Menulis lewat Ponsel ? Kenapa Tidak ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Tulisan berikut adalah tulisan aseli dari ‘Menulis lewat Ponsel? Kenapa Tidak ?‘ yang diterbitkan melalui halaman BaleBengong pada tanggal 7 Oktober 2016 lalu yang ternyata belum pernah saya publikasikan tulisannya di halaman ini.
Mau tau perbedaan editing kalimatnya ?
Yuk, disimak…

***

Kemana mana, tas selempang berkulit imitasi warna coklat tua selalu setia menemani. Isinya selain ponsel Nokia, ada polpen, permen, kacamata hitam, kamera digital juga sebuah modem pipih berwarna putih. Semua yang disebut tadi bisa dikatakan opsional, karena tak akan lengkap jika belum membawa serta laptop mini berukuran sepuluh inchi, yang siap digunakan untuk menumpahkan segala pemikiran yang terlintas selama perjalanan apapun tujuannya.
Tapi itu semua hanyalah sebuah masa lalu.
Satu hal yang pernah saya lakoni meski saat menonton tarian erotis di Stadium sekalipun.

Kini semua hal sudah terasa berbeda.
Menyandang tas selempang rasanya sudah gak jaman.
Selain memberatkan, juga akan mengurangi kerennya penampilan. Setidaknya itu kata seorang kawan yang setuju dengan pendapat saya.
Lalu ketika semua berubah, apakah yang namanya ide ataupun pemikiran yang terlintas dan memerlukan pencatatan secepatnya menjadi hilang seiring teronggoknya tas selempang di pojokan kamar ?
Sebagai seorang blogger, yang selalu berupaya tetap menulis apapun kondisi yang dilakoni, meski tak lagi menjadi kontributor aktif halaman Bale Bengong, rasanya haram untuk mengiyakan pertanyaan itu.

Makin keranjingan malah.
Lha kok bisa ?

Ya karena semua perangkat diatas, sudah bisa tergantikan oleh keberadaan sebuah ponsel pintar masa kini.
Dimana manfaat yang didapat rasa-rasanya sudah mampu mencakup itu semua.

Dari pengetikan draft tulisan, saya bisa memanfaatkan aplikasi Evernote, semacam penyimpan catatan yang sudah dilengkapi beragam fitur standar yang biasanya dijumpai pada aplikasi pengolah kata di perangkat laptop.
Begitupun ilustrasi. Dari pengambilan gambar, crop sesuai keinginan, hingga editing pencahayaan, semua bisa dilakukan dengan mudah. Manfaatkan saja akun Instagram yang kalian miliki.
Termasuk soal Update dan Publikasi tulisan. Bisa memanfaatkan browser bawaan atau aplikasi khusus lainnya yang bisa diunduh secara gratis dari pasar aplikasi.
Jikapun membutuhkan pengubahan resolusi gambar ilustrasi agar tak memberatkan tulisan saat dibaca, ada beragam pilihan yang bisa dicoba untuk me-resize ukuran pixel yang pas.

Kurang apa lagi coba ?

Beralihnya kebiasaan menulis dari memanfaatkan perangkat laptop, koneksi internet melalui modem eksternal dan kamera untuk pengambilan gambar, ke sebuah ponsel pintar masa kini, memberikan efisiensi yang sangat besar terutama bagi mereka yang melakoni sebagian hidupnya untuk berbagi cerita. Dari segi budget hingga mobilitas.
Meski tak semua bisa merasakan manfaat, khususnya mereka yang bergerak di bidang fotografi dan video blog yang belakangan lagi nge-Trend.
Tapi setidaknya ini sudah merupakan kemajuan.
Apalagi bagi kalian, kontributor aktif halaman Bale Bengong, penggiat Citizen Jurnalism yang saya banggakan, memiliki pekerjaan yang sangat amat jarang memberikan kesempatan duduk di balik meja kerja, atau berada pada suasana atau situasi yang ndak memungkinkan membuka laptop, seperti saat menonton tarian erotis.
Siapa tahu…

Yang tersisa dari semua itu hanyalah sebuah pembiasaan.
Bagaimana cara untuk membiasakan diri mahir mengetikkan tombol thumbboard pada sisi bawah layar ponsel dalam waktu yang cepat, seiring tumpahnya isi pikiran kedalam sebuah catatan kecil, melakukan edit kalimat, membacanya berulang kali hingga merasa yakin bahwa semua siap dipublikasi, atau membolak balikkan halaman dari satu aplikasi ke aplikasi lain pun halaman browser dan sebaliknya, saya yakin kalian akan mampu melakukan seiring berjalannya waktu.
Sama halnya dengan pengulangan aktifitas menulis sejauh ini.

Maka itu, Menulis lewat Ponsel ? ya Kenapa Tidak ?

