#HPjadul China Multi Media Murah Meriah

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebelum demam Android dan iPhone menyerang pasar Indonesia, ponsel China pernah booming dengan penawaran fitur dukungan tayangan sejumlah TV Lokal. Hal ini sempat menggoyahkan iman sebagian besar pengguna yang mulai bosan dengan harga ponsel yang selangit namun tidak mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada secara maksimal.

Ciri khas ponsel jadul China jaman old adalah layar yang cukup besar dengan kemampuan sentuh untuk ukuran layar ponsel saat itu, dan fitur televisi lengkap dengan antenna panjang yang disematkan pada badan ponsel atau dibekalinya tombol khusus untuk akses cepat ke fitur sebagai pemanis.
Yang lebih unik lagi, sekaligus pembeda antara ponsel China dengan Branded jaman itu adalah susunan keypadnya yang berpola 4×3. Dimana posisi tombol angka ‘0’ tidak berada di sisi bawah tombol angka ‘8’ laiknya standar ponsel lainnya, namun berada di sebelah kanan tombol angka ‘6’.

Ada banyak vendor yang mencoba masuk pangsa pasar ponsel jadul China dengan fitur jualan tayangan televisi ini. Termasuk fitur Multi Media lainnya seperti Radio yang tidak lagi harus mengandalkan headset, video, musik mp3 atau perekaman suara. Semua bisa didapat dengan harga yang Murah Meriah, mudah dijangkau oleh kantong pengguna pemula sekalipun.

Sayangnya untuk kualitas dan ketahanan ponsel memang tidak bisa disandingkan dengan yang versi Branded macam Nokia yang saat itu telah menjadi raja di puncak penjualan. Yang mengakibatkan tergerusnya banyak nama akibat tidak mampu bertahan pasca serbuan iPhone dan Android yang merangsek pasar tanpa ampun.

#HPjadul #china #tivi #televisi #lokal

#HPjadul Venera V1 QWERTY Lokal Rasa Blackberry

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam setiap masa keemasan suatu produk yang booming di tanah air, selalu saja ada versi KW atau tiruan, dirilis oleh sejumlah pengusaha lokal tentu dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau meski harus mengabaikan soal kemampuan dan fungsionalitas yang bisa dilakukan.
Termasuk era ponsel BlackBerry.

BlackBerry mulai dikenal di pasar ponsel Indonesia, setidaknya saat seri Bold 9000 dirilis pada tahun 2008 silam. Saat itu, ada sejumlah fitur yang mulai banyak dilirik sebagai timbal balik harga jualnya yang cukup selangit. Dari bentukannya yang bulky gegara deretan keypad qwerty dengan tingkat kenyamanan extra leluasa, push email yang realtime dan gegas, BlackBerry Messenger yang mampu mengumpulkan sejumlah kawan dalam satu ruang chat, hingga TrackBall atau tombol gulir yang dikenal jauh lebih lincah dalam operasional ponsel ketimbang keypad 5 arah yang saat itu sudah terlanjur tenar lewat ponsel konvensional.

Keunikan-keunikan inilah yang kemudian rata-rata ditiru dalam setiap desain ponsel lokal rilisan jaman itu. Baik bentukan bodi dan layar yang melebar, pula keypad qwerty yang seabrek. Bahkan ada juga yang ikut menyematkan tombol gulir bahkan meniru plek desain beberapa ponsel seri BlackBerry lainnya. Salah satunya ya #HPjadul Venera Voyager V1 ini.
Fitur-fitur yang ditawarkan cukup lengkap untuk ukuran ponsel yang berbasis Java. Dari ketersediaan memory internal yang cukup lega, dukungan slot memory tambahan untuk penyimpanan musik dan video, juga browser opera mini untuk berselancar nyaman.

Ada banyak vendor yang ikut serta menjajal pangsa pasar ponsel qwerty semacam ini. Seperti Nexian, Imo, Mito atau Cross.

#HPjadul #lokal #china #blackberry #qwerty

Dual SIM, dari Lokal hingga Branded

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Di era jaya ponsel Nokia sekitar enam tujuh tahun yang lalu, belum banyak konsumen yang merasa perlu untuk memelihara dua atau tiga nomor sekaligus. Bisa jadi saat itu perang tarif antar operator belum banyak diminati, ditambah adanya promo paket data yang begitu menggoda. Maklum, fitur jejaring sosial bukanlah hal yang penting untuk dijajal.

Booming dua tiga nomor, baru terjadi saat serbuan ponsel lokal masuk ke Indonesia. Digawangi oleh beberapa nama seperti Nexian, G-Star, K-Touch dan lainnya, teknologi Dual Sim mulai diadopsi berbarengan dengan ramainya TV Analog dalam perangkat yang sama. Beberapa diantaranya bahkan mampu menyematkan tiga nomor slot sekaligus atau dua slot dengan fungsi jaringan yang berbeda.

Sayangnya hingga empat lima tahun lalu, teknologi Dual Sim ini belum jua dianggap penting untuk dilirik oleh ponsel branded atau merek global, sehingga pangsa pasar yang tersedia bisa dikatakan masih sangat terbatas bagi konsumen. Jikapun ada, persoalan harga pastilah menjadi beban utama untuk ditebus.

Katakan saja perangkat Samsung W579. Sebuah ponsel dari negeri ginseng yang sudah mengadopsi dua sim card namun memiliki harga jual yang jauh diatas awan, sehingga bisa ditebak kalau ponsel seri ini hanya dilirik oleh sebagian kecil pengguna ponsel saat itu yang memang merasa malas untuk membawa dua ponsel sekaligus. Bandingkan dengan seri milik Nexian yang dijual dengan harga jauh lebih terjangkau.

Teknologi Dual Sim baru mulai dilirik oleh nama-nama besar ponsel Branded jauh setelah era kesuksesan ponsel lokal itu berlangsung. Hal ini kerap dikatakan sebagai langkah yang sudah terlambat mengingat konsumen mulai beralih pada perangkat pintar yang menjual banyaknya dukungan pada ketersediaan aplikasi dan games. Meski begitu nama-nama besar seperti Nokia, Samsung, LG dan lainnya yang sudah mulai jatah bangun mengurusi penjualan, mencoba merambah teknologi ini demi merebut pundi-pundi keuntungan dari brand lokal sebelumnya.

