Ingin Renovasi Rumah BTN Murah yang Anda Miliki? Ini Cara Untuk Menghemat Biayanya (bag 2)

Category : tentang KeseHaRian

Pada artikel sebelumnya, telah diulas mengenai berbagai cara untuk menghemat anggaran saat merenovasi rumah BTN Murah yang Anda miliki. Pada artikel kali ini akan kembali diulas beberapa cara lainnya agar dapat menghemat budget dalam merenovasi rumah BTN murah milik Anda. Berikut beberapa caranya.

Jika ingin membuat dua lantai, gunakan konstruksi baja ringan
Cara lain untuk menghemat budget renovasi rumah BTN murah adalah dengan menggunakan konstruksi baja ringan pada saat proses peningkatan lantai rumah. Ya, rumah BTN murah biasanya cenderung memiliki luas bangunan yang sempit sehingga dibutuhkan lantai tambahan agar semua ruangan dapat memadai. Untuk menghemat anggaran tersebut, baja ringan merupakan solusi yang tepat agar budget saat merenovasi rumah BTN murah tidak bengkak terlalu banyak.

Gunakan tenaga kerja dengan sistem harian
Selain material bangunan, perhatikan pula penggunaan tenaga kerja yang akan membantu jalannya proses renovasi. Untuk menghemat budget, Anda dapat menggunakan tenaga kerja dengan sistem harian bukan borongan per proyek. Hal tersebut bertujuan untuk menghemat durasi kerja agar sesuai dengan target yang diinginkan. Selain itu, pastikan Anda mengontrol kinerja dari tenaga kerja tersebut agar biaya yang Anda keluarkan untuk mereka tidak membengkak nantinya.

Proporsi tenaga kerja yang optimal
Selain memastikan sistem tenaga kerja yang digunakan, pastikan pula jumlah tenaga kerja yang Anda gunakan memiliki proporsi yang optimal. Jika renovasi rumah tidak dilakukan secara masif, Anda dapat menggunakan tenaga kerja setidaknya 2-3 orang saja. Apabila lebih masif, Anda dapat menggunakan tenaga kerja hingga 10 orang agar pekerjaan menjadi lebih cepat selesai dan tidak memakan biaya banyak saat merenovasi rumah BTN murah Anda.

Pastikan bahan material dipesan sendiri sesuai dengan kebutuhan
Selain memastikan jumlah tenaga kerja yang digunakan, pastikan pula semua bahan material yang dipesan Anda lakukan sendiri. Meski terdengar merepotkan akan tetapi pemesanan bahan material yang dilakukan sendiri dapat mencegah terjadinya kecurangan yang mengakibatkan bocornya anggaran. Dengan demikian, Anda dapat menjaga uang tidak sampai terbuang sia-sia.

FIFA 15 dan Asphalt 8 di AccessGO 4E ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu yang membuat kaget saat melakukan uji coba ponsel #Android Quad Core Murah untuk Semua, AccessGO 4E tempo hari adalah kemampuannya untuk memainkan dua Games dengan besaran data berukuran raksasa. Pertama ada FIFA 15 yang menghabiskan ruang storage Internal sebesar 1,22 GB dan kedua ada Asphalt 8 dengan space 1,56 GB. Setidaknya sedemikian besar yang harus siap diunduh kedalam perangkat dengan memanfaatkan paket data ataupun wifi hotspot terdekat.

Lalu… bagaimana hasilnya ?

Fifa 15, games besutan EA Sport ini sebenarnya bukanlah satu model permainan yang saya suka. Namun mengingat hasrat ingin tahu yang besar akan kemampuan ponsel AccessGO 4E, yang dibekali dengan empat inti Prosesor Quad Core 1,3 GHz dan dikombinasi dengan RAM sebesar 1 GB, maka jadilah rasa penasaran itu harus dituntaskan habis dengan mencobanya secara langsung.

Hasilnya, lumayan. Setelah menghabiskan waktu sekitar empat jam-an lamanya mengunduh apk dan data dari Google Play melalui wifi gratisan miliknya Telkom IndyHome berkekuatan 512 MB unlimited, maka berikut beberapa skrinsyut dari model permainan sepakbola FIFA 15 sebagai bukti uji. Gag perlu saya jelaskan lebih jauh apa dan bagaimananya kan ? Apalagi soal bagaimana cara memainkannya, saya yakin kalian jauh lebih mahir ketimbang saya.

Screenshot_2014-10-13-21-30-51

Screenshot_2014-10-13-21-33-54

Screenshot_2014-10-13-21-35-18

dan untuk link Video yang bisa dilihat saat ujicoba games FIFA 15 ini, bisa dilihat disini yah…

Kedua, ada Asphalt 8. Entah mengapa, meski berukuran sedikit lebih besar atau sekitar 1,56 GB data yang dibutuhkan, jika berencana diunduh dengan wifi yang sama kelihatannya sih bakalan jauh lebih lama. Sekitar 9-10 jam-an menunggu, jika mau. Maka pilihannya pun berpindah ke wifi kantor yang beruntung sedikit lebih cepat proses unduhannya, yaitu sekitar 2,5 jam lamanya. -tetep lama sih ya :p

dan berikut beberapa skrinsyut dari games permainan Asphalt 8 besutan Gameloft dimana model inilah yang sebenarnya jauh lebih saya sukai, utamanya pada layar PC. Jauh lebih puas untuk dinikmati tentu saja. Tapi karena penasaran jualah, akhirnya dicoba juga di perangkat berlayar 4,5 inchi ini. Yuk dilihat juga bagaimana gambar-gambarnya berikut ini.

Asphalt 8 PanDeBaik 1

Asphalt 8 PanDeBaik 2

Asphalt 8 PanDeBaik 3

Sedangkan link Video yang bisa dilihat saat ujicoba games Asphalt 8 ini, bisa dilihat disini yah…

AccessGO 4E, Android Quad Core Murah untuk semua

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu hal utama yang biasanya menjadi pertimbangan sebagian besar pengguna ponsel baik taraf pemula ataupun yang ingin berganti ponsel adalah Budget. Apabila yang namanya Budget bukan lagi menjadi satu masalah, biasanya pengguna tinggal menyasar spesifikasi terbaik diantara semua jenis ponsel dan brand yang ada, utamanya masuk dalam kategori flagship. Namun bagaimana jika Budget yang tersedia amat sangat terbatas ? Maka disinilah tantangannya dalam memilah dan memilih ponsel dengan kemampuan yang optimal namun memiliki harga jual ekonomis. Kira-kira masih ada gag ya ?

Disamping itu, Gag semua konsumen bisa menjangkau harga jual yang ditawarkan untuk sebuah ponsel berkemampuan menengah, apalagi untuk kalangan pelajar dan mahasiswa dimana kebutuhan masih harus dibagi lagi dengan aktifitas lain yang menjadi prioritas utama belajar. Maka tidak heran jika segmen ini kerap disasar sebagai potensi pasar terbesar bagi vendor global hingga lokal, dengan mengedepankan sejumlah fitur dan teknologi terkini sebagai nilai tawarnya.

Dalam rentang harga satu juta rupiah misalnya, tidak banyak pilihan yang bisa didapat jika konsumen kemudian mencoba untuk mensyaratkan beberapa spesifikasi ponsel pintar level menengah, dimana kebutuhan yang sekiranya mampu diakomodir mencakup sejumlah aktifitas sosial media, editing foto selfie atau bahkan hiburan games terpopuler. Di segmen ini rata-rata vendor masih bermain pada spesifikasi prosesor single atau Dual Core dengan besaran memory RAM 512 MB dan storage 4 GB.