Menulis lewat Ponsel ? Kenapa Tidak ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menulis lewat telepon seluler kini begitu mudah

Tas selempang kulit imitasi coklat tua selalu setia menemani. Isinya selain ponsel Nokia, ada polpen, permen, kacamata hitam, kamera digital juga sebuah modem pipih berwarna putih.
Semua yang disebut tadi bisa dikatakan opsional. Sebab, tak akan lengkap jika belum membawa serta laptop mini berukuran sepuluh inchi. Laptop yang siap digunakan untuk menumpahkan segala pemikiran terlintas selama perjalanan apapun tujuannya.

Tapi itu semua hanyalah sebuah masa lalu.
Satu hal yang pernah saya lakoni meski saat menonton tarian erotis di Stadium sekalipun.
Kini semua hal sudah terasa berbeda. Menyandang tas selempang rasanya sudah tak zaman. Selain memberatkan, juga akan mengurangi kerennya penampilan. Setidaknya itu kata seorang kawan yang setuju dengan pendapat saya.

Lalu ketika semua berubah, apakah ide ataupun pemikiran yang terlintas dan memerlukan pencatatan secepatnya menjadi hilang seiring teronggoknya tas selempang di pojokan kamar?
Sebagai seorang blogger, yang selalu berupaya tetap menulis apapun kondisi yang dilakoni, meski tak lagi menjadi kontributor aktif halaman BaleBengong, rasanya haram mengiyakan pertanyaan itu. Makin keranjingan malah karena menulis lewat ponsel bisa begitu mudah.

Lha kok bisa?

Ya karena semua perangkat di atas, sudah bisa tergantikan oleh keberadaan sebuah ponsel pintar masa kini. Di mana manfaat yang didapat rasa-rasanya sudah mampu mencakup itu semua.
Dari pengetikan draf tulisan, saya bisa memanfaatkan aplikasi Evernote. Aplikasi penyimpan catatan ini dilengkapi beragam fitur standar yang biasanya dijumpai pada aplikasi pengolah kata di perangkat laptop.

Begitupun ilustrasi. Dari pengambilan gambar, crop sesuai keinginan, hingga editing pencahayaan, semua bisa dilakukan dengan mudah. Manfaatkan saja akun Instagram yang kalian miliki.
Begitu pula kalau mau memperbarui dan menerbitkan tulisan. Bisa memanfaatkan browser bawaan atau aplikasi khusus lainnya yang bisa diunduh secara gratis dari pasar aplikasi.
Jikapun membutuhkan pengubahan resolusi gambar ilustrasi agar tak memberatkan tulisan saat dibaca, ada beragam pilihan yang bisa dicoba untuk menyesuaikan ukuran (resize) pixel yang pas.

Kurang apa lagi coba?

Efisiensi
Beralihnya kebiasaan menulis dari memanfaatkan laptop, koneksi internet melalui modem eksternal dan kamera untuk pengambilan gambar, ke sebuah ponsel pintar masa kini, memberikan efisiensi sangat besar terutama bagi mereka yang melakoni sebagian hidupnya untuk berbagi cerita.

Dari segi biaya hingga mobilitas.
Meski tak semua bisa merasakan manfaat, khususnya mereka yang bergerak di bidang fotografi dan video blog yang belakangan lagi ngetren.

Tapi setidaknya ini sudah merupakan kemajuan.
Apalagi bagi kalian, kontributor aktif halaman BaleBengong, penggiat citizen journalism yang saya banggakan, memiliki pekerjaan yang sangat amat jarang memberikan kesempatan duduk di balik meja kerja, atau berada pada suasana atau situasi yang tak memungkinkan membuka laptop, seperti saat menonton tarian erotis.

Siapa tahu…

Tantangan dari semua itu hanyalah sebuah pembiasaan. Bagaimana membiasakan diri mahir mengetikkan tombol thumbboard pada sisi bawah layar ponsel dalam waktu cepat, seiring tumpahnya isi pikiran ke dalam sebuah catatan kecil, menyunting kalimat, membacanya berulang kali hingga merasa yakin bahwa semua siap dipublikasi, atau membolak balikkan halaman dari satu aplikasi ke aplikasi lain pun halaman browser dan sebaliknya.

Tapi, saya yakin kalian akan mampu melakukan seiring berjalannya waktu. Sama halnya dengan pengulangan aktivitas menulis sejauh ini.
Maka itu, menulis lewat ponsel ? Ya, kenapa tidak ?

***

Tulisan diatas diambil dari halaman milik BaleBengong yang dipublikasi pada tanggal 7 Oktober 2016 lalu…

Menikmati Gelapnya Malam di Parkiran Puspem Badung

Category : tentang KeseHaRian

Dari setahun berjalan, rasanya baru kali ini saya duduk di dalam kabin mobil, ditemani suara jangkrik di kejauhan dalam gelapnya malam diluaran, bersama belasan kendaraan yang terparkir di sisi timur Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung.
Sedang menunggu gelaran pemberian penghargaan Wajib Pajak Terbaik yang diselenggarakan Dinas Pendapatan Kabupaten Badung, selasa lalu.
Kebetulan Istri sebagai salah satu staf di lingkungan Dispenda wajib hadir untuk sekedar meramaikan acara.
dan Saya memilih berada di luar, didalam kendaraan, menikmati kesendirian yang sudah semakin jarang saya lalui dalam satu dasa warsa ini.

