Perluas Pasar, Nubia hadirkan seri M2, M2 Lite dan N1 Lite di Bazaar Hape Murah Cellular City

Category : tentang TeKnoLoGi

Sukses memperkenalkan diri sebagai Mobile Photography Expert lewat terobosan apik kamera Neo Vision melalui beberapa gerai ponsel di Kota Denpasar, Nubia hadir kembali di gerai terdepan Cellular City Teuku Umar, untuk memperluas pasar dan persaingan dengan sejumlah brand global yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat.

Dalam event Bazaar Hape Murah yang sedianya akan digelar hingga satu bulan kedepan dari tanggal 22 Juli hari ini, Nubia menghadirkan tiga seri terdepannya menyasar semua segmen pasar yang ada.
> Nubia N1 Lite untuk segmen Low End mengedepankan pengaturan kamera manual dengan kapasitas daya baterai 3000mAh.
> Nubia M2 Lite untuk segmen Middle End, hadir dengan 13 Filter tambahan kamera profesional dslr yang siap memanjakan kalian para penghobi fotografi, dan terakhir tentu saja ada
> Nubia M2 untuk segmen High-End hadir dengan spesifikasi hardware tertinggi sejauh ini, 64 GB Internal Storage dan RAM 4 GB, dan desain Black Gold yang unik dan ciamik.

Gelaran Bazaar Hape Murah ini infonya bakal diramaikan pula dengan penampilan Celekontong Mas, Tompel, Sokir dan Sengap sore nanti, serta layanan Kredit Cepat proses 30 Menit dengan syarat KTP saja.
Asyik kan ?

Owh ya, infonya dalam waktu dekat bakalan ada penawaran menarik dari Nubia lewat Nubia Photo Competition yang bakalan memperebutkan sejumlah asesories keren produksi Nubia, dan tentu saja ketiga seri keren diatas untuk para pemenang utama.
Ikuti terus perkembangannya di halaman ini.

Nubia M2, Kesimpulan sejauh ini

Category : tentang TeKnoLoGi

Sepekan mengulik lebih dalam ponsel Android Nubia M2, ada beberapa hal yang dapat saya tarik sebagai pertimbangan untuk kalian semua…

Pertama, soal kemampuan Kamera.
Mengingat tagline yang dijual adalah Mobile Photography Expert, Nubia M2 pantas saya acungi jempol untuk keberaniannya menyematkan 16 fitur kamera dslr profesional yang dapat diakses sedemikian mudahnya oleh pengguna. Plus 9 filter tambahan baik pada opsi pengambilan gambar maupun video pada ponsel.
Pun demikian dengan opsi Editingnya yang bisa dikatakan merupakan gabungan dari beberapa aplikasi foto editor kenamaan di pasar Google. Entah itu kaitan pewarnaan, tambahan border atau bingkai, tulisan, maupun kolase. Semua ada.
Itu artinya, kalian ndak lagi perlu menginstalasi apapun kaitan dengan perekaman gambar dan momen penting, juga membuka banyak jendela yang tentu saja akan menghabiskan resource internal storage ataupun RAM.
Mengesankan tentu saja.

Kedua, soal fitur tambahan.
Jujur saja, saya pribadi suka dengan fitur Long Screenshot, satu dari tiga fitur yang berkaitan dengan pengambilam gambar layar. Amat sangat membantu bagi saya yang seorang Blogger, berbagi tulisan panjang kepada banyak orang, melalui sebuah gambar statis.
Selain itu ada opsi Dual Instance, yang memungkinkan adanya Dua Akun dalam satu ponsel, tanpa proses Root atau oprek lebih jauh.
Semua bisa dilakukan dengan sekali tekan.
Voila, bisa terwujud begitu saja.

