Kebanyakan Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

– Samsung Galaxy Note 3
– Samsung Galaxy Note 3 Neo *hibah dari aplikasi Pantau
– iPhone 4 CDMA *masih pake nomor Flexy tapi keseringan AirPlane Mode
– Modem Connex M1
– Modem Andromax 4G M2P
– Power Bank Samsung 50K mAh

Itu semua perangkat yang kini selalu hadir dalam tas pinggang cokelat, diselempang lantaran makin berat. Tapi kalopun secara rute gak butuh daya baterai lama, Power Bank biasanya ditinggal di rumah.

– Samsung Galaxy Note 2 – milik istri
– Samsung Galaxy Tab 7 Plus – baba nya Intan
– Samsung Galaxy Tab 3V – baba nya mbojek iYah
– Nokia Lumia 520 – ponsel kakek
– Nokia X – ponsel nenek

Yang ini barisan perangkat yang harus di charge ulang tiap malamnya, agar esok pagi bisa dipergunakan secara maksimal oleh masing masing pemiliknya. Sementara sisa colokan yang ada dalam jangkauan terdekat hanya ada 5. Sehingga yang sering mengalah adalah iPhone, modem, Nokia dan Baba-nya mbojek lantaran jarang dipakai.

Urusan kelistrikan sih sudah jadi kewajiban saya sehari-hari. Dari awal dulu. Tapi kini masih mending karena MP3 player sudah gak difungsikan lagi. Yang menjadi masalah terbesar kini adalah biaya internet bulanannya saja. Mengingat secara rumah, sudah ada wifi routernya Telkom Speedy dengan biaya 75ribu sebulan, akses Unlimited dengan kecepatan terbatas up to 512 KBps, ditambah Axis Pro Unlimited 50ribu di kali dua perangkat. Sementara Paket Indosat di Galaxy Note Neo, hanya seperlunya apabila sedang berada di luar kota, dimana jaringan Axis tidak mampu menjangkaunya. Paket yang diambil seharga 29ribu sebulan. Kini malah nambah dua calon lagi untuk dua Modem SmartFren yang sepertinya bakalan diisi ulang apabila mendesak sekali. Mengingat yang saya lihat masa berlaku paket internet atau sisa kuota data yang ada di kedua modem tersebut, masih cukup lama bisa dinikmati. Sedang perangkat lain, mutlak non aktif langganan paket data, hanya disambungkan bilamana perlu pada koneksi yang disebutkan tadi.

Kebanyakan Gadget. Itu yang saya rasakan. Padahal beberapa waktu lalu, pikiran sudah cukup tenang seiring aksi Deactivate akun FaceBook, dan dihibahkannya ponsel AccessGo 4E pada kakak ipar. Eh kok malah dapat hadiah lagi yang jauh lebih banyak.

Inginnya nanti mau dihibahkan lagi pada yang memerlukan. Sementara ini baru terlaksana satu saja, modem M2P yang satunya lagi, jadi ada dua modem yang diberikan oleh SmartFren, dipindahtangani ke Sloka Institute, induk Bale Bengong dan komunitas Bali Blogger Community. Ketimbang Mubazir, tidak tergunakan.

Sedang Note 3 Neo, inginnya tak balikin ke Developernya, mengingat secara aplikasi kini sudah mampu dijalankan di Note 3 yang saya miliki.

Rasanya satu Gadget itu sudah pas. Dan kalopun mendesak, ada tambahan Modem Connex M1 rasanya lebih dari cukup. Buat jaga-jaga saat kekurangan sinyal jaringan internet, atau kekurangan daya baterai mengingat modem tipe ini punya fungsi tambahannya juga.

Duuuhhh… Kebanyakan Gadget kok malah bingung ya ?

Tips Tutorial Aktivasi Modem SmartFren

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbekal pengalaman melakukan proses Registrasi dan Aktivasi pada dua modem milik SmartFren Connex M1 dan Andromax 4G M2P, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti untuk Berhasil melakukan proses diatas. Yuk disimak.

