Twitter @LPSEBadung : Tips Seputar PPK

Category : tentang PeKerJaan

Bersua lagi Rekan-rekan @LPSEBadung, sudah lama rupanya saya gag kultwit terkait Tips dan Trik pemanfaatan aplikasi SPSE. Kali ini saya usahakan untuk bisa ngetweet beberapa pengalaman yang saya dapatkan semenjak ditunjuk sebagai PPK di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung.

Sebagai informasi awal bahwa kini saya sebagai satu-satunya Admin akun Twitter @LPSEBadung sudah tidak lagi bertugas sebagai Sekretaris LPSE Badung. Terhitung per 29 April lalu, saya ditugaskan utk menempati posisi di Kepala Seksi Permukiman Bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan DCK. Dan berhubung pada posisi tersebut saya harus menggantikan personal terdahulu menjadi PPK, maka dengan berat hati harus melepas posisi nyaman di @LPSEBadung. Mengingat Perka LKPP tentang LPSE tidak mengijinkan adanya Dualisme akun antara anggota Tim Pengelola LPSE dengan PPK.

Akan tetapi berkaitan dengan akun Admin @LPSEBadung hingga saat ini masih belum tergantikan mengingat diantara anggota Tim Pengelola LPSE Badung, tidak ada yang aktif ngetweet untuk berbagi Informasi, pengalaman dan pengetahuan. jadi, mohon dimaklumi dulu yah…

Akun PPK sebagaimana yang pernah dilatih selama ini, mulai terlibat dalam aplikasi SPSE sejak versi 3.2.5, itupun kalau tidak salah. Keterlibatan akun PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen saat itu dimulai dengan pengenalan paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Dengan tujuan utama, mampu mempelajari proses pengadaan terkait paket jauh lebih awal atau sejak paket diumumkan. Hal ini kemudian menjadi penting lantaran waktu yang diberikan sesuai Perpres bagi PPK untuk dapat mempelajari proses lelang paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan cukup sempit, yakni setelah masa sanggah usai hingga penerbitan SPPBJ.

Mengapa dikatakan penting, ini terkait dengan ‘apabila jumlah paket pengadaan yang ditangani lebih dari 10 paket. Kami asumsikan begitu lantaran kesibukan yang bersangkutan dalam menangani pekerjaan lain diluar proses pengadaan atau lelang tsb. Akan berbeda apabila kasus yang ditangani oleh PPK, hanya 1-2 paket saja selama 1 tahun masa anggaran…

Namun sayangnya, ketika Aplikasi SPSE mengalami pembaharuan versi ke 3.5, akun PPK tidak lagi memiliki kewenangan untuk memantau paket tersebut. Terpantau untuk item Paket Pengadaan yang tampil di halaman depan akun PPK hanyalah terkait Jadwal saja, tanpa mampu melihat dan mempelajari lebih detail proses pelelangan itu berlangsung.

Yang lebih disayangkan lagi adalah terkait Detail Umum paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab masing”PPK, justru dapat dilihat dari akun diluar pengguna SPSE, dalam hal ini masyarakat Umum. Jadi PPK, hanya dapat mempelajari proses lelang untuk paket pengadaan yang ia tangani dari versi offline/Hardcopy yang disampaikan oleh ULP.

Nah, disamping adanya pengurangan kemampuan tersebut, di akun PPK rupanya kini terdapat penambahan Tugas yang wajib dilakukan oleh PPK. Yaitu Upload SPPBJ dan Kontrak untuk masing”paket pengadaan yang sudah selesai dilelangkan. Namun hingga hari ini, kami belum tahu apakah akan ada Sanksi yang dikenakan apabila PPK tidak menunaikan Tugas tambahan tersebut.

Misalkan 1. Tidak melakukan Upload apapun, baik SPPBJ maupun Kontrak meski paket tersebut telah selesai diSerahTerimakan. atau 2. Apabila proses Upload dilakukan oleh PPK, jauh setelah jadwal yang ditetapkan pada paket pengadaan.