Tapi ngomong-ngomong ternyata ada loh ponsel pintar yang bisa mengadopsi semua kegiatan diatas dengan spesifikasi kelas menengah dan dijual dengan harga amat sangat terjangkau. Gag percaya ? Simak berikut ini.

AccessGO 4E PanDeBaik 2

Desain dan Layar

Hadir dengan layar berukuran 4,5 inchi, dalam balutan material plastik karbonat layaknya Lumia series, membungkus lima sisi ponsel dan menyisakan sedikit list pinggiran, AccessGO 4E tampaknya ingin menyajikan wajah minimalis ala ponsel pintar serupa dari Taiwan.

Terdapat dua tombol fisik di sisi samping ponsel, dengan fungsi Power dan Standby di sebelah kanan ponsel dan Volume Up-Down di sisi seberangnya. Port Charger berada di sisi atas ponsel bersebelahan dengan lubang earphone membuatnya makin membuatnya terlihat simpel ketimbang ponsel pintar lainnya. Di sisi belakang terdapat lensa kamera berkekuatan 5 MP dengan lampu flash mini dan sisi depan tak terlihat satupun tombol haptic sentuh yang biasanya digunakan untuk mengakses fungsi Back, Home dan Pilihan. Rupanya semua pilihan itu murni dibebankan pada layar sentuh IPS LCD 16 juta warna dengan resolusi 540×960 pixel 245 ppi. Hal ini mengingatkan saya pada keberadaan perangkat tabletpc era terdahulu.

Sistem Operasi

Masuk pada penyajian layar, meski sudah mengadopsi Android terbaru versi 4.4 Kitkat namun apa ditampilkan kembali mengingatkan saya pada perangkat lama berbasis Android 3.0 Honeycomb dimana tiga fungsi sentuh tadi mengambil icon dari versi sistem operasi tersebut ditambah opsi Lock Screen yang menyertainya. Keberadaan tiga fungsi sentuh ini rupanya dapat disembunyikan dari tampilan layar, yang apabila ingin dimunculkan kembali, pengguna tinggal menggeser layar dari arah bawah ke atas. Sedikit unik, mengingat fungsi tersebut tidak tampil secara permanen seperti halnya perangkat tabletpc terdahulu yang disampaikan diatas.

AccessGO 4E Review PanDeBaik 1

Homecreen default perangkat ponsel AccessGO 4E ini menggunakan Launcher3 yang sayangnya tidak ditemukan opsi untuk melakukan pengunduhan tambahan terhadap theme lainnya. Sehingga pengguna harus puas dengan 6 varian theme yang tersedia plus 2 varian theme lockscreen. Untuk melakukan perubahan theme tersebut telah disediakan shortcut Switch Theme, memudahkan pengguna dalam berinteraksi.

Dalam tampilan Menu, ditemukan beberapa aplikasi tambahan, add on khusus bagi pengguna ponsel AccessGO 4E diantaranya, Backup dan Restore untuk data dan sistem yang ada didalamnya, Compass untuk menentukan arah mata angin, Skye untuk pembayaran online beberapa rekening penting, dan Torch untuk lampu penerangan memanfaatkan flashlight di bagian punggung ponsel. Selain itu ada juga menu Info dan Garansi ponsel, bermanfaat bagi pengguna seandainya ingin tahu lebih jauh tentang perangkat yang dipilihnya, juga aplikasi Slank sebagai ambassador ponsel menyajikan pilihan Musik, Video, profile dan berita terkini.

Di opsi Pengaturan atau Setting, ada hal unik yang saya temukan lagi didalamnya. Dimana akan ada opsi pengaturan tambahan yang akan tampil ketika pengguna melakukan beberapa perubahan. Misalkan dari input sim card ke dalam perangkat, akan memunculkan opsi pengaturan SIM Management pada kelompok Wireless and Network. Begitu juga saat mencoba menginstalasi Launcher tambahan, akan memunculkan opsi pengaturan Home pada kategori Device. Dan uniknya lagi, pada kategori System, terdapat opsi pengaturan Scheduled Power On & Off untuk mematikan dan menyalakan fungsi ponsel sesuai jadwal yang diatur. Sehingga jika dibutuhkan, ponsel akan mematikan dirinya pada jam-jam tertentu, malam atau saat istirahat siang, dan kembali menyalakan diri sesuai jadwal yang ditentukan.

Ketika masuk lebih dalam lagi, saya menemukan opsi untuk mengaktifkan Tethering atau fungsi untuk mengubah ponsel menjadi wifi Hotspot dan NFC alias Near Field Communication, sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transfer atau berbagi file dengan cara menyentuhkan perangkat satu sama lainnya. Dimana untuk fungsi terakhir ini rupanya teknologinya sudah tertanam secara default pada cover belakang ponsel. dan yang lebih unik lagi, saya menemukan G-Sensor Calibration yang dapat difungsikan sebagai alat untuk menyeimbangkan posisi ponsel diatas tanah atau media lainnya, sebagaimana yang biasanya ditemukan pada alat-alat pertukangan atau alat ukur Theodolit. Menarik tentu saja.

Sedangkan untuk keamanan ponsel, selain pilihan Slide to Unlock tadi, tetdapat pula opsi standar lainnya khas Android 4.4 Kitkat yaitu Pattern, PIN, password, Face Unlock dan Voice Unlock. Untuk yang satu ini, memanfaatkan suara pengguna untuk membuka kunci ponsel dengan melakukan pengaturan dan penyimpanan suara terlebih dahulu. Keren kan ?

dan yang lebih mengejutkan lagi, masih di bagian Keamanan atau Security, terdapat opsi untuk melakukan pengaturan Auto Start Management yang berfungsi untuk memilah aplikasi yang diijinkan berjalan saat booting awal ponsel sehingga diharapkan tidak memberatkan ponsel saat berada dalam posisi standby nantinya. Bagi yang paham dunia oprek, saya yakin tahu betul fungsi opsi yang satu ini, dimana jika dalam perangkat PC dikenal dengan istilah Auto StartUp Applications.

Hardware

Bicara soal spesifikasi, bisa jadi AccessGO 4E sesungguhnya lebih pantas masuk dalam kategori menengah, dimana secara penggunaan Prosessor, terdapat Empat Inti alias Quad Core dengan kekuatan 1,3 GHz tipe Cortex A7 dikombinasikan dengan Memory RAM sebesar 1 GB, rasanya sih sudah lebih dari cukup untuk mengakomodir seabrek aktifitas online yang biasanya dilakukan generasi muda jaman sekarang dari Games, sosial media, selfie hingga hiburan musik dan video. Dari pemantauan yang dilakukan sejauh ini, dalam pemanfaatannya, ternyata tidak semua prosesor ini berfungsi secara bersamaan, akan tetapi bergantung pada jenis aktifitas yang dilakukan. Jikapun kemudian pengguna melakukan aktifitas multitasking, bisa ditebak keempat prosesor ini akan aktif bahu membahu untuk memberikan performa terbaiknya saat digunakan.

AccessGO 4E Review PanDeBaik 3

Saat diuji benchmarking menggunakan aplikasi Quadrant, hasilnya lumayan pada score 7059, berada diatas ponsel lawas HTC One X dan Asus Transformer Prime. Sedangkan saat diuji dengan AnTuTu hasilnya cukup mengejutkan, berada pada score 17.681, dibawah perangkat Xiaomi, Sony Xperia Z2 dan Samsung Galaxy Note 3. Mengagumkan bukan ?