Ketiga, adanya fitur-fitur tersembunyi atau pengaturan lebih jauh bagi perangkat.
Misalkan saja fungsi Edge, pinggiran layar yang serupa kaca melengkung, meski tak seelok Edge versi Samsung, namun bisa diatur untuk beberapa fungsi tambahan.
Edan.
Saya sendiri ndak menyangka tim pengembangan Nubia bakalan melakukannya sejauh itu. Bahkan di perangkat Samsung Galaxy A9 Pro yang saya pegang pun rasanya ndak ada pengaturan tambahan lebih lanjut.
Juga ada pengaturan kamera depan, apakah akan menghasilkan gambar mirror atau sebaliknya ?
Pun ada opsi penambahan watermark dalam setiap pengambilan gambar yang dilakukan pengguna.
Bahkan fitur Beauty yang rupanya bisa diaktifkan permanen tanpa harus memilihnya dari opsi tambahan pada kamera. Ini sekaligus menyanggah pendapat tetangga sebelah yang menyampaikan kekurangan fitur Beauty pada ponsel Nubia M2.
Lalu ada juga opsi pengaturan icon pada layar depan, yang menyajikan nampan tambahan pada bagian bawah layar (semacam docking sementara) untuk menampung icon aplikasi ataupun permainan yang ingin dipindahkan ke halaman sebelahnya.

Meski demikian, ada juga kekurangan yang tampaknya menjadi kelemahan bagi ponsel Nubia M2 kedepannya.

Satu, persoalan Harga.
Di kisaran harga jual 4,3 Juta, Nubia M2 bakalan bersaing dengan sejumlah vendor ternama yang sudah lebih dulu menancapkan cakar tajam mereka di tanah air.
Katakanlah iPhone SE, BlackBerry Aurora, Luna, Lenovo P2 Turbo, Vivo V5s, Oppo F3, Asus Zenfone 3, Sony Xperia X, Samsung Galaxy A5 dan tentu saja Nokia 6 si pendatang baru.
Meskipun M2 menawarkan kelebihan dari sisi kamera setara profesional, mengingat Nubia masih tergolong pendatang yang benar-benar baru, rasanya agak sulit untuk bisa bersaing lebih jauh jika tidak memperhatikan betul yang satu ini.
Maklum, angka segitu bagi pasar lokal sudah masuk ke golongan menengah keatas.

Kedua, opsi slot sim card tambahan, yang rupanya menjadi satu dengan kartu memory tambahan.
Ditengah gejolak tarif internet dan ketidakstabilan jaringan di tanah air, rasanya agak susah bagi konsumen termasuk saya untuk bisa setia pada satu operator saja. Sehingga opsi yang bisa dilakukan adalah menggunakan slot sim utama untuk bergontaganti paket data, sementara slot sim lainnya untuk nomor utama, yang digunakan untuk voice call dan sms.
Sementara itu, trend penyimpanan data sepertinya selalu dirasa kurang. Apalagi hanya 64 GB yang biasanya secara sisa hanya bisa digunakan kisaran 50 GB saja. Kalian yang punya kebiasaan selfie dan ambil gambar sesuka hati plus unduh filem, musik dan semacamnya bakalan mengandalkan betul slot kartu memory tambahan guna membackup semua itu. Nah kalo slot ini sudah tergunakan untuk sim card, maka pengguna diberikan 2 pilihan. Mau ambil yang dual sim dengan keterbatasan ruang simpan, atau satu sim plus tambahan space untuk penyimpanan ?

Ketiga, seperti biasa ya ketersediaan Asesoris yang bisa diambil untuk mempercantik tampilan ponsel di mata kolega. Dari screen guard, leather case dan semacamnya.
Mengingat Nubia M2 merupakan pemain yang benar-benar baru, sangat wajar apabila persoalan ini masih menemui kendala atau minimal masih terbatas. Meskipun infonya dari sisi penjualan, semua ini tersedia dalam paketnya. Cuma untuk memuaskan selera yang berbeda tampaknya agak sedikit susah. Karena ada beragam model yang tersedia di pasaran. Dari case minimal atau bening, case dengan hiasan, leather kulit dengan fungsi dompet, leather lubang pada layar depan atau yang tahan banting. Weleh…

Terakhir, tentu saja soal Layanan Purna Jual.

