Morange dengan IM3 pada Nokia S60 seri N73 ME (test ke-3) Murah Beneraaaaannn

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi pengetesan aplikasi Morange yang ketiga kalinya sesuai janji, kali ini saya memakai handset ponsel Nokia GSM seri N73 Black atau dikenal dengan Music Edition, dan kartu IM3. Kebetulan alat yang saya pake melakukan test kali ini adalah satu dari tiga ponsel yang selalu dibawa Istri.

Kalo pada tulisan saya sebelumnya yang menggunakan kartu operator TelkomFlexy pada handset Nokia CDMA seri 6275i, tarif yang dikenakan terlalu mahal, sekitar Rp. 5,- per kilobyte pemakaian, itupun yang berlaku hanya satu paket sistem yaitu Volume Based saja. Sedang paket Time Based yang dikenai biaya Rp. 220,- per menit pakai hanya berlaku jika melakukan akses internet pada PC biasa dengan media ponsel digunakan sebagai modem.

Sebaliknya untuk IM3, tarif atau biaya yang dikenakan jauh lebih murah yaitu untuk paket Volume Based hanya Rp. 1,- per kilobyte pemakaian dan paket Time Based sekitar Rp. 75,- per menit pakai. Barangkali kalo mau dibandingkan dengan operator baru, macam AXIS, Smart ataupun 3, biaya atau tarif yang dikenakan oleh Indosat untuk IM3 masih tergolong mahal.

Hanya saja kalau dibandingkan dari segi sinyal dan kecepatan akses, bisa dikatakan jauh lebih memuaskan. Apalagi digunakan untuk internetan pada ponsel yang dikenal lemot (lemah otak) seperti halnya Nokia N73 ME yang saya pakai ini. Mungkin disebabkan oleh ketiadaan prosesor yang mumpuni seperti ponsel baru rilis terkini.

Tak jauh berbeda dengan hasil test yang saya lakukan sebelumnya, proses login, akses fitur-fitur yang ada didalamnya maupun saling berkirim email dapat dilakukan dengan baik.


Yang tak saya duga sebelumnya adalah saat mencoba meng-upload Avatar yang bisa berhasil dengan baik rupanya. Hanya saja untuk menampilkannya pada layar Morange, diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak moderator (Emma Yang). Sayangnya setelah lewat tiga haripun, saya belum mendapatkan konfirmasi perihal persetujuan penggunaan foto untuk Avatar. Ada yang bisa membantu barangkali ?


Walaupun hingga kini saya belum menemukan masalah yang berarti dalam beraktivitas dengan Morange via Nokia N73, kecuali ‘loading’ yang memakan waktu cukup lama. Sekitar 10-20 detik saat mencoba mengakses halaman demi halaman ataupun fitur yang ada didalamnya. Ini bisa dimaklumi, karena merupakan hal yang biasa dalam ponsel berkategori Smartphone, apalagi minim daya prosesor.


Satu hal kelebihan yang membedakan dengan hasil test terdahulu, dan patut dicatat adalah kemampuan ponsel dalam melakukan multitasking.

Yang dimaksud dengan multitasking adalah melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Seperti misalnya saat mengakses Morange secara online, kita masih bisa untuk melakukan aksi telepon atau sms maupun mengambil gambar dengan kamera.


Caranya saat layar menampilkan aplikasi Morange, tinggal menekan tombol Menu untuk mengakses fitur lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya sarankan langsung menekan tombol Menu, bukan tombol Merah (pemutusan panggilan), karena jika tombol merah yang ditekan, maka secara otomatis, aplikasi Morange yang sedang berjalan akan berhenti secara permanen. Itu artinya, untuk mengakses Morange kembali diperlukan langkah sedari awal yaitu login.

