3 Alasan Mengapa Anda Harus Segera Membeli Mobil Baru Di Dealer Toyota Balikpapan

Category : tentang KeseHaRian

Banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan saat akan membeli mobil. Mulai dari aspek kebutuhan, pertimbangan tentang jenis, besaran dan kapasitas mobil, hingga rentetan pertanyaan lain pasti akan terlintas di benak Anda. Tenang, Anda tak sendirian! Salah satu pembeli Dealer Toyota Balikpapan juga banyak kok yang mengalaminya!

Anda butuh alasan untuk membeli mobil baru? Kalau begitu, simak artikel singkat kami yang berikut ini yuk! Selamat menyimak ya!

1. Anda Sudah Memiliki Mobil? Tahun Berapa? Apa Iya, Tidak Ingin Mobil Yang Baru ?

Membeli mobil memang bukan suatu hal yang wajib. Lebih-lebih bila Anda telah memiliki mobil di rumah Anda. Anda tentu setuju bukan? Namun biar pun begitu, setiap mobil memiliki “umur”nya masing-masing loh!
Bila Anda setuju dengan pernyataan diatas, Anda pasti tau betul tentang penyakit-penyakit yang rentan dialami oleh mobil tua. Mulai dari pendingin kabin yang kuran optimal, suara mesin yang sudah tidak sehalus dulu, hingga tarikan mobil yang sudah mulai kehilangan tenaga pasti membuat Anda sempat berfikir untuk mengganti mobil Anda dengan yang baru bukan?
Mobil baru harganya mahal? Yuk sempatkan waktu berkunjung ke Dealer Toyota Balikpapan! Harga mobil yang ditawarkan banyak yang cukup terjangkau kok!

2. Mobil Baru Memiliki Segudang Teknologi Yang Berkualitas Prima

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pabrikan Toyota selalu saja berinovasi demi kepuasan seluruh konsumennya. Inovasi ini diwijudkan baik dari segi pelayanan, hingga segi jenis dan variasi yang diproduksi oleh pabrikan Toyota sendiri.
Dari bentuk body mobilnya saja, kita sudah mampu melihat kesungguhan Toyota dalam berinovasi. Betapa tidak? Body mobilnya semakin hari semakin cantik! Tak sekedar cantik, prinsip aerodinamis juga turut diimplementasikan sehingga mobil mampu melaju dengan lebih efisien saat dikendarai.
Belum lagi dengan hadirnya fasilitas yang ada di dalam kabin semisal DVD player, penunjang keamanan seperti SRS Air bag, hingga tampilan dashboard kabin yang lebih elegan. Tak lupa, Toyota juga membekali mobil pabrikannya dengan green teknologi yang ramah lingkungan, dan irit bahan bakar.

3. Proses Pembelian Mobil Di Dealer Toyota Balikpapan Yang Mudah, Dan Lebih Dekat Dengan Rumah

Siapa bilang membeli mobil harus jauh-jauh ke Jakarta? Bilapun iya, pasti merepotkan sekali ya! Untung saja di Balikpapan sudah ada Dealer Toyota Balikpapan yang lebih dekat dengan rumah. Proses pembelian pun terasa lebih dekat dan mudah deh!
Meskipun dealer yang satu ini berada di Balikpapan, jangan remehkan kualitas pelayanannya ya! Tenaga kerja yang standby disana sudah dilatih sesuai dengan standar dealer rekanan Auto2000 kok! Jadi tak perlu khawatir dengan keramah tamahan para sales disana, dan tak perlu risih bila Anda ingin bertransaksi dengan bahasa Indonesia.

Berbagi Tips Memilih Mobil Keluarga

1

Category : tentang Opini

Sebenarnya sih secara pengetahuan, saya nda worthed sampe nekad berbagi Tips Memilih Mobil Keluarga, apalagi secara topik rasanya apa yang tersaji selama ini di blog www.pandebaik.com rasanya nda jauh jauh dari persoalan ponsel dan kerjaan.
Tapi berhubung kemarin itu agak tergelitik dengan share infonya mas @hariadhi tentang Toyota Calya dalam aksi Nebeng Jakarta – Bandung, ya jadi pengen juga berbagi Tips tapi dari sudut pandang saya pribadi loh ya, bukan menurutnya Pakar. He…

Memilih Mobil Keluarga tuh sebenerna ya nda susah-susah amat kok.
Sudah banyak pilihan merek dan jenisnya.
Tinggal menentukan Budget saja. dan Kebutuhan keknya.

Soal bentukan, ya sudah pasti Mobil Niaga.
Itu kalo menurut saya, mobil untuk keluarga dalam arti yang sebenarnya. Bisa nampung isi keluarga kecil, ayah, ibu dan dua anak cukup, plus kakek nenek, minimalnya.
Selebihnya kalopun diberi rejeki nambah satu anak lagi, keknya masih cukup. 7 seat lah.
Akan beda kalo yang tujuannya cuma menampung keluarga kecil, mending pilih yang pas empat seat. City Car kalo kata orang.
Akan lebih beda lagi kalo misalkan antara sang ayah dengan ibu, merupakan dua tulang punggung yang secara wilayah kerja macam medan magnet utara dan selatan. Jauh, ya butuh dua kendaraan minimalnya.
Efeknya tentu lebih boros di pemeliharaan, juga bayar pajaknya. Tapi secara efisiensi waktu, jauh lebih baik ketimbang memiliki satu kendaraan untuk berdua. Antar si Ibu dulu baru ke tempat kerja Bapak, begitu pula pas jam pulangnya. Juga sebaliknya.
Tapi kalo seumpama hanya punya satu tulang punggung keluarga atau punya tempat kerja yang searah, punya satu Mobil berjenis Niaga, keknya sudah pas mantap.

Itu kalo dari segi kebutuhan loh ya.
Sedang kalo bicara dari segi budget, ya bisa pilih Model LCGC yang murah meriah baik 4 ataupun 7 seat saya yakin sudah ada banyak pilihan, atau kalo mau yang golongan menengah kisaran persaingan Mobil Sejuta Umat pun monggo.
Kurang lebih ada pilihan dari Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda hingga Mitsubishi dan Nissan.
Sedang yang Low Cost tadi ada juga pilihan tambahan dari Datsun.
Begitu juga untuk pilihan di menengah ke atas mah keknya jauh lebih banyak pilihan, dengan pertimbangan tambahan berupa konsumsi bahan bakar yang tentu lebih besar, setara tenaga, kapasitas mesin dan tentu saja kenyamanan berkendara, pula persoalan besaran pajak dan spare part.
Kalo mau aman ya mainnya di LCGC atau yang masuk kategori Sejuta Umat. Cuma ya persoalan gengsi musti bisa dikesampingkan lah semampunya.

Lalu Tips Tambahan di luar Kebutuhan dan Budget, keknya ya persoalan ketersediaan spare part dan model variasinya, bisa dipertimbangkan lebih lanjut.
Punya model kendaraan yang langka dan ndak banyak dimiliki orang sih sah-sah saja. Itu kalo soal isi dompet sudah bukan masalah besar. Tapi kalo kalian masih mencoba menawar harga jual, keknya yang diatas boleh jadi salah satu faktor yang dipertimbangkan.
Bisa melalui komunitas atau perkumpulan, atau forum dunia maya.

Jadi ya keknya cukup segitu aja Tips dari saya soal Memilih Mobil untuk Keluarga.
Kalo mau yang lebih detail soal jenis mesin, penggerak roda ataupun kecepatan, bisa cari di majalah ternama ataupun halaman lain dunia maya ya.

Manfaat lain Minyak Telon

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Bagi pasangan muda suami istri dan sedang memiliki bayi putra ataupun putri, saya yakin Minyak Telon adalah salah satu produk yang mutlak dan setia berada dalam tas bepergian mereka.

Minyak Telon menurut Wikipedia adalah minyak yang sering dibalurkan pada tubuh bayi dengan campuran dari minyakadas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa dalam kadar yang berbeda-beda. Campuran ini bertujuan untuk memberikan rasa hangat pada bayi karena merangsang pembuluh darah membesar sehingga alirandarah menjadi lebih cepat. Aroma minyak telon juga dapat memberikan rasa tenang. Kurang lebih begitu.

Tapi tahukah kawan bahwa Minyak Telon memiliki manfaat atau kegunaan lain ?

Satu yang saya ketahui dua bulan belakangan ini adalah sebagai alternatif cara untuk menghilangkan noda yang melekat pada permukaan kaca baik layar ponsel maupun kaca depan kendaraan.