Katakan saja Nokia lewat seri Asha yang kini menjadi tumpuan harapan mereka untuk tetap bisa bertahan di segmen pemula. Atau Samsung lewat Galaxy Duos series seperti biasa merilis disemua lini, dari pemula hingga profesional. Demikian halnya dengan LG dan nama besar HTC lewat seri Desire V dan VC untuk pangsa pasar menengah.

Walau belum bisa menyamai booming ponsel lokal beberapa tahun lalu, hadirnya nama besar seperti disebut diatas tadi mulai dirilis dengan jualan sistem operasi dan cara penggunaan yang lebih baik, pula ketersediaan ratusan bahkan ribuan aplikasi serta games gratisan yang dapat diunduh.

Teknologi dual sim tampaknya memang menjadi satu pangsa pasar yang menjanjikan bagi konsumen Indonesia, mengingat kini beberapa operator sudah berlomba-lomba untuk menurunkan tarif voice dan messaging serta menawarkan layanan paket data dengan harga yang menggoda. Hal ini tentu dimanfaatkan benar oleh jutaan konsumen yang ada mengingat rata-rata operator tidak menawarkan tarif murah pada semua paket layanan. Sehingga ada juga konsumen yang memilih kartu operator A untuk memanfaatkan murahnya tarif voice, sekaligus menggunakan kartu operator B untuk mendapatkan layanan paket data yang terjangkau.

Mampu menggunakan Dual Sim card secara bersamaan memang jelas menggoda, apalagi bagi mereka yang merasa kerepotan membawa dua hingga tiga ponsel sekaligus untuk nomor ponsel yang berbeda. Namun salah satu kelemahan utama dari diadopsinya teknologi ini adalah persoalan terkurasnya daya tahan batere dengan lebih cepat. Mengingat satu sim card dari satu operator saja sudah cukup lumayan menguras batere untuk mencari keberadaan sinyal, apalagi dua ?

Feature Phone, ponsel standar dalam arti sebenarnya

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh sebelum kemunculan berbagai sistem operasi yang kini menghiasi berbagai ponsel pintar, Feature Phone merupakan satu-satunya pilihan yang dapat digunakan oleh sekian juta pengguna di tanah air maupun dalam skala dunia.
Feature Phone merupakan sebuah perangkat mobile teknologi yang memang tidak dipersiapkan sebagai sebuah perangkat ponsel pintar. Artinya paling minim fungsi utama mobile phone sudah terpenuhi dan siap digunakan untuk bertelekomunikasi. Voice call dan sms.

Di era tahun 2000an awal, beberapa nama besar telah mendahului peruntungan dan menikmati lezatnya kue Feature Phone, yang saat itu hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. Minimal menengah ke atas. Tidak heran jika pada pemanfaatannya, beberapa pengguna kerap melakukan percakapan dengan nada yang sedikit lebih keras dengan tujuan agar didengar oleh orang disekitarnya.

Feature Phone yang dalam kemunculan awalnya diramaikan oleh nama-nama seperti Motorola, Ericsson atau Nokia, secara perlahan tenggelam seiring hadirnya perangkat pintar bernama PDA (Personal Digital Asisstant) dan media portable player yang diperkuat dengan penambahan sistem operasi untuk menambahkan sejumlah fungsi tertentu sesuai kebutuhan pengguna. Maka hadirlah Symbian, Windows Mobile (kini Windows Phone), iOS, BlackBerry dan tentu saja Android.

Salah satu ciri penting dari sebuah perangkat Feature Phone adalah harga yang terjangkau bagi kantong pengguna. Bisa dijual dengan harga minimum lantaran secara kemampuan bisa dikatakan sangatlah terbatas, meski di masa kini beberapa nama vendor lokal masih tetap menyuntikkan kemampuan multimedia standar seperti kamera, musik, video dan TV Analog.

Berbeda dengan tipikal ponsel pintar, bisa dikatakan teknologi yang disematkan pada Feature Phone dari sejak awal kemunculannya, hampir tidak mengalami kemajuan yang berarti. Selain disuntikkannya kemampuan multimedia standar tadi, beberapa kemampuan lain yang masih dapat dinikmati adalah fitur multi sim card, layar sentuh resitif dan beberapa permainan berbasis Java.

Di tengah serbuan ponsel Android, BlackBerry dan juga iPhone, Feature Phone nampaknya masih tetap mampu bertahan meski gaungnya tak terlalu terdengar. Namun keberadaannya masih tetap diminati sebagai alternatif ponsel kedua. Mengingat ponsel pintar yang ada saat ini kebanyakan memiliki keterbatasan daya tahan untuk digunakan bertelekomunikasi. Biasanya perilaku semacam ini digunakan bagi mereka yang memiliki dua nomor dengan frekuensi yang berbeda. GSM dan CDMA.

Meski begitu ada juga pengguna yang lebih menyukai Feature Phone ketimbang ponsel pintar lantaran kemudahan penggunaan. Kalangan ini biasanya datang dari pengguna yang tidak sempat lagi untuk belajar teknologi ponsel terkini dengan berbagai alasan dan kesibukan.

Melihat adanya celah dan peluang ini, vendor besar seperti Nokia tampaknya masih tetap mengandalkan segmen Feature Phone lewat Asha series untuk pangsa pasar low end atau pemula, yang secara harga jual lebih dapat dijangkau oleh pengguna. Malahan dalam kurun waktu dua tahun terakhir Asha lebih banyak diminati ketimbang Lumia series yang memang menyasar pasar ponsel pintar. Demikian halnya dengan nama besar Samsung yang kini lebih dikenal lewat Android Galaxy seriesnya.

Tak ketinggalan beberapa vendor lokal yang secara kontinyu merilis beberapa seri Feature Phone seperti K Touch, Tiphone, Cross, Elzio, Alcatel hingga Imo. Barisan ponsel lokal yang kami sebut terakhir ini beberapa diantaranya masih setia mengadopsi bentukan perangkat BlackBerry dengan keypad qwerty-nya atau layar sentuh yang lebih banyak ke bentukan iPhone minded. Sementara sisanya kembali ke fitrah awal, batangan dengan layar mini.