Sebaliknya, dengan menekan tombol Menu kita bisa mengakses fitur lain seperti telepon, sms maupun kamera dengan baik. Untuk kembali pada layar Morange, tinggal menekan tombol Menu agak lama (sekitar 3-5 detik) untuk memunculkan ‘task manager’ atau tampilan aplikasi apa saja yang aktif saat itu. Morange-pun bisa diakses kembali tanpa harus login.

Ohya, tak lupa berikut saya lampirkan tabel perbandingan pemakaian Morange dengan bantuan operator IM3 dengan pengujian teradulu yang menggunakan TelkomFlexy. Perlu diketahui, bahwa untuk test kali ini, saya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk beraktivitas dengan Morange. Sekitar dua kali lipat lebih dibanding waktu yang saya gunakan saat memakai TelkomFlexy. So, berikut lampiran perbandingannya.

Murah bukan ?

Nah, dari ketiga pengujian penggunaan aplikasi Morange sebagai sarana ‘push email’ layaknya layanan Blackberry, paling ideal adalah dengan menggunakan ponsel yang memakai sistem operasi layaknya Nokia Symbian 60 seperti seri N73 ME yang saya pakai, atau Symbian 80 Nokia seri 9300 /9500 misalnya. Bisa juga memakai handset lain, dengan syarat memiliki fitur meminimize aplikasi Java Morange untuk melakukan sambungan telepon dan sms secara bersamaan.

Perihal Tarif atau biaya yang dikenakan, IM3 dapat menjadi pilihan murah tapi memuaskan saat ini (untuk keperluan internetan). Bisa juga sih sebetulnya menggunakan operator lain seperti AXIS, 3 atau Smart, tapi itu semua kembali ada kekuatan sinyal pada daerah setempat.

Oke deh, untuk pengujian penggunaan aplikasi Morange pada ponsel kali ini saya sudahi. Selanjutnya barangkali bakalan saya susul dengan ‘eksplorasi’ Morange, yang isinya kira-kira fitur apa saja yang ada dan dapat digunakan dalam ‘sebuah’ aplikasi cantik bernama ‘Morange’. Ini sekaligus sebagai jawaban atas permintaan rekan saya Budi Windhutama.

> Morange bagi PanDe Baik adalah salah satu alternatif solusi murah bagi mereka yang minim anggaran untuk membeli handset mahal Blackberry sekaligus berlangganan paket data bulanannya. Selain fitur utama ‘push email’, masih dalam satu aplikasi Morange, kita akan mendapatkan banyak fitur yang terintegrasi sekaligus. Katakanlah ‘Web Browser’, ‘Chat Room’, ‘Yahoo Messenger’, ‘ICQ’, ‘MSN’, termasuk juga fitur-fitur yang akrab dalam Facebook sekalipun. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaaa… <

Morange dengan TelkomFlexy pada Nokia S40 seri 6275i (test ke-2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya sebelumnya terkait Morange, aplikasi berbasis Java yang kemampuannya nyaris menyamai aplikasi Push Email milik Blackberry. Kenapa saya katakan ‘hanya’ nyaris ?

Karena Morange ternyata tidak kompatibel jika dipakai pada handset PDA jadul O2 XDA Atom Black seperti yang saya miliki dan pakai saat ini. Saya pribadi berani mengatakan ‘tidak kompatibel’ sebaliknya banyak situs web besar lainnya mengatakan bahwa Morange dapat berjalan dengan baik di semua tipe PocketPC. Bagi yang belum jelas silahkan kembali menyimak tulisan saya sebelumnya. He….

Nah, sesuai janji saya, berikut saya akan paparkan hasil test yang saya lakukan untuk kedua kalinya pada aplikasi Morange. Kali ini mencoba mengaplikasikannya pada handset ponsel Nokia yang memiliki jaringan CDMA yaitu Nokia 6275i. Ponsel yang saya pakai pribadi hingga kini.