Ada banyak hal sebetulnya yang terpikirkan sejak pagi tadi, atau sore sepulang kantor. Dari keinginan untuk berjalan-jalan berkeliling seputaran kantor, icip icip kuliner, atau menikmati bacaan baru yang kemarin malam tiba dirumah. Tentang Pak Jokowi, atau tentang Soe Hok Gie.
Tapi semua tidak dijalani mengingat saya lebih suka menikmati sepi ini dengan menulis. Aktifitas rutin yang kini sudah mulai terbengkalai.

Mengurangi kecerahan layar, menonaktifkan wifi dan mobile data, menjadi hal penting demi mendapatkan daya tahan baterai ponsel yang maksimal untuk menulis.

Maka inilah saya…

Blog, satu dasa warsa

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang InSPiRasi

Oke, per 26 Mei ini usia blog www.pandebaik.com sudah satu dasa warsa lamanya. Bukan usia yang muda tapi bukan juga tergolong senior. Apalagi jika sampai menyinggung soal kualitas tulisan, atau makna yang ingin disampaikan. Jadi lupakan saja soal itu.

Akan tetapi kalo masih boleh saya menyebut soal satu dasa warsa atau sepuluh tahun kalo ndak salah, tentu ada banyak perubahan yang terjadi didalamnya. Dan hal ini kalo kalian rajin mampir dan membaca keluhan dan cerita saya setahun terakhir ini pasti paham apa saja diantaranya.

Ya, pertama tentu soal kuantitas. Ada sekitaran 2.600an posting yang hingga kini pernah saya tuliskan dengan jumlah 2.500an yang terpublish sementara sisanya saya keep jadi bentuk private lantaran soal isi memang beneran sampah. Sementara setengahnya merupakan tulisan yang layak dibaca, lalu setengahnya mudah dicerna, lalu ya gitu deh.

Kedua soal topik cerita, tentu ada pergeseran yang kentara. Dari soal pribadi, mimpi dan angan, keluhan dan makian, kuliah dan tugas, teknologi dan ponsel, Android hingga balik lagi ke soal pribadi plus kerjaan. Dimana bisa dikatakan semua ide mengalir begitu saja tanpa henti. Ditulis satu persatu lalu dipublikasi saat sempat. Belakangan isinya malah galaunya saya akan naiknya Gula Darah semingguan terakhir.

Ketiga soal Rutinitas. Sehari bisa dua tiga postingan yang gak lucu bisa didapat pada tahun-tahun pertama. Lalu berubah menjadi satu sehari, dua hari sekali, tiga bahkan sempat juga seminggu dua absen. Syukurnya bukan lantaran bosan, hanya tak sempat saja. Karena waktu luang seorang PNS yang dulunya begitu dibanggakan kini sudah tak lagi ada seiring jabatan diemban selama tiga tahun terakhir dan adanya tiga putri kecil yang nakal tentu membutuhkan perhatian ekstra.

Empat ya soal Metode blogging. Awal-awal masih memanfaatkan pc desktop, lalu notebook, netbook, tabletpc dan kini media ponsel. Membuatnya pun dalam bentuk draft melalui EverNote, kemudian direvisi kembali, ditambahkan gambar lalu publish. Simple gitu aja. Nulisnya juga dari yang ngalor ngidul gak jelas, trus panjang menjelaskan dan kini cukup dua tiga paragraf pendek. Hemat waktu dan pikiran, tentunya.

Terakhir ya tentu soal Manfaat. Na ini yang paling banyak sisi positifnya. Bisa ditiru kalo mau. Dari yang numpang beken lewat media sosial, trus numpang beken lewat media cetak, lanjut numpang beken lewat jejaring nasional. Selain bisa bertutur kata lebih rapi dalam menyampaikan pendapat, kalimat dan topiknya juga lebih terstruktur. Dan akhirnya ya ada juga yang mendatangkan rejeki. Semua berawal dari hobi.

By the way, nge-Blog belakangan ini memang lagi redup. Tapi karena media ini sudah terlanjur menjadi Cap secara pribadi dan orang pun tahunya ya ‘pandebaik’ ketimbang nama aselinya, upaya menulis pun sepertinya memang harus terus dilakoni. Disamping demi menjaga pikiran saya tetap lurus di rel pegawai negeri.

