It’s Windows Phone

Category : tentang TeKnoLoGi

Berkecepatan prosesor Dual Core 1 GHz ditambah 512 MB RAM sesungguhnya bukanlah spesifikasi yang pernah saya sarankan kepada kawan-kawan saat memilih sebuah perangkat berteknologi komunikasi berbasiskan Android. Namun sebaliknya, jika tanpa Android, bisa jadi dengan kekuatan ini sudah cukup mumpuni untuk dijalankan tanpa jeda. Salah satu contohnya ya perangkat satu ini. Windows Phone.

Disandingkan dengan perangkat branded berharga sama dan menyandang sistem operasi Android barangkali persaingan yang terjadi bakalan seru lantaran secara spek gag bakalan jauh-jauh namun beda rasa. Yang paling saya rasakan pertama adalah soal lag atau jeda yang nyaris tidak saya temukan dalam perangkat satu ini saat menjalankan aplikasi maupun saat berinteraksi. Gag percaya kan ?

Nokia Lumia 520, merupakan salah satu ponsel rilis terkini sang mantan raja yang ditawarkan dengan harga terjangkau meskipun sudah mengadopsi sistem operasi ternama buatan Microsoft. Apalagi versi yang ditawarkan sudah mapan, yaitu Windows 8. Gag heran jika ponsel satu ini kabarnya jadi salah satu yang terlaris diantara seri sejenis lainnya dari brand Nokia.

Windows Phone

Saya pribadi iseng berkenalan dengan perangkat satu ini lantaran masih merasa penasaran dengan kemampuan sang pendahulu yang kerap saya banggakan dan gunakan dalam jangka lama, sangat memuaskan meski satu-satunya kelemahan yang tidak saya sukai adalah borosnya daya tahan batere untuk ukuran ponsel/PDA di jaman itu. Dengan harga yang terjangkau (apalagi dalam kondisi second), Nokia Lumia cukup representatif dalam mencerminkan sebuah ponsel berbasis Windows, menyajikan layar 4 inchi serta kamera 5 Megapixel.

Disandingkan dengan antar muka Windows Mobile pendahulunya, jujur saja saya lebih menyukai tampilan terdahulu yang penuh icon dan pilihan add on Launcher. Sedang tampilan Metro Live Tile yang kini diadopsi cenderung membosankan. Ada yang sependapat ?

Office 365 merupakan salah satu paketan menarik yang secara built ini sudah ditawarkan dalam pembelian, dan dapat dimanfaatkan secara optimal meski untuk membuka beberapa file berukuran besar (lebih dari 8 MB) dengan baik. Hanya saja dengan lebar layar yang hanya 4 inchi, jadi gag nyaman untuk berinteraksi lebih jauh, apalagi untuk inputing data seperti halnya Samsung Galaxy Tab 7 inchi yang saya miliki.

Dengan tampilan antar muka yang monoton serta menu yang sama satu dengan lainnya, jadi sedikit terobati dengan adanya slider perpindahan yang halus khas layar sentuh masa kini. Meski demikian, sebaiknya pihak Microsoft dapat memberikan keleluasaan bagi para vendor pendukungnya untuk dapat memberikan sentuhan kustomisasi tampilan, apakah berupa launcher ataupun widget seperti halnya Android sehingga antar satu dengan perangkat lain yang berasal dari vendor yang berbeda, secara tampilan dapat dikenali langsung tanpa melihat tulisan nama vendor di permukaan perangkat.

Sayangnya lagi, pasar aplikasi milik Microsoft dan juga Nokia masih sangat minim persediaan jika disandingkan dengan pasar miliik iOS Apple ataupun Android Google. Apalagi beberapa review pengguna terkaddang sangat menyesatkan, tidak sesuai dengan kemampuan yang diharapkan. Salah satunya adalah akses ala Windows Explorer yang hingga kini belum saya temukan caranya, dengan harapan dapat melakukan copy paste file seperti pendahulunya dengan bebas melalui perangkat secara langsung. Demikian halnya dengan sedikirnya Games yang bermutu secara tidak langsung mencerminkan ponsel Windows Phone merupakan ponsel yang sangat serius seperti halnya BlackBerry.

