Produk Beda Tapi Sama

Category : tentang KeseHaRian

Saat lagi jalan untuk membeli keperluan bulanan bareng Istri, banyak banget kulihat produk-produk yang dibuat oleh Perusahaan yang sama, namun beda jenisnya.
Contohnya Pepsoden, ada Herbal, 12, dll..
Yang tentunya masing-masing mengedepankan kelebihannya masing-masing.Pernah diulas oleh Intisari,tapi aku lupa edisi berapa, produk-produk yang beredar, kadangkala hanya ditambahkan 1 jenis bahan, lantas dinamakan lain dengan yang sudah terlebih dahulu diproduksi. Hal ini gak beda dengan produsen motor sejenis, Honda, yang mengeluarkan sepeda motor Supra, lantas ditambahkan cakram pada rem depannya, trus dinamakan Supra X, ada juga Supra Fit, yang hanya beda strip stiker yang melekat pada bodi.

Pada produk seluler juga demikian, Nokia misalnya, begitu banyak model yang beredar, dan gak sedikit yang cuman beda casing, tapi isi specnya sama,coba lihat yang model jadul, 3310 dan 3315. atau 3510i dengan 3530 yang hanya ditambah fasilitas warna.
Jangan lupa juga dengan vendor lain, SonEr ato Motorola yang lagi trend, misalnya. Produk Rokr E1, hanyalah Produk serupa seri E398, yang disuntikkan iTunes dan ditambahkan perekam video, yang barangkali masih bisa diakali pada seri E398 tadi.

Lain lagi dengan produk minuman, baik yang berenergi, Extra Joss, atau Minuman sebagai pengganti cairan, begitu banyak produsen yang ikut terlibat, memproduksi berbagai jenis minuman, yang terangkum dari bahan-bahan yang nyaris sama, namun dengan embel-embel tujuan yang jauh berbeda dan saling menjatuhkan atu dengan lainnya.

Apa bedanya produk-produk antar sesama Rinso, yang tujuan utamanya adalah membersihkan pakaian ?

Namun ada juga produk yang beda, lantaran segmen pemakainya dibedakan. Bedak kosmetik misalnya, dibedakan menurut kulit berminyak, kulit kering, kulit tebal, bahkan kulit badak, mungkin akan diadakan juga ya ?

Ada juga produk yang benar-benar sama, namun karena mungkin faktor regional dan perijinan, hanya merk-merk tertentu yang boleh bermain di satu negara, maka banyak kita temukan pda-pda yang serupa tapi beda merk. Misalnya O2 XDAII, serupa dengan T-Mobile MDAII, atau O2 Exec serupa dengan Dopod 900.

Setelah sekian tahun, barulah akan muncul produk-produk sejuta umat, yang benar-benar laris dipasaran dan digunakan oleh mayoritas konsumen, misalnya Seluler Nokia 6600 yang dulu harganya mungkin mencapai angka 4 jutaan, kini sudah bisa dibawa pulang dengan uang 1 juta delapan ratus saja, padahal seri ini ga jauh beda dengan seri 3660 yang nge-trend dikalangan ABG, namun sudah stop produksi.

Semua ini kembali pada masyarakat sendiri, dan tentunya aku secara pribadi, apakahakan ikut arus untuk selalu membeli produk yang up-to date, selalu diperbaharui, ataukah tetap memilih yang lama ?