Pertama, cari dan perhatikan kode yang ada dalam kotak package penjualan modem, ataupun untuk seri M2P, bisa lihat sisi belakang cover penutup, lalu catat password maupun aktivasi atau PUK yang tertera disitu.

Modem Smartfren PandeBaik 11

Kedua, nyalakan modem SmartFren nya, lalu sambungkan ponsel ke profile wifinya sebagaimana yang tertera pada kotak package. Jika berhasil, maka proses selanjutnya adalah melakukan Registrasi Kartu SmartFren pada halaman browser yang dituju secara otomatis pasca tersambungnya profile wifi tadi. Masukkan Nomor SmartFren yang digunakan tanpa awalan angka ‘0’ didepannya, lalu masukkan kode Aktivasi yang sudah dicatat tadi *kalo ndak salah dalam 5 digit angka, atau Kode PUK apabila terdapat lembar kartu RUIM dalam kotak penjualannya, lalu lakukan Registrasi dengan mengetikkan enam digit angka captcha yang ada dibawahnya.

Ketiga, lengkapi form proses Registrasi dengan memasukkan data pribadi secara lengkap dan akurat, utamanya pada alamat email yang digunakan. Apabila proses Registrasi ini merupakan kali kedua dan seterusnya, pilih opsi User Lama di sisi bawah judul, lalu masukkan alamat email yang pernah digunakan beserta passwordnya. Tekan tombol Aktivasi, maka proses akan berlanjut pada Verifikasi akun yang dikirim ke alamat email sebagaimana tertera pada form diatas.

Modem Smartfren PandeBaik 0

Keempat, lakukan Verifikasi alamat Email, dan jika berhasil maka Proses Registrasi dan Aktivasi sudah selesai dilakukan.

Proses selanjutnya adalah Penggunaan, yaitu bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi MySmartFren di pasar aplikasi milik Goole maupun iOS, dengan memasukkan alamat email yang telah didaftar tadi beserta passwordnya sebagai upaya login ke aplikasi tersebut.

Sedangkan untuk proses Pengaturan lebih lanjut baik penggantian password profile wifi, ijin penggunaan akses internet maupun pemblokirannya, perangkat bisa disambungkan terlebih dahulu ke layar desktop pc, yang nantinya akan secara otomatis pula membuka halaman browser menuju alamat http://smartfren.m2p/ dengan opsi user dan password ‘admin’ tanpa tanda petik di kedua kolom tersebut. Hak akses sebagai Admin secara penuh akan diberikan saat proses berhasil dilakukan.

Modem Smartfren PandeBaik 1

Demikian Tips Berbagi dari www.pandebaik.com terkait proses dan cara Registrasi, Aktivasi, Penggunaan dan Pengaturan modem Mifi SmartFren untuk seri Connex M1 maupun Andromax 4G M2P. Semoga berguna.

Andromax M2P, 4G Mifi Terjangkau dari Smartfren

16

Category : tentang KHayaLan, tentang TeKnoLoGi

Akses jaringan 4G kalau tidak salah pertama kali masuk dan diujicoba di Indonesia sekitaran akhir tahun 2013 lalu. Diprakarsai oleh operator Bolt yang mencoba peruntungan melalui penjualan modem router dengan harga yang cukup terjangkau bagi sebagian besar calon konsumen di Indonesia. Dalam perjalanannya, akses 4G ini dikenal pula dengan istilah lain yaitu LTE, mulai dilirik oleh tiga operator raksasa, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat yang belakangan tak mau kalah meluncurkan beberapa rilis ponsel yang mendukung jaringan tersebut di beberapa kota besar. Masih minimnya pemain yang masuk dalam pangsa pasar ini membuat Smartfren melalui produk teranyar mereka Andromax 4G mulai melirik pula perolehan kue di segmen ponsel smartphone dan melanjutkan penjualan modem router wifi dalam dua seri, M2Y dan M2P.