Sayangnya hanya satu. Besaran Internal Storage masih tergolong Standar yaitu 4 GB, dimana meskipun disediakan opsi untuk menambahkan eksternal storage hingga 32 GB, namun sepengetahuan saya, besaran 4 GB ini biasanya akan dibagi lagi untuk menyimpan data serta aplikasi secara terpisah. Hal ini dapat dilihat dalam menu pengaturan/storage dimana untuk space aplikasi hanya disediakan sebesar 2 GB saja, dan sisanya diberikan untuk penyimpanan data, musik gambar dan lainnya. Yang akibatnya adalah terdapatnya keterbatasan kemampuan perangkat dalam menyimpan jumlah aplikasi yang kelak akan digunakan, termasuk diantaranya Games atau permainan.

Dalam percobaan yang saya lakukan, dengan menginstalasi beberapa aplikasi dan permainan yang membutuhkan data tambahan di kisaran 50 MB, perangkat mampu merespon dengan baik pula saat digunakan secara bersamaan atau multitasking. Namun masalah akan timbul ketika pengguna mencoba melakukan instalasi serta download data dalam ukuran GB seperti Fifa 15 atau Asphalt 8, dimana perangkat akan menyarankan pengguna untuk menghapus beberapa aplikasi atau permainan lain yang menghabiskan storage sedemikian besar atau proses tidak akan dijalankan mengingat sisa space tidak mampu mengakomodir data yang dibutuhkan.

Hal yang sama juga terjadi Ketika proses kami balik urutannya dimana setelah permainan Fifa 15 berhasil kami instalasi dan unduh data yang dibutuhkan, perangkat akan kembali menyarankan pengguna untuk menghapus permainan tersebut saat kami coba untuk menginstalasi beberapa permainan lainnya macam Clash of Clans, Paradise Island maupun Subway Surfers. Agak repot memang.

Sehingga disarankan, agar pengguna lebih selektif dalam memilih aplikasi atau permainan yang ingin diinstalasi kedalam perangkat, atau memanfaatkan aplikasi tambahan untuk melakukan pemindahan data atau aplikasi atau permainan yang mengambil space lumayan besar ke eksternal memory atau sdcard, sehingga semua aplikasi dan permainan tersebut tetap dapat digunakan dengan baik.

AccessGO 4E Review PanDeBaik 2

Ohya, apa tadi sempat saya sampaikan bahwa dengan spesifikasi tersebut games sekelas Fifa 15 dan Asphalt 8 ternyata bisa dimainkan dengan baik ?

Disamping itu secara spesifikasi lainnya, ponsel AccessGO 4E memiliki kemampuan Dual Standby untuk dua sim card berbentuk micro (sim 1) dan mini (sim 2), yang letaknya berdampingan dengan slot sdcard dibalik cover belakang. Dimana pengguna wajib mencopot batere untuk bisa memasukan ketiga kartu tersebut. Jaringannya sendiri mendukung HSDPA dan HSUPA 900 serta 2100.

Kamera

Sebagaimana yang disampaikan di awal tadi bahwa AccessGO 4E menyandangkan lensa kamera berkekuatan 5 MP di sisi belakang ponsel didukung mini flashlight untuk menjaga objek dari kegelapan, ditambah pula lensa kamera 2 MP di sisi depan untuk memuluskan hasrat ber-selfie bersama kawan lainnya.

Adapun beberapa fitur yang didukung oleh lensa kamera utama diantaranya Live foto mode, face beauty mode dan panorama mode. Dengan opsi pengaturan Exposure, Color Effect (mono, sepia, negative, aqua, blackboard dan whiteboard), Scene Mode (auto, night, sunset, party, portrait, night portrait, theatre, beach, snow, steady, fireworks, sports, dan candle light), serta white balanced. Untuk perekaman videonya sendiri mampu mendukung pengambilan HD hingga 1080p.

Baterai

Untuk mendukung daya tahan ponsel, AccessGO 4E menyematkan batere Lithium berkekuatan 1700 mAh yang dalam kondisi standby dengan aktifitas normal mampu bertahan sehari dengan kondisi full di pagi hari.

AccessGO 4E PanDe Baik paket

Harga

Jika kalian masih menganggap biasa saja ulasan sejak awal tadi mengingat secara materi bisa jadi tidak banyak hal baru yang ditawarkan, namun cobalah membacanya sekali lagi saat saya ungkap dan kaitkan soal harga jual yang ditetapkan dari pihak vendor untuk ponsel AccessGO 4E.

Hanyalah sebesar 1.010.000 rupiah saja sudah bisa dibawa pulang. Kaget ? Surprise ? Tentu saja.

Mengingat, balik lagi ke awal tadi, dengan harga sejutaan (beneran sejuta tanpa ekor 999ribunya), pengguna sudah mendapatkan sebuah ponsel yang berkemampuan optimal empat inti prosesor atau Quad Core dengan RAM 1 GB, lantjar djaja saat digunakan untuk menjajal games kelas berat macam Fifa 15 atau Asphalt 8 (apalagi Clash of Clans atau Subway Surfer), sambil diajak berMultitasking. Apakah itu belum cukup ?

Dalam paket penjualannya, ponsel AccessGO 4E dibekali dengan charger yang sekaligus berfungsi sebagai kabel data, kartu garansi, petunjuk pemakaian dan earphone. Untuk penjualannya sendiri bisa pesan secara online lewat Lazada atau gerai ponsel terdekat. Tak lupa mengambil info di tulisan sebelumnya dan halaman web mereka, untuk layanan purna jual terdapat 28 service centre yang bisa dijangkau kedepannya, baik Jakarta, Surabaya, Jogjakarta maupun Denpasar dan lainnya.

AccessGO 4E, Quad Core Murah untuk Semua ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Kebutuhan akan sebuah perangkat ponsel pintar di jaman kekinian sepertinya sudah menjadi satu standar baku bagi semua kalangan untuk sekedar menemani aktifitas harian, pekerjaan bahkan hiburan. Apalagi untuk segmen generasi muda yang notabene menjadi sasaran empuk bagi para vendor kenamaan, saling berlomba menawarkan fitur dan teknologi terbaru sebagai nilai tambah demi meningkatkan potensi penjualan dan memenangkan persaingan. Dimana pangsa pasar ini memiliki seabrek aktifitas yang biasanya dijalani, dari bermain games sekelas Clash of Clan, bersosial media seperti Facebook, Twitter ataupun Path dan Google Plus, aktif berbicara melalui aplikasi messenger BBM, Whatsapp, Line atau WeChat, maupun Selfie dan photo editing Camera 360 hingga Instagram. Ini belum termasuk aktifitas harian lainnya seperti email, voice ataupun office processing.

Untuk dapat mengadopsi banyaknya kegiatan yang kini sudah dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan satu media smartphone, salah satu yang kemudian menjadi standar baku adalah seberapa besar kemampuan yang dimiliki dan mampu dijalankan. Dalam kapasitas sebuah ponsel, biasanya yang menjadi tolok ukur adalah besaran prosesor, memory RAM dan internal storage. Infonya dalam perkembangan terakhir, perpaduan kekuatan inilah yang kemudian menjadi pertimbangan dalam memilih sebuah perangkat ponsel pintar, ditambah jika memungkinkan dengan faktor besaran Budget yang dibutuhkan.

