4 Aplikasi WAJIB bagi Pengguna AnDRoiD

31

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah mengungkap satu persatu kemampuan ponsel maupun sistem operasi Android, kini saatnya untuk merekomendasikan 4 (empat) aplikasi wajib unduh dan digunakan bagi pengguna ponsel ataupun sistem operasi Android. TweetDeck, Indonesia News, APN On/Off dan Advanced Task Killer.

Bagi sebagian besar pengguna ponsel tidak terbatas pada jenis dan tipe ponsel yang digunakan, kemampuan untuk bisa ber-Social Networking merupakan satu hal yang wajib dipersyaratkan. FaceBook, Twitter ataupun FourSQuare merupakan tiga jejaring sosial yang begitu familiar terdengar bagi pengguna ponsel di tanah air. Untuk bisa melakukan ketiganya di ponsel Android, tidak perlu mengunduh dan menginstalasi ketiga aplikasi secara terpisah. Cukup gunakan TweetDeck.

TweetDeck merupakan satu aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan Update Status, memeriksa dan mengomentari status teman bahkan berbagi foto, link dsb sekaligus untuk tiga akun jejaring sosial diatas. FaceBook, Twitter dan FourSQuare. Dalam tampilannya, setiap halaman memuat aktifitas yang berbeda dan bisa diakses dengan menggeser jari kearah samping. Halaman Update Status, Halaman Komentar atau Tanggapan, Halaman Direct Message (untuk pengguna akun Twitter) dan halaman lain yang bisa diatur untuk melihat TimeLine Status perorangan/group, atau mengkhusus pada status FaceBook saja. Uniknya, setiap kali status tersebut ditanggapi atau dikomentari oleh teman, notification akan berbunyi layaknya pesan masuk. Jadi semua aktifitas tersebut bisa dilakukan secara Real Time.

Membaca Berita di Pagi hari sebelum berangkat kerja ataupun beraktifitas di kantor bisa jadi merupakan aktifitas wajib yang dilakukan bagi sebagian besar pekerja kantoran. Dengan Android, pengguna tidak lagi harus direpotkan untuk membeli koran, membolak balikkan halaman dan membuangnya jika sudah lewat hari. Silahkan unduh dan jelajahi semua berita di Media Cetak ternama dengan aplikasi Indonesia News.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Daingo Mobile Software ini menyajikan berita-berita terkini dari halaman Detikcom, Kompas Online, Tempo Interaktif, Republika, Suara Merdeka, Bola News, Viva News , Oke Zone, Liputan 6, Antara News, Media Indonesia dan Yahoo News. Setiap pemberitaan di masing-masing media terbagi dibagi dalam sejumlah kategori yang tentu bisa dipilih sesuai keinginan atau ketertarikan pengguna. HeadLines News, Bola, Entertaiment, Teknologi, Otomotif, Properti, lifeStyle, Bisnis, Selebritas, Opini dan masih banyak lagi. Jadi, gag susah lagi kan mencari berita diantara tumpukan koran ?

Menggunakan ponsel bersistem operasi Android, secara tidak langsung menuntut penggunanya untuk berlangganan paket internet secara Unlimited untuk dapat memaksimalkan fungsi dan juga kinerja ponsel. Namun bagaimana dengan mereka yang hanya memiliki Budget terbatas untuk kebutuhan koneksi Data ? Gunakan saja aplikasi APN On/Off.

APN On/Off ini berfungsi untuk menonaktifkan pula mengaktifkan kembali koneksi Internet yang digunakan dengan mengulik sesi Access Point Names yang merupakan syarat utama Pengaturan Koneksi Data. Uniknya, agar proses pengaktif/nonaktifnya APN tidak menyusahkan Pengguna, pengembang Pedro Maicas memberikan shortcut berupa Widget yang dapat ditempatkan pada layar utama/HomeScreen, sehingga Pengguna tinggal menekannya sekali untuk dapat melakukan aktifitas diatas dengan mudah. Jika tombol shortcut APN berwarna Merah, itu artinya koneksi data telah terputus dan aktifitas internet tidak akan bisa dilakukan dengan cara apapun. Sebaliknya jika berwarna Hijau, artinya koneksi data berjalan normal kembali. Selain untuk menghemat pengeluaran pulsa bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana untuk berlangganan paket data Internet Unlimited, aplikasi APN On/Off bisa juga digunakan untuk menghemat daya batere ponsel agar tidak terkuras oleh koneksi data yang aktif terus menerus.