Smartfren PanDeBaik M2p

Kebetulan yang saya pegang saat ini, seri Mifi Andromax M2P satu dari dua Mini Router 4G LTE 2.300 MHz dan 850 MHz yang dilepas oleh Smartfren beberapa waktu lalu. Disandingkan dengan modem keluaran awal Connex M1 yang hanya mampu mendukung hingga 6 devices dalam sekali waktu, seri M2P ini bisa diexpand lebih banyak lagi hingga 32 devices terhubung dalam sekali waktu. Ideal untuk sebuah warnet di lingkungan pribadi. Ups…

Dengan kapasitas baterai sebesar 1.500 mAh, modem Mifi M2P kali ini tidak lagi dapat digunakan sebagai perangkat Power Bank sebagaimana halnya pendahulu Connex M1. Model ini merupakan seri lite dari Mifi serupa M2Y yang diluncurkan bersamaan, dengan tambahan dimensi ketebalan untuk kapasitas baterai yang sedikit lebih besar serta dukungan slot micro sdcard untuk fungsi wireless storage.

Secara teoritis, jaringan 4G atau LTE ini seharusnya mampu melakukan akses internet 75 MBps hingga 300 MBps untuk downlink. Yang sayangnya saat diujicoba di seputaran Kota Denpasar dan Badung, sebagaimana klaim Smartfren yang sudah terlayani dalam jaringan mereka, kecepatan unduh yang terpantau hanya mampu ditangkap sekitar 5 MBps hingga 10 MBps saja. Berikut beberapa gambar yang dapat dibagi terkait pengujian kecepatan unduh dengan menggunakan aplikasi SpeedTest.

Smartfren PanDeBaik M2p Toyota Dps

Smartfren PanDeBaik M2p Abs Badung

Smartfren PanDeBaik M2p Sempidi

Mifi Andromax 4G seri M2P ini ditawarkan dengan harga 399ribu saja, hadir dalam dua pilihan warna, putih dan hitam, berukuran mini dan ringan untuk dibawa dalam kantong kemanapun kita pergi. Terdapat satu tombol Power untuk menon/aktifkan perangkat dihimpit dua indikator berwarna hijau saat dinyalakan, untuk pemantauan daya baterai dan kekuatan sinyal yang ditangkap. Warna indikator ini akan berubah seiring menurunnya kekuatan jaringan yang terpantau disekitar pengguna.

Slot Kartu RUIM yang di lock hanya untuk Smartfren dapat ditemukan dibalik cover belakang, dengan membuka baterai terlebih dahulu. Saat pertama kali melakukan aktivasi, kuota bonus data yang dapat digunakan sebagai uji coba awal bagi pengguna hanya sebesar 1,5 GB saja meskipun belum disuntikkan pulsa. Kabarnya, kuota tambahan sebesar 4,5 GB Free akan diberikan apabila melakukan pengisian ulang dengan nominal sebesar 100ribu rupiah diluar kuota resmi yang didapat dengan aktivasi paket tersebut.

Opsi pengaturan Mifi Andromax 4G M2P ini dapat diakses ketika perangkat disambungkan ke layar pc yang secara otomatis menuju alamat http://smartfren.m2p/ melalui jendela browser. User password default yang diatur adalah ‘admin’ tanpa tanda petik untuk kedua kolom tersebut. Disarankan untuk melakukan perubahan password demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan nantinya.

Saat mengakses halaman Admin perangkat Mifi M2P ini, user diberikan hak kuasa penuh untuk melakukan pengaturan lebih lanjut baik ijin akses bagi user lain yang dikehendaki ataupun tidak, hingga sharing konten lainnya yang ditawarkan oleh Smartfren. Selain aplikasi/tampilan UI yang tampil dalam jendela browser pc, aplikasi serupa dapat pula ditemukan pada pasar milik Android dan iOS dengan proses pendaftaran Registrasi terlebih dahulu menggunakan alamat email pengguna.

Berbeda dengan aplikasi/tampilan UI versi desktop pc, aplikasi MySmartFren yang hadir dalam perangkat mobile dapat difungsikan pula untuk penambahan token pulsa dengan menggunakan kode 16 digit pada voucher yang dijual bebas di pasaran. Sangat memudahkan pengguna untuk melakukan pengisian ulang.