Hal ini kelak akan menjadi penting, karena secara perencanaan, apa yang diinputkan dalam form SPPBJ dan Kontrak, akan tampil pula dalam aplikasi Monev atau Monitoring dan Evaluasi online yang kini sedang dikembangkan oleh LKPP

Penambahan tugas untuk akun PPK akan mulai tampak merepotkan apabila yang bersangkutan menangani lebih dari 10 paket seperti yang saya alami. Sebagai Informasi bahwa jumlah paket Fisik yang ada di seksi Permukiman adalah 62 paket Jalan Lingkungan, ditambah 6 paket Pengawasan. Semua paket (68) per tahun ini pada akhirnya di e-Proc kan mengingat secara nilai kegiatan memang layak untuk ditenderkan secara Online. Yang membuat sedikit kerepotan adalah proses Upload keduanya yang menjadikan aktifitas berlipat dua kali untuk satu paket pengadaan… 🙂

Nah, saat saya mencoba utk melakukan proses Upload SPPBJ pertama kalinya, gag ada masalah yang ditemukan mengingat hanya ada 3 langkah penting yang dilakukan. 1. Input Nomor SPPBJ, 2. Input Tanggal SPPBJ dan 3. Upload file SPPBJ yang notabene harus dalam format PDF. Jadi selain menginput form, format file SPPBJ pun mutlak berupa PDF, demikian halnya dengan Kontrak. Jangan coba-coba menggunakan file Doc atau Xls, dijamin ditolak oleh sistem…

Masalah baru terjadi saat saya berusaha untuk melakukan UpLoad Kontrak dimana aturan pada Form yang bertanda bintang merah, mutlak diisikan berupa Nomor, Nilai dan Tanggal Kontrak, Nomor rekening dan juga Masa Berlaku Kontrak. Sayangnya aturan ini rupanya tetap berlaku secara keseluruhan termasuk dalam kolom Informasi lainnya yang notabene tidak berisikan tanda bintang merah. Apabila kolom Informasi lainnya ini dikosongkan, maka proses Upload Kontrak tidak akan dapat dilanjutkan hingga selesai.

Ohya, ada yang unik saat saya mencoba mengUpload dokumen SPPBJ sejak pagi tadi. Yaitu ukuran tombol (form/upload) SPPBJ yang berubah. Antara sebelum proses Upload dengan sesudahnya. Perbedaannya adalah ukuran tombol sebelum proses Upload, sedikit lebih pendek ketimbang Pasca proses Upload. Entah apakah ini memang disengaja oleh Tim Pengembangan aplikasi SPSE di LKPP sana untuk memudahkan pemantauan atau hanyalah sebuah kebetulan, dimana untuk tombol (form/Upload) Kontrak rupanya memiliki bentuk perilaku yang sama pula.

Jika hal ini memang disengaja dan tetap dipertahankan, maka ini adalah sebuah Tips sederhana bagi para PPK yang memiliki jumlah paket Lebih dari 10 dalam satu kali mata anggaran. tidak lagi dengan memeriksa isinya satu persatu secara manual lagi.

Nah, masalahnya kini adalah bagaimana tindak lanjut yang tertampil di jendela para Rekanan pemenang lelang, apakah dokumen SPPBJ dan Kontrak Dapat dilihat dan diterima dengan baik sebagai bentuk satu pertanggungjawaban dari sebuah sistem atau tidak ? *ada yang bisa membantu ?

@LPSEBadung Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

[update] Bagi Kawan”Pokja yg mengakses Apendo di Ruang Biding LPSE Badung, bisa menggunakan shortcut aplikasi yg tersedia di masing”PC

[update] Adapun Apendo Paniti v.3.1 dapat diakses dengan menggunakan User- lpselkpp dan Passw- ulpbadun6

Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

> Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen yg sifatnya berdiri sendiri. Tidak perlu instalasi, tidak membutuhkan koneksi internet utk menggunakannya
> Itu sebabnya, ketika Rekan berhasil mengunduhnya dari halaman profile akun LPSE, lakukan ekstraksi folder dan simpan file compresinya

> Dalam folder Aplikasi Apendo, terdapat dua subFolder antara lain ‘bin’ untuk penempatan aplikasi, dan folder lainnya untuk Petunjuk/Help
> Silahkan perhatikan jumlah file yang terdapat dalam folder ‘bin’ sebelum Rekan melakukan Login dan mengubah password standarnya…
> Perhatikan lagi jumlah file yang bertambah pasca Rekan melakukan Login dan berhasil mengubah Password sesuai keinginan
> Di layar Apendo Panitia, akan terdapat satu file tambahan bernama AELconfig.dat sdg pada layar Rekanan, ditambah satu file lg, VendorID.dat
> Dalam file berekstensi dat inilah userID, password dan tiga pertanyaan tersimpan sebagai Pengingat saat Rekan melakukan Login kembali
> Maka itu, ketika Rekan nanti mengalami ‘Lupa Password’, kedua file ini dapat dihapus secara permanen dari Folder…
> Dan User Password akan dikembalikan ke sistem Default… Silahkan tekan tombol F1 pada keyboard untuk lebih jelasnya…