Inilah yang paling sering dipertanyakan oleh Konsumen sejauh ini.
Infonya sih Nubia menyediakan layanan gratis ongkos antar Go-Jek untuk pengiriman perangkat yang bermasalah ke Pusat Layanan Service yang ada di masing-masing Kota besar. Misalkan saja untuk Denpasar bisa disambangi di seputaran jalan Imam Bonjol. Cuma tetep aja masih menjadi satu pertimbangan bagi konsumen ketika memilih ponsel di kisaran harga tadi.
Agak beresiko’ istilahnya.

Nah. Kira-kira begitu sih sesi ulasan www.pandebaik.com sejauh ini terkait ponsel Nubia M2.
Bagi yang kurang berkenan, mungkin bisa menambahkan atau memberi masukan di kolom komentar, sedang yang masih menjadi pertanyaan, monggo kita diskusikan lebih lanjut.

Ngulik Fitur Unik Nubia M2

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat membuka layar depan, sempat tertarik dengan sejumlah icon yang tak biasa, pada user interface bawaan, Nubia UI v.4.0. Diantaranya Lock Screen, Accelerate, Super Screenshot, Screen Projection, Dual Instance, ataupun User Manual.
Bagi kalian yang telah terbiasa melihat jeroan beragam ponsel Android, diamin paham dan oterbayang dengan satu dua fitur tambahan yang ada dalam Nubia M2 kali ini. Tapi lainnya ?

Pertama ada Lock Screen, fungsinya sudah pasti kita ketahui bersama. Ya, untuk mematikan dan mengunci layar ponsel tanpa harus menekan tombol power. Ini mirip aplikasi Turn Off yang saya gunakan biasanya. Keberadaan aplikasi ini akan menghemat penggunaan tombol Power pada ponsel sehingga daya tahannya bisa sedikit lebih awet.

Kedua ada Accelerate, fungsinya sudah jelas untuk mempercepat kinerja ponsel saat dibutuhkan. Semacam Task Killer atau penghenti aplikasi secara permanen, otomatis membersihkan sisa RAM yang sebelumnya tergunakan, bahkan membersihkan sampah sementara seperti Cleaner lainnya.

Trus ada Super ScreenShot, pengambilan gambar atau rekaman layar yang dapat di set menjadi sebuah video yang apabila diisi suara oleh pengguna di sepanjang durasi, menjadikannya sebuah video tutorial.
Selain itu bisa juga disimpan dalam format image, serta disesuaikan dalam empat bentuk. Segi empat, bujur sangkar, jantung dan bebas. Bebas disini ya tergantung kebutuhan pengguna bagaimana inginnya. He…
Uniknya, Nubia M2 menyediakan pula opsi untuk Long ScreenShot, dimana akan amat sangat berguna untuk menyimpan gambar layar yang tidak mampu dijangkau oleh ukuran layar dalam sekali pengambilan. Misalkan halaman postingan blog atau website yang musti discroll turun jauh, bisa disimpan dalam satu image saja. Keren kan ?

Lalu ada Screen Projection. Ini gunanya untuk menggandakan tampilan layar ponsel ke layar lebar seperti halnya monitor atau bahkan ke layar perangkat gadget lainnya.
Mengingatkan saya pada aplikasi Team Viewer yang kerap digunakan untuk melakukan presentasi lewat proyektor dari layar ponsel saat masih menjadi pengajar di LPSE dulu.

