PPK oh PPK

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Setelah mengalami tarik ulur dalam jangka waktu satu minggu lamanya, akhirnya penunjukan posisi sebagai PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen yang nantinya akan menghandle sekitar 69 paket kegiatan di Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya di seluruh Desa se-kabupaten Badung, dialamatkan pada saya. Selamat deh, bathin saya…

Namun ucapan Selamat yang saya maksudkan diatas bukanlah satu ungkapan atas bersyukurnya langkah yang diambil, namun lebih ke kepasrahan diri pada sekian banyak tantangan dan kesulitan yang kelak bakalan dihadapi.

Bukan bagaimana, tapi jika mendengar adanya masalah yang terjadi sejak awal kepindahan saya ke posisi Kepala Seksi Permukiman, barangkali keputusaan yang diambil tersebut bakalan menjadi sebuah palu gada yang siap menghantam kepala dengan ratusan kasus yang bisa jadi berbeda.

Berlebihan ? tidak tentu saja. Serius…

Tapi ya sudahlah… minimal sedari awal saya sudah mengakui bahwa apa yang akan terjadi adalah miskomunikasi untuk masalah administrasi mengingat saya pribadi belum pernah memiliki pengalaman sebagai PPK sebelumnya. Dan itu bakalan menjadi masalah besar apalagi jumlah paket kegiatan yang ada sedemikian banyaknya.

Jika sudah begini, sangat wajar akibatnya pada pikiran dan suasana hati yang saya alami sejak awal penunjukan, menjadi makin menggalau dan terbebani. Dan waktu liburan menjadi sangat berarti untuk mengistirahatkan kepala dan rutinitas, berganti dengan waktu tidur yang lebih panjang dan bercanda dengan kedua putri kami lebih lama.
*fiuh…

Satu hal yang kemudian menjadi catatan saya hingga kini adalah… sepanjang kesalahan yang saya lakukan hanya sebatas administrasi penanggalan, dan bukan lantaran korupsi uang negara, setidaknya apapun hukuman yang kelak akan saya terima, tentu berharap itu bukan menjadi masalah yang besar secara pribadi. Toh semua hal tersebut masih bisa dan harus saya pelajari dalam waktu yang cukup singkat ini demi masa depan dan tindakan di masa yang akan datang.

Berharap semua bisa ditangani dengan baik.

PPK oh PPK… Nasib… Nasib…


Kangen *uhuk

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Belum genap seminggu saya bertugas sebagai Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung, rupanya rasa kangen hampir setiap hari mendera. Mungkin ini merupakan efek dari suasana baru, yang kalo gag salah pernah pula saya rasakan saat berpisah dengan Tim 10 pelaksana LPSE Badung periode awal.

Namun kini, bisa dikatakan rasa kangen ini jauh lebih besar, mengingat saya meninggalkan tiga tempat yang hingga minggu lalu masih kerap disambangi.

Kantor Pengendalian dan Evaluasi Dinas Bina Marga dan Pengairan. Ruangan ini memang sejak awal saya tempati, pun sejak kami masih berkantor di jalan Beliton saat pertama kali lolos CPNSD tahun 2003/2004 lalu. Suasana kerjanya adem, apalagi menjadi salah satu karyawan tertua *eh terlama disitu, menjadikan saya sedikit lebih menguasai medan untuk beberapa pekerjaan. Syukurnya, ruangan ini berada di gedung dan lantai yang sama, jadi kalopun kangen dengan ruangan dan orang-orangnya, saya tinggal mampir bentar usai ke Toilet ataupun makan siang. :p

Kantor LPSE Badung. Ruangan kecil namun nyaman untuk saya tempati di lantai bawah, merupakan rumah kedua yang biasa disambangi saat senggang di kantor utama. Pun sebagai tempat untuk melakukan tugas jaga dan rutin sebagai Sekretaris Badung, memformulasikan Tim, Adminstrasi hingga hobby tanpa gangguan banyak hal.

