#HPjadul Multimedia Mumpuni Jaman Old Nokia N73

Category : tentang TeKnoLoGi

Kemunculan ponsel satu ini kalau tidak salah ingat, dinanti begitu banyak orang. Pasalnya N73 merupakan ponsel Multimedia Nokia pertama yang disematkan lensa kamera 3,2 MP, tergolong resolusi besar ukuran jaman itu dan menyandang nama besar Carl Zeiss pula. Yang bisa diaktifkan secara otomatis dengan cara menggeser penutup lensa di sisi punggung ponsel. Sudah begitu, salah satu andalan Nokia dari N series ini membawa pula dual speaker stereo yang menyebabkan seri ini dirilis kembali dalam balutan chasing berwarna Hitam dan label Music Edition lengkap dengan tema layar yang baru bersama beberapa seri lainnya.

Nokia N73 memiliki bentuk candy bar dengan dimensi layar yang cukup lebar di Jaman Old. Membawa sistem operasi Symbian 60 3rd edition membuatnya cukup mumpuni untuk mengoperasikan beberapa aktifitas penting termasuk urusan Push Email via aplikasi berbasis Java Morange, yang saat itu sedang menjadi Trend Global gegara perangkat bulky Blackberry.

Saya sendiri menyandang ponsel N73 ME sebulan sebelum kelahiran putri pertama, Mirah GayatriDewi demi hasrat mengabadikan gambar dan video pertama yang bersangkutan melalui layar ponsel. Serta mempensiunkan perangkat kamera saku saat itu, Konica Minolta dari aktifitas rutin sehari-hari.
Berpasangan dengan ponsel Nokia cdma 6275i, menjadikannya pasangan ideal selama hampir dua tahun kedepannya.

#HPjadul #Nokia #N73 #ME #CarlZeiss #JamanOld #Morange

Mudah Kelola Akun Email dengan OutLook

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang belum kenal dengan istilah email gag ya ? atau yang kalau ditranslate ke bahasa Indonesia menjadi Sur-el ? Surat Elektronik ? hehehe… saya yakin setiap pengguna dunia maya, kenal betul istilah satu ini. Sayangnya belum semua paham betul bahwa sesungguhnya setiap pemilik email wajib mengelola alamat emailnya dengan baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada tiga alasan umum yang kerap dikemukakan oleh para pemilik email ketika saya tanyakan soal ‘kebisaaan memeriksa akun emailnya’. Tidak punya banyak waktu dan juga proses yang ribet untuk login (ini berlaku bagi mereka yang masih memeriksa akun email melalui browser pc), Tidak tahu caranya (kebanyakan mereka yang memanfaatkan FaceBook tanpa menyadari fungsi alamat email yang digunakan sebagai akun) dan Tidak mau tahu (bisaanya mereka ini sampai lupa password yang digunakan untuk membuka email). Padahal ada loh cara mudah untuk mengelola Email yang tidak ribet, tidak membutuhkan banyak waktu atau malahan biaya untuk koneksi internet.

Bagi mereka yang sudah bergelut lama dengan perangkat pintar BlackBerry dan menggunakan layanan RIM, saya yakin yang namanya fitur Push Email, bukan lagi hal yang asing terdengar. Pula bagi mereka yang masih betah menggunakan ponsel Java, bisa juga merasakan asyiknya fitur Push Email dengan memanfaatkan aplikasi Morange atau MoZat. Tapi bagaimana dengan mereka yang masih betah menggunakan PC rumahan ? apakah bisa juga merasakan hal yang sama ?

Secara umum memang ada banyak aplikasi gratisan yang dapat digunakan untuk mengelola email pada PC rumahan, bisaanya bergantung pada selera atau kebisaaan. Namun secara default sebuah PC rumahan yang berbasiskan Windows sebagai system operasinya, sudah menyediakan fasilitas Outlook Express yang berfungsi sama. Jikapun didalam PC yang Anda gunakan sudah terinstalasi paket Microsoft Office (baik yang resmi ataupun bajakan), bisa juga memanfaatkan salah satu aplikasi yang terintegrasi didalamnya, Microsoft Outlook.

Mengelola akun Email dengan menggunakan aplikasi Outlook Express ataupun Microsoft Outlook ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan layanan fitur Push Email yang diberikan RIM selaku pengembang system operasi BlackBerry ataupun yang diberikan oleh aplikasi java Morange atau MoZat tadi. Semua email bakalan ditarik kedalam aplikasi Outlook ketika PC terhubung dengan dunia maya. Lamanya waktu yang dibutuhkan, bergantung pada besaran total email yang diterima, dibagi dengan rata-rata kecepatan koneksi. Untuk mudahnya dimengerti, katakanlah waktu yang dibutuhkan kisaran 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit untuk dapat menyelesaikan proses ‘penarikan email ini. Selanjutnya, jika koneksi yang digunakan masih terasa mahal untuk dilanjutkan, ya putuskan saja.

Email yang sudah selesai ditarik kedalam aplikasi Outlook ini, kemudian dapat dibaca, dinikmati hingga habis (jika email berisi banyak informasi penting yang harus dicermati dengan hati-hati), dibalas sesuai kebutuhan dan dikirim. Semua aktifitas ini dapat dilakukan secara Offline atau tanpa menggunakan koneksi internet. Jika sudah selesai, tinggal menyambungkan koneksi kembali, tunggu hingga semua email dinyatakan telah terkirim, lalu putuskan kembali koneksinya. Mudah bukan ?

Adapun kelebihan mengelola akun email dengan menggunakan aplikasi OutLook ini atau sejenisnya adalah, tidak membutuhkan Proses yang cenderung ribet serta berulang untuk login, melihat inbox (kotak masuk), tidak membutuhkan koneksi internet (yang cenderung terjadi penurunan kecepatan) yang lama, tidak membutuhkan waktu untuk menunggu (membuka satu persatu email, membacanya, kemudian menutup kemudian membuka dan membaca email lainnya), tidak terbatas pada satu akun email saja (bayangkan jika Anda memiliki dua akun atau lebih, dan membukanya secara online melalui browser PC), dan email balasan, dapat dikerjakan kapan saja (tidak harus online).

Sayangnya, cara ini ada pula kelemahan atau kekurangannya. Tidak dapat diterapkan bagi mereka yang menggunakan alamat email dengan domain atau embel-embel Yahoo (alamat yang masih umum digunakan untuk membuat akun email) serta membutuhkan proses input akun yang sedikit rumit dan tidak gampang dipahami oleh awam, namun masih bisa dipelajari kok.