Kelima ada Dual Instance. Wiii… khusus yang satu ini, saya acung jempol deh buat Nubia M2.
Karena saat orang diluaran berupaya untuk melakukan oprek ponsel dengan memaksakan Root yang beresiko menghilangkan asuransi perangkat, Tim pengembangan Nubia malah mempermudah semuanya.
Tahu fungsi Dual Instance ini ?
Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk memiliki Dua Akun berbeda dalam sebuah ponsel, baik itu untuk FaceBook, Twitter, Line bahkan Whatsapp. Surprise kan ?
Kloning Aplikasi secara Instan. Kira-kira seperti itu maknanya.
Jadi saya sendiri sudah mencobanya, melakukan Login dua akun berbeda memanfaatkan jasa aplikasi Dual Instance ini. Keren memang Nubia M2 ini.
Ponsel kalian bisa melakukannya ?

Masuk ke Gallery, kalian bakalan menemukan satu folder tambahan di bagian terbawah yang nantinya berfungsi laiknya Recycle Bin. Alias tempat penyimpanan sementara, untuk semua file yang sudah dihapus sebelumnya. Jadi ceritanya pengguna diyakinkan kembali sebelum menghapusnya secara permanen.
Gak berguna ?
He… bagi kalian yang memiliki anak usia sekolah ke bawah, yakin banget ini bakalan bermanfaat. Ya mengantisipasi kesalahan hapus yang biasanya tidak sengaja dilakukan anak-anak saat kedapatan colek colek layar ponsel.

Terakhir ada User Manual.
Tapi bukankah User Manual biasanya tetap ada dalam setiap ponsel baik yang dicetak dalam bentuk buku mini ataupun shortcut ke halaman Help pada website perangkat ?
Saya katakan Unik, karena didalam User Manual ini, semua hal yang ada dalam perangkat Nubia M2, baik fitur utama maupun tambahan yang unik sebagaimana disampaikan diatas tadi, tertuang dengan baik, bahkan untuk menu Kamera dan penggunaan 16 Filter Terbaik kamera DSLR yang menjadi andalan utama sejauh ini.
Minimal pengguna tidak banyak belajar lagi hanya untuk mencoba dan mengoperasikan fitur dan filter kamera yang ada.

Dan, oh ya. Tadi saya ada menyebutkan 16 Filter Terbaik kamera DSLR ?

Nubia M2 yang dijual dengan harga 4,399 Juta ini menawarkan 16 Filter Terbaik sebuah kamera DSLR yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk menghasilkan foto Terbaik. Gak percaya ? Simak di postingan selanjutnya.

Eh iya, balik ke Ngulik Fitur Unik Nubia M2, minimal semua fitur tambahan diatas bisa saja kalian dapatkan dari sejumlah aplikasi yang tersedia di Play Store, tapi untuk Nubia M2, gak perlu lagi melakukan itu. Sudah bawaan ponsel sedari awal.
Tidak heran apabila dari 4 GB RAM yang dibekali didalamnya, ada sekitar 1,5 GB yang tersisa saat ponsel dalam kondisi standby.
Kurang apa lagi coba ?

Nubia M2, Layak Beli gak ya ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu persatu ponsel berkekuatan raksasa mulai bermunculan di tengah pasar Indonesia. Mengandalkan layar lebar 5,5″, prosesor delapan inti, internal storage 32 bahkan 64 GB dan RAM 4 GB keatas.
dan terlepas dari semua spesifikasi lain yang dibawa, persoalan Harga saya yakin masih menjadi pertimbangan utama untuk memilih dan membawa pulang satu diantaranya. Beberapa memilih setia pada brand global yang sudah terpercaya, sisanya mencoba brand baru dengan berbagai jualan utama yang ditawarkan.

Nubia M2 yang diperkenalkan pertengahan Juni lalu, hadir dengan spesifikasi sebagaimana yang disebut diatas. Internal 64 GB dan 4 GB RAM.
Untuk sebuah ponsel Android jaman sekarang, spek ini sudah tergolong mumpuni. Mengingat rata-rata brand global yang sudah lebih dulu dikenal, masih bermain pada ukuran 16 atau 32 GB internal dan 3 GB RAM.
Lalu bagaimana soal Harga ?