Terakhir, tentu saja Rumah. Oke, memang tidak sepenuhnya saya meninggalkan rumah, namun waktu untuk bercanda, bersendagurau bersama Istri, dua putri dan orang tua, secara otomatis jadi berkurang. Apalagi dalam waktu seminggu pertama ini, BPK sedang gencar-gencarnya meminta data secara berulang. Maka jadilah saya berangkat pagi dan pulang malam. Tiba dirumahpun, baik MiRah dan Intan yang kini lagi lucu-lucunya tidak bisa saya ajak terlalu lama. Keburu tidur…

Terlepas dari ketiga hal tersebut, hubungan personal saya dengan Istri dan dua senior di LPSE pun jadi agak merenggang. Namun kalian jangan coba-coba mengambil kesempatan usai membaca kalimat diatas *uhuk

Jika dulu, Istri secara rutin saya ajak berangkat bareng, pulang bareng hingga makan siang bareng, kini sudah gag lagi. Apalagi dengan hadirnya BPK, jam pulang saya sudah molor jauh dari biasanya. Pun dengan jam makan siang yang terganggu akibat panggilan mendadak. Sedih sih kadang-kadang, gag ada yang bisa diajak sharing atau ketawa bareng, tapi kalo mengingat pada tugas, semua itu ya memang harus dijalani. Mungkin nanti ada masanya kami ngumpul lagi.

Demikian halnya dengan kedekatan terhadap dua senior di LPSE Badung. Jika dahulu kami secara rutin berkumpul untuk membahas hal-hal yang menjadi kesulitan seminggu terakhir dan berusaha memecahkannya, kini sudah mulai jarang ngumpulnya. Baik secara nyata atau langsung atau via whatsapp. Untuk yang ini, sedihnya gag sebesar kalo dengan istri, namun tetap saja merasa

kasihan dengan mereka berdua. Tapi yah, ini juga menjadi resiko atas kepindahan yang saya lakukan. Semoga saja kali lain bisa terwujud ngumpul-ngumpulnya.

Kangen…
Entah sampai kapan rasa ini bakalan menghantui hari-hari…


Suasana Baru di Permukiman

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Memasuki ruangan yang terletak di pojok kelod kauh (barat daya) masih di lantai dan gedung yang sama, sebenarnya sudah beberapa kali pernah saya lakukan, hanya saja sama sekali tak pernah terpikirkan bahwa saya bakalan memulai karir dari ruangan ini.

Bertemu dengan sedikitnya sepuluh kawan baru, sebelas hingga pimpinan terdahulu yang kini saya gantikan, memberikan banyak perubahan baik itu cara meminta tolong (jika kalimat ‘memberi perintah’ terlalu arogan kesannya buat saya) lantaran sebagian besar dari kawan baru ini lebih berumur, cara bekerja lantaran perubahan pola dari pekerja lapangan dan komputer ke balik meja pengambil keputusan, atau rajin melaporkan perkembangan kerja pada pimpinan. Semua itu kemudian memberi satu efek yang luar biasa pada kebiasaan saya… Kurang Nafsu Makan.

Oke, bisa jadi ini terjadi gara-gara saya merupakan tipe pesuruh, yang lebih suka bergerak di lapangan atau bekerja berdasarkan perintah namun tidak bisa memberi perintah, atau tipe yang lebih suka eksplorasi hal nyata, bukan bahasa dan aturan serta birokrasi, hingga menyebabkan kekagetan luar biasa.

Untuk itu pula, saya lalu memohon sedikit kebijakan dari pimpinan agar diberi kesempatan mempelajari medan terlebih dahulu, sebelum terjun didalamnya nanti. Tentu dengan sedikit konsekuensi dan penyesuaian. *maaf apabila banyak pihak yang kemudian direpotkan

Namun seiring berjalannya waktu, meski belum sampai seminggu, bekerja bersama sebagian dari tim yang saya miliki, sungguh mengagumkan. Loyalitas mereka luar biasa. Hanya saja saya belum mampu melakukankan secara full team. Semoga saja apa yang saya khawatirkan tidak separah yang saya bayangkan. Meski sudah mulai terlihat bentuk kasarnya.