Mengapa saya katakan tidak dapat diterapkan pada akun email Yahoo, karena proses yang digunakan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP yang tidak ditawarkan secara gratis oleh Yahoo. Berbeda dengan Gmail yang masih memberikan fasilitas penerusan email ini secara gratis untuk semua pengguna. Itu sebabnya, untuk membuat sebuah akun email gratisan, saya bisaanya lebih menyarankan rekan-rekan menggunakan alamat Gmail.

Lantas, bagaimana caranya untuk bisa mengelola akun email dengan memanfaatkan aplikasi Outlook ? tunggu di tulisan berikutnya ya…

MoZat re-inkarnasi MoRange V dengan Fitur FaceBook Chat dan Twitter

29

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah cukup lama saya tidak membahas tentang MoRange, sebuah aplikasi ponsel yang multifungsi dan sangat bermanfaat bagi mereka yang menginginkan fitur-fitur terkini. Kalo tidak salah tulisan terakhir yang saya turunkan pada BLoG PanDe Baik adalah terkait rilis baru MoRange V yang memiliki tampilan user interface baru.

Tepatnya Jumat pagi, saya menerima sebuah email pemberitahuan dari MoRange terkait rilis baru aplikasi yang mereka kembangkan dan meminta saya untuk mencobanya. Namun sebelum saya memulainya, ada satu hal yang aneh yang saya baca dari email tersebut. Alamat web site yang dianjurkan bagi pengguna pc adalah menuju www.mozat.com dan bukan www.morange.com seperti yang saya ketahui selama ini.

Aplikasi MoRange yang dikatakan terbaru itu rupanya masih mengadopsi versi V, namun dari penjelasan yang saya baca, ada 2 (dua) fitur baru yang menarik untuk dicoba yaitu FaceBook Chat dan Twitter Tweets. Selama ini untuk FaceBook Chat saya menggunakan aplikasi eBuddy yang mampu menampung beberapa akun Messenger termasuk Yahoo Messenger yang saya miliki. Sedangkan untuk Twitter Tweets saya menggunakan bantuan aplikasi Opera Mini. Sayangnya lantaran ponsel yang saya gunakan merupakan tipe ponsel Java S40 dari Nokia yang artinya belum mendukung Multitasking, ketiga aplikasi tersebut (termasuk MoRange) tidak dapat saya gunakan secara bersamaan. Tidak demikian halnya ketika saya menggunakan ponsel N73.

Berhubung MoRange yang terbaru ini masih mengadopsi versi V, tidak banyak perubahan yang saya dapatkan ketika layar ponsel menampilkan halaman aktif atau disebut juga dengan istilah HomeScreen. Namun aplikasi yang rupanya telah mengubah namanya menjadi MoZat ini terasa jauh lebih gegas ketimbang MoRange versi V awal kemarin. Demikian pula dengan fitur Push Email yang masih kerap saya gunakan hingga kini.

Memasuki opsi App Centre, pengguna MoZat (nama lain MoRange V) dapat memilih beberapa fitur tambahan yang nantinya akan ditampilkan pada Application List atau Dock halaman aktif (HomeScreen). Saya pun mengambil kedua fitur baru diatas, FaceBook Chat dan Twitter Tweets, untuk langsung dicoba kemampuannya.

Fitur FaceBook Chat hanya memerlukan username/email beserta password yang digunakan pada akun FaceBook untuk masuk ke tampilan berikutnya yang berisikan nama Rekan-rekan yang terlihat online pada waktu yang sama. Untuk melakukan Chat, pengguna MoZat tinggal memilih nama Rekan yang diinginkan dan mengetikkan apa yang ada didalam pikiran. Balasan Chat dari Rekan akan diberitahukan dengan suara dan strip keterangan di bagian atas layar ponsel. Mengasyikkan tentu saja.

Fitur Twitter Tweets sebenarnya tidak jauh berbeda dengan shortcut alamat Twitter yang saya jadikan BookMark pada aplikasi Opera Mini. Hanya saja pada saat tombol pilihan ditekan, ada beberapa pilihan Menu khas Twitter yang dapat diakses, seperti Following dan Followers.

Dibandingkan dengan aktifitas saya sebelumnya sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja dengan MoZat (nama lain MoRange V) saya tidak lagi memerlukan aplikasi eBuddy yang sedianya tidak dapat diaktifkan dalam waktu bersamaan pada ponsel Nokia CDMA ini. Cukup dengan mengeksekusi satu aplikasi MoZat, saya sudah mendapatkan berbagai aktifitas yang saya inginkan, seperti Push Email, Web Browser untuk mengakses BLoG dan FaceBook, Internet Messenger meliputi FaceBook Chat, Yahoo Messenger serta Twitter.

Ah, rupanya pengembang aplikasi MoRange mendengar juga apa yang diharapkan oleh pemilik BLoG ini. Hehehe…

Gak perlu ponsel secanggih Blackberry kalo Cuma buat internetan

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel QWERTY -demikian mereka menyebutnya- kini telah menjadi trend di negeri ini, gara-garanya apalagi kalo bukan demam Blackberry. Ponsel gembul besutan Canada ini kian hari kian membuat sebagian pengguna ponsel tanah air tergila-gila, dari rentang anak sekolahan, pegawai negeri hingga yang memang benar-benar memerlukannya, para wiraswasta dan bisnisman. Terakhir kabarnya ponsel ini telah merilis seri termurah mereka (dalam kondisi baru loh ya) yang disebut dengan Gemini.

BlackBerry

Kehebohan ini dimarakkan pula oleh para vendor ponsel lokal alias buatan China. Dengan banderol harga sejutaan siapa sih yang gak tertarik untuk memilikinya ? bisa internetan, facebook, chatting ataupun kirim terima email merupakan jargon promosi yang digunakan. Padahal saya yakin banget, tidak semua pemilik dan pengguna ponsel QWERTY ini (entah dari vendor Blackberry ataupun lokal) bakalan menggunakan semua fitur tersebut secara penuh. Lagi-lagi faktor Gengsi yang berbicara.

Beberapa teman bahkan rela melego ponsel lama mereka yang sebetulnya masih sangat layak pakai, milik vendor terkenal, seri N pula, diganti dengan ponsel canada berkeypad QWERTY. Diluar faktor Gengsi, apakah sebegitu perlunya ponsel secanggih Blackberry kalo pemakaiannya hanya untuk sms dan telepon dan sesekali terkoneksi dengan internet ?

