Belanja Film, sekedar ingin tahu aja sih ya…

Category : tentang TeKnoLoGi

Angan untuk mencoba sebenarnya sudah cukup lama. Tapi baru terealisasinya kini ya karena baru nemu opsi harga yang terjangkau dan menarik meski secara filem yang ditawarkan, sudah pernah ditonton berkali-kali.

ID4, Independence Day.
Dengan harga 8ribuan rupiah, film berkualitas HD ini ditawarkan sebagai headline Google Movies pada setiap perangkat Android dimanapun mereka berada. Murah bukan ?
Anggap saja lagi beli DvD bajakan.

PanDe Baik Movies Google

Proses pembelian, sama cepatnya dengan pembelian aplikasi. Gak ribet. Cuma potong pulsa untuk operator XL/Axis. Begitu selesai, kita sudah bisa menonton filem yang dibeli secara streaming tanpa jeda. Dengan subtitle yang bisa dipilih jenis bahasanya.

Jikapun malas menontonnya dalam sekali waktu, filem bisa diunduh dan kita dapat menontonnya lain kali, dalam kondisi offline jaringan internet. Dengan menggunakan koneksi 4G LTE nya SmartFren, filem dengan resolusi standar yang berukuran sekitar 690 MB dilahap dalam waktu tak sampai setengah jam. Sedang saat dicoba unduh dengan paket koneksi IndiHome, hingha lima menit menunggupun rasanya belum ada progress yang berarti.
Coba tanya kenapa ?

Upaya membeli sebuah filem dari pasar aplikasi milik Google untuk setiap perangkat Android dimanapun kalian berada sebenarnya hanyalah iseng belaka. Hanya ingin tau dan berharap ada pengalaman yang bisa dipetik dan dibagikan.
Ternyata gampang banget prosesnya.
Menarik bukan ?

Kalian mau coba ?

AirHeads

Category : tentang InSPiRasi

Ngomong-ngomong soal Film, sebetulnya ada satu film yang sudah lama menjadi incaran bahan tontonan dan rupanya Tuhan baru mengabulkannya setelah berselang 16 (enam belas) tahun. Benar, enam belas tahun. AirHeads.

Sebuah film yang menceritakan tentang usaha grup band ‘The Lone Ranger’ (yang mengundang tanda tanya lantaran beranggotakan 3 musisi) untuk mengembalikan nafas Rock n Roll sebuah stasiun radio KPPX-FM Rebel Radio 103.6 dengan memaksa memutarkan demo musik mereka. hal itu dilakukan lantaran stasiun radio tersebut belakangan mulai berpindah aliran ‘sedikit lembut dari biasanya. Aksi ketiga musisi tersebut dilakukan dengan cara membajak dan menyandera pimpinan beserta karyawan stasiun radio berbekal senjata mainan.

Pertama kali saya menontonnya kalau tidak salah tahun 1994, saat masih bersekolah di SMAN 6 Denpasar. Dari film ini pula saya kemudian mengenal nama sebuah band aliran hardcore ‘White Zombie’ yang kedapatan tampil pula ditengah film tepatnya ketika polisi mencari tahu keberadaan pacar salah satu musisi ‘The Lone Ranger’ tersebut. Beberapa nama band yang ikut serta dalam barisan soundtrack album AirHeads ini adalah Motorhead, 4 Non Blondes, Primus, Anthraz dan Ramones. Grup band metal yang pernah eksis di masa itu.

Saya sendiri belakangan baru menyadari bahwa para aktor yang terlibat dalam film AirHeads malahan saya kenal dari film lain seperti Wedding Singer (Adam Sandler), George of The Jungle (Brendan Fraser) dan Godfather III (Joe Mantegna yang saat itu berperan sebagai bos mafia Joey Zaza). Tak hanya itu, saat berkesempatan menontonnya kembali, saya masih sempat tertawa ngakak ketika musisi ‘The Lone Ranger’ mendapatkan telepon dari dua tokoh kartun terkenal ‘Beavis and Butthead’ yang juga (harap dicatat) belakangan dibuat versi ‘the Movie-nya (tahun 1996) dan mencatatkan nama-nama sekelas Red Hot Chili Peppers, White Zombie, Rancid, AC/DC dan si dewa Ozzy Osbourne sebagai musisi pengiring dalam film tersebut.

