Pikir Pikir Ganti Motor ?

5

Category : tentang KHayaLan

Menyambangi dealer Yamaha Diponegoro sabtu pagi tadi, sempat terpikirkan buat ngeganti motor lagi.
Tapi masih kasihan dengan Scorpio 2012 yang saya miliki, baru setahun lalu usai modif dibikin lebih gambot, masa sudah harus beli lagi ? He…

Awalnya sih cuman iseng ngeliatin foto-foto touring sodara sepupu yang pengacara kondang itu, pak Yande Putrawan, kalian kenal ?
Dia membesut Suzuki Inazuma yang punya bodi jadul tapi panjang untuk ukuran motor, diajak jalan jalan kemanapun suka bersama kawan kawan sesama rider semotor.
Jika dibandingkan dengan Yamaha Scorpio yang saya miliki, Inazuma kelihatannya jauh lebih nyaman buat dipake jalan jauh.

Nah, pas lagi inget inget jarak as sumbu roda yang panjang, di dealer ini malah nemu Yamaha TMax, motor matic yang punya kapasitas mesin dua kali lipatnya Scorpio maupun Inazuma. Tadinya sih tak pikir harganya mirip-mirip si Kawasaki Ninja, makanya sempat kepikiran mau ganti motor…
Tapi pas tahu harganya setara mobil Low MPV macamnya Toyota Avanza atau Honda Mobilio, errr… rasanya musti buang jauh-jauh mimpi itu dah.
Yang harganya se-Kawasaki Ninja 250 aja masih gak rela kalo uang segitu dituker motor, apalagi yang ini ?
Walah…

PanDe Baik Scorpio

Meski begitu, secara penampilan dan fungsi kalopun bisa dihibahkan gratis oleh Yamaha, sepertinya asyik dipake jalan bareng anak-anak. Muat banyak.
Sedang kalo istri ikutan, mending bawa mobil aja biar bisa tidur nyenyak mereka.
He…

Kenapa malah tertarik dengan TMax, bukannya tongkrongan sport yang R-R-an itu, ya memang kelihatannya secara usia sudah lebih suka dengan yang praktis-praktis saja, toh sekarang sudah gak pernah lagi (inget, gak pernah ya… bukan jarang :p ) ngegeber kecepatan motor diatas 80 km/jam.
Lebih suka santai kayak dipantai.
Apalagi kalo pas lagi keliling kota bareng anak-anak, ya pasti lah sambil nunjuk ini itu di sepanjang jalan. Kan gak mungkin kalo riding begitu sambil ngebut. He…

Otot Otot Baru Yamaha Scorpio Merah

1

Category : tentang KeseHaRian

Dengan tujuan awal yang hanya mengganti kaki tanpa membebani bodi motor hingga ke dudukan, sebenarnya proses penggantian otot Yamaha Scorpio Z tahun 2012 ini gag memakan waktu yang lama. Hanya saja dalam perjalanannya, yang memakan waktu hanyalah proses pencarian spare part yang sesuai dengan keinginan. Itupun lantaran sudah merasa gag sabaran, satu dua bagian akhirnya saya pending dahulu dari proses perubahan pertama ini.

Penggantian Velg menjadi prioritas utama. Mengingat dengan ukuran standar 100 untuk velg depan dan 120 untuk velg belakang rasanya susah untuk mengadopsi besaran ban yang sesuai harapan. Maka jadilah depan diganti dengan velg 3 inchi dan belakang 4,5 inchi. Bedanya dimana yah ? *hehehe…
Mengganti Velg secara otomatis ya harus membeli ban nya juga. Untuk depan, saya lupa ukurannya berapa sedang belakang ambil ukuran 160/60. Jadi hasilnya sekitar 2 koma… *eh
Khusus ban, saya sengaja pilih yang terbaik dari pilihan yang ada, yaitu battlax (bener gag ya penulisannya ?), agar cengkraman ban sedikit lebih baik di jalanan saat berkendara. Mahal dikit ya wajar lah…

Usai mengubah ukuran ban, secara otomatis berpengaruh pada Arm depan dan belakang. Awalnya untuk sisi depan, komang Dika sepupu saya menyarankan untuk menggunakan versi orinya, sehingga perburuan hanya fokus pada sisi belakang yang rupanya agak susah menemukan part untuk Yamaha Scorpio. Maka jadilah part untuk Yamaha Vixion yang dipilih lantaran pilihan lain yang tersedia hanya Arm untuk Kawasaki Ninja dan berharga Mahal tapinya…
Namun sesuai dugaan, saat ban depan dipasang rupanya membutuhkan Upside Down khusus agar bisa masuk dan di-Apply. Ya sudah, untuk yang satu ini pada akhirnya diambil juga pilihan yang ada.

Pengaruh lain dari penggantian ban adalah terkait sayap depan yang mengadopsi variasi untuk Ninja tadi. dan Untuk melengkapi image sangar di area depan, kami mengganti piringan cakram versi ori, dan memindahkan part ori tersebut ke sisi belakang.

