Tips Mengamankan Smartphone dari Virus dan Malware

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Memiliki sebuah Smartphone atau ponsel pintar merupakan satu kebanggaan apabila sebagai pengguna bisa memanfaatkan serta menjaganya secara optimal. Yang masuk dalam kategori ini seperti Blackberry, iPhone, Android, Symbian, Windows Phone dan lainnya yang memang mensyaratkan keberadaan sitem operasi (OS) sebagai otak penggerak seluruh aktifitas yang dilakukan pengguna.

Satu yang wajib hukumnya dilakukan oleh setiap pengguna untuk mengoptimalkan kemampuan serta manfaat Smartphone adalah terkoneksi dengan dunia maya. Entah untuk chat memanfaatkan berbagai macam messenger, cek email, browsing, berjejaring sosial ataupun transaksi online. Semua aktifitas tersebut tentu sangat mengasyikkan hingga terkadang ada beberapa pengguna yang lantas merasakan ketergantungan atau malah lupa waktu. Namun diluar keasyikan itu, yang namanya bahaya selama penggunaan Smartphone tentu saja ada, apalagi ketika perangkat terkoneksi dengan dunia maya tadi. Diantara yang paling kerap terjadi adalah pencurian data lewat infeksi Virus dan Malware.

Yang dimaksud dengan Virus (pada perangkat pc/notebook/smartphone/tablet) adalah satu program atau bahasa yang menyusup ke perangkat pengguna tanpa ijin dengan tujuan menggandakan diri, merusak file atau aplikasi tertentu bahkan mengancam keamanan perangkat yang diinfeksi. Serupa dengan Virus, Malware sendiri merupakan sekumpulan script, bahasa pemrograman yang kerap disusupkan kedalam sebuah aplikasi untuk menginfeksi dengan tujuan merusak, mencuri data atau melakukan remote atau pengendalian jarak jauh. Varian lain yang kerap dan akrab dikenal di kalangan pengguna pc atau notebook adalah worm, trojan, keylogger dan sejenisnya.

Ada beragam tujuan yang dilakukan oleh penyusupan Virus atau Malware tersebut di perangkat Smartphone diantaranya (1) pencurian data penting tadi meliputi email, password, daftar kontak atau catatan transaksi online, (2) mengirimkan sms premium atau bahkan mms atau email yg berisikan link menuju aplikasi yg telah diinfeksi virus atau malware, (3) menggandakan diri sehingga membuat internal storage selalu terisi penuh, (4) memperlambat kinerja atau bahkan (5) merusak data serta sistem yang lantas membuat perangkat tidak dapat digunakan lagi.

Penyebaran Virus atau Malware ke perangkat Smartphone biasanya dilakukan lewat aplikasi atau games yang tersedia di Application Market terutama yang sedang laris dicari dan digemari. Bisa juga saat melakukan browsing di dunia maya yang secara sengaja melawat ke halaman 3G (Girls – pornografi, Games – permainan dan Gambler – judi), halaman yang ternyata paling banyak dikunjungi oleh pengguna internet. Aksi penyebaran Virus atau Malware ini tentu berbeda dengan penyebaran Virus pada tubuh manusia, jangan sampai Rekan Tokoh berpikir bahwa penyebaran Virus atau Malware ke perangkat Smartphone dapat dilakukan melalui udara atau karena diletakkan sembarangan.

Lantas bagaimana cara pengguna Smartphone dapat menghindari serangan Virus atau Malware ke perangkat yang digunakan, berikut diantaranya.
1. Karena rata-rata infeksi virus atau malware berasal dari aplikasi atau games, selalu prioritaskan Market resmi yang ada dalam perangkat untuk mencari serta menginstalasi aplikasi atau games. Apabila aplikasi atau games yang dicari tersebut sedang trend atau digemari, periksa terlebih dahulu rating, review dan jumlah pengunduhannya. Seandainya ketersediaan aplikasi atau games yang diinginkan berasal dari luar Market resmi, upayakan dilakukan lewat pc atau notebook yang dilengkapi dengan AntiVirus
2. Bila tak ingin repot menggunakan pc atau notebook, manfaatkan utility Security bawaan yang ada di perangkat Smartphone ditambah utility Anti Virus yang terpercaya. Beberapa Anti Virus ada yang ditawarkan secara gratis, namun jika ingin yang paten ya gunakan yang berbayar. Jauh lebih aman tentu saja.
3. Sedapat mungkin menghindari pencarian aplikasi, games atau mengunjungi halaman 3G diatas, yang biasanya paling rentan disusupi virus atau malware
4. Pahami otorisasi aplikasi atau games yang akan diinstalasi, seperti kebutuhan akses ke fitur apa saja
5. Wifi Hotspot gratisan memang menggoda, namun waspadai apabila tidak dikenal. Beberapa aksi penyusupan data biasanya dilakukan lewat cara ini
6. Lakukan Update baik sistem operasi (OS) yang digunakan maupun aplikasi atau games secara rutin
7. Melakukan Backup secara berkala, meliputi aplikasi atau games yang telah diinstalasi, daftar kontak phonebook, atau data penting lainnya

Untuk lebih mewaspadai jenis aplikasi ataupun games yang berpotensi atau sudah diinfeksi Malware, Rekon Tokoh bisa merujuk pada hasil pencarian Google untuk masing-masing sistem operasi.

Menjelajah Application Market di beragam Ponsel Pintar

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi pengguna perangkat telekomunikasi seluler yang masuk dalam kategori ponsel pintar dua tiga tahun belakangan ini bisa dikatakan secara langsung memiliki kuasa penuh untuk mengoptimalkan perangkatnya sesuai kebutuhan dan kegemarannya. Baik itu dalam bentuk aplikasi penunjang kinerja, produktivitas, multimedia hingga permainan dan edukasi. Ketersediaan ini dirangkum dalam satu pangsa pasar software yang terpusat, mudah digunakan, berada dalam masing-masing perangkat ponsel secara langsung dan disebut dengan Application Market.

Hal ini jelas berbeda dengan keberadaan perangkat ponsel pintar sekitar empat lima tahun yang lalu. Dimana setiap pengguna perangkat semacam ini dihadapkan pada dunia maya yang luas hanya untuk mencari aplikasi dan permainan yang diinginkan serta berusaha memanfaatkannya secara hati-hati lantaran banyaknya malware ataupun virus yang menumpang padanya.

Application Market pada perangkat ponsel ini sebenarnya mulai diperkenalkan kepada publik sejak kemunculan perangkat pintar iPhone yang mengusung nama App Store, sebuah halaman yang menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga permainan dari yang bersifat gratisan hingga berbayar untuk menunjang kebutuhan ataupun hobby para penggunanya. Berkembang makin jauh, model Application Market ini diadopsi pula oleh perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, Android, Symbian, Windows Phone dan juga Bada, sebuah sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Lantas apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menggunakan dan menjelajahnya lebih jauh ? simak sedikit gambaran dari kami.

Apple App Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Apple untuk sistem operasi iOS yang dikembangkan bagi perangkat iPhone dan iPod Touch pada Juli 2008 lalu. Belakangan App Store ini dapat pula diakses melalui perangkat iPad, sebuah perangkat TabletPC berbasis sistem operasi yang sama. Untuk menjelajah ketersediaan aplikasi ataupun permainan di App Store ini, dibutuhkan minimal sebuah kartu kredit sebagai sarana transaksi bagi yang berstatus berbayar. Sedangkan untuk yang Free alias Gratis, masih bisa diakali dengan membuat akun Apple ID melalui aplikasi iTunes yang diinstalasi pada perangkat PC/Notebook. Beberapa aplikasi berbasis Multimedia dan Medis seperti misalkan Instagram merupakan salah satu aplikasi favorit yang paling banyak diunduh dari App Store.

Android Market (kini disebut dengan Google Play). Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel yang berbasis sistem operasi Android, apapun itu vendornya. Dibandingkan Apple App Store, Android Market menyediakan lebih banyak ragam jenis aplikasi dan permainan yang lebih banyak berstatus Free alias Gratis. Ini bisa terwujud lantaran secara sifat sistem operasi merupakan sistem yang terbuka atau Open Source sehingga memungkinkan banyak pengembang aplikasi dan permainan untuk ikut serta didalamnya. Sayangnya, keberagaman yang berstatus gratisan ini lebih patut diwaspadai karena besar kemungkinan ditumpangi malware bahkan virus berbahaya. Jika Apple App Store membutuhkan Apple ID, Android Market cukup menggunakan alamat email yang dikembangkan oleh Google yaitu Gmail. Dan Seperti halnya App Store, selain melalui perangkat ponsel, Android Market dapat pula diakses melalui jendela Browser pada PC/NoteBook dengan memanfaatkan alamat email yang sama.

BlackBerry App World. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Research In Motion atau RIM dan diperuntukkan bagi semua perangkat ponsel BlackBerry yang telah mengadopsi sistem operasi versi 4.5 keatas. Dibandingkan dengan dua Application Market sebelumnya, BlackBerry App World lebih banyak menyediakan aplikasi ataupun games yang bersifat Serius. Namun kabarnya Angry Birds yang dahulunya hanya dikembangkan bagi perangkat iOS dan Android, kini sudah pula bisa didapatkan disini. Untuk menjelajah ketersediaannya lebih jauh, pengguna membutuhkan BlackBerry ID yang bisa dibuat melalui perangkat ponsel langsung ataupun lewat jendela Browser pada PC/NoteBook. Bagi yang malas mencoba dan menginstalasi pada perangkat ponsel, dapat mencobanya lewat layar PC/NoteBook dengan memanfaatkan aplikasi Simulator yang dapat diunduh melalui alamat web resmi BlackBerry.

Ovi Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh Nokia dan diperuntukkan bagi perangkat ponsel Nokia yang berbasis sistem operasi Symbian. Baik yang berkategori ponsel pintar, berlayar sentuh ataupun model candybar. Untuk menggunakannya, dibutuhkan sebuah akun ID Ovi yang dibuat dengan memanfaatkan akun Ovi Mail. Dibandingkan App Store milik Apple ataupun Android Market, ketersediaan aplikasi ataupun permainan di Ovi Store jauh lebih terbatas jenisnya. Meski demikian, untuk jenis konten, selain aplikasi dan permainan tersedia juga theme, ringtones pula wallpaper yang rata-rata dapat diunduh secara gratis. Sedang untuk yang berstatus berbayar, pengguna dapat membelinya dengan cara memotong pulsa yang terdapat dalam ponsel. Jauh lebih mudah bukan ?

Windows Market Place. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa Microsoft, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel berbasis sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan Windows Phone. Penyebutan Windows Market Place ini belakangan berkembang menjadi Windows App Store yang dikembangkan bagi perangkat mobile ponsel Windows Phone 8. Rencananya, beberapa aplikasi ataupun permainan yang tersedia didalam Windows App Store, nantinya dapat digunakan pula dalam tiga versi perangkat, mobile ponsel, tabletpc dan pc/notebook. Harapannya tentu saja agar pengguna cukup membeli satu aplikasi untuk semua perangkat yang ia miliki. Secara tampilan, Application Market hasil besutan Microsoft ini menyajikan bentuk tiles (kotak) sedemikian rupa memenuhi layar ponsel dengan warna warni yang khas. Kabarnya tampilan ini akhirnya ditiru pula oleh Android dalam aplikasi Market versi terbaru mereka.

Samsung Apps. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Samsung, namun lebih banyak diperuntukkan bagi perangkat ponsel milik Samsung yang berbasis sistem operasi Bada. Meski demikian, beberapa diantaranya ada pula yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel pintar Samsung yang mengadopsi istem operasi Android. Hanya saja jenisnya tidak jauh berbeda dengan Market bawaan Android. Tidak ada akun ID khusus yang dipersyaratkan oleh Samsung untuk dapat mengakses Samsung Apps ini. Selain tersedia dalam semua perangkat ponsel pintar milik Samsung, Samsung Apps dapat pula diakses melalui aplikasi Samsung Kies yang diinstalasi pada perangkat PC/NoteBook. Dan seperti halnya Ovi Store, untuk yang berstatus berbayar dapat diinstalasi dengan cara pemotongan pulsa.

Diluar enam Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh masing-masing vendor diatas, sebenarnya ada juga beberapa vendor ponsel lokal yang sudah mulai melakukan pengembangan model Application Store didalam perangkat mobile yang mereka jual. Hanya dari segi gaungnya masih belum mampu masuk ke pangsa pasar global.

*Tulisan ini sempat pula tampil di Koran Tokoh kolom Tekno halaman 20

Mengenal OS Android 3.0 HoneyComb (bagian 3)

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kembali tulisan sebelumnya terkait mengenal HoneyComb OS (sistem operasi) Android versi 3.0 lebih jauh melalui perangkat Acer Iconia A500 wifi only, berikut beberapa ScreenShot tambahan yang dapat ditampilkan.

Tampilan Halaman Multimedia mencakup Games, Reader (eBook), serta Audio Video, lengkap dengan opsi pencarian aplikasi dan games tambahan melalui Android Market dan TegraZone. Yang terakhir ini diperuntukkan secara khusus bagi pencarian Games kualitas HD yang membutuhkan spec grafis tambahan.

Tampilan Android Market yang lama-lama makin menyerupai tampilan App Store-nya iPad. Dalam pilihan yang lebih mengkhusus, deskripsi, ukuran dan Review ditampilkan jauh lebih nyaman bagi mata. Proses permohonan ijin untuk Instalasi tampil lebih dahulu sebelum proses pengunduhan (download) dimulai.

Tampilan TegraZone, seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa ini merupakan area untuk mengunduh Games yang memang membutuhkan spec grafis kualitas HD. Tegra Zone hadir pada perangkat Android yang sudah mengadopsi prosesor dan grafis Tegra.

Tampilan ujicoba Games Need For Speed Shift yang murni mengandalkan fitur accelerator pada perangkat, sehingga memungkinkan pengguna untuk berinteraksi tanpa menggunakan bantuan tombol tambahan secara khusus. Perhatikan TaskBar yang selalu tampil disisi bawah halaman, memungkinkan pengguna untuk selalu kembali ke halaman Utama dengan cepat.

Tampilan Reader yang menyajikan koleksi eBook baik dalam format pdf, txt hingga office application. Dikemas dengan rupa buku dalam rak yang dijejer rapi sesuai kategori yang ditetapkan. Saat membukanya pun tampilan yang tampak tetap seperti pengguna membuka buku dalam dunia nyata. Maka berterimakasihlah pada Flash yang telah disematkan dalam perangkat ini.

Tampilan PhotoBrowser. Tidak jauh berbeda dengan sajian Reader diatas, PhotoBrowser yang hanya menyajikan koleksi gambar serta foto dalam perangkat dikemas dalam bentuk buku serta membukanyapun menampakkan lembaran buku seperti halnya dunia nyata.

Tampilan Pengaturan Aplikasi yang dapat diakses melalui menu Pengaturan atau Setting. Dalam halaman ini pengguna dapat melakukan proses UnInstall yang tidak dapat dilakukan pada halaman Editing icon shortcut (lihat tulisan sebelumnya), serta menghentikannya secara paksa apabila memang diperlukan. Sedikit berbeda dengan perangkat Android dalam bentuk ponsel, disini tidak ada pilihan ‘Move to SDCard’ atau ‘Move to phone’ yang saya yakin sangat familiar sekali bagi pengguna yang kerap melakukan proses pemindahan aplikasi pasca Rooting.

Demikian beberapa ScreenShot dan juga sedikit penjelasan gambar, yang barangkali dapat mengenalkan OS (sistem operasi) Android versi 3.0 HoneyComb lebih jauh kepada semua Rekan. Ada yang berminat mencobanya ?

Android itu… Mengasyikkan

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Tiga kali Upgrade OS untuk sebuah perangkat Samsung Galaxy Ace dalam waktu enam bulan bisa dikatakan mengagumkan, mengingat kisah masa lalu bersama OS Windows Mobile memerlukan waktu tahun ketiga untuk bisa melakukan satu kali hal yang sama.

Android memang jauh berbeda dengan pendahulunya. Disini saya jelas merasakan betapa beruntungnya bisa memiliki sebuah perangkat berbasis Robot Hijau dalam masa trendsetter yang diciptakan begitu hebatnya oleh si raksasa Google. Bagi saya pribadi, Android jelas mengasyikkan. Jauh lebih mengasyikkan ketimbang ber-BBM-an seperti halnya yang digemari sebagian besar teman yang saya miliki.

Mau tahu mengapa ?

Touch Screen alias Layar Sentuh

Memiliki media input yang satu ini jelas jauh lebih memudahkan untuk berinteraksi ketimbang terhalang oleh puluhan tombol tekan serta tombol gulir hanya untuk mengakses apa yang diinginkan oleh otak. Semua hal dapat diakses dengan cepat dan baik. Apapun itu.

Memang, keberadaan media input Touch Screen alias Layar Sentuh memiliki banyak kelemahan dibandingkan dengan Keypad biasa. Salah satunya adalah borosnya daya tahan batere yang mampu dilakoni oleh setiap ponsel Android. Tapi siapa juga yang peduli jika interaksi jauh lebih nyaman dan tepat sasaran ?

Android Market

Tersedianya ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga games siap unduh dan instalasi kedalam perangkat secara cepat dan praktis. Sebagian besar dari jumlah tersebut lebih bersifat Gratis alias Free to Use. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan App Store milik tetangga sebelah yang rata-rata memang berbayar.

Ketersediaan ini meliputi ragam kategori, dari Utility, Produktifitas, Hiburan, Multimedia, Edukasi untuk anak, bahkan aplikasi yang kadarnya hanya sekedar jahil sekalipun bisa dicoba dalam sekali waktu. Benar-benar Surga bagi penyuka oprek perangkat.

Open Source

Dengan sistem operasi yang bersifat terbuka menyebabkan banyaknya peluang untuk melakukan Customisasi perangkat sesuai kehendak Pengguna. Istilahnya ‘Anda yang mengerti Teknologi’.

Jika jeli dan mau bereksplorasi, sangat banyak pilihan yang bisa ditemukan di luar sana sebagai pengobat rasa bosan. Dari perubahan tampilan, kemampuan bahkan perubahan kekuasaan atau yang disebut dengan istilah Rooting, memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mengatur perangkat lebih jauh.

Demikian halnya dengan perubahan sistem operasi yang barangkali akan memberikan banyak nuansa dan pembelajaran baru bagi mereka yang menginginkan kinerja perangkat yang lebih baik. Yakin deh, makin kesini Anda melangkah makin besar pula keinginan yang timbul untuk membuat perangkat yang lebih sempurna digunakan baik memenuhi kebutuhan akan kerja, bersosialisasi hingga hiburan.

Unlimited Data

Salah satu hal mutlak yang dibutuhkan untuk dapat mengoptimalkan perangkat Android adalah paket data internet Unlimited. Saat ini bisa dikatakan sangat banyak pilihan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini. Salah satu paket yang hingga kini masih betah saya gunakan adalah XL Unlimited 1 GB sebesar 99ribu sebulannya.

Padahal bisa dikatakan, dalam sebulan pemakaian minimal data sebesar 1,5 GB dijamin habis digunakan dalam batas pemakaian normal. Itu belum termasuk aktifitas download Video via YouTube, atau aplikasi via 4Shared dan Market loh.

Ketidakterbatasnya penggunaan data inilah yang makin membuat saya jatuh hati pada perangkat Android yang meski sudah melewati batas kuota yang dipersyaratkan namun jaringan minimal 3G tetap saya dapatkan hingga habis bulan.

Bukankah Android itu Mengasyikkan Kawan ?

Trik membuat User Akun AppleID tanpa Kartu Kredit

8

Category : tentang TeKnoLoGi

iPhone bisa jadi masih menjadi ponsel dewa bagi pegawai negeri sekelas kami, itu sebabnya keberadaan ponsel terlaris sepanjang masa ini masih tergolong jarang dimiliki oleh sebagian besar rekan kantor dilingkungan kami. Kalopun ketemu, maka akan lebih jarang lagi yang kemudian mampu memanfaatkan segudang kemampuan yang dimiliki serta dioptimalkan untuk mendukung pekerjaan yang mereka lakoni. Ada yang mencoba membuktikannya lewat Survey ?

Seperti halnya ponsel pintar lain seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian, untuk dapat mengoptimalkan perangkat dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau App Store masing-masing. Dan untuk bisa melakukannya mutlak dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi.

iPhone, yang jika diakses melalui layar ponsel, satu-satunya hal yang kemudian menjadi penghambat proses pembuatan akun AppleID baru adalah Kartu Kredit atau PayPal. Hal ini disebabkan karena belum semua pengguna iPhone saya yakin mengenal transaksi jual beli secara online dengan baik. Ini bisa dimaklumi lantaran rata-rata aplikasi dan juga permainan yang ada di ruang Application Store milik Apple memiliki status Berbayar.

Lantas bagaimana caranya apabila pengguna iPhone hanya ingin mencari dan mengunduh Utility, aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use ? alias Gratis ?

Bisa kok. Caranya masih sama, namun dengan memanfaatkan media NoteBook atau PC.

Yang dibutuhkan untuk bisa melakukan ‘Trik membuat akun AppleID tanpa Kartu Kredit atau PayPal’hanyalah aplikasi iTunes yang bisa didapatkan melalui alamat resmi Apple dan Koneksi Internet. File sebesar 77,4 MB ini harus diinstalasi terlebih dahulu pada perangkat NoteBook/PC lalu kemudian dijalankan secara online.

Akses kolom iTunes Store yang terdapat pada sidebar kiri halaman utama aplikasi lalu pilih Menu App Store. Ketika halaman telah menampilkan barisan aplikasi dan permainan yang tersedia di Menu App Store, pilih salah satu yang berstatus Free to Use.

Sebelum pengunduhan dilakukan, secara default aplikasi akan meminta Pengguna untuk memasukkan user akun AppleID yang telah dimiliki atau memberikan opsi tambahan pembuatan baru apabila pengguna belum memilikinya. Pilih saja opsi kedua untuk melanjutkan.

Silahkan masukkan data dan kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuat User Akun AppleID yang baru meliputi alamat email, password yang diinginkan, pertanyaan rahasia (jika pengguna melupakan passwordnya kelak) dan tanggal lahir, lalu lanjutkan prosesnya.

Nah, dipengisian kedua inilah pengguna dapat memilih untuk memanfaatkan pilihan ‘None’ pada bagian media pembayaran dan melanjutkan proses hingga selesai. Jika sudah, iTunes akan mengirimkan email ke alamat yang sebelumnya dimasukkan sebagai kelanjutan proses Verifikasi akun.

User Akun AppleID yang telah selesai diVerifikasi secara online, secara langsung dapat digunakan pada aplikasi iTunes baik melalui media Ponsel ataupun NoteBook/PC. Hanya saja pemanfataannya dibatasi untuk aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use.

Yang perlu diketahui disini bahwa untuk tata cara pengisian Password (saat pembuatan user akun AppleID), membutuhkan minimal delapan digit kombinasi angka dan huruf yang mengandung minimal  1 huruf kecil, 1 huruf kapital dan 1 angka. Misalkan saja ‘PanDeBaik2011’.

Trik kali ini saya temukan ketika beberapa rekan kantor yang secara kebetulan memiliki perangkat iPhone dan juga iPad mengalami kesulitan untuk mengunduh aplikasi dan juga permainan yang mereka inginkan dari App Store. Kendalanya selalu sama, mentok di media pembayaran kartu kredit atau PayPal yang tak mereka miliki.

Semoga saja Trik kali ini bisa berguna pula bagi kawan semua.

Sharing Aplikasi Android Yuk ?

16

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag terasa empat bulan sudah saya menggenggam Samsung Galaxy ACE S5830 dengan sistem operasi Android 2.2 Froyo, satu mimpi indah yang telah lama didamba untuk bisa melakukan banyak percobaan terkait penggunaannya. Selama itu pula sudah lumayan banyak aplikasi datang dan pergi saya coba suntikkan dan uji di perangkat yang satu ini. Sedikit mengingat bahwa empat lima tahun lalu, sempat pula melakukan hal yang sama terhadap beberapa perangkat pdaphone berlayar sentuh dengan basis Windows Mobile PocketPC seperti T-Mobile MDA II, Audiovox Thera, O2 XDA Atom dan juga Audiovox PPC 6700 cdma. Bedanya, percobaan kali ini hanya mengacu pada dua tempat pencarian aplikasi saja. Android Market dan 4Shared.

Bagi yang hobi utak-atik aplikasi ponsel, saya yakin Android merupakan surga bagi mereka. Demikian halnya saya, walaupun hanya sebatas pengguna, bukan pengembang. Bisa dikatakan hampir setiap minggu bahkan kurang, ada saja aplikasi baru yang saya coba unduh dan gunakan, namun terkadang jika memang merasa tak ada gunanya ya dihapus aja.

Sekedar berbagi informasi terkait aplikasi apa saja yang saya gunakan pada perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 ini, berikut daftarnya.

  1. Advanced Task Killer. Ini aplikasi wajib bagi pengguna Android. Fungsinya tentu saja untuk membunuh (baca:menghentikan) aplikasi yang sedang berjalan dengan sekali sentuh melalui halaman utama/homescreen. Kelebihannya dibandingkan menu Task Manager bawaan ponsel adalah, pengguna dapat memilih aplikasi apa saja yang dibunuh dan membiarkan yang lainnya.
  2. APN On/Off. Aplikasi ini menjadi wajib bagi mereka yang menggunakan perangkat Android tanpa berlangganan paket internet bulanan, yang sedianya mampu menyedot habis pulsa utama atau bahkan wajib pula bagi mereka yang mengedepankan daya tahan batere. Karena dengan memutuskan arus paket data jika tidak diperlukan (saat beristirahat maupun beraktifitas), secara otomatis memperpanjang daya tahan batere yang digunakan oleh perangkat.
  3. TweetDeck. Aplikasi multi akun jejaring sosial mencakup salah tiganya, FaceBook, Twitter dan FourSquare plus tambahan akun Twitter lainnya  jika memang diperlukan. Mampu melakukan Update status ke semua akun sekaligus, dan pengguna dapat berlangganan Timeline dari akun tertentu yang dianggap penting untuk diikuti.
  4. Whatsapp. Messenger lintas ponsel yang berbasis nomor telepon pengguna merupakan aplikasi serupa BlackBerry Messenger yang begitu didewakan oleh sebagian besar pemilik perangkat BlackBerry. Selain kecepatannya yang mantap ketimbang Messenger BlackBerry, kemampuannya pun bisa dikatakan setara untuk hal berbagi. Baik foto, video, lokasi dsb.
  5. Move2SD Enabler dan App2SD. Kedua aplikasi ini berkaitan erat dengan aktifitas Root yang saya lakukan tempo hari. Berkat keduanyalah, sisa memory internal ponsel bisa bengkak sampe 80-an MB.
  6. Root Explorer. Fungsinya tidak jauh beda dengan File Manager bawaan ponsel, namun Root Explorer mampu memperlihatkan file/folder yang berstatus hidden baik pada memory luar maupun internal.
  7. Ping dan SSH Droid. Kedua aplikasi ini merupakan andalan saya untuk melakukan pemeriksaan terhadap Server LPSE Badung secara Mobile. Atas kemampuannya ini pula, kami lantas mengajukan perangkat Android 7 inchi untuk dibekali pada Admin System guna mengatasi keterbatasan perangkat ponsel lain dan juga NoteBook yang hampir mustahil kami tenteng kemana-mana.
  8. Indonesian News. Merupakan salah satu dari empat Aplikasi Wajib yang saya sarankan beberapa waktu lalu. Fungsinya ya untuk mencari dan membaca berita Nasional terkini dari media terkemuka negeri ini seperti Detik, Vivanews, Kompas, Tempo dan banyak lagi.
  9. Elixir. Sebenarnya Aplikasi ini hanya saya gunakan untuk memeriksa kemampuan sebuah perangkat secara Hardware. Karena jujur saja, sampai hari ini saya belum menemukan cara secara default untuk memeriksa spec perangkat secara lebih mendetail.
  10. Circle Battery Widget. Kemampuannya hanyalah untuk menunjukkan prosentase besaran daya batere yang tersisa paa perangkat ponsel melalui layar utama.
  11. WordPress. Dengan menggunakan aplikasi ini, saya tak lagi kerepotan kalo hanya untuk membuat draft tulisan atau sekedar membalas komentar pengunjung yang mampir baik ke blog www.pandebaik.com maupun miliknya MiRah GayatriDewi, putri kecil kami.
  12. AutoCAD WS. Aplikasi editing grafis berbasis vektor ini sedikit membantu saya untuk melakukan perubahan maupun sekedar Review terhadap beberapa file AutoCAD secara mobile. Berkat basisnya yang tidak merupakan aplikasi standalone (berdiri sendiri), tidak banyak memory ataupun space yang dihabiskan untuk menggunakan dan menjalankan aplikasi ini.
  13. Facebook, FourSQuare, Google+ dan Waze. Keempatnya merupakan aplikasi jejaring sosial yang mampu melengkapi keterbatasan kemampuan TweetDeck dalam hal Upload Foto kedalam koleksi album, akses ke private Message dan juga aktifitas check-In dengan mengandalkan perangkat GPS.
  14. Yahoo Mail dan Messenger. Well, lantaran memiliki perangkat Android inilah, akun Yahoo yang dahulu sudah tidak pernah saya gunakan, dengan terpaksa ya diaktifkan lagi. Berawal dari percobaan hanya sekedar untuk meyakinkan apakah Android mampu melakukan aktifitas Push Email atau tidak, malah jadi keterusan gara-gara kecanduan Yahoo! Answer.
  15. Go Launcher, SPB Shell 3D atau GingerBread launcher. Tiga aplikasi ini mampu memberikan sentuhan perwajahan baru alias UI atau User Interface pada perangkat Android, untuk menyegarkan penampilan halaman utama dan Menu. Sayangnya, untuk dapat menggunakannya secara optimal, pengguna diwajibkan membeli aplikasi ini, yang artinya jika mau menggunakan yang versi bajakan maka 4Shared lah jawabannya.
  16. Mavericks, Compass dan Andrometer. Merupakan aplikasi yang mengandalkan perangkat GPS bawaan ponsel, untuk membantu pengguna menggunakan Peta secara offline, menentukan arah dengan cepat dan memeriksa ketinggian satu lokasi.
  17. Retro Kamera, FX, Vignette dan FatBooth. Empat aplikasi berbasis kamera ponsel yang mampu memberikan kemampuan ala fotografer profesional untuk mengabadikan satu momen secara cepat dalam tampilan yang tak biasa. Termasuk mengubah wajah asli seorang objek foto menjadi sedikit Ndut.
  18. Pic Say. Aplikasi Editing Foto yang sekiranya dapat memberikan sentuhan Brightness Contrass ataupun sekedar menambahkan text pada gambar.
  19. Hitung pasaran, WomanLog, BMI, Barcode Scanner dan Tagihan Listrik. Merupakan empat aplikasi hiburan ringan yang mampu memberikan tambahan julukan pada saya terkait kemampuannya masing-masing. Hitung pasaran merupakan aplikasi Primbon Jawa yang mampu memberikan gambaran weton berdasarkan tanggal lahir seseorang. WomanLog diperuntukkan bagi kaum wanita untuk memeriksa siklus masa subur berdasarkan tanggal Menstruasi. BMI atau Body Mass Index merupakan aplikasi untuk memeriksa berat tubuh yang ideal, dan tentu saja Tagihan Listrik untuk memeriksa jumlah tagihan penggunaan listrik perbulannya berdasarkan Barcode (dibantu dengan aplikasi Barcode Scanner) yang tertera pada meteran listrik.
  20. Talking Tom, Talking Panda, Talking Mimi dan Talking Babsy. Khusus aplikasi yang satu ini, sebetulnya disarankan oleh seorang kawan sekaligus senior saya di Arsitektur dulu. Fungsinya Cuma sebagai mainan anak-anak yang mampu melafalkan kembali kata-kata yang telah disebutkan sebelumnya, dalam berbagai nada tergantung pada Sumbernya. Talking Tom merupakan satu-satunya aplikasi favorit Mirah, putri saya dari sekedar ngobrol gag menentu hingga Cuma karena ingin memberikan susu pada si kucing.
  21. Live Wallpaper. Bagi yang mengikuti tulisan saya sejak awal, saya yakin sudah mengetahui apa dan bagaimana Live Wallpaper tersebut. Beberapa theme yang masih saya gunakan hingga hari ini adalah Nexus Revamped, Forest, Falling Sakura dan juga Beautiful Life yang mampu menyajikan matahari dan juga bulan sepanjang hari di layar utama.
  22. Optimize Toolbox. Jika semua aktifitas sudah dilakukan secara optimal, maka sudah saatnya untuk bersih-bersih perangkat untuk tetap membuatnya tetap gegas dalam beraktifitas.

Sebenarnya masih banyak aplikasi lainnya yang saya (pernah) gunakan hingga hari ini. Tapi, untuk kali ini, cukup segitu dulu deh…

5 Alasan untuk segera Berpindah pada Android

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Tahun 2011 bisa jadi merupakan tahun yang paling dinanti oleh para penggila ponsel SmartPhone, karena baru pada tahun inilah yang namanya ponsel pintar (ponsel yang mengadopsi sistem operasi) benar-benar bisa terjangkau oleh sebagian besar kantong masyarakat tanah air.

Dimulai dari perangkat Symbian yang berani menawarkan ponsel Nokia dengan kisaran harga 1,5 juta baik yang bermain pada desain qwerty maupun full layar sentuh. Sayangnya untuk bisa menurunkan harga hingga jangkauan tersebut, beberapa fitur terkini Nokia dengan terpaksa dipangkas.

Siapa sangka tak lama setelahnya, Android yang digawangi oleh beberapa brand yang sebelumnya sempat hampir tenggelam pamornya, ikut serta tampil dan langsung mencuat di kisaran harga terjangkau ini. Masih ingat dengan Promo LG Optimus Me tempo hari ? atau Samsung Galaxy Mini yang kurang lebih memiliki spec yang sama dan ditawarkan dengan harga yang sama pula ? siapa sih yang gag tertarik untuk ikut serta menjajal sebuah perangkat Android terkini, dengan rentang harga yang menawan ?

Jika alasannya masih pikir-pikir, well gag ada salahnya jika sekarang saya berikan 5 alasan tepat untuk dengan segera berpindah pada Android.

Pertama, sesuai bahasan diatas tentu saja variasi Harga. Android sejauh ini merupakan satu-satunya ponsel pintar yang ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Dari yang terjangkau, Best Buy ataupun kelas Premium. Tentu saja semua itu akan berbanding lurus dengan fitur dan kemampuan yang ditawarkan. Meski begitu, semurah-murahnya harga yang ditawarkan, dari segi fitur gag kalah bersaing kok. Lihat saja versi Android yang disertakan pada perangkat LG Optimus Me atau Samsung Galaxy Mini, 2.2 alias Froyo, standar Android masa kini (ssst.. Soal kelebihan Froyo, baca tulisan saya sebelumnya ya). Begitu juga dengan perangkat lokal CSL BlueBerry yang memberikan fitur sama dengan harga termurah, 1,15 Juta. Menarik bukan ?

Kedua, selain harga yang bervariasi, tentu saja ada beragam Brand yang bisa dipilih sebagai alternatif. Jika Symbian identik dengan Nokia, iOs dengan iPhone, begitu pula dengan BlackBerry, tidak demikian halnya dengan Android. Disini, apabila tidak ingin berkenalan dengan Samsung, silahkan melirik brand ternama lainnya seperti HTC atau Sony Ericsson. Atau bagi yang fanatis dengan Motorola, LG bahkan Philips pun ada. Bagaimana seandainya Budget sedikit cekak ? silahkan memilih perangkat lokal seperti CSL, IMO atau Nexian. Bagaimana ? belum tertarik juga ?

Ketiga, setelah harga dan brand, ada juga Desain perangkat yang bervariasi pula. Ngomong-ngomong soal variasi desain barangkali hanya ponsel yang menganut sistem operasi Symbian dan Windows Mobile saja yang sudah mampu menyamainya. Dari yang bentukan gembul lengkap dengan keypad qwerty, full layar sentuh, sliding keypad bahkan yang backflip pun ada. Belum lagi yang meang didesain untuk perangkat Outdoor, tahan debu, air dan guncangan. Hmmm… Bagaimana ? Bagaimana ?

Keempat, tentu saja giliran bicara kemampuan dan kelebihan fitur. Sudah membaca tulisan-tulisan saya terkait Android sejak bulan Maret lalu ? diajak bicara soal lifestyle jejaring sosial jelas mantap, diajak serius dengan pekerjaan kantoran juga oke, apalagi kalo diajak buat bersenang-senang dengan games-nya, waaahhh… bisa lupa waktu. Selain itu, fitur Tetheringnya yang mampu mengubah perangkat Android menjadi Portable Hotspot pun masih tergolong jarang ditemukan di perangkat lain. Kalopun ada, syaratnya musti pake bantuan kabel data, dan hanya bisa dibaca oleh satu perangkat yang disambungkannya, itupun musti install aplikasi sejenis terlebih dahulu. Ribet. Begitu juga bagi yang keranjingan Chatting, gag usah susah memaksa orang lain untuk membeli perangkat sejenis kalo Cuma untuk ngobrol gratis dan tukeran file lewat perangkat ponsel. Gunakan saja WhatsApp. Belum pernah dengar ? waduh…

Kelima atau yang terakhir, ini saya persembahkan bagi mereka yang gemar mencoba-coba aplikasi dan tentu saja Games. Android Market. Ada puluhan aplikasi dan juga Games yang ditawarkan di Android Market, dan yang terpenting… hampir semuanya, bisa diunduh, diinstalasi dan digunakan secara Gratis tis tis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Jika tidak suka, silahkan dihapus/uninstall dengan cepat. Jika memang tidak ada pilihan lain lagi, ya unduh kembali. Hehehe… varian dan fungsinya pun bermacam-macam, dari yang berkaitan dengan performa perangkat, produktifitas, perlindungan hingga yang bersifat hiburan seperti Thema atau Live Wallpaperpun ada. Syaratnya sederhana, punya alamat email dan koneksi data. Untuk yang terakhir, jika tergolong fakir koneksi, ya andalkan saja Hotspot gratisan di lokasi terdekat. Lumayan kan ?

Lima Alasan yang saya rasa sudah paling tepat untuk dengan segera berpindah pada Android. Bagaimana ? masih pikir-pikir juga ?

Saatnya Bersenang-senang dengan Android

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengupas habis satu persatu fitur dan kemampuan yang dimiliki oleh ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 bersama dengan sistem operasi Android 2.2 Froyo, rasanya belum lengkap kalo sampai mengabaikan unsur Fun-nya. Bersenang-senang dengan Android.

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa ketika seorang pengguna memutuskan untuk membeli sebuah ponsel bersistem operasi Android, bisa dikatakan ia pun sedang membeli ratusan bahkan ribuan aplikasi yang notabene dapat digunakan selama yang diinginkan. Maka berterimakasihlah pada Android Market, dan tentu saja para pengembangnya.

Bersenang-senang dengan Android rasanya tak akan jauh dari unsur Games. Baik itu yang diperuntukkan bagi anak-anak (Education) atau bahkan tingkat lanjutan hingga freak dan maniak games. Saya rasanya masuk dalam dua peruntukan terakhir. Hehehe…

Di dalam Android Market, pengguna dapat memilih berbagai jenis Games yang diinginkan yang terbagi-bagi dalam kategori Arcade, Puzzle, Action, Sport dan lainnya. Atau kalopun Cuma ingin tahu dan mencoba dari yang terpopulerpun gag masyalah.

Sedikit rekomendasi untuk memulai asyiknya bersenang-senang bersama Android, cobain deh Games Angry Bird. Games ini kabarnya menduduki peringkat pertama pengunduhan di Android Market loh. Ceritanya kurang lebih perseteruan antara burung-burung imut dengan segerombolan keluarga Babi yang mencuri telur-telur burung dari sarangnya. Misinya tentu saja menghancurkan barikade perlindungan yang dibangun para babi dengan cara melemparkan empat burung imut di setiap level dengan katapel yang ditancapkan di tanah.

Lain Angry Bird yang populer ya lain lagi dengan Games Education untuk anak-anak. Games yang memang murni untuk pendidikan usia dini ini memberikan pilihan untuk mengenal dan melafalkan huruf serta angka, menghubungkan titik-titik tertentu hingga membentuk satu benda, menempatkan bentuk tertentu pada tempatnya atau bahkan melukis dengan menggunakan pena dan spidol virtual.

Bagi yang addict terhadap permainan Puzzle dan lebih mementingkan asah pikiran, selain Sudoku bisa juga melirik Unblock Me Free. Permainan ini kurang lebih sama dengan misi Gone in 60 seconds seperti yang dahulu kerap saya mainkan di ponsel berbasis Windows Mobile, hanya saja dikenalkan dalam bentuk user interface sederhana yaitu Balok Kayu. Misinya ya membebaskan satu balok berwarna merah yang telah dihalangi oleh balok lainnya sehingga pengguna wajib memutar otak agar bisa melaksanakannya dengan baik.

Demikian halnya dengan yang memiliki hobi ber-TTS ria. Ada juga satu tipe permainan ‘mencari kata’ dalam sekotak penuh halaman berisikan tumpukan huruf secara acak. Jika mata tak jeli, bisa jadi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan semua kata ya tergolong lama.

Lantas bagaimana bagi mereka yang suka balap mobil ? ada kok. Bahkan cara mainnya sama persis dengan games Racing pada perangkat iPhone. Pengguna tinggal memiringkan ponselnya yang digenggam secara lansdcape dengan dua tangan, kekiri dan kanan untuk melakukan manuver pada tikungan. Untuk memacu mobil, pengguna tinggal memiringkan ponsel ke arah depan, sedang untuk melakukan pengereman ya tarik saja kebelakang. Menarik bukan ?

Namun mengingat borosnya daya batere ponsel Android secara umum, untuk aktifitas bersenang-senang ini sangat saya sarankan agar dilakukan pada waktu senggang atau daya batere ponsel dalam kondisi penuh. Jadi ketika daya batere menurun, kita tidak akan terlalu terburu-buru untuk melakukan Charge Daya.

Masih belum puas oprek Android-nya ? atau kira-kira, apalagi ya yang perlu dituliskan disini ?

 

4 Aplikasi WAJIB bagi Pengguna AnDRoiD

31

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah mengungkap satu persatu kemampuan ponsel maupun sistem operasi Android, kini saatnya untuk merekomendasikan 4 (empat) aplikasi wajib unduh dan digunakan bagi pengguna ponsel ataupun sistem operasi Android. TweetDeck, Indonesia News, APN On/Off dan Advanced Task Killer.

