Perjalanan Pertama menuju Lombok

1

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tepat jam 7 pagi, saya menginjakkan kaki di terminal keberangkatan domestik. Masih ada jeda dua jam hingga jadwal keberangkatan pesawat penerbangan Lion Air menuju Lombok. Saya memilih berjalan kaki sebentar di seputaran mencari segelas kopi cokelat dan cemilan Roti’O di dekat terminal kedatangan.
Lalu berjalan santai sambil melihat lihat pemandangan sekitar.

Ini perjalanan pertama saya ke Lombok.

Banyak persiapan yang dilakukan sejak seminggu lalu. Kaitan tugas, perintah dari Bupati Badung untuk melakukan verifikasi usulan bantuan rumah penanganan pasca gempa di Kabupaten Lombok Utara. Infonya Pak Bupati membantu sekitar 69 rumah sesuai proposal pengajuan yang disampaikan semeton Umat Hindu disana.

Ada 6 orang yang ikut dalam perjalananan ini. Saya selaku Kepala Seksi yang membidangi urusan Bantuan Rumah, didampingi 5 dari 11 staf yang dimiliki, sementara sisanya masih berjibaku menyelesaikan proses pencairan dana bantuan rumah untuk 565 kepala keluarga di Kabupaten Badung.

Rencananya kami akan stay selama 4 hari 3 malam, untuk berkoordinasi ke BNPB dan Satker Perumahan di Provinsi NTB, lalu bergerak ke Kabupaten Lombok Utara untuk verifikasi 69 kepala keluarga, dan balik pulang pada hari Sabtu mendatang. Dengan formasi 6 orang, rencananya dipecah menjadi 3 tim kerja, yang nantinya akan melakukan verifikasi usulan selama 2 hari di Senaru.

Dengan menggunakan seragam semi resmi, macam Pak Presiden Jokowi lengkap dengan sepatu kets, kami berharap bisa menyelesaikan tugas dinas ini dengan baik. Demi membantu semeton Umat Hindu di Dusun Kebaloan Bawah, juga mensukseskan pemberian bantuan rumah dari Bupati Badung.

Gempa Gempaa Gempaaa

1

Category : tentang KeseHaRian

Ketika meja makan kami mulai bergoyang kecil, bathin saya mengatakan ‘sepertinya gempa…’
Ketika badan sudah mulai bergoyang, kami mulai menoleh kearah satu sama lain dan mengatakan ‘eh ada gempaa…’ dengan nada yang masih kurang yakin.
Namun ketika goncangan mulai keras dan terasa agak lama tanpa perubahan, di sekeliling kami kompak meneriakkan ‘gempaaa…’

dan kami pun secara refleks menyambar anak-anak yang sedang asyik mengunyah makan malamnya, berhamburan keluar dari warung makan, tempat dimana sebelumnya berkumpul.
Bersama banyak orang lainnya di sepanjang trotoar dan jalanan, sambil melihat ke semua arah dan berharap ada yang membuktikan bahwa goncangan ini memang beneran gempa. Bukan hanya rasanya saja.
Keyakinan baru muncul saat melihat beberapa mobil yang diparkirkan di pinggir jalan, bergoyang keras.
Waduh… alamat nih.

Ini pengalaman saya pertama kali akan goncangan gempa dengan goncangan yang terasa keras dan lama. Info awal dari BMKG, kekuatan grmpa semalam sekitar 6,8 SR yang kemudian disusul kembali dengan penambahan hingga 7,0 SR. Dengan pusat gempa sekitar 18 KM di dekat Lombok Utara.
Pikiran pun sudah melayang kemana-mana.

Saya dan Intan, putri kedua kami sampai gemetaran. Intan merasa ketakutan karena banyak yang berteriak ‘hidup hiduup hiduuup…’ di sekeliling kami. Sementara saya pribadi langsung terbayang sinema aksi ‘2012’ yang dibintangi John Cusack. Sempat khawatir kalau-kalau tanah bumi ini terbelah dan bangunan-bangunan pada roboh.
Bersyukur Dia yang ada di atas sana, belum separah itu memberikam ujian-Nya. Kami yang ada di Kota Denpasar bisa dikatakan aman-aman saja pasca gempa yang berlangsung cukup lama ini.

Seperti biasa, WhatsApp Group langsung memberikan notifikasi. Belasan teman dari berbagai perkumpulan chat pun pada heboh memberi tahu sambil memforward gambar dan video gempa yang terjadi disekitarnya, bahkan yang jauh diseberang sekalipun.
Ini kok mereka masih sempat-sempatnya berkirim Chat dan share beginian pas gempa terjadi ? Pasti deh saling berlomba paling dulu membahas isu yang bakalan viral sebentar lagi.
Kelakuan…

Namun demikian, ada juga yang mencoba bermain api di tengah heboh masal yang terjadi di Pulau Bali sebagai tetangga dekat lokasi kejadian, yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan di seluruh Bali pada tengah malam pukul 00.30 Wib, sebagaimana share Info dari akun Twitter @dDbThezite semalam.
Praktis informasi semacam inipun ditelan mentah-mentah dan dishare di berbagai Chat Group, tentu saja menimbulkan pertanyaan dan rusuh.
Bagi mereka yang masuk pengguna baru dunia maya, langsung menempuh jalan untuk meneruskan informasi ke kawan lain atas alasan ‘agar semua bisa lebih waspada’ sebagaimana alasan Ngurah Arta The Ziter’s pemilik sebuah studio produksi musik kelahiran 4 juli 1982 di jalan raya Sesetan 120 (bisa dipantau pada akun FaceBook ybs), sementara pengguna lawas langsung cek akun yang bersangkutan lalu mengkomparasi dengan Timeline akun Twitter BMKG.
Hasilnya mudah ditebak, itu Hoax.
Entah apa yang ada dalam pikiran si pembuat Hoax malam ini, namun ybs sukses menghebohkan banyak netizen di dunia maya termasuk istri dan para kelihan yang mengirim screenshot Tweet tersebut ke banyak kawan.
Goblok benar akun @dDbThezite ini. Gak heran ybs dilaporkan ke akun @DivHumas_Polri oleh senior saya semalam.

Ada 2 kesalahan yang bisa dituduhkan pada ybs.
Pertama fitnah terhadap lembaga BMKG yang dijadikan sumber informasi dalam Tweet tersebut, dan kedua ya informasi palsu yang berpotensi menyebabkan keributan dan beban psikis bagi mereka yang tak paham.
Amat sangat disayangkan, bila kemudian ada banyak orang yang merasa bahwa itu benar terjadi, memilih untuk tidak tertidur dan menyiapkan segala macamnya lebih dini hingga akhirnya memaki-maki di pagi hari.

Baiknya sih kita semua menyadari, bahwa dalam situasi begini, seharusnyalah kita saling menjaga, menguatkan dan tetap berusaha menenangkan mereka yang panik, utamanya anak-anak, orang tua atau ibu hamil.
Kasihan kalau sampai mereka menjadi korban info Hoax apalagi kalo sampai mengungkapkan potensi tsunami tingkat tinggi di sejumlah daerah seputaran kejadian.

Gempa kali ini jadi banyak cerita

Btw, Hoax oleh akun Twitter pemilik The Ziter’s diatas rupanya masuk di media online Liputan 6 pagi ini : Hoaks Gempa Susulan Tengah Malam Gegerkan Warga Bali