pengguna mengikuti jalan cerita yang tampil diawal permainan. Tujuannya hanya satu, merebut telur (burung) yang dicuri oleh sekawanan Babi dengan cara menghancurkan setiap barikade benteng yang dibuat para babi untuk bertahan.

Caranyapun sangat sederhana. Tinggal melontarkan tiga sampai empat Burung dalam setiap satu level permainan yang dikemas dalam berbagai jenis. Burung Merah dengan kekuatan untuk menghancurkan yang standar, Burung Biru kecil yang mampu membelah dirinya menjadi tiga atau Burung Kuning yang mampu mempercepat luncuran. Varian Burung ini akan semakin banyak seiring berkembangnya Level yang mampu diselesaikan.

Walaupun dengan grafis serta cara bermain yang sederhana, Angry Birds ternyata mampu meraih hingga 100 juta Unduhan diseluruh Platform yang dikembangkan. Itu sebabnya, setelah rilis pertama diturunkan, pihak pengembang dalam hal ini Rovio Mobile mulai membuat beberapa Varian permainan dengan tetap menggunakan si burung imut yang lucu ini sebagai Tokoh Utamanya. Angry Birds Rio, Angry Birds Season versi paskah dan Angry Birds Season versi Halloween.

Meski masih menggunakan tokoh utama yang sama, masing-masing Varian menawarkan jalan cerita serta misi yang berbeda pula loh. Seperti  Angry Birds Rio yang mengemban misi membebaskan para Burung yang ditawan dan diterbangkan hingga Rio de Jenairo Brazil. Namun tetap menggunakan cara bermain yang sama.

Saking menggiurkannya pengembangan varian permainan Angry Birds oleh Rovio Mobile, beberapa pengembang games lainnyapun mencoba peruntungan dengan membuat games serupa namun berbeda paket jualan. Angry Frogs misalnya. Games berbasis Android yang meniru plek Angry Birds, dikembangkan oleh Emanuele Padula yang memiliki kemampuan Editor atau membuat sendiri Level permainan yang diinginkan. Sayangnya, dari segi Grafis yang ditawarkan bisa dikatakan masih kalah jauh dengan Games yang ditirunya tersebut. Demikian pula dengan Angry Farm, yang rupanya dikembangkan untuk perangkat BlackBerry yang sudah mengadopsi OS versi 4.6 keatas.

Semua varian dan tiruan permainan Angry Birds ini akan terasa jauh lebih mengasyikkan apabila digunakan pada perangkat yang mendukung layar sentuh seperti iPhone, Android, Symbian 5th dan ^3 atau Blackberry Storm dan Torch. Atau lewat layar PC/laptop yang sayangnya hanya yang mengadopsi sistem operasi Windows 7.

Siap untuk melontarkan Burungnya Kawan ?

 

WhatsApp Kawan ? Chat Lintas Ponsel Yuk ?

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi sebagian orang fitur BlackBerry Messenger atau yang dikenal dengan istilah BBM, rupanya masih merupakan satu daya tarik tersendiri ketimbang layanan lainnya. Itu sebabnya tingkat penjualan ponsel yang dikembangkan oleh Research In Motion (RIM) ini makin lama makin menanjak meski belum sedrastis peningkatan dua kompetitor besar iPhone dan Android.

Untuk bisa menggunakan Layanan Messenger yang dikelola secara khusus ini, seorang calon pengguna mutlak melakukan dua hal. Membeli handset atau ponsel BlackBerry dan tentu saja berlangganan paket internet BIS atau BlackBerry Internet Service. Sayangnya, tidak semua orang mampu menjangkau ponsel ataupun Handset yang di negeri ini keliatannya masih memegang image bergengsi ketika kedapatan memegang atau memilikinya.

Sekedar Informasi, beberapa kelebihan daripada fitur BlackBerry Messenger ini, selain dapat digunakan sebagai komunikasi dua arah yang melibatkan dua atau lebih pengguna, faktor kerahasiaannya pun dijamin oleh RIM. Itu sebabnya di beberapa negara, fitur BBM ini kerap ditenggarai sebagai ancaman bagi negara. Selain itu, seorang pengguna bisa bergabung dalam sebuah room/group yang sedang membahas satu topik khusus tanda ada batasan jumlah dan kemampuan. Kemampuan yang saya maksudkan disini adalah untuk berbagi cerita, informasi, foto, hingga video. Semua ini akan sangat bergantung pada keberadaan dan kemampuan koneksi  data yang digunakan. Lantas bagaimana jika seseorang tak mampu menjangkau harga sebuah ponsel BlackBerry termurah sekalipun ?

Gag usah khawatir. Gunakan saja WhatsApp.

