Masih Terbawa Mimpi

Category : tentang PeKerJaan

Antara sadar atau tidak, semua kerjaan itu seakan hadir menyeruak diantara aktifitas yang ada dalam mimpi. Mengingatkanku untuk selalu waspada dalam setiap langkah seakan enggan menyia-nyiakan waktu luang yang ada di awal tahun 2017 ini.
Satu hal yang buruk terasa sekali dalam pikiran.
Satu ekspresi antara keengganan untuk beranjak atau mungkin belum siapnya untuk berpindah pekerjaan.
Entahlah…

Tiga setengah tahun menangani Jalan Lingkungan, bisa jadi hanyalah sebuah waktu yang sekejap mata baru saja terlewatkan.
Namun bisa juga merupakan perjalanan panjang yang melelahkan jika kalian mengalami semua tantangan yang ada didalamnya.
Termasuk semua hiasan baik dan buruknya.

Maka ya wajar saja apabila semua rutinitas itu selalu hadir dalam mimpi tidur panjangku.
Baik pemeriksaan lapangan, ataupun koordinasi untuk mengingatkan semua staf agar bergegas mengumpulkan pekerjaan di hari Senin nanti, dan bisa dieksekusi lebih lanjut bersama-sama.

Jadi terhenyak saat mata terbuka.
Pikiran seakan berusaha meyakinkan dunia nyata.
Fakta yang ada.
Bahwa aku telah masuk masa pensiun dari Jalan Lingkungan.
Semuanya.

Ada rasa kecewa, kangen, dan juga gembira.
Bahwa aku telah melewati semuanya.
Entah dengan kesan baik ataupun buruk.
dan kini harus bersiap diri mengahadapi tantangan baru yang memiliki tensi lebih rendah dari pendahulunya.

Bersyukurlah bahwa semua itu hanya Mimpi

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KHayaLan

Mimpi, atau bunga tidur.
Kata orang bisa merupakan keinginan keinginan yang tak tersampaikan dalam dunia nyata, bisa juga merupakan pertanda hal yang akan terjadi di masa depan atau yang akan datang.
Sehingga terkadang Mimpi dijadikan sebagai rambu atau pengingat jalan yang akan dilalui kelak oleh masing masing orang dan bergantung pada interpretasi masing masing. Apakah menganggapnya serius atau cenderung mengabaikannya.
Saya sendiri, jika kemudian menimbulkan kegelisahan, biasanya saya catatkan disini.

Ada empat hal yang saya alami dalam Mimpi semalam.

Satu, bertemu langsung (ingat, dalam mimpi loh ya) dengan orang yang sesungguhnya sudah meninggal. Kejadiannya kurang lebih, mendapati hal yang di masa kini sesungguhnya sudah tak ada, namun saat saya alami rupanya masih ada. Mirip sebuah cerita komik yang mengisahkan perjalanan waktu dalam sehari. Menjadi mengkhawatirkan karena orang orang yang sudah meninggal tersebut bisa saya ajak berkomunikasi dan ada di sekeliling kita. Hiyyy…
Dalam bentuk manusia biasa tapinya.

Yang keDua, menggendong putri kecil pimpinan di kantor. Jadi spesial karena pimpinan ini sudah divonis sulit mendapatkan keturunan langsung, entah karena kesibukannya yang overkuota, atau kondisi kesehatannya yang kurang baik. Entah pula faktor suami atau apalah itu.
Maka saat saya mendapati pimpinan menggendong seorang putri kecil yang berwajah mirip dengannya, saya pun mencoba menggendongnya sebagaimana mengajak Ara atau Intan saat kecil dahulu.
Entah mimpi kedua ini memiliki makna kangen akan momongan baru yang lama dinanti, atau apa, agak kaget juga saat bangun dari tidur.