Ponsel jadulpun masih bisa kok, asal jeli dan gak malu untuk menggunakannya. Syaratnya cuma satu, mendukung aplikasi Java. Sejauh yang saya coba, ada 3 (tiga) aplikasi berbasis java yang pantas dan layak untuk disuntikkan pada ponsel lama yaitu Morange, Opera Mini dan eBuddy.

Morange adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang bersifat All in One. Didalamnya terdapat fitur Push Email, Yahoo Messenger, chat via GTalk, ICQ minus Facebook. Ada juga fitur Browser yang memiliki opsi multi tab namun sayangnya respon yang diberikan terlalu lambat. Akun Morange bisa didaftarkan secara gratis dan dapat digunakan tanpa adanya pungutan biaya. Adapun untuk fitur Push Email bisa menggunakan fasilitas POP3 milik akun Gmail, Yahoo (yang di-switch terlebih dahulu menjadi versi classic) hingga domain pribadi. Untuk lengkapnya, silahkan mampir di dua tulisan saya yang pernah mengeksplorasi fitur milik MoRange, disini dan disini.

Opera Mini merupakan sebuah aplikasi web browser yang dapat digunakan secara gratis, dengan tingkat kompresi tinggi sehingga biaya yang dikenakan untuk aktifitas browsing jauh lebih murah ketimbang browser bawaan ponsel. Kelebihannya adalah mampu menampilkan halaman web secara mobile maupun secara full ala PC. Setiap halaman web yang sering diakses seperti Facebook, Twitter, Tumblr ataupun BLoG dapat ditampilkan pada halaman Utama sebagai Bookmark. Untuk mengaksesnya tinggal menggeser tombol navigasi ponsel atau menekan timbol bintang (*) dan urutan angka yang tercatat pada Bookmark. Password biasanya akan disimpan secara otomatis walaupun koneksi diputuskan.

eBuddy adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang memiliki fasilitas khusus chatting, meliputi semua akun komunikasi yang ada, dari Yahoo, Gtalk, MSN, ICQ hingga yang trend belakangan ini, Facebook. eBuddy lebih saya rekomendasikan ketimbang tiga aplikasi lain serupa seperti Nimbuzz, Palringo dan Yeigo. Kelebihannya berada pada kecepatan akses aplikasi untuk menampilkan akun chat teman lain yang online pada saat bersamaan.

Hanya dengan bermodalkan 3 (tiga) aplikasi berbasis Java tadi maka sebuah ponsel lawas sudah siap bersanding dengan ponsel secanggih Blackberry. Dibanding Blackberry memang harus disadari ada 2 (dua) hal yang menjadi faktor kekalahan sebuah ponsel lawas yaitu Gengsi dan ketiadaan keypad QWERTY. Perlu waktu jeda untuk dapat mengetikkan abjad yang berada pada tombol yang sama. Namun apabila kedua kelemahan ponsel lawas tadi bukan lagi menjadi satu masalah besar, kenapa juga harus memaksakan diri membeli sebuah Blackberry kalo Cuma buat internetan ?

MoRange kini dalam tampilan Baru

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa waktu lalu saat laptop pertama yang saya miliki mengalami sedikit gangguan dan diputuskan untuk diinapkan sementara waktu (agar fokus perbaikan bisa jauh lebih baik), praktis aktifitas rutin yang biasanya saya lakukan berkaitan dengan dunia maya terhenti seketika. Kendati tidak sepenuhnya namun bisa dikatakan ada rasa hampa yang saya alami sepanjang waktu tersebut.

Solusi paling pertama yang bisa saya ambil adalah mengoptimalkan penggunaan ponsel sebagai sarana pengganti sementara mengingat solusi kedua yang saya rencanakan yaitu beraktifitas melalui Warnet tidak bisa saya lakukan setiap saat seperti halnya dahulu. Maka Morange kembali saya aktifkan baik pada ponsel cdma milik saya maupun gsm milik Istri. Sayangnya ada satu gangguan yang lumayan membuat saya kebingungan yaitu tidak berfungsinya fitur Push Email seperti yang dahulu pernah saya paparkan dalam tulisan BLoG ini.

Setelah dilakukan pengecekan melalui browser Opera Mini versi 3.0, sayapun bisa mengetahui bahwa dalam beberapa account email saya terdapat rata-rata sekitar 100-200an email yang belum dibaca (forward melalui fitur POP3). Ini bisa dimaklumi lantaran tiga hari setelah dan sebelum gangguan pada laptop terjadi, saya ga’sempat melakukan aktifitas cek email melalui Microsoft Outlook seperti sebelumnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, saya bisa memaklumi apabila aplikasi MoRange yang saya miliki tidak mampu melaksanakan fungsi Push Emailnya dengan baik, sehingga saya mencoba hunting beberapa aplikasi berbasis Java yang dapat memberikan bantuan fitur Push Email secara Gratis.

Sambil melakukan aktifitas “Trial and Error” pada sejumlah aplikasi yang saya temukan via Getjar, secara iseng saya melakukan kunjungan ke web site resmi MoRange dan mendapati kabar menarik bahwa MoRange merilis versi terbaru mereka yaitu MoRange 5.1. Setelah melakukan pengunduhan (download) file aplikasi MoRange yang dimaksud, sayapun mengeksekusinya pada ponsel gsm milik Istri, Nokia N73. Hasilnya sangat mengagumkan.

Aplikasi MoRange terdahulu secara otomatis di-Replace oleh versi terbaru tanpa menghilangkan data akun email yang tercatat sebelumnya. MoRange kini ditampilkan dengan interface yang jauh lebih fresh sedikit mengingatkan saya pada user interface ponsel iPhone maupun Windows Mobile versi HTC. Ini bisa dilihat dari taskbar atas dan bawah, lingkaran kecil sebagai tanda proses loading, dan juga pop up pilihan yang ditampilkan apabila pengguna ingin menghapus email yang telah dibaca.

MoRange 1

Kembali pada permasalahan MoRange dalam versi sebelumnya yang mengalami disfungsi push email (cieeehh bahasanya nok) tidak lagi saya temui dalam versi baru ini. Buktinya MoRange langsung merespon fitur Push Email seperti biasanya, menarik ratusan jumlah email yang belum dibaca kedalam ponsel dalam waktu beberapa menit. Tinggallah saya yang kelabakan membacanya satu persatu. Hehehe…

Seperti halnya perubahan versi MoRange dari III ke V yang menambahkan satu games versi MoRange yaitu Ocean Age, dalam versi terbarunya ini MoRange sepertinya mencoba memperkenal kembali seri kedua games tersebut yaitu Orange WAR Age 2, bagi yang menyukai permainan games via ponsel barangkali bisa mencobanya. Selain itu ada juga beberapa penambahan fitur yang diusung pada versi terbaru yaitu Backup Contact (daftar teman yang dimiliki) dan Buy Your Friend yang mengingatkan saya pada kontroversial Facebook beberapa waktu lalu.

