#HPjadul Motorola A925 Layar Sentuh Symbian UIQ

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah riuhnya perang sistem operasi di Jaman Old, Symbian versi 7 UIQ sempat mencuri perhatian beberapa vendor untuk ikut mencicipi, mencoba peruntungan ke pasar global yang saat itu masih berpihak pada sang raja, Nokia.

Adalah Motorola bekerja sama dengan operator 3, merilis seri A925 pada akhir tahun 2003 silam, sebuah ponsel berlayar sentuh tipe Resitive dan masih mengandalkan media Stylus, laiknya ponsel serupa lainnya, dengan lensa kamera VGA dan besaran memory internal yang hanya 12 MB serta tambahan slot memory eksternal. Dalam peluncurannya seri A925 ini sudah dibekali dengan teknologi A-GPS, satu kemajuan yang cukup pesat untuk ukuran jaman itu.

Sayangnya, untuk pangsa yang sama, Sony Ericsson tampak jauh lebih menarik perhatian lewat seri P800 dan P900-nya…

#motorola #hpJadul #touchscreen #resitive #stylus #symbian #uiq #nokia #2003 #A925

Android Branded Entry Level

Category : tentang TeKnoLoGi

Seakan tak pernah usai dalam usahanya untuk memberi kesempatan pada publik agar mampu menikmati kemampuan akan sebuah ponsel pintar dengan harga yang terjangkau, Android kembali dihadirkan oleh beberapa vendor papan atas dengan menyasar posisi Entry Level. Sebuah penawaran yang menarik bagi para pengguna pemula atau bagi mereka yang sudah mulai bosan dengan kemampuan ponselnya kini. Berikut tiga diantaranya.

Motorola Fire XT. Setelah kalah dalam persaingan dengan raksasa Apple dalam dua tiga kali pertaruhan, Mototora kini mencoba hadir di level terbawah dengan harga jual sekitar 1,4 Juta rupiah. Sebuah level yang barangkali takkan pernah dijangkau oleh rivalnya tersebut.

Hadir dengan spesifikasi menengah, Motorola mencoba merebut peluang para pengguna Android pemula dengan penawaran yang cukup menggiurkan. Layar 3,5 inchi 320×480 pixel, cpu 800 MHz GPU Adren0 200, 512 RAM 512 ROM serta dibekali dual camera 5 Mega Pixel autofocus serta Led Flash pada bagian punggung dan kualitas VGA pada sisi depan. Sedangkan untuk Sistem operasi yang digunakan masih menggunakan Android 2.3.4 GingerBread. Demi menarik perhatian penggunanya, Motorola Fire XT mengandalkan User Interface Moto Switch UI, sebuah tampilan yang tak lagi memberatkan ponsel layaknya versi sebelumnya. Sebuah batere Li-ion 1540 dibekali untuk menunjang seluruh kinerjanya tersebut.

Kabarnya dalam waktu dekat seri ini bakalan ditemani dua seri tambahan yaitu Motorola XT 390 yang memiliki kemampuan sama namun dalam resolusi layar yang lebih rendah serta Motorola Motosmart XT 611 sebuah ponsel Android dengan desain Flip.

LG E400. Dibandingkan dengan spesifikasi Motorola diatas, kemampuan yang ditawarkan oleh brand asal Korea ini bisa dikatakan sedikit lebih rendah. Mengandalkan besaran layar 3,2 inchi 240×320 pixel 256 K warna, cpu 800 MHz, 384 RAM serta single kamera 3,2 Mega Pixel tanpa Led Flash, LG E400 ditawarkan dengan harga sekitar 1,3 Juta saja plus bonus konten SuJu Super Junior BoyBand yang menjadi icon dari iklan ponsel.

Satu-satunya yang menarik dari penawaran ini adalah besaran internal storage yang sudah mencapai 1 GB, menjadikan E400 jadi lebih leluasa untuk menampung beberapa aplikasi dan games sesuai keinginan pengguna.