Untuk itu pula saya sudah menyiapkan yang terbaik bagi blog ini, minimal dengan memperpanjang Hosting dan Domain pribadi hingga 5 tahun kedepan di Bali Orange Communication. Jadi jangan khawatir bakalan kehilangan halaman bacaan ini saat semua media mainstream dan personal habis dicerna.

Well, selamat menikmati apa yang ada, dan doakan bahwa menulisi Blog bisa tetap menjadi prioritas demi menjaga eksistensi dunia maya. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

dan Maaf jika isi tulisan akhir-akhir ini malah endak enak untuk dibaca…

Intermezo 1 Agustus 2015

Category : tentang DiRi SenDiri

…lama juga ya saya gak nulis nulis lagi pasca seri terakhir kemarin…

Memang menjaga konsistensi itu yang paling sulit ternyata. Dan sayapun menjadi salah satu dari sekian banyak blogger yang mengalaminya.

Ada banyak hal yang siap menjadi kambing hitam akan malasnya saya menulis dua minggu terakhir. Diantaranya kecanduan dua games mobile yang kelihatannya sudah mulai tampak alurnya. Criminal Case yang tempo hari diceritakan itu, dan Plants vs Zombie 2 dengan sekian banyak dunia yang ditawarkannya. Untuk yang terakhir makin menjadi lantaran hanya tersisa dua dunia yang belum terselesaikan.

Selain itu keranjingan kedua akan upaya mengunduh film dengan cara ilegal, makin sering dilakukan. Selain memanfaatkan wifi kantor yang berkecepatan tinggi itu, dirumah pun tak pelak ikutan dengan menggunakan wifi milik Telkom yang memiliki kuota unlimited.
Maka, lengkap sudah. Pengunduhan pun tak hanya dilakukan lewat layar pc milik kantor, tapi juga perangkat ponsel secara bergantian. Ini lantas menjadi pertimbangan untuk membeli sebuah hardisk eksternal berkapasitas 2 TB guna menyimpan semua hasil pembajakan dunia maya termasuk eBook dan file musik tempo dulu.

Selebihnya hanyalah kesibukan tambahan yang secara rutin dan perlahan dilakukan demi membersihkan isi kamar dan meja kerja kantor, disela kesibukan rutin yang dilakukan. Berusaha merefresh kembali suasana hidup agar sedikit lebih berwarna.

Meski perubahan diatas tak signifikan dibanding kesempatan luang untuk menulis, tapi demikianlah adanya. Entah kenapa ya. Hehehe…

Blog, oleh www.pandebaik.com

Category : tentang iLMu tamBahan

Blog, oleh www.pandebaik.com

Ada enam tulisan yang diturunkan dalam satu minggu terakhir di halaman blog www.pandebaik.com

Tulisan satu tema namun diturunkan secara berseri ini sebenarnya merupakan penjelasan lebih lanjut dari sebuah file presentasi yang disampaikan saat kegiatan KASTI ke-3 diselenggarakan Sabtu 11 Juli lalu di Rumah Sanur jalan Danau Poso 51A, diselenggarakan oleh Bale Bengong dan Bali Blogger Community sebagai agenda rutin komunitas secara berkelanjutan.

Blog, yang tak jauh dari esensi tulisan atau jurnal pribadi bisa dengan mudah dipahami, bisa juga susah untuk diselami. Semua itu tak lepas dari tujuan dan motivasi masing masing penulis blog dalam menyampaikan ide dan pemikiran atau kata hati mereka melalui puluhan bahkan ratusan kalimat dalam kurun waktu tertentu.

Maka tanpa mengecilkan arti halaman dan tulisan yang telah dilahirkan di halaman ini, ke enam tulisan yang dimaksud sebagaimana list dibawah ini dipersembahkan bagi kalian, kawan Blogger yang hingga kini masih terus menulis baik untuk sebuah kewajiban, kepuasan bathin ataupun mata pencaharian hidup.

1. Blog, ngeBlog, Blogger
2. Mengelola Blog, Mudah atau Susah ?
3. Tema Blog, Pilih Satu atau Semua ?
4. Menulisi Blog, Kapan dan Bagaimana ?
5. Menulisi Blog, Mau mulai dari mana ?
6. Tips Tambahan untuk Kawan Blogger

Disamping ke enam tulisan diatas, tidak ada salahnya juga kemudian dilampirkan dibawah ini beberapa tulisan lama yang berkaitan dengan materi atau topik di atas, sebagai cerminan atau bahkan perbandingan antara pemikiran diatas yang merupakan buah karya kekinian dengan nafas yang pernah disampaikan dahulu. Apakah sama atau justru sebaliknya ?