Bagi sebagian besar pengguna ponsel tidak terbatas pada jenis dan tipe ponsel yang digunakan, kemampuan untuk bisa ber-Social Networking merupakan satu hal yang wajib dipersyaratkan. FaceBook, Twitter ataupun FourSQuare merupakan tiga jejaring sosial yang begitu familiar terdengar bagi pengguna ponsel di tanah air. Untuk bisa melakukan ketiganya di ponsel Android, tidak perlu mengunduh dan menginstalasi ketiga aplikasi secara terpisah. Cukup gunakan TweetDeck.

TweetDeck merupakan satu aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan Update Status, memeriksa dan mengomentari status teman bahkan berbagi foto, link dsb sekaligus untuk tiga akun jejaring sosial diatas. FaceBook, Twitter dan FourSQuare. Dalam tampilannya, setiap halaman memuat aktifitas yang berbeda dan bisa diakses dengan menggeser jari kearah samping. Halaman Update Status, Halaman Komentar atau Tanggapan, Halaman Direct Message (untuk pengguna akun Twitter) dan halaman lain yang bisa diatur untuk melihat TimeLine Status perorangan/group, atau mengkhusus pada status FaceBook saja. Uniknya, setiap kali status tersebut ditanggapi atau dikomentari oleh teman, notification akan berbunyi layaknya pesan masuk. Jadi semua aktifitas tersebut bisa dilakukan secara Real Time.

Membaca Berita di Pagi hari sebelum berangkat kerja ataupun beraktifitas di kantor bisa jadi merupakan aktifitas wajib yang dilakukan bagi sebagian besar pekerja kantoran. Dengan Android, pengguna tidak lagi harus direpotkan untuk membeli koran, membolak balikkan halaman dan membuangnya jika sudah lewat hari. Silahkan unduh dan jelajahi semua berita di Media Cetak ternama dengan aplikasi Indonesia News.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Daingo Mobile Software ini menyajikan berita-berita terkini dari halaman Detikcom, Kompas Online, Tempo Interaktif, Republika, Suara Merdeka, Bola News, Viva News , Oke Zone, Liputan 6, Antara News, Media Indonesia dan Yahoo News. Setiap pemberitaan di masing-masing media terbagi dibagi dalam sejumlah kategori yang tentu bisa dipilih sesuai keinginan atau ketertarikan pengguna. HeadLines News, Bola, Entertaiment, Teknologi, Otomotif, Properti, lifeStyle, Bisnis, Selebritas, Opini dan masih banyak lagi. Jadi, gag susah lagi kan mencari berita diantara tumpukan koran ?

Menggunakan ponsel bersistem operasi Android, secara tidak langsung menuntut penggunanya untuk berlangganan paket internet secara Unlimited untuk dapat memaksimalkan fungsi dan juga kinerja ponsel. Namun bagaimana dengan mereka yang hanya memiliki Budget terbatas untuk kebutuhan koneksi Data ? Gunakan saja aplikasi APN On/Off.

APN On/Off ini berfungsi untuk menonaktifkan pula mengaktifkan kembali koneksi Internet yang digunakan dengan mengulik sesi Access Point Names yang merupakan syarat utama Pengaturan Koneksi Data. Uniknya, agar proses pengaktif/nonaktifnya APN tidak menyusahkan Pengguna, pengembang Pedro Maicas memberikan shortcut berupa Widget yang dapat ditempatkan pada layar utama/HomeScreen, sehingga Pengguna tinggal menekannya sekali untuk dapat melakukan aktifitas diatas dengan mudah. Jika tombol shortcut APN berwarna Merah, itu artinya koneksi data telah terputus dan aktifitas internet tidak akan bisa dilakukan dengan cara apapun. Sebaliknya jika berwarna Hijau, artinya koneksi data berjalan normal kembali. Selain untuk menghemat pengeluaran pulsa bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana untuk berlangganan paket data Internet Unlimited, aplikasi APN On/Off bisa juga digunakan untuk menghemat daya batere ponsel agar tidak terkuras oleh koneksi data yang aktif terus menerus.

Ngomong-ngomong soal Daya batere ponsel, kekuatan StandBy sebuah ponsel bersistem Operasi Android tak jauh beda dengan ponsel BlackBerry. Jika aktifitas Online aktif secara terus menerus, daya batere ponsel hanya akan bertahan satu hari saja. Makin pendek ketika ponsel digunakan untuk melakukan aktifitas Browsing atau Video Streaming lewat YouTube. Namun menurunnya kekuatan daya sebuah ponsel bisa juga disebabkan oleh pemakaian Memory yang tetap tergunakan akibat aplikasi yang belum tertutup dengan sempurna. Secara Default, Android telah menyediakan fitur Task Manager yang berfungsi untuk menutup aplikasi satu persatu maupun secara keseluruhan dengan tiga langkah mudah. Namun, jika itu masih terasa menyulitkan, gunakan saja Advanced Task Killer.

Advanced Task Killer merupakan satu aplikasi Varian dari Task Manager yang memiliki fungsi sama, namun memiliki Pengaturan yang mampu memberikan pilihan pada penggunanya, untuk menghentikan aplikasi yang masih berjalan walaupun ponsel tidak digunakan. Seperti halnya aplikasi APN On/Off, Advanced Task Killer ini memberikan pula satu shortcut atau Widget yang memungkinkan pengguna Android melakukan aktifitas penghentian ini hanya dalam satu kali sentuh/tekan. Tentu saja sebelumnya Pengguna wajib memilih aplikasi apa saja yang harus dihentikan dan aplikasi mana yang dibiarkan tetap berjalan.

Untuk kasus ini, saya menyaring aplikasi Gmail (akun email Google), Ymail (akun email Yahoo), Yahoo Messenger (Chat untuk pemilik akun Yahoo Mail) dan GTalk (Chat untuk pemilik akun Google Mail), agar tetap diaktifkan dan berjalan, saat aktifitas penghentian aplikasi dilakukan. Jadi, fungsi ponsel tak ubahnya sebuah ponsel BlackBerry dimana kita tetap dapat melakukan aktifitas Chatting dengan teman, juga merasakan fitur Push Email secara Real Time, tanpa mengurangi Daya batere ponsel secara drastis.

Empat Aplikasi diatas, bagi saya pribadi bisa dikatakan Wajib untuk diunduh dan dimiliki oleh setiap Pengguna ponsel ataupun sistem operasi Android. Bagaimana dengan Kamu ?

 

Mengenal Android Market

34

Category : tentang TeKnoLoGi

Android Market merupakan sebuah toko aplikasi/games online yang dikembangkan oleh Google untuk perangkat teknologi bersistem operasi Android.  Perangkat Teknologi disini bisa berupa ponsel, tablet pc ataupun music player. Sejauh perangkat tersebut dapat terhubung ke dunia maya, maka hampir dapat dipastikan, bisa terhubung dengan Android Market .

Android Market menyediakan aplikasi-games yang dikembangkan oleh pihak ketiga, yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar. Dari pengalaman pertama saya menguji ponsel Samsung Galaxy ACE S5830, baru satu aplikasi saja yang saya temukan merupakan aplikasi Trial sehingga untuk bisa menggunakannya dengan baik, mutlak harus membeli aplikasi tersebut.

Sistem Operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan pihak ketiga terlibat dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat Android. Berdasarkan informasi yang tercatat pada Wikipedia, Pertama kali Android Market dibuka pada tanggal 22 Oktober 2008. Pertumbuhan jumlah aplikasi yang terdapat dalam Android Market bisa dikatakan sangat cepat. Untuk saat ini saja diperkirakan telah ada lebih dari 140.000 aplikasi padahal pada November 2009, jumlah aplikasi di Android Market hanya sekitar 2.300 aplikasi.

Dari puluhan ribu aplikasi tersebut, lebih dari setengahnya tidak berbayar. Meski banyak aplikasi yang di-gratis-kan, tidak berarti Android Market tidak mendatangkan keuntungan loh bagi para pengembang aplikasi tersebut. Keuntungan datang dari pengiklan yang dapat menyisipkan iklannya dalam aplikasi. Bila pengguna aplikasi mengklik iklan tersebut, pengembang bisa mendapat keuntungan sekitar 0,01 – 0,05 USD. Hal ini mirip dengan perilaku para Blogger yang memasang Adsense di halaman BloG-nya. Untuk aplikasi berbayar, Google menerapkan kebijakan pembagian keuntungan sebesar 70% untuk pengembang dan 30% untuk Google Market.

Android Market kabarnya hanya dapat diakses dari perangkat Android versi 2.1 ke atas. Namun ada juga beberapa vendor ternama yang masih betah menggunakan versi dibawahnya menyematkan  Android Market pada perangkatnya meski tidak semua dapat digunakan atau diinstalasi. Terkait mampu tidaknya digunakan/diinstalasi, saya memiliki pengalaman unik saat menemukan aplikasi Flash Player 10.2 yang ternyata tidak dapat disuntikkan kedalam perangkat Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki. Usut punya usut, ternyata perangkat yang notabene sudah berbasis Android 2.2 Froyo ini tidak mendukung aplikasi tersebut. Ealah…

Format aplikasi yang digunakan oleh ponsel Android adalah Android Package Files (APK). Aplikasi yang diunduh dari Android Market tidak secara otomatis terinstal manakala telah selesai diunduh. Diperlukan layanan file manager untuk menginstal aplikasi-aplikasi tersebut. Pada Android versi 2.1 kebawah, aplikasi akan terinstal di memori internal perangkat. Namun, pada Android versi 2.2, aplikasi dapat diinstal di memori eksternal, sehingga memori internal perangkat dapat lebih leluasa.

Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan cara agar pengguna memiliki kuasa penuh untuk mengatur dimana aplikasi itu diletakkan seperti halnya sistem operasi Symbian dan Windows Mobile. Lagi-lagi Android-lah yang kemudian mengatur, bahwa Aplikasi yang berkaitan dengan perangkat akan diinstalasi di memori internal sedangkan Games dan Aplikasi lainnya secara otomatis ditanamkan pada memori eksternal.

Langkah Instalasi aplikasi Android ini tergolong sederhana dan mudah.  Pertama, pengguna dapat Mencari aplikasi yang diinginkan berdasarkan klasifikasi, atau mengetikkan penggalan nama atau kata kunci pada fasilitas search yang disediakan. Kedua. apabila pengguna mengklik/memilih sebuah aplikasi, akan muncul deskripsi tentang aplikasi/games tersebut, rating yang diberikan oleh para penggunanya sekaligus dan review atau komentar. Lalu, bila pengguna mengklik/menekan tombol install, maka aplikasi akan segera diunduh dan proses unduhan akan berlangsung sebagai background process, sehingga pengguna dapat kembali berselancar di Android Market. Aplikasi yang telah diunduh dari Android Market akan tampil dalam menu downloads. Jikapun Pengguna merasa aplikasi ini tidak berguna, aplikasi yang telah diunduh tadi dapat dihapus dari Menu Task Manager.

Beberapa aplikasi yang hingga saat ini masih saya gunakan diantaranya AntiVirus, Ping, PaderSync (Trial), Opera Mini, Real Calculator, Compass, FxCamera, Barcode Scanner, Yahoo Messenger, Androidify, WordPress, Go Launcher Ex, Compass-Koi-Fish-Ballon Live Wallpaper, hingga jejaring sosial Waze, TweetDeck, FaceBook dan FourSquare. Sedangkan untuk Games ada Angry Birds, Brain Genius, Math Workout, Jewel, Unblock Me Free, Tangram, Word Search dan Sudoku.

Ohya, Android Market kini bisa juga diakses melalui PC/laptop loh. Yang dibutuhkan hanyalah alamat Email yang sama-sama digunakan pada perangkat Android. Jika berhasil, maka akan terlihat aplikasi/games yang digunakan pada perangkat Android pada menu akun Profile. Tak hanya itu, hingga nama perangkat yang digunakan pun terlihat dengan jelas. Itu sebabnya ketika saya iseng mencoba melakukan instalasi aplikasi Flash Player 10.2, apa yang terjadi sudah bisa ditebak kan ?

Trik Personalisasi Themes pada Android

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Bosan dengan tampilan HomeScreen dan Menu Android yang itu-itu saja ? Silahkan personalisasi dengan tampilan Live Wallpaper. Gambar yang bergerak dan rata-rata bernuansa Dinamis ini minimal mampu memberikan sedikit warna untuk mengatasi kebosanan akan User Interface Android. Tapi kalo sampe bosan juga dengan yang namanya Live Wallpaper, apa ada solusi lain lagi ?

Silahkan coba aplikasi Go Launcher Ex yang dapat diunduh secara Free alias Gratis melalui Android Market. Ukuran installernya hanya sebesar 2,25 MB untuk versi terbaru 2.16. Sejauh ini Go Launcher merupakan salah satu aplikasi yang paling direkomendasikan oleh pengguna Android lantaran dapat memberikan sentuhan User Interface alias Theme yang berbeda dengan tampilan Default.

Dibandingkan tampilan HomeScreen milik Samsung Galaxy ACE S5830, dengan bantuan aplikasi Go Launcher Ex ini, selain menambah satu icon Browser Internet di posisi bawah layar, tampilan icon yang senada dengan wallpaper pun menjadi lebih unik dan menarik. Demikian halnya dengan tampilan Menu yang serupa dengan HomeScreen. Hanya saja apabila dibandingkan dengan tampilan Menu secara Default, terdapat tiga pilihan tambahan dibagian atas layar terdiri dari All (program yang terdapat pada handset), Recent (yang kerap atau terakhir digunakan) dan Running (yang sedang berjalan). Khusus pada pilihan Running ini, bisa juga difungsikan sebagai Task Manager alias menutup aplikasi yang sedang berjalan.

Bagusnya, Go Launcher Ex ini memberikan kesempatan pada pengembang lainnya yang ingin membuat paket Theme dengan menggunakan Go Launcher sebagai basis datanya. Itu artinya ada beberapa pilihan Theme lagi yang dapat dipilih selain Theme bawaan aplikasi.

Sebagai contoh ilustrasi, saya coba menggunakan Cartoon Theme yang memberikan nuansa anak muda yang begitu segar atau Sketch yang mengingatkan saya pada pendidikan Arsitektur dahulu atau Blux Theme hasil karya ZT Art yang elegant. Yang terpenting lagi adalah semua Theme ini bisa diunduh secara Free alias Gratis melalui Android Market.

Apabila ingin kembali pada tampilan Android secara Default, tutup saja aplikasinya melalu Menu Task Manager bawaan Android. Mudah bukan ?