Ketiga tentang Jalan Lingkungan. Duh !
Kerjaan kok masuk Mimpi.
Pemavingan yang dikerjakan di wilayah Badung Selatan kalo ndak salah ingat, dengan kontur tanah yang menanjak sekitar 8an derajat sehingga dianggap sangat berbahaya dan sulit dilalui dengan kendaraan.
Tetap nekat melaluinya dan berhasil, dua kali malah, namun ada kekhawatiran bakalan terjatuh lantaran gravitasi.
Mih… masih sempatnya mikirin gravitasi dalam mimpi.
Yang pada akhirnya menjadi sedikit lega karena seorang pimpinan cowok (yang memang ndak ada dalam struktur pimpinan di kantor, memutuskan untuk membatalkan pekerjaan karena dianggap sangat berbahaya.
Pening.
Meski tetap optimis untuk dilewati, tapi kepala sudah pening duluan memikirkannya.
Apa ini ada kaitannya dengan cobaan di kantor ?

Dan terakhir soal percobaan tindak kejahatan.
Saya ternyata bukanlah tipe orang yang begitu mulus menjalankan percobaan tindak kejahatan. Buktinya saat bangun dari tidur, saya masih merasakan kebingungan dan kekhawatiran akan hal hal yang kelak merusak reputasi pribadi dan keluarga. Meskipun sebenarnya sangat ingin dilakukan, pembersihan dan pembuktian aksi kecurangan yang dilakukan orang orang sekitar berdasar petunjuk yang dibuang secara tidak sengaja di depan gerbang, dan saya dapati secara tak sengaja pula.
Entah apa artinya yang satu ini.

Dari semua ‘kejadian’ yang saya syukuri bahwa itu hanyalah sebuah mimpi atau bunga tidur, namun rasa pening kepala, mual dan bingung, masih menjangkiti hingga terbangun dari tidur.
Entah apakah ini merupakan sebuah reaksi rendahnya Tekanan Darah atau rendahnya kadar Gula Darah.

Jadi penasaran…

Antara Mitos dan saatnya Perawatan Gigi

1

Category : tentang KHayaLan

Gigi atas tanggal. Posisinya di depan sebelah kiri. Berawal dari goyangnya gigi saat mengunyah permen berbentuk kotak dalam jumlah banyak, gigi kecil inipun terlepas. Anak-anak tertawa melihat gigi bapaknya longgong saat berusaha tersenyum atas copotnya gigi.
Tapi sial.
Ada satu gigi lagi yang terlepas atau tepatnya patah dibagian akar, yang bentuknya mirip dengan potongan semen yang pecah. Entah asalnya dari mana. Saya hanya langsung teringat dengan arti mimpi tanggalnya gigi atas dan praktis, tak dapat lagi memejamkan mata hingga pagi.

Membaca arti mimpi di halaman primbon yang di-share melalui puluhan halaman blog, cukup membuat hati ketar ketir dan berharap tidak akan pernah terjadi.
Arti gigi atas yang tanggal, kurang lebih bermakna kematian atau pertanda sakitnya orang tua kita. Atau kalau mau dibalik layaknya cerita bijak seorang raja yang mengalami mimpi yang sama, kita akan berusia panjang dibanding orang-orang di sekeliling, sehingga jika di cermati sebenarnya punya arti yang sama namun beda rasa.

Tapi disisi lain, terdapat juga pemikiran untuk segera melakukan perawatan gigi lanjutan. Sudah 2 minggu terakhir saya ndak janjian dengan dokter gigi langganan di Tuban sana, untul memeriksa perkembangan gigi yang baru saja ditanam di sisi kiri atas sebelah pipi. Yang dahulunya bolong karena copot seluruhnya.

Hal sama saya pikirkan saat mimpi itu terjadi. Bahwa (diceritakan) saya berkeinginan untuk menghubungi dokter gigi Nyoman Sudarnata melaporkan hal ini. Ealah… kok bisa ya ?

Gigi… Gigi… seringkali bikin masalah.
Tapi jangan sampai menimbulkan masalah sebagaimana arti mimpi tadi ya.
Semoga, doakan bareng yah…

Untung hanya dalam Mimpi

Category : tentang KHayaLan

Ini kali kedua saya menginjakkan kaki di Batam. Seperti halnya lawatan ke Thailand beberapa waktu lalu, saya lebih memilih menjelajah sendirian ketimbang mengikuti kegiatan paket tour yang ditawarkan. Kali ini anggota yang ikut, semua saudara dari pihak Ibu yang sedang bersantai di tepi pantai depan sebuah hotel dengan kamar yang tersebar laiknya Cottages.