WhatsApp merupakan sebuah aplikasi Messenger yang pada awalnya dikembangkan hanya untuk ponsel iPhone, yang dalam perkembangannya diperluas sehingga mampu digunakan pula pada ponsel bertipe Smartphone atau ponsel pintar lainnya. Dengan cara kerja yang sama, WhatsApp merupakan aplikasi Messenger yang menyerupai fitur BBM namun dapat digunakan secara Lintas Ponsel. Tidak harus membeli sebuah iPhone atau bahkan BlackBerry lagi.

WhatsApp yang hingga tulisan ini diturunkan, ternyata sudah dikembangkan hingga mencapai versi 2.6. itu artinya, WhatsApp sudah dikembangkan paling tidak dua tahun terakhir ini dan ironisnya, saya baru saja menyadari keberadaannya. Hehehe…

Keunikan aplikasi WhatsApp ini adalah ‘tidak memerlukan proses Registrasi ataupun pendaftaran, yang biasanya menggunakan alamat Email atau Nama pengguna sehingga seorang calon pengguna awampun dijamin bisa menggunakannya. Yang diperlukan disini hanya satu. Koneksi Data.

Seperti yang pernah saya jelaskan beberapa waktu lalu, sebuah Ponsel berbasis Android mutlak membutuhkan koneksi data dalam pengoperasiannya, sehingga kemudian aplikasi WhatsApp ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi Messenger lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk, ICQ ataupun FaceBook Chat yang menumpang pada koneksi data yang yang sudah ada. Ketiadaan proses Regstrasi yang barangkali tidak semua orang mampu menggunakannya, digantikan dengan memanfaatkan nomor ponsel sebagai pengganti akun. Yap, cukup hanya dengan Nomor Ponsel.

Ketika Aplikasi ini telah selesai diinstalasi pada ponsel, WhatsApp secara otomatis akan medeteksi seluruh nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak yang dimiliki, nomor mana saja yang telah menginstalasi aplikasi WhatsApp dalam ponselnya. Sehingga kita bisa dengan mudah melakukan aktifitas Chat ataupun berbagi informasi dengan teman tanpa harus melakukan Add Friend, Add PIN ataupun Invite.

Dikarenakan WhatsApp memanfaatkan koneksi data, maka ada kemungkinan bahwa setiap pengguna BlackBerry yang hanya berlangganan BIS paket hemat yang notabene tidak mencakup kemampuan untuk melakukan Browsing ataupun email (hanya BBM dan FaceBook saja), akan dikenai biaya tambahan untuk setiap koneksi data yang dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggunakan paket data internet Unlimited, biaya tersebut tidak dikenakan lagi alias Gratis.

Meski demikian, sebuah aplikasi yang baru saja dikembangkan tentu memiliki beberapa keterbatasan atau bisa jadi kemudian disebut sebagai kelemahan atau kekurangan. Untuk penggunaan tahun pertama, pengguna tidak akan dikenai biaya apapun alias Free namun tetap dengan kemampuan berbagi yang tidak dibatasi oleh Kuota. Begitu masuk tahun kedua, pengguna diharapkan membeli lisensi aplikasi dengan harga $2 saja atau sekitar 20ribuan kira-kira untuk bisa melanjutkan penggunaan aplikasi. Bayangkan apabila dibandingkan dengan biaya bulanan berlangganan Paket BIS pada BlackBerry.

Kelemahan atau kekurangan kedua adalah keterbatasan kemampuan memasukkan teman dalam sebuah Room atau Group. Dari informasi yang saya dapatkan, untuk saat ini maksimal teman yang dapat disertakan dalam sebuah Room atau Group Chat adalah 11 orang. Semoga dalam waktu dekat saya bisa melakukan pengujian lebih jauh.

Kelemahan atau kekurangan ketiga adalah, meskipun aplikasi ini dapat digunakan secara lintas Ponsel, tidak terpaku pada satu brand dan hanya mengandalkan nomor telepon yang bersangkutan, kemampuan instalasinya sejauh ini hanya berlaku untuk ponsel bertipe Smartphone atau yang memang mengadopsi Sistem Operasi. Dari iPhone, BlackBerry, Android hingga Symbian. Ini artinya bagi mereka yang memiliki ponsel yang tidak masuk dalam kategori SmartPhone seperti ponsel  dari brand lokal atau China yang masih berbasis Java ataupun Nokia tipe S40 seperti seri C3, tidak akan mampu menggunakan aplikasi WhatsApp. Kendati demikian, bukankah setahun terakhir yang namanya ponsel berbasis Android dan pula Symbian 60 sudah ada yang ditawarkan pada kisaran harga 1,5 juta rupiah dalam kondisi baru ?

Menariknya fitur yang ditawarkan oleh WhatsApp bagi mereka yang masih menghobikan Messenger, bisa menjadi satu pilihan baru ASALKAN yang namanya koneksi data bukan lagi satu masalah besar. Apalagi kini sudah ada promosi paket dataplan dari beberapa operator besar dengan biaya yang terjangkau. Jadi, kenapa gag dicoba saja ?

Chat lintas ponsel yuk ?