MoRange 2

Sayangnya ada beberapa perubahan yang dilakukan dari versi sebelumnya yaitu apabila pengguna melakukan Login pada aplikasi ini, layar tidak akan merespon pergerakan cursor (navigasi ponsel) hingga aktifitas Login berhasil dilakukan. Ini tentu saja berbeda dengan versi sebelumnya dimana pengguna sambil menunggu proses Login selesai, masih bisa melihat-lihat isi Morange secara offline termasuk membaca email yang telah diterima sebelumnya.

Bagi yang masih menggunakan MoRange V dan penasaran ingin mencoba versi terbarunya 5.1, dapat mengunduh (download) dari alamat dibawah ini. Ohya, ternyata aplikasi MoRange ada juga yang diperuntukkan bagi ponsel/pda berbasis sistem operasi Windows Mobile loh…

> MoRange untuk ponsel yang mendukung Java
> MoRange untuk Windows MobiLe

BLackberry untuk PNS ?

15

Category : tentang KeseHaRian

“Jaman sudah Blackberry, Hare gene masiy pake ponsel ?”

Senin pagi lalu, saya kedatangan seorang rekan kantor yang seperti biasanya selalu mencoba memberikan ‘sentuhan’ nyeleneh. Kali ini Rekan saya tersebut memberi komentar pada aktivitas saya yang mojok membaca email via ponsel Nokia CDMA 6275i….

Mmmpphhh…. Saya hampir saja memuncratkan sesuatu gara-gara saking gelinya dengar teriakannya kali ini. Huah ? Blackberry ? sejak kapan ?

“Kamu tu masiy ja kuno pake ponsel…. Ini jamannya begini nih…. (sambil memperagakan tangan mencet keyboard-pad ala Blackberry). Gak trendy ah….”

Huahahaha….. Angin apa yang membuat rekan saya ini begitu tergila-gila dengan BLackberry ?

Rupanya sang Istri baru saja membeli Blackberry Javelin, seri hematnya Bold 9000. makanya kini ia seakan tergila-gila ikutan booming Blackberry….

Oke deh. Tapi ngomong-ngomong, seberapa pantas siy seorang PNS seperti saya ini menenteng BLackberry dalam keseharian saya ?

Pertama sih saya perlu tahu dulu apa kelebihan sebuah BLackberry hingga membuat masyarakat di negara ini begitu menggilai handset mahal kelahiran Kanada ? Apa hanya karena Presiden AS Barrack Obama menggunakannya, seperti halnya waktu BeLiau berkampanye via Facebook ? atau hanya karena iming-iming ‘Internet Mobile’ yang didengungkan beberapa waktu lalu ? Jangan sampe beli BLackberry cuman sekedar buat ikut-ikutan Trend….

Dari hasil hunting di mbah Google, rata-rata memberikan gambaran kelebihan handset BLackberry itu ada pada kemampuannya untuk melakukan Push Email. Layanan email secara RealTime layaknya fitur SMS. Ada juga yang mengatakan bisa membantu aktivitas BLoG via ‘mobile blogging’ yang disediakan oleh BB. Dapat melakukan update isi BLoG via email.

Ada juga yang begitu mengagungkan kemampuan kompresi emailnya hingga 10%.Sehingga setiap email, ukuran penerimaannya gak lebih dari 2-3 Kb. Efeknya tentu jauh lebih ringan dan cepat dalam penerimaan email.

Belum lagi tingkat kemampuan Baterenya yang mampu bertahan hingga 1 hari walaupun dalam keadaan aktif GPRS dan fitur lainnya. Termasuk meminimal kemungkinan kehilangan data saat handset tidak aktif dalam waktu lama. Gak perlu setting GPRS lagi. Semua sudah otomatis.

Hmmmm…. Kelihatannya mereka semua itu belum kenal dengan sebuah Aplikasi berbasis Java yang masih bersifat gratis hingga saat ini. MoRange. Aplikasi ini beberapa waktu lalu sempat saya ulas panjang lebar, atas rekomendasi seorang rekan.

Aplikasi yang mampu memberikan ‘semua kenyamanan ala Blackberry. Masalah Push Email dengan kompresi data hingga 2-3 Kb per email, update blog, chat, dsb, bisa dilakukan dengan handset ponsel murah sekalipun. Syaratnya Cuma satu, sudah mendukung Java. Soal penghabisan biaya, sejauh yang saya lakukan, bulan lalu itu Cuma menghabiskan biaya sekitar 50ribuan. Itupun aktif selama 16 Jam sehari (diluar Jam Tidur tentunya) –emangnya saya Gila, mengaktifkan GPRS 24 jam sehari ?

Apabila terkait pengaturan GPRS¸saya rasa hanya diperlukan satu kali pengaturan untuk pemakaian yang berulang-ulang. Gak perlu di-set setiap kali make. Kehilangan data ? ya, enggak lah. Email yang saya terima pada ponsel Nokia CDMA saat koneksi Starone ngadat sebulan lalupun masih tersimpan dengan baik, padahal saya gak pernah memakainya lagi sejak koneksi kembali normal.

Kembali pada ‘seberapa pantasnya PNS seperti saya menenteng BLackberry ya diserahkan kepada aktivitas yang dilakukan sehari-harinya.

Apakah perlu sekali dengan fitur push email setiap harinya mengingat aktivitas yang dilakukan hanya sebatas BloGGing, ikutan Facebook dan beberapa forum yang gak penting ?

Apakah koneksi GPRS yang aktif 24 jam begitu dibutuhkan mengingat ponsel saja terkadang saya matikan saat berada dirumah, agar saya bisa lebih menikmati waktu bersama keluarga ?

Apakah update BLoG secara mobile dan Real Time sangat saya perlukan mengingat fungsi BLoG saya ini bukanlah sebagai sarana pencari ‘penghasilan ?

Apakah browsing yang berulang-ulang sampai bosan akan sangat diperlukan mengingat aktivitas saya tadi itu gak perlu sampe browsing-browsing segala ?