Tidak heran jika hingga kini peruntungan Nokia maupun Microsoft dalam hal penjualan ponsel berbasis Windows terus merosot, kalah jauh dengan Apple, Samsung, HTC dan lainnya. Apalagi kini dua brand yang saya sebut terakhir tadi sepertinya makin asyik dengan mainan Android mereka yang secara keuntungan jauh lebih menjanjikan. Mungkin itu sebabnya, Microsoft dikabarkan berusaha merayu kembali dua brand tadi untuk kembali berinvestasi dengan ponsel Windows seperti di masa lalu.

Windows 8 Pro, Clean and Fast

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah mencoba beraktifitas lebih jauh menggunakan sistem operasi Windows 8 Consumer Preview di perangkat NoteBook HP ProBook 4320 milik kantor LPSE Badung sejak beberapa bulan lalu, sepertinya makin jatuh cinta dan keinginan untuk mencoba versi finalnya makin tak tertahankan. Maka itu sempat terbersit keinginan untuk mendapatkan versi resminya dengan membeli sendiri keping cd original di salah seorang kawan yang membuka jasa pemesanan online.

Belum lagi terwujud, kesempatan datang dari salah satu member di sebuah situs jual beli online yang menawarkan jasa instalasi Windows 8 Pro edition versi original dengan harga yang cukup lumayan. Maka setelah bernegosiasi waktu, pertengahan Desember lalu perangkat notebook yang saya gunakan ini secara resmi berpindah versi sistem operasi seperti apa yang diharapkan.

Win 8 NB

Berhubung sudah terbiasa dengan tampilan dan perubahan yang terjadi di versi sebelumnya, maka tidak banyak hal yang harus disesuaikan untuk tetap menjalankan aktifitas kerja seperti biasa. Namun entah mengapa saya merasa sistem operasi yang diinstalasi kali ini jauh lebih clean dari tampilan dan juga lebih cepat dari segi kinerja. Bisa jadi lantaran bawaan system operasinya, bisa juga lantaran aksi format hard disk yang dilakukan sebelum proses instalasi berlangsung, mengingat di kondisi sebelumnya terdapat 2 (dua) versi sistem operasi termasuk Windows 8 Consumer Preview yang saya dapatkan dari keping cd pcmedia.

Dibandingkan dengan sistem operasi Windows versi sebelumnya, 98, XP, Vista dan 7, banyak faktor yang membuat saya jatuh cinta dan tetap bertahan pada pilihan kali ini.

Pertama dari segi Start Menu yang menampilkan Live Tile yang dulu sempat disebut dengan istilah Metro oleh Microsoft. Tampilannya yang bersih dan bisa di kustomisasi membuat saya berusaha untuk menyajikan informasi akses secara cepat dan mudah dijangkau. Ini layaknya pemanfaatan HomeScreen pada layar tabletpc yang memang diatur sedemikian rupa agar tidak membingungkan penggunanya.

Kedua ada tampilan Windows Explorer-nya. Jika kawan sempat kebingungan saat menyesuaikan diri dengan wajah menu Microsoft Office versi 2007 keatas, demikian halnya kali ini. Namun setelah belajar untuk beradaptasi, inilah salah satu faktor penentu mengapa saya ngotot tetap menggunakan Windows 8. Semua akses terpampang rapi disisi atas halaman tanpa perlu masuk ke submenu dan lain sebagainya.

Win 8 NB 2

Ketiga tentu saja Applications Store yang meski secara jumlah belum sebanyak para kompetitornya namun beberapa games dan permainan anak dapat diakses secara gratis menambah betah putri kecil kami untuk belajar sambil bermain. Sedang dari segi kebutuhan pribadi tentu saja dicari yang menjadi kebutuhan terkait iNet seperti Skype, eMail, SkyDrive, ToolBox hingga utility lain dan tak lupa majalah Digital. Semua hadir tanpa perlu susah-susah mencarinya lewat Google.