Jadi nikmati saja ya apa yang bisa dibagi di akhir tulisan ini. Toh, mencatut salah satu slogan komunitas Bali Blogger Community dimana ‘Berbagi itu tak pernah Rugi’.
Salam hangat dari www.pandebaik.com

1. Menulis, Menulis dan Menulislah (2011)
2. Menulis itu, Gampang atau Susah ? (2010)
3. Jangan Pernah Berhenti untuk Menulis (2012)
4. Posting Status dan Blog (2013)
5. Blogwalking yoook… (2012)
6. 5 Tahun Blog www.pandebaik.com (2011)
7. ngeBlog dengan WordPress for Android (2011)
8. Mengejar Traffic www.pandebaik.com (2010)
9. ngeBlog lagi gak yah ? (2010)
10.Menjadi Blogger yang Konsisten (2010)
11.Mai ngeBlog pang sing B(e)log (2010)
12.Menjawab tentang Blog www.pandebaik.com (2010)
13.Selamat Bergabung Blogger Muda BBC (2009)
14.Gak ada Ruginya belajar ngeBlog (2009)
15.Mengatasi Kejenuhan ngeBlog (2009)
16.Menjaga Stamina ngeBlog (2009)
17.Waspadai Komentar Spam pada Blog (2009)
18.3 Tahun www.pandebaik.com
19.One Blog Wonder, Blog Caleg (2009)
20.Demam FaceBook nyaris menumbangkan Blog (2009)
21.Antara FaceBook dan Blog (2009)

Kelihatannya segitu dulu, nanti menyusul ditambahkan lagi atau bahkan menjadi sebuah pages khusus. Liat perkembangan saja.

Tips Tambahan untuk Kawan Blogger

Category : tentang iLMu tamBahan

Menjalani rutinitas menulis selama 9 tahun lamanya sejak 2006 silam serta menghasilkan 2.400an tulisan yang terpublish di halaman ini, memberikan banyak manfaat dalam kehidupan baik secara pribadi berkeluarga maupun dalam peran sebagai abdi negara dan masyarakat. Demikian halnya dengan aktifitas menulisi Blog itu sendiri.

NgeBlog itu Mudah, itu pendapat saya. Namun kemudahan tadi tak lepas dari tema yang diambil untuk halaman blog pribadi ini. All in One, istilah yang digunakan untuk memperkenalkannya. Diantara ratusan tulisan, belakangan malah dikenal akibat oprekan Androidnya yang tertuang pada kategori Teknologi.

Namun bisa jadi ngeBlog itu susah bagi kalian Kawan Blogger yang merasa mentok akibat ide atau keraguan hati untuk menuangkannya dalam kalimat dan cerita. Maka ijinkanlah saya kembali berbagi Tips kecil dari www.pandebaik.com untuk memotivasi dan menumbuhkan kembali semangat menulis kalian pada blog masing-masing, dengan harapan yang sama, bahwa manfaat dalam bentuk apapun itu, bisa pula menghampiri kalian.

Blog PanDe Baik 7

Pertama, rajinlah melihat, membaca, mengamati dan kalau bisa Terjun langsung. Melihat lingkungan sekitar yang dilalui sepanjang perjalanan tidak ada salahnya dilakukan, dengan memperlambat kendaraan, bahkan mencoba kepedulian pada hal-hal kecil sekalipun. Rajin membaca belasan referensi baik untuk mendukung ide akan sebuah tulisan ataupun menerjemahkan ide ke dalam tulisan, dapat menjadi alternatif untuk menghilangkan kejenuhan akan apa yang sudah pernah dilakukan. Rajin mengamati, tentu dibutuhkan untuk memberikan detail gambaran yang lebih dalam utamanya jika dilihat dari sudut pandang yang diinginkan. dan aktifitas untuk terjun secara langsung, memberikan banyak penuangan ide akan satu kegiatan yang sama. Apakah berkaitan dengan apa dan bagaimananya, mengapa dilakukan, sejauh mana ruang lingkupnya, manfaat hingga siapa saja yang pernah terlibat ?

Kedua, jangan segan untuk mencoba Hal Baru. Rutinitas yang monoton dapat menumpulkan pikiran meskipun secara kenyamanan cenderung malas untuk dilepaskan. Namun mencoba Hal Baru amat sangat dianjurkan utamanya bagi kalian yang belum bisa Move On hingga hari ini. Tentu dikaitkan dalam konteks menulis. Mencoba hal baru bisa berupa keluar dari pakem yang ada seperti misalkan aksi untuk men-deactivate akun FaceBook kemarin itu. Ternyata ada banyak hal yang bisa diungkap sebagai alasan maupun pasca aksi dilakukan. Bahkan jika dikulik lebih jauh ada banyak manfaat yang bisa dikembangkan diantaranya ya keinginan untuk menuliskan kembali Blog yang sudah mulai terabaikan.

Ketiga, Catat dan Catat. Apapun itu, dimanapun itu. Jika berkaitan dengan ide tulisan, kumpulkan di satu tempat atau buatkan secara terpisah apabila kondisi tidak memungkinkan. Pencatatan ini tentu tak lepas dari terbatasnya memori kemampuan mengingat pada manusia, sehingga catatan inilah yang nanti dapat dikembangkan untuk menerjemahkan ide dalam bentuk tulisan.