Di kisaran angka 4,3 jutaan Nubia M2 bakalan bersaing dengan setidaknya 5 nama besar lain yang hadir lebih dulu seperti Oppo F1s (64/4), Asus Zenfone 3 (64/4), Xiaomi Mi5s (64/3), Samsung A5 2017 (32/3), dan terakhir ada HTC E9+ (32/2) dengan spesifikasi paling rendah.
Itu artinya, diatas kertas hanya Oppo F1s dan salah satu varian Asus Zenfone 3 saja yang menjadi pesaing spesifikasi setara pada rentang harga jual yang sama.

Dari pengujian benchmarking menggunakan AnTuTu, Nubia M2 harus puas berada pada urutan 51, setelah Samsung Galaxy C9 Pro atau S6 series dengan score 63098. Sementara itu jika menggunakan Quadrant menghasilkan nilai 37979, yang sayangnya masih disandingkan dengan ponsel Android seri jadul.

Fitur yang menjadi kebanggaan Nubia M2 datang dari segmen kamera yang bakalan memberi 16 kemampuan kamera dslr kedalam layar ponsel, tentu dengan pilihan atau cara penangkapan gambar yang lebih dimudahkan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi M2 dengan setidaknya 5 ponsel pesaing diatas.
Bagi yang paham atau minimal kenal dengan dunia fotografi, Nubia M2 serasa memanjakan mereka dengan teknik Slow Shutter, Trajectory, Slow Motion, Macro hingga Star Trail yang mampu merekam gambar langit dengan hasil yang ciamik. Tidak heran apabila Nubia berani tampil dan mengklaim sebagai ‘Mobile Photography Expert’.

Di luar itu masih ada multi fitur yang menarik untuk dicoba seperti Dual Instance yang memungkinkan pengguna menanamkan dua akun aplikasi tertentu seperti Whatsapp, Instagram atau BBM yang belakangan sempat ramai didiskusikan mengingat adanya kepentingan bisnis perorangan yang mampu diakomodir olehnya.

Nah trus, apakah Nubia M2 jadi layak beli untuk calon pengguna di Indonesia ?
Tergantung Kalian tentu saja.

Untuk kehadiran sebuah Vendor yang sama sekali baru di pangsa pasar Indonesia, bisa jadi agak meragukan mengingat Harga tergolong menengah ke atas, sementara para pesaing merupakan brand yang sudah punya nama lebih dulu.
Namun untuk ukuran sebuah ponsel Android, terlepas dari nama brand atau vendornya, spesifikasi yang ditawarkan sungguh sangat menawan. Apalagi ada sejumlah fitur atau kemampuan yang bakalan membedakan Nubia M2 dengan beragam pilihan ponsel yang ada.

Nubia M2, Tipis, Ringan, Menggoda

Category : tentang TeKnoLoGi

Terbiasa menggenggam ponsel seberat A9 Pro selama enam bulan terakhir jadi rada merinding saat mencoba menenteng Nubia M2, ponsel High End yang baru saja diluncurkan pertengahan Juni kemarin dengan mengandalkan jualan ‘Mobile Photography Expert’.
Meski sama-sama berdimensi 7,9 mm, secara bobot keduanya jauh berbeda. Selain itu, hal yang paling mencolok terlihat adalah dari segi layar yang diluncurkan dengan ukuran rata-rata smartphone masa kini, 5,5 inchi.

Form factor Nubia M2 masuk golongan unibody. Yang baterenya gak bakalan bisa dibongkar mudah oleh awam. Kekurangannya, jadi sedikit menyulitkan pengguna apabila kelak mengalami hang dan semacamnya. Jadi harus mengandalkan tombol Power yang ada di sisi kanan layar ponsel untuk mengaktif/nonaktifkan perangkat. Apalagi tombol Home yang ada pada sisi depan layar, tidak semenonjol fisik biasanya. Jadi musti dijaga betul ‘kesehatannya’ si Power ini.

