Berburu Ponsel Android Best Buy Level Atas

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang menyasar pangsa pasar level Pemula dan Menengah, untuk kisaran papan atas agaknya sulit dalam menentukan pilihan, karena disini sasaran yang dituju memang berbeda segmen. Namun karena topik masih menggunakan istilah ‘Best Buy’, sudah tentu yang namanya persoalan harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun apabila angka 7 jutaan keatas masih terlalu mahal untuk disandingkan dengan sebuah perangkat ponsel yang notabene memiliki fungsi utama bertelepon dan sms, barangkali pilihan yang ada jadi lebih mengerucut. Meski ada juga beberapa vendor yang memilih untuk menjual ponsel seri flagship mereka (istilah yang digunakan untuk menyebut perangkat termutakhir dari vendor branded), dengan harga dibawah rentang tersebut.

Misalkan pilihan pertama, lagi-lagi Samsung lewat perangkat Galaxy Note II yang menyajikan spesifikasi standar ponsel Android mahal mencakup kecepatan prosesor Quad Core atau empat inti 1,6 GHz, 2 GB RAM, 16 GB Internal Storage dan lebar diagonal layar 5,5 inchi. Plus daya tahan batere 3.100 mAh, cukup untuk bertahan hidup selama 1,5 hingga 2 hari dalam pemakaian normal. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh seri yang satu ini adalah dukungan Pen Stylus dimana layar yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan pihak pengembang hardware desain grafis Wakom.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia Z (entah seri apa yang kelak digunakan untuk mengungguli kemampuan pendahulunya ini) yang menawarkan kemampuan daya tahan outdoor seperti debu, air dan goncangan atau jatuh, serta resolusi kamera mumpuni 13 MegaPixel. Ditambah dukungan akan permainan sekelas Playstation, konsol games ternama milik Sony.

Pilihan ketiga datang dari LG Nexus 4 miliknya yang memang secara khusus dikembangkan bersama Google namun berharga paling terjangkau dari semua alternatif pilihan yang sudah dan kelak akan saya sebut sebagai pilihan ponsel Android papan atas. Meski berharga paling murah diantara semua, untuk spesifikasi hardware bisa dikatakan setara Galaxy Note II miliknya Samsung.

Pilihan terakhir datang dari HTC One + yang memiliki harga jual setara Sony Xperia Z namun memiliki spesifikasi sedikit dibawah standar tadi, yaitu pada opsi besaran RAM yang hanya 1 GB saja. Sedangkan opsi 2 GB, hanya mampir pada seri HTC One yang dibanderol di kisaaran 7,5 juta rupiah. Wiiihh… Namun positifnya, secara internal Storage merupakan yang terbesar dari semua seri, yaitu 64 GB taanpa dukungan eksternal memory lagi.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lokal adalah Oppo Find 5 yang memiliki spesifikasi dan harga jual setara LG Nexus 4. Sisanya, gag ada lagi.

So, dari tiga pemaparan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kira-kira mau menyasar pilihan yang mana ?

LG Nexus 4, Nexus series setengah hati

Category : tentang TeKnoLoGi

Hmmm… Tadi sempat pegang”Nexus 4, ponsel flagship lanjutan Google yang kali ini dilansir oleh LG… Keren…
Lantaran bawa”nama Nexus, seri 4 kali ini dirilis dengan pasokan prosesor Quad Core 1,5 GHz plus RAM 2 GB. Wiiihh…

Dengan besaran spek seperti itu, LG Nexus 4 bakalan bersaing dengan Samsung Galaxy S III dan Note II yang punya wajah mirip”pula

Eh iya, soal wajah Nexus 4 kali ini sebenarnya gag jauh”beda dengan Nexus series sebelumnya. Hanya kaget kalo nyinggung soal LG-nya :p *Perasaan LG baru kali ini rilis wajah yang membulat, biasanya kaku dan persegi… Serupa Motorola deh…

Akan tetapi Nexus 4 kali ini bagi saya sih masih tergolong nanggung pas ngomong soal Storage dan Batere… Tau sendiri #Android kaya’apa. Soal Storage, kabarnya LG Nexus 4 dilepas dalam 2 versi, 8 GB dan 16 GB… Tergolong minim, apalagi sampe minus Ext.Storage… Padahal Bayangan awal, Nexus 4 bakalan dibekali Storage paling minim 32 GB… Nanggung kalo mau nyimpen”film gituh *uhuk

Persoalan Batere juga, masih nanggung… Hanya disematkan daya 2.100 mAh… Padahal ini Quad Core loh… Sandingkan dengan yang lain… Ponsel #Android saat ini kalo gag salah sudah ada yang hadir dengan daya batere 3300 mAh (Motorola) dan 4000an loh… Sempat pula bayangannya, bahwa Nexus bisa standby iNet hingga 3-4 harian dengan aktifitas normal, 2 hari dengan aktifitas padat…

Mengingat nama Nexus itu, harusnya mampu bikin keder seri yang lain… Ingat pas Nexus One hadir ? Julukannya ‘superphone… Saat itu ponsel”yang rilis masih bau BB, pake keypad qwerty… Kalopun ada #Android, prosesor masih rata”600 MHz, sdg Nexus One 1 GHz… Layar lebar Nexus One juga bikin keder yang lain, harusnya sih yang sekarang pun sama… Minimal 5,5″ inchi lah… Kan lagi trend ? :p