Dengan tercetusnya ide tulisan, maka tips keempat adalah kembangkan sudut pandang. Rata-rata media mainstream melihat satu masalah dari sudut pandang yang sama. Itu sebabnya berita ataupun cerita yang diungkap ke permukaan cenderung sama pula, meski dibumbui sedikit tambahan yang ada. Cobalah mencari sudut pandang yang berbeda dari yang sudah ada. Dengan demikian, ada banyak hal yang dapat dituliskan kembali menurut pendapat pribadi.

Kelima, dengan pesatnya kemajuan teknologi, kuasailah beberapa diantaranya untuk mempermudah aktifitas. Dalam kurun empat tahun terakhir, blog www.pandebaik.com tak lagi dioperasikan melalui pc atau laptop. Teknologi mobile ponsel menyebabkan itu semua. Untuk menuliskan draft tulisan, bisa memanfaatkan aplikasi Memo ataupun Evernote. Untuk mempublikasi bisa memanfaatkan Browser bagi mereka yang menggunakan self hosted, berhubung domain pribadi tak lagi didukung dengan baik oleh aplikasi blog yang ada. Untuk mengambil gambar ada Kamera, editing dengan banyak alternatif aplikasi dan resize pun bisa dilakukan. Jika memerlukan video ataupun audio, bisa menggunakan editing dan recordingnya. Jangan menyerah pada keadaan, upayakan maksimal yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu mood menulis atau konsentrasi di depan pc atau laptop.

Keenam, manfaatkan Sosial Media. Facebook, Twitter, Path dan lainnya tersedia untuk memperluas jaringan kawan sekaligus informasi yang kelak ingin dibagikan. Mengambil peran serta sosmed, selain menambah jumlah kunjungan yang masuk bisa juga dimanfaatkan untuk menggali ide baru dari tanggapan ataupun komentar yang ada.

Terakhir, Konsisten. Ini Tips yang paling susah menurut saya, karena tidak akan terlepas dari Motivasi ngeBlog itu sendiri. Secara pribadi, satu satunya Motivasi menulis yang dilakoni selama 9 tahun terakhir ini adalah pembayaran Domain dan Hosting pribadi di Bali Orange asuhannya mas Hendra. Dengan mengorbankan sejumlah besar pendapatan, rasanya eman kalo kemudian halaman itu dibiarkan tanpa ada yang mengisi dan mengelola. Maka dengan upaya yang semampunya, selalu berusaha untuk update. Dan pelan namun pasti, upaya itu berubah istilah menjadi Konsisten. Jadi berbanggalah jika kalian mampu mewujudkannya. Tidak mudah memang.

Nah, itu Tujuh Tips Tambahan yang dapat saya bagikan pada kalian kawan Blogger, dengan harapan sebentar, nanti atau esok hari, semangat menulis itu tumbuh kembali. Dan jangan lupa mampir kemari apabila tulisan di blog kalian sudah bertambah satu persatu. Tinggalkan jejak kalian disini, agar saya tahu bahwa semangat ngeBlog itu ternyata tak pernah mati.

Cerita Pertama Tahun 2015

Category : tentang DiRi SenDiri

Matahari masih belum menampakkan wajahnya di penghujung sana, dan pagipun sepi dari suara terompet, mercon, kembang api maupun lomloman pipa yang letusannya mengagetkan jantung. Hari pertama di tahun 2005 begitu tenang dan damai.

Semalam kami rupanya tidur lebih awal, kalau tidak salah pukul 11 sudah sedemikian mengantuknya, tak perlu waktu lama kamipun sudah lupa akan perayaan Tahun Baru. Tak terganggu oleh letusan meriam lomloman, kembang api yang mewarnai langit ataupun terompet kegembiraan yang memecah sunyinya malam. Saat terbangun waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, rekor terlama lantaran semua alarm dan lampu rumah sengaja dipadamkan.

Pada Tahun 2014 yang lalu, rupanya tak banyak cerita yang bisa dilahirkan sebagaimana halnya tahun sebelumnya. Kalau tidak salah terjadi penurunan jumlah yang signifikan dari tahun 2012, 2013 dan 2014. Penyebabnya ada banyak jika mau dicarikan alasannya. Tapi itu semua hanyalah satu pembenaran belaka. Jadi jangan dianggap terlalu serius cerita kali ini.

Terpantau ada 215 posting yang saya turunkan di tahun 2012 lalu. Disini posisi saya masih seorang staf di Dinas Bina Marga dan Pengairan yang diperbantukan ke unit LPSE, Layanan Pengadaan Secara Elektronik dimana yang namanya waktu luang dan ide serta kesempatan untuk menulis masih banyak. Kalau tidak salah, tahun ini pula saya menjadi salah satu kontributor lepasan Koran Tokoh di kolom Teknologi, halaman paling akhir di tiap edisinya. Jelang akhir tahun, kami menerima anugerah kedua, putri cantik yang kemudian diberi nama Intan PradnyaniDewi, yang langsung mengendorkan semangat untuk menulis sehingga dari 366 hari yang ada, hanya sekian postingan saja yang mampu dituliskan.