Ngomong-ngomong soal Daya batere ponsel, kekuatan StandBy sebuah ponsel bersistem Operasi Android tak jauh beda dengan ponsel BlackBerry. Jika aktifitas Online aktif secara terus menerus, daya batere ponsel hanya akan bertahan satu hari saja. Makin pendek ketika ponsel digunakan untuk melakukan aktifitas Browsing atau Video Streaming lewat YouTube. Namun menurunnya kekuatan daya sebuah ponsel bisa juga disebabkan oleh pemakaian Memory yang tetap tergunakan akibat aplikasi yang belum tertutup dengan sempurna. Secara Default, Android telah menyediakan fitur Task Manager yang berfungsi untuk menutup aplikasi satu persatu maupun secara keseluruhan dengan tiga langkah mudah. Namun, jika itu masih terasa menyulitkan, gunakan saja Advanced Task Killer.

Advanced Task Killer merupakan satu aplikasi Varian dari Task Manager yang memiliki fungsi sama, namun memiliki Pengaturan yang mampu memberikan pilihan pada penggunanya, untuk menghentikan aplikasi yang masih berjalan walaupun ponsel tidak digunakan. Seperti halnya aplikasi APN On/Off, Advanced Task Killer ini memberikan pula satu shortcut atau Widget yang memungkinkan pengguna Android melakukan aktifitas penghentian ini hanya dalam satu kali sentuh/tekan. Tentu saja sebelumnya Pengguna wajib memilih aplikasi apa saja yang harus dihentikan dan aplikasi mana yang dibiarkan tetap berjalan.

Untuk kasus ini, saya menyaring aplikasi Gmail (akun email Google), Ymail (akun email Yahoo), Yahoo Messenger (Chat untuk pemilik akun Yahoo Mail) dan GTalk (Chat untuk pemilik akun Google Mail), agar tetap diaktifkan dan berjalan, saat aktifitas penghentian aplikasi dilakukan. Jadi, fungsi ponsel tak ubahnya sebuah ponsel BlackBerry dimana kita tetap dapat melakukan aktifitas Chatting dengan teman, juga merasakan fitur Push Email secara Real Time, tanpa mengurangi Daya batere ponsel secara drastis.

Empat Aplikasi diatas, bagi saya pribadi bisa dikatakan Wajib untuk diunduh dan dimiliki oleh setiap Pengguna ponsel ataupun sistem operasi Android. Bagaimana dengan Kamu ?

 

Mengenal Android Market

33

Category : tentang TeKnoLoGi

Android Market merupakan sebuah toko aplikasi/games online yang dikembangkan oleh Google untuk perangkat teknologi bersistem operasi Android.  Perangkat Teknologi disini bisa berupa ponsel, tablet pc ataupun music player. Sejauh perangkat tersebut dapat terhubung ke dunia maya, maka hampir dapat dipastikan, bisa terhubung dengan Android Market .

Android Market menyediakan aplikasi-games yang dikembangkan oleh pihak ketiga, yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar. Dari pengalaman pertama saya menguji ponsel Samsung Galaxy ACE S5830, baru satu aplikasi saja yang saya temukan merupakan aplikasi Trial sehingga untuk bisa menggunakannya dengan baik, mutlak harus membeli aplikasi tersebut.

Sistem Operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan pihak ketiga terlibat dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat Android. Berdasarkan informasi yang tercatat pada Wikipedia, Pertama kali Android Market dibuka pada tanggal 22 Oktober 2008. Pertumbuhan jumlah aplikasi yang terdapat dalam Android Market bisa dikatakan sangat cepat. Untuk saat ini saja diperkirakan telah ada lebih dari 140.000 aplikasi padahal pada November 2009, jumlah aplikasi di Android Market hanya sekitar 2.300 aplikasi.

