April Mop Tahun 2017 ?

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Hari ini saya jadi sedikit mellow. Gegaranya dapat info bahwa salah satu pimpinan terBaik yang saya miliki, per pagi ini akan dipindahtugaskan ke Unit lain. Kalo ndak salah, hari ini memang ada jadwal pelantikan Eselon II di Kabupaten Badung.

Empat Tahun sudah saya berada dibawah kepemimpinan Beliau. Satu masa yang panjang kalo dilihat dari banyaknya pengalaman didapat sejauh ini.
Mangkel dan kecewa, ah itu sudah biasa.
Yang tidak biasa adalah rasa Bangga yang muncul, saat menyadari bahwa apa yang sesungguhnya Beliau pinta, bisa saya siapkan sebelum dikatakan.
Aneh aja kalo sampai begitu sebetulnya.

Sosok pemimpin yang satu ini mengingatkan saya pada figur Miranda sang pemimpin sebuah majalah fashion ternama pada film Devil Wears Prada yang diperankan oleh Meryl Streep, sosok yang keras pada bawahan namun diyakinkan bahwa ia seperti itu, hanya karena menjalankan tugasnya saja.
Jika sampai mengeluh akan kejamnya perlakuan yang didapat, maka mundur saja. Masih banyak antrean di luar yang rela antre untuk dapat ditempatkan pada posisi kerja sang bawahan.
Edan memang…

Sayangnya ini kali kedua saya kehilangan mentor yang sedemikian hebat menanamkan pola pikir dan etos kerja sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Badung dari saat menjadi staf di Bina Marga terdahulu sampai duduk di kursi jabatan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Sehingga sebetulnya saya hanya bisa berharap, bahwa ini hanyalah sebuah April Mop di awal tahun 2017. Mengingat masih banyak rencana yang tadinya akan dilakukan bersama-sama di unit baru, tempat saya ditugaskan kini.

dan Entah bagaimana perjalanan ini akan berproses nantinya…

Curhat Tengah Agustus

7

Category : tentang KHayaLan

Empat Bulan terakhir di Permukiman itu bagai mimpi buruk yang hampir setiap harinya, jantung selalu terpacu saat mendengar dering telepon. selalu berpikir saat menerimanya, Apakah ini akan merupakan satu peringatan dari Pimpinan yang berujung pada kemarahan, ataukah intervensi para anggota Dewan yang tiada habisnya ?

Apakah ada yang masih ingat dengan keluhan saya pertama terkait penunjukan tugas sebagai PPK ? Oke, ini adalah efeknya. Salah satu efek negatif tentu saja. Dimana semua beban dan tanggung jawab, dipikul tanpa pandang bulu, dan harus siap menghadapi berbagai rintangan dan cobaan yang mengahadang.

Tidak salah memang, jika kemudian salah satu petinggi di Kabupaten Badung sempat menegur wajah saya yang selalu terlihat kusut, tegang, bahkan ketakutan. Bukan… bukan lantaran tersandung masalah Korupsi, namun ini jauh lebih besar lagi. Pemeriksaan BPK yang kelak mampu mengarahkan saya ke jeruji penjara jika salah mengambil langkah. Ada banyak jalan untuk bisa mengarah kesitu.

Memahami tugas sebagai PPK, bukanlah satu pekerjaan mudah. Apalagi jika berasal atau awal mulanya hanya dari seorang Staf yang sama sekali belum pernah menyentuh opsi pengambilan keputusan, pertanggungjawaban teknis, dan menghadapi pimpinan serta anggota dewan. Sehingga bisa dikatakan, empat bulan terakhir memang benat seperti mendadak mengalami mimpi buruk yang tak kunjung usai. Ada saja masalah yang muncul setiap harinya.

