Sebuah EVOlusi sosial dalam ber-hari raya

11

Category : tentang Opini

Sudah sewajarnyalah apabila saat hari raya tiba, sanak saudara hingga handai taulan yang dimiliki saling mengucapkan selamat satu sama lainnya, kendatipun mereka berbeda agama dan budaya. Demikian pula dengan yang saya alami.

Tidak hanya pada minggu-minggu ini, tapi jauh sebelumnya pun demikian. Tahun Baru, Nyepi, Galungan dan Kuningan, Idul Fitri serta Natal (mohon maaf bagi yang berhari raya Waisak, saya belum pernah mengalaminya…) bahkan hingga satu berita gembira yang didengar dari orang lainpun dengan segera diwujudkan dengan ucapan selamat, baik secara langsung ataupin tidak.

Beralih ke masa lalu disaat saya tidak sempat menyampaikannya secara langsung ke orangnya, saya mengenal yang namanya kartu pos ucapan selamat, dikirim dengan menggunakan perangko. Kalaupun sedang minim dana, saya pasti berusaha membuat kartu sendiri dengan menggunakan kertas manila dipotong kecil dan digambari sendiri. Selang beberapa waktu saya akhirnya memilih menggunakan Telegram Indah dengan pertimbangan biaya yang jauh lebih murah dan ga’ribet membuatnya.

Disaat ponsel kemudian menjadi konsumsi wajib setiap orang, cara yang digunakan untuk menyampaikan ucapan selamatpun makin berkembang. Dari berupa suara hingga yang jauh lebih hemat ya berupa pesan singkat atau yang dikenal dengan sebutan sms. Maka makin teballah kantong para pemilik operator beserta karyawannya tentu saja. Apalagi begitu puncak hari yang dimaksudkan, yang namanya keterlambatan penyampaian pesan kerap terjadi. Istilah mereka ya over kuota, penumpukan pengiriman saat jalur padat.

EVOlusi

Nah, dijamannya teknologi informasi makin berkembang tentu saja yang namanya interaksi sosial termasuk tradisi mengucapkan selamatpun beralih jauh lebih praktis. Gak susah beli kartu pos dan perangko, gak perlu buang-buang pulsa ato gak ada istilah over kuota lagi. Hanya memerlukan koneksi internet dan sedikit waktu luang.

Bagi para blogger, mereka tinggal membuat satu tulisan yang menyatakan ucapan selamat lengkap dengan sisipan gambar, suara hingga video kepada setiap orang yang rajin mampir atau bahkan dibagi alamat link-nya melalui sarana microblogging lainnya. Misalkan saja FaceBook. Tinggal melakukan aktifitas ‘Tag atau Share untuk orang yang dituju pada link atau gambar tulisan yang dimaksud, bisa juga melalui ‘update status masing-masing.

Tak hanya itu, microblogging lainnya pun tak luput dari perubahan tradisi interaksi sosial ini. Katakanlah yang lagi nge-trend semacam Twitter ataupun yang terbaru Tumblr. Maka dengan meluang waktu yang tak sampai lima menit dari waktu luang yang dimiliki, puluhan bahkan ratusan orangpun bisa dituju dengan baik dan dijamin sampai. Tergantung pada kesiapan orang yang dituju menerima pesan yang dikirimkan, apakah selalu terhubung 24 jam dengan dunia maya atau hanya sesekali. Tidak akan ada istilah hilang dijalan lagi.

Kabarnya sih sekumpulan orang sedang membidani satu fasilitas interaksi sosial yang kelak bakalan jauh memudahkan orang per orang untuk berhubungan satu dengan lainnya. Yah, yang namanya EVOlusi informasi tidak akan pernah berhenti hingga disini…