> Pola penggunaan Aplikasi Apendo, rupanya berbeda antara yang digunakan oleh Panitia dengan Penyedia atau Rekanan
> Jika Apendo untuk Panitia bisa berlaku satu userID untuk semua Panitia, tidak demikian halnya dengan Apendo untuk Penyedia
> Itu sebabnya kami, Tim Pelaksana LPSE Badung berinisiatif untuk menempatkan satu shortcut aplikasi Apendo dalam setiap PC di gedung LPSE (1)
> Yang sedianya diperuntukkan bagi Panitia, dan dapat diakses dengan menggunakan UserID lpselkpp dan Password ulpbadun6 (2)

> Sedangkan Apendo yang akan digunakan oleh Rekanan atau Penyedia, belum bisa kami perlakukan hal yang sama mengingat ID Publik masing” (3)
> Penyedia berbeda satu sama lainnya… Jadi disini dapat kami sarankan bagi Penyedia atau Rekanan untuk melakukan ekstraksi (4)
> Dari file compresi ke dalam bentuk Folder. Lakukan Login dan ganti Password default dengan kode yang diinginkan termasuk ID Digital (5)
> Jika berhasil, ubah nama Folder aplikasi Apendo yang telah diubah Passwordnya, lalu pindahkan Folder tsb ke Flash Disk / HD eksternal (6)
> Jikapun kelak ingin melakukan Encrypt file penawaran, dapat menggunakan Aplikasi Apendo yang telah dicopy ke FD/HD eksternal tersebut (7)

> Semoga Tips tadi bisa berguna, dan kami akan sajikan di Ruang Biding dan papan Pengumuman kelak sebagai pencerahan… Selamat beraktifitas

Teknologi yang dibenamkan dalam SPSE ini sama saja dengan Teknologi lain, yang secara kontinyu mutlak membutuhkan pembelajaran baru

Apabila sistem SPSE versi 4 jadi dirilis Tahun 2013 nanti, aplikasi Apendo akan berubah nama menjadi SPAM KODOK

SPAM KODOK merupakan singkatan dari Sistem Pengamanan Komunikasi Dokumentasi yang kelak mengambil simbol Kodok (hewan)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Tips Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

> Ternyata masih banyak jg kawan Rekanan/Penyedia LPSE dan Panitia ULP yang belum paham dengan Apendo versi 3.1.. Perlu kultwit singkat nih..

> Apendo merupakan Aplikasi Pengaman Dokumen yang digunakan untuk melakukan penyandian pada Dokumen Penawaran sebuah paket pelelangan eProc
> Jika pada sistem SPSE versi 3.2.5 ke bawah menggunakan Apendo versi 2, maka dalam sistem SPSE versi 3.5, menggunakan versi 3.1 terbaru

> Seperti biasa, Apendo dapat diunduh melalui halaman Home masing”User Penyedia/Rekanan dan Panitia dalam bentuk zip atau compress file
> Secara default, tidak ada perubahan penggunaan Kata Sandi untuk dapat membuka dan menggunakan Apendo dari versi terdahulu
> Bagi Penyedia atau Rekanan tetap menggunakan UserID lpselkpp dan Password rekananlpse atau tekan tombol F1 untuk Bantuan Penggunaan
> dan Bagi Panitia/ULP menggunakan UserID lpselkpp dan Password panitialpse atau tekan tombol F1 untuk Bantuan Penggunaan

> Yang membedakan antara Apendo 2 dalam SPSE 3.2.5 dengan Apendo 3 dalam SPSE versi 3.5 adalah sebagai berikut : (1)
> (2) Setelah User berhasil melakukan Login, User wajib melakukan perubahan Password disertai mengisi 3 pertanyaan tambahan
> (3) Penggantian Password Apendo diharapkan menggunakan kata kunci kombinasi Huruf dan Angka layaknya pembuatan password akun AppleID
> (4) Apabila kelak User lupa dengan Password yang telah diganti, maka aplikasi akan memberikan 3 pertanyaan yang harus dijawab dengan benar
> (5) maka itu, ingatlah selalu 3 jawaban yang diberikan untuk mengisi opsi pertanyaan perubahan password

