Alergi Kritik ?

Category : tentang Opini

Saat mencalonkan diri dan menghimpun suara masyarakat tuk mendukungnya, secara terbuka si bakal calon berapi-api mengatakan, silahkan laporkan segala penyimpangan dan lontarkan kritik demi membangun negeri ini….

Pintu rumah terbuka lebar 24 jam demi menerima keluhan masyarakat…

alergi-kritik.jpg

Saat sudah duduk di kursi empuk, mengapa pintu rumah seakan tertutup rapat dan digembok sehingga pemberi suara terdahulu tak mampu suarakan hati nurani mereka pada para wakilnya yang terhormat ?

Mengapa kini baik rumah sang wakil tampak begitu indah dan bertingkat ditambah mobil mewah pula hingga gaya hidup sang wakil beserta anak dan istri bergelimang kemewahan yang kian tak tersentuh oleh maraknya nasi aking dikonsumsi warganya ?

Mengapa sebegitu mudahnya hutan dialihfungsikan demi sebuah kepentingan satu dua orang yang berduit dan mengingkari janji-janji manis yang mereka ucapkan saat kampanye terdahulu ?

Mengapa semua kebohongan muncul saat semua sudah nyawa dan raga diberikan ?

Akal Bulus dan Fulus

Category : tentang KHayaLan

ambisi-fulus.jpg

Segala cara ditempuh demi sebuah ambisi. Bahkan hingga datapun bisa dimanipulasi demi sebuah kepentingan. Katanya cuman absensi, namun diklaim sebagai persetujuan warga atas kehadiran sebuah SPBU di daerah Gatsu. Tata Kotapun cuek, lantaran semua persyaratan sudah dianggap lengkap. Gak peduli lagi dengan resahnya warga yang gak dimintakan ijin penyanding sebelum “persetujuan” itu diajukan. Menambah parah image pemerintah bahwa segala aturan bisa dibeli demi sebuah ambisi.

Pembaharuan demi sebuah Pelestarian Budaya

1

Category : tentang KHayaLan

Topik menarik perihal kesadaran beberapa dalang muda yang akhirnya memutuskan untuk menyimpang sedikit dari aturan baku dalam pakem sebuah kesenian tradisional budaya setempat. Pementasan Wayang Kulit secara Nasional mungkin blom mampu berbicara layaknya kehadiran Wayang Cenkblonk yang selalu ditunggu dalam setiap pegelarannya, gak peduli dalam lampah (cerita) pendek seperti kampanya Narkoba waktu lalu, hingga yang panjang dalam satu upacara yang didapuk oleh pihak panitia karya.

wayang-gaul.jpg

Sedikit menyimpang mungkin memang gak salah, toh mau tak mau memang harus mengikuti perkembangan jaman dan sikon setempat juga nasional, agar tema cerita dan pesan moralnya mampu ditangkap oleh generasi muda masa kini ditengah hiruk pikuknya dunia gemerlap yang dilalui seakan melupakan keberadaan budaya Wayang Kulit di tanah air mereka.

Hal ini telah dilakukan lebih dulu oleh Dalang Cenkblonk lebih dari lima tahun lalu…

Media Pagi : Bye Bye DPR (by Moh Mahfud MD)

Category : tentang KeseHaRian

Menyimak tulisan seorang Mahfud MD yang bercerita perihal kekhawatirannya saat akan memasuki dunia ‘wakil rakyat’ dan ternyata kecele, sungguh membuat nikmat hati dan serasa ingin menyaksikan bagemana jadinya apabila Pak Mahfud ini diajari nge-Blog. Tentu tulisan Beliau bakalan makin mampu memberikan info terhangat dari segala tingkah laku para pejabat bangsa ini dengan sarat makna dan tentu jauh lebih berbobot dibandingkan penulis posting pada blog ini. J  

media-pagi-dpr.jpg

Kelakukan anggota DPR kita yang Terhormat ternyata memang bener2 merupakan sekumpulan anak-anak TK, seperti yang diungkap oleh Pak Mahfud pada tulisan ini. Seakan menyadari apa yang dikatakan oleh Pak Presiden Gus Dur di era jaya Beliau.

Hujan Interupsi yang disampaikan saat persidangan maupun pembahasan seringkali terlihat nyeleneh, dimana saat baru mulai pembacaan pengantar, sudah di-Interupsi. Saat membahas satu topik serius eh yang di-interupsi malahan perihal masih lekatnya jepitan baju bekas laundry pada seragam seorang rekan mereka.