Overall, Mifi Andromax 4G seri M2P ini dapat menjadi satu alternatif pilihan bagi kalian yang menginginkan akses internet yang murah dan terjangkau, meski kelihatannya masih harus menunggu agar jaringan Smartfren dapat terlayani dengan maksimal di berbagai cakupan wilayah yang ada.

Kenalkan Mifi Andromax 4G, Smartfren Gathering bareng Bali Blogger Community at Cosmic Bali

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih ingat dengan tweet mantan Menteri Kominfo yang bertanya ‘Internet Cepat buat apa ?’

Salah satu modal terbesar bagi para Netizen di berbagai belahan dunia untuk bisa selalu terhubung dengan dunia maya baik untuk kebutuhan kerja, bisnis, pertemanan hingga bersosial media adalah Koneksi Internet. Yang sayangnya hingga kini rata-rata dari sekian banyak operator data yang ada di Indonesia, rasanya belum ada yang mampu memenuhi 4 syarat konsumen sekaligus. Yaitu Kecepatan, Stabil, Unlimited dan Murah. Tentu saja satu atau dua diantaranya dikorbankan demi memenuhi satu dua persyaratan lainnya.

Demikian halnya Smartfren.

Smartfren 4G M2y PanDeBaik 6

Diakui oleh Tim yang hadir dalam gathering Smartfren bersama Bali Blogger Community sabtu malam kemarin, bahwa coverage area dari jaringan koneksi internet LTE atau yang dikenal dengan istilah 4G, belum mampu melayani sebagian besar wilayah di provinsi Bali ini. Baru tiga Kabupaten/Kota saja yaitu Denpasar, Badung dan Gianyar. Itu artinya meskipun jaringan yang akan diperkenalkan sudah menganut asas Cepat, namun soal kestabilan masih perlu pengembangan lagi.

Persoalan kebutuhan akan stabilnya layanan jaringan data internet disampaikan oleh Dokter Made Cock Wirawan pemilik akun @blogdokter yang ikutan hadir dalam sesi terbatas ini, merupakan satu kebutuhan utamanya saat ini. Sedang soal kecepatan bolehkan ditaruh pada prioritas kedua.

Menyambung soal akses internet cepat, Smartfren dalam  pertemuan singkatnya dengan beberapa perwakilan Bali Blogger Community di gerai Cosmic Bali persimpangan jalan Nakula-Sunset Road Kuta, memperkenalkan modem rilis terbaru mereka, seri M2y dan M2p yang merupakan produksi terkini menggantikan Connex M1 sebelumnya dengan wajah yang lebih tipis dan ringan. Ini disebabkan oleh dihilangkannya fungsi Power Bank 4400 mAh yang disematkan dalam seri M1 terdahulu.

Perbedaan antara seri M2y dengan M2p sebagaimana yang ditawarkan oleh Smartfren ada pada besaran daya yang dibekali pada perangkat masing masing dan juga fitur Wireless Storage dimana dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan berbagi file bagi perangkat lain yang tersambung dengan M2y dan M2p tadi. Soal dukungan jumlah perangkat yang dapat dijangkau hingga 32 devices. Sangat berlebih tentu saja. Bandingkan dengan pendahulunya yang hanya mampu mendukung 6 perangkat saja.

Smartfren 4G M2y PanDeBaik 1

Seri M2y kelihatannya dihadirkan ke pasar konsumen untuk bersaing dengan produk Mifi Bolt yang pula ditawarkan di kisaran harga yang sama. Pada aktivasi pertama, konsumen bakalan mendapatkan free 4,5 GB data internet plus 19 GB data lagi dengan melakukan pengisian sebesar minimal 100 ribu rupiah. Tentu dengan pembagian kuota data dimana hanya 5 GB diantaranya dapat digunakan pada jam-jam produktif, sisanya diberikan saat midnight.

Jika dalam paket data operator lain dengan pola penggunaan sejenis, sisa kuota data yang tidak terpakai akan terhapus atau reset saat tenggat waktu bulanan berakhir, Smartfren menawarkan opsi akumulasi alias ditambahkan pada kuota berlangganan bulan berikutnya. Jadi gak terbuang percuma istilahnya. Asyik juga.