> (6) Apabila Proses Login pada aplikasi Apendo berhasil, maka tombol untuk melakukan ‘Pilih Folder’ akan terlihat aktif dan siap digunakan
> (7) Untuk aplikasi Apendo bagi Penyedia, bisa dilihat nama Perusahaa yang Rekan inputkan pada sisi kiri atas aplikasi, untuk meyakinkan
> (8) Hadirnya nama perusahaan di aplikasi Apendo digunakan utk mencegah Penyedia menggunakan Apendo perusahaan lain dalam menyandi Penawaran
> (9) apabila dalam Apendo terdahulu, proses dilakukan dengan melakukan pemilihan File, maka di Apendo terbaru, dpt dilakukan pemilihan Folder
> (10) Pemilihan Folder kali ini agar dalam pemilihan file diharapkan tidak ada yang tertinggal saat melakukan proses Penyandian

> (11) Demikian halnya proses yang dilakukan oleh Panitia ULP, hasil pembukaan dokumen akan secara otomatis menghasilkan satu Folder baru
> (12)Adapun Folder baru ini akan diberi nama secara otomatis oleh Apendo sesuai nama Kegiatan dan nama Penyedia
> (13) jika dalam Apendo terdahulu Panitia melakukan proses pembukaan secara satu persatu Rekanan, kini dapat melakukannya sekaligus
> (14) oleh karena proses sekaligus, maka Kunci Publik yang terlihat dihalaman Panitia, sama persis antara satu Rekanan dengan Rekanan lainnya

> (15) dalam beberapa kasus yang kami temui saat Panitia ULP mengApendo Penawaran, beberapa file tidak dapat dibuka dengan sempurna
> (16) namun kesalahan yang terpantau, bukan berasal dari file asli Penawaranyangdikirim oleh Rekanan/Penyedia, namun…
> (17) masalah terjadi akibat pemberian nama Folder dan Sub Folder yang terlalu banyak dan panjang… Jadi, Tips kami untuk yang satu ini…
> (18) Lakukan perubahan Nama Folder Kegiatan menjadi lebih singkat dari yang seharusnya, toh tidak akan mengubah kelengkapan Penawaran

> (19) Bagi Penyedia/Rekanan, file yang berhasil di Apendo dapat diperiksa kembali kelengkapannya dengan cara pembukaan kembali
> (20) Proses Apendo dianggap berhasil apabila Aplikasi menyajikan kode Hash file yang kini tampil di sisi bawah aplikasi (bukan Pop Up)

> Untuk Tips Penggunaan Apendo, masih sama dengan yang dulu pernah kami sampaikan bahwa : (1)
> (2) File Penawaran diletakkan dalam satu Folder dan diCopy dari Flash Disk/eksternal HD ke PC/notebook yang digunakan
> (3) mengapa diCopy terlebih dahulu ke PC baru diApendo, agar Proses bisa berjalan lebih cepat untuk menghemat waktu… Termasuk pengiriman
> (4) Kasus Pengiriman File dari halaman Penyedia/Rekanan yang kami temukan pagi tadi adalah proses Pengiriman Tidak Berhasil dilakukan
> (5) Adapun Browser yang dipergunakan oleh Rekanan/Penyedia adalah Internet Explorer. Lalu kami coba menggunakan Browser lain dan Berhasil
> (6) Jadi, jika Kawan Rekanan/Penyedia LPSE merasa kesulitan saat melakukan Pengiriman/UpLoad Penawaran, silahkan coba Browser lain
> (7) sekedar info, selain Internet Explorer, masih terdapat alternatif lain seperti Mozilla FireFox, Opera, Google Chrome atau Safari

Kira”sekian dulu tambahan dari kami terkait penggunaan Apendo versi 3, jika ada pertanyaan atau pengalaman lain, jangan segan share dgn kami

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Tips Pemasukan Penawaran oleh Rekanan LPSE Pemkab Badung

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Topik @LPSEBadung hari ini adalah Tips Pemasukan Penawaran paket lelang e-Procurement..” (24 Juni)

“Untuk bisa memasukkan penawaran dengan baik, silahkan Unduh aplikasi #Apendo terlebih dahulu di halaman User masing-masing” (24 Juni)