Desainnya sangat menggoda.
Hadir dengan warna hitam dof, dan kelir gold di pojokan sisi samping ponsel yang didesain melengkung, atau kerap disebut layar 2,5 D kedua sisinya. Sementara tombol Home sebagaimana info diatas, meski tanpa fisik yang menonjol secara terpisah, didesain khusus dengan lingkaran merah sebagai aksen pada sisi layar depan.
Sementara di sisi belakang, posisi kamera yang mirip dengan seri iPhone ini dibuat sedikit timbul dengan kelir merah mengelilingi lensa lengkap dengan flash yang cukup mumpuni untuk membantu pengambilan gambar. Infonya terdapat fitur Dual Kamera yang siap digunakan dengan kemampuan laiknya kamera DSLR.
Selanjutnya akan dibahas khusus soal ini.

Pada sisi bawah terdapat lubang speaker, jack headset dan slot charger dengan tipe usb-c sehingga kabel charging bisa dibolak balik penggunaannya tanpa khawatir merusak lubang atau colokan chargernya sendiri.
Tombol Volume hadir dalam 2 unit terpisah di sisi kiri, sementara slot Sim Card ada di sisi kanan atas layar ponsel. dan sebagaimana yang sudah diinfokan sebelumnya, slot memory eksternal berada pada slot sim card 2. Jadi pengguna diberikan opsi memilih, antara menggunakan Dual Sim dan mengabaikan kapasitas simpan pada ponsel, atau menggunakan satu nomor utama sekaligus data, namun memiliki peluang penyimpanan yang lebih besar.

Urusan User Interfaces, Launcher yang disematkan merupakan hasil pengembangan tim secara khusus yaitu Nubia 4.0 mengadopsi sistem operasi Android 6.0.1 Marshmellow. Polanya tanpa menggunakan opsi Menu laiknya perangkat iPhone dan juga Hisense yang artinya semua icon akan tampil di halaman depan tanpa kecuali. Sayangnya saya tidak menemukan opsi untuk menyembunyikan beberapa icon aplikasi bawaan yang dianggap tidak perlu untuk meringkaskan tampilan.

Kepala charger yang dibekali dalam box penjualan berukuran cukup besar. Sehingga mampu mempercepat proses charging ponsel yang berkapasitas menengah, sekitaran 3.630 mAh.
Belum diuji lebih jauh sih ya, seberapa lama kemampuan standby rata-rata ponsel saat digunakan beraktifitas full mobile.
Nanti disusulkan.

Sodorkan Neo Vision, Nubia Luncurkan 3 Varian Mobile Photography Expert

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebagai brand baru di kancah pertarungan ponsel Android Indonesia, kehadiran Nubia bisa dikatakan cukup berani. Masuk dalam tiga segmentasi pengguna, mereka mencoba peruntungan pasar lokal bersaing dan bersanding dengan belasan vendor lain yang sudah mapan dengan komunitas serta pembagian kue yang ada.
Menyodorkan kecanggihan teknologi fotografi yang diklaim mampu memindahkan 19 kemampuan kamera kelas profesional ke dalam layar sebuah ponsel. Neo Vision.

Nama Nubia sepintas mengingatkan saya pada brand Finlandia yang diakuisisi Microsoft dan kini sedang mencoba comeback lewat seri klasik yang diperbaharui. Info sejauh ini Nubia merupakan seri premium yang berada dibelakang nama ZTE, salah satu brand ternama dari China yang sudah lama menjejakkan produk mereka di dalam negeri.
Bergerak dari tahun 2012 silam, Nubia tampaknya lebih dikenal luas di pasar global ketimbang lokal.
Tidak heran pada Rabu 14 Juni 2017 Nubia memperkenalkan tiga varian pertama mereka kepada sejumlah media di Rumahan Bistro & Creative Home Living, Teuku Umar Denpasar.