Dari puluhan ribu aplikasi tersebut, lebih dari setengahnya tidak berbayar. Meski banyak aplikasi yang di-gratis-kan, tidak berarti Android Market tidak mendatangkan keuntungan loh bagi para pengembang aplikasi tersebut. Keuntungan datang dari pengiklan yang dapat menyisipkan iklannya dalam aplikasi. Bila pengguna aplikasi mengklik iklan tersebut, pengembang bisa mendapat keuntungan sekitar 0,01 – 0,05 USD. Hal ini mirip dengan perilaku para Blogger yang memasang Adsense di halaman BloG-nya. Untuk aplikasi berbayar, Google menerapkan kebijakan pembagian keuntungan sebesar 70% untuk pengembang dan 30% untuk Google Market.

Android Market kabarnya hanya dapat diakses dari perangkat Android versi 2.1 ke atas. Namun ada juga beberapa vendor ternama yang masih betah menggunakan versi dibawahnya menyematkan  Android Market pada perangkatnya meski tidak semua dapat digunakan atau diinstalasi. Terkait mampu tidaknya digunakan/diinstalasi, saya memiliki pengalaman unik saat menemukan aplikasi Flash Player 10.2 yang ternyata tidak dapat disuntikkan kedalam perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki. Usut punya usut, ternyata perangkat yang notabene sudah berbasis Android 2.2 Froyo ini tidak mendukung aplikasi tersebut. Ealah…

Format aplikasi yang digunakan oleh ponsel Android adalah Android Package Files (APK). Aplikasi yang diunduh dari Android Market tidak secara otomatis terinstal manakala telah selesai diunduh. Diperlukan layanan file manager untuk menginstal aplikasi-aplikasi tersebut. Pada Android versi 2.1 kebawah, aplikasi akan terinstal di memori internal perangkat. Namun, pada Android versi 2.2, aplikasi dapat diinstal di memori eksternal, sehingga memori internal perangkat dapat lebih leluasa.

Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan cara agar pengguna memiliki kuasa penuh untuk mengatur dimana aplikasi itu diletakkan seperti halnya sistem operasi Symbian dan Windows Mobile. Lagi-lagi Android-lah yang kemudian mengatur, bahwa Aplikasi yang berkaitan dengan perangkat akan diinstalasi di memori internal sedangkan Games dan Aplikasi lainnya secara otomatis ditanamkan pada memori eksternal.

Langkah Instalasi aplikasi Android ini tergolong sederhana dan mudah.  Pertama, pengguna dapat Mencari aplikasi yang diinginkan berdasarkan klasifikasi, atau mengetikkan penggalan nama atau kata kunci pada fasilitas search yang disediakan. Kedua. apabila pengguna mengklik/memilih sebuah aplikasi, akan muncul deskripsi tentang aplikasi/games tersebut, rating yang diberikan oleh para penggunanya sekaligus dan review atau komentar. Lalu, bila pengguna mengklik/menekan tombol install, maka aplikasi akan segera diunduh dan proses unduhan akan berlangsung sebagai background process, sehingga pengguna dapat kembali berselancar di Android Market. Aplikasi yang telah diunduh dari Android Market akan tampil dalam menu downloads. Jikapun Pengguna merasa aplikasi ini tidak berguna, aplikasi yang telah diunduh tadi dapat dihapus dari Menu Task Manager.

Beberapa aplikasi yang hingga saat ini masih saya gunakan diantaranya AntiVirus, Ping, PaderSync (Trial), Opera Mini, Real Calculator, Compass, FxCamera, Barcode Scanner, Yahoo Messenger, Androidify, WordPress, Go Launcher Ex, Compass-Koi-Fish-Ballon Live Wallpaper, hingga jejaring sosial Waze, TweetDeck, FaceBook dan FourSquare. Sedangkan untuk Games ada Angry Birds, Brain Genius, Math Workout, Jewel, Unblock Me Free, Tangram, Word Search dan Sudoku.