Dikaitkan dengan masalah keuangan, apakah saya bisa menyiapkan sejumlah uang untuk sebuah handset BLackberry plus layanan per bulannya, sedangkan dengan mengandalkan aplikasi MoRange dan ponsel biasapun saya sudah mampu mendapatkan layanan yang sama dan biaya yang murah pula ? PNS gitu loh… Gaji sebulan untuk pemakaian saat ini aja masih kurang, apalagi dibebankan lagi dengan biaya bulanan BLackberry ? Huahahaha…

Yah, sebelum ikutan Trend ber-BLackberry ada baiknya juga kita bisa melihat, sejauh apa kita memerlukan fitur-fitur yang ada didalamnya tersebut. Apalagi kalau dikaitkan dengan biaya nan mahal untuk bisa menggunakannya. Agar gak mubazir nantinya. Mencomot kata-kata sebuah majalah….

“Jangan sampe kita membeli sebuah Ferrari hanya untuk mengantarkan anak berangkat ke sekolah….”

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya perihal ‘mengexplorasi fitur Morange’ yang pertama kemarin, kebetulan baru membahas soal Profil tampilan utama, pengaturan aplikasi Morange (setting), penambahan aplikasi dan pengaturannya pada layar utama Morange, fitur ‘Push Email’ ala Blackberry dan juga Web Browser built in. Jadi gak perlu tambahan browser lagi kalo make Morange.

…..dan berikut lanjutannya. Silahkan disimak….

***

Anda menyukai Chatting ? Morange-pun menyediakan fitur seperti Yahoo Messenger, ICQ, Google Talk atau MSN sebagai sarana ngobrol dengan account diluar Morange. Saya mengambil contoh salah satunya yaitu Yahoo Messenger (YM). Setelah melakukan login dengan memasukkan ID dan Password, saya dihadapkan pilihan yang sangat mirip dengan YM versi Windows. Dalam arti semua nama contact yang ada pada YM laptop, ditampilkan dengan baik. Jauh berbeda dengan aplikasi YM yang saya dapatkan dalam versi Windows Mobile pada PDA. Lengkap dengan status mereka, Offline, Online, Busy atau idle.


Setiap jawaban yang datang dari orang yang diajak Chatting, seperti halnya fitur ’Push Email’, ponsel atau handset akan bergetar dan bersuara seperti masuknya sms. Saat kembali kelayar utamapun, pada kolom Notification akan tertera status chat yang kita lakukan sebelumnya.

Sarana ngobrol ala Morange ada pada fitur ChatRoom. Disini kita bisa masuk pada ruang Chat yang telah disediakan, tinggal memilih yang mana diinginkan, dan…. langsung bergabung tanpa ada birokrasi segala macam.


Jika bosan dengan chatroom yang berlangsung, kita bisa memilih chatroom yang lain, yang ternyata ada juga loh yang berbau esek-esek. Huahahaha….. Untuk menghentikan ngobrol yang gak jelas pun kita diberikan opsi dan diakses melalui tombol Menu.

Selanjutnya fitur Message¸ kurang lebih sama dengan yang ada pada Facebook, dimana kita bisa mengirimkan pesan pada teman sesama pengguna Morange, yang berstatus offline.


Terlalu panjang ? oke, silahkan dibaca sedikit lagi dan akan saya persingkat. He…

Fitur tambahan lainnya adalah album foto, group list (daftar teman) dan jawilan (poke) yang memang semua ini sangat mirip dan familiar bagi mereka yang memiliki account di Facebook.


Tak cuma itu loh. Ada juga aplikasi tambahan lainnya yang memang mirip beneran dengan Facebook. Seperti Friend Test, dimana kita bisa membuat quiz tertentu untuk menguji seberapa jauh pengetahuan teman yang ada pada daftar kita terkait hal-hal tertentu. Sound familiar dengan Facebook bukan ?


Bedanya tentu saja Morange ini digunakan pada ponsel atau handset yang dapat dipakai kapanpun dan dimanapun. Secara Mobile ceritanya. Irit pulsa pula.

Hanya saja berhubung sarana yang dipakai itu adalah ponsel atau handset yang dikenal dengan lemotnya, khusus pada rilisan tanpa jeroan prosesor didalamnya, tampilan loading yang lama dan lelet kerap ditemui saat membuka fitur, halaman atau aplikasi baru. Hal ini tentu saja biasa terjadi pada ponsel, yang bahkan tergolong smartphone sekalipun.

So, siap jadi seorang Moranger ?

> Tulisan ini adalah tulisan terakhir yang PanDe Baik turunkan terkait Morange. Semoga saja berguna bagi rekan-rekan yang memerlukan, dan mohon maaf jika tulisan kali ini terlalu panjang dan membosankan untuk dinikmati. <

Satu lagi, tulisan ini sekaligus tulisan terakhir pada BLoG untuk saat ini, berhubung bakalan menyambut Tahun Baru Caka 1931.
Selamat melakukan brata Penyepian dan semoga Tuhan selalu memberikan yang Terbaik untuk kita semua.
Sampai jumpa usai Nyepi….

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-1

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih tentang Morange. Aplikasi berbasis Java yang multifungsi sebagai alternatif solusi internetan dengan murah ala Blackberry.

Kalo pada tulisan-tulisan saya sebelumnya lebih banyak bercerita tentang pengetesan aplikasi Morange pada ponsel, tulisan kali ini saya porsikan untuk mengeksplorasi Morange lebih jauh. Tentu saja yang versi gratisan saja. Hahahaha…. dan berhubung hasilnya jadi panjang, maka tulisan ini saya bagi dua, agar tak malah membosankan nantinya.

***

Tampilan Pertama yang paling gampang dikenal pada Morange adalah Profile. Profile pada Morange rupanya gak jauh berbeda dengan Profile versi Facebook maupun Yahoo Messenger (selanjutnya dipake istilah YM). Profile ala Facebook, yang bisa menampilkan status personal, status sosial saat ini maupun yang ingin dicari. Profile ala YM menampilkan status Online, Offline, Busy maupun custom.


Profile pada Morange dilengkapi pula dengan Report tentang status Profile selama selang waktu pertama kali mendaftarkan account di Morange hingga terkini. Misalkan saja, berapa banyak status yang pernah dipublikasi, berapa jumlah foto yang kita upload atau berapa banyak komentar teman.

Sebelum melangkah pada fitur-fitur yang disediakan, kita bisa melakukan setting (pengaturan) terlebih dahulu untuk mengubah default Morange agar lebih sesuai dengan kehendak kita. Terdiri dari lima (5) settingan utama, General, Web, Homescreen, Email dan Chat.