Yang hingga kini masih tetap menjadi beban adalah seberapa besar dan banyak kegiatan yang harus saya tangani dalam setahun nantinya, dan tentu berulang ditahun berikutnya. Memang tak akan bisa saya jawab dalam hitungan hari, namun tetap saja itu memberikan kekhawatiran akan kesalahan-kesalahan yang kelak akan saya perbuat.

Praktis, semua ini bakalan membuat saya makin jarang bisa menulis, ngoprek hingga bermain games *uhuk dan mengajak dua putri kami bercanda tawa seperti dulu.

*fiuh…
*apapun yang terjadi, terjadilah…
Hanya berharap bahwa semua bisa berjalan dengan baik…


Menjadi Bagian dari Sistem

4

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Kaget ? Tentu saja… Kaget setengah mati malah…

Sesaat setelah mendengar kabar dari Pak Gus Kompyang, kawan di Bagian Umum dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, minggu malam 28 April 2013 lalu, di Bale Banjar Tainsiat, sesaat setelah Serah Terima jabatan *uhuk Komandan Regu VIII ke Danru yang baru, pikiran saya seakan blank lantaran tidak menyangka bakalan mendapat kabar secepat itu…

Oke, meski Golongan saya sudah memenuhi syarat (III/c), pun gelar S2 sudah dikantongi tahun 2010 lalu, tak sedikitpun hasrat dan ambisi saya terlintas dibenak untuk naik menjabat sebagai Eselon IV mengingat ketiadaan koneksi dan usaha yang saya lakukan untuk melobi tingkat pimpinan yang lebih tinggi.

Jabatan itu adalah sebuah Amanah…

Demikian hal yang saya tahu dari kalimat yang dilontarkan oleh banyak ulama negeri ini. Bisa jadi ada benarnya…
Karena ketika mendengar kabar mengejutkan ini, sontak banyak hal yang terpikirkan seolah bersiap menjadi beban baru. Entah hubungan dengan staf, atasan ataupun secara horisontal, jenis pekerjaan, banyaknya, lingkup dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya…

Tak lupa memikirkan pula nasib saya sebagai Sekretaris di LPSE Badung, mengingat salah satu warning yang diberikan oleh pimpinan disitu adalah, posisi akan dikeluarkan segera setelah menjabat. So ?

Bukan, bukan masalah posisi dan peluangnya yang saya pikirkan, namun besaran reward yang selama ini saya terima secara resmi sesuai Peraturan Bupati Badung. Dimana reward ini sangat diandalkan untuk menutupi kebutuhan akan besarnya Biaya Asuransi Kesehatan yang saya tanggung untuk keluarga. Jika kemudian tidak ada lagi pos yang bisa diharapkan, mau nyari dari mana ?

Lantaran ini yang pertama kali dan tidak terduga, praktis kualitas tidur yang saya dapatkan pun tidak senyenyak biasanya, meskipun sebelumnya ya tidak bisa dikatakan nyenyak :p hampir ada saja beban yang saya pikirkan saat beranjak tidur, termasuk kesulitan Login yang dialami oleh kawan”ULP dan Rekanan di SPSE milik LPSE Badung sejak hari Jumat kemarin.

Nyatanya kini saya memulai karir dari Kasie Permukiman di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung. Sebuah tempat dimana bercokolnya pengajuan kegiatan fisik Jalan Lingkungan yang jumlahnya ratusan, plus pavingisasi dan PNPM yang rawan dikorupsi itu. *hasil telaah media Radar Bali setiap pagi

*fiuh…
*apapun yang terjadi, terjadilah…
Hanya berharap bahwa semua bisa berjalan dengan baik, tanpa satu hambatan yang menusuk dada…


Video LPSE Management Training Advanced Badung Bali

Category : tentang PeKerJaan

Berikut Link Video terkait kegiatan LPSE Management Training Advanced yang diselenggarakan di Kabupaten Badung Provinsi Bali, tanggal 2-4 April yang lalu, kerjasama LKPP dengan LPSE Badung.