Sebagai gambaran, ponsel ini bukanlah ponsel yang menggunakan sistem operasi Symbian yang bisa ditambahkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti halnya seri N atau seri E. Walau begitu ponsel ini dikategorikan sebagai ponsel Nokia S40. Ponsel yang hanya dapat ditambahkan aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Ponsel sejenis yang terkenal pada jaringan GSM adalah seri 6300, 5300, 5310 dan 3120 classic yang telah mendukung 3G.

Ohya, perlu diketahui sebelumnya kalau operator yang saya pakai melakukan test kedua ini adalah Telkom Flexy.

Setelah mengkonfirmasi layanan lokal terkait TelkomFlexy baik itu cara koneksi internet via ponsel hingga tarif yang dikenakan untuk pemakaian. Jawabannya cukup mengejutkan bagi saya.

Untuk pemakaian internet dengan menggunakan ponsel (lewat mini browser), hanya ada satu tarif yang dikenakan. INGAT, HANYA SATU. Yaitu sistem Volume Based sekitar Rp 5,- per Kilobyte data yang dipakai. Sekitar lima kali lipat tarif yang dikenakan oleh operator Indosat untuk produk mereka baik IM3 dan Starone.

Sistem Time Based hanya akan berlaku apabila menggunakan ponsel sebagai modem untuk pemakaian internet pada PC. Itupun tarif yang dikenakan adalah Rp. 220,- per menitnya. Oke, bandingkan lagi dengan Indosat yang hanya memberikan tarif Rp. 75,- per menit pakai.

Lantaran sudah kepalang basah, sayapun nekat mencoba melakukan test kedua untuk penggunakan aplikasi Morange sebagai sarana ber-Push Email.

Untuk tahap awal, start hingga login gak ada bedanya dengan test Morange yang saya lakukan pada handset PDA O2 XDA Atom Black. Baru terasa perbedaannya yaitu saat menekan tombol ‘softkey’ kiri kanan yang dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk mengakses pilihan getar, nada dsb pada ‘Setting’ serta saling berkirim email dengan rekan yang mengenalkan Morange pada saya, Budi Windhutama.

Seperti yang sudah saya perkirakan, pilihan ‘SEND’ saat akan melakukan pengiriman email berada pada tombol softkey kiri. Termasuk pilihan lainnya seperti Delete message misalnya.

Begitu pula dengan tombol softkey kanan yang berfungsi sebagai ‘BACK’ atau ‘CANCEL’ dapat berfungsi dengan baik. Sayapun dapat dengan mudah menggunakan Morange untuk menggantikan status saya hari ini serta mencoba melakukan upload foto untuk avatar dan gagal.

Sayangnya, permasalahanpun muncul.

Penggunaan aplikasi Java pada ponsel Nokia type S40 dengan seri 6275i ini, ternyata gak mampu melakukan multitasking semudah pemakaian Morange seperti yang saya katakan sebelumnya. Pasalnya, saat melakukan aksi internetan ini, kita gak bisa melakukan hal lain, seperti misalnya telpon atau sms. Karena begitu kita tekan tombol merah (yang biasanya langsung menuju layar paling depan –today-), untuk mengakses fitur telepon dan sms, aplikasi Morange langsung ditutup secara permanen. Tidak ada pilihan untuk me-minimize layar. Inilah kekurangan ponsel S40 yang saya katakan tadi tidak memiliki sistem operasi Symbian seperti halnya seri N atau E.

Percobaan saya lakukan dua kali. Pertama sekitar 10 menit pakai, sedangkan yang kedua sekitar 5 menit pakai. Dengan aktivitas masing-masing akan saya gambarkan pada tabel dibawah.