Samsung Galaxy Pocket. Brand yang satu ini seakan belum mau berpuas diri akan sekian banyak perolehan penjualan yang dikabarkan menduduki peringkat pertama mengalahkan sang raja terdahulu, Nokia. Resepnya cukup sederhana, masuk di semua lini dengan berbagai tawaran kemampuan yang cukup menggoda. Hal yang sama yang pernah dilakukan Nokia jauh sebelumnya.

Untuk spesifikasi yang diusung bisa dikatakan Galaxy Pocket merupakan yang terendah diantara tiga alternatif yang kami tawarkan kini. Ini dapat dimaklumi mengingat secara harga jual yang ditawarkannya pun paling rendah dan terjangakau, 1,150 Juta saja. Lihat saja dari dimensi layar standar Entry Level 240×320 pixels, 2.8 inchi, cpu 832 MHz, 289 MB RAM serta kamera punggung 2 Mega Pixel dengan kemampuan rekam video QVGA 15 fps dan daya tahan batere Li-ion 1200 mAh makin memantapkan Galaxy Pocket sebagai ponsel Android kelas pemula.

Meski demikian, Galaxy Pocket menawarkan internal storage yang paling besar dibanding dua rivalnya diatas. Kapasitas 3 GB (1 GB User Memory) dapat menjadi salah satu poin plus yang patut dipertimbangkan dalam daftar. Ini masih ditambah lagi dengan dukungan slot memory eksternal yang dapat di-expand hingga 32 GB. Untuk pilihan lain dari Samsung, silahkan merapat pada Galaxy Y (Young), Galaxy Mini dan Mini Plus.

Dalam rentang harga jual kisaran 1 sampai dengan 1,5 juta rupiah tampaknya memang tak banyak pilihan yang bisa didapat dari beberapa brand global lainnya macam HTC dan juga Sony. Apalagi pasca perpisahannya dengan Ericsson tampaknya Sony memang belum mampu masuk daftar ini, Sebagai pilihan, mereka masih mengandalkan beberapa seri lama diantaranya Xperia X8, X10 Mini serta Xperia Mini. Atau barangkali ada alternalif lain lagi ?

Saatnya Berburu Ponsel Smartphone Branded Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah ada hubungannya atau tidak, gempuran ponsel murah berbasis Android yang diluncurkan baik oleh vendor global ataupun lokal sepertinya mulai berimbas pada harga tawar perangkat ponsel pintar yang sebelumnya dirilis oleh vendor besar secara perlahan mulai turun ke harga wajar. Penurunan ini bisa jadi tidak disadari oleh kalangan yang begitu tergoda dengan iming-iming ‘bonus’ dari sebuah perangkat berbasis Android. Padahal dalam rentang kisaran harga yang sama, secara kemampuan tentu ponsel-ponsel pintar ini tak kalah awal dengan besutan si robot hijau. Hanya saja secara trend barangkali nama mereka sudah mulai memudar.

Namun bagi Rekan yang punya budget terbatas namun tak ingin ikut-ikutan latah memilih perangkat Android, yuk intip beberapa smartphone lainnya yang pantas diburu kali ini.

Blackberry. Sebagai perangkat yang masih menjadi nomor satu paling dicari di Indonesia lantaran kemampuan BBM-nya, harga tawar ponsel baru Blackberry tampaknya sudah mulai terjangkau bagi kantong konsumen. Katakan saja seri Gemini yang bertengger di angka 1,6 juta atau versi cdma-nya yang dibanderol hanya 1,3 juta saja serta 3G atau Curve 9300 yang rupanya sudah menurun ke 2,4 juta. Sedang yang menginginkan OS versi 7 terkini, bisa melirik seri 9360 dan 9380 yang berada di kisaran 3 juta.

iPhone. Meski vendor ini meledak lewat seri iPhone 4-nya, seri terdahulu rupanya masih diburu para loyalisnya yang ingin tahu seberapa jauh mengasyikkannya perangkat besutan Apple dengan harga yang wajar. iPhone 3GS lah jawabannya. Harga tawar yang sudah menurun hingga angka 3,5 juta tampaknya sangat sayang untuk dilewatkan. Demikian pula dengan fitur-fitur yang masih dapat dikembangkan lagi kemampuannya secara optimal.