Support by BaliTV (Terima Kasih untuk bli bagus Gede Susila aka Yan Nusa)

Video LPSE MT Advanced Badung bali

powered by YouTube


Jalan Panjang menuju Persiapan MT LPSE Advance

Category : tentang PeKerJaan

Awalnya jelas kaget saat di satu sore pulang kantor, masih mengajak InTan putri kedua saya bermain, nyambi menerima telepon dari salah satu senior kami di LKPP Pusat, Bapak Arso Hadi. Bahkan saking kagetnya, saya buru-buru menutup telepon dan memberikan InTan pada kakeknya lalu menghubungi Beliau balik.

Berkali-kali saya mencoba menegaskan maksud yang Beliau sampaikan, bahwa Apakah Badung bersedia menjadi Tuan Rumah perhelatan workshop Management Training LPSE Advance yang bakalan digelar awal April, sekitar dua minggu kedepannya ? Mereka mencoba menawarkannya pada kami, mengingat LPSE Provinsi telah menolak tawaran dan menyarankannya pada LPSE kami. Saya bilang saat itu, ‘oke… Saya konfirmasi dulu pada pimpinan, dan malam nanti saya hubungi kembali. Namun jika boleh tahu, apa saja hal yang barangkali perlu kami persiapkan sebagai langkah awal ? Mengingat ini adalah untuk pertama kalinya LPSE kami, diminta menjadi Tuan Rumah, pasca Rakornas ke-7 di Sanur dua tahun lalu yang saat itu dihandle Provinsi plus LPSE Kabupaten/Kota’.

Sedikitnya pihak LKPP meminta kami mencari informasi terkait ketersediaan ruangan yang mampu menampung jumlah peserta hingga 200an orang saat Pembukaan dan sekitar 50-75an orang saat sesi diskusi/kelas. Yang notabene jika bisa keberadaannya di seputaran kantor Pemerintah Kabupaten Badung. Pikiran pertama yang terlintas tentu ruang pertemuan yang Pemkab Badung miliki di kantor Bupati, Kertha Gosana, plus ruang pendamping lainnya seperti Kriya Gosana dan beberapa ruang pertemuan yang ada di masing-masing SKPD. Yakin banget jika itu bisa digunakan kelak.

Maka sore itu juga saya kemudian menyampaikan maksud LKPP pada pimpinan kami, Kepala LPSE Badung, dan berusaha meyakinkan Beliau, bahwa bisa jadi ini saatnya LPSE Badung tampil ke publik. Usaha yang tidak sia-sia tentu saja. Beliau menyetujuinya dan meminta waktu untuk menyampaikan hal tersebut pada pimpinan yang lebih tinggi, Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah selaku induk dimana LPSE bernaung serta Assisten III selaku koordinator LPSE Badung.

Sesaat setelah saya mendapatkan jawaban kepastian dari ketiga pimpinan kami, malam itupun saya mengontak kembali Pak Arso Hadi, sementara Bu Kepala LPSE kontak langsung dengan perwakilan Panitia MT LPSE Advance, Ibu Mira Erviana. Maka sejak saat itu pula berbagai rencana dan kebingungan mulai melanda pikiran. Baik persiapan, draft pelaksanaan, maupun terkait sesi Pelatihan aplikasi Monev Online yang sedianya kami lakukan berbarengan dengan kegiatan tersebut.