Nah, tiba saatnya melakukan cek saldo pulsa yang tersisa untuk pemakaian Morange dua tahap dengan operator Telkom Flexy.
Hasilnya sangat mencengangkan, berikut rinciannya :

Ealah…. Ternyata untuk dua tahap pengetesan yang saya lakukan dengan total pemakaian yang hanya 15 menit, saya menghabiskan pulsa sebesar Rp. 670,- untuk 6 email yang saya kirimkan dan 5 email yang saya terima plus upload avatar yang gagal. Bayangkan jika saya menggunakannya seharian seperti halnya rekan saya Budi misalnya. Berapa rupiah pulsa yang harus dihabiskan untuk itu ?

> PanDe Baik secara jujur mengatakan ketidakpuasan pemakaian aplikasi Morange dengan menggunakan koneksi TelkomFlexy pada handset ponsel Nokia S40 seri 6275i. Muahaaaalnya !!! Tapi bagaimana kalau dilakukan test ketiga sekaligus terakhir ? dengan menggunakan operator dan handset yang berbeda ? Silahkan ikuti terus lanjutannya…. <

Morange Solusi Murah ala Blackberry on O2 XDA Atom

16

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa hari lalu, seperti yang pernah saya ungkap dalam posting sebelumnya, lewat sebuah komunitas facebook, saya bisa bersua kembali dengan seorang teman lama saat kuliah di Arsitektur dahulu. Secara kebetulan, kami berasal dari kawitan yang sama dan hanya memiliki perbedaan usia hanya satu hari. Walaupun secara fisik kami tak jauh berbeda, sama-sama tinggi besar, tapi dari segi perwajahan amat sangat jauh berbeda. Jika tak percaya, lihat saja langsung ke profilnya di facebook….

Ceritanya teman saya ini, ehm namanya Budi Windhutama, menawarkan sebuah aplikasi java untuk ponsel yang katanya punya kemampuan mirip Blackberry, selalu terhubung dengan internet, namun biayanya bisa dikatakan murah. Dimana salah satu fiturnya adalah Push Email.

Penjelasannya kurang lebih begini. Email yang masuk ke account kita dapat diambil dengan mengandalkan fitur POP3 (secara kebetulan, dua account email yang saya pakai, dua-duanya mendukung fitur ini), dan sebagai penanda bahwa ada email yang masuk, ponsel bakalan berbunyi layaknya ada sms yang masuk. Syaratnya hanya satu, koneksi internet harus selalu tetap terhubung.

Nama aplikasi tersebut adalah Morange. Format aplikasinya Java, jadi dapat dipastikan kompatibel dan dapat digunakan pada setiap ponsel Nokia yang mengadopsi sistem operasi Symbian 40 (seri 6275, 6300 dan sejenisnya), Symbian 60 (seri N, seri E, seri 6600 dan sejenisnya) juga Symbian 80 (seri 9500, 9300 dan sejenisnya).

Awalnya sih, saya gak terlalu tertarik. Karena terhubung dengan koneksi internet secara full time seharian (gak full 24 jam siy), bukanlah prioritas saya selama ini. Malah jikapun boleh, saya ingin sekali lepas sehari dua dengan benda yang dinamakan orang sebagai ponsel. Jauh lebih bebas dan lega…. He…

Gak tertarik menggunakan, bukan berarti saya tak penasaran, maka saya mencoba mencari tahu di beberapa blog terkait penggunaan aplikasi Morange ini sebagai sebuah alternatif solusi yang murah bagi mereka yang berangan-angan memiliki sebuah gadget nan mahal, Blackberry. Minimal, kemampuannya sama-lah. Ternyata hasil survey saya malah mengubah pendapat saya, yah, gak ada salahnya mencoba…

Berhubung satu-satunya sarana mobile yang saya miliki untuk aktivitas internet, email dan blog adalah PDA O2 XDA Atom, maka sayapun mencoba menginstalasinya pada handset dan berhasil. Sesuai keterangan resmi pada situs resmi Morange, sebelum menggunakannya saya diwajibkan melakukan perdaftaran (registrasi) secara gratis dan berhasil. So, langkah berikutnya tentu saja saya lanjutkan dengan mencoba menjajal Morange via sistem operasi Pocket PC Windows Mobile 6 yang kebetulan baru di-upgrade awal tahun lalu.