“Bagi yang belum paham apa itu #Apendo dan cara penggunaannya, silahkan pantau Tweet kami sebelumnya perihal #Apendo di @LPSEBadung” (24 Juni)

“Bagi Rekanan yang memiliki lebih dari satu bendera, disarankan untuk menggunakan aplikasi #Apendo yang berbeda untuk setiap bendera” (24 Juni)

“Untuk mengakali penggunaan #Apendo di setiap bendera, berikan nama folder yang berbeda sesuai dengan nama Bendera yang digunakan” (24 Juni)

“Tidak disarankan menggunakan satu aplikasi #Apendo untuk bendera atau nama perusahaan yang berbeda” (24 Juni)

“Prosedur pengiriman dokumen penawaran hanya mampu melakukan pengiriman satu file yang sudah di-#Apendo berupa file dengan ekstensi RHS” (24 Juni)

“Satu file RHS dapat mengandung satu atau lebih file dokumen penawaran dalam berbagai format. doc, xls, ppt, pdf, txt, jpeg, dwg dan lainnya” (24 Juni)

“(1) #Tips Sebelum melakukan enkripsi data dokumen penawaran dengan menggunakan aplikasi #Apendo, Rekanan diharapkan untuk : ” (24 Juni)

“(2) #Tips. Menyiapkan semua dokumen yang akan dikirim dalam satu folder terpisah” (24 Juni)

“(3) #Tips. Menutup semua Dokumen Penawaran secara permanen sebelum di-eksekusi” (24 Juni)

“(4) #Tips. Memindahkan semua file dokumen Penawaran kedalam hard disk (bukan dalam flash disk) ” (24 Juni)

“ (5) #Tips. Periksa kembali apakah dokumen Penawaran yang akan dikirim sudah benar dan dapat dipertanggungjawabkan” (24 Juni)

“(6) #Tips. lakukan kompresi sebilamana perlu untuk memperkecil besaran file yang akan dikirimkan” (24 Juni)

“(7) #Tips. Semua tips diatas bertujuan untuk mempercepat proses Enkripsi data dengan memanfaatkan aplikasi #Apendo” (24 Juni)

“(8) #Tips. Apabila terjadi hambatan (hang, crash ataupun proses yang terlalu lama) silahkan terapkan ‘semua’ tips tadi” (24 Juni)

“(9) #Tips. Semua Tips mutlak dilakukan untuk keberhasilan proses Enkripsi data dengan memanfaatkan aplikasi #Apendo” (24 Juni)

“Sebanyak apapun file Dokumen Penawaran beserta lampirannya, akan menghasilkan satu file yang berekstensi RHS untuk dikirim ke Sistem LPSE” (24 Juni)

“Apabila terjadi Perubahan Penawaran sebelum Jadwal Pembukaan Penawaran dilakukan, Rekanan dapat mengubah kembali file Penawarannya” (24 Juni)

“Untuk melakukan perubahan pada Dokumen Penawaran, Rekanan tinggal melakukan Proses Enkripsi Data dengan #Apendo dan mengirimkannya kembali” (24 Juni)

“Tidak ada batasan berapa kali file Dokumen Penawaran dapat dikirimkan oleh Rekanan, selama jadwal Pemasukan Penawaran masih berlaku” (24 Juni)

“Yang perlu dipahami oleh Rekanan bahwa Dokumen Penawaran yang akan diakui oleh Sistem adalah Dokumen yang terakhir kali dikirim oleh Rekanan” (24 Juni)

“Sebelum Rekanan mengirimkan file Dokumen Penawaran, periksa kembali ukuran file Penawaran (dalam format ekstensi RHS) ” (24 Juni)

“Bandingkan ukuran file RHS yang dihasilkan oleh aplikasi #Apendo, dengan file aslinya yang dikompresi menggunakan aplikasi WinZip/WinRar” (24 Juni)

“Apabila ada kemiripan ukuran besaran file, bisa dipastikan file RHS yang akan dikirimkan sudah valid dan benar” (24 Juni)

“Sistem SPSE hanya akan menerima file yang berekstensikan RHS saja, bukan yang lain. Jika tidak percaya, uji saja” (24 Juni)

“Salah satu hambatan terbesar saat melakukan Pengiriman file Dokumen penawaran adalah kecepatan Koneksi Internet yang digunakan” (24 Juni)