Biasanya makin besar kemampuan yang dimiliki, makin mahal pula harganya. Namun seiring dengan kompetisi yang dilahirkan, ongkos produksi tampaknya mulai dapat dipangkas untuk dapat memberikan pilihan yang lebih banyak bagi konsumen. Faktanya, untuk mengakomodir seabrek kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah perangkat level menengah dimana memiliki kisaran harga 2 juta keatas. Itupun pilihan yang ada hanya beberapa item saja dirilis oleh vendor dengan kombinasi standar. Hal ini menjadikannya sebuah tantangan bagi semua kalangan khususnya generasi muda, memilih perangkat pintar berkemampuan optimal dengan harga yang seekonomis mungkin.

AccessGO 4E PanDeBaik

AccessGo, jika dilihat dari track record yang ada merupakan pendatang baru di barisan vendor smartphone regional. Berbasiskan sistem operasi Android 4.4 Kitkat, mereka tampaknya ingin mencoba peruntungan di pasar Indonesia yang memang tergolong menggiurkan bagi belasan produsen lainnya. Salah satu jagoan yang saat ini akan diperkenalkan kepada publik adalah seri AccessGo 4E yang notabene dari spesifikasi sebagaimana terlampir pada halaman website resmi mereka di http://accessgo.com/ disenjatai dengan prosesor berkekuatan empat inti alias Quad Core 1,3 GHz Cortex A7. Dikombinasi dengan besaran memory RAM standar masa kini 1 GB plus internal storage 4 GB rasanya harapan untuk dapat menjajal berbagai kemampuan di awal tadi sudah sedikit terbayang meskipun secara storage, masih jua terasa kurang. Tapi jangan khawatir, AccessGo telah menyiapkan slot memory card eksternal sebagai storage cadangan untuk mengantipasi banyaknya space yang dibutuhkan dalam beraktifitas. Tentu pengguna musti rajin juga melakukan pemantauan terhadap sisa internal storage demi menjaga performa ponsel secara keseluruhan.

Dibekali ukuran layar 4,5″ tipe IPS LCD 540×960 pixels, tentu sudah cukup lapang untuk digunakan beraktifitas sebatas sosial media ataupun bermain games bahkan untuk aktifitas harian sekalipun. Dan ini berpengaruh pula pada dimensi ponsel yang cukup nyaman untuk masuk ke saku celana ataupun kemeja. Datang dengan fitur microSim Card Dual Standby , ponsel yang mendukung jaringan 3G HSDPA HSUPA ini siap menemani kalian, kapanpun dan dimanapun berada.

Untuk mengabadikan momen penting, AccessGo 4E menyediakan lensa kamera berkekuatan 5 MP di sisi belakang dan 2 MP di sisi depan, yang disertai LED flash dan fitur autofocus, ditambah kemampuan perekaman video HD 1080p. Cukup memuaskan termasuk diantaranya demi menyalurkan hasrat Selfie bersama kawan lainnya.

Namun Terpenting, dari semua fitur kelas menengah yang disajikan tadi, AccessGo 4E rupanya ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau dan bersahabat bagi kalangan generasi muda sekalipun. Satu Juta perak pas mantab. Bukan sejutaan seperti iklan ponsel lain yang ada ekor 999ribu, tapi beneran sejuta. Surprise ? Tentu saja. Bahkan infonya nih, untuk Launching mereka menawarkan harga 969ribu rupiah saja. Makin ngiler… :p

Dengan harga jual yang hanya sejuta perak itu, tentu AccessGo 4E merupakan satu pilihan yang layak untuk dinanti peluncurannya pertengahan Oktober 2014 ini. Mengingat pada rentang harga yang sama, kalau tidak salah belum ada kompetitor yang berani hadir dengan kemampuan tersebut. Rata-rata masih bergerak pada prosesor Dual Core 1 GHz dengan kombinasi RAM 512 MB.

Tapi eits, jangan puas dulu. Karena selain menyediakan fitur standar FM Radio, GPS dan dukungan nirkabel Bluetooth serta kemampuan untuk menjadikan ponsel sebagai perangkat hotspot lewat Tetheringnya, AccessGo 4E pula menyediakan akses NFC alias Near Field Communications dimana pengguna memiliki peluang untuk saling bertukar file dengan cara menyentuhkannya satu sama lain. Keren bukan ?

Satu-satunya kelemahan kecil yang dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan adalah data tahan baterai yang hanya berkekuatan 1.700 mAH, masih tergolong standar apabila melihat dari trend yang ditawarkan belakangan ini. Jadi untuk berjaga-jaga, ada baiknya disediakan pula teman setia para ponsel yaitu PowerBank sebagai backup daya.

Mengingat AccessGo merupakan pendatang baru, tentu saja salah satu kekhawatiran konsumen akan pilihannya kali ini adalah Layanan Purna Jual atau aftersales yang rupanya telah pula dipersiapkan secara matang lewat 28 gerai di berbagai kota besar se-Indonesia termasuk diantaranya Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Manado dan lainnya.

Hmmm… rasanya ponsel yang satu ini, memang layak kita tunggu nih kehadirannya.

Ngalor Ngidul Android Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Invasi puluhan Brand Lokal/China ke #Android harus patut disyukuri sekaligus disesali.

Disyukuri lantaran mampu hadir di kisaran harga murah, yg efeknya tentu brand global makin berani menurunkan harga jual demi bersaing di tingkat bawah (Acer iconia B1, Asus Memopad, Galaxy P3110), Sedang patut disesalkan, karena berpotensi mengecewakan para peminatnya yg sudah kadung menanamkan harapan tinggi di rentang harga murah. Hal yang sama dulu sempat terjadi saat Invasi ponsel lokal/china ke ponsel layar sentuh ala iPhone, atau keypad qwerty ala BB.

Kalo jaman dulu berani beli BB seharga 2,5 juta dengan segala keterbatasan, minimal kini berani ngambil #Android direntang minimal sama. Untuk pilihannya bisa lirik Sony XPeria P, Samsung Galaxy SIII Mini, atau HTC One SC.. yg rata”punya spek tingkat menengah, gag bakal nyesel. Ohya, bagi kalian yg pegang Sony XPeria P, siapkan laptop buat install Sony PC Companion, syarat mutlak Upgrade ke OS #Android 4.1 JellyBean

Pertanyaan iseng saja untuk kawan”Droid, kira”apa pengalaman yg dirasakan pas memilih menggunakan #Android murah sejutaan ? Minimal, apa yg diinstalasi, aktifitasnya ngapain aja, trus harapannya apa ? *memilih #Android murah

Sedang pertanyaan yg sama kedua, ditujukan bagi yang beruntung punya Budget dan memilih ponsel #Android menengah ke atas… ada masukan ?

@gustulang kalo Sony yg paling deket secara harga bisa lirik Xperia P tadi, itu ponsel yg saya pilihkan buat Mertua :p Dual Core, RAM 1 GB, layar 4 inchi, OS 2.3 uprage ke 4.1 JB, storage 16 GB. Minusnya, gag dukung External mem dan batere 1300 mAh. secara material agak berat, serupa HTC One, metal tok isinya, jd agak licin kalo lg keringetan. Cuma lupa ada front cam gag ya ? utk Sony, itu yg paling terjangkau tapi spek oke… kalo masalah di power, lirik Tablet Samsung Tab 2 7.0 4000 mAh :p tapi kalo males nenteng tablet kemana”, mungkin bisa lirik Note II yg posisi di 3000 mAh, lumayan standby seharian :p *mahal tapi

@anggundwikarina kalo batere panas kan gara”online dan pemakaian terus”an, pertimbangkan aplikasi Battery Saver, biar onlinenya berkala

Kenapa tadi saya tanya begitu ? Karena sepengalaman dulu pas punya #Android menengah kebawah, dimana RAM dan storage terbatas Bawaannya selalu khawatir dan selalu kepikiran buat ngeRoot. Tujuannya ya apalagi kalo bukan mindahin aplikasi dan games ke sdcard. Selain itu juga rajin cek apps start up manager, dengan harapan gag banyak yg running saat ponsel standby dan ngabisin memory RAM. Jadi memang saat itu agak selektif buat instalasi Apps dan games… harapannya agar vendor bisa rilis yg mumpuni dgn harga murah :p

Sedang pas memutuskan ambil yg kelas menengah, malah gag pernah kepikiran buat ngeRoot dan semacamnya, berhubung gag banyak masalah. Utk games malah sengaja hunting yg ukuran besar, apk minimal 20an MB (games Baby Bus, Dr. Panda, dll), gag khawatir kehabisan RAM & storage.