Motorola. Dibandingkan dua brand diatas tadi, rilis ponsel smartphone dari Motorola ini tergolong jauh lebih dulu. Tak heran apabila secara OS atau sistem operasi yang disematkan sudah termasuk jadul apabila dibandingkan dengan yang hadir saat ini. Meski begitu, distributor Motorola tampaknya masih tetap mempertahankan keberadaan dua seri mereka Q9 dan Q8 cdma, yang mengadopsi Windows Mobile 6.1 dengan harga jual dibawah sejuta. Tawaran yang menarik bukan ?

Nokia. Di lini pasar Smartphone, Nokia masih menjadi Raja yang memegang penjualan tertinggi seri ini di seluruh dunia. Satu alasan paling telak adalah, Nokia sudah menjual seri Smartphone jauh sebelum vendor lain melakukannya, termasuk Android sekalipun. Terhitung tahun 2010/2011 Nokia jualah yang paling rajin menggelontor pasar dengan ponsel berlayar sentuh dan mengadopsi multi series OS Symbian. Aksi turun harga pun termasuk salah satu strategi mereka untuk tetap bisa Survive ditengan gempuran Android. Silahkan Rekan coba melirik seri C6, C6–01 atau C7 yang turun hingga angka 2 juta rupiah atau E6 yang mengadopsi papan ketik qwerty dan N8 di kisaran 3 juta rupiah saja. Jikapun itu masih tergolong mahal, bisa melirik ponsel murah berlayar sentuh mereka yang ada dikisaran harga bawah sejuta.

Samsung. Sebelum berkolaborasi dengan Android, Samsung merupakan salah satu vendor yang tergolong rajin merilis ponsel berbasis Windows Mobile. Peruntungan mereka di masa itupun bisa dikatakan sangat besar mengingat teknologi yang disematkan dalam tiap rilis ponsel tergolong mumpuni apabila disandingkan para pesaingnya. Seri Omnia yang diluncurkan tahun 2008-2010 bisa menjadi pilihan yang masih layak untuk diburu. Jikapun menginginkan rilis lebih baru lagi, Rekan bisa melirik seri Wave yang mengadopsi OS Bada, sebuah sistem operasi yang secara khusus dikembangkan Samsung saat ini. Adapun kisaran harga yang ditawarkan berada dalam rentang 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

Sony Ericsson. Brand yang kabarnya sebentar lagi bakalan pecah kongsi ini, seperti halnya Nokia merupakan salah satu vendor besar yang rajin merilis ponsel pintar dijamannya. Adapun OS yang dipilih untuk melanggengkan usahanya saat itu adalah Symbian dan Windows Mobile. Di pasar menengah, Sony Ericsson masih menyediakan beberapa seri Vivas dengan harga tawar dua jutaan. Sedang di pasar bawah, seri Aspen tampaknya masih menarik untuk dilirik. Ponsel berpapan ketik qwerty ini dibanderol dibawah sejuta rupiah. Sangat menarik mengingat OS yang disematkan sudah Windows Mobile 6.5, versi terakhir yang dikembangkan oleh Microsoft sebelum berganti nama menjadi Windows Phone.

Harga kisaran rata-rata 2 hingga 3 juta rupiah, kami masih anggap wajar untuk bisa menebus barisan ponsel Smartphone branded yang siap diburu mengingat dalam rentang yang sama, konsumen sudah bisa mendapatkan beberapa seri ponsel berbasis Android kelas menengah. Paling tidak, ketimbang ikut-ikutan latah memilih ponsel yang tergolong boros daya batere, kenapa tidak mencoba alternatif lainnya ?

Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bukan tanpa alasan saya menurunkan tulisan komparasi/perbandingan beberapa TabletPC kali ini, tepatnya untuk didedikasikan pada semua teman yang bertanya sebelum membeli perangkat TabletPC yang rupanya beneran booming di tahun 2011 ini. Entah akan digunakan untuk menunjang pekerjaan secara mobile ataupun hanya untuk sekedar pamer gadget dan gengsi. It’s all yours.