Dalam pemanfaatan Mifi Andromax 4G M2y dan M2p ini, pengguna dapat menginstalasi aplikasi bagi admin user yang saat ini informasinya telah tersedia di Google Play Store bagi pengguna Android, untuk melakukan setting up user password bagi sejumlah perangkat di luar admin, pemeriksaan sisa kuota hingga melihat history data yang digunakan serta pemblokiran perangkat yang tidak diinginkan apabila dibutuhkan. Semua itu bisa dilakukan baik dengan perangkat ponsel ataupun tidak.

Pada sesi pertemuan singkat Tim Smartfren yang dikomandoi oleh mas Seno pemilik akun @seno_pramuadji di gerai Cosmic Bali, bersama komunitas Bali Blogger Community diwakili oleh 10 blogger dari dua generasi, yaitu Dokter Made Cock pemilik akun @blogdokter dan @doktermade, mas Hendro W Saputro @hendrawsaputro dan saya sendiri dari golongan tua (meminjam istilah dari filem Gie), serta Dek Didi @ikads, Anggara Mahendra @anggaramahendra, Diah Dharmapatni @diahdharmapatni, Putra Adnyana @andyputera, Osila @OstMakenyem, Arlan Pratama @pratamaARLAN, Mahayanthi @mahayanthi dari golongan Muda tanpa ekor. *ups…

Sedang di akhir pertemuan tak lupa Smartfren memberikan doorprizes berupa ponsel Andromax C3s untuk Mahayanthi dan modem Connex M1 untuk… ehm ehm ehm… yang dipilih berdasarkan Live Tweet dengan menggunakan hastag #bali4Gready dan #go4Gready

Untuk pengujiannya modem Andromax 4G sendiri, nanti akan disusulkan dalam tulisan berikutnya.

Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Mari Berbagi Koneksi Wifi lewat NoteBook dengan Connectify

14

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih ingat dengan tulisan saya sebelumnya terkait Memanfaatkan perangkat Android sebagai Portable Hotspot dengan Wifi TeThering ? Kali ini saya ingin berbagi Tips dan Trik serupa namun memanfaatkan perangkat NoteBook yang Rekan-rekan miliki dengan menggunakan bantuan aplikasi Connectify. Tujuannya masih sama, yaitu berbagi koneksi dengan Rekan lain melalui jaringan Wifi tanpa perlu membeli atau memiliki sebuah Router.

Adapun yang perlu dipersiapkan untuk dapat melakukan hal diatas adalah, sebuah perangkat NoteBook yang minimal memiliki koneksi Wireless atau yang kerap dikenal dengan sebutan Wifi, Sistem Operasi Windows 7, koneksi Internet (entah yang berasal dari modem ataupun hotspot berbayar yang terdekat) dan tentu saja aplikasi Connectify.

Connectify merupakan sebuah aplikasi yang mampu menambah fungsi sebuah perangkat NoteBook menjadi sebuah perangkat Router, serta membagi koneksi internet yang sedang digunakan atau berjalan kepada perangkat lain melalui jaringan Wifi. Aplikasi yang berukuran hanya sekitar 2,33 MB dan dikembangkan oleh Nomadio ini, dapat diunduh baik melalui web site resmi Connectify ataupun penyedia aplikasi lain seperti Softpedia. Sejauh ini tidak ada biaya yang dibebankan untuk pengguna dalam mengunduh serta menggunakan aplikasi Connectify pada perangkat mereka, alias GRATIS.

Yuk kita mulai.

Silahkan melakukan Instalasi aplikasi Connectify pada perangkat NoteBook yang rekan-rekan miliki hingga tampilan akhir kotak dialog aplikasi Connectify memberikan satu Tutorial sederhana untuk melakukan Settingan awal penggunaan aplikasi. Ada tiga langkah yang harus dilaksanakan yaitu :

  1. Memberi nama Hotspot atau perangkat Router yang akan digunakan, bisa dengan nama pribadi ataupun kode tertentu
  2. Memberikan opsi Password untuk mencegah terjadinya penggunaan jaringan secara berlebihan, tujuannya agar koneksi dapat dengan lancar digunakan dan bisa pula sebagai catatan pembayaran penggunaan, hehehe…
  3. Memilih satu jaringan koneksi Internet yang akan digunakan dalam mengaktifkan fungsi perangkat NoteBook sebagai Hotspot. Untuk yang satu ini, abaikan saja.