Masuk pada tahun 2013, saya mendapatkan promosi jabatan ke Dinas Cipta Karya. Memegang sedikitnya 74 kegiatan yang dilelangkan melalui LPSE, kesibukan kerjapun jadi meningkat jauh sehingga jumlah tulisan yang dilahirkanpun semakin menurun, tepatnya hanya berjumlah 160 postingan yang dipublikasi sekitar 2-3 hari sekali.

dan Terakhir di tahun 2014, makin menurun sekitar 141 postingan saja yang bisa dituliskan dengan beberapa kesibukan tambahan termasuk diantaranya ngemong Intan yang jauh lebih manja pada Bapaknya. Kemana mana ngintil minta gendong, didalam mobil sekalipun.

Kini di tahun 2015, sepertinya sih bakalan mengalami kisah yang sama. Lantaran jumlah kesibukan makin bertambah banyak, apalagi jelang kelahiran anugerah ketiga yang direncanakan awal tahun nanti. Tapi tentu dalam janji awal tahun, salah satu harapan yang saya tanamkan adalah tetap bisa menulis meskipun makin jarang, karena kasihan pada domain dan hosting yang dibayarkan setiap tahunnya cukup besar. Hehehe… Doakan saja, yang namanya waktu luang untuk menulis bisa diperbanyak mengingat ngempu dan bercanda dengan Intan dan Mirah kok sepertinya jauh lebih berharga untuk dinikmati. Ah, kini saya sudah jauh lebih tua rupanya.

Mulai nge-Blog lagi

Category : tentang DiRi SenDiri

Setelah sempat mandeg selama satu bulan terakhir, akhirnya weekend ini postingan blog kembali dipublikasi. Meski dengan nafas yang sudah terengah-engah dan sesekali melenguh panjang. Kesibukan kali ini memang sangat menyita waktu.

Akhir tahun, seperti biasanya merupakan saat dimana semua pekerjaan fisik dan keuangan harus diselesaikan. Menutup tahun anggaran tepat waktu.

Disaat yang bersamaan pula, kami dipenuhi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dimana saya kini didaulat sebagai Kepala Satuan Kerja sekaligus Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK), untuk dua kegiatan. Belum termasuk Penataan Dokumentasi kegiatan Strategis Keciptakaryaan dan Pemetaan Jalan Lingkungan. Semuanya membutuhkan tenaga extra dan konsentrasi yang tidak sedikit.

Tapi entah mengapa pula, yang namanya mood untuk menulis memang lagi redup belakangan. Semangat untuk update tak lagi menggebu. Yang ada, begitu sampai di rumah, aktifitas pun harus beralih ke anak-anak hingga malam tiba. Kalau sudah begitu, satu-satunya hiburan dan pilihan ya… Tidur.

Jadi, amat sangat membahagiakan jika hari ini blog www.pandebaik.com bisa berlanjut sebagaimana harapan. Setidaknya lantaran untuk tiga hari kedepan, bolehlah saya melupakan sejenak semua beban dan pikiran yang selama ini menumpuk di kepala.

Dan pada akhirnya, selamat menikmati tulisan di halaman blog ini kembali, meskipun secara isi barangkali tak sesuai harapan dan lebih bersifat personal.

Kehilangan Semangat Menulis

2

Category : tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Pasca dirawat inapnya putri pertama kami beberapa waktu lalu, kami sempat dilanda kekhawatiran bahwa sakit Demam Berdarah yang diidapnya bakalan balik kembali, saat panas badan MiRah kembali naik menjadi 38,8 derajat Minggu dini hari berikutnya. Maka tanpa menunggu panjang lebar, kamipun meluncur kembali ke RS Bhakti Rahayu, tempat dimana Askes Keluarga berlaku untuk memeriksakannya dan memastikan penyebabnya. Masih sama dengan yang lalu, Radang tenggorokan.
Kami memutuskan untuk Siaga Satu bagi Mirah. Itu sebabnya, status sekolah dan les baca langsung kami putuskan demi memberi jatah istirahat yang cukup baginya. Sambil berharap bahwa apa yang kami khawatirkan tak terjadi.

Namun Selasa pagi lagi-lagi panasnya Naik. Ini tentu membuat kami makin kebingungan untuk memutuskan, apakah MiRah harus di Cek lab mengingat ini hari keempat siklus panas seperti saat ia dinyatakan positif DB beberapa waktu lalu, ataukah kami putar haluan ke dokter THT ? syukur, usai mandi, panas badannya kembali normal. Kamipun sedikit menarik kesimpulan sementara bahwa ini disebabkan oleh faktor cuaca dan radang.

Sementara itu, putri kedua kami dilanda batuk pilek. Sepertinya ini tularan dari kakaknya yang lebih dulu mengalami sakit seperti itu. Jadi kasihan mengingat usianya yang baru hitungan bulan, harus mengalami sakit yang lumayan menyita nafsu mimiknya.

Namun tak hanya itu, akupun akhirnya kena juga giliran ditularkan meski hanya batuk pilek saja. Ah, sudah biasa… Inilah yang namanya sakit keluarga.

Di luar itu, tak ada kabar baik yang bisa dibagi dari LPSE Badung. Meski kini kami sedang berusaha untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan Perka LKPP No.8 Tahun 2012 tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilakukan lewat aplikasi Monev Online, dan Perka LKPP No.13 Tahun 2012 tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan, nampaknya pihak pimpinan kurang berkenan. Ada saja hal yang mampu membuatnya untuk menjatuhkan mental. Ini tentu bagai buah simalakama. Jika tak dilaksanakan, Pengadaan Barang/Jasa di Badung, akan sangat bergantung pada langkah kami, sebaliknya Jika dilaksanakan, pimpinan tak sependapat. Fiuh…

Akhirnya, semua alasan pembenaran tadi jadi lengkap untuk mendukung hilangnya semangat menulis yang selama ini dibanggakan. Entah sampai kapan ini akan berlangsung.

Hidup itu harus tetap maju kedepan, jadi apapun masalahnya semoga saja kelak bisa diatasi. Sementara itu, biarlah besok tulisan-tulisan lama saja yang akan muncul di halaman ini. Sembari menanti semangat untuk menulis muncul kembali…

(Tidak Lagi) Numpang Tenar di Koran Tokoh

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Masih ingat tulisan saya terkait aksi Numpang Tenar di media cetak Koran Tokoh awal tahun 2012 dulu ? rupanya obsesi ini gag bisa bertahan lama, bahkan sampai setahun pun tidak.

Awalnya sih memang menggebu, untuk tiap sekali punya mood menulis bisa melahirkan 2-3 tulisan untuk dikirim sekaligus. Sayangnya baik mood dan juga waktu untuk menulis rasanya secara perlahan menghilang dalam satu bulan terakhir ini. Apa sebab ?

Kelahiran Putri kedua. Diantara sejuta alasan pembenaran, barangkali hanya satu hal inilah yang paling kuat logikanya. Maklum, kehabisan energi untuk begadang tampaknya langsung memupus semua mood dan waktu untuk menulis. Jangankan untuk media Tokoh, untuk blog pun… jujur, baru hari jumat kemarin sempat meluangkan waktu buat nulis lagi. Itupun terakit isi masih gag fokus dan masih di seputaran pikiran.

Kesibukan. Entah mengapa akhir tahun begini yang namanya kesibukan jeg makin bertambah banyak. Sampai-sampai istri dan ibu sempat mengeluhkan hal yang sama. Saya bukannya meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarga sepulang kantor, malah tenggelam dalam tugas. Hampir setiap malam sudah ada agenda yang menunggu.

Masih berkaitan dengan kesibukan diatas, sebagian diantaranya merupakan penugasan dan kerjaan kantor, sebagian lainnya lebih bersifat sosial. Apa mau dikata, semuanya membutuhkan konsentrasi yang tidak sedikit. Bahkan ada satu yang sebenarnya sudah menjadi prioritas namun hingga hari ini belum jua sempat dilakoni.

Baru menyerah saat dihubungi by sms oleh mbak Ratna Hidayati 26 November lalu pukul 9.40 malam. Tersadar jika saya tak lagi mampu memenuhi kuota kolom Tekno selama sebulan terakhir. Meski kadang saya merasa bersyukur bahwa masih ada yang bisa menggantikan tugas saya di kolom yang sama. Tapi apa daya, energi pasca kelahiran putri kami yang kedua memang beneran beda. Malu sih sebenarnya. Apalagi banyak kawan yang mengetahu hal ini baik secara langsung membaca Koran Tokoh hingga yang mendengar dan membacanya dari blog ini.

Yang paling merasa terpukul atas (Tidak Lagi) Numpang Tenarnya saya di Koran Tokoh adalah… anak. Ya, si MiRah GayatriDewi kini kerap mendorong saya untuk menulis lagi. Tentu saja dengan embel-embel menayangkan foto dirinya sebagai ilustrasi gambar. Meskipun ia sebenarnya tidak paham bahwa antara obyek foto selama ini gag ada hubungannya dengan isi tulisan, tapi apa sih yang bisa dibanggakan oleh seorang anak kecil selain bisa Masuk Koran ? :p

*fiuh, entah kapan saya bisa melakukannya lagi…