Keempat kompabilitas. Memiliki banyak aplikasi pendukung di sistem operasi Windows versi sebelumnya, gag asyik kalo sama sekali tidak bisa digunakan kembali meski sudah ada Application Store. Apalagi jika semua aplikasi dan juga games terdahulu merupakan hasil perburuan bertahun-tahun yang dikompilasi berdasarkan fungsinya. Bersyukur Windows 8 mampu mengakomodir keinginan ini meski tidak semua. Maka bisa dikatakan tidak banyak perubahan yang terjadi terkait aktifitas keseharian dari penggunaan sistem operasi Windows versi sebelumnya ke versi terkini.

Kira-kira itu yang bisa saya gambarkan dari penggunaan sistem operasi Windows 8 Pro kali ini dan bagi kalian yang masih ragu untuk berMigrasi, ada baiknya hunting informasi terlebih dahulu ke forum online ataupun komunitas pengguna untuk mengetahui lebih jauh dukungan akan software ataupun hardware yang telah dimiliki saat ini, apakah bisa dijalankan atau tidak ? agar tidak menyesal di kemudian hari.

Windows 8, mengubah wajah NoteBook di masa depan

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah pernah mencoba untuk menggunakan Sistem Operasi Windows 8 seperti yang pernah kami tuliskan tempo hari ? Kami yakin ada banyak kemudahan yang didapat meski pada awalnya rata rata pengguna memerlukan sedikit penyesuaian untuk bisa terbiasa, namun pada dasarnya Windows 8 kali ini bisa dikatakan sebagai versi terbaik dari seluruh versi Windows yang pernah diluncurkan oleh Microsoft.

Jika kemarin kami sudah menurunkan Review singkat terkait penggunaan Windows 8 Release Preview versi pc/notebook, maka kini beberapa Vendor sudah berancang ancang meluncurkan perangkat ponsel dan tablet mereka dengan berbasiskan sistem operasi yang sama. Salah satunya, katakan saja Samsung.

Pada halaman resmi mereka, setidaknya terdapat 7 perangkat yang telah dipersiapkan untuk diluncurkan dengan menggunakan basis sistem operasi Windows 8. Diantaranya ATIV Smart PC, Ultra Touch, Ultra Book serta 5” dan 7” series. Semua ini bergerak dalam bidang pc, notebook serta tablet. Bagaimana dengan ponsel ? yang kami ketahui Samsung Ativ S sudah bisa didapatkan dalam pasar global yang memiliki perwajahan serupa dengan Android series, Samsung Galaxy S III dan Note II.

Dilihat dari perwajahan, kami mulai sedikit meyakini bahwa sebentar lagi era pc desktop dan juga notebook lama bakalan segera berakhir. Mengingat perpaduan teknologi yang hinggi kini masih rajin dikembangkan oleh Samsung dengan sistem operasi Windows 8 yang lebih menyasar pada pemanfaatan layar sentuh bakalan mampu menggantikan arti mobilitas yang selama ini dipegang oleh dua perangkat tersebut.

Memang apa yang dikembangkan oleh Samsung kali ini bukanlah yang pertama. Bagi yang mengetahui kisah sejarah ultra mobile personal computer era terdahulu ditambah rilis Android series milik Asus Transformer Prime, kami yakin bisa memahami apa yang kami maksudkan. Bahwa di era kekinian, model clamshell yang dahulu kerap dibanggakan oleh para pemilik Notebook telah mencapai batasannya.

Terpisahnya opsi layar utama dari perangkat keyboard yang kemudian dapat digunakan berdiri sendiri sebagai sebuah tablet merupakan daya tarik dari sebuah perangkat pc ataupun notebook di masa depan kelak. Apalagi kini sistem operasi Windows 8 telah mampu mengakomodir semua aktifitas yang dahulu hampir semua, hanya mampu dilakukan pada versi desktop dan notebook.