Sayangnya Pikun yang dimiliki rupanya terlalu besar. Saya kehilangan satu tas besar berisi ponsel, baju, dompet berisikan kartu identitas, dan semua kebutuhan selama berada di Batam. Stress tentu saja.

Dengan berkeliling area hotel yang seingatnya tadi masih ditenteng seputaran lokasi, saya mendapat banyak godaan dalam upaya pencarian yang sangat melelahkan. Diantaranya beberapa ponsel yang dicharge begitu saja, sempat menimbulkan ide mengambilnya untuk digunakan berkabar pada beberapa kawan dan tentu saja Istri, pun tas tas tak bertuan yang ditawarkan oleh para pegawai hotel sebagai ganti tas yang hilang tadi. Bersyukur saya tak tergoda satu pun, dan menemukan tas yang dicari dalam kondisi utuh di halaman belakang hotel, lokasi pertama yang saya kunjungi setibanya disini.

Lega ? Ya, Tentu. Sangat bersyukur malah. Maka gak salah kalau saya merayakannya dengan sepiring nasi goreng dan semangkok es kelapa muda.

Dalam perjalanan balik ke hotel, saya bersua seorang artis yang sebentar lagi tampil bersama anjingnya, dan diceritakan berbadan kekar dan berpose layaknya patung Tarzan di area Tiger Zoo Pattaya tempo hari.

Diceritakan ? Yup… karena semua adegan tadi hanyalah sebuah mimpi seorang pns yang kecapekan setelah beraktifitas seharian. Agak ngalor ngidul, tapi tetap bersyukur bahwa semua kehilangan dan penemuan kembali memberikan senyuman di akhir kisah dan semangat saat terbangun dari tidur.

Untung saja semua ini hanya terjadi dalam Mimpi…

Mimpi itu…

Category : tentang KHayaLan

‘Bos, ada yang gak beres terjadi pada tim kita Bos…’
‘Bos, ada yang gak beres terjadi pada tim kita Bos…’

Kalimat itu berulang-ulang terdengar pada telinga disela ingatan yang makin berkurang…
Padahal rasanya baru saja kupejamkan mata untuk meninggalkan gelapnya dunia masuk ke dunia lain yang kuharapkan sejak tadi.

Suasana yang terekam tak jauh berbeda dengan gentingnya pertempuran ala spionase 007 yang kutonton sebelum tidur tadi. Penuh intrik yang membutuhkan tindakan dan tanggapan secepatnya.

Tapi rupanya… ‘pak, pak… pak…’

Suara istri terdengar sayup tapi pasti…

‘Intan ngompol pak… tadi lupa dipakein Pampers…’

*aduh !!!

Amor ring Acintya bli Komang Pande Gus Jun

Category : tentang KHayaLan, tentang Opini

Mih… kaget mendapat berita bli Komang Gus Jun meninggal di Jakarta tadi pagi karena serangan jantung…
ini salah satu alumni Teknik Udayana sekaligus saudara mindoan semeton Pande yang mengenalkan saya pada musik Thrashmetal era Morbid Angel, Suffocation dan tentu saja Sepultura…

Amor ring Acintya bli Mang…

(FaceBook profile Mar.18 at 11.38 pm)

bli Komang Pande Gus Jun 2

Entah kenapa, saya memimpikan bli Komang barusan.

Tersadar pada pukul 1.38 am 19 Maret, sayapun mulai mengingat kembali apa yang ada dalam benak tadi.

Alkisah saya mengikuti lomba yang diikuti hanya oleh tiga peserta. Lomba tersebut adalah berjalan, berlari dan terakhir mencoba segala upaya yang ada untuk tiba dan sampai di garis akhir yang telah dijaga oleh orang tua penglingsir sebagai satu pendidik kami, semacam rektor atau sejenisnya. Entah…

Untuk mengenali Lokasi lomba, saya diantar Istri yang mengingatkan untuk berkabar melalui ponsel Nokia 6275i lawas yang saya miliki. *oke, mohon jangan tanyakan kenapa harus ponsel Nokia, karena saat tersadar dan mengingat, saya pun bingung kenapa harus menggunakan ponsel tersebut dengan format simcard microchip macam iPhone pula. Namanya juga mimpi, jadi memang dapat dipastikan ya gak bakalan nyambung dengan Logika.