Untuk General Setting, mengatur perihal koneksi internet, apakah memakai format html atau WAP, hal lain seperti besaran huruf, suara yang akan menandakan reaksi pada Morange entah itu email, chat ataupun lainnya termasuk pula getar (vibrate), serta pengaturan jam dan penggunaan kamera. Sedangkan WEB Setting, lebih mengutamakan pada gambar yang akan ditampilkan, terkait pada jumlah volume yang akan dihabiskan nanti. Makin bagus kualitas gambar yang ditampilkan, makin besar pula volume bytes yang dihabiskan. Begitu pula dengan ketiga pengaturan lainnya.

Pada tampilan utama Morange, terdapat list atau daftar aplikasi yang aktif atau paling sering digunakan nantinya. Pengaturan daftar aplikasi yang akan dipakai nantinya dapat diatur atau ditambahkan, misalkan saja dari daftar default yang ada, ditambahkan fitur aplikasi ICQ dan menghilangkan Google Talk.


Begitu pula yang tampil pada layar utamapun dapat pula diatur. Dari daftar aplikasi diatas, yang mana saja paling sering digunakan nantinya. Sisanya akan ditampilkan setelah memilih tanda panah paling kanan.


Berkaitan dengan fitur ‘Push Email’ fitur utama ala Blackberry, untuk menggunakannya, harus diatur terlebih dahulu account email yang dipakai. Tentu saja email tersebut harus mendukung fasilitas POP3 atau IMAP, seperti misalnya Gmail atau bahkan email yang saya pakai dari BLoG ini, pandebaik.com.


Setelah diatur, silahkan mencoba fitur ini dengan saling berkirim email dengan rekan, dimana daftar penerima email dapat diambil dari daftar Contact yang ada pada ponsel. Untuk melihat seberapa jauh prosesnya apakah telah dikirim atau belum, bisa dilihat pada daftar email (email list). Jikapun datang balasan ataupun setiap kali email masuk ke inbox, maka ponsel atau handset bakalan bersuara dan bergetar seperti layaknya penerimaan sms.

Web Browser merupakan fitur yang disediakan pula oleh Morange. Jadi gak usah menambahkan browser terpisah seperti Opera ataupun Firefox lagi untuk dapat mengakses blog ataupun mbah Google. Untuk melakukan pencarian (search) sebuah kata kuncipun disediakan pilihan, apakah akan dilakukan pada mesin pencari (search engine) Google, Yahoo atau lainnya.


Saat alamat atau situs tertentu ditampilkan, Morange menyediakan pula fitur Bookmark halaman, yang kemudian akan ditampilkan pada menu Favourite, mirip dengan PC Windows bukan ? Jadi gak perlu bersusah-susah lagi mengetikkan alamat yang pernah dikunjungi (yang pernah di-bookmark). Disini saya mencoba mengakses BLoG pribadi dan sukses.


Ohya, adapun fitur tambahan dalam Web Browser ini adalah sistem penggunaan Tab, apabila ingin membuka lebih dari satu halaman. Mirip dengan yang disediakan oleh Opera, Firefox maupun Google Chrome. Sekali lagi, gak usah menambahkan browser tambahan seperti ketiganya tersebut kok. He…

Eh, sebetulnya fitur yang ada pada Morange itu masih banyak loh, tapi dilanjutkan pada tulisan berikut saja yaa…. see you di tulisan bagian ke-2. He…

Push Email di Pocket PC tanpa Morange ? Gampang !

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih terkait dengan Morange. Satu Aplikasi yang memiliki fitur lengkap terintegrasi ala layanan Blackberry.

Bagi yang masih ingat dengan tulisan saya yang pertama, perihal percobaan yang saya lakukan untuk menggunakan aplikasi Morange pada PDA O2XDA Atom Black yang berbasiskan Pocket PC dan telah diupgrade ke Windows Mobile 6.1.

Satu kesimpulan yang dapat saya ungkapkan waktu itu adalah Morange tidak dapat digunakan sepenuhnya dengan baik pada sistem operasi Pocket PC. Ini karena kedua tombol softkey kiri dan kanan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengakses tombol ‘Menu’ dan ‘Back’ pada tampilan Morange.

Trus gimana dong kalo seumpamanya kita menginginkan fitur-fitur ala Blackberry, minimal ‘Push Email’ dapat terintegrasi pada PDA yang digunakan, tanpa harus menggunakan Morange ? Gampang….

Sebetulnya dalam kondisi default-pun Pocket PC sudah memiliki fitur ‘Push Email’ pada Messaging yang disediakan. Hanya saja memerlukan pengaturan lebih lanjut untuk dapat menggunakan fitur ‘Push Email’.

Buat account email terlebih dahulu pada Messaging, dengan cara ‘New email Account Setup’ pada Menu Messaging, atau menekan tombol ‘Menu’ > ‘Tools’ > ‘New Account’ dari layar tampilan Inbox Message. Selanjutnya tinggal mengisi kolom username, password, kode untuk fitur POP3 atau IMAP dan juga SMTP, sebagai sarana mengambil email yang masuk pada account ke PDA secara langsung.

Sebelum mencapai Finish, silahkan dicermati pada halaman untuk pilihan ‘Automatic Send/Receive’. Agar dapat menggunakan fitur ‘Push Email’, silahkan diubah pilihan default yang biasanya di-set pada pilihan ‘Manually’ ke pilihan sendiri. Mau dilakukan aktivitas pengecekan setiap 5 menit, 10 menit hingga sekali sehari.

Nah, apabila itu sudah dipilih dan Finish, maka tinggal menunggu reaksi dari PDA saja. Apabila PDA dalam kondisi aktif sebagai fungsi telepon/sms saja, bukan terkoneksi dengan internet, maka pada waktunya nanti sesuai pengaturan, PDA akan melakukan koneksi secara otomatis dan mengambil serta mengirimkan email.

Untuk memudahkan mengetahui adanya email yang diterima, dapat dilakukan dengan pengaturan nada tandanya. Caranya dengan melakukan Setting pada pengaturan ‘Sounds and Notification’. Silahkan diatur apakah disertai dengan getar atau tidak.

Apabila masih bersikeras ingin memakai Morange dengan pertimbangan banyak fitur yang disediakan dalam satu aplikasi, perlu diketahui bahwa fungsi Morange hanya sebatas penerimaan dan Viewer. Tidak hingga ke tahap pengiriman (Reply). So, khusus untuk fitur ‘Push Email’, satu-satunya cara untuk melakukan pengiriman balasan (Reply) adalah memanfaatkan multitasking, yaitu melakukan aktivitas dengan dua atau tiga aplikasi dalam waktu bersamaan.