Rupanya memerlukan waktu selama enam belas tahun, Tuhan baru berkenan dengan kemurahan hati-NYA mengabulkan impian saya yang sudah berusaha mencarinya disetiap rental video yang saya temui. Plus penyedia video dunia maya seperti YouTube dan situs file sharing lainnya. Tidak sengaja sebenarnya yaitu saat menunggu jam pulang hari terakhir Pendidikan LPSE di Jakarta beberapa waktu lalu. Bersyukur saya bisa menontonnya sedari awal hingga selesai film dengan kepuasan setara ejakulasi berkali-kali. Ups Maaf…

Percaya atau tidak saya bahkan masih menyimpan kaset album soundtrack film AirHeads dan masih berusaha mencari versi digitalnya di dunia maya. Bagi yang punya boleh dong dibagi link-nya.

Menikmati Jatah Sisa Penghobi (nonton) Film

12

Category : tentang KeseHaRian

Entah satu kebetulan atau tidak, sehari setelah publikasi tulisan Sialnya Penghobi (nonton) Film, saya dihubungi pihak ZeeneMax Gatsu yang kemudian menyatakan bahwa akun saya telah dipindahkan ke ZeeneMax lain dan menutup Rental Video pilihan terakhir saya tersebut. Masih ada sekitar 21 judul yang bisa dinikmati hingga tanggal 8 Agustus nanti. Seakan tidak ingin membuang kesempatan, saya segera meluncur ke salah satu ZeeneMax terdekat dan mencoba kembali berburu film sebagai bahan tontonan berikutnya.

ZeeneMax rupanya memberikan opsi jumlah maksimal yang boleh dipinjam dalam sekali waktu yaitu 8 judul film. Dari kuota yang diperbolehkan saya memutuskan untuk membaginya dalam beberapa jenis tema yaitu lokal dengan tema serius, lokal yang saya duga bakalan asal-asalan, komedi luar serupa aktingnya Adam Sandler barangkali, film box office rilis dua tiga tahun lalu dan satu dua film baru.

Jujur, saya sempat tidak percaya ketika melihat begitu banyak pilihan film lokal Indonesia yang diproduksi selama dua tahun terakhir. Sayangnya kendati secara kuantitas jumlahnya cukup lumayan, saya yakin tidak demikian halnya dengan kualitas film tersebut, baik ditinjau dari tema ataupun sinopsis singkat yang tertera di cover belakang film. Rata-rata masih berkiprah pada jenis Horror (yang berkembang menjadi pengumbar syahwat) seperti Kain Kafan Perawan atau Raped By Saitan dan jenis komedi (yang lebih banyak meniru film sejenis produksi luar).

Dari banyaknya pilihan tersebut, saya mengambil ‘Cinta Setaman’ yang menampilkan Lukman Sardi, Nicholas Saputra dan Slamet Rahardjo yang sekiranya saya duga sebagai salah satu karya lokal yang ‘agak’ serius. Sebaliknya yang agak ‘kurang serius dengan tema, saya memilih ‘Air Terjun Pengantin’ dengan alasan sederhana, penasaran dengan penampilan para aktrisnya. Hehehe… ada juga ‘Serigala Terakhir’ yang kabarnya punya tema Action menarik.

Untuk tema komedi produksi luar saya memilih ‘Run FatBoy Run’ sebuah film yang sebetulnya memiliki tema sederhana namun dipilih gara-gara ‘yang sempat saya tonton hanya sebagian saat beristirahat malam disela pendidikan LPSE kemarin. Penasaran juga ingin tau cerita awalnya. Hehehe… Pada awalnya saya pikir film ini merupakan film lama yang tidak masuk dalam hitungan box office, lha ternyata ketemua jua di ZeeneMax kali ini.

Entah karena keteledoran penjaga atau bisa jadi karena saya ceroboh tidak memeriksa kembali film pesanan yang diambil, satu film lama yang sebenarnya ingin saya tonton adalah si Bajak Laut Carribbean jilid 3. Akan tetapi yang diberikan malah sebuah film Thriller berjudul Séance. Baru nyadar pada saat melakukan aksi copy film kedalam hard disk laptop. Sempat bingung juga jadinya.

