Mulai nge-Blog lagi

Category : tentang DiRi SenDiri

Setelah sempat mandeg selama satu bulan terakhir, akhirnya weekend ini postingan blog kembali dipublikasi. Meski dengan nafas yang sudah terengah-engah dan sesekali melenguh panjang. Kesibukan kali ini memang sangat menyita waktu.

Akhir tahun, seperti biasanya merupakan saat dimana semua pekerjaan fisik dan keuangan harus diselesaikan. Menutup tahun anggaran tepat waktu.

Disaat yang bersamaan pula, kami dipenuhi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dimana saya kini didaulat sebagai Kepala Satuan Kerja sekaligus Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK), untuk dua kegiatan. Belum termasuk Penataan Dokumentasi kegiatan Strategis Keciptakaryaan dan Pemetaan Jalan Lingkungan. Semuanya membutuhkan tenaga extra dan konsentrasi yang tidak sedikit.

Tapi entah mengapa pula, yang namanya mood untuk menulis memang lagi redup belakangan. Semangat untuk update tak lagi menggebu. Yang ada, begitu sampai di rumah, aktifitas pun harus beralih ke anak-anak hingga malam tiba. Kalau sudah begitu, satu-satunya hiburan dan pilihan ya… Tidur.

Jadi, amat sangat membahagiakan jika hari ini blog www.pandebaik.com bisa berlanjut sebagaimana harapan. Setidaknya lantaran untuk tiga hari kedepan, bolehlah saya melupakan sejenak semua beban dan pikiran yang selama ini menumpuk di kepala.

Dan pada akhirnya, selamat menikmati tulisan di halaman blog ini kembali, meskipun secara isi barangkali tak sesuai harapan dan lebih bersifat personal.

Kehilangan Semangat Menulis

2

Category : tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Pasca dirawat inapnya putri pertama kami beberapa waktu lalu, kami sempat dilanda kekhawatiran bahwa sakit Demam Berdarah yang diidapnya bakalan balik kembali, saat panas badan MiRah kembali naik menjadi 38,8 derajat Minggu dini hari berikutnya. Maka tanpa menunggu panjang lebar, kamipun meluncur kembali ke RS Bhakti Rahayu, tempat dimana Askes Keluarga berlaku untuk memeriksakannya dan memastikan penyebabnya. Masih sama dengan yang lalu, Radang tenggorokan.
Kami memutuskan untuk Siaga Satu bagi Mirah. Itu sebabnya, status sekolah dan les baca langsung kami putuskan demi memberi jatah istirahat yang cukup baginya. Sambil berharap bahwa apa yang kami khawatirkan tak terjadi.

Namun Selasa pagi lagi-lagi panasnya Naik. Ini tentu membuat kami makin kebingungan untuk memutuskan, apakah MiRah harus di Cek lab mengingat ini hari keempat siklus panas seperti saat ia dinyatakan positif DB beberapa waktu lalu, ataukah kami putar haluan ke dokter THT ? syukur, usai mandi, panas badannya kembali normal. Kamipun sedikit menarik kesimpulan sementara bahwa ini disebabkan oleh faktor cuaca dan radang.

Sementara itu, putri kedua kami dilanda batuk pilek. Sepertinya ini tularan dari kakaknya yang lebih dulu mengalami sakit seperti itu. Jadi kasihan mengingat usianya yang baru hitungan bulan, harus mengalami sakit yang lumayan menyita nafsu mimiknya.

Namun tak hanya itu, akupun akhirnya kena juga giliran ditularkan meski hanya batuk pilek saja. Ah, sudah biasa… Inilah yang namanya sakit keluarga.

Di luar itu, tak ada kabar baik yang bisa dibagi dari LPSE Badung. Meski kini kami sedang berusaha untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan Perka LKPP No.8 Tahun 2012 tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilakukan lewat aplikasi Monev Online, dan Perka LKPP No.13 Tahun 2012 tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan, nampaknya pihak pimpinan kurang berkenan. Ada saja hal yang mampu membuatnya untuk menjatuhkan mental. Ini tentu bagai buah simalakama. Jika tak dilaksanakan, Pengadaan Barang/Jasa di Badung, akan sangat bergantung pada langkah kami, sebaliknya Jika dilaksanakan, pimpinan tak sependapat. Fiuh…

Akhirnya, semua alasan pembenaran tadi jadi lengkap untuk mendukung hilangnya semangat menulis yang selama ini dibanggakan. Entah sampai kapan ini akan berlangsung.