Jika sudah, tekan tombol Finish dan tunggu proses Konfigurasi aplikasi berjalan hingga Hotspot siap digunakan. Untuk tahap ini kira-kira memerlukan waktu 1-2 menit.

Apabila NoteBook yang digunakan itu mengandalkan koneksi internet yang berasal dari Modem eksternal, silahkan mengubah opsi Internet menjadi nama Profile yang digunakan pada Modem tersebut. Atau apabila yang digunakan itu mengandalkan koneksi Wifi setempat, silahkan mengubah psi Internet menjadi Wireless Network Connection dan apabila yang digunakan itu mengandalkan koneksi atau jaringan LAN, silahkan mengubah opsi Internet menjadi Local Area Network, dan tekan tombol ‘Apply Setting’.

Langkah selanjutnya adalah memantau hasil yang telah dilakukan tadi dari perangkat lain yang pula memiliki koneksi Wireless atau Wifi. Silahkan deteksi keberadaan Hotspot terbaru yang sudah disiapkan tadi. Saya yakin, Rekan-rekan akan menemukan nama Jaringan Hotspot yang telah ditetapkan pada langkah pertama tadi. Silahkan sambungkan perangkat, masukkan password, dan uji koneksinya.

Nah, yang menjadi pertanyaan pertama adalah, mengapa sedari tadi saya tekankan pada koneksi Internet yang menggunakan koneksi Wifi berbayar ? Karena dengan memanfaatkan Tips dan Trik aplikasi Connectify ini, Rekan-rekan hanya perlu membayar koneksi untuk satu perangkat saja, sedangkan bagi teman-teman yang lain agar bisa mengakses koneksi dengan jalur yang sama, tinggal menyambungkannya saja dengan Perangkat Hotspot yang dijalankan oleh perangkat NoteBook tersebut. Lebih irit bukan ?

Sedangkan pertanyaan kedua atau yang paling sering ditanyakan oleh Rekan-rekan saya yang sudah mencobanya adalah perihal koneksi yang digunakan. Untuk yang satu ini, pendapat saya masih sama dengan terdahulu yaitu, Rekan-rekan bisa melakukan patungan biaya untuk membayar paket langganan internet unlimited bulanan dan menggunakan koneksi tersebut secara bersama-sama. Jadi intinya, gag perlu lagi membeli sebuah perangkat Router, bukan ?

Ada yang belum dipahami ? silahkan kontak saya lewat Whatsapp.

 

Bye Bye My StarOne Unlimited

28

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya diceraikan juga. Setelah hampir tiga tahun saya menggunakannya, koneksi internet StarOne Unlimited, saya putuskan untuk dihentikan pertengahan bulan lalu. Terhitung bulan Juni tahun 2008 saya mencoba paket penjualan modem Speed Up yang bekerja sama dengan StarOne Indosat, menawarkan koneksi internet cuma Rp. 25 per menit pemakaiannya. Dengan Standar biaya Rp. 100.000, saya berhak mendapatkan 66 jam pemakaian. Sangat memuaskan tentunya.

Sayangnya, promo tersebut hanya berlaku untuk tiga bulan pertama saja. Selanjutnya, tarif berlaku normal sebesar Rp. 75 per menit pakainya. Bersyukur, pihak Indosat memberikan tawaran yang cukup menarik saat itu. Dengan biaya sebesar Rp. 108.000 (sudah termasuk PPn), saya mendapatkan jatah sebesar 1 GB Data dengan kelebihan dihitung sebesar Rp.300 per MB data.

Di awal penggunaan, jatah sebesar itu mampu saya kelola dengan baik selama sebulannya. Baru terasa mencekik ketika aktifitas saya mulai meningkat terkait penyelesaian Thesis yang memang mutlak membutuhkan koneksi Internet. Biaya bulanan melonjak hingga dua kali lipatnya. Lagi-lagi bersyukur, karena pihak Indosat menawarkan paket Unlimited data dengan biaya Cuma Rp. 125.000 sebulannya. Informasi ini secara kebetulan saya dapatkan dari seorang kawan Blogger asal Cirebon, Pak Dokter Basuki Pramana yang telah terlebih dahulu meng-Apply paket tersebut.