Lomba pun dimulai.

Saya harus melewati orang per orang yang lalu lalang dengan setting jalan setapak mirip di jalur Besakih yang mengambil jalan ke kanan di pertigaan pos polisi itu. Namun orang per orang ini adalah sekumpulan orang yang siap menjatuhkan mental saya dengan kalimat dan kata-kata yang mengejek dan menghina. Tapi karena sudah tahu dan paham saat diberitahu ‘clue’nya oleh istri saya barusan, semua itu saya lalui dengan cuek. Jalan terus…

Rintangan mulai hadir saat saya diharuskan melewati jalan dengan merangkak, sementara tangan harus menghapus dan melafalkan mantra yang *maaf saya sama sekali tidak ingat, namun di ujung jalan, saya diminta meneriakkan satu kalimat semacam yel yang tentu saja masih berupa mantra, yang akan secara otomatis terlintas di pikiran saat saya berkonsentrasi penuh dengan maksud tertentu. Ajaib… saya berhasil mengucapkan mantra tersebut dengan keras dan dipersilahkan melanjutkan perjalanan dengan… dengan apa ya ? Kok bisa lupa…

Perjalanan terakhir, saya lupa mengapa diminta untuk mengayuh sepeda dengan track lurus ke arah utara, hingga mentok di pertigaan, belok kiri dengan turunan tajam dan kondisi jalan yang rusak setengahnya. Yang unik, sembari mengayuh, saya melihat bli Komang Pande Gus Jun, menyalip saya dengan santai, diatas sepeda tuanya.
Disaat melewati jalan rusak, sayapun terjatuh dan dengan berteriak, saya diminta istri untuk boncengan di sepeda bli Komang dengan harapan bisa mengantarkan saya pulang menyelesaikan lomba hingga garis akhir.

Entah bagaimana ceritanya, kok malah saya yang mengambil alih sepeda, ngebut sesuai ‘ilmu pengetahuan’ yang didapat bahwa dengan memacu sepeda dalam arus air di selokan/lubang jalan raya, akan mempercepat laju bak rollercoaster diatas sadel sepeda. Dan entah bagaimana logikanya, sayapun di jelang garis finish yang dihadapkan pada satu area penuh air layaknya danau, disalip oleh dua peserta lainnya dengan menggunakan sepeda motor berkecepatan tinggi.

Saya dinyatakan kalah atau menempati tempat ketiga oleh sang orang tua tadi yang melewati genangan air diatas Truck Wheel Loader yang mirip dengan milik Dinas Bina Marga Badung saat pematangan lahan tahun 2005 silam.

Setiba dirumah, sayapun bercerita pada kedua orang tua perihal perjalanan lomba tadi yang dialami dalam mimpi itu. *Mimpi dalam mimpi, mimpi bertingkat mungkin namanya…
Sembari mengingatkan bahwa tanpa bantuan bli Komang Pande Gus Jun, tentu saya tidak akan bisa sampai di garis akhir, juga dirumah tepat waktu. Maka itu saya mengajak Bapak untuk menengoknya di rumah duka sore ini.

dan semua mimpi itu baru disadari saat terbangun pukul 1.38 tadi…

Ah, mimpi memang gak perlu dinalar pakai logika, masuk akal atau tidak. Apalagi yang diingat juga gak runut jelas dari awal, mengingatkan saya akan pendapat seorang kawan lama, bahwa Mimpi itu gak akan Logis dan Ingat tercerna alur ceritanya. Jadi ya buat apa dipertanyakan lagi.