MT LPSE Advance Badung

Menindaklanjuti keputusan diatas, maka sayapun meminta Pak Arso Hadi untuk memberikan draft persiapan apa saja yang harus kami lakukan sebagai Tuan Rumah, mengingat waktu yang tersedia cukup mepet, sekitar 2 minggu termasuk Hari Raya Galungan. Jikapun boleh saya berbagi, berikut daftar yang tempo hari harus kami persiapkan. Yah, barangkali saja kelak LPSE kawan yang bakalan mendapatkan giliran untuk menjadi Tuan Rumah.

1. Draft susunan SK Panitia Lokal, lengkap dengan NIP, Golongan dan NPWP. Jika bisa, jumlah Panitia Lokal ini hanya sekitaran 10-12an orang saja, dengan susunan Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Tidak ada seksi atau bidang yang mengatur hal-hal khusus didalamnya.

2. Survey Hotel yang terdekat di seputaran lokasi. Untuk hal ini, saya berimprovisasi untuk mendapatkan data terkait ketersediaan kamar Twin Room pada tanggal tersebut, price list per malam, dukungan transportasi hotel ke lokasi kegiatan, kontak yang bisa dihubungi baik telepon, fax maupun website, juga akses terdekat yang dapat dijangkau dari Hotel. Hasilnya, silahkan dilihat pada tulisan pertama terkait gelaran MT LPSE Advance.

3. Persiapan Banner dan Backdrop. Sebenarnya sih dari pihak LKPP sempat meminta bantuan kami untuk mencetaknya dengan ketentuan dan jumlah serta desain yang ditetapkan dari Jakarta, mengingat waktu yang dibutuhkan sangat mepet ditambah pengiriman nantinya. Sayangnya, kamipun di Bali tak kalah mepetnya mengingat saat itu adalah persiapan Hari Raya Galungan. Belum lagi keputusan akhir pembuatan Backdrop baru turun selasa malam dengan kabar ‘tidak mendapatkan ijin dari Bupati terkait pemasangan Backdrop di ruang pertemuan’. Maka, untuk gelaran kali ini hanyalah mengandalkan 6 buah standing banner yang dicetak LKPP, dan baru sampai Senin pagi H-1 di Bali, tanpa backdrop ataupun spanduk tambahan. *tumben deh kayaknya jadi seperti ini :p

4. Persiapan Moderator dan Notulensi yang diharapkan dari unsur LPSE Badung. Untuk hal ini, sempat dipertimbangkan kembali agar kami selaku Panitia (yang notabene hanya berjumlah sedikit), dapat fokus ke Persiapan dan jalannya kegiatan, sehingga dalam pelaksanaannya, kebutuhan Moderator hanya dipenuhi saat sesi Pembukaan, tepatnya oleh Assisten III untuk mendampingi pemaparan Pak Patria dari LKPP. Selebihnya, menggunakan jasa kawan-kawan dari LKPP. *padahal demi melaksanakan tugas ini, saya sudah hunting beberapa artikel terkait ‘Bagaimana menjadi Moderator yang Baik, pun menjadi Notulensi yang Baik… *uhuk

5. Selain Moderator dan Notulensi, Panitia Lokal diminta pula menugaskan beberapa orang untuk menghandle posisi di meja Registrasi dan Absensi, Manajer Kelas yang akan memastikan kesiapan sound, pc dll sebagai sarana presentasi, serta dokumentasi baik foto maupun video.

6. Konsumsi. Sebenarnya sih dari pihak LKPP sejak awal sudah menyatakan bahwa dana untuk konsumsi akan ditanggung sepenuhnya, namun demi demi menghormati kehadiran para tamu undangan dan LKPP, kami memutuskan untuk menyediakan Snack saat Pembukaan secara Free *uhuk

7. Sedangkan persiapan terakhir yang dipinta oleh pihak LKPP adalah nama pejabat yang akan menandatangani SPPD dan SLA (kalau tidak salah sih dari unsur Kepala LPSE), dan kontak rental mobil. Untuk yang terakhir ini sebenarnya sih gag perlu-perlu banget, jika pihak Panitia Lokal bersedia meminjamkan satu kendaraan dinasnya sebagai Operasional LKPP selama kegiatan seperti halnya Rakornas terdahulu…

Nah, diluar semua persiapan itu, kira-kira apa lagi yah yang harus dipikirkan demi kelancaran jalannya acara ?