Maka terhitung pada bulan Juli 2009, saya resmi menggunakan paket Unlimited ini dan benar-benar terpuaskan. Meskipun yang namanya kecepatan tidak secepat Speedy atau Telkomsel Flash yang lagi booming saat itu, namun kestabilan koneksinyalah yang membuat saya begitu jatuh cinta. Tidak heran, pemakaian data yang saya habiskan setiap bulannya meningkat secara teratur. Kalau tidak salah data yang saya gunakan sempat mencapai 9,5 GB setara dengan 270-an jam pemakaian. Saya sempat deg-degan juga saat pembayaran, tapi ternyata tarifnya berlaku tetap.

Adalah unit baru LPSE yang kini sedang dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tempat dimana saya bekerja, memberikan fasilitas modem plus koneksi internet IM2 selama setahun, mengakibatkan saya menempuh jalan ‘perceraian’ ini. Meskipun pada awalnya, saya bersikukuh untuk tetap menggunakan modem Speed Up plus koneksi StarOne Unlimited yang rencananya kelak saya hibahkan pada Istri, namun kemudian muncul dua pertimbangan baru yang membatalkan niat saya tersebut.

Koneksi StarOne Unlimited ternyata gak se-stabil yang saya dapatkan sebelumnya, ketika digunakan di ruangan lokasi kerja Istri yang kebetulan berada di lantai 2 dari 3 lantai. Padahal ketika saya gunakan baik dirumah ataupun ruangan tempat saya bekerja (lantai 3), koneksi selalu stabil dan memuaskan. Pertimbangan kedua adalah, terjadinya Konflik internal pada kedua laptop yang saya gunakan, antara modem cdma Speed Up dengan modem gsm Huawei E1550 IM2. Akibatnya, selang beberapa hari percobaan, modem gsm dengan koneksi IM2 tidak dapat digunakan dengan baik lantaran kalah bertarung dengan modem lama. Kedua laptop pada akhirnya saya instalasi ulang berbarengan.

Ketimbang merepotkan, sayapun memutuskan kontrak dengan StarOne Unlimited plus Modem cdma Speed Up dan dengan segera menggantinya dengan modem gsm bertipe sama untuk menghindari terjadinya Konflik. Modem baru berwarna putih ini sama plek dengan modem gsm yang diselipkan koneksi internet IM2 Unlimited. Hanya saja, untuk mengisi koneksi pada modem si putih, saya mencoba memilih paket Unlimited milik XL yang Cuma sebesar Rp. 99.000 sebulannya. Meski sepengetahuan saya, yang namanya Unlimited pada kedua operator gsm ini, bukanlah Unlimited seperti halnya StarOne yang berkecepatan tetap.

Baik IM2 maupun XL sama-sama menawarkan paket 3G mereka yang dikenal dengan kecepatan akses data yang tinggi. Namun ketika jatah yang digunakan mencapai Kuota, secara otomatis kecepatan 3G tersebut akan turun secara drastis ke 64 kbps. Jauh lebih rendah ketimbang StarOne yang berani tetap stabil di kecepatan 153 kbps. Itu sebabnya ketika Kuota IM2 habis dan kecepatan mulai terasa menjengkelkan, sayapun berpindah ke XL untuk sementara waktu sembari menanti habis bulan. Yah, mau bagaimana lagi ?