Seperti halnya judul tulisan diatas, kali ini source yang saya gunakan adalah dua bacaan wajib yang saya dapat rekomendasikan pula kepada teman semua apabila ingin berbicara Gadget dan Teknologi dengan lebih baik. Majalah Forsel dengan Edisi Super Android April 2011 lalu dan Tabloid Sinyal dengan Edisi 120 10 Juni 2011 yang menurunkan Edisi TabletPC. Well, seperti halnya majalah InfoKomputer April 2003 jaman dulu yang menurunkan Edisi PDA Konvergensi, bisa dikatakan kedua Source diatas rupanya mampu mematahkan apa yang saya yakini sebelumnya dan mulai berpindah ke lain hati.

Yuk kita mulai.

Samsung Galaxy Tab 7”. Rp. 4,8 jt. Tahun Rilis Oktober 2010. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 3,2 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1 GHz. RAM 512 MB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support Voice dan SmS. Batere Li Po 4000 mAh. Galaxy Tab bisa dikatakan sebagai ikon TabletPC di negeri ini. Ukurannya yang kompak dan speknya yang mumpuni menjadikannya produk terlaris dan paling diburu sejauh ini. Apalagi didukung dengan Sim Card slot yang mampu membantu penggunanya terhubung ke dunia maya tanpa harus mencari Wifi Gratisan.

HTC Flyer 7”. Rp. 6,9 Jt. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 2.3 GingerBread. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,5 GHz. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 4000 mAh. Dibanding Galaxy Tab, diatas kertas Flyer jelas jauh lebih mumpuni, baik dari segi kecepatan, sistem operasi dan daya simpan. Secara harga yang ditawarkan, jelas bisa dianggap wajar. Sayangnya minus telepon, meski sudah sim card support.

Dell Streak 7”. Rp. 5,5 Jt. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 800×480 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 2780 mAh. Streak 7” sangat menggoda dari segi Procie Dual Core dan konektifitas 4G. Sayangnya Daya yang dibekali sangat minim. Khawatirnya menguras energi lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi dilihat dari tahun rilis, sistem operasinya masih setia pada Froyo.

Acer Iconia Tab A100 7”. Rp. -. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 512 MB. Internal 8 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 1530 mAh.Tidak banyak keistimewaan yang ditawarkan oleh Acer dengan perangkat 7” ini selain prosesor Dual Core. Minimnya kapasitas memory internal dan juga daya batere yang selayaknya ponsel, kemungkinan besar bakalan menjadi faktor yang tidak direkomendasikan untuk dipilih.

LG Optimus Pad 8,9”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×768 pixel. Kamera belakang Dual 5,0 MP (salah satunya berfitur 3D) depan (video call) 2,0 MP 3D. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 6400 mAh. Optimus Pad bisa jadi sangat menggoda melihat sistem operasinya yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC dan juga Procie Dual Core. Didukung pula oleh resolusi layar wide layaknya NoteBook dan tentu saja besaran daya plus dual kamera belakang. Sayangnya, ukuran layar tergolong tidak biasa alias 8,9”, yang artinya tidak sekompak 7” dan tidak seribet 10”.

iPad 3G 10” (9,7”). Rp. 7,5 Jt. Tahun Rilis Desember 2010. OS : iOS 4. Layar 1024×768 pixel. Tanpa Kamera. Procie 1,0 GHz Apple A4. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. iPad generasi pertama ini memang sangat fenomenal kemunculannya, baik dinegara luar maupun dalam negeri. Apalagi kalo bukan lantaran nama besar Apple yang berhasil dengan perangkat iPhone mereka. Sayangnya, dari segi ukuran layar bisa dikatakan sangat sulit untuk dibawa kemana-mana kecuali memang tujuannya untuk menarik perhatian teman dan sekitarnya. Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi.

iPad 2 3G 10” (9,7”). Rp. 9,0 jt. Tahun Rilis 2011. OS : iOS 4.3. Layar 1024×768 pixel. Kamera belakang dan depan (video call) VGA 0,7 MP. Procie 1,0 GHz Aplle A5 Dual Core. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. Perangkat iPad rilis kedua ini diklaim 30% lebih tipis dengan kecepatan akses yang jauh lebih baik. Dibekali kamera depan untuk video call tampaknya sudah cukup memuaskan penggunanya yang memang rindu dengan fitur 3G memanfaatkan aplikasi FaceTime. Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 pun Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi. Jadi jangan sampe salah pilih ya.

Motorola XOOM 10”. Rp. -. Tahun Rilis Januari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On. Dirilis dalam tiga versi, GSM, CDMA dan Wifi only. Rilisnya dilakukan sengaja berbarengan dengan perangkat iPad 2 yang pada akhirnya mengecewakan para petinggi Motorola akibat penjualan yang tidak sesuai harapan (tertinggal jauh dengan iPad 2).

Samsung Galaxy Tab 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 8,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On 6860 mAh. Galaxy Tab rilis kedua ini rupanya ingin menyaingi keberadaan iPad 2 yang sama-sama mengadopsi layar 10”. Berbekal kemampuan spek yang tidak jauh berbeda, Galaxy Tab 10.1 ini malah menawarkan kamera belakang 8 MP dan juga daya yang terbesar diantara TabletPC lainnya.

ViewSonic ViewPad 10 Pro 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Dual OS : Windows 7 dan Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Tanpa Kamera belakang, depan (video call) 1,3 MP. Procie Intel Atom 1,5 GHz (setara NetBook). RAM 2 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li On 3500 mAh. Tawaran Dual OS-nya memang sangat menarik perhatian siapapun yang mengujinya. Terlepas dari Brand yang dikenal sebagai produsen layar perangkat PC tampaknya secara spek yang ditawarkan pun tak jauh beda dengan perangkat NetBook. Sayangnya, semua kelebihan diatas tidak diimbangi dengan besaran daya yang sepadan untuk sebuah perangkat TabletPC.

Asus EEE Pad Transformer 10”. Rp. -. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Tanpa dukungan Sim Card. Batere Li po. Satu-satunya yang menarik dari perangkat Asus EEE ini adalah disertakannya keyboard fisik dalam paket penjualannya, yang jika disambungkan, mampu mengubah tampilannya menjadi sebuah NoteBook. Itu sebabnya dinamakan Transformer. :p

Acer Iconia Tab A500 10″. Rp. 5,0 Jt. Tahun Rilis Mei 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po 3260 mAh. Dirilis dalam dua versi memory internal yaitu 16 GB (4,2 Jt) dan 32 GB.

Dari sekian yang saya paparkan diatas barangkali hanya tiga TabletPC yang patut saya rekomendasikan sebagai pilihan, apabila Budget bukan lagi menjadi sebuah masalah. Pertama, HTC Flyer untuk perangkat 7”, Kedua ada iPad 2 bagi yang menginginkan perangkat bergengsi di kelas 10” dan Ketiga silahkan melirik Samsung Galaxy Tab 10.1 untuk perangkat yang powerfull. Sedangkan bagi yang memiliki BudGet terbatas, silahkan memilih Samsung Galaxy Tab 7” sebagai teman baru.

Motorola Q9 Smartphone Jadul berkeypad QWERTY

18

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejatinya Motorola bukanlah pendatang baru dikancah persaingan ponsel gembul berkeypad QWERTY, karena seri Q9 ini sudah dirilis jauh sebelum histeria akan BlackBerry meledak di negeri ini. Tepatnya bulan Februari 2007 hampir berbarengan dengan diluncurkannya ponsel sejenis milik Nokia yaitu seri E61i.

MotoRola Q9h 1

Ponsel yang mengadopsi sistem operasi Windows Mobile 6.1 Standar Edition versi Smartphone ini merupakan lanjutan dari seri sebelumnya Q8 yang lebih menyerupai ponsel terkini milik Nokia yaitu E71, lengkap dengan wrist arms yang biasanya dihadirkan pada sebuah piranti keyboard pada PC. Meskipun dirilis sudah hampir tiga tahun lalu namun ponsel milik Motorola ini masih layak ikut bersaing mencuri pasar ponsel berkeypad QWERTY yang telah dipenuhi oleh vendor lokal.