Jangankan untuk meluangkan waktu menulisi blog atau menerima freelance job review berbayar, untuk mengajak kedua putri saya bercanda sepulang kerja pun rasanya sudah jarang dilakukan. Jadi jangan marah bagi kalian yang hinga kini tak sempat terselesaikan permintaan tolongnya. Sungguh, semua berjalan begitu cepat, bahkan terkadang kekurangan waktu dan tenaga.

Meski berat, namun positif thinking tetap saya kedepankan dalam setiap tindakan. Mungkin itu sebabnya, enerji yang saya miliki seakan tiada habisnya untuk duduk berhadapan langsung dengan sejumlah masalah. Bersyukur pula, jika saya memiliki rekan-rekan yang bisa diandalkan untuk itu.

Jujur, kini saya mulai kangen dengan masa-masa indah selama berada di LPSE satu dua tahun lalu, dimana semua itu meski tak memberi janji masa depan dan pengalaman struktural, namun tetap menjadi sebuah cerita yang akan selalu saya kenang dan dambakan. Akan tetapi jika bukan kini, lalu kapan lagi ?

*biyuuuhhh

Bosan…

Category : tentang DiRi SenDiri

Bosan…

Mungkin benar, aku memerlukan liburan tanpa komplain sekali waktu…

Dan minggu ini adalah saatnya…

Namun…

Apa benar aku bakalan bisa berlibur tanpa komplain ?

Apa benar aku bisa melupakan sejenak semua beban yang menghantam selama tiga bulan terakhir tanpa telepon dari anggota Dewan ?

Apa benar aku bisa menikmati waktu bersama keluarga tanpa pertanyaan yang membutuhkan jawaban secepatnya ?

Bosan memang…

Bosan membebani sejumlah kawan dengan tuntutan tugas yang kadang begitu cepat dilupakan…

Bosan dengan rutinitas yang kadang membuatku ingin mengatakan ‘urus dirimu sendiri kawan…

Bosan dengan semua hal yang ada disekitarku…

Mungkin benar aku membutuhkan liburan…

Tapi apa benar aku mampu mendapatkannya ?

Galau Pagi

Category : tentang DiRi SenDiri

Ketika vonis itu datang, sejuta makian seakan mengutuk diriku sendiri terhadap kebodohanku dalam berpikir, berkata dan bersikap selama tiga bulan terakhir ini. Semua kacau akibat ulahku…

Untuk sesaat aku hanya bisa terdiam mendengar amarah yang keluar dari hati seorang pimpinan yang selama ini aku hormati dan segani, berlanjut pada penyesalan panjang tanpa mampu memejamkan mata lagi…

Kenapa harus aku ?

…..

namun kapan lagi ?

Ya, kapan lagi ?

Mengingat kata-kata terakhir sebelum Beliau memaklumiku, sejenak aku mengamininya… kapan lagi…

Kapan lagi aku bisa mengalami kesulitan besar seperti ini ? Terasa fatal lantaran banyak orang yang terusik hanya gara-gara pergantian yang kualami, tanpa rencana.

Kapan lagi kesempatan itu hadir untuk memberikanku pukulan dan hantaman yang bahkan membuatku diam tak berkata-kata.

Karena memang tak mudah menghadapi dan menyelesaikan semua kenyataan pahit dalam waktu singkat…

Aku pasrahkan saja semuanya, dan memang itulah hal yang kerap aku lakukan selama ini. Terpenting, aku sudah berusaha memahami semampuku. Jikapun salah, aku tak segan untuk mengakuinya. Bahkan pada siapapun yang hadir dihadapanku.

Kini aku hanya bisa berharap, apa yang sudah lewat bisa kuperbaiki perlahan seiring berjalannya waktu, meski tak mampu sempurna seperti dahulu…

(ruang Permukiman, Dinas Cipta Karya, 30 Juli 2013)

PPK oh PPK

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Setelah mengalami tarik ulur dalam jangka waktu satu minggu lamanya, akhirnya penunjukan posisi sebagai PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen yang nantinya akan menghandle sekitar 69 paket kegiatan di Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya di seluruh Desa se-kabupaten Badung, dialamatkan pada saya. Selamat deh, bathin saya…

Namun ucapan Selamat yang saya maksudkan diatas bukanlah satu ungkapan atas bersyukurnya langkah yang diambil, namun lebih ke kepasrahan diri pada sekian banyak tantangan dan kesulitan yang kelak bakalan dihadapi.