Salah Kaprah WCDMA

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun terakhir yang namanya internet makin menjadi trend disemua kalangan masyarakat Indonesia. Tidak hanya remaja yang biasanya menjadi target paling menguntungkan bagi para operator, tapi juga para Bapak-Ibu yang sudah berumur tak mau kalah. Penyebabnya apalagi kalo bukan kehadiran jejaring sosial FaceBook yang menjadi satu syarat mutlak bagi para pengguna ponsel terkini atau bagi mereka yang ingin dikatakan ‘gaul dilingkungannya. Dari yang bertujuan untuk mencari teman hingga mencari dukungan (pilkada). Dari yang hanya sekedar ingin tau hingga iseng mencari para mantan mereka. Hehehe… mantan teman hingga mantan pacar. Ups…

Untuk bisa mewujudkan itu, maka beramai-ramailah orang mencari tau koneksi internet yang murah milik operator mana dan tentu saja memilih media yang digunakan. Modem adalah salah satu media yang dimaksud. Jika tahun 2000an awal modem hanya bisa digunakan bagi mereka yang bekerja ditempat tertentu, kini sudah tersedia modem yang dapat digunakan secara mobile dimana saja. Dari segi bentuk, modem terkini pun sudah lebih simpel, mudah dibawa atau dikantongi. Dari segi koneksi tak harus bergantung lagi dengan telepon rumah, namun menyesuaikan dengan frekuensi operator terkini. Dua frekuensi yang paling familiar dikenal adalah GSM dan CDMA.

Sayangnya masih banyak orang yang kebingungan mengelompokkan operator mana saja yang dapat digunakan sebagai koneksi internet pada masing-masing modem. Ketidaktahuan ini makin diperparah oleh minimnya pengetahuan atau informasi yang dimiliki oleh penjual atau customer service masing-masing operator. Hal yang sering saya jumpai adalah adanya pemahaman bahwa cukup membeli satu jenis modem yaitu yang mendukung GSM karena modem jenis ini mendukung pula frekuensi CDMA. Padahal yang dimaksud dengan CDMA itu sebenarnya adalah WCDMA.

Menurut Wikipedia, WCDMA atau Wideband Code-Division Multiple Access atau biasa ditulis Wideband-CDMA atau W-CDMA, merupakan teknologi generasi ketiga (3G) untuk GSM, biasa disebut juga UMTS (Universal Mobile Telecommunication System). Teknologi ini tidak kompatibel dengan CDMA2000 atau sering disebut juga dengan CDMA saja.

WCDMA

Sebaliknya pengertian menurut beberapa penjual maupun para oknum Customer Service operator tertentu, tetap ngotot bahwa WCDMA yang dimaksud sebagaimana tertera pada sebuah modem GSM selalu identik dan dapat digunakan oleh para operator CDMA seperti TelkomFlexy, Esia, Fren atau Starone Indosat. Ketidaktahuan inilah yang kemudian menjadi awal kekecewaan, karena terlanjur mempercayai omongan para penjual modem ataupun oknum CS operator tertentu. Berhubung adanya keinginan untuk mendapatkan tarif lebih murah ketimbang tarif ketentuan dari masing-masing operator GSM, mereka terlanjur membeli kartu perdana plus tambahan pulsa yang kemudian diketahui tidak bisa digunakan pada modem dimaksud.

Yang menggelikan adalah ketika sang oknum penjual atau CS sebuah operator ditanyakan secara langsung, mereka berdalih bahwa kartu perdana yang sudah terlanjur dibeli harus diregistrasi terlebih dahulu (-semua orang juga tahu-) plus penambahan pulsa dalam nominal tertentu. Hahaha… Bohong Besar !!!

Padahal sudah jelas kalo sebuah kartu perdana CDMA tidak diperuntukkan atau tidak dapat digunakan pada sebuah modem GSM. Hanya karena salah kaprah terkait frekuensi atau jaringan WCDMA tadi.

Belakangan memang sudah jarang kita dengar vendor ponsel merilis ponsel mereka yang mendukung frekuensi atau jaringan WCDMA, karena yang namanya perkembangan teknologi makin canggih, istilah frekuensi tersebut sudah berkembang menjadi UMTS, HSDPA atau HSUPA yang tentu saja memiliki tingkat kecepatan akses data yang makin tinggi. Sekedar informasi beberapa ponsel yang dahulunya diklaim mendukung frekuensi atau jaringan WCDMA adalah Nokia 7600 (yang bentuknya mirip ketupat) atau N91 (ponsel pertama Nokia yang memiliki memori internal/hard drive 4 GB).