Yang terpenting bahwa sosok bli Komang ikut hadir didalamnya, yang bisa jadi merupakan bunga tidur dalam ingatan yang tadinya sempat terlintas saat membaca Mantram Gayatri dengan genitri sesaat sebelum tidur. Artinya, pagi nanti saya harus menghaturkan sodha di pelinggih Bethara Hyang Guru atau dimana ya tepatnya ? Mengingat yang bersangkutan belum diupacarai hingga hari ini.
Mohon bantuan para suhu, para guru yang sudah berkenan membaca tulisan yang dilahirkan dini hari pukul 2.09 ini, lantaran gak bisa memaksa mata untuk terpejam lagi.
Baik arti mimpi jika sekiranya itu bermakna, atau soal keterkaitan dengan bli Komang Pande Gus Jun tadi.

Ditunggu yah…

Mimpi yang Aneh…

1

Category : tentang KHayaLan

Mimpi adalah bunga tidur… Biasanya merupakan sebuah kisah pendek, atau rangkaian beberapa kejadian yang jika disatukan menjadi sebuah cerita, memang benar-benar sulit dijelaskan dan diterima logika dan akal sehat. Yah namanya juga mimpi…

Tapi mimpi kali jujur saja menjadi mimpi yang cukup unik…

Karena di mimpi kali ini, saya sedang berusaha untuk menjelaskan bagaimana cara membaca peta, kepada dua orang bule yang bertanya dan ingin tahu, Kintamani itu ada disebelah mana. Sialnya, kedua bule maupun disekitar kami tidak ditemukan satupun peta offline map dalam bentuk cetak yang kemudian memaksa saya untuk membuka tablet GalTab 7 inchi dan mengakses aplikasi Google Maps, lengkap dengan mengaktifkan fitur GPS nya.

Pertama, menjelaskan cara membaca peta yaitu menempatkan arah utara disisi atas dan mereka bisa bertanya lebih dulu pada penduduk di sekitar, mana arah utaranya…,*ini pasti gara”kebiasaan bikin peta jalan di AutoCad. Hehehe…

Kedua, menjelaskan bagaimana memposisikan diri mereka terhadap peta dan lokasi berdiri dengan melihat arah pantai (kebetulan posisi mimpi saat itu sedang berada di pinggir pantai). Lalu mengatakan pula bahwa peta semacam ini bisa mereka peroleh di sekitar tempat ini, dengan harga 10rb rupiah atau lebih. (bener gag sih ?)
‘first, you can hold the maps like this posisition, with the North at the upperside… You can ask the people around you, where’s the North at… An then, you can buy a copy offline map like this, about ten thousand or more around this place…’ :p
*gila, sampe kata”nya meski grammarnya gag bener, tapi saya masih bisa ingat dengan baik apa yang dikatakan dalam mimpi…

Entah ada hubungannya atau tidak, ceritanya sih saya waktu itu lagi mendampingi MiRah putri kecil kami dalam kegiatan semacam outbond yang dilakukan di seputaran Hotel berkelas wisata, bersama kawan-kawan masa SD *padahal sejatinya masa sekolah SMA, dimana beberapa diantaranya membawa serta putri mereka pula.

Masih ingat benar, saya berada di tengah-tengah kawan yang lagi ramai dengan aksi salah satu kakak kelas saya masa kuliah, Made Desu Subrata yang sedang memamerkan kemampuannya dalam menyembunyikan kehadiran motor Yamaha Byson kebanggaannya, hilang dari pelacakan cctv (yang terdengar hanya suaranya) namun sesungguhnya bisa dilihat secara nyata dan langsung. Bayangkan bagaimana edannya alur cerita mimpi kali ini…

Akan tetapi nama dan wajah teman yang bisa saya ingat adalah Donny, sepupu sekaligus teman sebangku masa SMP, Pak Tua atau Wayan Wiriana dan Alit Wisnawa, dua tandem kawan masa sma dimana ketiganya merupakan tim OSIS yang memang saat itu ikut serta mensukseskan kegiatan outBond. Dan tak lupa ada Iddi Harinasutha, kawan masa sma yang pula mengingatkan saya untuk mencari MiRah saat panggilan guru yang memimta kami untuk berkumpul…