Ada juga ‘Paranormal Activity’ yang saya ambil atas review filmnya Eka Dirgantara di midnightshadow.info bersama ‘3 Idiot’ sebuah film India yang kabarnya punya kualitas diatas rata-rata. Ditambah satu film dokumenter milik grup band Slank yang dahulu pernah menjadi musisi favorit, tepatnya album yang dirilis sebelum Minoritas.

Delapan buah film minus satu yang tidak diharapkan sudah siap menjadi bahan tontonan seorang Penghobi (nonton) Film dalam waktu dekat. Mau menontonnya bareng ?

Sialnya Penghobi (nonton) Film

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Sebelum dilanjutkan Harap dicatat bahwa seorang Penghobi (nonton) Film punya pemahaman sedikit berbeda dengan seorang Penghobi Film. Bedanya kurang lebih kalo isi pikiran seorang Penghobi Film itu biasanya Movie Minded, mengetahui segala hal seluk beluk film yang pantas ditonton saat ini, mana yang termasuk incaran mana yang termasuk daftar tunggu, siapa nama aktor/aktris maupun sutradara yang terlibat didalamnya hingga rela antre berjam-jam di bioskop setempat. Berbeda dengan seorang Penghobi (nonton) Film yang isi pikirannya ya Cuma pengen nonton aja tanpa peduli masuk film laris atau tidak, dan tidak terbatas pada film dengan tema jelas saja. Video panas artis lokal juga terkadang masuk didalamnya. Hehehe…

Untuk seorang Penghobi (nonton) Film, saya (hahaha… pemahaman diatas sebenarnya lagi ngomongin saya…) gak terlalu ngoyo musti nonton film Harus di bioskop agar mendapatkan sajian yang gambarnya berkualitas mantap setingkat keping dvd plus dengan tata suara yang gak kalah mantapnya. Kalopun tu film baru dirilis di bioskop saya lebih suka nyari yang versi bajakan di pasar malam sedangkan kalo kebetulan dah merilis versi keping originalnya, saya lebih memilih yang berformat video cd ketimbang dvd.

Alasannya sederhana. Pertama, Film dalam format keping vcd lebih mudah dicopy ke laptop ketimbang yang dvd, selain cepat juga gak bakalan menghilangkan subtitle yang menyertainya. Untuk mengcopy film dalam format keping dvd diperlukan aplikasi khusus yang dapat mengubah format tersebut dalam bentuk image dan harus diputar dalam sebuah virtual cdrom. Kedua, nonton dalam format keping cd lebih asyik ketimbang nonton bioskop. Ini sebenarnya ada hubungannya dengan kemampuan otak dalam menerima alur dan jalannya cerita yang ditawarkan sebuah film, yang sayangnya otak saya terkadang suka bingung di pertengahan film. Menonton dalam keping cd menawarkan sebuah kelebihan ketimbang menonton film di bioskop yaitu bisa di-rewind kembali ke scene sebelumnya untuk mengulang pemahaman. Hihihi… Terus, kenapa musti di-copy ke laptop ? karena untuk menonton film terkadang saya musti ngumpulin mood atau berada dalam situasi yang lowong dulu. Hahaha…

Demi mendukung hobi menonton film ini, sayapun hunting ke beberapa tempat rental video yang ada diseputaran Kota Denpasar. Ada satu kriteria pokok yang saya tetapkan untuk memilihnya yaitu berada dalam satu jalur aktifitas kantor. Tujuannya untuk mempermudah proses peminjaman dan pengembalian keping film. Bisa dilakukan pada saat pulang kantor. He…

Sasaran pertama saya sedari empat tahun lalu adalah ArmaDisc yang berlokasi di wilayah Banjar Kayumas, sebelah selatan kantor Catatan Sipil. Secara kriteria ni Rental yang paling ideal, karena satu jalur dengan akses kantor. Paket yang ditawarkan saat itu cukup menarik perhatian. Dapat bonus 1 keping film apabila mengembalikan pinjaman lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Sayangnya setahun terakhir lokasi ArmaDisc telah berubah fungsi menjadi outlet yang menjual optik atau kacamata. Masih belum berubah fungsi menjadi rental hingga saya pindah kantor ke Mangupura Mengwi.