LG Nexus 4 PanDe Baik

LG Nexus 4 bawa OS Jelly Bean versi 4.2… Kabarnya sih ini yang pertama bawa OS versi tsb. JB yang lain rata”masih berkutat di versi 4.1.2. Entah apa perbedaannya, namun kalo urusan Update, tentu Nexus series menjadi Prioritas Pertama dari Google. Wong seri HTC Dream #Android pertama saja kabarnya dapat Update versi ICS kok :p *padahal yang lain blom tentu dapat

Nexus 4 kali ini dibesut oleh LG… Sedang sebelumnya sempat diberi kesempatan pada HTC dan Samsung, demikian halnya Asus utk versi 7″. Jadi, kalo dari vendor versi Branded, tinggal nunggu gilirannya Sony dan Motorola… Kira”mau dapet Nexus seri yang mana :p Samsung sendiri memborong 2 seri Nexus versi ponsel kalo gag salah… Sedang Tablet, ambil 1 versi yg 10″…

Bagi kalian yg masih betah dengan ponsel #Android Dual Core kebawah, selama masih memuaskan, mending pikir”dulu sebelum milih LG Nexus 4 :p

Review Samsung Nexus S with Android 2.3 GingerBread

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada rasa aneh yang tersirat di kepala ketika berkesempatan memegang langsung ponsel Android resmi rilisan Google, Samsung Nexus S. Ini disebabkan karena Bentuk permukaan layar sentuhnya yang tidak biasa (melengkung) dan juga bentuk ponsel yang tidak simetris ketika dilihat dari sisi samping.

Samsung Nexus S. Merupakan salah satu ponsel Android yang dirilis resmi oleh Google dan dibuktikan dengan sistem operasi yang secara bawaan sudah mengadopsi Android versi 2.3 GingerBread. Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, Samsung Nexus S merupakan ponsel pertama yang dirilis dengan dibekali Roti Jahe.

Dibandingkan dengan perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830 yang saya miliki, untuk penggunaan atau operasional Samsung Nexus S jelas jauh lebih mantap. Ini bisa dimaklumi lantaran secara kekuatan Prosesor sudah mencapai kecepatan 1 GHz (512 MB RAM), meski saat diperiksa dengan menggunakan aplikasi Elixir, kecepatan rata-rata yang berjalan dalam keadaan siaga hanya 800 MHz saja. Kecepatan baru meningkat ketika aktifitas Multitasking coba dilakukan.

Dengan mengadopsi layar selebar 4 inchi, tentu saja tampak lebih lapang saat dijejali icon shortcut pada salah satu halaman HomeScreen. Demikian pula dengan resolusinya yang memang jauh lebih baik yaitu 480×800 pixel. Satu standar layar untuk ponsel Android High End.

Meskipun berasal dari satu pabrikan, tampaknya User Interface Touch Wiz milik Samsung yang digunakan oleh perangkat Nexus S jauh berbeda dengan Galaxy Ace yang saya miliki. Ini bisa dimaklumi lantaran perbedaan versi Android yang digunakan. Secara tampilan depan (HomeScreen), mengingatkan saya pada aplikasi Theme ADW Launcher yang beberapa waktu lalu sempat saya coba di perangkat Ace. Begitu pula ketika masuk pada Struktur Menu, Slide yang dilakukan bergerak secara Vertikal dengan tampilan icon Menu yang sedikit berbeda atau mengadopsi ke-khasan tampilan GingerBread.

Sesuai dengan tulisan sebelumnya, Samsung Nexus S datang dengan dukungan penuh dari pengembang utamanya, Google. Baik dari Google Mail, Google Search, Google Talk, Google Earth, Google Maps lengkap dengan Navigasinya, Android Market dan tentu saja YouTube. Sayangnya, saya tak menemukan aplikasi Office seperti halnya ThinkFree pada perangkat Galaxy Ace sehingga si teman yang memiliki perangkat ini dengan terpaksa menginstalasi aplikasi Dokumen tambahan.

Apabila pada perangkat Samsung Galaxy Ace S5830 saya harus berusaha untuk memantau sisa memory internal agar tak menciptakan lag atau jeda saat melakukan Multitasking akibat minimnya memory, sepertinya hal tersebut tidak akan berlaku bagi pemilik perangkat Samsung Nexus S. Dengan besaran Internal 16 GB (walaupun tanpa slot kartu memory eksternal tambahan), saya yakin itu sudah lebih dari cukup asalkan data, image dan musik yang dijejalkan dapat disimpan seefisien mungkin. Artinya, buang yang tidak diperlukan.

Ohya, ada Menu unik yang saya temukan dalam perangkat Nexus S. Car Home. Sepertinya Menu yang satu ini diberikan bagi para pengguna yang ingin memanfaatkan perangkat Nexus S dalam perjalanan berkendara. Salah satu diantaranya adalah fitur Navigasi yang sedianya digunakan untuk memandu jalan pulang kerumah. Namun, ada yang unik ya ada juga yang dihilangkan. Samsung Apps. Entah mengapa saya tak jua menemukannya dalam barisan Menu yang disajikan.

Untuk colokan kabel data sekaligus Charger, Samsung membekali port MicroUSB yang sama dengan perangkat Samsung lainnya dari Galaxy Ace yang saya miiki maupun Champ Duos, ponsel layar sentuh murah meriah yang tempo hari di-review. Jadi, masih bisa berbagi penggunaan kabel data ataupun Charger apabila kehabisan daya saat dibutuhkan.

Sayangnya selama berkesempatan menjajal perangkat Samsung Nexus S ini, saya menemukan satu kekurangan besar. Hingga tulisan ini diturunkan, saya tak jua menemukan cara untuk mengambil ScreenShot layar (ScreenCapture) tanpa menggunakan aplikasi tambahan, rooting ataupun kabel data. Tapi apakah itu bisa disebut sebagai kekurangan ?