Hidup itu harus tetap maju kedepan, jadi apapun masalahnya semoga saja kelak bisa diatasi. Sementara itu, biarlah besok tulisan-tulisan lama saja yang akan muncul di halaman ini. Sembari menanti semangat untuk menulis muncul kembali…

(Tidak Lagi) Numpang Tenar di Koran Tokoh

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Masih ingat tulisan saya terkait aksi Numpang Tenar di media cetak Koran Tokoh awal tahun 2012 dulu ? rupanya obsesi ini gag bisa bertahan lama, bahkan sampai setahun pun tidak.

Awalnya sih memang menggebu, untuk tiap sekali punya mood menulis bisa melahirkan 2-3 tulisan untuk dikirim sekaligus. Sayangnya baik mood dan juga waktu untuk menulis rasanya secara perlahan menghilang dalam satu bulan terakhir ini. Apa sebab ?

Kelahiran Putri kedua. Diantara sejuta alasan pembenaran, barangkali hanya satu hal inilah yang paling kuat logikanya. Maklum, kehabisan energi untuk begadang tampaknya langsung memupus semua mood dan waktu untuk menulis. Jangankan untuk media Tokoh, untuk blog pun… jujur, baru hari jumat kemarin sempat meluangkan waktu buat nulis lagi. Itupun terakit isi masih gag fokus dan masih di seputaran pikiran.

Kesibukan. Entah mengapa akhir tahun begini yang namanya kesibukan jeg makin bertambah banyak. Sampai-sampai istri dan ibu sempat mengeluhkan hal yang sama. Saya bukannya meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarga sepulang kantor, malah tenggelam dalam tugas. Hampir setiap malam sudah ada agenda yang menunggu.

Masih berkaitan dengan kesibukan diatas, sebagian diantaranya merupakan penugasan dan kerjaan kantor, sebagian lainnya lebih bersifat sosial. Apa mau dikata, semuanya membutuhkan konsentrasi yang tidak sedikit. Bahkan ada satu yang sebenarnya sudah menjadi prioritas namun hingga hari ini belum jua sempat dilakoni.

Baru menyerah saat dihubungi by sms oleh mbak Ratna Hidayati 26 November lalu pukul 9.40 malam. Tersadar jika saya tak lagi mampu memenuhi kuota kolom Tekno selama sebulan terakhir. Meski kadang saya merasa bersyukur bahwa masih ada yang bisa menggantikan tugas saya di kolom yang sama. Tapi apa daya, energi pasca kelahiran putri kami yang kedua memang beneran beda. Malu sih sebenarnya. Apalagi banyak kawan yang mengetahu hal ini baik secara langsung membaca Koran Tokoh hingga yang mendengar dan membacanya dari blog ini.

Yang paling merasa terpukul atas (Tidak Lagi) Numpang Tenarnya saya di Koran Tokoh adalah… anak. Ya, si MiRah GayatriDewi kini kerap mendorong saya untuk menulis lagi. Tentu saja dengan embel-embel menayangkan foto dirinya sebagai ilustrasi gambar. Meskipun ia sebenarnya tidak paham bahwa antara obyek foto selama ini gag ada hubungannya dengan isi tulisan, tapi apa sih yang bisa dibanggakan oleh seorang anak kecil selain bisa Masuk Koran ? :p

*fiuh, entah kapan saya bisa melakukannya lagi…

Menulis, Menulis dan Menulislah

7

Category : tentang Opini

Jangan pernah lelah untuk Menulis

Kadang kala saya merasa jenuh dengan rutinitas sebagai seorang blogger, side job sebagai Pegawai Negeri Sipil yang mencoba memanfaatkan waktu luang dengan cara yang positif. Bisa jadi karena keasyikan saya yang sudah mulai kelewat batas dengan Gadget dan bau Androidnya. Yah, sejak Maret lalu, untuk pertama kali saya berhasil memiliki dan memegang sebuah perangkat layar sentuh yang ternama, tentu memiliki banyak cerita baru yang rupanya masih berlangsung hingga hari ini.

Sayangnya keasyikan itu malah mendatangkan bumerang yang hebat bagi saya pribadi. Saya yakin ada banyak teman yang sudah menyadarinya bahkan beberapa ada pula yang menginginkan saya untuk kembali menulis dengan baik dan benar sebagai seorang blogger… yang kritis barangkali. Well, sangat susah jadinya.