Sasaran kedua saya ambil di Artha Media yang berlokasi di Tanjung Bungkak, sebelah utara kampus Warmadewa. Secara lokasi sebenarnya agak menyimpang jauh, tapi ya kadang suka nyambi sambil beli keping dvd kosong atau malah minjem software bajakan. :p Sayangnya meski sampe hari ini tempat tersebut masih setia menyewakan keping film, dendanya tetap diberlakukan meskipun saya sudah dikenal oleh penjaganya. Hehehe… hal yang tidak berlaku di ArmaDisc.

Sasaran ketiga saya coba di New Release Gatot Subroto, sebelah barat apotik Anugerah. Rental ini kebetulan berada dalam satu jalur yang asyik saat pulang kantor. Sayangnya baru juga mendaftar dan meminjam beberapa keping film, ni rental malah menghilang. Ealah…

Sasaran keempat adalah Bromo, lokasinya didepan sekolah Dwijendra jalan Kamboja. Kejadiannya siy gak sengaja, nemu pas balikin komik Kariage. Sayangnya mereka blom punya database yang jelas, gak ada daftar film yang bisa dilihat dan dijadikan panduan dalam mencari film-film lama. Masih dijejer begitu saja tanpa cover. Malah bikin bingung karena musti melihat isinya satu persatu.

Terakhir yang saya lakoni adalah ZeeneMax Gatot Subroto, sebelah barat perempatan Ubung Cokroaminoto. Ni Rental berada dalam jalur pulang kantor yang mengambil jalur kearah selatan (dari Mangupura Mengwi). Dengan penawaran paket 100ribu rupiah untuk 38 buah film atau 50ribu untuk 18 film. Sayangnya akibat kekurangan karyawan, ZeeneMax Gatsu sempat tutup untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini malah membingungkan saya sebagai salah satu konsumen yang agak was-was juga karena masih dalam posisi meminjam film. Khawatir masuk dalam daftar DPO mereka. Seminggu terakhir baru ada pemberitahuan bahwa mereka hanya buka diatas pukul 6 sore saja. Waaaahhh… artinya gak bisa minjem atau balikin film sepulang kerja lagi.

Entah apakah memang karena minat meminjam film para warga Penghobi yang memang menurun :p ataukah karena laris manisnya keping bajakan yang dijual dengan harga murah baik di Pasar malam maupun disebuah toko Elektronik kawasan Diponegoro ? Pastinya saya sebagai salah satu Penghobi (nonton) film kini malah jadi kebingungan sendiri…

Menjadi bagian dari HeRoes ?

1

Category : tentang Opini

Kata-kata ini selalu terbayang dibenak saya usai menonton serial Heroes, seri bersambung yang saya yakini jauh lebih menarik dari jutaan Sinetron terbaru milik stasiun-stasiun televisi lokal.

HeRoes, kalo ndak salah mengartikan ya sekumpulan orang yang memiliki kelebihan tertentu setelah diinjeksi oleh ‘somebody’ dan memiliki misi untuk menyelamatkan si gadis Cheerleader. Misi ini tentu akhirnya mempertemukan tokoh HeRoes satu dengan lainnya, dibayangi oleh tindak kejahatan sang tokoh antagonis yang selalu membunuh korbannya mengan membelah batok kepalanya. Hiy….

Trus kira-kira apa yang bakalan saya lakukan jika menjadi bagian dari HeRoes ? apakah itu memiliki kemampuan Terbang (yang tentunya gak bisa sembarangan diperlihatkan pada publik), berpindah lokasi, membaca apa yang dipikirkan orang lain, melumerkan benda, melukis masa depan, hingga si gadis Cheerleader sendiri yang selalu berusaha meyakinkan dirinya dengan mencelakai diri sendiri trus direkam dalam video.

Entah ya.

Mungkin bertindak memanfaatkan kelebihan ini secara positif seperti yang dilakukan oleh setiap kisah HeRoes dimanapun ia ‘dilahirkan’. Memperlihatkannya secara langsung agar orang lainpun dapat dengan positif menggunakannya. atau malah menuliskan tips trick menjadi seorang HeRoes plus pengalaman-pengalamannya dalam bentuk sebuah BloG. He…

Yang pasti, jangankan menjadi seorang ‘HeRoes’. Menjadi orang yang biasa-biasa saja susahnya minta ampuuuunnn… He….