Untuk harga yang kami katakan terjangkau, rata-rata Feature Phone dijual di kisaran harga 500ribuan ke bawah. Dengan harga tersebut, beberapa fitur yang sempat kami sebutkan sebelumnya tadi sudah dapat dinikmati plus tambahan kartu memory card yang biasanya hadir dalam paket penjualan. Sementara yang dijual dengan harga sedikit lebih tinggi hingga angka 1 juta rupiah, biasanya ditawarkan dengan beberapa tambahan teknologi tertentu, diantaranya sound dan speaker stereo, tombol akses langsung ke jejaring sosial, games integrated, anti air dan debu hingga layar transparant yang kini ditawarkan oleh vendor Nexian lewat Glaze M9090.

Jadi, jika Kawan sudah mulai merasakan jenuh akibat maraknya pilihan ponsel pintar yang kini banyak beredar, silahkan coba Feature Phone yang jauh lebih terjangkau namun tak kalah dalam adopsi teknologi.

Mengintip Aplikasi/Games Buatan Developer Lokal

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jaminan ketersediaan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan games kini kerap menjadi jualan perangkat ponsel maupun tabletpc yang masuk golongan smart, entah itu Android berharga murah hingga sekelas iPad sekalipun. Meski memang tak semua aplikasi atau games tersebut dapat dicoba dengan gratis tanpa membeli.

Tapi siapa sangka jika diantara ratusan bahkan ribuan aplikasi yang tersedia dalam application market masing-masing perangkat pintar tersebut ada juga yang produksi dalam negeri alias dikembangkan oleh developer lokal. Mau tahu apa saja serta fungsi atau gunanya ? yuk kita intip beberapa.

Kategori Travel/Transportasi ; Indonesia FlightBoard. Aplikasi ini dikembangkan oleh Trustudio dalam pasar Android dengan fungsi menyediakan jadwal penerbangan beberapa maskapai di Indonesia dari 25 bandara yang telah terdaftar. Kami yakin aplikasi ini akan sangat membantu mobilitas Kawan yang sering bepergian keluar daerah. Jadwal Kereta Api. Jika Kawan sering bepergian menggunakan alat transportasi kereta api maka aplikasi ini wajib untuk dimiliki. Layanan utamanya adalah memberikan informasi jadwal kereta api Non KRL untuk kelas Eksekutif, bisnis, Ekonomi dan Wisata sesuai dengan yang ada di website KAI. Selain itu tersedia pula opsi pemesanan tiket via call centre. Komutta. Apabila dua aplikasi tadi melingkupi beberapa wilayah transportasi, untuk yang satu ini hanya dapat dinikmati bagi pengguna yang berada di wilayah Jakarta saja. Namun tak mengkhusus pada satu jenis alat, aplikasi ini mencakup informasi transportasi publik seperti bus Trans Jakarta, Kereta Api, Mini Bus, Taksi hingga Angkot, lengkap dengan call center semua operator.

Kategori Kuliner. Toresto. Merupakan cara baru berburu makanan dan restoran lewat aplikasi mobile. Toresto dikembangkan oleh GITS Indonesia yang kini telah tersedia di banyak platform yaitu Android, iOS, S40, Symbian, Windows Phone an S40 Touch. Sedikitnya tersedia lebih dari 2400 data 2400 tempat makan baik di Bandung maupun Jakarta. Kabarnya untuk wilayah kota lainnya akan dikembangkan demi memudahkan perburuan kuliner. Masak Apa. Apabila aplikasi tadi lebih mengarah pada lokasi restoran terdekat dari posisi pengguna, Masak Apa lebih menyasar pada panduan resep dan tips memasak harian bagi pengguna yang memiliki hobi memasak. Informasi yang disajikan cukup lengkap baik tutorial dalam bentuk teks bacaan maupun video langkah pembuatan.
Kategori Hiburan. iCineplex. Sesuai namanya, aplikasi ini diperuntukkan bagi penggemar film yang ingin mendapatkan update jadwal tayang serta revies film terkini di bioskop terdekat meliputi Cineplex 21 dan Blitzmegaplex. IndoTV. Jika Kawan lebih menyukai menonton layar televisi ketimbang bioskop, barangkali aplikasi ini jauh lebih bermanfaat untuk digunakan. Informasi yang disajikan meliputi jadwal tayang TV kabel maupun publik di Indonesia, lengkap dengan streaming yang membutuhkan koneksi internet saat menjalankannya. Fungsi lain yang disediakan dalam aplikasi ini adalah fitur pencarian dan reminder atau alarm, agar Kawan tak ketinggalan menonton tayangan favorit. Gamelan DJ. Merupakan aplikasi musik yang mengkombinasikan alat musik tradisional (gamelan saron) dan modern (DJ mix). Aplikasi ini merupakan yang pertama dikembangkan oleh Kowplink Studio dan baru bisa diakses melalui pasar aplikasi Android. Rencananya dalam waktu dekat, aplikasi ini bakalan dikembangkan bagi beberapa platform lainnya.

Kategori Edukasi. FisikaMu SMA X. Bagi Kawan yang ingin belajar tentang ilmu Fisika Dasar, tersedia aplikasi yang dikembangkan oleh Enthrean Guardian, yang menyasar pada materi sesuai kurikulum yang diberikan pada kelas X atau tahun pertama ilmu Fisika diberikan pada jenjang sekolah. Tersedia dalam dua versi, Semester I dan 2 dimana masing-masing menyediakan materi, contoh soal dan pembahasan, latihan soal tiap Bab, dan Tes Semester, dengan materi lebih kompleks dan spesifik. Try Out Plus SD dan SMP. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT. Alphasoft yang tersedia dalam berbagai pilihan platform, dari desktop Windows, Android, BlackBerry dan juga iOS. Materi yang disampaikan berupa pertanyaan yang kerap diujiankan, berjenjang mulai kelas I SD hingga kelas IX (SMP). Akan berguna bagi anak-anak usia sekolahan untuk mendalami pengetahuan yang mereka dapatkan.