“Satu Tips manjur terkait Pengiriman Dokumen Penawaran adalah, lakukan H-1 atau sebelumnya atau diluar jam sibuk” (24 Juni)

“Keluhan yang paling sering kami dapatkan adalah sulitnya memasukkan File Dokumen Penawaran satu jam sebelum jadwal ditutup” (24 Juni)

“Bagi yang kesulitan saat memasukkan atau meng-Upload Dokumen Penawaran, silahkan datang ke gedung @LPSEBadung, tidak dipungut biaya kok” (24 Juni)

“Untuk kelancaran Proses lelang bagi Rekanan, Penyedia maupun panitia, kami @LPSEBadung menyediakan beberapa fasilitas yang siap digunakan” (24 Juni)

“Ada 6 PC di Ruang Bidding yang sudah tersambung LAN diperuntukkan bagi para Rekanan, Penyedia dan Panitia untuk memudahkan aktifitasnya” (24 Juni)

“Ada 10 PC di Ruang Latihan yang bisa juga digunakan untuk kebutuhan Training serta Kursus Kilat” (24 Juni)

“dan jika itu masih kurang, silahkan membawa NoteBook pribadi dan nikmati Free Wifi kami untuk dapat terhubung ke alamat @LPSEBadung” (24 Juni)

“Sekian Tweet @LPSEBadung hari ini terkait Tips pemasukan Dokumen Penawaran, Sampai jumpa hari Senin depan. Terima Kasih” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Tips Rekanan LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Segera Verifikasi Berkas pendaftaran yang telah di-Upload untuk mendapatkan persetujuan penggunaan akun USERID” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Apabila sudah mendapatkan UserID dan Passw, lakukan update data sebilamana perlu” (24 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Gunakan Akses internet yang menyediakan layanan Upload memadai untuk menyukseskan proses pengiriman Dokumen Penawaran” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Jadwal Pelelangan oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami masih akan melanjutkan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (10 Juni)

“Untuk penyusunan Paket Kegiatan yg akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, Panitia Pengadaan diharapkan jeli dalam membuat jadwal lelang” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan yang disusun tetap mengacu pada PerPres no.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender tanpa memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan Non e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender dengan memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Lelang yang telah selesai disusun dapat dipergunakan kembali pada paket kegiatan lain yang memiliki jadwal lelang yang sama” (10 Juni)

“Untuk penyusunan paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc dapat dilakukan oleh setiap Panitia Pengadaan apapun Jabatannya” (10 Juni)

“Namun Untuk Pengumuman paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc hanya dapat dilakukan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (10 Juni)

“Jika diperlukan, Panitia Pengadaan dapat mangubah jadwal Pelelangan tanpa harus meminta ijin pada Admin System” (10 Juni)

“Kemampuan Panitia Pengadaan untuk mengubah jadwal Pelelangan sudah dapat dilakukan pada aplikasi SPSE LPSE Badung saat ini” (10 Juni)

“untuk dapat melakukan perubahan jadwal Pelelangan, Panitia Pengadaan mutlak mencantumkan alasan perubahan yang jelas” (10 Juni)

“Setiap perubahan Jadwal Pelelangan, baik Rekanan atau masyarakat dapat memantaunya dari halaman LPSE Badung dengan transparan” (10 Juni)

“Apabila jumlah peminat tidak mencapai syarat minimal (3 rekanan), Panitia Pengadaan dapat membatalkan/mengulang proses pelelangan” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami akan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (9 Juni)

“Panitia Pengadaan tetap memegang peranan penting serta bertanggungjawab dalam setiap proses Pelelangan baik e-Proc maupun non e-Proc” (9 Juni)

” Untuk mampu melaksanakan tugas sebagai Panitia Pengadaan di halaman LPSE, mutlak membutuhkan UserID dan Password Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Untuk bisa mendapatkan UserID dan Password, seorang Panitia Pengadaan dapat menyerahkan data pribadi kepada Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Data yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan UserID dan Password Panitia Pengadaan meliputi Nama, NIP, al.email, no.telp dan No.SK Penunjukan” (9 Juni)

“Untuk keamanan disetiap aktifitas, Panitia Pengadaan diharapkan untuk menjaga dan mengelola akun ID dan passwordnya secara bijak” (10 Juni)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Apabila Panitia Pengadaan tidak dapat mengingat password yg telah digunakan sebelumnya, silahkan gunakan opsi ‘lupa password’” (10 Juni)