Ketika urusan kaki sudah clear, saya masuk ke bagian Footstep yang memang sudah mengidam-idamkan pemindahan ke sisi belakang sehingga kaki pengendara jadi mirip motor balap ketimbang standar biasanya. Sayangnya hingga waktu seminggu pemesanan, gag jua nemu yang warna hitam atau merah seperti yang kami idamkan. Maka jadilah warna coklat metalik yang ada diadopsi tanpa banyak pertimbangan lain.

Masalah baru muncul ketika pak Made, mulai mengaplikasikan Arm belakang dimana ketika disimulasikan, terdapat beberapa titik yang memerlukan perubahan dan keputusan segera. Diantaranya, pemotongan bagian filter, yang kemudian diganti, tidak jadi dipotong, dengan filter milik Honda Tiger agar sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kedua, dudukan Footstep belakang, menghalangi pula kehadiran Arm baru yang berakibat pada pemindahan (potong dan las baru) footstep ke arah atas lebih sedikit. Disamping itu, lantaran adanya perubahan tinggi ban belakang, diputuskan pula untuk menambah space jarak dudukan dengan ban kendaraan sekitar 5-10 cm, sehingga efeknya menjadikan kendaraan lebih tinggi dari sebelumnya.

Diluar semua aktifitas tersebut, ada dua penambahan atau tepatnya penggantian spare part untuk mengubah wajah kalem Scorpio yaitu setang lebar dan ekor belakang. Maka lengkaplah sudah semuanya.

Scorpio PanDe Baik

Pasca perubahan ini sebetulnya ada satu ide lagi yang belum terealisasi dan akhirnya saya pending dahulu pengerjaannya yaitu perubahan lampu depan, dimana versi ori mengambil tenaga dari spool seperti yang terjadi pada motor bebek dan sepeda, makin terang ketika gas makin pol diputar… menjadi pola motor Honda Tiger dimana tenaga lampu diambil langsung dari Accu/aki. Tapi yah… sudahlah… itu nanti saja dipikirkan.

Memperkuat Otot Scorpio Merah

3

Category : tentang KHayaLan

Sekurangnya ada 5 (lima) hal yang perlu dipersiapkan untuk mewujudkan keinginan melakukan permak motor dari berwajah tinggi ramping menjadi sedikit kokoh dan berbobot.

Scorpio Pandebaik 1

Pertama, tentu saja Dana. Tanpa dana atau suntikan dana rasanya sulit bisa mewujudkan apapun keinginan dan harapan yang ada. Gag bisa hanya mengandalkan usaha. Minimal kisaran 7,5 juta cash didepan.

Kedua ada Ide. Tanpa ide barangkali apa yang akan direncanakan kedepan bakalan ngawur bahkan cenderung useless. Jadi jangan sampau membuang sumber daya yang dimiliki hanya karena ide belum terbayangkan. Bisa hunting via Google atau bahkan melihat tampilan kawan di jalanan.

Ketiga ya waktu luang bagi motor yang cukup banyak. Berhubung aktifitas permak baik variasi hingga modifikasi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Baik untuk pembongkaran, pengerjaan hingga perubahan jika dibutuhkan.

Keempat tentu Bengkel yang handal. Dana, ide dan waktu yang memadai akan percuma jika orang yang akan melakukam pekerjaan masih dalam taraf coba-coba. Lain hal kalo memang sengaja menggunakan motor sebagai objek percobaan.

Kelima atau terakhir… Referensi. Minimal tempat bertanya dimana membeli ini dan itunya, bagaimana saran alternatif untuk hal-hal yang barangkali memerlukan keputusan pemilik.

Scorpio Pandebaik 2

Dengan memiliki 5 (lima) modal awal tersebut, saya yakin usaha permak motor, mengubah penampilan dari wajah orisonal menjadi sesuai keinginan bisa terwujud dengan baik.

Butuh waktu dua setengah tahun untuk memutuskan Yamaha Scorpio Merah masuk dock dan melakukan perubahan tampilan. Dari yang tadinya tinggi ramping, menjadi kekar dan sedikit berbobot. Alasannya ya kasian kalo dipermak saat masih kinyis kinyis. Hehehe…

Dari segi dana, saya menyediakan Budget sekitar 10 Juta di awal untuk membeli beberapa part bagian kaki depan dan belakang serta pegangan yang sedikit lebih lebar ketimbang pendahulunya. Idenya sederhana, hanya meniru tampilan modif Scorpio yang disajikan sebuah halaman blog dengan perubahan hanya pada kaki, tanpa mengubah bodi utama. Berhubung sudah kadung suka dengan tampilan bodi aslinya. Masuk ke waktu, rupanya setelah kepemilikan Veloz kemarin, motor jadi jarang tergunakan. Itu sebabnya keputusan untuk masuk bengkelpun makin besar.

Hal tersulit barangkali adalah masalah pemilihan bengkel. Bersyukur di area pinggiran kota Denpasar, ada Made Jepang yang siap membantu dan bersedia mengambil bagian saat orderan mulai lowong. Pilihan yang tepat rupanya mengingat sebagian besar kawan yang punya minat di bidang oprek, malah dijumpai di bengkel satu ini. Membuat keyakinan untuk menyerahkan motor sepenuhnya jadi makin besar.