Kategori Utility. Nefron. Merupakan aplikasi lokal pendeteksi SMS iklan/percobaan penipuan bagi perangkat Android. Fungsinya cukup sederhana, yaitu mencegah SMS iklan/percobaan penipuan untuk masuk ke ponsel berdasarkan nomor yang tidak dikenal dalam daftar kontak. Namun tentunya isi SMS akan diReview terlebih dahulu sebelum diblokir dan masuk kedalam daftar spam. KoinKuLator. Bagi Kawan yang pernah membaca review aplikasi Expense Manager beberapa waktu lalu, kami yakin fungsi KoinKulator tak akan asing lagi. Dikembangkan oleh Mreunionlabs, memiliki kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangan, pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan secara rutin, untuk melihat seberapa jauh pos transaksi yang dilakukan.

Kategori Games. Pandava Series. Merupakan rangkaian game Legenda Indonesia dari Creacle Game Studio, Yogyakarta. Tersedia hanya dalam Nokia Ovi Store, Pandava Series menyediakan 4 buah game dengan judul masing-masing : Arjuna the Archer, Bima the Conqueror, Nakula Sadewa in The Labyrinth, dan The Legend of Gatotkaca for Mobile. Keempat game ini kental dengan unsur budaya dan mengangkat empat tokoh pahlawan legenda di Indonesia. Untuk saat ini, yang telah dirilis secara resmi adalah Arjuna The Archer dan Bima the Conqueror. Sedangkan dua lainnya sedang berada dalam proses pengembangan. Panjat Pinang. Game ini dikerjakan oleh delapan orang mahasiswa Amikom di basecamp Amikom Game dev, daerah Candi Gebang selama 2 minggu. Mengambil tema panjat pinang yang kerap digelar saban 17 Agustusan, games ini kelihatannya telah diunduh hingga jumlah ribuan. Sangat Lumayan untuk ukuran aplikasi buatan Lokal. Ular Tangga. Masih dari developer yang sama, Ular Tangga merupakan salah satu game klasik yang dapat dimainkan berdua dengan kawan lain atau melawan ponsel. Mengadopsi bentukan awal Ular Tangga dari angka 1 hingga 100 dimana Ular berfungsi untuk menurunkan pengguna ke angka yang lebih kecil, dan Ular berlaku sebaliknya.

Tips #Ngandroid #TabletPC Android Lokal Terjangkau

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Menjajal Vandroid, TabletPC #Android Lokal yang harganya Terjangkau. Satu Juta rupiah saja…
  • Kalo TabletPC lokal hanya dimanfaatkan untuk maen games, barangkali gag terlalu masalah asalkan bukan games HD yg membutuhkan grafis tinggi
  • Tapi kalo digunakan untuk mendukung kerja, gag recommend deh… Ketimbang mangkel lantaran gag memuaskan
  • Beberapa keluhan selama pemakaian Vandroid T2; respond layar yang kurang akurat, perlu penekanan lebih tegas, batere cepat habis dan…
  • Koneksi yang sering terputus, entah kenapa… Tapi secara kinerja, tabletpc Vandroid T2 cukup lumayan kok…
  • Sebetulnya kalo mau dipake dalam jangka lama dan menunjang kebutuhan kerja sih, gag berani merekomendasikan perangkat Tablet #Android Lokal
  • Akan tetapi ada beberapa pertimbangan yang barangkali bisa masuk sebagai alasan ‘mengapa memilih Tablet #Android Lokal’
  • 1. Tentu keterbatasan Budget, gag semua Droiders dan orangtuanya punya dana yang memadai untuk bisa ikut menikmati godaan #Android
  • 2. Secara kebutuhan bisa saja gag serius”banget, malah bisa jadi sebagai pilihan perangkat games bagi putra putri Droiders seumuran TK/SD
  • 3. Pengguna #Android tingkat Pemula, ketimbang menghabiskan banyak uang untuk sesuatu hal yang barangkali belum mampu memuaskan
  • Dari ketiga pertimbangan itu, gag masalah sih kalo memang milihnya ke Tablet #Android Lokal, asalkan…
  • 1. Gag menuntut soal kehandalan atau kemampuan dalam operasionalnya. ‘GalTab 7+ bisa maen NFS, punya saya kok tidak?’
  • 2. Memaklumi soal keterbatasan respond yang diberikan. ‘Tablet milikmu kok nyante aja kalo lagi pindah halaman yah?’
  • 3. Harga Murah, umur (biasanya) gag panjang. ‘ni Tablet kok baru dipake dua bulanan sudah lelet? Mana kamera gag fungsi lagi…’
  • 4. Gag seindah iklannya. ‘gambar yang tampil di Tabletmu oke punya, ini kok rada buram… padahal filmnya sama…’
  • Nah, trus dari banyaknya pilihan yg ada, kalo bs sih pilih Tablet #Android Lokal yg punya standar sedikit lebih biar gag nyesel, misalkan…
  • 1. Besaran CPU, kini sudah ada yang pake singlecore 1 GHz atau 1,5 GHz dengan harga satu juta
  • 2. Periksa internal Storage nya, rata”sih sudah ada yang adopsi 4 GB, lumayan kalo mau nambah”games
  • 3. RAM, ukuran 512 ada juga kok yang pake, minimal antisipasi kalo seumpama Tablet gag bisa diRoot
  • 4. Ketersediaan Sim Card, kecil tapi ekstrem. Cape deh kalo sampe musti hunting wifi terdekat cuma buat update status :p
  • 5. Dukungan Market, selain bawaan ada juga yang menyertakan Market App buatan sendiri macam Nexian dan Vandroid kemarin
  • Lha trus kira”ada gag yah hal”yg gag perlu dipertimbangkan saat memutuskan untuk membeli sebuah Tablet #Android Lokal?
  • 1. Tampilan User Interface. Rata”UI Tablet #Android Lokal standar dr OSnya, kalopun nanti mau diCustom, bs ambil di Market. Banyak pilihan.
  • 2. Aplikasi Dukungan. Khawatir Tablet cuma bisa sebagai Documents Viewer? Silahkan unduh bbrapa app Free yang punya kemampuan sama
  • 3. Versi OS. Rata”Tablet keluaran terakhir sudah adopsi OS #Android versi 2.3 GingerBread, soal kemampuan Tetheringpun sudah bisa
  • Membeli sebuah perangkat #Android gag jauh beda dengan membeli sebuah HH Windows Mobile era 2002 s/d 2007, banyak pilihan, beragam harga
  • Storage Besar tapi RAM kecil dijamin bikin lelet perangkat #Android saat mencoba instalasi beragam App dan Games
  • Jadi, kalopun masih ragu untuk mencoba Tablet #Android Lokal sebagai pilihan, mungkin tuit tadi bisa dijadikan pertimbangan
  • Pikir-pikir sebelum memilih Android Murah

    3

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Perkembangan sistem operasi mobile phone yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, tampaknya makin menjadi sejak awal tahun 2012 ini. Setelah naik secara pesat di tahun sebelumnya, kini Android mulai merambah ke berbagai segmen pengguna dan tentu saja merambah ke berbagai jangkauan harga.

    Dengan maraknya lini yang ingin dikuasai oleh sistem operasi ini lewat beragam brand termasuk lokal, pada akhirnya banyak pula suara tidak puas akan kinerja perangkat yang mereka pilih yang rata-rata merupakan konsekuensi dari rendahnya harga jual yang ditawarkan. Untuk itulah kami secara pribadi lebih kerap menyarankan kepada Rekan Droid untuk memilih perangkat Android tingkat menengah keatas demi mendapatkan kinerja dan kepuasan yang optimal. Mau tahu alasannya ?

    Minim Fitur. Dengan harga tawar yang murah bahkan ada juga beberapa perangkat sebesar tabletPC yang dijual di bawah satu juta rupiah, rata-rata hanya membawa fitur bawaan dari sistem operasi yang dipergunakan. Hal ini berbeda dengan Android kelas menengah yang rata-rata mulai menawarkan berbagai aplikasi atau fungsi tambahan pula user interface atau tampilan yang cenderung lebih memudahkan pengguna untuk berinteraksi.

    Kecepatan dan Kemampuan Standar. Dari pantauan kami di beberapa perangkat ponsel ataupun tabletPC berbasis Android berharga murah, hanya dibekali dengan prosesor serta besaran memory RAM yang terbatas. Padahal dua hal inilah yang merupakan pemicu tenaga perangkat sejak awal digunakan. Apalagi kelak ketika pengguna mulai menginstalasi dan menggunakan aplikasi atau permainan dalam jumlah banyak atau multitasking, barulah leletnya bakalan terasa.

    Keakuratan dan Kualitas Layar. Iklannya sih boleh, layar sentuh berjenis kapapatitif. Tapi jangan heran apabila tingkat sensitifitas layar malah jauh dari harapan. Bahkan ada pula perangkat yang perlu menekan layar dua kali untuk bisa menjalankan perintah. Belum lagi soal tingkat kecerahan dan kejernihan layar, pula kualitas bahan yang dipergunakan.

    Ketiadaan Update OS. Saat perangkat dijual ke pengguna, rata-rata versi OS yang disuntikkan sudah mengadopsi keluaran terbaru, entah 2.3 Gingerbread atau 4.0 Ice Cream Sandwich, meski ada juga beberapa lainnya yang lebih memilih versi lama 2.2 Froyo. Namun ketika permasalahan atau bugs muncul ditengah pemakaian, versi Update sangat jarang diberikan untuk mengatasinya. Demikian pula jika Rekan menginginkan Upgrade ke versi OS yang lebih baik.

    Kapasitas dan daya tahan batere. Android dikenal rakus daya lantaran kebutuhannya untuk memanfaatkan koneksi data demi mendukung aktifitas secara optimal. Untuk itu pula beberapa perangkat kelas menengah keatas mulai meningkatkan kapasitas dan daya tahan batere mereka demi kepuasan pengguna. Tidak demikian halnya dengan Android murah. Terpantau beberapa perangkat tabletPC lokal masih menggunakan kapasitas batere yang setara dengan ponsel Android kelas menengah. Sehingga untuk sekali charge penuh biasanya hanya dapat digunakan selama 3 jam secara konstan. Itu artinya, untuk penggunaan harian biasanya dibutuhkan dua tiga kali charge. Sangat merepotkan bukan ?

    Dukungan Komunitas. Jika hasrat untuk memiliki perangkat Android murah hanya sebatas menggunakannya secara standar, barangkali tidak akan banyak masalah yang kelak dijumpai saat pemakaian. Namun kadang-kadang ketika menemukan kesulitan dalam beraktifitas, dukungan komunitas dan juga forum akan jauh lebih memberikan pencerahan atau solusi terutama bagi pengguna awam.

    Nah, enam alasan itulah yang menjadi bahan pertimbangan kami dalam memberikan rekomendasi jika Rekan Droid menginginkan perangkat Android sebagai pilihan berikutnya. Jangan sampai salah pilih ya.

    Melirik Varian TabletPC Lokal nan Murah

    7

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Sejauh pengamatan pribadi, saya pikir kehebohan yang diciptakan oleh kehadiran perangkat TabletPC ditengah-tengah masyarakat kita tahun 2011 ini, tampaknya belum menjadi sebuah kebutuhan penting untuk mendukung beberapa pekerjaan, ataupun menggantikan fungsi sebuah NetBook, namun masih baru sebatas pemuas rasa penasaran saja.

    Tingginya harga sebuah TabletPC yang musti ditebus untuk bisa menjajal kemampuan perangkat dengan baik, masih menjadi beban dan pertanyaan bagi mereka yang tergolong penasaran namun ingin tersebut. Saya salah satunya. Hehehe…

    Jika Rekan sependapat, mungkin tulisan berikut masih bisa disimak hingga selesai sebagai salah satu referensi tambahan sebelum memutuskan untuk ‘membeli sebuah perangkat tabletPC yang berkelas’.

    Dengan budget dibawah 3 juta rupiah, sebuah perangkat TabletPC akan jauh lebih terasa terjangkau oleh sebagian besar penduduk negeri ini. Sayangnya, di rentang harga tersebut, tak satupun TabletPC yang hadir, datang dari Brand atau merek Global ternama. Masih didominasi nama-nama lokal dengan kemampuan yang tergolong lokal pula. Jadi ya dimaklumi saja.

    Seperti halnya tulisan Melirik ponsel Android Murah beberapa waktu lalu, tiga hal yang mutlak diketahui sebelum mulai memilih saya rasa akan sama saja. Sistem Operasi Android 2.2 Froyo, keberadaan Koneksi Data WLan atau Wifi selain 3G dan juga keterbatasan kecepatan prosesor yang disertakan. Apa saja pilihannya ? Yuk kita mulai.

    Huawei Ideos S7. Datang dengan kisaran harga 2,7 Juta, Huawei saya rasa patut menjadi 1rst rekomendasi yang bisa dijadikan pilihan untuk mencicipi Android murah dikelasnya. Dengan kemampuan prosesor sebesar 1 GHz dan juga fungsi Voice Call (telepon), saya yakin Huawei bakalan menyedot perhatian besar dibanding yang lain. Sayangnya, Meski layar yang digunakan tergolong lebar, Huawei masih menggunakan type Resitif yang artinya pengguna diwajibkan menggunakan Stylus tambahan untuk membantu akses selama beraktifitas.

    Tabulet Troy. Sedikit lebih murah, Tabulet menawarkan spesifikasi jeroan yang tidak jauh berbeda dengan Huawei. Prosesor ARM Cortex A9 1 GHz dan Storage internal 4 GB serta mengadopsi memory 512 MB, tampaknya sudah cukup mapan untuk kinerja sebuah perangkat TabletPC. Dengan dimensi layar dan juga daya tahan batere yang nyaris sama dengan Samsung Galaxy Tab, tampaknya perangkat yang satu ini bisa menjadi rekomendasi kedua yang memungkinkan untuk dipilih.

    ZTE Light Tab. Dengan harga yang pas 3 Juta rupiah ini, secara kemampuan jeroan prosesor ternyata lebih rendah ketimbang Huawei Ideos. Berbekal memori 512 RAM/ROM sebagai penyimpanan utama, ZTE Light Tab siap memanjakan penggunanya dengan memberikan kapasitas daya yang lebih besar ketimbang rivalnya. 3.400 mAh.

    Amethys Pad LX-100. Amethys Bisa dikatakan brand yang tergolong baru di negeri ini. Dengan tawaran harga sekitar 2,5 juta rupiah, paket penjualan tabletPC satu ini tergolong paling menarik. Selain menyertakan tas/case khusus, terdapat pula keyboard tambahan yang dapat digunakan sebagai media input perangkat. Tidak hanya itu, disekeliling bodinya terdapat dua port tambahan diluar Charger dan slot kartu memory, seperti miniUSB, miniHDMI , yang mampu membantu perangkat Amethys tersambung dengan perangkat lainnya.

    Archos 7.0 Internet Tablet. Dikenal sebelumnya sebagai produsen perangkat Multimedia, Archos sepertinya mencoba peruntungan baru dengan bermain di arena TabletPC. Dibandingkan dengan semua varian yang tampil disini, spesifikasi yang ditawarkan Archos bisa jadi sangat menggiurkan. Selain prosesor ARM Cortex A8 1 GHz, Archos 7.0 didukung pula dengan Graphic Accelerator 3D OpenGL yang membuatnya mampu memainkan beberapa Game HD tertentu. Sayangnya, ketiadaan slot SimCard bakalan memaksa penggunanya untuk selalu mencari keberadaan perangkat Wifi terdekat agar selalu mampu terhubung ke dunia maya.

    ti-Pad Justin. TabletPC besutan brand lokal ti-Phone ini ditawarkan dengan harga 2,25 Juta saja. ti-Pad  siap memberikan pelayanan Plus selain yang telah ditawarkan oleh Android dengan Marketnya. Ti-Phone Internet Service atau TIS mencakup layanan T-Market, T-Mail, T-Book, T-Messenger dan Opera Mini.

    Tekram Tablet. Dibanding Rekan sejawatnya diatas, kisaran harga yang ditawarkan oleh Tekram jauh lebih menarik ketimbang lainnya. 1,65 Juta saja. Sayangnya, dalam dunia elektronik dan juga Gadget, pendapat ada harga ada kualitas tampaknya masih dapat dibenarkan. Meski telah didukung oleh Adobe Flash player 10.1, Tekram datang dengan mengandalkan layar Resitif yang artinya masih memerlukan bantuan Stylus untuk dapat berinteraksi pada layar dan menu, begitu juga kecepatan prosesor yang terbatas.

    Diluar beberapa Varian yang ditawarkan diatas, sebenarnya ada beberapa varian lain lagi yang bisa menjadi pilihan seperti DTC Dpad G150 yang dibanderol 1,5 Juta atau Tabulet Mech seharga 2,1 Juta. Sayangnya kedua perangkat tersebut masih mengadopsi sistem operasi Android 2.1 Eclair yang artinya, beberapa kelebihan yang sekiranya hanya terdapat pada Android 2.2 Froyo keatas, tak akan dapat ditemui di perangkat tersebut. Contohnya Tethering atau portable hotspot, atau pemilahan storage untuk aplikasi dan games.

    TabletPC lokal nan murah memang menggoda untuk dicoba. Jika memang masih penasaran, salah satu dari varian diatas bisa dijadikan pilihan kok.

    Masih Ragu mencoba ? Yuk Lirik Android Murah

    8

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Dalam tulisan 10 Pertimbangan Bagaimana Memilih Perangkat Android yang Tepat sesuai Kebutuhan beberapa waktu lalu, Brand atau Merek merupakan salah satu yang saya ajukan untuk dipertimbangkan. Namun biasanya, makin berkelas Brand atau Merek yang diinginkan, makin mahal pula harga yang harus ditebus untuk bisa membawanya pulang. Lantas bagaimana jika masih ada keraguan untuk mencobanya ? jangan sampai, sudah susah payah membelinya dengan harga mahal namun masih belum mampu memuaskan hasrat untuk memiliki sebuah ponsel pintar yang memang mengerti keinginan penggunanya. Untuk itu, yuk kita lirik ponsel Android Murah.

    Murah yang saya maksudkan disini sebaiknya dibatasi kisaran 1 juta hingga 1,5 juta rupiah saja. Karena jika dibatasi lebih rendah, saya yakin bakalan sudah menemukan barang barunya dan kalo lebih dari 1,5 juta rupiah kok rasanya berat yah ? hehehe…

    Namun sebelum mulai melirik varian ponsel Android murah ada baiknya dipahami dahulu fitur apa saja yang dapat diperoleh dengan kisaran harga tersebut ?

    Pertama, Sistem Operasi. Dalam rentang harga tersebut, pengguna sudah dapat memiliki ponsel Android dengan rilis 2.2 atau penamaan Froyo yang artinya secara kemampuan sudah mampu bersaing dengan sekian banyak ponsel pintar lain yang memiliki harga diatasnya.

    Kedua dari segi Koneksi Data, tidak saja mengandalkan 3G tapi juga WLan atau yang dikenal dengan istilah WiFi pun dijamin sudah disediakan pula untuk menunjang aktifitas di dunia maya. Selain itu, dengan dukungan Sistem Operasi Android 2.2 diatas, koneksi data inipun mampu dibagi dengan rekan lainnya melalui fitur Tethering atau Portable Hotspot.

    Ketiga, maksimum kecepatan Prosesor yang disertakan oleh masing-masing Vendor hanya sampai 600 MHz saja. Yang artinya, bisa jadi bakalan terjadi sedikit lag atau jeda saat mengakses aplikasi ataupun Games yang sudah terinstall didalam ponsel. Keterbatasan inilah yang sepatutnya mampu dimaklumi oleh setiap pengguna agar tidak menuntut terlalu jauh kemampuan ponsel Android murah.

    Dari ketiga hal yang sedianya bisa didapatkan dalam sebuah ponsel Android murah diatas, bisa saya rekomendasikan beberapa varian ponsel sebagai pilihan.

    Samsung Galaxy Mini. Ponsel yang berasal dari salah satu brand ternama ini, merupakan pilihan pertama yang dapat saya rekomendasikan untuk dipilih. Dengan kemampuan yang mengadopsi ketiga hal diatas, Samsung Galaxy Mini bakalan terasa murah lantaran harga yang ditawarkan pas 1,5 Juta rupiah. Selain itu, kabarnya dalam waktu dekat, Samsung bakalan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread bagi seluruh keluarga Galaxy. Sayangnya, dalam paket penjualannya, kabel data yang menjadi andalan untuk aktifitas Upgrade ini tidak disertakan.

    LG Optimus Me. Dengan kemampuan dan spesifikasi yang sama dengan Galaxy Mini, LG Optimus Me ditawarkan dengan kisaran harga yang sedikit lebih murah. Sayangnya, tak seperti Samsung, pihak LG hingga hari ini belum jelas apakah akan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread dalam waktu dekat atau tidak.

    Nexian A891 Ultra Journey dan Nexian A892 Cosmic Journey. Dalam dunia Android, brand Nexian bisa jadi merupakan pemain lama. Masih ingat dengan rilis pertama mereka Nexian A890 Journey terdahulu ? yang mengandalkan kamera 5 MP sebagai jualannya ? fenomenal bukan ? nah, untuk kali ini, ada dua varian yang bisa dilirik sebagai pilihan. Memiliki spesifikasi dan harga tawar yang sama, Nexian tampaknya harus menurunkan kemampuan kamera yang di besut menjadi VGA saja. Sangat disayangkan.

    Ivio DE38 Icon. Sama-sama berasal dari brand lokal, Ivio menawarkan konsep Dual Mode seperti halnya ponsel lokal lainnya dengan prosesor Dual Core yang tergolong sangat terbatas. 460 MHz dan 280 MHz. Jadi jangan coba-coba bandingkan kinerjanya dengan ponsel berprosesor Dual Core 1 GHz lainnya yah. Adapun kisaran Harga yang harus ditebus nyaris sama dengan ponsel LG diatas.

    Noxx NV-58 Terminator. Secara spesifikasi prosesor, ponsel Noxx mengadopsi jeroan yang sama dengan Ivio, Dual Core. Sayangnya sim card yang didukung hanya satu saja. Itu sebabnya, harga yang ditawarkannya pun sedikit lebih murah. Sekitar 1,3 juta saja.

    BlueBerry Mi320. Meski datang dari Brand lokal, ponsel BlueBerry seri Mi320 ini tidak datang dengan konsel Dual Mode ataupun penambahan fitur TV Tuner. Dengan begitu, secara harga yang harus ditebus tentu saja mampu turun jauh lebih murah dari yang lainnya. Hanya sekitar 1,1 Juta saja. Menarik bukan ?

    Dengan ketersediaan Budget yang minim, beberapa ponsel Android murahpun masih bisa dijadikan pilihan untuk sekedar sebagai kelinci percobaan bagi Rekan-rekan yang masih ragu untuk berpindah pada Android. Meski begitu, dari segi kemampuan tentu mereka semua masih berani untuk diadu kok. Gak percaya ? Coba saja…

    Pembunuhan Massal Ponsel China

    11

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Di penghujung akhir tahun 2010, tampaknya puluhan ponsel China mulai tak tahan dengan gempuran ponsel murah ala brand ternama Nokia, LG, Samsung bahkan Sony Ericsson. Maka itu, mereka beramai-ramai menurunkan harga jual ponsel, meskipun yang namanya inovasi tetap mereka lakukan.

    Kisaran harga 500ribu untuk sebuah ponsel dengan fitur menawan, tak lagi hanya menjadi sebuah mimpi. Maka berterimakasihlah pada ponsel China. Kendati kualitasnya masih diragukan, bukankah jauh lebih menarik apabila sedari awal sebagai konsumen sudah harus menyadari hal tersebut ketimbang mengeluh di belakang hari ?

    Anggaplah kita membeli sebuah mp3 player atau televisi berbonus ponsel dan juga memori dengan harga yang terjangkau. Untuk penggunaan selama setahun saja, itu sudah untung. Apalagi kalo sampe memiliki fitur internet dan kamera. Nilai tambah yang lumayan bukan ?

    Sayangnya dibalik penurunan harga tersebut, sepertinya akan ada skenario pembunuhan massal ponsel China oleh brand ternama yang saya sebutkan diatas tadi.

    Pertama Nokia. Mereka kini sudah mulai mampu merilis ponsel murah dengan beberapa fitur yang menawan seperti keyboard QWERTY, layar lega, memori eksternal, kamera 2MP dan juga koneksi Wifi. Semua itu ada pada seri C3 yang mereka rilis pertengahan tahun 2010 lalu. Demikian pula dengan seri C5, seri murah Symbian 3rd Edition, 5233 berlayar sentuh murni atau X3 Touch and Type yang mengawinkan konsep layar sentuh dengan keypad standar. Pun kabarnya dalam waktu dekat, Nokia bakalan merilis seri X2-01, QWERTY paling murah mereka yang bakalan dijual dibawah harga 1 juta rupiah.

    Kedua ada LG. Untuk pangsa pasar murahnya, LG sudah merilis seri layar sentuh berbasis jejaring sosial, Cookies Series. Ponsel yang dibanderol pada harga satu juta rupiah ini, tentu saja sangat menggoda untuk dimiliki mengingat input layar sentuhnya yang murni tanpa bantuan keypad dan juga akses ke berbagai jejaring sosialnya yang mudah. Disamping itu, ada juga seri QWERTY murah GW300, GW305, dan juga Wink yang rata-rata berada pada kisaran harga 600ribu hingga 900ribuan saja.

    Ketiga ada Samsung. Sejak awal, Samsung memang dikenal rajin merilis seri ponsel murah dengan beragam fitur menawan. Kendati terkadang yang namanya Menu User Friendly jarang bisa ditemukan yang senyaman Nokia. Di pangsa pasar ini, Corby tampaknya masih tetap menjadi idola, ditambah seri [email protected] 322 yang ditawarkan dengan harga dibawah satu juta, dengan fitur dual Sim. Menarik bukan ? bagi yang lebih menyukai keberadaan sistem operasi, ada seri C6625 yang sudah mengadopsi Windows Mobile 6.1 dan terakhir turun pada harga 1,1 juta saja. Demikian halnya dengan versi layar sentuh, selain ada Corby, Champ dan Star Wifi, Samsung kabarnya baru saja merilis seri Genoa dengan jualan TV. Sudah mulai mirip dengan fitur ponsel China bukan ?

    Terakhir ada Sony Ericsson. Setelah lelah berjuang dengan Symbian UIQ yang setia mereka gunakan hingga penghujung tahun 2007 lalu, kini mereka mulai melirik sistem operasi Android yang dikenal dengan open sourcenya. Adalah seri X8, ponsel layar sentuh dengan suntikan Anroid 1.6 mengekor keberhasilan seri X10, X10 Mini dan X10 Mini Pro, ponsel berkelir putih ini kabarnya dibanderol sekitar harga 1,8 juta saja. Saking murahnya harga jual ditambah minimnya persediaan, banderol ini sempat naik hingga angka 2,2 juta. Sedangkan di kisaran harga satu jutaan ada seri Walkman Zylo dan Spiro, plus seri bisnis J108 Cedar, ponsel dengan jaringan HSDPA ini cukup ditebus dengan harga 800ribuan.

    Gempuran empat brand ternama dengan seri ponsel murah mereka, sejauh ini sudah cukup membuat barisan ponsel China menurunkan harga jual mereka pada kisaran harga 300ribu hingga 500ribuan saja. Satu tawaran menarik, mengingat tidak hanya dua sim, namun ada juga yang mendukung tiga sim card (gsm-gsm-cdma), tv analog, mp3 player dan tentu saja internet.

    Kira-kira apakah mereka masih bisa bertahan disepanjang tahun 2011 ini gag ya ?

    Ada Dual On tapi Tetap Setia pada Nokia

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Ditengah maraknya rilis baru ponsel produksi China yang tentunya menawarkan beragam fitur canggih masa kini dalam balutan desain yang mirip ponsel ternama, namun dapat dimiliki dengan harga jauh lebih murah. Apalagi ada juga yang meringkas dua jaringan frekuensi gsm-cdma dalam satu ponsel. Bagaimana gak tertarik tuh ?

    Tapi biarpun begitu gencarnya promo masing-masing merek yang berbeda dalam tiap skala waktunya, penulis tetap saja setia pada satu brand ponsel yang sedari awal selalu menemani, yaitu Nokia.

    Terakhir ini, untuk jaringan gsm dipakai oleh Istri yang menyayangkan mengganti nomor cantiknya dengan cdma, termuat dalam handset Nokia seri N73 Black. Sedangkan penulis sendiri, masih make satu jaringan cdma saja, termuat dalam ponsel seri 6275i.

    nokia-still.jpg

    Lantas apa yang membuat kesetiaan itu tidak luntur termakan promo murahnya ponsel China ?

    Paling pertama tentu Faktor ketahanan. Nokia dikenal bandel, kalopun jatuh tak sengaja dari meja atau gengaman, tu ponsel dijamin masih awet dipakai, apalagi kalo sudah disematkan pelindung kuliat maupun mika. Tapi jangan dengan sengaja dilempar ke tembok atau dilindas motor ya.

    Kedua tentu dari layanan purna jual ataupun service diluar dealer resmi. Biasanya sih jauh lebih ringan lantaran baik sistem yang digunakan sudah jauh familiar, spare partnya pun dijamin gak bakalan susah nyarinya.

    Ketiga ya Harga Jual kembali. Biasanya harga nawarnya gak jauh dengan yang ditetapkan oleh majalah dan tabloid ponsel, atau hanya beda dikit dengan harga baru.

    Keempat tentu kemudahan pengoperasian, pemakaian dan pairing untuk keselamatan data. Jadi baik daftar nomer telepon, hingga ke lain-lainnya masih bisa tercover dan disinkronisasi tiap waktu dengan mudah dan cepat.

    Kelima tentu, sangat jarang terjadi komplain atau kekecewaan dari konsumennya, dan kalopun ada itu tak sampai mengganggu penjualan seri yang sama maupun seri lainnya. Terbukti hingga kini ponsel brand Nokia masih didapuk sebagai brand terlaris paling gak di negeri ini.

    Oya, yang terakhir ato keenam (angka keberuntungan penulis), lantaran bandel dan masih bagusnya kondisi ponsel yang dipakai selama jangka lama, tak jarang pula para pemilik ponsel lebih memilih menyimpan ponselnya dibandingkan untuk  dijual, tujuannya tentu berjaga-jaga seandainya ponsel baru nanti ada apa-apa, jadi masalah komunikasi bisa make tipe yang dahulu lagi. J