Mimpi yang unik namun aneh tentu saja bathin saya. Mengingat mimpi yang biasanya menghampiri tidak selengkap kini, banyak kejadian namun terangkai menjadi satu, meski alurnya jadi agak aneh…
Bisa lengkap dengan kemampuan mengingat seadanya saya tuliskan gara-gara suara Istri yang membangunkan tidur saya dan mengingatkan untuk membuat susu untuk InTan, putri kedua kami, dan langsung coba dituangkan pada Tablet GalTab (lagi-lagi… :p) agar tidak terlupakan begitu saja…

Entah apakah ini gara-garanya tadi sepulang kencan dengan MiRah, saya sempat menjanjikannya untuk bermalam di Hotel bersama adik dan ibunya, hanya untuk merasakan sarapan pagi sushi / daging ikan mentah yang disajikan kepada para penginapnya, juga aksi para koki (chef) yang mengolah makanannya, langsung didepan mata… Akan tetapi bisa juga ini gara” Video yang diunggah oleh Van Der Spek ke jejaring YouTube, lalu dibikin tandingannya oleh Polda Bali yang pula mengisahkan polisi menjelaskan peta pada beberapa bule yang bertanya ?

Ah, buat apa juga kita bahas terlalu jauh… Toh ini hanyalah sebuah mimpi… Sebuah bunga tidur yang aneh tentu saja…

Sore Sandya Kala…

Category : tentang KHayaLan

Aku berjalan menyusuri pinggiran trotoar pada sebuah jalan yang sudah kukenal sebelumnya. Beberapa hari sebelum satu upacara keagamaan terbesar akan dilakukan.  Upacara untuk membersihkan Legian Kuta pasca pengeboman Oktober tahun 2002 lalu. Satu dua toko tampak sudah mulai berbenah mempersiapkan diri mereka akan malam yang kan datang menjelang. Beragam orang berlalu lalang disekitarku… dan mataku tertumpu pada satu tempat.

‘Bunga, Pak ?’ sapa seorang pedagang yang berada disekitar tanah tersebut. ‘Untuk mengenang orang yang Bapak sayangi…’ tambahnya.

‘Tidak, Terima Kasih… tak satupun dari mereka yang saya kenal.’

‘…atau untuk mereka yang…’ belum selesai si pedagang berucap, aku bertanya ‘Siapa mereka Bu ? yang tertawa ramai disitu ?’ tanganku menunjuk tanah kosong yang sedari tadi kuperhatikan. ‘Maksud Bapak ?’ ia balik bertanya…

‘Itu… yang menari gembira dan tertawa keras…’

‘Jangan menakut-nakuti saya Pak… ga’ada orang disitu… siapa yang Bapak maksud ?’ si Ibu pedagang mulai kebingungan.

Aku berjalan menuju tempat yang kumaksud, berbalik kearah Ibu pedagang sambil menuding kearah kerumunan orang yang tertawa riang. Belum sempat si Ibu memberikan reaksi atas tanda tanyaku, seorang dari kerumunan itu bertanya padaku. ‘Ada yang bisa kubantu Pak ?’

‘Ah, tidak… Aku hanya ingin bertanya, kenapa kalian tertawa riang disini ? Bukankah di tanah ini dahulunya adalah lokasi bar yang menjadi sasaran utama pengeboman Legian Kuta ? Tak seharusnya kalian bergembira…’

‘Maaf Pak, Kami hanya ingin mengungkapkan rasa senang kami, karena sebentar lagi kami akan menyatu dengan-Nya…’

Sejenak aku masih belum mengerti… ‘Maksudnya ?’

Tawa riang itu sungguh mengusik hatiku. Tak sepantasnya mereka melakukan itu… ‘Siapa kalian ini… ?’

‘Kami adalah orang-orang yang kalian tangisi… orang-orang yang barangkali tak menyadari bahwa mereka sudah tak lagi bisa dimiliki. Orang-orang yang meninggalkan sejuta kenangan indah bagi mereka yang mencintainya… dan katakan pada dunia bahwa kami tak lagi bersedih… Sampaikan Terima kasih kami pada semuanya…’

…dan aku pun kembali terhenyak…