Ohya, Android Market kini bisa juga diakses melalui PC/laptop loh. Yang dibutuhkan hanyalah alamat Email yang sama-sama digunakan pada perangkat Android. Jika berhasil, maka akan terlihat aplikasi/games yang digunakan pada perangkat Android pada menu akun Profile. Tak hanya itu, hingga nama perangkat yang digunakan pun terlihat dengan jelas. Itu sebabnya ketika saya iseng mencoba melakukan instalasi aplikasi Flash Player 10.2, apa yang terjadi sudah bisa ditebak kan ?

Trik Personalisasi Themes pada Android

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Bosan dengan tampilan HomeScreen dan Menu Android yang itu-itu saja ? Silahkan personalisasi dengan tampilan Live Wallpaper. Gambar yang bergerak dan rata-rata bernuansa Dinamis ini minimal mampu memberikan sedikit warna untuk mengatasi kebosanan akan User Interface Android. Tapi kalo sampe bosan juga dengan yang namanya Live Wallpaper, apa ada solusi lain lagi ?

Silahkan coba aplikasi Go Launcher Ex yang dapat diunduh secara Free alias Gratis melalui Android Market. Ukuran installernya hanya sebesar 2,25 MB untuk versi terbaru 2.16. Sejauh ini Go Launcher merupakan salah satu aplikasi yang paling direkomendasikan oleh pengguna Android lantaran dapat memberikan sentuhan User Interface alias Theme yang berbeda dengan tampilan Default.

Dibandingkan tampilan HomeScreen milik Samsung Galaxy ACE S5830, dengan bantuan aplikasi Go Launcher Ex ini, selain menambah satu icon Browser Internet di posisi bawah layar, tampilan icon yang senada dengan wallpaper pun menjadi lebih unik dan menarik. Demikian halnya dengan tampilan Menu yang serupa dengan HomeScreen. Hanya saja apabila dibandingkan dengan tampilan Menu secara Default, terdapat tiga pilihan tambahan dibagian atas layar terdiri dari All (program yang terdapat pada handset), Recent (yang kerap atau terakhir digunakan) dan Running (yang sedang berjalan). Khusus pada pilihan Running ini, bisa juga difungsikan sebagai Task Manager alias menutup aplikasi yang sedang berjalan.

Bagusnya, Go Launcher Ex ini memberikan kesempatan pada pengembang lainnya yang ingin membuat paket Theme dengan menggunakan Go Launcher sebagai basis datanya. Itu artinya ada beberapa pilihan Theme lagi yang dapat dipilih selain Theme bawaan aplikasi.

Sebagai contoh ilustrasi, saya coba menggunakan Cartoon Theme yang memberikan nuansa anak muda yang begitu segar atau Sketch yang mengingatkan saya pada pendidikan Arsitektur dahulu atau Blux Theme hasil karya ZT Art yang elegant. Yang terpenting lagi adalah semua Theme ini bisa diunduh secara Free alias Gratis melalui Android Market.

Apabila ingin kembali pada tampilan Android secara Default, tutup saja aplikasinya melalu Menu Task Manager bawaan Android. Mudah bukan ?

Review Samsung Galaxy ACE S5830

79

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah hampir dua Minggu ya, Samsung Galaxy ACE S5830 menemani hari-hari saya. Selama itu pula jadi jarang online dengan memanfaatkan sarana modem plus laptop milik LPSE. Koneksi XL yang dahulu saya gunakan sebagai pilihan alternatif dari IM2, berpindah tempat disematkan di slot ponsel berbasis Android ini. Hasilnya maknyus, tidak banyak keluhan yang saya dapatkan baik selama meng-explore seisi ponsel maupun beraktifitas dengannya.

Secara penampilan luar, sesungguhnya Samsung Galaxy ACE S5830 gag kalah aksi kok dibandingkan ponsel lainnya. Gorilla Glass yang menghiasi seluruh layar depan membuatnya tampil mempesona kendati menjadi rentan terkotori oleh sapuan jari. Back Cover yang rupanya terbuat dari plastik (bukan metal seperti dugaan sebelumnya), digrafir garis diagonal yang membuatnya tak licin ketika dipegang. Sayang, dalam paket penjualannya tidak disertakan back cover berwarna putih dan juga case pelindung seperti yang diperlihatkan pada video Unboxing di portal YouTube.