Tak banyak fitur yang ditawarkan. Koneksi 3G HSDPA, koneksi nirkabel Bluetooth dan kamera 2 megapixel dengan flash dan tentu saja tambahan memory eksternal. Tanpa layar sentuh, tanpa kehadiran WiFi ataupun fitur navigasi. Meski demikian, layar horisontalnya sudah mengadopsi landscape standar 320×240 pixel, MP3 ringtone dan Java Manager.

Terkait format ringtone ini, tidak lagi harus menggunakan format WMA yang merupakan format standar sistem operasi Windows Mobile, namun agar bisa digunakan sebagai nada panggil, aturannya tetap sama yakni meletakkan file audio pada folder C:\Applications Data\Sound. Yang artinya apabila file audio yang diinginkan untuk menjadi nada panggil masih dalam durasi utuh sebuah lagu, maka ukuran filenya akan memberatkan memori internal yang disediakan.

Java Manager adalah aplikasi tambahan yang digunakan untuk mengeksekusi aplikasi dan games dalam format Java. Berbeda dengan seri sebelumnya Q8, seri ini sudah mengadopsinya secara default, itu artinya pengguna dapat memanfaatkan aplikasi tambahan dari pihak ketiga sesuai kebutuhan yang diinginkan. Yang menarik, pada menu sudah terdapat shortcut khusus untuk menuju fungsi Bluetooth, sehingga pengguna tak lagi direpotkan dengan jalur resmi yang biasanya digunakan.

Saat ini hampir semua ponsel berkeypad QWERTY identik dengan fitur koneksi internet, browser, chatting hingga jejaring sosial seperti FaceBook. Meski ponsel sudah mengadopsi browser Opera sebagai alternatif selain browser bawaan, tak satupun terlihat shortcut yang menuju aplikasi chatting ataupun jejaring sosial. Yang artinya pengguna diwajibkan mengunduhnya sendiri dari pihak penyedia untuk mendapatkan fitur yang diinginkan.

Terkait form factor yang sudah mengadopsi keypad QWERTY, penggunaan keypad ini sedikit berbeda dengan ponsel sejenis, diperlukan sedikit penyesuaian termasuk dalam mengakses kedua tombol softkey, karena selain tombol navigasi, dua tombol panggil/end, dan dua tombol softkey tersebut,  masih terdapat empat tombol shortcut yang disediakan yakni Browser, Home, Clear/Back dan Messaging.

MotoRola Q9h

Tawaran yang paling menarik adalah Documents to Go yang menyajikan aplikasi standar Office seperti Word, Excel dan PowerPoint, tidak hanya berfungsi sebagai viewer tapi juga editing. Satu hal baru mengingat baik pada rilis ponsel sebelumnya maupun sistem operasi sebelumnya, kemampuan aplikasi ini tidak disertakan secara default.

Walaupun ponsel Motorola Q9 ini beredar secara resmi di Indonesia, jangan berharap bakalan ada pengaturan menu Bahasa Indonesia. Hehehe… Karena secara default, bahasa Indonesia tidak didukung oleh ponsel Smartphone berbasis Windows Mobile. Maka dari itu, saya pribadi tidak merekomendasikan ponsel ini untuk digunakan oleh awam, terutama bagi mereka yang tidak memahami Bahasa Inggris. Apalagi untuk dapat mengakses fitur-fitur yang umum digunakan seperti penggantian Profil, nada dering hingga alarm, dibutuhkan langkah-langkah yang tidak biasa terdapat dalam ponsel umumnya.

Dengan harga jual 1,9 juta rupiah, agaknya vendor Motorola masih ingin ikut serta mengisi kekosongan dan meramaikan pangsa pasar ponsel berkeypad QWERTY dengan beberapa vendor besar seperti LG dan Samsung yang telah berusaha merilis ponsel mereka pada rentang harga 1,5 sampai 2 juta rupiah.