Berbeda lagi dengan Surface, tabletpc yang dikembangkan secara khusus oleh Microsoft. Walau mengambil bentukan yang sama, namun untuk keyboard tambahannya menggunakan bahan yang lembut sekaligus berfungsi sebagai penutup atau cover layar. Demikian halnya dengan Acer yang sudah siap dengan 5 perangkat Iconia series diantaranya mampu memperlakukan keyboard tambahan sebagai penyangga layar apabila tidak dibutuhkan.

Akan tetapi untuk bisa mewujudkan impian masa depan ini tentu saja harus disokong oleh faktor budgeting yang minimal mampu dijangkau oleh sebagian besar calon konsumennya kelak. Karena kalo tidak, maka misi untuk menumbangkan dengan cepat wajah notebook dan pc desktop yang saat ini perkembangannya sudah kian menurun, akan gagal seperti halnya UMPC di era 2000an awal.

Untuk itu kabarnya sebuah Tablet Surface dengan ukuran layar 10.1” ditawarkan dengan harga $499 saja di website resmi Microsoft. Demikian pula dengan Acer Iconia W510 pun sepertinya bakalan berada pada kisaran harga yang sama. Mengingat ukuran nilai jual sebuah perangkat notebook dengan kemampuan setara pun tak jauh dari angka tersebut.

Windows 8 Release Preview

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Apabila dalam edisi lalu pernah kami turunkan satu topik terkait apa dan sejauh mana perubahan yang terjadi pada Windows 8 Consumer Preview dibandingkan sistem operasi milik Microsoft sebelumnya, kini giliran kami yang menjajalnya secara langsung melalui Windows 8 Release Preview.

Metro Style. Sesuai dengan apa yang diprediksikan dan dipromosikan oleh banyak pihak, bahwa untuk antar muka sistem operasi Windows 8 mengadopsi Metro Style, sebuah User Interface yang telah dikenal publik lebih dulu lewat perangkat ponsel pintar baik milik Nokia Lumia, HTC ataupun Samsung. Beberapa Menu utama yang disajikan dalam bentuk Tile -kotak- yang dapat dikustomisasi besarannya sesuai dengan selera pengguna.

Terdapat diantaranya fitur-fitur baku yang biasanya hadir dalam sebuah perangkat pintar meliputi Mail, Calendar, Contact, Messaging, Store hingga yang berkaitan dengan hobi seperti Music, Photo, Video, News, Lifestyle, Sports dan Finance. Adapun Fitur yang terdapat dalam tampilan Menu ‘Metro Style’ kali ini bakalan bertambah seiring instalasi aplikasi ataupun games yang dilakukan oleh pengguna. Apabila fitur yang tertampil ada yang dianggap kurang berkenan, dapat dihilangkan dengan cara melakukan ‘unpin’.

Touch Screen. Fitur layar sentuh yang biasanya hadir di perangkat pintar baik ponsel ataupun tablet yang mengadopsi sistem operasi Windows, sangat kental terasa di sepanjang penggunaan. Begitu pula tampilan yang sederhana dan luas, memberikan ciri sentuhan oleh jari lebih didominankan meski pemanfaatan Mouse tetap dapat dilakukan. Untuk mengimbanginya, kami mencoba melakukan sapuan dengan perangkat mouse pada layar tampilan yang rupanya dapat direspon dengan baik.

Applications Store. Salah satu jualan yang biasanya diandalkan oleh setiap perangkat pintar baik ponsel ataupun tabletpc adalah pasar Aplikasi yang siap menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi/games siap unduh dan gunakan, demikian halnya dengan Windows 8 kali ini. Dalam pengujian kami, Application Store dapat diakses dengan baik dimana beberapa games ternama seperti Fruit Ninja, Doodle God ataupun aplikasi Kindle, Maps, SketchBook dan WordPress bias dicoba dengan baik.