Trus kalo ngambil Android papan atas, rasanya gimana hayooo…

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Pemula

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Mumpung hasrat nulis lagi seger, setelah mendapat libur beberapa hari akhir pekan lalu, minggu ini saya turunkan tiga tulisan sekaligus yang menyasar pada perburuan ponsel Android di tiga level pemakai, Pemula, Menengah dan papan Atas. Mengingat bulan ini beberapa veendor sepertinya sudah melepas para jagoan mereka untuk bersanding satu sama lain memperebutkan kue penjualan di akhir tahun 2013.

Untuk Tulisan Pertama, saya turun di level Pemula terlebih dulu.

Pada level Pemula, persoalan harga saya pilah antara sejutaan hingga satu setengah juta rupiah. Di level ini biasanya para vendor terutamanya branded, menurunkan beberapa rilis versi murah milik mereka, dimana spesifikasi yang diandalkan masih mengadopsi besaran prosesor 800 MHz, 512 MB RAM dan 4 GB Internal Storage. Kalopun ada yang masih berada di bawah spek tersebut, mending segera singkirkan dari daftar deh.

Pilihan pertama dari Samsung sang pemimpin pasar, bisa diwakilkan oleh Samsung Galaxy Young seri S6310 yang dibanderol sekitar 1,2 juta. Kemampuannya termasuk lebih dari standar speek seperti yang saya sebut diatas tadi. Yaitu prosesor 1 GHz, 768 MB RAM. Sisanya, tergolong sama, pun demikian halnya dengan besaran dan resolusi layar.

Pilihan kedua yang bisa dilirik adalah Sony Xperia E yang mengadopsi kecepatan prosesor 1 GHz dan 512 MB RAM. Sedikit kelebihan yang bisa diandalkan oleh Sony pada seri ini adalah besaran daya batere 1.500 mAh, lumayan tahan untuk seharian, kurang tapi, serta dukungan kamera yang memang dikenal dengan fiturnya yang oke.

Sedang terakhir, pilihan berasal dari LG Optimus L3 II, dengan kekuatan yang setara perangkat milik Sony namun lebih terjangkau seperti halnya Samsung. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki adalah adanya opsi dukungan Dual Sim yang berselisih harga sekitar 100ribuan dengan versi single.

Sebagai pilihan alternatif di rentang ini, terdapat nama dari vendor lokal seperti Lenovo A800 dan Acer Liquid Z120 dengan spesifikasi dan harga setara LG.

Lantas bagaimana dengan nama besar HTC ? sebagaimana yang diketahui sebelumnya, sangat jarang bisa ditemukan perangkat HTC yang diluncurkan dengan harga murah sejutaan, meski menyasar pangsa pasar level Pemula. Jadi untuk yang satu ini, boleh diabaikan, kecuali kalo mau berburu second hand yang rata-rata berasal dari generasi pendahulu.

Punya Android, kini bukan mimpi lagi

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Balik sejenak ke tahun 2010 lalu, dimana perkembangan teknologi ponsel masih dipenuhi oleh model keypad qwerty ataupun layar sentuh ala iPad, yang dipenuhsesaki perangkat tanpa sistem operasi, khas lokal atau China yang memang marak dan terjangkau, sebaliknya Android masih tergolong langka dan mahal. Terhitung baru beberapa nama vendor saja yang masuk dan hadir sebagai pionir.

Dibandingkan dengan ratusan line up yang dijebolkan ke publik, Android masih tergolong barang mewah dimana secara spesifikasi, rata-rata menggunakan jeroan high-end meski ada pula yang low, namun tetap saja dikemas dalam desain keren dan harga selangit.

Banyak pihak yang meragukan kehadirannya bakalan menembus dominasi BlackBerry, iPhone dan Nokia yang saat itu masih merajai pasar dengan penjualan gila-gilaan. Namun jujur, Saya sendiri saat itu begitu optimis dengan kehadiran Android dan yakin bakalan jadi the Next Thing seperti halnya keberadaan ponsel china atau lokal, dan memang terbukti. Bukan lantaran kemewahan desainnya atau spek yang mumpuni, namun lebih pada banyaknya vendor yang kelak bakalan membackup. Ini seperti melihat sistem operasi Windows Phone dan Symbian di masa jayanya.

Masuk ke tahun 2011, dimana untuk pertama kalinya mimpi saya akan kepemilikan perangkat Android bisa terwujud, Samsung memulai perang dengan merilis empat line up terbaik dengan mengusung sistem operasi terbaru saat itu, Froyo 2.2 dimana fungsi Tethering atau mobile hotspot sudah bisa ditemukan tanpa perlu menggunakan bantuan sarana tambahan lagi. Satu hal yang kemudian mengubah fungsi modem portable.

Masuknya jajaran ponsel Samsung Galaxy series ke pangsa pasar mid to low end, yang saat itu masih didominasi barisan Android mid hingga high end, membuat banyak vendor kemudian berusaha untuk turut mengikuti dengan merilis satu dua perangkat murahnya, demi mencuri perolehan kue yang sedianya tidak mampu diambil alih oleh perangkat berbasis iOS atau iPhone, pun BlackBerry, sebagai raja saat itu.

Mini, Gio, Fit dan Ace, menjadi empat bersaudara yang paling diincar lantaran harga yang lumaya terjangkau (kisaran 1,2 hingga 2,75 jutaan), namun sudah memiliki beragam kemampuan yang sudah bisa menyamai kemampuan perangkat dari vendor lain di rentang harga diatasnya.

Terpantau di akhir tahun 2011, beberapa vendor yang dahulunya masih setia merilis feature phone, atau ponsel tanpa sistem operasi, mulai mengendus pasar dengan menurunkan seri Android murah sejutaan mereka demi persaingan tingkat global, serta masuk dalam lini pemula. Hasilnya mantap. Pelan tapi pasti, dominasi Android mulai terasa di tengah gempuran perangkat dan iklan BlackBerry yang mengagungkan fitur messengernya.

Keberadaan Android murah dan terjangkau kian mengganas, seiring pembaharuan teknologi dan sistem operasi, dimana standar yang ada sudah mulai bergeser pada versi 2.3 atau GingerBread. Inilah awal era keemasan Android dalam usahanya merebut posisi peringkat teratas penjualan ponsel maupun TabletPC tingkat Global.

Hegemoni Android pun kian memanas seiring dirilisnya seri flagship atau perangkat yang mengusung jargon Ter- dari segala segi. Meski demikian, ponsel dan TabletPC Android murah tetaplah menggoda iman.

Dengan budget sejutaan, calon pengguna kini sudah bisa mendapatkan satu perangkat yang mumpuni serta mampu bersaing dengan barisan ponsel dari vendor lain di rentang harga yang sama. Meski ada juga yang mencoba menyandingkannya dengan beberapa perangkat tingkat pemula milik vendor lain, yang dijual dengan kisaran harga diatasnya.