“..atau menghubungi Admin Agency LPSE Badung @pandebaik untuk melakukan Reset Password” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Aplikasi Apendo LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Apendo merupakan Aplikasi Pengamanan Dokumen pada Layanan Pengadaan Secara Elektronis (LPSE) yang diperuntukkan bagi Panitia dan Peserta” (25 Mei)

“Apendo merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)” (25 Mei)

“Apendo merupakan Aplikasi yang digunakan untuk mendekripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE, begitu sebaliknya” (25 Mei)

“Apendo dapat diunduh melalui Halaman User Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan Peserta / Rekanan / Penyedia” (25 Mei)

“Ukuran File Installer #Appendo untuk Panitia Pengadaan sekitar 1,55 MB dan #Apendo untuk Peserta/Penyedia sekitar 1,80 MB” (25 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (1) Exctract terlebih dahulu file Installer Apendo dengan menggunakan aplikasi Kompresi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (2) Buka file Apendoxx.exe dan gunakan USERID serta password Default yang tertera dalam Help/Bantuan Aplikasi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (3) Untuk #Panitia, buka file ApendoPanitia.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password panitialpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (4) Untuk #Penyedia, buka file ApendoPeserta.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password rekananlpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (5) Silahkan mengganti USERID beserta password Aplikasi segera setelah berhasil melakukan Login” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (6) Apabila lupa dengan UserID dan password yang digunakan, hapus file DAT yang terdapat dalam Folder Aplikasi” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”

@LPSEBadung Informasi seputar e-Proc Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“#AplikasiSPSE tidak memerlukan biaya Lisensi, baik lisensi SPSE itu sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya” (19 Mei)

“Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional sehingga tidak memerlukan biaya lisensi” (19 Mei)

“SPSE,aplikasi e-pengadaan yg dikembangkan oleh Direktorat e-Procurement-LKPP utk digunakan oleh LPSE di instansi pemerintah sluruh Indonesia” (19 Mei)

“Ada dua pengumuman Lelang yang ditampilkan di halaman LPSE Badung. e-Proc dan non e-Proc” (8 Juni)

“Untuk paket/kegiatan yang dilelangkan melalui e-Proc dapat dipantau di halaman depan/utama atau melalui Menu ‘Cari Paket Lelang di sisi kiri” (8 Juni)

“Untuk paket/kegiatan yang dilelangkan melalui Non e-Proc/Konvensional dapat dipantau melalui Menu ‘Cari Lelang Non e-Proc di sisi kiri halmn” (8 Juni)

“Pengertian Pelelangan secara e-Procurement dapat dilihat pada PerPres no. 54 Tahun 2010 Bab I, Pasal 1, poin 37” (8 Juni)

“Pengadaan secara elektronik atau E-Procurement adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi (1) ” (8 Juni)

“dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan #pengertian pengadaan #e-Procurement (2)” (8 Juni)

“Terpantau sekitar 43 paket kegiatan di PemKab Badung yang sudah diadakan secara elektronik/e-procurement” (8 Juni)

“16 paket diantaranya diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Badung” (8 Juni)

“19 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung” (8 Juni)

“4 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung” (8 Juni)

“dan msg”1 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Bappedalitbang, Dishubkominfo, sekretariat DPRD dan Disbud Kabupaten Badung” (8 Juni)

“Sekedar Informasi, hingga hari ini @LPSEBadung sudah melelangkan 73 paket Pengadaan dari 91 paket yang diajukan oleh 8 SKPD” (24 Juni)

“Ada 70 UserID Panitia @LPSEBadung yang sudah dibagikan untuk 25 SKPD dari 35 yang ada di Pemkab Badung” (24 Juni)

“Hingga hari ini, Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung menduduki peringkat pertama Pengadaan melalui e-Proc dengan 46 Paket Lelang” (24 Juni)

“diikuti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dengan 17 paket Lelang e-Proc dari 32 paket yang diajukan” (24 Juni)

“serta Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung dengan 8 paket lelang melalui jalur e-Proc” (24 Juni)

“Semua proses paket yang dilelangkan melalui jalur e-Proc dapat dilihat oleh Awam sekalipun di halaman milik @LPSEBadung” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di http://lpse.badungkab.go.id/ atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung”