Indahnya Berbagi, Baksos Yowana Paramartha Warga Pande

Category : tentang DiRi SenDiri

Ada rasa bangga yang terbersit di pikiran saya sejak pagi tadi melihat kami semua, 70-an generasi muda yang tergabung dalam pesemetonan Yowana Paramartha Warga Pande dan berasal dari berbagai Kabupaten, berkumpul kembali di Pura Penataran Pande Tamblingan, Rabu 31 Agustus 2011. Bukan, kegiatan kami kali ini bukan untuk Ngayah Bersama seperti yang dahulu pernah kami lakukan, namun untuk Berbagi pada Sesama.

Dalam waktu yang cukup singkat, sekitar dua minggu tepatnya, kami berhasil mewujudkan apa yang saat itu sempat terlintas dibenak. Keinginan untuk Berbagi yang begitu besar.

Mendaulat Semeton Yowana Paramartha Kabupaten Tabanan sebenarnya bukan tanpa rencana. Saya pribadi saat melontarkan ide untuk berbagi ini, sedari apa, bagaimana dan siapa yang akan memimpin berpendapat bahwa kekompakan yang selama ini ditunjukkan oleh Semeton dari daerah lumbung padi, sangat bagus dan makin erat sejak pembentukannya Juni 2011 lalu. Jika ini berhasil, barangkali bisa menjadi pelecut semangat bagi Semeton Yowana kabupaten/kota lainnya untuk bisa memimpin satu persatu kegiatan yang kelak harus mampu kami wujudkan.

Meski sedikit melenceng dari rencana semula yang sebenarnya kami sasar untuk panti Anak Asuhan, Bakti Sosial pertama ini pada akhirnya menyasar 54 KK (bertambah 11 KK dari yang direncanakan sebelumnya) yang tinggal di pinggiran danau Tamblingan, Kabupaten Buleleng sesuai dengan hasil rapat kecil yang dilakukan hari Minggu, 21 Agustus lalu di Desa Abianbase Gianyar.

Ada tiga alasan mengapa kami kemudian mengalihkan rencana dari panti Anak Asuhan ke 43 KK di pinggir Danau Tamblingan. Pertama, karena dari lima Panti Anak Asuhan yang ada di wilayah Kabupaten Tabanan, berdasarkan survey lapangan yang dilakukan menyatakan bahwa masing-masing sudah memiliki orang tua asuh yang siap memberikan sumbangan secara berkala. Kedua, karena ke-54 KK yang dahulu tinggal di pinggiran Danau Tamblingan ini, memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggal asalnya yang telah terendam akibat naiknya air danau Tamblingan sejak awal tahun 2011 dan kini masih berstatus menumpang, dan Ketiga, karena keberadaan Pura Penataran Pande Tamblingan yang selama ini telah banyak membantu dan membimbing kami sejak awal ide pembentukan Yowana, maka Sudah sewajarnya kami mengucapkan Terima Kasih kepada lingkungan sekitar Pura yang selama ini telah ikut menjaganya.

…dan atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan juga Ida Ratu Ngurah Pande, Kegiatan Baksos ini pada akhirnya mampu kami wujudkan dengan baik.

Tidak kurang kami mendapatkan sumbangan dalam bentuk uang tunai sejumlah Rp. 5.020.000,00 (lima juta dua puluh ribu rupiah) yang berasal dari Maha Semaya Warga Pande tingkat Kabupaten/Kota dan juga secara pribadi semeton Warga Pande, baik yang tinggal di Bali maupun luar Bali. Selain itu sesuai dengan apa yang kami informasikan beberapa waktu lalu, ada juga yang menyumbangkannya dalam bentuk Sembako Beras, Mie Instant dan Minyak Goreng. Semua sumbangan tersebut kemudian kami bagi sesuai dengan yang kami rencanakan sebelumnya.