Setidaknya ada fitur Mobile Hotspot, ratusan Games dan aplikasi gratis dari pasar milik Google, kemampuan yang memuaskan untuk multimedia dan hiburan, plus dukungan kerja meski hanya sebagai viewer saja.

Jika dengan yang tingkat pemula dan budget terjangkau saja, sudah bisa melakukan semua hal, bagaimana dengan perangkat flagship dari masing-masing vendor yah ?

Pikir-pikir sebelum memilih Android Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perkembangan sistem operasi mobile phone yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, tampaknya makin menjadi sejak awal tahun 2012 ini. Setelah naik secara pesat di tahun sebelumnya, kini Android mulai merambah ke berbagai segmen pengguna dan tentu saja merambah ke berbagai jangkauan harga.

Dengan maraknya lini yang ingin dikuasai oleh sistem operasi ini lewat beragam brand termasuk lokal, pada akhirnya banyak pula suara tidak puas akan kinerja perangkat yang mereka pilih yang rata-rata merupakan konsekuensi dari rendahnya harga jual yang ditawarkan. Untuk itulah kami secara pribadi lebih kerap menyarankan kepada Rekan Droid untuk memilih perangkat Android tingkat menengah keatas demi mendapatkan kinerja dan kepuasan yang optimal. Mau tahu alasannya ?

Minim Fitur. Dengan harga tawar yang murah bahkan ada juga beberapa perangkat sebesar tabletPC yang dijual di bawah satu juta rupiah, rata-rata hanya membawa fitur bawaan dari sistem operasi yang dipergunakan. Hal ini berbeda dengan Android kelas menengah yang rata-rata mulai menawarkan berbagai aplikasi atau fungsi tambahan pula user interface atau tampilan yang cenderung lebih memudahkan pengguna untuk berinteraksi.

Kecepatan dan Kemampuan Standar. Dari pantauan kami di beberapa perangkat ponsel ataupun tabletPC berbasis Android berharga murah, hanya dibekali dengan prosesor serta besaran memory RAM yang terbatas. Padahal dua hal inilah yang merupakan pemicu tenaga perangkat sejak awal digunakan. Apalagi kelak ketika pengguna mulai menginstalasi dan menggunakan aplikasi atau permainan dalam jumlah banyak atau multitasking, barulah leletnya bakalan terasa.

Keakuratan dan Kualitas Layar. Iklannya sih boleh, layar sentuh berjenis kapapatitif. Tapi jangan heran apabila tingkat sensitifitas layar malah jauh dari harapan. Bahkan ada pula perangkat yang perlu menekan layar dua kali untuk bisa menjalankan perintah. Belum lagi soal tingkat kecerahan dan kejernihan layar, pula kualitas bahan yang dipergunakan.

Ketiadaan Update OS. Saat perangkat dijual ke pengguna, rata-rata versi OS yang disuntikkan sudah mengadopsi keluaran terbaru, entah 2.3 Gingerbread atau 4.0 Ice Cream Sandwich, meski ada juga beberapa lainnya yang lebih memilih versi lama 2.2 Froyo. Namun ketika permasalahan atau bugs muncul ditengah pemakaian, versi Update sangat jarang diberikan untuk mengatasinya. Demikian pula jika Rekan menginginkan Upgrade ke versi OS yang lebih baik.

Kapasitas dan daya tahan batere. Android dikenal rakus daya lantaran kebutuhannya untuk memanfaatkan koneksi data demi mendukung aktifitas secara optimal. Untuk itu pula beberapa perangkat kelas menengah keatas mulai meningkatkan kapasitas dan daya tahan batere mereka demi kepuasan pengguna. Tidak demikian halnya dengan Android murah. Terpantau beberapa perangkat tabletPC lokal masih menggunakan kapasitas batere yang setara dengan ponsel Android kelas menengah. Sehingga untuk sekali charge penuh biasanya hanya dapat digunakan selama 3 jam secara konstan. Itu artinya, untuk penggunaan harian biasanya dibutuhkan dua tiga kali charge. Sangat merepotkan bukan ?

Dukungan Komunitas. Jika hasrat untuk memiliki perangkat Android murah hanya sebatas menggunakannya secara standar, barangkali tidak akan banyak masalah yang kelak dijumpai saat pemakaian. Namun kadang-kadang ketika menemukan kesulitan dalam beraktifitas, dukungan komunitas dan juga forum akan jauh lebih memberikan pencerahan atau solusi terutama bagi pengguna awam.

Nah, enam alasan itulah yang menjadi bahan pertimbangan kami dalam memberikan rekomendasi jika Rekan Droid menginginkan perangkat Android sebagai pilihan berikutnya. Jangan sampai salah pilih ya.