Syukur-syukur pula ada yang bisa mengatakan ‘Interupsi’ dengan benar. Kata pak Mahfud ini, terkadang dengan cuek dan pedenya ada yang mengatakan ‘Intruksi’ atau kata lain yang penting kedengarannya mirip-mirip. Halah… Kasian banget Rakyat Indonesia yang memberikan suaranya pada Wakil Rakyat seperti itu. Tapi namanya juga Wakil rakyat mantan Preman, ya wajar dong saat naik ke kursi empuk jadi lupa daratan begitu… J

Media Pagi : nge-juk Ojek me-judi

1

Category : tentang KeseHaRian

Mungkin yang beginian banyak terjadi saat pak Mangku Pastika masih menjabat posisi tertinggi keamanan di Bali. Namun secara pribadi, mungkin yang begini ini harus ditelisik lebih jauh dahulu, apa benar kerjaan mereka ini (judi) sudah menjadi satu mata pencaharian (bukannya ngojek) atau hanya sampingan menghabiskan waktu menunggu penumpang daripada bengong gak karuan.  

judi-kyu-kyu.jpg

Agaknya yang namanya mata polisi gak bisa diajak kompromi. Bagi mereka yang melakukan permainan sambil menunggu waktu mungkin bakalan percuma saja malah menambah pandangan negatif masyarakat terhadap citra polisi. Sementara yang kelas kakap dan menganggap judi itu seperti makan untuk hidup, malahan enak digelar tanpa adanya peringatan atau malah aksi penangkapan. Alasannya ‘nunggu laporan dari masyarakat’. Halah…

Media Pagi : Bayi (yang katanya) tertukar itu diserahkan pada Negara

Category : tentang Buah Hati, tentang KeseHaRian

bayi-tertukar-ke-negara.jpg

Jika sudah begini, yang tersiksa bathinnya hanyalah sang orang tua yang mengingkari kelahiran buah hatinya. Darah dagingnya sendiri… itupun kalo si orang tua bayi ini masih punya hati dan bathin.

Media Pagi : mbuletnya Kasus Adat

4

Category : tentang KeseHaRian

Tak habisnya permasalahan yang menimpa krama Bali di wilayahnya sendiri, seperti halnya pemberitaan media Radar Bali tanggal 28 maret lalu. Kasus adat yang melarang dilakukannya pengabenan di setra (kuburan) setempat bagi warga perantauan, memang bukan sekali ini terjadi. Kasus adat ini pula seakan menjadikan hambatan antar krama Bali sendiri yang tak mampu hidup rukun dan kabarnya memang sudah menjadi ciri khas orang Bali sedari dahulu kala.

status-adat.jpg

Mencuatnya kembali kasus adat seperti ini menyegarkan ingatan pada obrolan Bale Banjar dengan Pak Tjok Sukawati ‘Sosrobahu’ disela perkuliahan mata kuliah SDM beberapa waktu lalu.

Menurut Beliau, apa yang terjadi saat ini memang sudah terjadi sejak dahulu, pertikaian antara krama Bali sendiri yang kemudian perlahan berubah sejak masuknya penjajahan Belanda.

Satu cerita klasik yang sering terdengar, kali ini Beliau ceritakan berkaitan dengan salah seorang sanak saudaranya yang meninggal di perantauan. Satu dilema terjadi tatkala jenasahnya tersebut akan dipulangkan ke tanah kelahirannya, yang kemungkinan besar akan menimbulkan chaos saat prosesi pengabenan berlangsung.

Bukan tak mungkin, bagi krama banjar adat yang masih saklek dengan hukum mereka, bakalan mengerjai jenasah beserta badenya hingga terkadang peti jenasah jatuh keselokan sebagai tanda bahwa si jenasah semasa hidupnya tak pernah mebanjar adat dan melakukan kewajibannya sebagai krama banjar.

Hal ini pernah terjadi saat tahun jadul disekitar daerah Peguyangan (lupa tahun berapa) yang disebabkan oleh keluarga pemilik jenasah adalah besar dan hidup di perantauan, maka saat ingin kembali ke tanah kelahirannya untuk diaben, maka beginilah nasib yang harus diterimanya.

Maka pihak keluarga merekapun memutuskan untuk meng-kremasikan jenasah tersebut dan menguburkannya di Taman Mumbul Nusa Dua. Apa mereka bisa disalahkan ? secara adat mungkin iya, tapi secara efisiensi waktu, biaya dan juga harapan pihak keluarga untuk menghormati yang telah meninggal, dapat terwujud tanpa harus mengelus dada saat peti jenasah dikerjai oleh krama banjar adat di tanah kelahirannya.

Efisiensi waktu dan biaya yang dimaksudkan tentu dari prosesi sampai ditanah kelahiran, mencari hari baik, kemudian prosesi kematian hingga dan lain-lainnya, jika dilakukan secara adat, maka membutuhkan waktu yang sangat panjang pula biaya yang amat besar, mengingat operasional yang dihabiskan setiap hari untuk menuntaskan proses tersebut.

Kremasi akhirnya menjadi salah satu solusi terbaik, yang dilakukan oleh krama Bali yang mencari nafkah diluar tanah kelahirannya. Apa ini yang diinginkan oleh Krama Banjar Adat setempat yang seringkali mempermasalahkannya dan menjadikannya kasus adat yang tak pernah usai ?

Media Pagi : Pemerkosaan dan efeknya

Category : tentang KeseHaRian

Membaca berita ditangkapnya 4 orang ABG yang memperkosa seorang gadis usai bazaar digelar, meang membuat miris hati. Bukan masalah gadis yang harus rela kehilangan kegadisannya secara paksa, namun apa yang didapat oleh masing-masing orang yang terlibat sungguh tak sepadan. 

seks-abg.jpg

Si pemerkosa, dipastikan mendapatkan hukuman penjara yang tak seberapa lama. Lepas dari penjara mungkin masyarakat tak begitu peduli akan kejahatan yang ia lakukan dimasa lalu. Lantas bagemana dengan si gadis yang diperkosa ?

Selain harus menanggung malu pada keluarga, pada lingkungan sekitar, jika tak kuat menahan beban mental, maka tak jarang si gadis beralih haluan menjadi PSK. Titik akhir yang ditempuh apabila apa yang terjadi pada dirinya tak diterima oleh masyarakat dengan hati yang tulus, bahkan cenderung makin menjatuhkan posisi si gadis. Trus kapan dong masyarakat dan hukum bisa memberikan hal yang setimpal bagi orang-orang yang terlibat dalam pemerkosaan tersebut ?

Media Pagi : bayi Tertukar

Category : tentang KeseHaRian

Komplain yang disampaikan oleh satu keluarga perihal kemungkinan sang bayi yang baru dilahirkan dari rahim sang Ibu, tertukar saat mereka menerima bayi tersebut dalam keadaan bibir sumbing. Tidak terimanya mereka, sampe-sampe nekat melakukan Test DNA segala untuk membuktikan kalo si kecil yang bibirnya sumbing tersebut, bukanlah anak mereka.

Pendapat mereka nyatanya dibantah oleh pihak rumah sakit yang sebelum diserahkan ke pihak keluarga, nyatanya sudah disaksikan oleh sang Bapak yang menerima lebih dahulu, usai melahirkan. Bahkan sang Bapak berkomentar kalo sumbingnya bibir si kecil mungkin ada kaitannya dengan mitos budaya setempat.  

bayi-tertukar.jpg

Terlepas dari benar tidaknya si kecil tertukar, yang patut diprihatinkan ya si kecil. Dalam usianya yang baru lahir, ia tak meminta dilahirkan cacat. Namun kalo memang terpaksa dilahirkan cacat, lantas keluarganya tak mau mengakui, betapa malangnya si kecil sudah lahir kedunia ini.

Media Pagi : Laki-laki bisa hamil ?

4

Category : tentang KHayaLan

Sebetulnya ini berita per tanggal 28 Maret kmaren. Tapi baru sempat dikomentarin hari ini. Berita yang awalnya mengejutkan, karena ternyata film pak Gubernur California ‘Arnold S yang berjudul Junior’ bisa terwujud pula. Namun apa yang dijelaskan kemuadian, nyatanya memang dimaklumi semua ini bisa terjadi.

laki-laki-hamil.jpg

Si laki-laki ternyata dilahirkan sebagai wanita awalnya. Tapi karena di negaranya gak bisa nikah dengan sesama jenis, akhirnya si wanita ini berubah bentuk jadi laki-laki. Dan sempat menjalani kehidupan normal. Namun saat sang ‘Istri’ divonis gak bisa mengandung lagi. Akhirnya dengan pembuahan buatan maka si laki-laki mencoba untuk hamil agar mendapat kesempatan memiliki buah hati. Duuuh…

Media pagi : bebasnya Anak-anak Soeharto

Category : tentang Opini

Mungkin bakalan membuat miris hati bagi mereka yang berjuang selama ini untuk menyeret keluarga Pak Harto, mantan Presiden RI ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan dugaan korupsi besar-besaran yang dilakukannya selama Beliau memimpin bangsa ini.  

soeharto-bebas.jpg

Sayangnya apa yang didapat ternyata gak sesuai dengan harapan. Yang dituntut malah pengurus Yayasan untuk mengembalikan sejumlah uang pada negara, sedangkan apa yang telah dinikmati oleh anak-anaknya selama bertahun-tahun mungkin gak diperhitungkan oleh para eksekutor hukum negeri ini. Tapi gak menyalahkan mereka, wong semua pejabat yang memegang kekuasaan dalam berbagai bidang negeri ini walopun mereka disebut menjabat di era Reformasi, masih merupakan produk dari jaman era Pak Harto. Mungkin baru 30an tahun mendatang, segala cacat negeri ini bakalan dapat dilihat dengan baik oleh generasi yang hari ini masih terus berjuang.