Ternyata dari apa yang telah kami terima, bagikan dan sumbangkan kepada ke-54 KK tersebut, menambah antusiasme salah satu semeton Generasi Muda untuk menyumbangkan sejumlah buku dan alat tulis kepada anak-anak yang tinggal disana. Maka bisa ditebak, jejeran anak usia sekolahpun tampak bersemangat  menerima hadiah kecil mereka. Terima Kasih ya untuk Dek Dian Febriana.

Disamping itu, ada juga beberapa Semeton yang kemudian menambahkan sumbangan dalam bentuk tunai di lokasi kegiatan. Sehingga dari sejumlah dana yang kami terima dikurangi sembako, sedikit konsumsi dan banten, dana yang tersisa ada sejumlah Rp. 1.285.000,00 (satu juta dua ratus delapan puluh lima ribu rupiah).  Sesuai dengan hasil rapat akhir kami dengan meminjam tempat semeton Yunix Natalia di kawasan Pacung, adapun sisa dana tersebut kami gabungkan kembali dengan dana kas yang kami miliki sebelumnya.

Kelak, untuk beberapa kegiatan kedepan yang tadi sudah sempat terlontar ide-idenya, sisa dana tersebutlah yang akan kami sisihkan sedikit untuk digunakan sebagai dana awal. Semoga Kebaikan akan datang pada kita semua.

Pada akhirnya, kami selaku Yowana Paramartha Warga Pande secara keseluruhan, mengucapkan Terima Kasih untuk semua Semeton Warga Pande yang telah berkenan hadir membantu dan yang telah berpartisipasi membagi sedikit Rejekinya untuk hari ini, khususnya antusiasme Semeton Yowana Kabupaten Tabanan yang telah mampu menunjukkan integritas dan semangatnya kepada kami hari ini.

Salut untuk Semeton Semua…

Ayo ikut Bakti Sosial Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande

Category : tentang InSPiRasi

Om Suastyastu,

Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kami Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande, bermaksud akan mengadakan KEGIATAN BAKTI SOSIAL,  Untuk mengisi hari libur selama Hari Raya Idul Fitri nanti dengan satu kegiatan yang positif. Adapun lokasi Kegiatan yang akan kami laksanakan, menyasar Kampung kecil di pinggir DANAU TAMBLINGAN (jalan masuk menuju Pura Penataran Pande Tamblingan), tepatnya diperuntukkan bagi 43 KK (terdata) yang tempat tinggalnya (hingga kini) masih terendam akibat meluapnya Air Danau Tamblingan beberapa bulan terakhir.

Yang mendapat kehormatan sebagai Panitia Inti dari kegiatan BAKSOS kali ini adalah Semeton Yowana Paramartha Kabupaten Tabanan yang dibentuk Juni 2011 lalu, dengan Ketua Panitia saudara DWIPA PENDIT.

Terpantau Panitia bersama Taruna Siaga Bencana dari Dinas Sosial sudah melakukan SURVEY lapangan turun langsung ke Kampung kecil di pinggir DANAU TAMBLINGAN ( Jalan menuju Pura Penataran Pande  Tamblingan) dan bertemu dengan Kelihan Dinas setempat Bapak Nyoman Surika. Beliau mengatakan bahwa 43 KK yang telah terdata sebagai keluarga yang tertimpa bencana meluapnya air danau tersebut terbagi atas dua kelompok, Bendega dan Nelayan. Adapun status tempat tinggal yang mereka tempati hinggi kini adalah masih menumpang.

Sesuai dengan hasil pertemuan semeton Pande di KOPDAR Gianyar pada hari Minggu tanggal 21 Agustus 2011 kemarin, bertempat di Rumah Semeton Pande Putra Pratama Kaskus – Abianbase, Gianyar, telah di sepakati beberapa hal mengenai Rencana Kegiatan BAKSOS, antara lain :

Kegiatan sedianya akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 31 Agustus 2011, libur kedua Hari Raya Idul Fitri.

Kami akan memberikan bantuan atau sumbangan berupa paket SEMBAKO yang isinya kurang lebih berupa BERAS, GULA, MINYAK GORENG dan MIE INSTANT dan jika memang masih ada dana yang tersisa, akan kami berikan juga uang tunai sebesar (minimal) Rp. 50,000 per KK.

Untuk Posko BAKSOS seperti yang telah kami informasikan melalui akun Twitter @wargapande, untuk daerah Denpasar dan sekitarnya akan kami tempatkan di MYMART, lokasi Jalan Mahendradatta Selatan (dekat SPBU pertigaan Jalan Gunung Soputan) dan untuk daerah Tabanan dan sekitarnya, kami tempatkan di RUMAH semeton GEKTU CIPLUK (silahkan mention yang bersangkutan di akun Twitter @gektuciplukz, Jalan Diponegoro No. 56 – Tabanan ( UD Sabdajati ).

Untuk mensukseskan BAKSOS ini, kami sangat mengharapkan sumbangsih para semeton untuk ikut berpatisipasi dalam kegiatan, baik itu sumbangan dalam bentuk SEMBAKO seperti BERAS, GULA MINYAK GORENG dan MIE INSTAN atau dalam bentuk UANG TUNAI.

Sumbangan dapat langsung diantarkan ke kedua Posko yang telah kami sediakan diatas atau bagi Semeton yang tidak bisa datang ke Posko karena berada diluar wilayah Denpasar dan Tabanan atau bahkan Luar daerah, bisa melakukan transfer sumbangan uang melalui rekening dibawah ini :

NO. REK : 1536-01-000065-50-1

Atas Nama : I PANDE PUTU YADNYA

Bank : BRI ( Bank Rakyat Indonesia )

Besar harapan kami selaku Panitia atas Dukungan dan Partisipasi Semua Semeton Warga Pande untuk ikut mensukseskan Kegiatan Baksos ini. Apabila ada pertanyaan ataupun masukan lain, silahkan meninggalkan pesan dalam Halaman Event di jejaring Sosial Facebook atau menghubungi Contact Person, Yande Putrawan (081237533999), Putu Yadnya aka Pande Bali (0817556999), Pande N.ArtaWibawa aka Pande Baik (087860061698), Dego Pande Suryantara (0361 8604062) atau Putu Adi Susanta (0361 8585908).

Matur Suksme,

OM Canti Canti Canti OM.

Susunan Pengurus Yowana Paramartha Warga Pande Kota Denpasar 2011 – 2016

Category : tentang DiRi SenDiri

Om Swastyastu. Sekali lagi www.pandebaik.com mengucapkan Selamat dan Sukses untuk para Yowana atau Generasi Muda Pande yang telah dilantik sebagai Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar periode 2011 – 2016 pada Loka Sabha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar, hari sabtu 25 Juni 2011 lalu.

Berikut disampaikan Susunan Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar periode 2011 – 2016 seperti yang disampaikan oleh Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar periode 2006 – 2010, I Wayan Pudja, SH., MSi melalui Surat Keputusan nomor 02/MSWPK/VI/2011 tanggal 25 Juni 2011.

Penasehat : Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar

Ketua : I Wayan Putrawan, SH

Wakil Ketua : Pande Agus Hardy Sarjana

Sekretaris : Pande Nyoman ArtaWibawa, ST., MT

Bendahara : Made Yulitasari

Wakil Bendahara : Kadek Alit Rusmini

 

Seksi Kewidanaan (Organisasi)

Ketua : Gede Purnamadi

Sekretaris : Ni Kadek Suryadewi

Anggota :

1. I Ketut Sukanta

2. Ni Luh Putu Apriandari

3. I Putu Pande Alit Pandika

 

Seksi Diklat & Pengembangan Sumber Daya Manusia

Ketua : Gede Putra Mahendra

Sekretaris : Pande Made Desy Dwisukmasurya

Anggota :

1. I Wayan Gita Tulistyaputra

2. Dian Febriana

3. Pande Agus Darmasastra

4. Made Maha Kharisma, PDT

 

Seksi Sosial Budaya

Ketua : Pande Karsana

Sekretaris : Kadek Putri Wahyu Setiti

Anggota :

1. Pande Made Dwi Ariadi

2. Pande Putu Wisnu Murti

3. Pande Made Surya Candra

 

Seksi Sosial Ekonomi

Ketua : I Kadek Suwerta, SE

Sekretaris : I Nyoman Lodra, SE

Anggota :

1. I Ketut Mustika Adi

2. I Made Arcaya

3. I Kadek Artana

 

Seksi Hubungan Masyarakat

Ketua : I Made Oka Budiarsa

Sekretaris : Luh Putu Siska Puspayani

Anggota :

1. Pande Gede Mahendra Sila

2. Pande Komang Agus Dharmaputra

3. Pande Putu Gede Putra Partama

4. Pande Putu Junanta

 

MAHA SEMAYA WARGA PANDE

KOTA DENPASAR

KETUA :

 

(I WAYAN PUDJA, SH., MSI)

 

Selamat dan Sukses Loka Sabha III Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar

8

Category : tentang KeseHaRian

Setelah molor setahun lebih, pada akhirnya Loka Sabha III Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar dilaksanakan jua. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Juni 2011 ini mengambil tempat di Banjar Pande Desa Renon, Denpasar Selatan,  dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mewakili Bapak Walikota bersama Ketua PHDI Provinsi Bali.

Kegiatan yang sedianya dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini, digunakan pula untuk melakukan pergantian Pengurus Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar Periode 2005-2010 yang dipimpin oleh I Wayan Pudja, SH., MSi. Dalam sambutannya menyampaikan pula harapan pada Walikota Denpasar yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, terkait ketersediaan tanah lapang yang sedianya dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan adat secara massal.

Apresiasi yang luar biasa disampaikan oleh Ketua PHDI Bali kepada Pengurus Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar terkait Usulan yang disampaikan diatas, dan sekaligus berharap agar warga Pande tidak merasa rendah diri atau malah merendahkan keberadaan orang lain dalam kewajibannya berorganisasi dan menyama braya. Tak lupa Beliau berharap pula kelak ada satu dua kader dari Semeton Warga Pande dapat ikut serta aktif dalam organisasi PHDI Bali atau bahkan untuk menduduki posisi sebagai Ketua PHDI Bali.

Selama lima tahun mengemban tugas sebagai Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar, I Wayan Pudja, SH., Msi menyatakan rasa bangganya karena mampu melaksanakan beberapa kegiatan seperti Kursus Pinandita yang dilakukan pada tahun 2006 lalu, Ngaben Masal yang di Desa Serangan serta Nyekah yang mengambil lokasi di Banjar Pande Desa Renon, Denpasar Selatan.

Dalam kesempatan yang baik ini pula dilakukan Pembentukan serta Pelantikan Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar yang secara sah dipimpin oleh I Wayan Putrawan, SH. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan regenerasi Warga Pande dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Warga Pande dan diharapkan agar para Yowana atau generasi muda Pande tidak melupakan pesemetonannya satu sama lain.

Sebagai bukti keseriusan para Yowana atau Generasi Muda pande akan pesemetonan tersebut, diperkenalkan pula alamat website dunia maya milik Warga Pande (www.wargapande.org) yang hingga kini keberadaannya masih dikelola oleh para Yowana disamping sebuah group komunitas Warga Pande Bali pada akun jejaring sosial Facebook.

Sekali lagi Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Loka Sabha III Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar sekaligus untuk Pelatikan Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar.

(Laporan secara langsung dari lokasi Kegiatan)

Catatan Perjalanan 19 Januari menuju Pura Penataran PanDe Tamblingan

1

Category : tentang PLeSiran

Bau tanah yang disirami air hujan tercium dengan khasnya, rabu pagi 19 Januari 2011, hari yang telah kami nanti sejak lama. Entah mengapa setiap kali kami merencanakan untuk tangkil bersama keluarga, MiRah putri kami selalu saja dalam kondisi sakit. Demikian pula hari ini. Maka bisa ditebak, ada rasa khawatir yang hinggap di pikiran akan kesehatannya jika kami ajak ikut serta ke Pura Penataran Pande Tamblingan.

Tekad kami sudah bulat, kami harus berangkat apapun yang terjadi. Sarana upacara sudah siap demikian pula dengan kendaraan jadul yang kami miliki, setidaknya dipersiapkan pula lebih awal. Mengingat rasa khawatir kami yang kedua akhirnya terwujud jua. Hujan yang berpotensi meluluhlantakkan satu-satunya jalur kendaraan menuju pura.

Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang umat-Nya. Beliau tahu harapan kami begitu besar untuk bisa hadir bersama keluarga. Terhitung perjalanan pasca daerah Luwus, hujan tak tampak lagi. Langit cerah ceria dipenuhi matahari yang tampak masih malu-malu diselimuti awan. Begitu pula dengan MiRah putri kami, batuknya tak tampak di sepanjang perjalanan. Bisa jadi lantaran ia begitu menikmati liburannya kali ini.

Kendaraan mulai menyusuri jalan masuk ditengah hutan. Sebuah Avanza awalnya tampak begitu jauh didepan kami, perlahan tapi pasti bisa didekati. Air danau yang meninggi, membuat jalur kendaraan alternatif di pinggiran tak dapat dilalui lagi. Akibat lainnya, jalan jadi penuh lumpur dan kendaraan kami ? bukan kendaraan yang disarankan oleh para Offroader untuk bisa melewati jalur tersebut.

Masalah muncul ketika beberapa kendaraan tampak berhenti didepan kami dari  arah yang berlawanan. Jalan yang sempit rasanya tidak mampu untuk memberi ruang dua kendaraan lalu lalang. Ban mobil yang terselippun kemudian menjadi pemandangan kami, kerjasama antara semeton PanDe benar-benar diuji kali ini.

Perjalanan selama tiga setengah jam, molor satu setengah dari perkiraan. Kami sampai di pelataran parkir Pura Penataran Pande Tamblingan dengan selamat. Rasa syukur menyelimuti hati yang digeluti hawa dinginnya Danau Tamblingan. Air benar-benar begitu tinggi, hingga setiap orang yang hadir hanya bisa mengakses Pura dari jalan kecil di samping kanan area.

Tampak bli Ande Tamanbali, sesepuh di Yowana Paramartha menyapa kami bersama ‘anak-anaknya’. Dari status akun FaceBook yang mereka update pagi tadi, jelas sekali kini sudah bersiap untuk pulang. Demikian halnya dengan rombongan Putu Yadnya (Pande Bali), yang sekendaraan dengan Gus Hardy, Gektu Cipluk dan pak guru Dego. Dancuk kami Yande Putrawan beserta istrinDa bu dokter Astrie, baru tiba ketika kami usai melakukan persembahyangan di areal utama Pura. Sesuai rencana, Yowana Paramartha sedang mencoba tampil di hadapan para Penglingsir.

MiRah tampak ceria hari ini. Tak tampak ia sakit sedikitpun, hingga mengundang pertanyaan dari para teman di jejaring social FaceBook. Wajah cerahpun ditunjukkan oleh ibu dan neneknya. Ini adalah pengalaman pertama mereka bisa hadir di Pura Penataran Pande Tamblingan ini. Bersua saudara, bersua  orang-orang baru.

Cuaca yang tampak bersahabat sepanjang hari membuat senda gurau dan cengkrama kami begitu hangat dan mengalahkan rasa dingin yang mencoba menggoda kami. Hujan rintik sesekali turun namun tak sampai membasahi. Rasa lapar yang timbul, masih bisa ditahan walau hanya dengan segelas kopi. Baru terobati ketika pulang menjelang.

Sengaja kami memutuskan untuk kembali saat semua orang sudah beranjak pulang. Minimal disepanjang perjalanan ada teman yang kelak bisa kami mohonkan pertolongannya, apabila terjadi situasi krodit seperti siang tadi. Beberapa kendaraan offroader tampak siaga di titik tertentu lengkap dengan fasilitas dereknya. Kami bersyukur bisa melewati rintangan dengan baik. Kijang Grand Extra tahun 88 tanpa modifikasi ini kembali membuktikan ketangguhannya.

Saat perjalanan pulang, dalam benak baru saya sadari bahwa apa yang menjadi tujuan semula, terlupakan begitu saja. Hasil Paruman Sri Empu beserta Pengurus Maha Semaya Warga Pande tak sedikitpun bisa saya ceritakan disini. Tumben, saya seperti tak peduli dengan jalannya parum, entah karena suasana bercengkrama yang begitu hangat, rasa bahagia bisa hadir bersama keluarga, atau karena keceriaan MiRah putri kami mendominasi suasana hati sepanjang hari. Semoga semeton lain bisa mengabarkannya.

tentang Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande (Propinsi Bali)

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande merupakan sebuah wadah organisasi remaja (semeton Pande) yang berada dibawah organisasi Maha Semaya Warga Pande. Sekedar informasi bahwa Maha Semaya Warga Pande adalah sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 1975 bertujuan mempersatukan dan mengantarkan warganya mencapai jagaddhita dan moksa, sejahtera jasmani dan rohani. Pembentukan lembaga Maha Semaya Warga Pande merupakan janji besar Warga Pande untuk mempersatukan diri sesuai kejaten Pande dan memperjuangkan kesetaraan secara intern dan ekstern.

Pembentukan organisasi Yowana Paramartha Warga Pande diatur dalam Pasal 10 Anggaran Dasar Semaya Warga Pande Propinsi Bali tanggal 1 Juni 2007.

Organisasi Yowana Paramartha Warga Pande tersusun :

  1. Yowana Paramartha Warga Pande Propinsi Bali atau Pusat
  2. Yowana Paramartha Warga Pande Propinsi Luar Bali
  3. Yowana Paramartha Warga Pande Kabupaten/Kota se-Bali
  4. Yowana Paramartha Warga Pande Kecamatan se-Bali.

Terkait struktur organisasi dan pengurus Yowana Paramartha Warga Pande ditetapkan, disahkan serta dilantik oleh pengurus Maha Semaya sesuai dengan tingkatan wilayahnya.

Untuk Yowana Paramartha Warga Pande Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali sendiri struktur organisasi dan pengurusnya disusun pada tanggal 10 Juni 2007 melalui keputusan rapat di Celuk Gianyar. Pengesahan Susunan dan Personalia Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali masa bhakti 2007-2012 ditetapkan dalam Keputusan Pengurus Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali Nomor 02/MSWP-Bali/KEP/VI/2007 tanggal 18 Juni 2007. Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali ini bertanggung jawab kepada Pengurus Harian Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali.

Pembentukan Yowana Paramartha ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi, pendidikan, latihan dan pengabdian diri sebagai kader-kader muda Maha Semaya sesuai ajaran Tri Para Artha (Asih, Punia dan Bhakti) sekaligus untuk membantu pengurus Maha Semaya didalam menjalankan amanat Pesamuhan Agung, program kerja Maha Semaya dan keputusan/ketetapan Pesamuhan Agung lainnya, sebagai wujud pengabdian pada warga, nusa, bangsa dan negara.

Adapun yang ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Harian yaitu Drh. Komang Suarsana, M.M.A. dari Bangli, dibantu oleh Putu Dian Pradnyanitasari dari Munggu Badung selaku Sekretaris dan Pande Putu Bambang Wirawan dari Beng Gianyar sebagai Bendahara. Dalam struktur organisasi ini terdapat 5 (lima) bidang yang diatur sebagai berikut :

  1. Bidang Kewidanaan (Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
  2. Bidang Pendidikan dan Latihan
  3. Bidang Sosial-Budaya
  4. Bidang Sosial Ekonomi/Dana
  5. Hubungan Masyarakat

Rencana Pembentukan Maha Semaya Yowana Pande Tingkat Kota Denpasar dan Kabupaten Badung

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Om Swastyastu Semeton Pande sareng sami. Berikut tiang selaku pengelola blog www.pandebaik.com, ingin meneruskan Pesan/Surat yang disampaikan oleh semeton I Wayan Putrawan saking Pedungan, berkaitan dengan keinginan untuk membentuk Maha Semaya Yowana Pande Tingkat Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Om Cantih Cantih Cantih Om.

* * * * *

Om Swastiastu, Teruntuk adi, bli, mbok, lan semeton Pande semuanya. Semoga sehat dan dalam keadaan baik semuanya.

Perkenalkan nama saya I Wayan Putrawan, saya asli dari dan bertempat tinggal di Banjar Pande, Pedungan, Denpasar Selatan. Dalam kesempatan ini ada hal yang ingin tiang sampaikan terkait dengan Pesemetonan Pande dan upaya untuk mempersatukan semeton Pande khususnya semeton Yowana Pande.

Beberapa bulan yang lalu saya diminta untuk datang ke rumah pak Wayan Puja (Ketua Maha Semaya Pande Kota Denpasar) untuk mendiskusikan niat beliau membentuk Maha Semaya Yowana Pande Tingkat Kota Denpasar. Sebenarnya mengenai Maha Semaya Yowana Pande adalah bukan hal yang baru, dalam tingkat propinsi sudah terbentuk, dan pengurus yang menduduki jabatan tersebut diberikan kepada semeton Pande pada setiap kabupaten dan kota di Bali. Hanya saja berdasarkan info yang saya peroleh, sejak dibentuknya hingga sekarang belum pernah diadakan pertemuan, mungkin pernah diadakan pertemuan, namun tidak dalam kuantitas yang seharusnya dilakukan oleh sebuah organisasi. Maklum saja pengurus yang menduduki jabatan berasal dari berbagai kabupaten sehingga ada kalanya sulit untuk berkumpul.

Oleh karena kenyataan itu (namun tidak terbatas pada satu masalah itu saja) kemudian tercetus suatu keinginan untuk mempersatukan semeton Yowana Pande se-Kota Denpasar dan atau Kabupaten Badung juga, dalam suatu bentuk wadah Maha Semaya Yowana Kota Denpasar.

Tujuan dibentuknya Maha Semaya Yowana Kota Denpasar ini adalah pertama-tama untuk mempersatukan kita semeton Pande agar memiliki rasa kebersamaan yang kuat, kemudian diharapkan kedepannya kita bisa sejak dini belajar untuk memangku tugas dan kewajiban kita sebagai “sentana” yang akan meneruskan semua yang akan diwariskan kepada kita, terpenting adalah kebudayaan dan keagamaan yang tidak mungkin akan ditinggalkan.

Sejak dini kita berharap dapat membantu orang tua kita agar memahami “sesana” sebagai orang Pande. Dalam forum tersebut diharapkan pula akan terkumpul informasi penting mengenai kegiatan keagamaan, kegiatan kemanusiaan dan kegiatan lain terkait. Terlebih pula forum ini dapat memberikan informasi dan penerangan kepada semeton yang ada di luar bali agar tetap ingat akan “sesana” sebagai keturunan Pande.

Untuk dapat terwujudnya keinginan ini saya mengajak semeton untuk meluangkan waktu duduk bersama membahasa kemungkinan dibentuknya Maha Semaya Yowana Kota Denpasar. Adalah tidak mungkin akan terwujud keinginan ini apabila tidak disertai dengan partisipasi semeton semua.

Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Semoga dapat terwujud dan Ida Hyang Widhi Waca memberikan penerangan bagi langkah kita.

Om cantih cantih cantih Om.

I Wayan Putrawan
Banjar Pande, Pedungan, Denpasar Selatan