Tips #Ngandroid Memilih Perangkat Android sesuai Budget

4

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Selamat Siang Kawan Droid, jam makan siang nih… Sambil menunggu pesanan datang, #ngandroid yok
  • Kalopun setelah baca”tuit disini trus jadi kepengen ambil #Android, jangan sampe salah pilih yah… Biar gag nyesel trus dijual lagi 🙂
  • Saran saya cuma satu dalam memilih ponsel #Android biar gag sampe nyesel, ambil yang masuk kategori Menengah keatas kisaran budget 2,5jt lah
  • Dalam rentang 2,5 jt keatas, rata”perangkat #Android sudah memuaskan dari segi kinerja dan kemampuan
  • Kalopun anggaran mepet, bisa pilih yang 1,75 jt s/d 2,5 jt, masih ada beberapa #Android yang masih layak bersaing dengan perangkat lain
  • Nah, trus kenapa saya rekomend di rentang itu, bukan yang harganya murah ? Karena ya ada harga pasti ada rupa, biar gag nyesel gitu deh
  • Hal lain yg barangkali boleh dijadikan pertimbangan untuk memilih perangkat #Android adalah (1) brand, (2) spesifikasi dan (3) dimensi layar
  • Untuk Brand/vendor #Android, berpengaruh pada ketersediaan layanan purna jual, forum atau komunitas, dan ketersediaan Upgrade OS
  • Dlm hal keberadaan Brand/vendor #Android, jika boleh diurut mulai dr Samsung, HTC, Sony, LG, Motorola, Acer, Asus, Nexian dan terakhir lokal
  • Kalo dr Spec, standar minimal agar saat digunakan tanpa lag atau jeda, pilih yg punya Prosessor 1 GHz, memory RAM 512 MB dan storage 512 MB
  • Dan dari besaran layar, pilih yang sekiranya nyaman bagi mata dan jari tangan Anda :p minimal ukuran 3,5 lah
  • Mengapa ditekankan pada jari, krn jika jari Rekan mirip dengan punya saya, jempol semua, layar yg lebih kecil dari 3,5″ bisa jadi bermasalah
  • Beberapa Rekomend ponsel #Android yang gag mengecewakan khusus bagi pengguna pemula ada Samsung Galaxy W, SE Xperia Ray/Neo, Huawei Honour
  • atau bagi yang minim budget bisa hunting Samsung Galaxy Ace/Pro, SE Xperia Miri/Pro, HTC Salsa, LG Optimus… Apa lagi yah?
  • @adityajamers Galaxy Pocket kalo gag salah, promo cuma 1,05 juta
  • @SiskaSzabo ah ya, Active dan Live Walkman masuk rentang harga dan prosesor 1 GHz juga kan?
  • Kalo punya budget kisaran 4 s/d 5 jutaan, silahkan lirik #Android kelas atas, Samsung Gal S II/Nexus/Note, HTC Sensation, LG Optimus 3D
  • Motorola Droid… atau sekalian TabletPC… bisa juga iPhone :p *membelot #AndroidKelasAtas
  • Lha trus kenapa gag Rekomend #Android sejutaan kebawah ? Ada alasannya loh…
  • Pertama, dari segi layar biasanya gag optimal, baik bahan yang gag anti gores, resolusi standar 240×320, kedalaman 256K warna #AndroidMurah
  • Jika Rekan ingin meyakinkan lagi, silahkan uji dahulu dengan membuka beberapa halaman browser, dan bandingkan dengan yang tingkat menengah
  • Kedua, Spesifikasi. Rata-rata mengadopsi 600 s/d 800 MHz yang kadang masih suka lag atau jeda saat digunakan Multitasking #AndroidMurah
  • Ketiga, Minim Fitur. Biasanya masing”vendor memberikan bonus aplikasi atau Launcher yang memang membuat ponsel jadi lebih unik dan berwarna
  • Pada #AndroidMurah, fitur”tersebut tidak diberikan mengingat keterbatasan harga jual dan kemampuan ponsel
  • Keempat, kapasitas dan daya tahan batere. Ini relatif sebenarnya, bergantung pada pola pemakaian Rekan selama #ngandroid
  • @SiskaSzabo gal Y masih menggunakan resolusi layar 240×320 dan 256K warna, beda dengan active
  • @SiskaSzabo wajar, Active punya kelebihan OutDoor, tahan aer, debu dan banting. Tapi gag tahan dirayu :p
  • …dan kelima, minim dukungan Upgrade OS. Apalagi kalo perangkat berasal dari brand lokal…
  • Utk yg masuk kategori #AndroidMurah ada Samsung Gal Mini, Young, Pocket (promo nih), LG Optimus Me (bener gag sih?), Nexian, Imo, K-Touch
  • Tp kalopun Budget mmg terbatas, ya mau bilang apa lagi? Stidaknya meski #AndroidMurah, tp fitur msh bs bersaing dgn ponsel lain di kelas tsb
  • Sekian dulu ya tentang “jangan sampai salah pilih #Android”, mau pulang dulu :p *JumatHariPendek
  • Kabarnya Samsung Galaxy S II dihentikan produksinya karena dari segi harga jual, bersaing dengan #Android TabletPC Samsung
  • Yang tadi itu khusus bagi Pengguna Pemula yang ingin beralih dari ponsel lain atau sekedar berkenalan dengan #Android
  • Sedang bagi pengguna #Android lama, saya yakin rata”pada pengen yg lebih baik lagi dari yg sedang digunakan, pula dgn kapasitas batere besar
  • Melirik Varian TabletPC Lokal nan Murah

    7

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Sejauh pengamatan pribadi, saya pikir kehebohan yang diciptakan oleh kehadiran perangkat TabletPC ditengah-tengah masyarakat kita tahun 2011 ini, tampaknya belum menjadi sebuah kebutuhan penting untuk mendukung beberapa pekerjaan, ataupun menggantikan fungsi sebuah NetBook, namun masih baru sebatas pemuas rasa penasaran saja.

    Tingginya harga sebuah TabletPC yang musti ditebus untuk bisa menjajal kemampuan perangkat dengan baik, masih menjadi beban dan pertanyaan bagi mereka yang tergolong penasaran namun ingin tersebut. Saya salah satunya. Hehehe…

    Jika Rekan sependapat, mungkin tulisan berikut masih bisa disimak hingga selesai sebagai salah satu referensi tambahan sebelum memutuskan untuk ‘membeli sebuah perangkat tabletPC yang berkelas’.

    Dengan budget dibawah 3 juta rupiah, sebuah perangkat TabletPC akan jauh lebih terasa terjangkau oleh sebagian besar penduduk negeri ini. Sayangnya, di rentang harga tersebut, tak satupun TabletPC yang hadir, datang dari Brand atau merek Global ternama. Masih didominasi nama-nama lokal dengan kemampuan yang tergolong lokal pula. Jadi ya dimaklumi saja.

    Seperti halnya tulisan Melirik ponsel Android Murah beberapa waktu lalu, tiga hal yang mutlak diketahui sebelum mulai memilih saya rasa akan sama saja. Sistem Operasi Android 2.2 Froyo, keberadaan Koneksi Data WLan atau Wifi selain 3G dan juga keterbatasan kecepatan prosesor yang disertakan. Apa saja pilihannya ? Yuk kita mulai.

    Huawei Ideos S7. Datang dengan kisaran harga 2,7 Juta, Huawei saya rasa patut menjadi 1rst rekomendasi yang bisa dijadikan pilihan untuk mencicipi Android murah dikelasnya. Dengan kemampuan prosesor sebesar 1 GHz dan juga fungsi Voice Call (telepon), saya yakin Huawei bakalan menyedot perhatian besar dibanding yang lain. Sayangnya, Meski layar yang digunakan tergolong lebar, Huawei masih menggunakan type Resitif yang artinya pengguna diwajibkan menggunakan Stylus tambahan untuk membantu akses selama beraktifitas.

    Tabulet Troy. Sedikit lebih murah, Tabulet menawarkan spesifikasi jeroan yang tidak jauh berbeda dengan Huawei. Prosesor ARM Cortex A9 1 GHz dan Storage internal 4 GB serta mengadopsi memory 512 MB, tampaknya sudah cukup mapan untuk kinerja sebuah perangkat TabletPC. Dengan dimensi layar dan juga daya tahan batere yang nyaris sama dengan Samsung Galaxy Tab, tampaknya perangkat yang satu ini bisa menjadi rekomendasi kedua yang memungkinkan untuk dipilih.

    ZTE Light Tab. Dengan harga yang pas 3 Juta rupiah ini, secara kemampuan jeroan prosesor ternyata lebih rendah ketimbang Huawei Ideos. Berbekal memori 512 RAM/ROM sebagai penyimpanan utama, ZTE Light Tab siap memanjakan penggunanya dengan memberikan kapasitas daya yang lebih besar ketimbang rivalnya. 3.400 mAh.

    Amethys Pad LX-100. Amethys Bisa dikatakan brand yang tergolong baru di negeri ini. Dengan tawaran harga sekitar 2,5 juta rupiah, paket penjualan tabletPC satu ini tergolong paling menarik. Selain menyertakan tas/case khusus, terdapat pula keyboard tambahan yang dapat digunakan sebagai media input perangkat. Tidak hanya itu, disekeliling bodinya terdapat dua port tambahan diluar Charger dan slot kartu memory, seperti miniUSB, miniHDMI , yang mampu membantu perangkat Amethys tersambung dengan perangkat lainnya.

    Archos 7.0 Internet Tablet. Dikenal sebelumnya sebagai produsen perangkat Multimedia, Archos sepertinya mencoba peruntungan baru dengan bermain di arena TabletPC. Dibandingkan dengan semua varian yang tampil disini, spesifikasi yang ditawarkan Archos bisa jadi sangat menggiurkan. Selain prosesor ARM Cortex A8 1 GHz, Archos 7.0 didukung pula dengan Graphic Accelerator 3D OpenGL yang membuatnya mampu memainkan beberapa Game HD tertentu. Sayangnya, ketiadaan slot SimCard bakalan memaksa penggunanya untuk selalu mencari keberadaan perangkat Wifi terdekat agar selalu mampu terhubung ke dunia maya.

    ti-Pad Justin. TabletPC besutan brand lokal ti-Phone ini ditawarkan dengan harga 2,25 Juta saja. ti-Pad  siap memberikan pelayanan Plus selain yang telah ditawarkan oleh Android dengan Marketnya. Ti-Phone Internet Service atau TIS mencakup layanan T-Market, T-Mail, T-Book, T-Messenger dan Opera Mini.

    Tekram Tablet. Dibanding Rekan sejawatnya diatas, kisaran harga yang ditawarkan oleh Tekram jauh lebih menarik ketimbang lainnya. 1,65 Juta saja. Sayangnya, dalam dunia elektronik dan juga Gadget, pendapat ada harga ada kualitas tampaknya masih dapat dibenarkan. Meski telah didukung oleh Adobe Flash player 10.1, Tekram datang dengan mengandalkan layar Resitif yang artinya masih memerlukan bantuan Stylus untuk dapat berinteraksi pada layar dan menu, begitu juga kecepatan prosesor yang terbatas.

    Diluar beberapa Varian yang ditawarkan diatas, sebenarnya ada beberapa varian lain lagi yang bisa menjadi pilihan seperti DTC Dpad G150 yang dibanderol 1,5 Juta atau Tabulet Mech seharga 2,1 Juta. Sayangnya kedua perangkat tersebut masih mengadopsi sistem operasi Android 2.1 Eclair yang artinya, beberapa kelebihan yang sekiranya hanya terdapat pada Android 2.2 Froyo keatas, tak akan dapat ditemui di perangkat tersebut. Contohnya Tethering atau portable hotspot, atau pemilahan storage untuk aplikasi dan games.

    TabletPC lokal nan murah memang menggoda untuk dicoba. Jika memang masih penasaran, salah satu dari varian diatas bisa dijadikan pilihan kok.

    Masih Ragu mencoba ? Yuk Lirik Android Murah

    8

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Dalam tulisan 10 Pertimbangan Bagaimana Memilih Perangkat Android yang Tepat sesuai Kebutuhan beberapa waktu lalu, Brand atau Merek merupakan salah satu yang saya ajukan untuk dipertimbangkan. Namun biasanya, makin berkelas Brand atau Merek yang diinginkan, makin mahal pula harga yang harus ditebus untuk bisa membawanya pulang. Lantas bagaimana jika masih ada keraguan untuk mencobanya ? jangan sampai, sudah susah payah membelinya dengan harga mahal namun masih belum mampu memuaskan hasrat untuk memiliki sebuah ponsel pintar yang memang mengerti keinginan penggunanya. Untuk itu, yuk kita lirik ponsel Android Murah.

    Murah yang saya maksudkan disini sebaiknya dibatasi kisaran 1 juta hingga 1,5 juta rupiah saja. Karena jika dibatasi lebih rendah, saya yakin bakalan sudah menemukan barang barunya dan kalo lebih dari 1,5 juta rupiah kok rasanya berat yah ? hehehe…

    Namun sebelum mulai melirik varian ponsel Android murah ada baiknya dipahami dahulu fitur apa saja yang dapat diperoleh dengan kisaran harga tersebut ?

    Pertama, Sistem Operasi. Dalam rentang harga tersebut, pengguna sudah dapat memiliki ponsel Android dengan rilis 2.2 atau penamaan Froyo yang artinya secara kemampuan sudah mampu bersaing dengan sekian banyak ponsel pintar lain yang memiliki harga diatasnya.

    Kedua dari segi Koneksi Data, tidak saja mengandalkan 3G tapi juga WLan atau yang dikenal dengan istilah WiFi pun dijamin sudah disediakan pula untuk menunjang aktifitas di dunia maya. Selain itu, dengan dukungan Sistem Operasi Android 2.2 diatas, koneksi data inipun mampu dibagi dengan rekan lainnya melalui fitur Tethering atau Portable Hotspot.

    Ketiga, maksimum kecepatan Prosesor yang disertakan oleh masing-masing Vendor hanya sampai 600 MHz saja. Yang artinya, bisa jadi bakalan terjadi sedikit lag atau jeda saat mengakses aplikasi ataupun Games yang sudah terinstall didalam ponsel. Keterbatasan inilah yang sepatutnya mampu dimaklumi oleh setiap pengguna agar tidak menuntut terlalu jauh kemampuan ponsel Android murah.

    Dari ketiga hal yang sedianya bisa didapatkan dalam sebuah ponsel Android murah diatas, bisa saya rekomendasikan beberapa varian ponsel sebagai pilihan.

    Samsung Galaxy Mini. Ponsel yang berasal dari salah satu brand ternama ini, merupakan pilihan pertama yang dapat saya rekomendasikan untuk dipilih. Dengan kemampuan yang mengadopsi ketiga hal diatas, Samsung Galaxy Mini bakalan terasa murah lantaran harga yang ditawarkan pas 1,5 Juta rupiah. Selain itu, kabarnya dalam waktu dekat, Samsung bakalan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread bagi seluruh keluarga Galaxy. Sayangnya, dalam paket penjualannya, kabel data yang menjadi andalan untuk aktifitas Upgrade ini tidak disertakan.

    LG Optimus Me. Dengan kemampuan dan spesifikasi yang sama dengan Galaxy Mini, LG Optimus Me ditawarkan dengan kisaran harga yang sedikit lebih murah. Sayangnya, tak seperti Samsung, pihak LG hingga hari ini belum jelas apakah akan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread dalam waktu dekat atau tidak.

    Nexian A891 Ultra Journey dan Nexian A892 Cosmic Journey. Dalam dunia Android, brand Nexian bisa jadi merupakan pemain lama. Masih ingat dengan rilis pertama mereka Nexian A890 Journey terdahulu ? yang mengandalkan kamera 5 MP sebagai jualannya ? fenomenal bukan ? nah, untuk kali ini, ada dua varian yang bisa dilirik sebagai pilihan. Memiliki spesifikasi dan harga tawar yang sama, Nexian tampaknya harus menurunkan kemampuan kamera yang di besut menjadi VGA saja. Sangat disayangkan.

    Ivio DE38 Icon. Sama-sama berasal dari brand lokal, Ivio menawarkan konsep Dual Mode seperti halnya ponsel lokal lainnya dengan prosesor Dual Core yang tergolong sangat terbatas. 460 MHz dan 280 MHz. Jadi jangan coba-coba bandingkan kinerjanya dengan ponsel berprosesor Dual Core 1 GHz lainnya yah. Adapun kisaran Harga yang harus ditebus nyaris sama dengan ponsel LG diatas.

    Noxx NV-58 Terminator. Secara spesifikasi prosesor, ponsel Noxx mengadopsi jeroan yang sama dengan Ivio, Dual Core. Sayangnya sim card yang didukung hanya satu saja. Itu sebabnya, harga yang ditawarkannya pun sedikit lebih murah. Sekitar 1,3 juta saja.

    BlueBerry Mi320. Meski datang dari Brand lokal, ponsel BlueBerry seri Mi320 ini tidak datang dengan konsel Dual Mode ataupun penambahan fitur TV Tuner. Dengan begitu, secara harga yang harus ditebus tentu saja mampu turun jauh lebih murah dari yang lainnya. Hanya sekitar 1,1 Juta saja. Menarik bukan ?

    Dengan ketersediaan Budget yang minim, beberapa ponsel Android murahpun masih bisa dijadikan pilihan untuk sekedar sebagai kelinci percobaan bagi Rekan-rekan yang masih ragu untuk berpindah pada Android. Meski begitu, dari segi kemampuan tentu mereka semua masih berani untuk diadu kok. Gak percaya ? Coba saja…