Mirah dan Bapaknya

Category : tentang Buah Hati

Kata orang sih si kecil Mirah mirip banget dengan bapaknya waktu kecil.

yang mana Mirah – yang mana Bapaknya. Hayoooo…

anakbapak.jpg

Kehadiran Buah Hati

Category : tentang Buah Hati

Satu tujuan utama bagi mereka yang memutuskan untuk menikah tanpa gelar MBA (Married By Accident-hamil duluan) tentu saja kehadiran buah hati, yang diharapkan dapat memberikan Cinta dan Kasih Sayang yang jauh lebih besar antara dua makhluk Tuhan yang berbeda.

Itu benar adanya kok.

Ketika si kecil hadir, itu artinya status Bapak-Ibu pun akan melekat pada diri yang dahulunya masih menyandang sebutan Pemuda-Gadis. Tentu dari segi psikologispun diharapkan telah siap untuk menjadi orang tua yang baik bagi si kecil kelak.

Seseorang pernah berkata saat tersadar melihat anaknya tumbuh dewasa dan menikah ‘oh, seandainya aku bisa berbalik ke masa lalu dan meluangkan sedikit kesibukan kerja hanya untuk bermain dengan anakku’ penyesalan yang tiada guna…

kehadiran-si-kecil.jpg

Jadi nikmatilah kehadiran si kecil dengan penuh suka cita dan bahagia serta selalu berusaha memberikan waktu barang sebentar, untuk menengok perkembangan si kecil, karena jika semua itu sudah berlalu, waktu takkan bisa diputar balik lagi. Dan Kenangan akan masa kecil si buah hatipun takkan pernah dimiliki.

NB : selamat atas kehadiran si kecilnya, Bli Nengah Sumerta– Pakar politiknya BBC, semoga ditengah kesibukannya membakar syahwat eh sori, membakar semangat rekan lain, Bli Nengah masih sempat meninabobokan si kecil…

“Ken ken asane ngelah nak cenik, Dok ?”

6

Category : tentang Buah Hati

Kalimat diatas, bukanlah satu pertanyaan seorang pasien pada dokternya, namun sapaan akrab saat seorang teman lama, sua disatu kesempatan ngumpul bareng para reka Blogger sabtu sore kmaren. Yup. Satu-satunya teman lama ya Bli Wayan Gendo, aktivis te o pe yang sempat masuk penjara gara-gara membakar gambar es be ye.

Dia bertanya hal itu mungkin lantaran hingga hari ini si Gendo masih melajang, jadi wajar saja kliatannya emoh untuk segera punya anak yang kata dia “sing jeg encehin gen terus ?” terjemahannya : kan dikencingin aja tiap hari ?-

Hahaha… disitulah enaknya Bli Wayan.

si-kecil-untuk-pertanyaan-gndo.jpg

Makanya cepetan nikah Bli, biar tau betapa nikmatnya hidup dengan adanya Anak-Istri, walopun harga-harga pada naek terus.

Engsek Tangkahne Bapak, Tu

Category : tentang Buah Hati

Si kecil Putu Mirah, kembali diimunisasi untuk yang ketiga kalinya. Kali ini disuntikkan di bagian paha serta tetes mulut. Terpukul melihat si kecil yang menangis lantaran sakit saat disuntik, cukup membuat shock dadakan di pagi hari, sebelum berangkat ke Werdha Pura dan sempat membuat ragu hati ini untuk meninggalkannya lantaran tangisnya yang makin keras.

mirah-imun.jpg

Pulang dari Werdha Pura, baru tau kalo si kecil nangis terus dari pagi tadi. Lantas menyempatkan diri untuk menemaninya ditempat tidur untuk dengerin si kecil mengadu dengan tangisannya yang tersengal-sengal. Nyatanya kami berdua tak mampu menahan rasa kantuk, akibat alasan yang berbeda. Si kecil yang mungkin kecapekan menangis dan kini baru mau ngobrol saat si Bapak pulang, sedang si Bapak kecapekan mbikin tugas dan menjalani hari dua mingguan ini.

mirah2.jpg

Menyaksikan si kecil menangis entah karena kesakitan akibat imunisasi yang meninggalkan bengkak pada pahanya ataukah panas badan yang biasanya menjadi konsekuensi usai imunisasi, membuat hati ini seketika merasakan hal yang sebelumnya mungkin terlupakan oleh gejolak jiwa muda. Melupakan cinta dan kasih sayang kedua orang tua sedari kecil dahulu yang begitu telaten merawat buah hatinya…

Tek Kotek Kotek

Category : tentang KHayaLan

Tembang dengan lirik sederhana seperti itu selalu didendangkan saat si kecil Mirah mandi pagi dan sore, baik oleh Ibu maupun laptop si Bapak. Lho, Bapaknya kmana ?He… suara fales si Bapak katanya gak bagus buat nyanyiin si kecil, malah bikin takut. Huahaha…

Bersyukur waktu masih bujang dulu, demen ngoleksi lagu beraneka ragam, dari pop, rock, sampe yang untuk penggemar kontes cuci rambutpun ada. Blom lagi dangdut, instrumen gambelan dan juga lagu anak. Jadilah kegemaran iseng ini bisa dimanfaatkan saat si kecil lahir. Sesuai dengan harapan kedua orangtuanya, agar si kecil kenal dahulu dengan lagu anak yang memang sesuai dengan usianya.

Seperti posting terdahulu perihal kekhawatiran akan tembang yang dinyanyikan anak-anak jaman sekarang rata-rata udah bicara soal cinta (wong lagu yang diambil dari lagu remaja kok), sempat pula naik di Empat Matanya Mas Tukul, dan terakhir tentu di kolom Gagasan Jawa Pos.

Kekhawatiran ini bukan tak beralasan, sama dengan yang diungkap oleh Dina Mariana di Empat Mata lalu, rata-rata anak-anak blom ngerti akan makna daripada lirik cinta yang dilafalkan dalam setiap acara pencarian bakat di teve. Malahan ndak tau kalo ada lagu anak seperti tek kotek kotek kotek… anak ayam turun berkotek…