Bukan bagaimana, tapi jika mendengar adanya masalah yang terjadi sejak awal kepindahan saya ke posisi Kepala Seksi Permukiman, barangkali keputusaan yang diambil tersebut bakalan menjadi sebuah palu gada yang siap menghantam kepala dengan ratusan kasus yang bisa jadi berbeda.

Berlebihan ? tidak tentu saja. Serius…

Tapi ya sudahlah… minimal sedari awal saya sudah mengakui bahwa apa yang akan terjadi adalah miskomunikasi untuk masalah administrasi mengingat saya pribadi belum pernah memiliki pengalaman sebagai PPK sebelumnya. Dan itu bakalan menjadi masalah besar apalagi jumlah paket kegiatan yang ada sedemikian banyaknya.

Jika sudah begini, sangat wajar akibatnya pada pikiran dan suasana hati yang saya alami sejak awal penunjukan, menjadi makin menggalau dan terbebani. Dan waktu liburan menjadi sangat berarti untuk mengistirahatkan kepala dan rutinitas, berganti dengan waktu tidur yang lebih panjang dan bercanda dengan kedua putri kami lebih lama.
*fiuh…

Satu hal yang kemudian menjadi catatan saya hingga kini adalah… sepanjang kesalahan yang saya lakukan hanya sebatas administrasi penanggalan, dan bukan lantaran korupsi uang negara, setidaknya apapun hukuman yang kelak akan saya terima, tentu berharap itu bukan menjadi masalah yang besar secara pribadi. Toh semua hal tersebut masih bisa dan harus saya pelajari dalam waktu yang cukup singkat ini demi masa depan dan tindakan di masa yang akan datang.

Berharap semua bisa ditangani dengan baik.

PPK oh PPK… Nasib… Nasib…

Kangen *uhuk

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Belum genap seminggu saya bertugas sebagai Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung, rupanya rasa kangen hampir setiap hari mendera. Mungkin ini merupakan efek dari suasana baru, yang kalo gag salah pernah pula saya rasakan saat berpisah dengan Tim 10 pelaksana LPSE Badung periode awal.

Namun kini, bisa dikatakan rasa kangen ini jauh lebih besar, mengingat saya meninggalkan tiga tempat yang hingga minggu lalu masih kerap disambangi.

Kantor Pengendalian dan Evaluasi Dinas Bina Marga dan Pengairan. Ruangan ini memang sejak awal saya tempati, pun sejak kami masih berkantor di jalan Beliton saat pertama kali lolos CPNSD tahun 2003/2004 lalu. Suasana kerjanya adem, apalagi menjadi salah satu karyawan tertua *eh terlama disitu, menjadikan saya sedikit lebih menguasai medan untuk beberapa pekerjaan. Syukurnya, ruangan ini berada di gedung dan lantai yang sama, jadi kalopun kangen dengan ruangan dan orang-orangnya, saya tinggal mampir bentar usai ke Toilet ataupun makan siang. :p

Kantor LPSE Badung. Ruangan kecil namun nyaman untuk saya tempati di lantai bawah, merupakan rumah kedua yang biasa disambangi saat senggang di kantor utama. Pun sebagai tempat untuk melakukan tugas jaga dan rutin sebagai Sekretaris Badung, memformulasikan Tim, Adminstrasi hingga hobby tanpa gangguan banyak hal.

Terakhir, tentu saja Rumah. Oke, memang tidak sepenuhnya saya meninggalkan rumah, namun waktu untuk bercanda, bersendagurau bersama Istri, dua putri dan orang tua, secara otomatis jadi berkurang. Apalagi dalam waktu seminggu pertama ini, BPK sedang gencar-gencarnya meminta data secara berulang. Maka jadilah saya berangkat pagi dan pulang malam. Tiba dirumahpun, baik MiRah dan Intan yang kini lagi lucu-lucunya tidak bisa saya ajak terlalu lama. Keburu tidur…

Terlepas dari ketiga hal tersebut, hubungan personal saya dengan Istri dan dua senior di LPSE pun jadi agak merenggang. Namun kalian jangan coba-coba mengambil kesempatan usai membaca kalimat diatas *uhuk

Jika dulu, Istri secara rutin saya ajak berangkat bareng, pulang bareng hingga makan siang bareng, kini sudah gag lagi. Apalagi dengan hadirnya BPK, jam pulang saya sudah molor jauh dari biasanya. Pun dengan jam makan siang yang terganggu akibat panggilan mendadak. Sedih sih kadang-kadang, gag ada yang bisa diajak sharing atau ketawa bareng, tapi kalo mengingat pada tugas, semua itu ya memang harus dijalani. Mungkin nanti ada masanya kami ngumpul lagi.

Demikian halnya dengan kedekatan terhadap dua senior di LPSE Badung. Jika dahulu kami secara rutin berkumpul untuk membahas hal-hal yang menjadi kesulitan seminggu terakhir dan berusaha memecahkannya, kini sudah mulai jarang ngumpulnya. Baik secara nyata atau langsung atau via whatsapp. Untuk yang ini, sedihnya gag sebesar kalo dengan istri, namun tetap saja merasa

kasihan dengan mereka berdua. Tapi yah, ini juga menjadi resiko atas kepindahan yang saya lakukan. Semoga saja kali lain bisa terwujud ngumpul-ngumpulnya.

Kangen…
Entah sampai kapan rasa ini bakalan menghantui hari-hari…

Suasana Baru di Permukiman

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Memasuki ruangan yang terletak di pojok kelod kauh (barat daya) masih di lantai dan gedung yang sama, sebenarnya sudah beberapa kali pernah saya lakukan, hanya saja sama sekali tak pernah terpikirkan bahwa saya bakalan memulai karir dari ruangan ini.

Bertemu dengan sedikitnya sepuluh kawan baru, sebelas hingga pimpinan terdahulu yang kini saya gantikan, memberikan banyak perubahan baik itu cara meminta tolong (jika kalimat ‘memberi perintah’ terlalu arogan kesannya buat saya) lantaran sebagian besar dari kawan baru ini lebih berumur, cara bekerja lantaran perubahan pola dari pekerja lapangan dan komputer ke balik meja pengambil keputusan, atau rajin melaporkan perkembangan kerja pada pimpinan. Semua itu kemudian memberi satu efek yang luar biasa pada kebiasaan saya… Kurang Nafsu Makan.

Oke, bisa jadi ini terjadi gara-gara saya merupakan tipe pesuruh, yang lebih suka bergerak di lapangan atau bekerja berdasarkan perintah namun tidak bisa memberi perintah, atau tipe yang lebih suka eksplorasi hal nyata, bukan bahasa dan aturan serta birokrasi, hingga menyebabkan kekagetan luar biasa.

Untuk itu pula, saya lalu memohon sedikit kebijakan dari pimpinan agar diberi kesempatan mempelajari medan terlebih dahulu, sebelum terjun didalamnya nanti. Tentu dengan sedikit konsekuensi dan penyesuaian. *maaf apabila banyak pihak yang kemudian direpotkan

Namun seiring berjalannya waktu, meski belum sampai seminggu, bekerja bersama sebagian dari tim yang saya miliki, sungguh mengagumkan. Loyalitas mereka luar biasa. Hanya saja saya belum mampu melakukankan secara full team. Semoga saja apa yang saya khawatirkan tidak separah yang saya bayangkan. Meski sudah mulai terlihat bentuk kasarnya.