1. Terkait ruangan, tentu ada Surat Peminjaman Tempat, lengkap dengan sound, ac dan pc presentasi. Ditambah toleransi dari pengelola ruangan agar mendahulukan kegiatan ini *uhuk

2. Masih terkait ruangan, selain pertemuan, ada dua ruangan lagi yang harus kami persiapkan yaitu Ruang Panitia untuk menyimpan perlengkapan yang digunakan selama kegiatan pun sebagai ruangan istirahat Panitia, dan Ruang Sholat yang sebisa mungkin diposisikan dekat Toilet dilengkapi arah Kiblat.

3. Protokoler dan Humas. Siapa yang akan membuka acara dari pihak Lokal, penyiapan bahan Sambutan yang nanti akan disampaikan, langkah demi langkah prosesi kegiatan, plus sesi dokumentasi dan peliputan agar kegiatan ini bisa diketahui oleh khalayak baik lewat media cetak ataupun televisi.

4. Penyiapan Sertifikat yang sebenarnya tidak diberikan dari pihak LKPP, namun merupakan inisiatif dari Bapak Sekda Kabupaten Badung untuk menunjukkan tingkat keseriusan kegiatan. Maka untuk hal ini, dari segi desain, hunting bahan hingga pengerjaan diserahkan kepada saya dengan harapan segera bisa diselesaikan. Sekedar bocoran, gambar yang saya gunakan diambil dari gambar BackDrop yang dikirim pak Arso Hadi via email, dikonversi menjadi warna putih, kemudian Draft sertifikat diambil dari dokumen sejenis saat saya menjadi Pembicara di Rakornas dua tahun lalu. Maka gag sampai menunggu waktu lama, sore itu juga desain sertifikat sudah siap cetak, tinggal berburu kertas Linen di Gramedia :p

5. Selain daftar dan kontak Hotel terdekat, saya pun tak lupa menyiapkan Kontak Taxi Bali milik Blue Bird group yang biasanya saya manfaatkan jasanya jika ada kebutuhan untuk keberangkatan ke bandara. Plus daftar pasar oleh-oleh terdekat yang bisa diakses sembari pulang ke hotel masing-masing.

6. Tata cara pengumpulan SPPD dan pengambilannya nanti dengan menggunakan 2 form sebagai tanda bukti. Cukup dibuat dalam format kertas biasa, dibagi 4 area untuk masing-masing 2 form tadi. Satu untuk Panitia, satunya lagi untuk Peserta.

7. Terakhir, mungkin persiapan kesehatan dan mental saja untuk bisa melayani kawan-kawan LPSE yang datang dari berbagai penjuru nusantara, minimal dengan tetap memberikan senyum ramah meski penat dan mengantuk, plus beristirahat yang cukup…

Perjalanan panjang menuju Persiapan Management Training LPSE Advance Badung Bali, memang sedikit melelahkan jika dibandingkan dengan sesi Rakornas yang meski dihadiri dengan jumlah Peserta jauh lebih besar, namun kapasitas kami selaku Panitia saat itu tidaklah sebesar tanggung jawab yang kami emban selama tiga hari terakhir.

Jadi, Terima Kasih kepada kawan-kawan dan semua guru di LKPP yang telah memberikan kesempatan pada kami menjadi Tuan Rumah, memberikan kami arahan dan petunjukmselama sesi pembelajaran dan semoga kedepan, kami bisa menjadi lebih baik lagi apabila kesempatan yang sama kelak dipercayakan kembali pada kami.

Semoga Indonesia mampu melaksanakan 100% Pengadaan yang Bersih dan Akuntabel. Salam LPSE…