Devil Wears Prada

Category : tentang KeseHaRian

Sudah nonton film ini ?
Berkisah tentang superior sang pimpinan sebuah majalah fashion wanita, yang mencoba satu gaya baru, mempekerjakan seorang jurnalis wanita yang memiliki kesan awal, kuno dalam hal model pakaian yang dikenakannya.Bagus menurutku. Walopun sosok laki-laki malah sedikit muncul dalam film ini. Jadi bukanlah satu penilaian Bagus itu terlahir jika satu film memiliki kesan laki-laki.

Kesibukan-kesibukan yang terjadi, dalam memenuhi keseharian sang pimpinan, membuat tokoh kuno ini mulai membiasakan diri memakai model masa kini, dan barangkali menomorduakan kehidupan pribadinya, demi karir yang menanjak.

Satu ironi jaman sekarang, dimana orang berlomba-lomba untuk mengejar impiannya, terkenal, sukses, banyak uang ato apalah itu, namun melupakan, betapa pentingnya kehidupan sosial yang mungkin sudah mulai ditinggalkan di kota-kota besar.

Pirates 3

Category : tentang KHayaLan

Selain Trilogi Spiderman yang udah dirilis bulan ini, ada satu trilogi lagi yang paling ditunggu. Pirates of Caribbean. Cerita tentang seorang Bajak Laut, Jack yang diperankan oleh Johnny Deep, yang akhir ceritanya masih menggantung pada akhir kisah episode 2.Yang bikin seru tentu efek teknologi yang dipakai untuk mendukung pertempuran yang ada. My fav, tentu sang kapten dengan tampang Gurita. Bodoh tentunya, tapi menyeramkan. Huehehe….

Bagaimana kelanjutannya ?
Kita tunggu.

TMNT

Category : tentang KHayaLan

Selain dua Trilogi tadi, ada satu kisah super hero yang begitu membuat demam kalangan anak-anak dan remaja di tahun 90an, kisah 4 kura-kura yang terkena efek mutant akibat kemajuan jaman, berkembang layaknya manusia, berdiri dan mampu bergerak lincah Ditempa oleh Master Splinter, sang guru dalam bentuk tikus got. Memerangi Shredder (semoga bener ejaannya) tokoh jahat yang selalu bertopeng.Sempat pula dibuatkan film layar lebarnya, dengan menggunakan karakter manusia yang dibungkus karet lateks berbentuk kura-kura ninja, dirilis hingga jilid ke-3. namun secara keseluruhan hasilnya jeblok. Gak mampu bersaing dengan film lain tahun itu.

Kini Kura-kura Ninja kembali hadir lewat sentuhan 3D kartun yang tentunya diharapkan bisa membuat sang tokoh, terlihat lebih baik.

Leonardo dengan 2 pedang samurai, Donatello dengan tongkat kayu, Raphael dengan dobel trisula, dan tentunya Michaelangelo dengan double stick. Diharapkan mampu membuat demam kembali pada kalangan anak-anak dan remaja masa kini, tentunya juga menjadi sebuah kisah reuni bagi kalangan bapak-bapak yang belum tua-tua amat.
Hehehe….

Spidey 3

Category : tentang KHayaLan

Bersiap pula tuk menghadapi perangkap jaring laba-laba ala Sam raimi. Spiderman 3.
Kabarnya bakal rilis bulan ini, dan merupakan salah satu film yang paling ditunggu oleh para moviegoers.
Memasuki tahap trilogi, petualangan sang Spidey kali ini diwarnai oleh gerombolan antagonis, sang Goblin, Sandman hingga Venom.Dengan poster satu karakter yang berbeda dalam 2 warna, merah khasSpidey dan Hitam khas Venom, ditambah beberapa cuplikan gambar dari film tadi, membuat tak sabar rasanya menanti tayang langsung di layar lebar.

Semoga saja ceritanya begitu manusiawi seperti halnya Spidey 2, ya ?