Bagi yang dahulunya familiar dengan ponsel berbasis Windows Mobile PocketPC, saya yakin tidak banyak hal yang harus dipelajari untuk memahami jeroan atau dalemannya Android plus User Interfacenya. Bisa dikatakan sama persis. Dari opsi Pengaturan, Task Manager, Aplikasi hingga pola pemakaiannya yang hanya membutuhkan sapuan atau sentuhan lembut, bukan ditekan layaknya layar sentuh milik BlackBerry. Namun demikian, bagi pengguna awampun jangan terlalu merasa khawatir, karena penggunaannya tak serumit Windows Mobile PocketPC. Terkait bagaimana menggunakan User Interface ini, nanti akan saya bahas secara khusus.

Secara kemampuan ketika disandingkan dengan ponsel berlayar sentuh milik Nokia atau BlackBerry, Samsung Galaxy ACE S5830 terasa jauh lebih mengasyikkan. Pengalaman serupa saya alami dahulu ketika berkesempatan mencoba layar sentuh iPhone 3GS. Sistem sentuh (touch) yang lembut cenderung berpengaruh pula pada pola pikir si pemakai, begitu kira-kira. Hehehe… tapi yang lebih mengasyikkan lagi adalah Multi Touch-nya yang sudah mendukung cubitan yang berfungsi sebagai zoom (perbesaran skala).

Seperti halnya ponsel berlayar sentuh lainnya, Samsung Galaxy ACE S5830 pun mendukung Auto Rotation sesuai dengan cara genggam pemiliknya. Hal ini masih membuat saya kebingungan ketika memegang ponsel dengan cara terbalik, pas dicari tombol navigasinya eh malah berada di sisi atas.

Di sekujur tubuh Samsung Galaxy ACE S5830, hanya terdapat tiga tombol yang tampak menonjol dari bidangnya. Tombol Navigasi di bawah layar berfungsi untuk mengembalikan halaman yang sedang aktif ke layar utama sekaligus untuk mengakses aplikasi yang digunakan sebelumnya (Multitasking). Tombol memanjang yang ada di sisi kiri ponsel berguna untuk memperbesar dan mengecilkan Volume. Sedangkan tombol yang ada di sisi kanan ponsel, berguna untuk mematikan, menyalakan sekaligus mengunci layar (ditekan sekali) dan junga untuk menyalakan dan menon-aktifkan ponsel (ditekan agak lama).

Kamera yang disematkan di belakang bodi memang sudah menjangkau resolusi 5 MP. Sayangnya, mungkin lantaran tidak menggunakan Lensa khusus seperti halnya Nokia dengan Carl Zeiss-nya, hasil jepretan tidak sebaik Nokia jadul N73 (3 MP) yang hingga kini masih saya gunakan. Padahal sudah didukung dengan Flash Light, tetap saja hasilnya Soft dan keseringan kabur. Demikian halnya dengan resolusi video yang hanya sebatas QVGA atau setara dengan 320×240 pixel 15 fps. Bandingkan dengan Nokia 6720 Classic yang dahulu saya peruntukkan bagi Mertua.

Sedari ponsel dinyalakan, secara otomatis akan langsung mengakses dunia maya tanpa bisa dihentikan secara manual. Satu-satunya cara paksa yang biasanya saya gunakan (jika memang diperlukan) adalah dengan mengaktifkan fitur Flight Mode. Namun lantaran nomor XL yang saya gunakan memang bukan untuk Voice Call atau Text Message, jadinya ya bukan satu masalah besar. Satu-satunya efek samping terkoneksinya ponsel ke dunia maya secara kontinyu hanyalah daya batere yang serupa dengan penggunaan handset BlackBerry. Hanya sehari, sudah harus di-Charge kembali. Jika kita lebih banyak beraktifitas dengan NoteBook, sambungkan saja kabel datanya (yang sudah diberikan dalam paket pembelian) ke colokan USB, aktifitas Charge akan secara otomatis dilakukan.