Internet Explorer 10. Seperti yang pernah kami sampaikan terdahulu bahwa untuk tampilan jendela Browser terkini milik Microsoft ini bakalan mengalami beberapa perubahan, diantaranya kolom Address Bar yang kini tertampil di sisi bawah layar, penggunaan Tab dan Thumbnail di sisi atas tampilan untuk memudahkan proses navigasi pengguna, hingga opsi Back-Forward yang kini dapat diakses dengan menyentuh sisi kiri/kanan halaman yang sedang aktif digunakan.

Sign Out. Jika dulu dalam penggunaan sistem operasi Windows pada perangkat pc/notebook selalu dikenal istilah Log Off ataupun Log On untuk keluar dari tampilan Desktop bagi pengguna yang memanfaatkan fitur password demi melindungi tampilan halamannya, kini telah diganti dengan istilah Sign Out dan Sign In. lebih familiar bukan ? ketika opsi ini dilakukan, pengguna akan dihadirkan sebuah tampilan yang menyajikan Tanggal maupun Jam, sinyal bar dan daya baterai, layaknya sebuah perangkat mobile komunikasi yang telah terkunci.

Bagi kawan yang ingin mencobanya, Windows 8 Release Preview ini dapat diunduh melalui halaman resmi Microsoft, dengan ukuran 2,5 GB untuk versi 32bit dan 3,3 GB untuk versi 64bit. Ukuran ini biasanya dapat dikonversikan dalam bentuk keping dvd yang kemudian dapat digunakan secara Bootable seperti laiknya proses Instalasi OS. Release version ini kabarnya dapat dipergunakan (dalam arti sebenarnya) hingga versi komersial nantinya dipasarkan. Untuk membuktikan kabar ini, kamipun melakukan proses instalasi beberapa aplikasi yang biasa kami gunakan dari pemutar music, video, office processing hingga photo editor. Semua aplikasi ini rupanya mampu berjalan dengan baik sesuai harapan kami.

Sayangnya, lantaran masih berupa Preview, pihak Microsoft tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan ataupun perubahan yang terjadi pada sistem operasi versi sebelumnya. Hal ini harus disadari sepenuhnya mengingat proses instalasi sistem operasi Windows 8 bakalan menumpuk sistem operasi lama sehingga untuk mengaksesnya kembali dibutuhkan proses Recovery yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan keping disc sistem operasi sebelumnya.

Untuk dapat menjalankan sistem operasi Windows 8 Release Preview dengan sempurna, sangat disarankan untuk mencobanya pada perangkat pc/notebook yang mampu menggunakan Windows 7 dengan spesifikasi minimum Prosesor 1 GHz, Memory RAM 1 GB (32bit) atau 2 GB (64bit), Internal Storage 16 GB (32bit) atau 20 GB (64bit) dan Kartu Grafis yang mendukung Microsoft DirectX 9. Untuk kebutuhan sentuh, sangat disarankan untuk menggunakan perangkat layar yang mendukung fitur Multitouch dengan Resolusi minimal 1024×768. Selain itu, untuk memaksimalkan pemanfaatannya, dibutuhkan pula akses internet yang mumpuni.

Selain spesifikasi hardware seperti yang telah disebutkan tadi, pengguna mutlak membutuhkan akun ID Microsoft yang dapat dibuat secara langsung saat pengguna melakukan Sign In pertama kali. Adapun akun ID ini dapat memanfaatkan beragam akun email dari miliknya Yahoo, Gmail hingga domain pribadi sekalipun. Akun ID ini bakalan ditanyakan oleh sistem saat pengguna melakukan akses ke fitur ataupun menu yang disajikan pertama kali akses.

Demi memudahkan pengguna dalam mengoperasikan Windows 8 Release Preview ini, disediakan opsi Pengaturan mencakup layar depan, layar terkunci, akun profile, hingga notifikasi dan sinkronisasi yang disajikan layaknya opsi Pengaturan pada perangkat tabletpc. Selebihnya, terpantau beberapa perubahan tampilan baik pada layar depan Desktop hingga Windows Explorer yang kini hadir jauh lebih simple.

Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Lumia Series, Harapan Baru Nokia SmartPhone

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah kalah perang dengan perangkat ponsel pintar berbasis iOS, Android dan BlackBerry, secara perlahan Nokia mulai mundur dari ajang pertempuran dan menghentikan proses produksi serta pengembangan OS Symbian, yang sedari awal tahun 2000 sempat melambungkan posisinya sebagai Nomor Satu baik di tanah air maupun secara global. Saking lemahnya posisi Nokia, beberapa ponsel berbasis Symbian dan juga MeeGo, yang sebenarnya sangat mumpuni untuk diadu dengan perangkat iPhone, Android dan BlackBerry malah tidak mendapatkan tempat di mata konsumen sebagaimana harapan awalnya.

Maka untuk mengantisipasi pergerakan persaingan teknologi telekomunikasi, dibuatlah kesepakatan bersama Microsoft pada 11 Februari 2011, yang pada awalnya sempat disayangkan oleh banyak pihak. Kesepakatan ini tiada lain bertujuan untuk mengkolaborasikan perangkat Nokia yang dikenal handal serta dan apik dalam hal desain dengan sistem operasi Windows Phone yang superior. Harapannya tentu saja mampu minimal menggeser keberadaan salah satu atau ketiga perangkat ponsel pintar yang kini sedang memimpin di garda depan.

Hanya Berselang delapan bulan, kerjasama Nokia-Microsoft ini mulai menunjukkan taringnya. Pada 26 Oktober 2011, Nokia secara resmi mengumumkan ponsel Windows Phone pertama mereka yang diberi codename ‘Sea Ray’ bertajuk Nokia Lumia 800.

Lumia 800 dirilis dalam bentukan desain yang tak jauh berbeda dengan ponsel Nokia N9, sebuah perangkat ponsel pintar pertama dan terakhir Nokia yang menggunakan sistem operasi MeeGo. Sebuah sistem operasi yang direncanakan bakalan mengganti keberadaan Symbian, namun patah arang ditengah jalan.

Tidak hanya dari sisi desain, secara spesifikasinya pun Lumia 800 bisa digolongkan sebagai salah satu ponsel premium Nokia hasil kerjasamanya bersama Microsoft. Ini dibuktikan dengan penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 1.4 GHz Scorpion plus GPU Adreno 205, 16 GB storage internal dan 512 MB RAM, kamera 8 MP Carl Zeiss optics, autofocus dan dual-LED flash, serta 3,7 inchi layar sentuh AMOLED kapatitif 16 juta warna. Sedang dukungan dari pihak Microsoft adalah ditanamkannya sistem operasi Microsoft Windows Phone 7.5 codename Mango.

Pasca rilis resmi Lumia 800, Seperti biasa Nokia kembali melepas varian ponselnya dalam rentang waktu yang berdekatan. Maka diperkenalkanlah seri Lumia 710 serta Lumia 900 pada 9 Januari 2012 dalam ajang International Consumer Electronics Show (CES) 2012 Las Vegas. Dimana secara spesifikasi yang disematkan dalam masing-masing perangkat, bisa dilihat bahwa Lumia 710 dilepas sebagai Lumia Series yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sedang Lumia 900 merupakan pembaharuan seri premium dengan penambahan kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Meski respon yang diharapkan dari konsumen belum mampu menggeser keberadaan perangkat ponsel pintar lainnya, namun sepertinya Kisah Lumia Series ini pelan tapi pasti bakalan mendapatkan tempat tersendiri demi menggantikan masa-masa kejayaan Symbian terdahulu seperti halnya ponsel pintar berbasis Windows Mobile. Apalagi dengan adanya dukungan dari pihak Microsoft yang kini menyediakan Windows Marketplace dalam setiap perangkat Lumia , sebuah application store yang memang menyediakan beragam aplikasi serta permainan dan hiburan lainnya secara terpusat.