Caranya, tinggal menekan tombol Start Menu dan memilih Messaging, khusus untuk melakukan pengiriman balasan (Reply). Untuk kembali ke tampilan Morange, tinggal menekan tombol silang (quit) pada tampilan Messaging. Bagaimana ? Mudah kan ?

> Tulisan ini adalah untuk yang ke-empat kalinya PanDe Baik menyinggung penggunaan aplikasi Morange, sebagai sarana membantu mobilitas yang berkaitan dengan internet, sebagaimana layaknya layanan Blackberry. Ohya, masih ada satu tulisan lagi terkait aplikasi berbasis java ini, yaitu perihal Eksplorasi Morange seperti yang dipinta rekan saya Budi Windhutama. Sekedar mengetahui lebih jauh, apa saja sih isi jeroan aplikasi Morange ini yang bisa kita manfaatkan ? ditunggu yaaaa…. <

Morange dengan IM3 pada Nokia S60 seri N73 ME (test ke-3) Murah Beneraaaaannn

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi pengetesan aplikasi Morange yang ketiga kalinya sesuai janji, kali ini saya memakai handset ponsel Nokia GSM seri N73 Black atau dikenal dengan Music Edition, dan kartu IM3. Kebetulan alat yang saya pake melakukan test kali ini adalah satu dari tiga ponsel yang selalu dibawa Istri.

Kalo pada tulisan saya sebelumnya yang menggunakan kartu operator TelkomFlexy pada handset Nokia CDMA seri 6275i, tarif yang dikenakan terlalu mahal, sekitar Rp. 5,- per kilobyte pemakaian, itupun yang berlaku hanya satu paket sistem yaitu Volume Based saja. Sedang paket Time Based yang dikenai biaya Rp. 220,- per menit pakai hanya berlaku jika melakukan akses internet pada PC biasa dengan media ponsel digunakan sebagai modem.

Sebaliknya untuk IM3, tarif atau biaya yang dikenakan jauh lebih murah yaitu untuk paket Volume Based hanya Rp. 1,- per kilobyte pemakaian dan paket Time Based sekitar Rp. 75,- per menit pakai. Barangkali kalo mau dibandingkan dengan operator baru, macam AXIS, Smart ataupun 3, biaya atau tarif yang dikenakan oleh Indosat untuk IM3 masih tergolong mahal.

Hanya saja kalau dibandingkan dari segi sinyal dan kecepatan akses, bisa dikatakan jauh lebih memuaskan. Apalagi digunakan untuk internetan pada ponsel yang dikenal lemot (lemah otak) seperti halnya Nokia N73 ME yang saya pakai ini. Mungkin disebabkan oleh ketiadaan prosesor yang mumpuni seperti ponsel baru rilis terkini.

Tak jauh berbeda dengan hasil test yang saya lakukan sebelumnya, proses login, akses fitur-fitur yang ada didalamnya maupun saling berkirim email dapat dilakukan dengan baik.


Yang tak saya duga sebelumnya adalah saat mencoba meng-upload Avatar yang bisa berhasil dengan baik rupanya. Hanya saja untuk menampilkannya pada layar Morange, diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak moderator (Emma Yang). Sayangnya setelah lewat tiga haripun, saya belum mendapatkan konfirmasi perihal persetujuan penggunaan foto untuk Avatar. Ada yang bisa membantu barangkali ?


Walaupun hingga kini saya belum menemukan masalah yang berarti dalam beraktivitas dengan Morange via Nokia N73, kecuali ‘loading’ yang memakan waktu cukup lama. Sekitar 10-20 detik saat mencoba mengakses halaman demi halaman ataupun fitur yang ada didalamnya. Ini bisa dimaklumi, karena merupakan hal yang biasa dalam ponsel berkategori Smartphone, apalagi minim daya prosesor.


Satu hal kelebihan yang membedakan dengan hasil test terdahulu, dan patut dicatat adalah kemampuan ponsel dalam melakukan multitasking.

Yang dimaksud dengan multitasking adalah melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Seperti misalnya saat mengakses Morange secara online, kita masih bisa untuk melakukan aksi telepon atau sms maupun mengambil gambar dengan kamera.


Caranya saat layar menampilkan aplikasi Morange, tinggal menekan tombol Menu untuk mengakses fitur lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya sarankan langsung menekan tombol Menu, bukan tombol Merah (pemutusan panggilan), karena jika tombol merah yang ditekan, maka secara otomatis, aplikasi Morange yang sedang berjalan akan berhenti secara permanen. Itu artinya, untuk mengakses Morange kembali diperlukan langkah sedari awal yaitu login.

Sebaliknya, dengan menekan tombol Menu kita bisa mengakses fitur lain seperti telepon, sms maupun kamera dengan baik. Untuk kembali pada layar Morange, tinggal menekan tombol Menu agak lama (sekitar 3-5 detik) untuk memunculkan ‘task manager’ atau tampilan aplikasi apa saja yang aktif saat itu. Morange-pun bisa diakses kembali tanpa harus login.

Ohya, tak lupa berikut saya lampirkan tabel perbandingan pemakaian Morange dengan bantuan operator IM3 dengan pengujian teradulu yang menggunakan TelkomFlexy. Perlu diketahui, bahwa untuk test kali ini, saya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk beraktivitas dengan Morange. Sekitar dua kali lipat lebih dibanding waktu yang saya gunakan saat memakai TelkomFlexy. So, berikut lampiran perbandingannya.

Murah bukan ?

Nah, dari ketiga pengujian penggunaan aplikasi Morange sebagai sarana ‘push email’ layaknya layanan Blackberry, paling ideal adalah dengan menggunakan ponsel yang memakai sistem operasi layaknya Nokia Symbian 60 seperti seri N73 ME yang saya pakai, atau Symbian 80 Nokia seri 9300 /9500 misalnya. Bisa juga memakai handset lain, dengan syarat memiliki fitur meminimize aplikasi Java Morange untuk melakukan sambungan telepon dan sms secara bersamaan.

Perihal Tarif atau biaya yang dikenakan, IM3 dapat menjadi pilihan murah tapi memuaskan saat ini (untuk keperluan internetan). Bisa juga sih sebetulnya menggunakan operator lain seperti AXIS, 3 atau Smart, tapi itu semua kembali ada kekuatan sinyal pada daerah setempat.

Oke deh, untuk pengujian penggunaan aplikasi Morange pada ponsel kali ini saya sudahi. Selanjutnya barangkali bakalan saya susul dengan ‘eksplorasi’ Morange, yang isinya kira-kira fitur apa saja yang ada dan dapat digunakan dalam ‘sebuah’ aplikasi cantik bernama ‘Morange’. Ini sekaligus sebagai jawaban atas permintaan rekan saya Budi Windhutama.