Terkoneksinya ponsel ke dunia maya secara otomatis ini akan memaksa penggunanya untuk mengaktifkan paket Unlimited. Untuk kartu XL yang saya gunakan, biaya paket Unlimitednya hanya berkisar 99.000 rupiah saja. Kecepatan yang didapatkan hanya sampai 384 kbps dengan batasan kuota 1 GB, dan selebihnya akan menurun pada kecepatan 128 kbps. Apabila koneksi ini masih dirasakan lambat, koneksikan saja Wifinya ke Hotspot terdekat. Kecepatan koneksi ini akan berbanding lurus dengan kecepatan akses ponsel pada halaman dunia maya yang memang mensyaratkan, seperti misalnya portal video YouTube.

Ngomong-ngomong soal Wifi dan Hotspot, berterimakasihlah pada sistem operasi Android yang disematkan dalam ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 yang sudah menggunakan versi 2.2 Froyo. Karena di versi inilah, kemampuan ponsel jadi makin bertambah maknyus berkat fitur Tethering atau Portable Hotspot-nya. Fitur ini akan sangat membantu ketika kita ingin berselancar di dunia maya dengan memanfaatkan layar NoteBook. Aktifkan fiturnya, kemudian nyalakan koneksi wifi pada NoteBook dan sambungkan. Secara default, koneksi Wireless yang terdeteksi bernama AndroidAP.

Layar sentuh yang sudah mendukung fitur MultiTouch akan sangat berguna ketika kita mengakses halaman web yang tidak mendukung tampilan Mobile. Halaman milik LPSE Badung misalnya. Ketika halaman depan diakses, saya yakin baik pengguna maupun tetangga yang melihatnya akan bergumam ‘wah, gemana browsing-nya nih ? tulisannya kecil begitu…’ tapi jangan khawatir, gunakan saja cubitan tadi. Maka dengan segera layar akan melakukan pembesaran skala (zoom) sesuai keinginan kita.

Membeli ponsel bersistem operasi Android, bisa dikatakan berBonus ratusan aplikasi Gratisan yang siap unduh. Saya pribadi sudah mencoba yang namanya games fenomenal Angry Bird, Unblock Me, Jewel dan tentu saja Sudoku. Ketersediaan aplikasi-nya pun sangat beragam. Dari AntiVirus, Office application, Kids Learning hingga yang berkaitan dengan Blog. Yang paling penting, Semuanya Free. Sayangnya satu hal yang membuat semua tawaran menarik ini menjadi mubazir adalah ketersediaan Memory Internal. Hanya 180 MB saja.

Berkaitan dengan keterbatasan Memory tersebut, lagi-lagi kita harus berterimakasih pada sistem operasi Android 2.2 Froyo yang disematkan pada ponsel Samsung Galaxy ACE S5830. Ketersediaan Opsi instalasi on SDcard (Memory External) menjadi salah satu pemecahannya. Sayangnya untuk bisa memilah aplikasi mana yang hanya boleh ditempatkan di Memory Internal, mana yang ditempatkan di Memory External, tidak disediakan opsi Manual seperti halnya yang dimiliki oleh sistem operasi Windows Mobile. Kekurangan ini tampaknya makin menguatkan Image ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 sebagai salah satu ponsel pintar. Karena dengan sendirinya akan memilah aplikasi yang berkaitan dengan kinerja ponsel ditempatkan pada Memory Internal, sedangkan yang bersifat Hura-hura dan tidak terlalu penting ditempatkan di Memory External. Mengagumkan bukan ?

Sebetulnya masih banyak hal yang bisa dikupas dalam tulisan Review kali ini. Namun semua itu kelak akan saya bagi dalam tulisan tersendiri sehingga bisa jauh lebih mendalam. Overall, ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 ini bisa dikatakan sangat memuaskan (kecuali daya batere) untuk dimiliki. Apalagi nilai jualnya juga tergolong sangat terjangkau. Jadi, masih berpikir untuk memilih ?