Windows 8, Ramah untuk semua perangkat Mobile

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari Consumer Electronics Show, Las Vegas Januari 2011, Microsoft mengumumkan penyertaan dukungan chipset ARM untuk mobile version dari sistem operasi terbaru mereka Windows 8, disamping microprosessor berarsitektur x86 untuk versi Desktop yang biasanya disupport dari Intel, AMD dan VIA. Sekedar Informasi, Chipset ARM yang dimaksudkan diatas adalah chipset yang kini banyak dipergunakan sebagai andalan dalam sebuah ponsel Smartphone dan juga TabletPC. Nvidia Tegra, Snapdragon atau Ti Omap merupakan beberapa contoh diantaranya.

Untuk mendukung pengembangan OS terbaru ini pada 15 Agustus di tahun yang sama, Microsoft kemudian membuat satu blog “Building Windows 8” yang diperuntukkan bagi para pengguna dan juga pengembang aplikasi berbasis Windows. Lanjut dengan Perkenalan pertama Windows 8 versi Beta pada tanggal 29 Februari 2012 lalu.

Lantas Apa sih yang menarik dari sebuah Sistem Operasi bernama Windows 8 ?

Pertama, dukungan akan perangkat PC Desktop, NoteBook dan juga TabletPC bahkan sebuah Smartphone. Bukan hanya sekali dua ini saja rumor yang beredar luas bahwa Microsoft lewat tandemnya kini, bakalan merilis perangkat TabletPC berbasis Windows, diluar Desktop dan NoteBook. Dimana antarmuka atau User Interface yang bakalan digunakan nantinya dikenal dengan nama ‘Metro Style, Menu berbentuk Tile yang diakses dengan cara menggeser kearah samping, serta sebelumnya telah diterapkan pada ponsel Windows Phone.

Kedua, lantaran dukungan perangkat TabletPC yang mampu dilakukan oleh OS Windows 8, maka penggunaannya nanti tentu akan lebih banyak memanfaatkan fitur layar sentuh atau TouchScreen, meski masih dapat diakses dengan baik melalui Mouse dan Keyboard.

Ketiga, Picture Password. Bila sebelumnya aktifitas Login menuju perangkat berbasis Windows selalu menggunakan cara pengetikan karakter, kini Microsoft mencoba memperkenalkan aksi gerakan dengan memanfaatkan media gambar. Aktifitas semacam ini kami yakin telah Rekan kenali sebelumnya lewat ‘Slide to Unlock’-nya iOS dan juga Lock Screen Pattern-nya Android. Meski demikian, Microsoft tetap menyediakan opsi pengetikan karakter untuk berjaga-jaga apabila pemilik lupa dengan cara dan gerakan Login yang ditetapkan sebelumnya.

Keempat, Application Store. Layaknya perangkat Smartphone terkini dan juga Mac saingan terberatnya, Windows 8 kini dibekali dengan Application Store, sebuah toko yang menyediakan beragam aplikasi dan juga permainan siap unduh untuk memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Windows 8. Sayangnya, perbedaan arsitektur chipset baik ARM dan x86, menyebabkan aplikasi yang kelak bakal diunduh lewat perangkat mobile, tidak akan dapat dipergunakan pada perangkat Desktop.

Kelima, Internet Explorer 10. Sepintas, tampilan Browser yang dikembangkan oleh Microsoft kali ini terlihat tidak jauh berbeda dengan Google Chrome yang memperkenalkan sistem Thumbnail disisi atas jendela untuk mempermudah pengguna memantau proses aktifitasnya. Namun uniknya, tab url bar yang biasanya berada disisi atas halaman, kini dipindahkan ke sisi bawah yang barangkali akan memerlukan perubahan kebiasaan pemakaian bagi para penggunanya.