> Morange bagi PanDe Baik adalah salah satu alternatif solusi murah bagi mereka yang minim anggaran untuk membeli handset mahal Blackberry sekaligus berlangganan paket data bulanannya. Selain fitur utama ‘push email’, masih dalam satu aplikasi Morange, kita akan mendapatkan banyak fitur yang terintegrasi sekaligus. Katakanlah ‘Web Browser’, ‘Chat Room’, ‘Yahoo Messenger’, ‘ICQ’, ‘MSN’, termasuk juga fitur-fitur yang akrab dalam Facebook sekalipun. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaaa… <

Morange dengan TelkomFlexy pada Nokia S40 seri 6275i (test ke-2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya sebelumnya terkait Morange, aplikasi berbasis Java yang kemampuannya nyaris menyamai aplikasi Push Email milik Blackberry. Kenapa saya katakan ‘hanya’ nyaris ?

Karena Morange ternyata tidak kompatibel jika dipakai pada handset PDA jadul O2 XDA Atom Black seperti yang saya miliki dan pakai saat ini. Saya pribadi berani mengatakan ‘tidak kompatibel’ sebaliknya banyak situs web besar lainnya mengatakan bahwa Morange dapat berjalan dengan baik di semua tipe PocketPC. Bagi yang belum jelas silahkan kembali menyimak tulisan saya sebelumnya. He….

Nah, sesuai janji saya, berikut saya akan paparkan hasil test yang saya lakukan untuk kedua kalinya pada aplikasi Morange. Kali ini mencoba mengaplikasikannya pada handset ponsel Nokia yang memiliki jaringan CDMA yaitu Nokia 6275i. Ponsel yang saya pakai pribadi hingga kini.

Sebagai gambaran, ponsel ini bukanlah ponsel yang menggunakan sistem operasi Symbian yang bisa ditambahkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti halnya seri N atau seri E. Walau begitu ponsel ini dikategorikan sebagai ponsel Nokia S40. Ponsel yang hanya dapat ditambahkan aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Ponsel sejenis yang terkenal pada jaringan GSM adalah seri 6300, 5300, 5310 dan 3120 classic yang telah mendukung 3G.

Ohya, perlu diketahui sebelumnya kalau operator yang saya pakai melakukan test kedua ini adalah Telkom Flexy.

Setelah mengkonfirmasi layanan lokal terkait TelkomFlexy baik itu cara koneksi internet via ponsel hingga tarif yang dikenakan untuk pemakaian. Jawabannya cukup mengejutkan bagi saya.

Untuk pemakaian internet dengan menggunakan ponsel (lewat mini browser), hanya ada satu tarif yang dikenakan. INGAT, HANYA SATU. Yaitu sistem Volume Based sekitar Rp 5,- per Kilobyte data yang dipakai. Sekitar lima kali lipat tarif yang dikenakan oleh operator Indosat untuk produk mereka baik IM3 dan Starone.

Sistem Time Based hanya akan berlaku apabila menggunakan ponsel sebagai modem untuk pemakaian internet pada PC. Itupun tarif yang dikenakan adalah Rp. 220,- per menitnya. Oke, bandingkan lagi dengan Indosat yang hanya memberikan tarif Rp. 75,- per menit pakai.

Lantaran sudah kepalang basah, sayapun nekat mencoba melakukan test kedua untuk penggunakan aplikasi Morange sebagai sarana ber-Push Email.

Untuk tahap awal, start hingga login gak ada bedanya dengan test Morange yang saya lakukan pada handset PDA O2 XDA Atom Black. Baru terasa perbedaannya yaitu saat menekan tombol ‘softkey’ kiri kanan yang dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk mengakses pilihan getar, nada dsb pada ‘Setting’ serta saling berkirim email dengan rekan yang mengenalkan Morange pada saya, Budi Windhutama.

Seperti yang sudah saya perkirakan, pilihan ‘SEND’ saat akan melakukan pengiriman email berada pada tombol softkey kiri. Termasuk pilihan lainnya seperti Delete message misalnya.

Begitu pula dengan tombol softkey kanan yang berfungsi sebagai ‘BACK’ atau ‘CANCEL’ dapat berfungsi dengan baik. Sayapun dapat dengan mudah menggunakan Morange untuk menggantikan status saya hari ini serta mencoba melakukan upload foto untuk avatar dan gagal.

Sayangnya, permasalahanpun muncul.

Penggunaan aplikasi Java pada ponsel Nokia type S40 dengan seri 6275i ini, ternyata gak mampu melakukan multitasking semudah pemakaian Morange seperti yang saya katakan sebelumnya. Pasalnya, saat melakukan aksi internetan ini, kita gak bisa melakukan hal lain, seperti misalnya telpon atau sms. Karena begitu kita tekan tombol merah (yang biasanya langsung menuju layar paling depan –today-), untuk mengakses fitur telepon dan sms, aplikasi Morange langsung ditutup secara permanen. Tidak ada pilihan untuk me-minimize layar. Inilah kekurangan ponsel S40 yang saya katakan tadi tidak memiliki sistem operasi Symbian seperti halnya seri N atau E.

Percobaan saya lakukan dua kali. Pertama sekitar 10 menit pakai, sedangkan yang kedua sekitar 5 menit pakai. Dengan aktivitas masing-masing akan saya gambarkan pada tabel dibawah.

Nah, tiba saatnya melakukan cek saldo pulsa yang tersisa untuk pemakaian Morange dua tahap dengan operator Telkom Flexy.
Hasilnya sangat mencengangkan, berikut rinciannya :

Ealah…. Ternyata untuk dua tahap pengetesan yang saya lakukan dengan total pemakaian yang hanya 15 menit, saya menghabiskan pulsa sebesar Rp. 670,- untuk 6 email yang saya kirimkan dan 5 email yang saya terima plus upload avatar yang gagal. Bayangkan jika saya menggunakannya seharian seperti halnya rekan saya Budi misalnya. Berapa rupiah pulsa yang harus dihabiskan untuk itu ?

> PanDe Baik secara jujur mengatakan ketidakpuasan pemakaian aplikasi Morange dengan menggunakan koneksi TelkomFlexy pada handset ponsel Nokia S40 seri 6275i. Muahaaaalnya !!! Tapi bagaimana kalau dilakukan test ketiga sekaligus terakhir ? dengan menggunakan operator dan handset yang berbeda ? Silahkan ikuti terus lanjutannya…. <