Yang hingga kini masih tetap menjadi beban adalah seberapa besar dan banyak kegiatan yang harus saya tangani dalam setahun nantinya, dan tentu berulang ditahun berikutnya. Memang tak akan bisa saya jawab dalam hitungan hari, namun tetap saja itu memberikan kekhawatiran akan kesalahan-kesalahan yang kelak akan saya perbuat.

Praktis, semua ini bakalan membuat saya makin jarang bisa menulis, ngoprek hingga bermain games *uhuk dan mengajak dua putri kami bercanda tawa seperti dulu.

*fiuh…
*apapun yang terjadi, terjadilah…
Hanya berharap bahwa semua bisa berjalan dengan baik…

Menjadi Bagian dari Sistem

4

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Kaget ? Tentu saja… Kaget setengah mati malah…

Sesaat setelah mendengar kabar dari Pak Gus Kompyang, kawan di Bagian Umum dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, minggu malam 28 April 2013 lalu, di Bale Banjar Tainsiat, sesaat setelah Serah Terima jabatan *uhuk Komandan Regu VIII ke Danru yang baru, pikiran saya seakan blank lantaran tidak menyangka bakalan mendapat kabar secepat itu…

Oke, meski Golongan saya sudah memenuhi syarat (III/c), pun gelar S2 sudah dikantongi tahun 2010 lalu, tak sedikitpun hasrat dan ambisi saya terlintas dibenak untuk naik menjabat sebagai Eselon IV mengingat ketiadaan koneksi dan usaha yang saya lakukan untuk melobi tingkat pimpinan yang lebih tinggi.

Jabatan itu adalah sebuah Amanah…

Demikian hal yang saya tahu dari kalimat yang dilontarkan oleh banyak ulama negeri ini. Bisa jadi ada benarnya…
Karena ketika mendengar kabar mengejutkan ini, sontak banyak hal yang terpikirkan seolah bersiap menjadi beban baru. Entah hubungan dengan staf, atasan ataupun secara horisontal, jenis pekerjaan, banyaknya, lingkup dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya…

Tak lupa memikirkan pula nasib saya sebagai Sekretaris di LPSE Badung, mengingat salah satu warning yang diberikan oleh pimpinan disitu adalah, posisi akan dikeluarkan segera setelah menjabat. So ?

Bukan, bukan masalah posisi dan peluangnya yang saya pikirkan, namun besaran reward yang selama ini saya terima secara resmi sesuai Peraturan Bupati Badung. Dimana reward ini sangat diandalkan untuk menutupi kebutuhan akan besarnya Biaya Asuransi Kesehatan yang saya tanggung untuk keluarga. Jika kemudian tidak ada lagi pos yang bisa diharapkan, mau nyari dari mana ?

Lantaran ini yang pertama kali dan tidak terduga, praktis kualitas tidur yang saya dapatkan pun tidak senyenyak biasanya, meskipun sebelumnya ya tidak bisa dikatakan nyenyak :p hampir ada saja beban yang saya pikirkan saat beranjak tidur, termasuk kesulitan Login yang dialami oleh kawan”ULP dan Rekanan di SPSE milik LPSE Badung sejak hari Jumat kemarin.

Nyatanya kini saya memulai karir dari Kasie Permukiman di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung. Sebuah tempat dimana bercokolnya pengajuan kegiatan fisik Jalan Lingkungan yang jumlahnya ratusan, plus pavingisasi dan PNPM yang rawan dikorupsi itu. *hasil telaah media Radar Bali setiap pagi

*fiuh…
*apapun yang terjadi, terjadilah…
Hanya berharap bahwa semua bisa berjalan dengan baik, tanpa satu hambatan yang menusuk dada…