Terakhir ya Referensi. Ada Dika Bandot, sepupu yang pula mengCustom mesin Scorpio miliknya menjadi sebuah trail dengan modifikasi ekstrem. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya lah semua dana, ide dan waktu bisa terorganisir dengan baik dan rapi. Thanks a lot my bro…

Maka jadilah kini Yamaha Scorpio Z 225 cc yang dahulu berpenampilan kalem, tinggi dan ramping jadi tambah kekar dan kokoh berkat sentuhan pak Made Jepang dan masukan dari Dika Bandot tadi. Apa saja perubahannya, nanti deh bisa dijelaskan lagi.

Dari Honda Tiger 1998 ke Yamaha Scorpio 2011

6

Category : tentang KHayaLan, tentang PLeSiran

Melepas rekan kerja yang sudah diajak malang melintang selama 13 tahun bisa dikatakan sangatlah berat, namun ketimbang terjadi apa-apa nanti mungkin keputusan inilah yang terbaik.

Tiga belas tahun tergolong cukup lama sudah si Silver Tiger menemani hari. Sejak masa perkuliahan, kerja, pacaran hingga menikah, ia tetap setia mengantar kemanapun dan sejauh apapun. Terhitung sejak kepindahan lokasi kerja ke Puspem Badung di Sempidi Mengwi, praktis mulai jarang digunakan lagi.

Salah satu pertimbangan utama selain wajah yang gahar agar sesuai dengan proporsi tubuh yang terbilang diatas rata-rata adalah panjang dudukan atau jok sadel yang minimal bisa digunakan untuk gandengan samping cara ibu-ibu. Selama 13 tahun, Honda Tiger mampu mengakomodir pertimbangan tersebut, itu sebabnya ketika memutuskan untuk mencari rekan baru, Honda Tiger Evolution dengan double head lamp merupakan pilihan pertama yang masuk dalam daftar. Tapi bukanlah satu keputusan yang disarankan ‘ungkap seorang adik’ apabila mengganti kendaraan dengan jenis sama walaupun berbeda tahun.

Sayangnya jika ditilik dari segi penampilan, Honda Tiger yang kini sudah memiliki porsi tangki yang lebih tinggi ketimbang pendahulunya, masih kalah gahar dengan Yamaha Byson yang punya penampilan ala Naked Bike, satu gaya yang sejak dulu menjadi impian. Gaharnya Byson bisa jadi disebabkan oleh kekarnya perwajahan tangki yang ternyata setelah diraba dalemannya hanya merupakan sebuah asesoris hiasan belaka. Lantaran hanya berupa tambahan inilah, pemilik Byson kemudian bisa menambahkan besaran tangki yang lebih garang dengan mudah.

Meski demikian, apabila dikembalikan ke pertimbangan utama, Yamaha Byson bukanlah pilihan yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Setelah menjajal beberapa saat, persoalan dudukan atau jok bisa dikatakan hanya menyisakan panjang tak sampai sejengkal tangan, yang artinya bakalan susah kalo digunakan untuk gandengan samping.

Pilihan lain yang diberikan adalah Yamaha Scorpio, saudara sekelahiran Byson namun memiliki blok mesin lebih besar jika dibandingkan dengan Honda Tiger sekalipun. Sayang, lantaran minimnya orang yang menunggangi Scorpio dijalanan, pikiran sempat mencoretnya dari daftar apalagi ketika mengingat perwajahannya beberapa tahun lalu yang lebih mirip RX King rilis jadul ketimbang motor masa kini.

Setelah berjuang telpon sana sini ke dealer Yamaha seputaran Kota Denpasar, tak satupun dari mereka yang punya stok persediaan Scorpio di showroom. Namun sebagai saran tambahan, mereka mengajukan satu tempat yang sama untuk dijadikan tujuan berikutnya. Agung Motor di Jalan Diponegoro utara.

Setelah menyasar ke lokasi dimaksud, akhirnya jadi jua melihat secara langsung perwajahan Yamaha Scorpio yang ternyata secara dudukan mampu mengakomodir kebutuhan seperti pertimbangan utama diatas. Sisa jengkal kurang lebihnya sama dengan dudukan jok Honda Tiger. Maka tak menunggu waktu lama, proses adminsitrasi pembelianpun diurus.

Dengan kisaran harga pertengahan antara rentang Yamaha Byson dengan Honda Tiger Evolution, Yamaha Scorpio bisa dikatakan memiliki berat dan tinggi bodi yang lebih dibanding keduanya. Itu sebabnya, ketika berusaha untuk memarkirkannya dengan standar ganda, cukup membuat tenaga melonjak untuk bisa melakukannya.

Kini, Yamaha Scorpio generasi 2011 telah menjadi pengganti Silver Tiger 1998 yang per minggu kemarin secara resmi berpindah tangan. Apakah performa Scorpio mampu menggantikan Tiger secara keseluruhan ? tunggu dijajal dulu. Hehehe…