Lebih Cepat dan Lebih Baik. Seperti jargon kampanye salah satu calon Presiden terdahulu, Kinerja serta Booting yang kelak akan disajikan oleh Windows 8 diklaim jauh lebih singkat dari versi sebelumnya. Hal ini bisa jadi lantaran dukungan yang dibutuhkan masih mampu ditangani dengan baik oleh prosesor versi mobile ARM. Selain itu, kabarnya Windows 8 pun akan dapat dijalankan melalui USB Flash Disk secara portable yang dikenal dengan istilah Windows To Go.

Bagi Rekan yang ingin mencoba atau ingin tahu versi Beta (uji) dari OS Windows 8 dapat mengaksesnya secara langsung alamat windows.microsoft.com pada bagian Consumer Preview.

Malih Rupa Windows Mobile

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang gerah tampaknya tak hanya Nokia saja di sepanjang tahun 2010 kemarin, tapi juga sistem operasi Windows Mobile.

Windows Mobile adalah raja… lima tahun lalu. Pendapat Saya tidak mengada-ada kok. Yang barangkali masih ingat, jaman itu banyaknya brand atau vendor ternama yang mengadopsi sistem operasi standar ponsel pintar ini hampir sama banyaknya dengan yang mengadopsi sistem operasi Android setahun terakhir.

Terhitung ada beberapa pemain lama seperti HP, Compaq, Palm, O2, i-Mate, hingga pemain raksasa seperti HTC, T-Mobile, Vodafone, ataupun Sony Ericsson pernah pula ikut serta ambil bagian mencoba peruntungan mereka. Demikian halnya dengan Motorola, LG, Samsung bahkan brand dari ponsel Chinapun ada.

Windows Mobile adalah masa lalu. Versi terakhir yang mereka rilis dengan menggunakan embel-embel nama tersebut, hanya sampai pada versi 6.5 yang sudah menyuntikkan User Interface yang sama sekali baru dibanding versi standar sebelumnya, 2002, 2003, 2003 SE, 5.0 dan 6.1.

Microsoft selaku pengembang utama sistem operasi Windows Mobile yang dahulu kerap disuntikkan dalam sebuah ponsel pintar, kini telah mengakui bahwa mereka tak lagi mensupport pengembangannya lebih jauh. Meski demikian, langkah mereka tak otomatis berhenti sampai disitu. Karena pada pertengahan tahun 2010 kemarin, Microsoft resmi mengumumkan aksi ‘malih rupa’ sistem operasi Windows Mobile versi terakhir 6.5 menjadi Windows Phone 7, versi serupa dengan sistem operasi rilis versi PC/NoteBook.

Banyak pengembangan yang dilakukan dalam versi terbaru mereka ini. Diantaranya adalah penggunaan input multitouch, cubit dan geser seperti yang bisa dilakukan pada ponsel iPhone maupun Android, serta keberadaan App Windows Market, dimana setiap pengguna ponsel ber-Windows Phone 7 dapat dengan serta merta membeli ataupun mengunduh tambahan aplikasi yang diinginkan, agar sesuai dengan kebutuhan si pengguna. Hal ini jauh-jauh hari sudah dilakukan oleh tiga raksasa baru, Android, BlackBerry dan iPhone.

Sejauh ini,yang menyatakan mendukung secara penuh pengembangan ponsel dengan sistem operasi Windows Phone 7 adalah HTC, LG, Samsung serta Dell. Itu sebabnya, sembari menunggu Gong peluncuran secara resmi, mereka tampaknya sedang berusaha untuk menjual habis seri ponsel yang masih mengadospi sistem operasi lama, Windows Mobile 6.1 dan 6.5.

Apapun itu usaha Microsoft dalam me-malih rupakan sistem operasi Windows Mobile untuk merebut kue konsumen yang kini sedang dinikmati oleh Symbian, Android, BlackBerry dan iPhone, tampaknya satu hal yang harus mereka pikirkan adalah bagaimana caranya agar kinerja dapat meningkat tanpa perlu menghabiskan banyak source prosesor serta memory yang kelak berimbas pada daya tahan batere, agar tak seperti versi terdahulu lagi.