Sebagai langkah awal percobaan aplikasi Morange, user (saya) diwajibkan untuk login terlebih dulu menggunakan account yang telah didaftarkan sebelumnya. Tampilan awal (today) Morange-pun berhasil saya nikmati. He… Ternyata isinya gak jauh beda dengan Facebook. Ada status user (lagi ngapain aja hari ini ???), edit profile, account email yang akan digunakan, hingga ke pengaturan tampilan awal (today) yang dikenal dengan ‘Dock Setting’.

Puas mengotak-atik tampilan awal, saya mulai menjajakinya dengan pengecekan email. Eh, beneran. Email yang masuk langsung direspon dengan nada tanda masuk sms, plus getar juga.

Nah, seperti biasa, permasalahan-permasalan pun muncul.

Pertama, untuk fitur Push Email, syarat pertama yang harus dilakukan adalah koneksi yang tetap terhubung dengan internet. Syarat kedua, aplikasi Morange yang dalam hal ini berformat Java, tidak boleh tertutup (yang biasanya akan ditutup secara permanen saat kita menekan tombol tanda silang) atau hanya di minimize. Untuk melakukan hal ini, dapat menggunakan aplikasi tambahan seperti Handy Switcher yang kalo ndak salah bisa secara gratis diunduh dan diinstalasi kedalam handset Pocket PC.

Kedua, masalah yang muncul adalah penggunaan dua tombol softkey kiri-kanan yang dalam aplikasi Morange berfungsi sebagai tombol ‘Menu’ dan ‘Back’. Nah, masalahnya pada handset O2 yang saya miliki, kedua softkey tersebut tidak bisa diakses dengan jalan touchscreen (layar sentuh), juga dengan menekan tombol softkey yang saya atur lewat Setting-Button. Gak bereaksi sama sekali.

Masalah ketiadaan akses tombol softkey ‘Menu’ ini tentu saja akan sangat berpengaruh pada penggunaan aplikasi Morange, dimana saat mencoba membalas (Reply) email, maupun membuat baru (Compose), saya tidak bisa mengirimkannya ketujuan. Pada layar sama sekali tidak ditemukan tombol pengiriman (Send), yang membuat saya tambah yakin kalau pilihan pengiriman ada pada tombol ‘Menu’ yang sama sekali tidak dapat saya akses.

Masalah ketiadaan akses tombol softkey ‘Back’ akan sangat terasa saat mencoba mengakses Setting dari layar tampilan pertama (Today). Setelah berhasil menyesuaikan pengaturan (Setting) pada salah satu pilihannya, -Privacy Setting –General Setting dan –Application Setting, sama sekali tidak dapat melakukan akses ke menu sebelumnya yang biasanya dapat dilakukan dengan menekan tombol ‘Back’. Sedangkan jika menekan tombol ‘Home’ dan kembali menuju ‘Setting’, tampilan bakalan kembali pada pengaturan terakhir. So, satu-satunya cara ya menutup aplikasi dan login kembali. Ribet ?

Nah, saat putus asa dengan keterbatasan yang dialami, saya kembali melakukan survey di forum Morange, untuk mendapatkan penjelasan terkait. Kali aja ada. Eh, malah saya mendapatkan konfirmasi bahwa untuk versi yang mendukung secara penuh sistem operasi Pocket PC Windows Mobile 6, bakalan dirilis resmi bulan Juni nanti. Ealah….

Yah, barangkali memang harus menunggu 3 bulan lagi untuk bisa menikmatinya dengan baik. So, untuk sementara saya tunda dulu deh review Morange untuk handset PDA Pocket PC-nya. Mungkin kalo nanti sudah sempat saya coba dipake via ponsel Nokia, baru deh, saya kabari lagi selengkapnya. He…