Menulis sudah menjadi sebuah candu. Pengaruhnya jauh lebih hebat dari semua obat-obatan narkotika yang ada didunia ini. Ada rasa bersalah dan hasrat yang menggebu tiap kali saya melewati hari tanpa menulis sebuah cerita. Mungkin karena yang namanya ide itu selalu berloncatan muncul di kepala. Dari sekian banyak yang kemudian sempat saya catat dalam Memo ponsel, hanya beberapa saja yang mampu sata tuangkan dan selesaikan.

Entah dimana saya pernah membaca sebuah pembenaran atas apa yang terjadi diatas. Bahwa ide yang muncul di kepala manusia, puluhan bahkan mampu ratusan jumlahnya. Namun sayang hanya secuil yang kemudian mampu diwujudkan dengan baik. Demikian halnya dengan ide menulis.

Seorang atasan di kantor pernah bertanya kepada saya, apa tujuanmu Menulis ?

Well, Menulis bagi saya adalah untuk mengasah kemampuan menyampaikan ide dan pemikiran dalam bentuk kata dan kalimat, agar terstruktur dan mudah dipahami oleh pikiran orang lain. Karena yang paling sulit dalam menulis itu adalah ‘mampu dipahami tanpa mengerutkan kening.

Menulis tutorial tips atau cara penggunaan sebuah Gadget atau perangkat Android, bagi saya sama sulitnya dengan menjelaskan alasan mengapa pak polisi di jalan raya itu berdiri di siang hari, mengatur lalu lintas berpanas-panasan kepada MiRah, putri kecil kami yang saya yakin ‘ini merupakan satu pengalaman baru’ baginya.

Isi kepala dan pemahaman setiap orang jelas akan berbeda. Itu sebabnya menulis menjadi sulit lantaran penulis harus mampu menyampaikan pikirannya agar mudah dipahami oleh orang lain yang membacanya.

Menulis yang mendatangkan uang, barangkali baru beberapa bulan ini dilakoni. Perlu waktu lima tahun untuk bisa mewujudkannya. Pemasukan berupa rupiah yang tidak seberapa besarnya, hanyalah menjadi sebuah bonus atas apa yang telah dijalani selama Menulis dan Menulis. Tidak ada yang istimewa atau kekaguman akan mampu mendatangkan jutaan dollar tiap bulannya.

Ohya jadi ingat pula dengan satu cerita novel pendek karya Gola Gong yang didalamnya terdapat pemikiran yang selalu hadir dikepala ketika memulai untuk Menulis. Bahwa ketika kita sudah bertekad untuk menjalani satu profesi yang memang disukai, hal yang kemudian harus dilakukan ya jalani dan lakoni saja. Biarkan saja mengalir, tak usah risau akan apa pendapat orang, karena mereka akan selalu menilainya dari sudut pandang yang berbeda.

Menulis, Menulis dan Menulislah. Jangan terlalu memikirkan apa yang ingin saya sampaikan kali ini. Karena tulisan ini bukanlah satu tema yang terstruktur seperti apa yang saya sebut diatas. Hanya sebuah unek unek yang telah lama terpendam lantaran pekerjaan Menulis tak lagi saya lakoni sebulan terakhir. Jadi ya, lewati saja…

Interest 2 join ‘Belajar Menulis’?

Category : tentang KHayaLan

Melintasi lingkup maya sepintas menemukan jawaban atas pertanyaan diwaktu lalu akan satu tempat buat belajar menulis yang paling gak, baik segala hal yang ditularkan mampu membuat tema dan isi yang udah sedemikian mengalir jadi lebih asyik buat dicerna.Namun memang ada sedikit keraguan akan hasil yang diharapkan usai belajar menulis, jangan sampe yang muncul dibenak malah kebosanan tiada tara sama seperti membaca buku ilmiah bagi mereka yang sudah terbiasa dengan fiksi misalnya.

Namanya juga berbeda karakter baik si penulis maupun yang akan membaca nantinya, namun memang satu harapan yang boleh dibilang absurd ‘gak mungkin, yah mudah dipahami dimengerti dan dimaklumi oleh semua orang yang emang berbeda tingkat intelegensinya, huehehe….

Itulah susahnya untuk menulis Blog dengan standar kemampuan tingkat dasar gak ada kaitannya dengan bahasa. Karena yang kuat malah unsur teknis.

Tapi disinilah indahnya, dengan belajar menulis sedikit membantu yang namanya mengurangi emisi stress pada otak akibat tekanan dunia kerja ataupun hanya untuk mengungkapkan rasa cinta pada lingkungan yang hingga kini masih setia dijalani.

That’s awesome…