Membawa brand ambasador CR7, Nubia tampak percaya diri dengan jargon andalannya sebagai ‘Mobile Photography Expert’ atau ponsel dengan kemampuan fotografi terbaik di dunia.
Kabarnya ketiga varian yang akan diluncurkan telah mengadopsi Neo Vision, software yang dikembangkan secara khusus oleh Nubia Technology mampu mengambil gambar milkyway atau tampilan langit dengan hasil terbaik laiknya rekaman gambar kamera dslr. Hanya saja terdapat penyesuaian kemampuan yang akan bergantung pada jenis kamera yang disematkan.

Selain itu masing-masing varian juga disematkan teknologi Smart ScreenShot yang mampu mengambil rekaman gambar pada layar dalam ukuran panjang vertikal sebagaimana laiknya halaman blog oada tampilan mobile ponsel, Smart Screen Recording untuk merekam aktifitas pada layar ponsel sekaligus suara pengguna, bagus untuk mereka yang menggemari pembuatan Vlog dan juga fitur Split Screen untuk membagi layar kerja menjadi 2 area.

Dalam kesempatan khusus Djoko Tata Ibrahim, Bussiness Consultant Nubia Indonesia menyampaikan, “jika bersanding dengan ponsel lain yang berada pada rentang harga yang sama, yakin Nubia yang memiliki spek terbaik. dan jika bersanding pada spek yang setara, dijamin Nubia memiliki harga beli paling menarik.”

Hal ini diperkuat pula oleh Mr. Stephen Qu, Presiden Direktur Nubia Indonesia, yang menyatakan bahwa Nubia telah berkomitmen merilis ponsel dengan Spesifikasi dan Harga Terbaik, untuk dapat memberi kepercayaan pada konsumen Indonesia.

Sementara itu Michael Mondong, tim Marketing Manajer Nubia Indonesia menyampaikan, dalam event ini Nubia meluncurkan tiga varian untuk segmentasi pengguna yang berbeda di pasar Indonesia yaitu seri N1Lite, M2Lite dan M2.

Untuk N1Lite menyasar segmen Low End dengan spesifikasi Internal Storage 16 GB dan 2 GB RAM, layar 5,5 inchi mengandalkan resolusi kamera utama 8 MP serta 5 MP di sisi depan untuk kebutuhan selfie serta kapasitas batere 3000 mAh. Dapat ditebus di kisaran 1,699 Juta saja. Sejauh ini seri N1Lite memiliki desain cover belekang yang dapat dilepas dengan bahan dasar plastik bertekstur yang tidak akan meninggalkan sidik jari saat dipegang, serta slot sdcard yang terpisah dengan dual sim card di balik cover belakang tersebut.
Seri M2Lite menyasar segmen Mid End dengan desain yang lebih mewah yaitu unibodi laiknya seri preium lainnya, memiliki spesifikasi Internal Storage 32 GB dan RAM 4 GB, mengandalkan resolusi kamera 13 MP lensa CMOS Sony dan 16 MP pada sisi depan. Seri ini bisa ditebus pada rentang harga 2,799 Juta.
Sedangkan pada segmen High End, memperkenalkan seri Nubia M2 yang memiliki spesifikasi Terbaik yaitu Internal Storage 64 GB dan 4 GB RAM, dengan prosesor Octa Core 64 Bit serta kapasitas batere 3650 mAh, cukup untuk standby penggunaan hingga 2 hari dengan sekali charge. Menakjubkan.
Ponsel Nubia M2 ini dilepas pada kisaran harga 4,399 Juta Rupiah dengan fitur utama Dual Camera 13 MP Sony CMOS pada punggung ponsel dan sudah bisa didapatkan di beberapa gerai ponsel ternama terdekat di kota Anda.

Di luar ketiga seri diatas, sebenarnya ada satu kasta tertinggi lagi yang ditawarkan Nubia yaitu seri Z17 namun lebih diperuntukkan bagi pangsa pasar global dengan spesifikasi RAM 6 GB. Ini diputuskan mengingat harga jual perangkat tampaknya belum mampu dijangkau pengguna ponsel tanah air apalagi nama brand Nubia belum dikenal betul saat ini.