Noda dimaksud bisa berasal dari minyak atau nasi yang biasanya melekat pada tangan bayi yang kebetulan memegang layar ponsel atau tabletpc kita miliki, atau kotoran burung yang jatuh pada permukaan kaca kendaraan dan mengendap lebih dari hitungan hari.

Minyak Telon PanDe Baik 8

Meski demikian, rupanya manfaat atau kegunaan ini tak banyak diketahui oleh mereka yang bekerja di tempat pencucian mobil atau service centre yang kaget begitu mengetahui layar ponsel yang kena noda tersebut belum pernah mendapat sentuhan lembar anti gores. Jadi saran mereka untuk mengganti lembar anti gores, jelas dimentahkan. Hehehe…

Padahal caranya cukup sederhana. Tuangkan sedikit minyak telon pada noda yang ada di permukaan layar ponsel ataupun kaca kendaraan, lalu gosok dengan tisu kering dengan cepat. Kalopun mau, bisa sambil dikorek dengan kuku seandainya noda agak tebal. Cara ini jauh lebih baik ketimbang membilasnya dengan sabun dan air sebagaimana pencucian mobil itu. Atau menggunakan lap kuning elastis penyerap air yang biasanya digunakan pemilik kendaraan itu. Bukannya bersih, malah ndak ngaruh.

Nah, semoga Tips ini berguna yah bagi kalian. Siapa tahu nanti mengalami hal yang sama dengan saya.

Toyota Avanza Veloz White Manual 2013

4

Category : tentang KeseHaRian

Jujur, selama ini gag pernah terbayangkan bakalan mampu mengambil kendaraan pengganti kijang jadul Toyota Grand Extra 1988 terdahulu dengan mobil baru gres, bahkan merupakan kasta tertinggi di jenisnya. Tapi kini, semua terpatahkan. Toyota Avanza Veloz White Manual 2013 siap menemani hari-hari kami selanjutnya.

Setelah mengambil keputusan final pasca mengahadap ke Mertua, tanpa diskusi lagi dengan keluarga, Veloz akhirnya saya pilih dengan beberapa pertimbangan tambahan. Salah satunya adalah memiskinkan diri, menghabiskan seisi tabungan serta mengorbankan rencana untuk menyimpannya sebagian sebagai persiapan pembayaran 4 (empat) polis asuransi setiap bulannya. Ini diambil dengan harapan, kedepan semua bisa dimulai dari awal lagi, menabung dan menabung, apalagi tanggal muda sudah menjelang. Minimal yang namanya gaji dan insentif bisa dijadikan pegangan sementara seperti sepuluh tahun lalu adanya.

Akan tetapi, keuangan kali ini bukanlah berasal dari satu sumber saja. Ada 3 tepatnya. Milik saya, istri dan Bapak. Masing-masing memberikan sumbangan sesuai kemampuan yang pada akhirnya mampu membawa pulang kendaraan SUV keluarga standar Indonesia.

image

Veloz Putih kami pilih dengan alasan mudah dibersihkan, kotor lebih mudah terlihat dan kabarnya merupakan warna favorit masa kini. Entah benar atau tidak. :p Selain itu, bodinya yang menengah (lebih kecil dari Kijang kami terdahulu) memberi peluang pada kami, untuk bergantian mengendarainya tanpa khawatir kebesaran atau kekecilan ukuran mobil. Dan Bersyukur setelah indent seminggu, kami bisa mendapatkannya awal bulan kemarin, dan langsung menggunakannya, sehari setibanya di rumah.

Proses pengenalan dan penggunaan Avanza Veloz ini memakan waktu hampir semingguan, untuk bisa menyesuaikan diri dengan pola baru, kebiasaan baru dan kenyamanan baru. termasuk usaha untuk mencari panel wiper, kunci pintu hingga tombol AC dudukan belakang. Tak lupa gantungan yang absen dari penampakannya. Akan tetapi, Minimal kini yang namanya rasa was-was bakalan mogok di jalan, sudah gag ada lagi di pikiran.

Seperti yang pernah disampaikan waktu lalu, Dibandingkan dengan Toyota Kijang jadul yang kami miliki sebelumnya, yang namanya keleluasaan memang harus dipangkas jauh sehingga membutuhkan pengorbanan. Tapi demi kenyamanan pemanfaatan, sepertinya memang gag masalah kalo harus berkorban dulu. He…

Avanza Veloz Manual, jujur saja memiliki banyak istilah teknologi per’mobilan yang cukup awam diketahui bagi saya pribadi. Tentu hal yang harus saya pelajari ini sedikit lebih rumit dari memahami jeroan ponsel yang rata-rata punya spek serupa, dari layar, prosesor, sistem operasi hingga kamera. Sedang mobil ? *hadeh… banyak yang belum bisa dipahami

Tapi sudahlah. Keputusan sudah diambil. Kini kami tinggal berusaha menikmatinya dan mempelajarinya lebih jauh, agar kelak takkan membuat repot bagi kami. dan terpenting, selamat datang Toyota Avanza Veloz White Manual 2013 di rumah kami yang sederhana, berharap bisa mengantarkan kami sampai ke tujuan dan pulang kerumah dengan selamat.

Antara Kijang 88, CR-V, Xenia dan Avanza

1

Category : tentang KeseHaRian

Keinginan untuk memiliki kendaraan pengganti Toyota Kijang jadul, tepatnya rilis 1988 tampaknya sudah hadir jauh sebelumnya. Hanya sayang, saat itu kami belum memiliki cukup bekal tabungan untuk bisa mewujudkannya sesuai harapan. Berselang sekian tahun, keinginan itu muncul kembali seiring penyakit kendaraan makin parah dan pada akhirnya memberikan saran ‘Turun Mesin’ pasca usia kendaraan yang ke-25 tahun. Kalo bisa, keputusan diambil secepatnya.

Mencari atau membeli sebuah kendaraan roda empat tentu tak semudah mencari pengganti ponsel komunikasi, yang secara harga dapat dijangkau dengan sekali gaji. Itu jika yang dicari merupakan spec standar sesuai fungsi, bahkan dengan rentang harga baru, sudah bisa didapatkan. Tidak Demikian halnya dengan mobil.

Harga paling terjangkau untuk ukuran kami sebenarnya ada di kisaran 100 hingga 150-an juta baik kondisi baru ataupun second. Mengingat kami bukanlah kalangan pengusaha yang berada, disamping masih banyak kebutuhan lain yang sekiranya lebih penting untuk dipenuhi. Asuransi kesehatan misalnya.

Dengan rentang budget sekian, beberapa pilihan yang kami sasar pertama adalah Honda CR-V generasi kedua, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Tentu saja dalam kondisi second atau bekas. Pilihan tersebut muncul, tentu berawal dari jenis kendaraan awal yang lebih mengarah pada kategori niaga, SUV, kendaraan yang pas untuk satu keluarga dalam arti sebenarnya.

Hanya dalam perjalanannya, Honda CR-V generasi kedua kami coret dari daftar setelah diujicoba masuk ke halaman rumah, melewati gerbang yang rupanya mentok secara lebar. Sehingga jika keinginan untuk mengganti kendaraan dengan Honda CR-V, hal pertama yang harus dilaksanakan adalah membongkar gerbang masuk, agar pas dengan bodi CR-V yang sedikit lebih lebar ketimbang Kijang 1988 terdahulu. Maka, pilihan selanjutnya hanya ada 2. Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza.

Dengan spek dan rupa yang dikabarkan sama persis, kembaran besutan Astra ini cukup banyak memberikan harapan, meski secara keleluasaan interior masih kalah jauh dengan kendaraan pendahulu kami. Ini dirasakan setelah menikmati Xenia pinjaman milik kakak almarhum selama seminggu, pasca terjualnya Kijang 1988 di kisaran harga 35 jutaan.

Usai berburu harga, spek, kelebihan dan kekurangan masing-masing via Google, hasrat untuk mengganti kendaraan makin besar, meskipun kakak ipar sempat menawarkan Xenia-nya untuk digunakan mengingat ia jarang membawanya pasca kepergian sang istri akhir april lalu. Tapi biarlah, ketimbang nanti merepotkan banyak hal, mending kami miliki sendiri satu kendaraan.

Budget kami naikkan sekitar 160-170an juta, demi mengarahkan pilihan pada opsi kendaraan baru dengan alasan pemeliharaan dan penggunaan. Di kisaran ini, untuk jenis Daihatsu Xenia cenderung memberi banyak pilihan kasta teratas, sedang Toyota Avanza menyasar tipe E (versi termurah dengan kapasitas 1.300 cc, setara dengan Xenia) dan G.

Memasuki masa detik terakhir, rupanya kami diberi sedikit rejeki tambahan dari-NYA, sehingga pilihan jadi jauh lebih mengerucut ke Xenia type sporty atau Avanza seri 1,5 G yang merupakan pilihan tertinggi di kategori All New Avanza. dan setelah final memutuskannya, kami meminta pertimbangan mertua yang kebetulan baru saja mengganti kendaraan kijang 1995 nya dengan Toyota Avanza Veloz Matic hitam di rentang harga 200jutaan. Rupanya keputusan kami untuk meminta pertimbangan memang tidak salah. Kami diberi opsi jalan lain yang sebelumnya tak pernah kami rencanakan mengingat keterbatasan budget yang dimiliki.

Dengan memanfaatkan jasa bantuan lobby mertua, jika kami mau, opsi berikut lantas ditawarkan untuk mengambil Toyota Avanza Veloz Manual, dengan harga yang didiskon beberapa juta. Penawaran ini kabarnya memang lagi ramai dilakukan, untuk mendapatkan harga yang jauh lebih terjangkau, meski dalam hati ada juga keraguan bahwa harga yang ditawarkan adalah harga jual sebenarnya yang sudah dinaikkan demi penawara bernama Diskon untuk menarik hati para konsumen. Tapi entahlah… semua kan triknya pihak Marketing.

image

Setelah pihak penjualan, Agung AutoMall dihubungi, kamipun positif mendapatkan potongan harga 9 juta rupiah, jika melakukan deal saat itu. Belum termasuk penawaran khusus lainnya yang akan diberikan saat pembayaran dilakukan. Total nilai yang kami bayarkan adalah 185 juta, indent seminggu untuk warna Putih yang kami inginkan.

DEAL…

MoBiL Baru ? Hmmm…

4

Category : tentang KHayaLan

Apa yang menjadi pertimbangan utama orang membeli mobil kluaran terbaru ?

Model atau desainnya ? bisa jadi. Kenyamanan Berkendara ? Iya. Fitur dan kecanggihannya ? Mungkin juga. Gengsi ? Hm…. Biasanya sih. Harga beli ? he… Mungkin ini yang paling mendekati kebenaran.

Kenapa saya katakan begitu ? Yah, barangkali karena saya melihat belum semua tingkat masyarakat mampu membeli mobil kluaran mutakhir seenak udel mereka. Kecuali para konglomerat dan pengusaha kaya negeri ini loh ya. Maka, walopun maksud hati membeli Ford Everest, tapi berhubung kantong masih menjepit, nah kanggoang Suzuki (Daihatsu) Xenia (ralat dari Bli Gung Ant) aja deh.

Ada juga yang lantaran hal lain, misalnya Dashboard mobil baru yang jelas jauh lebih keren. Ini menjangkiti pikiran saya selama ini. Mungkin lantaran terpancing oleh mewahnya desain penampilannya yang seakan membuat saya nyaman berada didalamnya.

Sebaliknya, Apa yang menjadi pertimbangan utama orang enggan membeli mobil kluaran terbaru ?

Pajak per tahunnya ? Bisa jadi. Biaya perawatan (termasuk bahan bakar) tiap tahun pemakaian ? masuk akal. Fluktuasi Dollar ? He… nunggu harga turun dulu. Harga Jual kembali ? Boleh.

Bagi sebagian besar orang terutama pria, mobil bisa dikatakan sebagai harta yang mampu menaikkan prestise. Sedang bagi mereka para wanita (terutama para ibu-ibu / istri, apa aja boleh, yang penting gak malu-maluin. Asal jangan sampe mobil mentereng tapi anak istri dirumah makan nasi aking. Loh kenapa ? ya uangnya dihemat buat beli mobil. He….

Apapun itu memang asyik kalo ngomongin Mobil baru. Tapi bagi saya secara pribadi mungkin blom saatnya mikirin itu. Terlalu jauh tinggi diawan. Apalagi gaji bulanan blom mencukupi. Jangan-jangan malah mengundang KPK nantinya.